JESE Journal of Elementary School Education Volume 1. Nomor 1. Juni 2024. Hal. STRATEGI GURU DALAM MENCIPTAKAN KARAKTER KEDISIPLINAN PADA SISWA DI SEKOLAH DASAR Kumala SaAoadah1. Liliana Aqim Himataka2 Universitas Jember. Indonesia Universitas Jember. Indonesia e-mail: bungakemalla@gmail. com, aqimhima@gmail. ABSTRACT It is very important to improve the character of discipline in the school environment due to the fact that students are now often late for school, skipping class, and not completing homework. This behavior often occurs in students who have entered the fourth grade. So, the role of teachers in the formation of this disciplinary character is very important. Teachers can also use it in civic education. The role of teachers in building students' disciplinary character . Factors that influence students' disciplinary character . Teachers' efforts in building students' disciplinary character are the objectives of this articleThis study uses a qualitative approach, such as a literature study. This research collects data by collecting previous research to determine the role of teachers in building discipline character in grade IV Madrasah Ibtidahiyah students. The results of this study show that teachers function as teachers in addition to being an example for students, both inside and outside the classroom. Keywords: Discipline. Character Students. The Role of Teacher ABSTRAK Sangat penting untuk meningkatkan karakter kedisiplinan di lingkungan sekolah karena fakta bahwa siswa sekarang sering terlambat ke sekolah, membolos, dan tidak menyelesaikan pekerjaan rumah. Perilaku ini sering terjadi pada siswa yang sudah masuk kelas empat. Jadi, peran guru dalam pembentukan karakter kedisiplinan ini sangat penting. Guru juga dapat menggunakannya dalam pendidikan kewarganegaraan. Peran guru dalam membangun karakter disiplin siswa . Faktor-faktor yang mempengaruhi karakter disiplin siswa . Usaha guru dalam membangun karakter disiplin siswa adalah tujuan dari artikel iniStudi ini menggunakan pendekatan kualitatif, seperti studi kepustakaan atau literatur. Penelitian ini mengumpulkan data dengan mengumpulkan penelitian sebelumnya untuk menentukan peran guru dalam membangun karakter kedisiplinan pada siswa kelas IV Madrasah Ibtidahiyah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru berfungsi sebagai guru selain menjadi contoh bagi siswa, baik di dalam maupun di luar kelas. Kata Kunci: Kedisiplinan. Karakter Siswa. Peranan Guru SaAoadah dan Himtaka. Menciptakan Karakter Kedisiplinan PENDAHULUAN Pelajar Indonesia saat ini banyak menunjukkan kegiatan yang kurang baik seperti terlambat ke sekolah, membolos, atau tidak mengerjakan pekerjaan rumah, untuk itu diperlukan usaha untuk mencegah kegiatan tersebut untuk itu perlunya adanya pembentukan karakter disiplin sejak dini. Penguatan hakikat pendidikan saat ini menjadi prioritas, karena banyak kasus yang menunjukkan bahwa anak-anak, remaja, dan termasuk orang dewasa telah mengalami krisis moral (Muhaimin et al. Pentingnya penguatan karakter kedisiplinan di lingkungan sekolah yang didasari oleh kenyataan bahwa adanya permasalahan serius yang sering terjadi pada karakter disiplin siswa (Pribadi et al. , 2. Menurut Subianto . dalam menghadapi setiap proses pembentukan karakter di lingkungan sekolah. Siswa memerlukan pelatihan yang tepat untuk dapat menyelesaikan semua permasalahan dengan baik. Salah satu tanggung jawab setiap guru adalah menciptakan siswa yang berkarakter baik terutama dalam disiplin, karena sekolah melatih siswa untuk mempunyai sikap disiplin. Pendidik tidak hanya sekedar tenaga ajar, namun juga mempunyai kemampuan mengajar dan dapat menjadi teladan yang baik bagi siswa sekolah (Salsabilah et al. , 2. Pendidik merupakan bagian penting dari pengalaman sekolah. Menurut (Faqihuddin, 2. Pendidikan karakter merupakan upaya sadar, terencana, dan sistematis untuk mengantarkan peserta didik pada pemahaman yang lebih baik. Pendidikan karakter pada lembaga pendidikan menitikberatkan pada pembentukan nilai-nilai dibalik kedisiplinan pada diri peserta didik. Perilaku, tradisi, kebiasaan sehari-hari dan simbol-simbol yang dianut oleh seluruh siswa masyarakat sekitar sekolah. Budaya sekolah merupakan jati diri, karakter dan citra sekolah dalam pandangan masyarakat luas (RifAoiyati & Riyatun, 2. Dalam hal ini pengembangan disiplin siswa secara menyeluruh sesuai persyaratan gelar yang terpadu dan seimbang (Nantara, 2. Disiplin adalah kegiatan yang menunjukkan perilaku teratur dan kepatuhan terhadap aturan yang membantu siswa mengembangkan pengendalian diri dan membantu siswa mengidentifikasi dan kemudian memperbaiki perilaku buruk. Disiplin diterapkan dengan kesadaran dan kasih sayang yang cukup, bukan paksaan. JESE: Journal of Elementary School Education sehingga membentuk pemahaman siswa terhadap peraturan dan membantu mereka memahami kapan waktu yang tepat untuk menerapkannya dalam kehidupan seharihari (Rahmat et al. , 2. Kondisi kejiwaan siswa juga perlu diatur agar merasa tentram dengan melatih siswa untuk disiplin. Sikap kedisiplinan akan lebih efektif dan berhasil bila orang tua dan lingkungannya terlebih dahulu mensosialisasikannya kepada siswa. Siswa juga mudah menerapkan aturan-aturan ini jika ada imbalan atau hukuman yang jelas (Rahmat, 2. Menurut penelitian dari (Rifki, 2. Kehadiran guru di sekolah pada hakikatnya merupakan teladan bagi siswanya. Sebagai guru harus memenuhi persyaratan kualitas pribadi tertentu, seperti tanggung jawab, wewenang, kedewasaan, dan kemandirian dalam pengambilan keputusan, disiplin dan berkomitmen terhadap pekerjaannya sebagai guru. Menurut pasal 33 Undang-Undang Sistem Pendidikan Nomor 20 Tahun 2003, tujuan pendidikan nasional adalah membentuk dan mengembangkan karakter dan budaya bangsa yang bernilai guna mencerdaskan kehidupan masyarakat dengan tujuan mengembangkan kesempatan peserta didik menjadi manusia yang utuh. yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan demokratis serta bertanggung jawab. Berdasarkan uraian masalah dan penjelasan latar belakang yang sudah dijelaskan, peneliti tertarik untuk meneliti dengan judul AuPeranan Guru dalam Pembentukan Karakter Kedisiplinan Pada Siswa Kelas IV di Madrasah IbtidaiyahAy. METODE Pada penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian studi kepustakaan atau studi literatur yang mengkaji konsep dan teori yang digunakan berdasarkan literatur yang ada, khususnya artikel yang diterbitkan di berbagai jurnal ilmiah yang memberikan teori mengenai masalah penelitian. Sumber data penelitian ini dilakukan dengan mencari jurnal di media elektronik dengan menggunakan Google Scholar atau Google Scholar. Dalam penelusuran jurnal ditemukan artikel pendukung tentang persoalan pembentukan nilai karakter kedisiplinan pada siswa kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah. Berdasarkan penelitian diatas persoalan karakter disiplin siswa di Madrasah Ibtidaiyah mencakup . Bagaimana peran guru dalam membentuk karakter kedisplinan siswa, . Apa saja faktor pendukung serta penghambat dalam pembentukan karakter disiplin pada siswa, serta . Bagaimana upaya yang dilakukan guru dalam pembentukan Vol. No. Juni 2024. Hal. SaAoadah dan Himtaka. Menciptakan Karakter Kedisiplinan karakter disiplin siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Sehingga hasil analisis ini diharapkan dapat bermanfaat serta guna meningkatkan karakter disiplin siswa melalui pendidikan Analisis data dilakukan dengan cara mengorganisasikan informasi, mendeskripsikan dan mengurutkan objek penelitian serta menarik kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan penelitian yang kami dapatkan dari berbagai artikel maka dapat dilakukan pembahasan sebagai berikut, diperoleh dari: Ibanatal Fitriyah . Nur Baeti Atik dan Novi Mulyani . Mawadatul Imtikhanah . Memperoleh hasil bahwasannya peran guru sangatlah beragam dalam membentuk nilai karakter kedisiplinan siswa kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah, diantaranya: Pertama. Guru adalah teladan bagi siswa baik di dalam maupun di luar kelas. Sejak guru memasuki sekolah, siswa akan memperhatikannya. Dalam hal ini, strategi guru dalam membangkitkan kesadaran siswa yaitu dengan menyepakati siswa terhadap peraturan yang akan dipatuhi oleh siswa kelas IV. (Fitriyah, 2. Kedua. Peran guru kelas dalam membentuk disiplin siswa, sebagai guru pendidik, guru pembimbing, guru pengawas, guru pelatih, dan guru evaluator. Metode pembiasaan yang diterapkan pada siswa seperti menciptakan suasana kondusif, menegakkan aturan, hukuman, penghargaan dan konsistensi, sehingga dapat terjadi perubahan sikap dan perilaku siswa yang mencerminkan sifat disiplin (Novi & Atik, 2. Ketiga. Guru memiliki tanggung jawab penuh terhadap siswa, guru tidak hanya sekedar memberikan ilmu saja, namun peran seorang guru juga mengembangkan karakter siswa terutama karakter disiplin (Imtikhanah et al. , 2. Disiplin sangatlah penting, apabila peserta didik tidak mempunyai sifat disiplin maka program yang dirancang untuk melaksanakan tujuan pendidikan sekolah tidak akan Karena sifat disiplin, siswa mampu mengendalikan diri, mengatur waktu, kehidupan lebih tertib dan siswa tidak menjadi pihak yang dirugikan. Peran Guru dalam Pembentukan Karakter Disiplin Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Peran dari seorang guru cukup penting dalam dunia pendidikan. Guru sebagai gabungan antara pendidik, pengajar, pembina serta pemimpin dan juga memegang peran pusat yang akan menjadi contoh bagi siswanya selain itu guru juga berperan sebagai motivator dan inspirator (Nikky Anisha et al. , 2. Dalam membentuk karakter serta kepribadian siswa, guru merupakan pembantu serta sebagai pihak yang memberikan bantuan menyalurkan pengetahuan dengan menjadi contoh serta JESE: Journal of Elementary School Education memberikan pelatihan terhadap kebiasaan siswa untuk berbuat baik secara terus Selain secara kognitif, siswa juga harus belajar tentang nilai serta karakter yang baik, sehingga siswa memiliki keimanan serta taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki akhlak yang mulia, ilmu yang bermanfaat, sehat jasmani rohani, kreatif, mandiri dan memiliki rasa tanggung jawab. Dalam pendidikan karakter serta budaya bangsa terdapat berbagai nilai yang perlu dikembangkan salah satunya yaitu sikap disiplin(Chan et al. , 2. Disiplin adalah ketaatan seseorang terhadap peraturan atau ketentuan yang dibimbing oleh kesadaran dalam hati nuraninya. Disiplin dapat diartikan sebagai sesuatu yang mendorong seseorang untuk bertindak sesuai aturan yang Berdasarkan hal tersebut maka penerapan karakter disiplin yang kuat pada siswa memerlukan peran guru dan ketua kelas . , untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam proses pembelajaran dan pendidikan, maka lingkungan sekolah diatur dan dikendalikan sedemikian rupa sehingga pembelajaran dan pendidikan berorientasi pada tujuan pendidikan yang sebenarnya, guru harus mampu berperan sebagai fasilitator kegiatan pembelajaran agar peserta didik dapat menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta nilai dan keterampilan melalui kegiatan pembelajaran dan tema yang diidentifikasi dalam setiap bidang studi (Fakhrurrazi, 2. Selain itu guru kelas dalam mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan juga menjadi peran utama dalam membentuk karakter disiplin siswa di sekolah, karena guru adalah teladan bagi siswa dalam hal ketepatan waktu, cara berpakaian dan perilaku disiplin lainnya. Proses pendidikan dapat berhasil apabila karakter disiplin Hal ini memerlukan peran guru sebagai teladan bagi siswa, karena Rusyan . 0: . menyatakan bahwa AuGuru sebagai pendidik bertugas mewariskan nilai dan norma kepada generasi penerus sehingga proses terjadi proses konservasi dan menciptakan nilai-nilai yang baru". Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa guru harus mempunyai rasa tanggung jawab untuk mewariskan nilai-nilai dan norma-norma kepada siswa melalui proses pendidikanan, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun diluar kegiatan pembelajaran sebagai cerminan perilaku yang baik terhadap siswa, hal ini bertujuan untuk meningkatkan karakter siswa khususnya kedisiplinan (Sanjaya, 2. Vol. No. Juni 2024. Hal. SaAoadah dan Himtaka. Menciptakan Karakter Kedisiplinan Faktor yang Mempengaruhi Pembentukan Karakter Disiplin Siswa Faktor-faktor yang menjadi bagian integral dari permasalahan yang dihadapi ketika menghadapi serta faktor-faktor mempengaruhi kedisiplinan siswa di Madrasah Ibtidaiyah. Terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat pengembangan disiplin siswa, antara lain: Faktor Pendukung dalam Membentuk Karakter Disiplin Pada Siswa . Keterlibatan Kepala Sekolah Salah satu pendukung dari pembentukan karakter yaitu kepala sekolah sebagai kontrol terhadap berkembangnya karakteristik kedisiplinan siswa, karena direktur merupakan pemimpin dalam mengerahkan seluruh sumber daya sekolah dan berhak menentukan perubahan yang Kepala Sekolah merupakan pemimpin utama sekolah, karena mempunyai peranan penting dalam pelaksanaan pendidikan karakter sekolah (Julaiha, 2. Kekompakan Para Guru di Sekolah dalam membimbing Siswa Faktor pendukung berikut ada pentingnya guru dalam membentuk karakter disiplin siswa baik di dalam maupun di luar kelas yang terlibat langsung interaksinya di Dengan cara ini, guru dapat lebih mengidentifikasi karakteristik setiap Kesatuan guru juga penting untuk menunjang berkembangnya sifat kedisiplinan siswa. Jika guru tidak konsisten maka pengembangan karakter disiplin siswa tidak akan berhasil (Putri & Arifin, 2. Mendapatkan dukungan dari masyarakat sekitar Adanya dukungan masyarakat merupakan penunjang penting bagi pengembangan karakter disiplin siswa, karena tanpa dukungan dari masyarakat maka pendidikan karakter disiplin tidak akan sempurna bila dilaksanakan di sekolah. Bagi pelajar, masyarakat adalah rumah ketiga setelah keluarga dan sekolah. Masyarakat harus berpartisipasi dalam disiplin sekolah (Suriansyah. , dkk. Kesadaran siswa Kesadaran Siswa dapat menunjang berkembangnya karakter disiplin siswa, kemampuan tersebut dapat mendorong siswa untuk mengarahkan dirinya ke arah yang lebih baik. Melalui kesadaran diri, siswa memahami siapa dirinya dan dapat menghadapi emosinya. Oleh karena itu, ia mampu mengendalikan diri dan menjadikan setiap kejadian sebagai bahan evaluasi. Faktor Penghambat dalam Membentuk Karakter Disiplin Pada Siswa . Faktor Keluarga JESE: Journal of Elementary School Education Keluarga dapat menjadi salah satu penghambat tumbuhnya karakter disiplin pada diri siswa. Keluarga yang seharusnya menjadi tempat pertama untuk menanamkan karakter disiplin pada anak. Pendidikan pertama dan terpenting yang diterima anak ada di dalam keluarga, namun kesalahan dalam pola asuh orang tua menyebabkan kegagalan dalam mengembangkan karakter yang baik pada anak, misalnya saja orang tua yang sibuk untuk bekerja sehingga mereka tidak perlu khawatir tentang anak-anak mereka (Krisnawanti, 2. Kurangnya Kesadaran Siswa Minat kesadaran siswa yang kurang dapat menjadi kendala dalam pengembangan kedisiplinan siswa. Adanya rasa malas untuk kesadaran diri dan kurangnya motivasi membuat siswa kurang menyukai kedisiplinan. Siswa menjadi apa yang diinginkannya dan acuh tak acuh terhadap lingkungannya. Faktor Lingkungan Bermain Lingkungan bermain dapat juga menjadi faktor penghambat tumbuhnya karakter disiplin pada diri siswa. Sebagus apapun keluarga dalam mengajarkan pendidikan karakter disiplin pada anak, proses pengembangan karakter akan gagal jika lingkungan bermain tidak mendukung. Anak cenderung meniru dan meniru apa yang dilihatnya. Upaya yang dilakukan Guru dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa Upaya guru dalam membentuk karakter disiplin peserta didik untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Ada beberapa upaya yang dilakukan guru untuk mengembangkan sifat disiplin pada siswa, antara lain: Keteladanan Keteladanan adalah sesuatu yang patut ditiru. Keteladanan dapat diterapkan dalam lingkungan sekolah sehari-hari untuk membentuk kedisiplinan peserta didik. Guru menjadi teladan yang baik untuk peserta didiknya yang diterapkan dalam lingkungan sekolah untuk membentuk karakter disiplin. Guru merupakan role model atau panutan utama di sekolah siswa pun menganggap guru adalah orang yang tepat untuk ditiru (Karso, 2. Pembiasaan Membiasakan diri adalah salah satu faktor terpenting dalam pendidikan Menurut teori Pavlov, diperlukan suatu stimulus untuk menghasilkan atau menghasilkan respon yang diinginkan yang dilakukan secara berulangulang atau disebut kebiasaan. Guru mengajarkan kebiasaan yang dapat Vol. No. Juni 2024. Hal. SaAoadah dan Himtaka. Menciptakan Karakter Kedisiplinan dilakukan setiap hari. Misalnya datang ke kelas dengan tertib atau tertib, berdoa sebelum mulai belajar, tepat waktu, disiplin dalam mengerjakan kegiatan kelas seperti pekerjaan rumah, piket harian, dan lain-lain. Mintalah siswa untuk mempraktikkan hal ini berulang-ulang sampai mereka memahami dan melekat dalam pikiran mereka. Menciptakan Suasana Kondusif Upaya guru dalam membentuk sifat disiplin siswa adalah dengan penerapan suasana kondusif yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan kedisiplinan siswa. Misalnya, untuk meningkatkan suasana positif, guru dapat menata ruang kelas yang bersih agar siswa dapat belajar dengan nyaman dan menciptakan kreativitas. Peraturan yang Berlaku Adanya peraturan dalam pola perilaku yang ditetapkan oleh orang tua dan guru. Bertujuan untuk memberikan siswa pedoman dalam berperilaku pada situasi tertentu. Hukuman atau Punishment Hukuman atau punishment digunakan agar siswa sadar akan kesalahan yang telah diperbuatnya dan tidak mengulanginya lagi. Misal siswa terlambat datang ke kelas maka guru akan memberi hukuman siswa membayar sebesar 1000,00, jika dilakukan sebanyak 3 kali maka anak akan dihukum sehari dengan mengelap papan tulis dan membersihkan kursi serta meja saat pelajaran berakhir. Hukuman mempunyai tiga fungsi penting dalam pembinaan moral dan kedisiplinan siswa, seperti: mencegah siswa mengulangi perbuatan yang tidak diinginkan, mengajarkan siswa membedakan benar dan salah dan mendorong siswa untuk tidak melakukan perilaku yang tidak dapat diterima oleh Penghargaan atau Reward Penghargaan tidak harus berupa materi, tetapi bisa berupa kata-kata pujian, senyuman, atau tepuk tangan. Hadiah berperan penting dalam memotivasi anak untuk menaati peraturan sekolah. Guru memberikan penghargaan kepada siswa karena telah membuat siswa bersemangat dalam disiplin di kemudian hari. Misalnya guru memberikan hasil penilaian akhir yaitu penilaian mental dan sosial untuk anak yang berkelakuan baik mendapatkan predikat baik. JESE: Journal of Elementary School Education . Konsisten atau Disiplin yang Terintegrasi . ssertive disciplin. Konsistensi mengacu pada tingkat keseragaman atau stabilitas. Keteladanan, pembiasaan, penciptaan lingkungan yang mendukung, aturan yang konsisten, hukuman dan penghargaan membuat anak tidak bingung tentang apa yang diharapkan dari dirinya. Guru harus mengembangkan dan mengikuti peraturan yang ada di sekolah. Dengan kata lain, guru harus tegas dalam mengembangkan dan memelihara aturan-aturan yang Mempraktikkan membantu dan mempermudah pencapaian tujuan yang ingin dicapai (Uge et , 2. KESIMPULAN Dapat disimpulkan bahwa peran guru dalam pembentukan karakter siswa sangatlah penting dan berpengaruh bagi siswa, siswa akan menjadikan guru sebagai teladan atau role model mereka, maka dari itu seorang guru bertanggung jawab untuk mewariskan dan menumbuhkan nilai-nilai dan norma-norma kepada generasi berikutnya, sama halnya dalam pembentukan karakter disiplin siswa, dalam hal ini proses pendidikan akan berhasil apabila nilai-nilai disiplin dapat terlaksanakan. Guru dapat juga menerapkan karakter disiplin ini pada Mata Pelajaran tertentu misalnya pada pelajaran PKN atau dapat menerapkannya dengan beberapa upaya yang telah dijelaskan di atas seperti : . Keteladanan . Pembiasaan . Menciptakan Suasana Kondusif . Peraturan . Penghargaan atau Reward . Konsisten atau Disiplin yang Terintergrasi . ssertive disciplin. DAFTAR PUSTAKA