JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 Januari 2026 Hal. Implementasi Sistem Informasi Manajemen dan Kewirausahaan Kreatif untuk Penguatan Kapasitas BUMDes Jaya Mandiri Mujibul Hakim1. Hafiz Ghulam2. Muhammad Milzam3. Amalia Fitri Mustafida4 1,2,4Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Pekalongan. Indonesia Jl. Karangdowo No. Kemoren. Karangdowo. Kec. Kedungwuni. Kabupaten Pekalongan. Jawa Tengah. Indonesia 51173 3Universitas Pekalongan. Indonesia Jl. Sriwijaya No. Pasirkratonkramat. Kec. Pekalongan Barat. Kota Pekalongan. Jawa Tengah. Indonesia 51119 *Alamat korespondensi: mujibulhakim@gmail. (Diterima: 27-09-2025. Direvisi: 30-01-2026. Dipublikasi: 30-01-2. Abstrak Program kemitraan masyarakat ini dilaksanakan oleh tim Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan bersama BUMDes Jaya Mandiri di Desa Pegaden Tengah. Kecamatan Wonopringgo. Kabupaten Pekalongan. Program bertujuan mengatasi manajemen operasional yang masih manual, keterbatasan inovasi produk, pemasaran yang belum optimal, serta pengelolaan sampah yang belum bernilai ekonomi. Solusi difokuskan pada penerapan teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pengembangan aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis web yang terintegrasi dengan PAMSIMAS, pelatihan kewirausahaan kreatif pengolahan limbah, dan pelatihan pemasaran digital untuk unit usaha katering serta persewaan gedung. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan dievaluasi menggunakan pre-test dan post-test pada tiga jenis pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta, tercermin dari kenaikan rata-rata skor pelatihan pengelolaan sampah dari 84,7% menjadi 86,4%, serta capaian kategori AoSangat BaikAo yang tetap terjaga pada pelatihan SIM BUMDes dan pemasaran digital dengan rerata nilai di atas Penerapan SIM BUMDes terintegrasi PAMSIMAS juga meningkatkan efisiensi pencatatan transaksi dan transparansi pelaporan keuangan, sementara pelatihan kewirausahaan dan pemasaran digital memperkuat kesiapan pengelola dalam mengembangkan usaha berbasis limbah serta memperluas jangkauan pasar secara Luaran utama program berupa peningkatan kapasitas pengelola dalam mengoperasikan aplikasi SIM, penerapan praktik pengelolaan sampah produktif, dan pemanfaatan strategi pemasaran digital yang berpotensi direplikasi di BUMDes lain. Kata Kunci: Pemberdayaan masyarakat. BUMDes. Sistem Informasi Manajemen This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Abstract This community partnership program was implemented by a team from the Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan in collaboration with BUMDes Jaya Mandiri in Pegaden Tengah Village. Wonopringgo District. Pekalongan Regency. The program aimed to address several challenges, including manual operational management, limited product innovation, suboptimal marketing, and waste management that had not yet generated economic value. The solutions focused on technology implementation and human resource capacity building through the development of a web-based Management Information System (MIS) integrated with PAMSIMAS, entrepreneurial creativity training on waste processing, and digital marketing training for catering and hall rental business units. Activities were carried out using a participatory approach and evaluated through pre-test and post-test on the three types of training. The evaluation results indicated an increase in participantsAo understanding and skills, as reflected by the rise in the average score of the waste management training from 84. 7% to 86. 4%, and the maintenance of the AuVery GoodAy category in the MIS and digital marketing trainings with mean scores above 82%. The implementation of the MIS integrated with PAMSIMAS also improved the efficiency of transaction recording and the transparency of financial reporting, while the entrepreneurship and digital marketing trainings strengthened the readiness of managers to develop waste-based businesses and expand their market reach online. The main outputs of the program include enhanced managerial capacity in operating the MIS application, the application of productive waste management practices, and the utilization of digital marketing strategies that have the potential to be replicated in other BUMDes. Keywords: Community empowerment. BUMDes. Management Information System Pendahuluan Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. merupakan inovasi kelembagaan ekonomi desa yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan diatur lebih lanjut dalam Permendagri Nomor 39 Tahun 2010 serta Permendesa PDTT Nomor 4 Tahun 2015. BUMDes diposisikan sebagai lembaga sosial penyedia layanan publik sekaligus lembaga komersial pengelola usaha ekonomi desa. Regulasi ini diperkuat oleh Peraturan Menteri Desa. Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 4 Tahun 2015 tentang pendirian dan pengelolaan BUMDes, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2010 yang menekankan bahwa BUMDes dikelola secara bersama oleh pemerintah desa dan masyarakat (Wijanarko, 2. Dengan demikian. BUMDes berfungsi ganda: sebagai lembaga sosial yang menyediakan layanan publik, sekaligus lembaga komersial yang mengembangkan usaha ekonomi desa. Namun, berbagai studi menunjukkan banyak BUMDes masih menghadapi persoalan tata kelola, inovasi usaha, dan literasi digital sehingga kontribusinya terhadap pembangunan ekonomi desa belum optimal. Tantangan ini relevan dengan temuan (Fitri et al. , 2. yang menyatakan bahwa tanpa adaptasi teknologi dan perluasan jejaring. BUMDes akan kesulitan melakukan scaling up usaha di era ekonomi modern. E-ISSN : 2614-6711 https://jurnal. id/index. php/abdimas/ JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Program PKM ini berbeda dari pendampingan BUMDes sejenis karena tidak hanya berfokus pada pelatihan manajerial, tetapi mengintegrasikan pengembangan aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) berbasis web yang terhubung dengan unit PAMSIMAS serta penguatan kewirausahaan kreatif dan pemasaran digital dalam satu paket intervensi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penerapan Sistem Informasi Manajemen (SIM) di lingkungan desa maupun BUMDes dapat meningkatkan efisiensi operasional, transparansi, dan akuntabilitas (Pradana & Fitriyanti, 2. SIM juga mampu mendukung proses pengambilan keputusan berbasis data serta meningkatkan produktivitas dan kepercayaan publik terhadap BUMDes (Hadiyat, 2. menunjukkan bagaimana penerapan teknologi informasi berhasil meningkatkan produktivitas dan kepercayaan publik terhadap BUMDes Mugirahayu. Lebih spesifik, sistem berbasis web dinilai sangat efektif untuk mengatasi ketidakteraturan data administrasi desa yang sering terjadi pada pencatatan manual (Safriyanti & Nugraha, 2. Selain itu, ditekankan pentingnya sinergi antara teknologi informasi dengan penguatan kreativitas kewirausahaan melalui pelatihan dan pendampingan yang terbukti dapat meningkatkan diversifikasi usaha serta memperluas jangkauan pasar (Niyarsih & Purwanto, 2. Peningkatan kapasitas kewirausahaan juga menjadi aspek penting dalam penguatan BUMDes. Melalui pelatihan inovasi produk dan strategi pemasaran digital, anggota BUMDes dapat mengembangkan usaha yang lebih Pelatihan digital marketing mampu memperluas pasar produk desa (Nicodemus & Kamala, 2. , ementara integrasi strategi kewirausahaan dengan penggunaan SIM disarankan agar BUMDes lebih adaptif terhadap dinamika pasar (Prabowo, 2. Hal ini sejalan dengan kesimpulan bahwa efektivitas peran BUMDes sangat bergantung pada integrasi antara partisipasi masyarakat dan instrumen pemberdayaan ekonomi yang tepat (Aji et al. , 2. Dengan demikian, kombinasi antara digitalisasi manajemen dan penguatan kewirausahaan diyakini mampu menjadi solusi bagi permasalahan BUMDes di berbagai daerah. Secara operasional, unit usaha BUMDes Jaya Mandiri masih mencatat transaksi secara manual sehingga proses rekapitulasi laporan bulanan PAMSIMAS dan usaha katering rata-rata memerlukan 7Ae10 hari. Omzet rata-rata usaha katering dan persewaan gedung sebelum program berkisar sekitar Rp 2Ae8 juta per bulan dengan jumlah pelanggan tetap kurang dari 10 institusi, sementara volume sampah rumah tangga yang dikelola belum terukur dan belum memberikan nilai tambah ekonomi bagi BUMDes. Kondisi ini menunjukkan urgensi penguatan sistem manajemen dan kapasitas kewirausahaan agar BUMDes dapat berkontribusi lebih besar terhadap ekonomi desa. Berdasarkan latar belakang tersebut, tim pengabdian dari Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama (ITSNU) Pekalongan merancang program pemberdayaan yang berfokus pada dua strategi utama, yaitu pengembangan aplikasi SIM berbasis web yang terintegrasi dengan unit usaha BUMDes, serta pelatihan kewirausahaan kreatif dan pemasaran digital. Melalui pendekatan ini, diharapkan pengelolaan BUMDes E-ISSN : 2614-6711 https://jurnal. id/index. php/abdimas/ JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jaya Mandiri menjadi lebih modern, efisien, dan transparan, sekaligus membuka peluang diversifikasi produk serta memperluas jaringan pemasaran. Dengan demikian, program ini ditujukan untuk memperkuat peran BUMDes Jaya Mandiri sebagai penggerak ekonomi desa yang berkelanjutan. Metode Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan mitra secara aktif dalam setiap tahapan. Metode pelaksanaan disusun dalam lima tahap utama, yaitu: Tahap Persiapan. Tim melakukan pra-survei lapangan untuk mengidentifikasi permasalahan utama BUMDes Jaya Mandiri, yaitu manajemen operasional manual, keterbatasan inovasi, dan pemasaran yang kurang optimal. Pada tahap ini juga dilakukan pembentukan tim pelaksana sesuai bidang kompetensi, koordinasi dengan mitra, serta penyusunan perangkat kegiatan seperti modul pelatihan, kebutuhan perangkat digital, dan rancangan sistem informasi manajemen (SIM). Tahap Analisis dan Perancangan. Analisis kebutuhan dilakukan melalui wawancara. FGD, dan observasi bersama pengelola BUMDes, perangkat desa, serta pelanggan aktif. Hasil analisis digunakan sebagai dasar perancangan SIM berbasis web yang terintegrasi dengan aplikasi PAMSIMAS. Perancangan ini difokuskan pada modul inti . anajemen keuangan, inventaris. PAMSIMAS, dan pengelolaan sampa. , modul pendukung (CRM dan dashboard analiti. , serta modul tambahan . anajemen SDM dan portal informasi Tahap Implementasi dan Pelatihan. Implementasi program dilakukan dalam tiga kegiatan utama: . instalasi dan uji coba aplikasi SIM, termasuk migrasi data awal dan pelatihan pengelola BUMDes untuk mengoperasikan sistem. pelatihan kreativitas kewirausahaan melalui pengolahan sampah organik menjadi kompos serta pemanfaatan sampah anorganik menjadi produk kerajinan. Metode pelatihan ini merujuk pada pendekatan (Adiyanto et al. , yang menekankan pada transformasi limbah plastik menjadi produk fungsional untuk infrastruktur desa. pelatihan pemasaran digital untuk unit usaha katering dan persewaan gedung melalui pemanfaatan media sosial (TikTok. Instagram. Faceboo. serta optimalisasi WhatsApp Business. Materi pelatihan disusun untuk membangun digital presence yang kuat guna meningkatkan daya saing, sebagaimana disarankan oleh (Lawelai et al. , 2. Tahap Evaluasi. Evaluasi dilakukan dengan metode pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta. Selain itu, uji coba sistem dilakukan melalui User Acceptance Test (UAT) oleh pengelola BUMDes, dilanjutkan dengan dokumentasi kendala serta perbaikan fitur. Hasil evaluasi menunjukkan E-ISSN : 2614-6711 https://jurnal. id/index. php/abdimas/ JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman pengelolaan sampah dan pemasaran digital, serta keterampilan penggunaan aplikasi SIM. Tahap Keberlanjutan. Untuk menjamin keberlanjutan, dibentuk Unit Daur Ulang Mandiri dan Tim Digital BUMDes sebagai pengelola aplikasi dan strategi pemasaran online. Pemeliharaan sistem dirancang melalui update berkala, backup data, serta pendampingan periodik oleh tim. Strategi keberlanjutan juga mencakup monitoring capaian mitra melalui laporan bulanan dan aktivitas media sosial. Alur pelaksanaan kegiatan pelatihan manajemen data ditunjukkan pada Gambar 1. Persiapan PKM Analisis dan Perancangan Identifikasi permasalaha BUMDes Pengembangan aplikasi SIM BUMDes dan integrasi PAMSIMAS Evaluasi dan Keberlanjutan Pre-test dan post-test Pembetukkan AuUnit Daur Ulang MandiriAy Pembentukkan AuTim Digital BUMDesAy Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Pelatihan penggunaan aplikasi SIM Pelatihan pengelolaan limbah Pelatihan digital marketing Pelaksanaan Program Implementasi hasil pelatihan dalam unit usaha BUMDes Pendampingan langsung dilapangan Gambar 1. Alur Pelaksanaan Kegiatan Peserta pelatihan terdiri atas pengurus inti BUMDes, staf administrasi, dan perwakilan masyarakat yang terlibat langsung dalam unit usaha, dengan kriteria: . aktif minimal enam bulan di BUMDes atau unit usaha terkait. bersedia mengikuti . mengimplementasikan hasil pelatihan. Evaluasi pengetahuan dan keterampilan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test berbentuk kuesioner pilihan ganda dan skala sikap yang disusun berdasarkan materi pelatihan SIM, pemasaran digital, dan pengelolaan sampah. Setiap butir dinilai menggunakan skala Likert empat poin . = sangat tidak setuju sampai 5 = sangat setuj. , kemudian dikonversi menjadi persentase capaian untuk memudahkan interpretasi kategori AoBaikAo dan AoSangat BaikAo. Validitas isi instrumen diperoleh melalui telaah pakar . xpert judgmen. dari dua dosen yang kompeten di bidang sistem informasi dan kewirausahaan, sementara reliabilitas diuji secara sederhana melalui konsistensi internal menggunakan uji coba terbatas sebelum pelaksanaan pelatihan utama. Hasil Pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Pegaden Tengah telah berjalan sesuai rencana, mencakup dua fokus utama yaitu pengembangan aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) BUMDes Jaya Mandiri dan pelatihan kreativitas kewirausahaan yang meliputi pengelolaan limbah sampah E-ISSN : 2614-6711 https://jurnal. id/index. php/abdimas/ JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat serta digital marketing. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan di aula balai desa dengan partisipasi aktif pengurus BUMDes, perangkat desa, serta masyarakat Untuk mengukur capaian program, dilakukan evaluasi berbasis pre-test dan post-test pada tiga kegiatan utama. Hasil pengukuran menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta di seluruh bidang pelatihan, yang dapat dilihat pada uraian berikut. Pelatihan dan Implementasi Aplikasi SIM BUMDes Pelatihan ini diikuti oleh 9 responden dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pengurus BUMDes dalam mengoperasikan aplikasi SIM yang terintegrasi dengan PAMSIMAS. Kegiatan pelaksanaan kegiatan pelatihan dan implementasi aplikasi SIM BUMDes ditujukkan pada Gambar 2. Gambar 2. Pelatihan dan Implementasi SIM BUMDes Hasil pre-test menunjukkan peserta sudah memiliki pemahaman awal yang cukup baik mengenai pentingnya sistem digital dalam transparansi dan efisiensi BUMDes, namun masih terbatas pada pengalaman praktis penggunaan aplikasi. Setelah pelatihan, hasil post-test memperlihatkan peningkatan kemampuan dalam mengoperasikan fitur dasar aplikasi serta keyakinan menggunakan sistem dalam kegiatan operasional. Hasil menunjukkan peningkatan pada aspek pengetahuan . 7% menjadi 93. dan pemahaman manfaat aplikasi . 3% menjadi 97. 8%). Namun, pada aspek pengalaman penggunaan aplikasi digital, skor mengalami penurunan dari 80. Hal ini dapat diinterpretasikan bahwa meskipun peserta semakin memahami manfaat aplikasi, mereka masih memerlukan pendampingan lebih lanjut dalam praktik langsung. Secara keseluruhan, rata-rata hasil post-test . 0%) tetap berada dalam kategori Sangat Baik, menandakan kesiapan BUMDes dalam mengadopsi sistem digital. E-ISSN : 2614-6711 https://jurnal. id/index. php/abdimas/ JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Tabel 1. Hasil Pre-Test dan Post-Test Pelatihan SIM BUMDes Aspek Penilaian Pre-Test (%) Post-Test (%) Kategori Pengetahuan tentang aplikasi BUMDes Manfaat aplikasi dalam usaha desa Pengalaman penggunaan aplikasi Keyakinan mampu belajar aplikasi Keyakinan aplikasi membantu Rata-rata Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Pelatihan Pemasaran Digital Pelatihan diikuti oleh 27 responden dan difokuskan pada strategi promosi digital melalui TikTok. Instagram. Facebook, dan WhatsApp Business. Kegiatan pelaksanaan kegiatan pelatihan pemasaran digital dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar 3. Pelatihan Pemasaran Digital Hasil pre-test menunjukkan sebagian besar peserta sudah mengenal konsep digital marketing namun belum percaya diri untuk mengimplementasikannya. Setelah mengikuti pelatihan, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek pemahaman konsep, keterampilan teknis, dan minat untuk menerapkan pemasaran digital secara langsung. Rata-rata hasil meningkat sedikit dari 81. 9% menjadi 82. 4%, yang tetap masuk kategori Sangat Baik. Peningkatan paling menonjol terjadi pada pemahaman affiliate marketing . 2% Ie 85. 9%) dan keyakinan meningkatkan penghasilan lewat digital marketing . 2% Ie 87. 4%). Peningkatan ini mengindikasikan tumbuhnya optimisme ekonomi, selaras dengan temuan (Wuisan & Handra, 2. bahwa pemahaman strategi pemasaran online berkorelasi positif dengan intensi bisnis. Meski ada sedikit E-ISSN : 2614-6711 https://jurnal. id/index. php/abdimas/ JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat penurunan pada pemahaman promosi online . 2% Ie 77. 8%), peserta tetap antusias mencoba strategi promosi digital. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan efektif meningkatkan keterampilan praktis meskipun perlu penguatan pada aspek promosi Tabel 2. Hasil Pre-Test dan Post-Test Pelatihan Digital Marketing Aspek Penilaian Pre-Test (%) Post-Test (%) Kategori Pengetahuan digital marketing Pemahaman promosi online Pemahaman affiliate marketing Kemampuan menggunakan media Keyakinan peningkatan penghasilan lewat digital marketing Rata-rata Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Pelatihan Pengolahan Limbah Sampah Pelatihan ini memberikan keterampilan pengolahan sampah organik yaitu pupuk kompos menggunakan tong komposter dan sampah anorganik diolah menjadi ecobrick yang dihadiri oleh 33 responden. Kegiatan pelaksanaan kegiatan pelatihan pengolahan limbah sampah dapat dilihat pada Gambar 4 berikut. Gambar 3. Pelatihan Pengolahan Limbah Sampah Hasil pre-test menunjukkan pemahaman dasar peserta sudah tinggi, terutama dalam membedakan sampah organik dan anorganik. Setelah pelatihan, hasil post-test memperlihatkan peningkatan keterampilan teknis serta kesadaran lingkungan. Hal ini memperkuat argumen (Pudjowati, 2. bahwa pelatihan ecobrick efektif dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pengelolaan sampah plastik. E-ISSN : 2614-6711 https://jurnal. id/index. php/abdimas/ JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Tabel 3. Hasil Pre-Test dan Post-Test Pelatihan Pengelolaan Sampah Aspek Penilaian Pre-Test (%) Post-Test (%) Kategori Pemahaman sampah organik Kemampuan membedakan organikanorganik Pengetahuan teknik pengolahan Inspirasi mengolah sampah di Membagikan pengetahuan ke orang Pemahaman sampah anorganik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Teknik memilah sampah anorganik Dampak buruk sampah anorganik Aktivitas mendaur ulang sampah Ajak orang lain peduli sampah Sangat Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Rata-rata Kenaikan skor dari 84. 7% menjadi 86. 4% menunjukkan pelatihan berhasil meningkatkan keterampilan praktis peserta, terutama pada aspek teknis pengolahan dan kesadaran untuk mengajak orang lain peduli lingkungan. Perbandingan Hasil Keseluruhan Untuk melihat gambaran umum keberhasilan program, perbandingan skor rata-rata tiap pelatihan ditampilkan pada grafik berikut. Perbandingan Rata-rata Pre-Test dan PostTest SIM BUMDes Digital Marketing Pre-Test Pengelolaan Sampah Post-Test Gambar 5. Perbandingan Hasil Pre-Test dan Post-Test Keseluruhan E-ISSN : 2614-6711 https://jurnal. id/index. php/abdimas/ JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan capaian pengetahuan dan keterampilan peserta pada seluruh kegiatan. Rata-rata skor pre-test dan post-test meningkat pada aspek SIM BUMDes . ,1% Ie 88,0%). Digital Marketing . ,9% Ie 82,4%), serta Pengelolaan Sampah . ,7% Ie 86,4%). Hal ini membuktikan bahwa program pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta secara konsisten pada setiap bidang. Pembahasan Peningkatan rata-rata skor pelatihan SIM dari 87,1% menjadi 88,0% dan pelatihan pengelolaan sampah dari 84,7% menjadi 86,4% menunjukkan adanya perbaikan pemahaman dan keterampilan peserta pada seluruh bidang pelatihan. Peningkatan pemahaman dan keterampilan pengurus BUMDes dalam mengoperasikan SIM sejalan dengan temuan bahwa penerapan sistem informasi dapat mempercepat proses pengambilan keputusan dan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan dana desa (Pradana & Fitriyanti, 2. Hasil ini juga didukung oleh penelitian (Yanti, 2. yang menemukan bahwa integrasi sistem informasi akuntansi, khususnya pada unit usaha seperti PAMSIMAS, secara signifikan meningkatkan transparansi keuangan. Efektivitas pelatihan pemasaran digital dan kreativitas pengelolaan sampah pada program ini mengonfirmasi pentingnya integrasi teknologi dan kewirausahaan, di mana pendampingan intensif melalui pelatihan terbukti dapat meningkatkan diversifikasi usaha dan perluasan jaringan pasar BUMDes (Niyarsih & Purwanto. Prabowo, 2. Dengan demikian, program ini memperkaya literatur PkM BUMDes karena menggabungkan intervensi SIM, kewirausahaan kreatif, dan digital marketing secara simultan pada satu mitra. Lebih lanjut, keberhasilan pelatihan pengelolaan sampah yang berdampak pada peningkatan kesadaran lingkungan, dengan skor meningkat menjadi 90,3% pada aspek dampak sampah, sejalan dengan temuan bahwa ketika BUMDes mengambil peran sentral dalam manajemen sampah berbasis komunitas, hal tersebut tidak hanya menyelesaikan masalah lingkungan tetapi juga memperkuat modal sosial dan legitimasi lembaga di mata masyarakat (Alfiansyah, 2021. Faizin, 2. Dalam konteks pemasaran, pelatihan digital marketing yang diberikan telah membuka wawasan pengurus BUMDes tentang potensi pasar yang lebih luas. Hambatan utama BUMDes seringkali bukan pada ketersediaan produk, melainkan pada mentalitas pemasaran yang masih konvensional (Nugrahaningsih et al. , 2. Dengan demikian, program ini memperkaya literatur PKM BUMDes karena menggabungkan intervensi SIM, kewirausahaan kreatif, dan digital marketing secara simultan pada satu mitra. Selama pelaksanaan, beberapa kendala dijumpai, antara lain keterbatasan literasi digital sebagian peserta yang menyebabkan proses adaptasi terhadap aplikasi SIM berjalan lebih lambat serta ketergantungan pada jaringan internet yang belum selalu stabil di lokasi mitra. Selain itu, kesibukan pengurus BUMDes dalam aktivitas rutin mengakibatkan jadwal pendampingan lanjutan perlu E-ISSN : 2614-6711 https://jurnal. id/index. php/abdimas/ JURNAL ABDIMAS BSI Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat disesuaikan beberapa kali sehingga praktik pengelolaan sampah dan pemasaran digital belum sepenuhnya terintegrasi dalam SOP harian. Kendala-kendala ini menjadi catatan penting untuk perencanaan program lanjutan dengan porsi pendampingan praktik yang lebih intensif. Simpulan dan Rekomendasi Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan bersama BUMDes Jaya Mandiri Desa Pegaden Tengah terbukti berhasil mencapai tujuan yang Implementasi aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) BUMDes, pelatihan digital marketing, serta pengelolaan limbah sampah mampu meningkatkan kapasitas pengurus BUMDes dari aspek manajerial, keterampilan digital, dan kreativitas kewirausahaan. Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pada seluruh kegiatan, yang menegaskan efektivitas pendekatan integratif dalam memperkuat kemampuan peserta. Temuan ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemanfaatan teknologi dan pemberdayaan masyarakat desa memberikan dampak positif terhadap peningkatan kinerja BUMDes serta mendorong kemandirian ekonomi desa secara berkelanjutan. Untuk mendukung keberlanjutan program, diperlukan pendampingan lanjutan terutama dalam optimalisasi pemanfaatan aplikasi SIM agar semakin terintegrasi dengan seluruh unit usaha BUMDes. Selain itu, pembentukan tim khusus yang berfokus pada digital marketing dan pengelolaan limbah direkomendasikan agar keterampilan yang telah diperoleh dapat terus diterapkan secara konsisten. Dalam jangka panjang, program ini dapat direplikasi ke desa lain dengan karakteristik usaha serupa, disertai pengembangan SIM berbasis mobile serta integrasi dengan marketplace desa atau platform pemasaran digital bersama. Implementasi rekomendasi tersebut diharapkan mampu memperkuat keberlanjutan program sekaligus meningkatkan daya saing dan kontribusi BUMDes Jaya Mandiri terhadap kemandirian ekonomi Daftar Pustaka