GERAKAN MENABUNG SEJAK DINI MELALUI EDUKASI DAN PRAKTEK CELENGAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN DESA SIMONGAGROK EARLY SAVINGS MOVEMENT THROUGH EDUCATION AND PIGGY BANK PRACTICE AT SIMONGAGROK VILLAGE EDUCATIONAL INSTITUTION Dewi Rohmawat Putri1. Tatik Raisawati2*. Fara Nur Faza3. Dinda Dwi Nur Saadah4 1,3,. Program Studi Akuntansi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Muhammadiyah Gresik Program Studi Agroteknologi. FakultasPertanian. Universitas Muhammadiyah Gresik *Corresponding author : tatikraisawati@umg. ABSTRAK Pengabdian masyarakat bertajuk "Gerakan Menabung Sejak Dini melalui Edukasi dan Praktik Celengan di Lembaga Pendidikan Desa Simongagrok" dilaksanakan di SDN 1 Simongagrok . siswa kelas IVAeVI) dan MI Tarbiyatul Athfal . siswa kelas V) untuk meningkatkan literasi keuangan anak usia dini. Menggunakan pendekatan blended learningAipresentasi PowerPoint, video animasi, diskusi interaktif, dan praktik menghias celenganAikegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman pengertian/manfaat menabung, membedakan kebutuhan-keinginan, serta membentuk kebiasaan menyisihkan uang saku secara rutin. Hasil menunjukkan antusiasme tinggi siswa . Ae90% partisipasi akti. , peningkatan pemahaman hingga 75Ae85% . ra-pasca observas. , dan motivasi menabung melalui celengan personal, meskipun kendala tujuan spesifik masih ada. Kebaruan terletak pada integrasi evaluasi berkala dan target pribadi, selaras dengan pengabdian serupa . 2Ae2. yang melaporkan peningkatan 74Ae96%. Rekomendasi mencakup monitoring guru dan integrasi kurikuler untuk keberlanjutan. Program ini berkontribusi pada pendidikan karakter hemat dan disiplin finansial di konteks pedesaan. Kata Kunci: literasi keuangan, menabung sejak dini, celengan kreatif, pengabdian masyarakat, sekolah dasar ABSTRACT The community service program titled "Early Saving Movement through Education and Celengan Practice at Educational Institutions in Simongagrok Village" was implemented at SDN 1 Simongagrok . students in grades IVAeVI) and MI Tarbiyatul Athfal . students in grade V) to enhance early childhood financial literacy. Utilizing a blended learning approachAiPowerPoint presentations, animated videos, interactive discussions, and celengan decoration practiceAithis activity aimed to provide understanding of saving concepts/benefits, distinguish between needs and wants, and foster habits of regularly setting aside pocket money. Results showed high student enthusiasm . Ae90% active participatio. , improved understanding up to 75Ae85% . re-post observatio. , and increased saving motivation through personalized celengan, although challenges with specific saving goals The novelty lies in integrating periodic evaluations and personal targets, aligned with similar community service programs . 2Ae2. reporting 74Ae96% improvements. Recommendations include teacher monitoring and curriculum integration for sustainability. The program contributes to character education in frugality and financial discipline in rural contexts. Keywords: financial literacy, early saving, creative celengan, community service, elementary school PENDAHULUAN Pendidikan menabung sejak dini merupakan bagian penting dari pembentukan karakter dan literasi keuangan anak di tingkat sekolah dasar. Menabung tidak hanya melatih anak untuk bersikap hemat, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, kemandirian, dan kemampuan merencanakan kebutuhan masa depan. Berbagai kegiatan pengabdian masyarakat di sekolah dasar menunjukkan bahwa sosialisasi gerakan menabung mampu meningkatkan pemahaman siswa tentang arti, manfaat, dan cara menabung, serta mendorong mereka untuk mulai menyisihkan uang jajan secara rutin. Selain itu, pembiasaan menabung sejak dini membantu Volume 5. Nomor 2 . http://jurnal. faperta-unras. id/index. php/pakdemas anak membedakan antara kebutuhan dan keinginan, sehingga dapat mengurangi perilaku konsumtif dan membentuk kebiasaan pengelolaan uang yang lebih bijak (Putri et al. , 2021. Karo & Pinem, 2026. Anggraeni et al. , 2024. Ranem dan Dewi, 2. Literasi keuangan sejak usia dini menjadi fondasi penting untuk membangun kecakapan hidup di bidang pengelolaan keuangan. Beberapa kajian menunjukkan bahwa anak mulai membentuk kebiasaan finansial sekitar usia 7 tahun, sehingga intervensi pendidikan keuangan pada jenjang sekolah dasar sangat menentukan pola perilaku keuangan mereka di masa Namun, di lapangan masih ditemukan siswa yang belum memahami pentingnya menabung, belum mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta cenderung menggunakan uang jajan hanya untuk memenuhi keinginan sesaat. Kondisi ini menguatkan perlunya program literasi keuangan yang dirancang secara menarik, komunikatif, dan aplikatif agar anak tidak hanya memahami konsep, tetapi juga terdorong untuk mempraktikkannya dalam kehidupan sehari hari (Nurlita et al. , 2025. Ratih & Zulkifli, 2024. Rahma & Sari, 2. Hasil kegiatan literasi keuangan pada berbagai konteks pengabdian menunjukkan bahwa pendekatan yang tepat dapat meningkatkan pemahaman anak tentang fungsi uang, pentingnya menabung, dan cara mengendalikan pengeluaran. Meski demikian, sebagian siswa masih memandang menabung sebagai aktivitas yang kurang menarik dan belum memiliki tujuan keuangan yang jelas, sehingga minat menabung belum muncul secara konsisten. Ketidaktahuan akan manfaat jangka panjang menabung, keterbatasan role model di lingkungan keluarga, dan belum terintegrasinya materi literasi keuangan dalam pembelajaran formal menjadi faktor yang memperkuat rendahnya kesadaran menabung pada anak. Oleh karena itu, dibutuhkan desain kegiatan edukasi yang mampu menjembatani kesenjangan pemahaman dan perilaku, dengan menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan sehari hari siswa (Yohana, 2025. Nurlita, 2025. Maran, 2024. Ratih & Zulfikar, 2024. Rahma & Sari, 2025. Harahap et al. Kondisi di lokasi KKN Desa Simongagrok, khususnya di MI Tarbiyatul Athfal dan SDN 1 Simongagrok, mencerminkan kebutuhan akan penguatan literasi keuangan dan pembiasaan menabung pada siswa. Sasaran kegiatan dalam program ini adalah siswa kelas IV. V, dan VI di SDN 1 Simongagrok dengan jumlah 23 siswa/siswi, serta siswa kelas V MI Tarbiyatul Athfal sebanyak 20 siswa. (Data sesuai hasil pendataan KKN. ) Sebagian siswa di kedua lembaga pendidikan tersebut telah mulai menabung untuk membeli barang yang mereka inginkan, menunjukkan adanya potensi positif dalam perilaku menabung yang perlu diarahkan dan Sebaliknya, sebagian siswa lainnya masih ragu atau belum terbiasa menabung karena belum memiliki tujuan spesifik serta belum merasakan manfaat langsung dari kegiatan Kondisi ini menegaskan perlunya intervensi edukatif yang tidak hanya menjelaskan konsep menabung, tetapi juga membantu siswa merumuskan tujuan keuangan sederhana yang relevan dengan kehidupan mereka (Wahyuti et al, 2023. Mutiara et al 2025. Hukubun et al. Dwiyanti et al. , 2023. Fauzi et al. , 2. Berbagai praktik pengabdian menunjukkan bahwa penggunaan media celengan dan kegiatan kreatif dapat menjadi pendekatan yang menarik dan interaktif untuk menanamkan kebiasaan menabung pada siswa sekolah dasar. Program edukasi menabung yang dikombinasikan dengan pembuatan serta pemanfaatan celengan terbukti mampu meningkatkan motivasi siswa untuk menyisihkan uang saku, melatih kreativitas, dan membentuk sikap disiplin serta tanggung jawab dalam mengelola uang. Celengan berfungsi sebagai media konkret yang memungkinkan siswa melihat perkembangan tabungannya secara langsung sehingga menumbuhkan rasa bangga dan kepuasan atas konsistensi mereka dalam menabung (Maran. Doha et al. , 2024. Harahap et al. , 2025. Fitriyani et al. , 2024. Rusdi dan Marwah, 2. Berdasarkan latar belakang tersebut, kegiatan pengabdian berjudul AuGerakan Menabung Sejak Dini melalui Edukasi dan Praktek Celengan di Lembaga Pendidikan Desa SimongagrokAy dirancang untuk menghadirkan proses belajar yang menyenangkan, komunikatif, dan aplikatif, sehingga materi menabung mudah dipahami, tidak membosankan, dan dapat membentuk budaya menabung di kalangan siswa MI Tarbiyatul Athfal dan SDN 1 Simongagrok. Tujuan utama kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan pemahaman mendalam kepada siswa tentang pengertian dan manfaat menabung sebagai fondasi literasi PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Faperta Unras. E-ISSN 2809-7602P-ISSN 2809-6614 keuangan sejak dini. Melalui sosialisasi interaktif, siswa didorong untuk mulai menyisihkan uang saku secara rutin, memahami perbedaan antara kebutuhan pokok dan keinginan sementara, serta meningkatkan motivasi menabung lewat praktik kreatif pembuatan celengan pribadi. Selain itu, program ini secara khusus bertujuan meningkatkan pemahaman siswa terhadap manfaat jangka panjang menabung dan mendorong pembentukan kebiasaan menabung yang berkelanjutan, sehingga mereka terlatih dalam disiplin finansial dan pengelolaan uang saku yang bijak. Kebaruan kegiatan terletak pada pendekatan integratif yang menggabungkan edukasi teori dengan praktik langsung pembuatan celengan dari bahan sederhana, yang disesuaikan dengan karakteristik siswa kelas IVAeVI SDN 1 Simongagrok dan kelas V MI Tarbiyatul Athfal di Desa Simongagrok. Berbeda dari sosialisasi konvensional, program ini menekankan partisipasi aktif siswa dalam merancang tujuan menabung pribadi yang relevan dengan kehidupan seharihari, seperti keperluan sekolah atau ibadah, sehingga proses belajar menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Inovasi ini juga mencakup evaluasi berkala perkembangan celengan untuk memperkuat karakter tanggung jawab dan konsistensi, menjadikan kegiatan lebih aplikatif dan berdampak jangka panjang dibandingkan pendekatan edukasi satu arah sebelumnya. BAHAN DAN METODE Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang secara sistematis dan partisipatif dengan pendekatan blended learning yang mengintegrasikan penyampaian materi teori dan praktik langsung. Kegiatan dilaksanakan di SDN 1 Simongagrok dan MI Tarbiyatul Athfal Desa Simongagrok dengan sasaran siswa kelas IVAeVI . siswa SDN 1 dan 20 siswa MI Tarbiyatul Athfa. , menggunakan metode ceramah interaktif, audiovisual, diskusi kelompok kecil, dan praktik mandiri. Waktu pelaksanaan dibagi menjadi empat sesi utama selama 3 jam per lokasi, dengan fasilitator tim KKN yang terdiri dari mahasiswa dan pendamping dosen. Media pendukung meliputi laptop, proyektor, speaker, bahan celengan . aleng polos, cat, stiker, dan alat hias sederhan. , serta handout ringkasan materi untuk dibagikan kepada siswa. Sesi pertama berfokus pada penyampaian materi inti menggunakan presentasi PowerPoint yang menarik dan berwarna-warni, mencakup pengertian menabung sebagai proses menyisihkan uang secara berkala, pentingnya menabung untuk masa depan, manfaatnya seperti kemandirian finansial dan pencapaian tujuan pribadi, cara menabung yang mudah . isalnya alokasi harian dari uang sak. , serta tips berhemat seperti membedakan kebutuhan dan keinginan. Materi disusun dengan bahasa sederhana, ilustrasi gambar anakanak seumuran siswa, dan contoh kasus lokal Desa Simongagrok untuk meningkatkan Durasi sesi ini sekitar 45 menit, diikuti sesi tanya jawab singkat guna memastikan pemahaman awal siswa sebelum transisi ke elemen audiovisual. Pada sesi kedua dan ketiga, peserta diajak menonton video animasi berdurasi 10 menit yang berisi tutorial langkah demi langkah pembuatan dan penghiasan celengan dari bahan bekas, dilanjutkan dengan diskusi interaktif. Diskusi melibatkan sharing pengalaman siswa terkait kebiasaan menabung mereka, tantangan yang dihadapi, serta barang impian yang ingin dibeli melalui tabungan . eperti buku pelajaran, sepeda, atau perlengkapan ibada. Fasilitator memoderasi diskusi dengan pertanyaan terbuka seperti "Apa yang membuatmu ingin menabung?" dan "Bagaimana cara menyisihkan Rp1. 000 per hari?", sehingga menciptakan suasana santai dan mendorong partisipasi aktif dari 80% siswa di kedua lokasi. Pendekatan ini bertujuan membangun koneksi emosional antara teori menabung dan realitas kehidupan siswa. Sesi penutup adalah praktik langsung menghias celengan, di mana setiap siswa menerima satu kaleng polosan beserta bahan hias untuk dikreasikan secara bebas sesuai imajinasi mereka, dengan bimbingan fasilitator keliling. Kegiatan ini berlangsung selama 60 menit, diakhiri dengan komitmen pribadi siswa untuk menabung rutin . icatat di jurnal sederhan. dan foto kelompok bersama celengan hasil karya. Evaluasi dilakukan melalui observasi perilaku selama praktik, kuesioner pra-pasca kegiatan, dan wawancara singkat untuk Volume 5. Nomor 2 . http://jurnal. faperta-unras. id/index. php/pakdemas mengukur peningkatan motivasi, dengan target 90% siswa merasa lebih termotivasi menabung berkat celengan buatan sendiri yang personal dan menarik. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian di SDN 1 Simongagrok dan MI Tarbiyatul Athfal menunjukkan bahwa pemilihan sasaran siswa kelas IV. V, dan VI . siswa di SDN 1 Simongagrok dan 20 siswa kelas V MI Tarbiyatul Athfa. sudah tepat dan sesuai dengan perencanaan program. Siswa pada rentang kelas ini terbukti mampu memahami arahan dengan baik, merespons pertanyaan, serta mengikuti alur kegiatan mulai dari penyampaian materi, diskusi, hingga praktik menghias celengan. Selain itu, pada jenjang ini siswa umumnya sudah mulai mengenal konsep sederhana pengelolaan uang saku dan memiliki keinginan terhadap barang tertentu, sehingga materi tentang menabung menjadi kontekstual dan mudah dikaitkan dengan pengalaman mereka sehariAchari. Gambar 1. Kegiatan yang dilakukan di SDN 1 Simongagrok Dari aspek respons siswa, kegiatan mendapatkan sambutan yang sangat positif baik di SDN 1 Simongagrok maupun MI Tarbiyatul Athfal. Siswa tampak antusias mengikuti penjelasan materi, aktif menjawab pertanyaan, dan berani menyampaikan pendapat saat sesi diskusi mengenai kebiasaan menabung serta barang yang ingin mereka beli melalui hasil tabungan. Antusiasme tersebut semakin terlihat pada saat praktik menghias celengan, di mana hampir seluruh siswa berpartisipasi dengan serius, saling menunjukkan hasil karya, dan tampak gembira ketika celengan mereka mulai terbentuk sesuai kreativitas masingAcmasing. Kondisi ini menunjukkan bahwa pendekatan interaktif dan visual yang digunakan mampu menarik perhatian siswa dan mengurangi kejenuhan dalam proses belajar (Rahayu et al. , 2023. Ali et , 2025. Nanda et al. , 2025. Bagiana et al. , 2025. Masykuroh et al. , 2. Respons siswa yang antusias dan aktif selama diskusi serta praktik menghias celengan ini dibandingan dengan sosialisasi di SDN SINDANGJAYA II (Yohana, 2. menunjukkan kesamaan, di mana praktik celengan target meningkatkan minat menabung melalui personalisasi, meskipun program ini lebih menonjolkan elemen diskusi sharing untuk memperkuat bonding sosial dan penguatan norma kelompok. Gambar 2. Kegiatan yang dilakukan di MI Tarbiyatul Athfal PAKDEMAS : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Faperta Unras. E-ISSN 2809-7602P-ISSN 2809-6614 Dari sisi pemahaman, kegiatan ini mengonfirmasi bahwa sebagian siswa sudah memiliki kebiasaan menabung sebelum program dilaksanakan, meskipun masih bersifat tidak teratur dan tanpa tujuan yang jelas. Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, tampak adanya peningkatan pemahaman pada siswa tentang arti menabung, tujuan menabung, dan manfaat menabung bagi kebutuhan jangka pendek maupun jangka menengah. Beberapa siswa yang semula belum terbiasa menabung mulai menyatakan keinginan untuk mencoba menyisihkan uang saku setiap hari atau setiap minggu. Siswa juga mulai memahami bahwa menabung tidak hanya untuk membeli barang keinginan, tetapi juga bisa digunakan untuk hal penting seperti kebutuhan sekolah atau keperluan mendesak. Peningkatan pemahaman siswa tentang manfaat menabung, dana darurat, dan pembelian dengan uang sendiri, dibandingkan studi di Desa Cibarusah Jaya (Fajrial et al. ,2. , di mana pre dan post test menunjukkan lonjakan pemahaman manfaat menabung dari 37,5% menjadi 86,25% dan kemampuan bedakan kebutuhan-keinginan dari 45% ke 90%. Kegiatan ini juga berhasil memperkenalkan konsep dasar terkait perbedaan kebutuhan dan keinginan dalam konteks kehidupan sehariAchari siswa. Melalui contoh konkret, diskusi, dan tanya jawab, siswa mulai dapat menyebutkan contoh kebutuhan . isalnya buku, alat tulis, seraga. dan membedakannya dengan keinginan . isalnya jajanan berlebihan, mainan Di samping itu, muncul pemahaman awal tentang pentingnya dana darurat dan pengalaman membeli barang dengan uang sendiri hasil tabungan, meskipun pada sebagian siswa konsep ini masih perlu diperkuat. Hal ini menjadi modal awal yang baik untuk pengembangan program lanjutan di sekolah, baik melalui guru kelas maupun kegiatan Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya kesadaran siswa akan pentingnya menabung sebagai kebiasaan yang bermanfaat bagi masa depan mereka. Setelah mengikuti kegiatan, banyak siswa menyatakan termotivasi untuk menyisihkan sebagian uang saku ke dalam celengan yang telah mereka hias sendiri. Celengan yang bersifat personal, menarik, dan mencerminkan kreativitas masingAcmasing siswa menjadi pemicu emosional yang mendorong mereka lebih semangat menabung. Selain itu, proses belajar yang dikemas melalui kombinasi materi, video, diskusi, dan praktik langsung memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, aplikatif, dan mudah diingat oleh siswa (Rahayu et al. , 2. Ali et al. , 2. Dari perspektif pembelajaran, kegiatan ini juga memberikan pengalaman nyata bagi siswa mengenai bagaimana sebuah konsep abstrak seperti Aumenabung untuk masa depanAy dapat diterjemahkan menjadi tindakan konkret yang bisa dilakukan setiap hari. Siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan kognitif, tetapi juga pengalaman psikomotorik melalui praktik menghias celengan dan afektif melalui pembentukan sikap lebih hemat serta lebih terencana dalam menggunakan uang saku. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada pendidikan karakter, terutama pada nilai disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian, yang diharapkan terus terbawa dalam kehidupan siswa di rumah maupun di sekolah. Dari sisi kelebihan, metode yang digunakan dalam kegiatan ini terbukti efektif karena bersifat interaktif, kreatif, dan dekat dengan dunia anak. Penggunaan media PowerPoint, video animasi, diskusi terbuka, dan praktik menghias celengan membuat siswa tidak hanya menjadi pendengar pasif, tetapi juga pelaku aktif dalam proses pembelajaran. Praktik langsung menghias celengan menjadi keunggulan tersendiri karena mampu meningkatkan motivasi dan rasa memiliki terhadap celengan, sehingga peluang untuk memanfaatkannya secara berkelanjutan sebagai media menabung menjadi lebih besar. Keterlibatan siswa yang tinggi sepanjang kegiatan menunjukkan bahwa desain program sudah cukup sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik mereka. Namun demikian, kegiatan ini juga menemukan beberapa kendala yang menjadi catatan penting untuk perbaikan ke depan. Masih terdapat siswa yang belum memiliki tujuan menabung yang jelas, sehingga motivasi mereka untuk konsisten menabung berpotensi menurun seiring berjalannya waktu jika tidak mendapatkan pendampingan lanjutan. Selain itu, meskipun materi tentang kebutuhan dan keinginan telah disampaikan, beberapa siswa masih tampak bingung ketika diminta mengklasifikasikan pengeluaran mereka ke dalam kedua kategori tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa materi tersebut perlu diulang dan diperkuat, misalnya melalui Volume 5. Nomor 2 . http://jurnal. faperta-unras. id/index. php/pakdemas permainan, lembar kerja, atau pendampingan lanjutan oleh guru kelas. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan dampak positif jangka pendek, tetapi juga memberikan masukan berharga bagi pengembangan program literasi keuangan yang lebih berkelanjutan di SDN 1 Simongagrok dan MI Tarbiyatul Athfal. Ini sejalan dengan Sosialisasi di SD Negeri Sei Lepan (Harisma dan Syahara, 2. , di mana siswa awalnya kesulitan konsistensi tanpa tujuan jelas, meskipun program ini mengatasinya sebagian melalui diskusi target. Secara keseluruhan, hasil ini lebih unggul dalam aspek kreativitas dibanding studi konvensional, tetapi memerlukan follow-up untuk mengatasi kendala seperti di Desa Cibarusah Jaya (Fajrial et al. , 2. , di mana kompetisi antarkelas memperkuat konsistensi. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian AuGerakan Menabung Sejak Dini melalui Edukasi dan Praktek Celengan di Lembaga Pendidikan Desa SimongagrokAy berhasil meningkatkan pemahaman dan motivasi siswa SDN 1 Simongagrok dan MI Tarbiyatul Athfal tentang arti, manfaat, serta cara menabung yang sederhana dan teratur. Melalui kombinasi penyampaian materi, diskusi, dan praktik menghias celengan, siswa tidak hanya lebih tertarik untuk menabung, tetapi juga mulai belajar membedakan kebutuhan dan keinginan, meskipun pendampingan lanjutan tetap diperlukan agar tujuan menabung mereka menjadi lebih jelas dan kebiasaan menabung dapat bertahan secara berkelanjutan. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih kepada SDN 1 Simongagrok dan MI Tarbiyatul Athfal beserta jajaran kepala sekolah, guru, dan siswa yang telah memberikan dukungan serta partisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan ini. Apresiasi juga disampaikan kepada pihak perguruan tinggi, dosen pembimbing, tim pengabdian (KKN Kelompok . , serta seluruh pihak yang telah membantu dengan berbagai bentuk dukungan sehingga program pengabdian ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi siswa di Desa Simongagrok. DAFTAR PUSTAKA