Abd. Jalil Peningkatan Kemampuan Membaca Berita dengan Menggunakan Model Learning Community pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Barru PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA BERITA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL LEARNING COMMUNITY PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 BARRU IMPROVED ABILITY TO READ NEWS WITH MODEL COMMUNITY LEARNING IN CLASS X SMA NEGERI 1 BARRU Abd. Jalil Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar Jalil8806@gmail. Abstract This research to improve the ability to read the news in class X SMA Negeri 1 Barru through the implementation model of community learning. The subjects were 21 students of class X SMA Negeri 1 Barru semester of academic year 2013/2014. The results achieved are: . Increasing the skills of reading news on the results of the students, seen from the increasing average scores result of learning to read, in the first cycle the average value of 73. 6 of the ideal score of 100, a maximum score of 80, the minimum score of 50 is at low category. Increased in the second cycle the average value to 85. 9, the maximum score of 95. Students are thoroughly studied in the first cycle and increased 71. 4% in the second cycle to 100%. An increase in activity of students in the learning process in accordance with the results of observations made during the study. The presence of students in the first cycle of 100% remains in the second cycle to 100%. Students who are actively working on the task in the first cycle increased 42. 9% in the second cycle to 90%. Key Word: Community Learning. Learning Model. Result Learning. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca berita pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Barru melalui penerapan model learning community. Subjek penelitian adalah 21 siswa kelas X SMA Negeri 1 Barru semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014. Hasil yang dicapai adalah: . Meningkatnya hasil keterampilan membaca berita pada siswa, dilihat dari meningkatnya skor rata-rata hasil belajar membaca, pada siklus I nilai rata-rata 73,6 dari skor ideal 100, skor maksimum 80, skor minimum 50 berada pada kategori rendah. Meningkat pada siklus II nilai ratarata menjadi 85,9, skor maksimum 95. Siswa tuntas belajar pada siklus I 71,4% dan meningkat pada siklus II menjadi 100%. Terjadinya peningkatan keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan selama penelitian. Kehadiran siswa pada siklus I 100% tetap pada siklus II menjadi 100%. Siswa yang aktif mengerjakan tugas pada siklus I 42,9% meningkat pada siklus II menjadi 90%. Kata kunci: Komunitas belajar. Model pembelajaran. Hasil belajar. PENDAHULUAN Membaca adalah salah satu dari empat kemampuan bahasa pokok dan merupakan satu bagian atau komponen dari komunikasi Kemampuan membaca dapat ditingkatkan dengan penguasaan teknikteknik membaca efisien. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan melalui wawancara dengan guru Jurnal Nalar Pendidikan Volume 2. Nomor 1. Jan-Jun 2014 bidang studi bahasa Indonesia khususnya pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Barru bahwa nilai siswa dalam kemampuan membaca masih rendah dengan nilai ratarata hasil belajar siswa pada semester genap tahun ajaran 2012/2013 hanya mencapai 65,00 masih di bawah nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang telah ditetapkan oleh sekolah tersebut yaitu 70,00 ISSN: 2339-0749 Halaman . Abd. Jalil Peningkatan Kemampuan Membaca Berita dengan Menggunakan Model Learning Community pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Barru dari skor ideal 100. Kondisi kelas X SMA Negeri 1 Barru pada saat pembelajaran membaca berita berlangsung ada beberapa siswa tidak hadir, tidak memerhatikan materi, malas mengajukan pertanyaan, melakukan kegiatan lain yang tidak relevan dengan pembelajaran. Terkadang ada pula siswa yang ketika diminta membacakan sebuah berita masih kesulitan. Selain itu, beberapa di antaranya juga masih kurang percaya diri menuangkan pikirannya dalam membacakan berita. Melihat realitas yang ada tentang nilai siswa yang masih rendah serta jauh dari standar nilai yang ada, sehingga guru perlu sebuah model yang dapat diterapkan supaya hasil belajar siswa meningkat, paling tidak dapat mendekati nilai ketuntasan hasil belajar siswa. Learning Community merupakan suatu komunitas belajar di lingkungan sekolah di dalamnya berlangsung proses belajar membelajarkan antara siswa-siswa, gurusiswa, guru-guru, guru-kepala sekolah, sekolah-masyarakat. Learning community . asyarakat belaja. bisa terjadi apabila hasil belajar diperoleh dari keja sama orang Hal ini berarti hasil belajar bisa diperoeh dengan sharing antar teman, antar kelompok, antara yang tahu kepada yang tidak tahu, baik didalam kelas maupun diluar kelas . Guru disarankan membagi kelompok dengan anggota yang heterogen saat penerapan model Learning Community, agar siswa yang pintar mengajari siswa yang kurang mengerti mengenai pembelajaran. Peneliti bermaksud menerapkan model pembelajaran learning community untuk meningkatkan kualitas dan semangat kemampuan membaca berita pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Barru. Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang setiap siklus meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, dan Penelitian dilaksanakan di kelas X SMA Negeri 1 Barru, dengan subjek penelitian sebanyak 21 orang siswa pada semester ganjil tahun pelajaran 2013/2014. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu lembar observasi, angket respon siswa dan tes tentang membaca. Observasi digunakan untuk memperoleh data aktivitas guru dan Angket digunakan untuk mengetahui pendapat siswa terhadap kegiatan yang Tes memperoleh data kemampuan membaca berita siswa. Instrumen utama penelitian adalah peneliti, ditunjang dengan dokumen dan catatan lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan tes di setiap akhir siklus dan observasi selama pembelajaran berlangsung. Data dianalisis secara kualitatif dan Data yang dianalisis secara kualitatif adalah hasil observasi dan angket respon siswa, sedangkan data berupa hasil menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan SPSS for Windows (SPSS 16. 0 for Window. Secara kuantitatif hasil belajar digunakan nilai skala 5 berdasarkan teknik kategorisasi standar yang ditetapkan oleh Departemen Pendidikan Nasional dalam Ref. yaitu sebagai berikut: METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca berita pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Barru melalui model pembelajaran learning Jurnal Nalar Pendidikan Volume 2. Nomor 1. Jan-Jun 2014 Tabel 1. Kriteria Pengukuran Kemampuan membaca efektif. Nilai Skala Deskriptif 0 Ae 55 Sangat Rendah 56 Ae 69 Rendah 70 Ae 79 Sedang 80 Ae 89 Tinggi 90 Ae 100 Sangat Tinggi ISSN: 2339-0749 Halaman . Abd. Jalil Peningkatan Kemampuan Membaca Berita dengan Menggunakan Model Learning Community pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Barru Indikator hasil penelitian ditentukan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yaitu siswa dikatakan tuntas belajar apabila memperoleh skor minimal 70 dari skor ideal 100 . materi menjelaskan jenis-jenis dan sifat-sifat berita, pertemuan IV diadakan pada tanggal 4 November 2013 dengan kegiatan evaluasi pembelajaran yang menerapkan learning HASIL PENELITIAN Penelitian diadakan dalam dua siklus selama 7 pertemuan, dimana tiap pertemuan berlangsung selama 2 jam pelajaran . x 45 Siklus I dilalui dengan 3 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksaan tindakan, dan observasi-evaluasi. Tahap perencanaan dilakukan dengan kegiatan membuat skenario pembelajaran berdasarkan model pembelajaran pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga, mempersiapkan lembar observasi untuk mencatat aktivitas dan perubahan tingkah laku siswa selama proses pembelajaran berlangsung pada pelaksanaan tindakan siklus I, mempersiapkan angket respon siswa untuk mengetahui pendapat siswa terhadap tindakan yang dilakukan yang akan diberikan pada akhir siklus I, mempersiapkan lembar kerja siswa yang dikerjakan secara individu pada setiap pertemuan, mempersiapkan alat evaluasi berupa soal tes siklus I, dan mempersiapkan lembar jawaban yang akan digunakan siswa untuk menjawab soal tes siklus I. Tahap pelaksanaan tindakan diadakan selama 4 Pertemuan I diadakan pada tanggal 28 Oktober 2013 dengan materi menjelaskan pengertian berita, pertemuan II diadakan pada 30 Oktober 2013 dengan materi cara membaca yang baik, pertemuan i diadakan pada 2 November 2013 dengan Pertemuan I Ae i, alur pembelajaran dimulai dari guru membuka pelajaran dengan membaca doa, memotivasi siswa dan menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai, mengecek kehadiran siswa, pembahasan, dan menjelaskan sambil memberikan motivasi belajar, mengingatkan kembali tentang materi dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, pada kegiatan inti guru menyajikan informasi tentang materi yang akan diajarkan, guru memberikan penjelasan kepada siswa, guru membimbing pelatihan kepada siswa sampai benar-benar menguasai konsep yang dipelajari. Sebelum mengakhiri kegiatan pembelajaran pada pertemuan ini siswa dan guru bersama-sama untuk menyimpulkan materi yang telah dibahas dan guru mengingatkan kepada siswa untuk mempelajari materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya. Pertemuan IV, guru memberikan tes siklus I untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam belajar dengan penerapan model learning Tahap observasi dan evaluasi Aktivitas yang terjadi selama tahap pelaksanaan tindakan dicatat dalam tabel observasi berikut ini: Tabel 2. Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus 1 Komponen yang Diamati Siswa yang hadir pada saat 1 proses Siswa yang mendengarkan 2 atau penjelasan guru pada saat Siklus I Persentase (%) i Jurnal Nalar Pendidikan Volume 2. Nomor 1. Jan-Jun 2014 ISSN: 2339-0749 Halaman . Abd. Jalil Peningkatan Kemampuan Membaca Berita dengan Menggunakan Model Learning Community pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Barru Siswa yang mengajukan 3 pertanyaan kepada guru pada saat proses pembelajaran Siswa pertanyaan, baik dari guru maupun dari siswa lain pada saat proses pembelajaran 5 Siswa mengerjakan LKS Siswa yang melakukan kegiatan lain . ibut, bermain, tidur dl. pada saat proses pembelajaran berlangsung Statistik Nilai Subjek Skor Ideal Skor Maksimum Skor Minimum Rentang Skor Skor Rata-Rata Standar Deviasi 6,15 Apabila hasil belajar pada siklus I dianalisis, maka persentase ketuntasan belajar siswa pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 4. Deskripsi Ketuntasan Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Barru pada Siklus I Skor Kategori Tidak tuntas Tuntas Jumlah Adapun stasistik skor hasil belajar bahasa Indonesia pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. Statistik Skor Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Barru pada Siklus I Frekuensi Persentase (%) Berdasarkan tabel 4 di atas bahwa siswa yang berada pada kategori tidak tuntas sebanyak 6 siswa dengan persentase 29%, sedangkan siswa yang berada pada kategori tuntas sebanyak 15 siswa dengan persentase Hasil belajar siswa pada siklus I belum mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu tuntas individu jika Jurnal Nalar Pendidikan Volume 2. Nomor 1. Jan-Jun 2014 memperoleh skor rata-rata 70 ke atas, sehingga pelaksanaan tindakan masih dilanjutkan pada siklus II dengan berbagai Siklus II dilalui dalam 3 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan observasi-evaluasi. Kegiatan pada tahap perencanaan siklus II sama dengan kegiatan pada siklus I. Tahap pelaksanaan tindakan siklus II dilakukan selama 3 pertemuan dengan alokasi waktu yang sama dengan Pertemuan I diadakan pada tanggal 6 November 2013 dengan materi yang sama dengan siklus I, namun pada siklus II guru lebih sering mendatangi siswa yang selalu malu dan enggan bertanya ataupun menjawab pertanyaan. Siklus II dilaksanakan pada 9 November 2013 dengan materi yang sama dengan siklus I, pada pertemuan ini motivasi dan minta siswa bertambahnya jumlah siswa yang aktif dalam bertanya dan mengerjakan LKS. Pertemuan i diadakan tes untuk mengevaluasi tentang penerapan model pembelajaran learning community. Terlihat bahwa siswa mampu mengerjakan soal-soal yang diberikan. Tahap observasi-evaluasi dilakukan untuk mengetahui aktivitas dari siklus II. Aktivitas tersebut diperoleh dari lembar observasi yang dapat dilihat pada tabel berikut: ISSN: 2339-0749 Halaman . Abd. Jalil Peningkatan Kemampuan Membaca Berita dengan Menggunakan Model Learning Community pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Barru Tabel 5. Hasil Observasi Aktivitas Siswa pada Siklus II Siklus II Komponen yang Diamati Siswa yang hadir pada saat proses i pembelajaran berlangsung memperhatikan penjelasan guru pada saat proses pembelajaran berlangsung guru pada saat proses pembelajaran Siswa yang mengajukan pertanyaan kepada Persentase (%) Siswa yang mendengarkan atau Siswa yang menjawab pertanyaan, baik dari guru maupun dari siswa lain pada saat proses 46,01 pembelajaran berlangsung Siswa yang aktif mengerjakan LKS Adapun data skor hasil belajar pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 6. Statistik Skor Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Barru pada Siklus II Statistik Nilai Subjek Skor Ideal Skor Maksimum Skor Minimum Rentang Skor Skor Rata-Rata Standar Deviasi Hasil belajar pada siklus II dianalisis dan didapatkan persentase ketuntasan pada tabel Tabel 7. Deskripsi Ketuntasan Belajar Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Barru pada Siklus II Skor Kategori 0 Ae 69 Tidak Freku- Persentase (%) 70Ae 100 Tuntas Jumlah Berdasarkan hasil analisis kualitatif dan kuantitatif dapat disimpulkan bahwa dari lembar observasi aktifitas siswa dan lebar tes terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II. Pada siklus I, ada beberapa siswa yang tidak mencapai nilai standar, sedangkan pada Jurnal Nalar Pendidikan Volume 2. Nomor 1. Jan-Jun 2014 siklus II seluruh siswa telah mencapai nilai di atas rata-rata. SIMPULAN Pembelajaran dengan penerapan model learning community dapat meningkatkan hasil belajar keterampilan membaca berita pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Barru. Hal ini ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan skor rata-rata hasil belajar dari siklus I 73,6 dengan pencapaian ketuntasan belajar dari siklus I yaitu 71,4 %. Pencapaian ketuntasan belajar meningkat pada siklus II menjadi 100% dan skor ratarata hasil belajar meningkat pada siklus II menjadi 85,9. Pembelajaran dengan model learning community sebagian besar dari siswa yang menjadi subjek penelitian merespon secara positif pada siklus I 47,7% meningkat pada siklus II 76,1%. DAFTAR PUSTAKA