PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Agustus 2024 ISSN . ISSN . PENGALAMAN PENGUNGKAPAN DIRI DI AKUN KEDUA INSTAGRAM SELF DISCLOSURE EXPERIENCE ON SECOND INSTAGRAM ACCOUNT Arinil Hidayah Bur. Suryanto . Andi Ramdan Alqadri. Lutfi Novianti Fakultas Psikologi Universitas Airlangga burhanuddin-2023@psikologi. suryanto@psikologi. al-2023@psikologi. novianti-2023@psikologi. ABSTRAK Pengungkapan diri di akun kedua Instagram menjadi cara yang instan bagi individu dalam membagikan informasi diri yang sebenarnya berdasar pada pengalaman dan aktivitas sehari-hari. Akun kedua instagram sebagai wadah mengungkapkan idenitas diri yang tidak ingin ditunjukkan pada akun pertama, dalam hal ini sebagai wujud mengekspresikan diri dalam bentuk positif bahkan negatif. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan alasan pengungkapan diri, bentuk-bentuk pengungkapan diri dan faktor penguat pengungkapan diri di akun kedua Instagram yang dilakukan oleh pada individu dengan rentan usia 18-24 tahun. Penelitian ini menggunakan metode penelitiaan kualitatif pendekatan fenomenologi dengan analisis data interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan pengalaman pengungkapan diri di akun kedua dilakukan untuk menunjukkan informasi diri secara jujur agar mencapai aktualisasi diri dengan pengungkapan diri apa adanya sesuai dengan perasaan, pikiran dan pengalaman yang dialami dalam aktivitas sehari-hari yang lebih Bentuk pengungkapan diri yang dilakukan dengan berbagi informasi secara terbuka tentang pengalaman yang dialami. Bentuk positif ditunjukkan dengan kemampuan yang dimiliki sebagai bentuk penghargaan diri dan afiliasi diri, selain itu bentuk negatif dilakukan dengan bentuk agresi relasional yang ditunjukkan atas keresahan yang dirasakan. Hasil penelitian ini dapat berimplikasi pada individu sebagai pengguna akun kedua untuk melakukan pengungkapan diri dengan perasaan aman dan nyaman dengan tetap memperhatikan dan mempertimbangkan batasan diri terkait informasi pribadi yang jika ditunjukkan akan merugikan diri sendiri kedepannya. Kata Kunci: akun kedua, instagram, pengungkapan diri ABSTRACT Self disclosure on the second Instagram account becomes an instant way for individuals to share their true self information according to their experiences and daily activities. The second Instagram account is a place to express one's identity that one does not want to show on the first account, in this case as a form of expressing oneself in a positive or even negative The aim of this research is to describe the reasons for self-disclosure, forms of selfdisclosure and reinforcing factors for self-disclosure on second Instagram accounts carried out by vulnerable individuals aged 18-24 years. This research uses a qualitative research method with a phenomenological approach with interpretative phenomenological analysis http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Agustus 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 (IPA) data analysis. The results showed that the self-disclosure experience on the second account was carried out to show honest self-information in order to achieve selfactualization by self-disclosing what it is in accordance with the feelings, thoughts and experiences experienced in more intimate daily activities. The form of self-disclosure is done by sharing information openly about the experiences experienced. Positive forms are shown with the abilities possessed as a form of self-esteem and self-affiliation, besides that negative forms are carried out with a form of relational aggression shown for the anxiety felt. The results of this study can have implications for individuals as second account users to selfdisclose with feelings of safety while being mindful of and considering own boundaries regarding personal information that if shown would be detrimental to oneself in the future. Keywords: instagram, second account, self-disclosure PENDAHULUAN Instagram menjadi media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat di Indonesia dan menjadi salah satu media sosial yang populer untuk digunakan. Berdasarkan data (Napoleoncat, 2. menyatakan bahwa tercatat hingga 109,33 juta pengguna Instagram di Indonesia. berdasarkan usia, pengguna Instagram lebih banyak digunakan pada tingkatan usia 18-24 tahun tercatat hingga 38 %. Jumlah akun yang tercatat begitu besar, namun terdapat beberapa pengguna yang menggunakan lebih dari satu akun yang seringkali dikenal dengan nama akun kedua (Kang & Wei, 2. Individu menunjukkan perilaku dari gambaran sikap yang berbeda di akun kedua. Hal tersebut dilakukan pada individu dengan alasan akun pertama instagram hanya untuk menunjukkan identitas diri yang lebih terbatas akibat upaya framing yang dilakukan demi citra diri yang positif. Berbeda dengan akun kedua, individu lebih menunjukkan ekspresi diri yang sebenarnya tanpa memikirkan batasan melalui unggahan di akun kedua yang dimiliki (Michikyan et al. , 2. Indriyani . dalam penelitiannya menemukan bahwa tingkat pengungkapan diri pada pelajar pengguna media sosial Instagram sebesar 83,43 %. Sejalan dengan temuan yang dilakukan oleh (Prihantoro et , 2. bahwa akun kedua Instagram digunakan oleh generasi milenial sebagai media pengungkapan diri yang efektif. Salah satu alasan pengungkapan diri yang dilakukan oleh mahasiswa di akun Instagram yang dimiliki sebagai bentuk aktualisasi diri dengan membagikan identitas diri yang diinginkan. Akun kedua Instagram yang seringkali disebut dengan finstagram digunakan oleh individu untuk menunjukkan beberapa aspek diri yang tidak menarik, memalukan, http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Agustus 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 kesedihan, perjuangan, hingga pada kebiasaan buruk lainnya yang tidak ditunjukkan pada akun pertama (Molina-Prados et al. , 2. Individu sebagai pengguna akun kedua memutuskan untuk membuat finsta sebagai media untuk berekspresi sebagai bentuk informasi yang dapat diketahui individu lain tentang dirinya (Lee et al. , 2. Fenomena akun kedua diasumsikan sebagai media yang berfungsi untuk mengekspresikan diri tanpa batasan dan konsep diri yang ideal. Hal tersebut dapat diasumsikan karena adanya keyakinan dan sikap kelompok dalam mendefinisikan kegunaan media sosial yang dimiliki (Gershon, 2. Individu yang memilik akun kedua telah meyakini bahwa akun kedua instagram sebagai tempat untuk menunjukkan keaslian sedangkan akun utama merupakan tempat untuk menghasilkan pujian (Ross. Pengguna yang aktif pada akun kedua berdampak pada kejujuran dan keterbukaan untuk menunjukkan keaslian pribadi yang dimiliki. (Andrian et al. , 2. Individu sebagai pengguna akun kedua juga menerapkan batasan jumlah pengikut yang kecil dan lebih intim. Unggahan dengan kualitas rendah, pengungkapan emosional negatif dan tidak sopan pada pengikut di akun kedua instagramnya. Akun kedua sebagai media sosial memiliki dampak positif dan negatif terhadap kesejahteraan afektif generasi muda, ekspresi diri di akun kedua mampu menjadi kepuasan individu dalam menunjukkan identitas diri namun juga dapat menciptakan pengalaman negatif yang bergantung pada praktik pengguna dalam bermedia sosial (Xiao et al. , 2. Fungsi akun kedua pada Instagram menjadi media untuk berekspresi dengan menceritakan pikiran positif ataupun negatif (Taber & Whittaker, 2. Akun kedua Instagram juga disebut sebagai wadah pengguna untuk mengekspresikan identitas diri yang tidak diinginkan untuk ditunjukkan pada sosial (Hartzog & Stutzman, 2. Media untuk berekspresi dilakukan pengguna dikarenakan adanya keinginan untuk terbuka dan menampilkan diri apa adanya. Leung . mengungkapkan bahwa self disclosure atau pengungkapan diri merupakan sebuah tindakan yang dilakukan oleh individu secara sadar dalam mengungkapkan diri dan menyampaikan informasi diri kepada individu lain. Berdasarkan mendeskripsikan lebih dalam terkait pengalaman pengungkapan diri yang dilakukan individu melalui akun kedua Instagram yang dimiliki dengan mendeskripsikan alasan pengungkapan diri di akun kedua instagram, bentuk Ae bentuk pengungkapan diri yang dilakukan di akun kedua Instagram dan faktor penguat pengungkapan diri di akun kedua http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Agustus 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Instagram yang dimiliki. Fokus penelitian ini hanya berada pada tingkatan usia 18-24 dikarenakan data pengguna Instagram terbanyak di tahun 2023 berada pada tingkatan usia tersebut. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan dan menggali lebih dalam terkait gambaran permasalahan dalam penelitian ini. (Creswell & Poth, 2. mengemukakan bahwa penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang dilakukan untuk mengeksplorasi dan melakukan pemaknaan terhadap individu atau kelompok untuk mengeksplor gambaran permasalahan sesuai dengan pengalaman yang Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi. Adapun fokus kajian dalam riset fenomenologi adalah aktivitas atau pengalaman individu dengan tujuan untuk memberikan informasi yang mendalam berkaitan permasalahan atau fenomena yang diteliti (Eberle, 2. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan karakteristik responden sebagai pengguna aktif akun kedua instagram dan rentan usia 18-24 tahun. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Teknik wawancara semi terstruktur dilakukan untuk mendapatkan informasi berdasar pada pedoman wawancara yang telah disusun. Adapun pedoman wawancara yang telah disusun meliputi alasan penggunaan akun kedua, bentuk Ae bentuk pengungkapan diri yang dilakukan pada akun kedua dan faktor penguat pengungkapan diri pada akun kedua yang dimiliki. Lokasi penelitian dilakukan di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur, dengan melibatkan tiga orang responden dengan dua responden berjenis kelamin laki-laki dan satu responden berjenis kelamin Perempuan. Ketiga responden adalah sebagai pengguna aktif akun kedua Instagram. Adapun data demografi responden ditunjukkan sebagai berikut: http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Agustus 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Tabel 1. Data Demografi Responden Penelitian Usia Status Jenis Kelamin 21 tahun Mahasiswa 22 tahun Mahasiswa 20 tahun Mahasiswi Durasi Unggahan di akun kedua Ig 4-5 unggahan perhari . 2-3 unggahan perhari . >5 unggahan perhari . Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi dengan Teknik analisis induktif melalui interpretative phenomenological analysis (IPA). Terdapat lima tahapan yang dilakukan dalam analisis interpretative phenomenological analysis (IPA) yaitu. membaca transkip secara berulang . eading and readin. , membuat catatan awal . nitial notin. , kemudian membuat tema emergen . eveloping emergent theme. , selanjutnya membuat tema superordinat, dan pola-pola antar pengalaman responden (Kahija, 2. Adapun teknik verifikasi data yang dilakukan adalah dengan member checking merupakan adanya peran peneliti dalam melakukan penyesuaian dan pengecekan pada data yang bertujuan untuk memastikan keakuratan laporan penelitian serta penerapan external audit sebagai bentuk dari peran peneliti dalam mengkonsultasikan hasil pada ahli yang dapat dipercaya untuk melakukan pemeriksaan hasil penelitian agar lebih objektif (Klassen et al. , 2. HASIL PENELITIAN Hasil penelitian ini menunjukkan pengalaman pengungkapan diri pada pengguna akun kedua Instagram yang diuraikan dalam tiga tema, yang terdiri dari alasan pengungkapan diri di akun kedua instagram, kemudian bentuk Ae bentuk pengungkapan diri di akun kedua Instagram dan faktor penguat pengungkapan diri di akun kedua Berdasarkan hasil wawancara melalui pendekatan fenomenologi dengan dengan menggunakan teknik interpretative phenomenological analysis (IPA) ketiga informan memberikan inforrmasi secara terbuka dalam menyampaikan persepsi dan pengalaman terkait alasan, bentuk dan faktor penguat pengungkapan diri di akun kedua http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Agustus 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Secara keseluruhan ketiga responden menggunakan akun kedua sebagai media pengungkapan diri untuk menunjukkan identitias diri yang sebenarnya. Alasan pengungkapan diri Bentuk pengungkapan diri Aktualisasi diri, trust, kebebasan berskpresi, self image Intimacy dan stalking Openness, afiliasi diri, online identitiy, self esteem, coping, agresi verbal Fear of failure Faktor penguat pengungkapan diri Self image, kepuasan hubungan, attachment, konformitas, coping Social exchange theory Gambar 1. Hasil pengalaman pengungkapan diri di akun kedua Instagram Alasan Pengungkapan Diri di akun kedua Instagram Adapun alasan pengungkapan diri di akun kedua Instagram mencakupi kebutuhan untuk mencapai aktualisasi diri dengan menunjukkan identitas diri yang sebenarnya dan merasakan kebebasan untuk berekspresi. Ketiga responden mengungkap bahwa individu yang menjadi pengikut di akun kedua Instagram masingmasing adalah individu yang mereka telah percaya, oleh karena hal tersebut pengungkapan diri dapat dilakukan di akun kedua yang dimiliki disebabkan oleh adanya Pengungkapan diri di akun kedua lebih menarik untuk dilakukan karena responden merasa lebih bebas dalam berekspresi sehinga tidak merasa takut dan khawatir akan pandangan buruk yang bisa diberikan oleh pengikut sehingga responden dapat merasa http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Agustus 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 lebih aman untuk menunjukkan informasi diri dengan apa adanya, salah satu persepsi yang berbeda dari responden mengungkap bahwa alasan penggunaan akun kedua instagram adalah untuk mengunggah postingan yang lebih intim dalam hal ini dikenal dengan intimacy. Selain itu alasan untuk mencari tahu informasi dari individu lain melalui akun Instagram yang digunakan tanpa harus menggunakan akun utama yang disebut dengan stalking, hal tersebut disebabkan oleh adanya keinginan untuk tetap menjaga citra diri positif pada akun utama dengan citra diri sebagai individu yang misterius. Alasan pengungkapan diri pada akun kedua Instagram dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 2. Alasan Pengungkapan Diri di Instagram Au. lebih ngerasa aman aja karena bisa berekspresi dengan bebas dan eksplor diri kalau aku post story di akun kedua, intinya lebih jadi diri sendiriAy (MRA159-. Au. saya rasa akun kedua gimana yaa intensitas seperti tidak ada yang bisa aku tutupin lagi jadi diri sendiri aja gitu karena orang orang di second akun ga ngejudjeAy (MFA128-. Au. akun kedua itu kayak apayaa, bisa post semua hal yang mau aku post karena aku merasa senang menjadi apa adanya dan lebih nyamanlahAy (RNA138-. Au. mungkin karena itu kaliya aku bisa yakin sama orang orang di akun kedua soalnya akun kedua jadi tempat untuk mengalay gituAy (MRA23. Au. lebih sering berinteraksi, adasih yang ga gitu deket tapi aku udah tau kepribadian dia seperti apaAy (MFA236-. Au. percaya aja dengan teman dekat di akun keduaAy (RNA2100-. Au. bisa bebas tanpa ada ketakutan yang menggerogoti aja gitu terkait apa yang aku post di akun kedua Instagram akuAy (MRA357-. Au. membangun citra diri yang misterius di akun utama dan akun kedua yang lebih terbukaAy (MRA465-. Au. terus fungsi lainnya juga tentunya jadi tempat buat stalker orang orang wkwkAy (MRA1104-. Indikator Aktualisasi Diri Trust Au. saya merasa saya bisa lebih bebas berekspresi untuk posting hal yang saya inginkan di akun kedua tanpa harus merasa canggungAy(MFA380-. Au. karena kalau di first akun tuh bisa banyak spekulasi kan yang muncul, jadinya ragu buat post di akun pertama, tapi kalau di akun kedua itu lebih bebas, tanpa harus memikirkan spekulassi dari orang lainAy (RNA3103-. Kebebasan Berekspresi Intimacy Au. berbeda dengan akun pertama saya lebih banyak posting hal yang baik dan keren keren aja, jadi kalau di akun pertama saya jaim, kalau di akun kedua saya bisa mengekspresikan semua halAy (MFA476-. Au. posting kewajiban perkuliahan buat post twibon dan video lain, soalnya kalau post di akun pertama bisa merusak feedAy(RNA463-. Self image dan Stalking http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Agustus 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Bentuk-Bentuk Pengungkapan Diri di akun kedua Instagram Bentuk- Bentuk pengungkapan diri di akun kedua Instagram yang dilakukan oleh ketiga responden secara keseluruhan dengan bentuk openess dimana responden menceritakan pikiran, perasaan serta aktivitas yang dialami dalam sehari-hari. Mengunggah foto ataupun video saat bersama teman-teman menjadi kegiatan yang paling selalu diunggah oleh responden. Hal tersebut dilakukan untuk menunjukkan perasaan bahagia saat bersama teman. Temuan lain yang didapatkan juga menunjukkan pengalaman yang serupa oleh ketiga responden dengan mengunggah meme atau lelucon untuk mengekspresikan kesenangan sebagai hiburan untuk diri sendiri dan pengikut di akun kedua instagram hal ini merupakan bentuk afiliasi diri. Pengungkapan diri negatif juga dilakukan oleh kedua responden dengan mengunggah aktivitas konyol seperti mengunggah foto ataupun video aib teman dekat, ujaran kebencian pada individu yang membuat responden merasa kesal atau marah sebagai bentuk agresi relasional, kemudian menunjukkan kesedihan, kekecewaan dan keluhan pada individu lain sebagai bentuk strategi koping. Self esteem juga dilakukan responden dalam bentuk pengungkapan diri yang positif meskipun dengan bentuk yang berbeda namun dapat disimpulkan kedua responden menunjukkan kemampuan dan prestasi yang dimiliki, hal tersebut diunggah pada akun kedua karena kedua responden merasa akun kedua menjadi salah satu tempat aman untuk menunjukkan identitas diri yang sebenarnya tanpa harus merasakan ketakutan akan pandangan individu lain. Kemudian bentuk pengungkapan diri lainnya yang dilakukan dengan online identity yakni mengunggah opini secara bebas sesuai dengan persepsi masing-masing. Sementara satu responden melakukan pengungkapan diri di akun kedua sebagai bentuk fear of failure yang disebabkan oleh unggahan kewajiban seperti tugas perkuliahan diakun kedua tanpa rasa malu dan takut berbeda halnya jika harus ditunjukkan pada akun utama, oleh karena itu akun kedua menjadi wadah yang paling tepat. Bentuk pengungkapan diri pada akun kedua Instagram dapat dilihat pada tabel 3. http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Agustus 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Tabel 3. Bentuk Pengungkapan Diri di akun kedua Instagram Au. di akun kedua yang memang jadi tempat aku berkeluh kesah bukan buat branding atau jaga image lagiAy (MRB180-. Au. Seperti kekesalan, kesedihan, kebahagiaan semuanya saya unggahAy (MFB198-. Au. terus ya buat story meme lucu lucucan kek gitusihAy (MRB2117-. Au. karena saya senang bercanda anaknya sebagai hiburan, pun kalau misal saya post quotes sedih pasti musiknya music lucuAy (MFB2127-. Au. aku menjadi pengguna aktif akun kedua ini, jujur bisa lebih bebas untuk beropini atau berpendapat seperti saran kritik dan lain lainAy (MRB3138-. Au. saya tidak takut dan khawatirlah ketika saya posting di akun kedua, berbeda dengan akun pertama saya lebih banyak posting hal yang baik dan keren keren ajaAy(MFB383-. Au. di akun kedua yang memang jadi tempat aku berkeluh kesahAy (MRB47. Au. contoh kalau lagi menang lomba terus ada ucapan selamat dari beberapa orang saya screenshoot dan postnya di akun keduaAy (MRB5123. Au. buat nyindir orang yang mengganggu aktifitas aku jadi aku nyindir di akun kedua kalau lagi kesal sama orangAy (MRB6128. Au. fungsinya untuk having fun, misal kalau ada yang mau saya post saya bisa posting jadi lebih bisa merasa lega kalau ada masalahAy (MFB444-. Au. mungkin dengan saya menghibur teman teman saya di Instagram sih, seperti dengan saya menyanyi, saya postingAy (MFB5163-. Au. Saya pernah julid sih kalau ga suka, jatuhnya mengundang teman dekat untuk bergosip melalui akun keduaAy (MRB6241-. Au. banyak sharing kegiatan aku disini dan teman teman dekatku bisa tau, itu sih kak karena bisa lebih terbukaAy (RNB168-. Au. aktivitas sehari hari aku seperti dunia perkuliahan atau hal lain yang bersifat lucu lucuan aja gituAy (RNB276-. Au. aku sering post di akun kedua kalau ada tugas kuliah karena malu untuk mengunggah di akun pertama instagramAy (RNB397-. Au. melepas semua kesedihan aku jadi mikir kalau wah akun kedua ini sangat membantu kesehatan mental aku gituAy(RNB42122-. Au. banyak kegiatan lah bersama dengan salah satu organisasi global gitu, jadinya sometimes akun kedua inituh aku jadiin sebagai tempat untuk apresiasi diriAy Ay(RNB52168. Au. mungkin hal negatif yang pernah aku post adalah hal hal yang berlebihan seperti ejekan untuk teman-teman buat jadi lucu lucuanAy(RNB6192-. Indikator Openess Afiliasi diri Online Identity dan Fear of Failure Coping Self Esteem Agresi Faktor Penguat Pengungkapan Diri di akun Kedua Instagram Faktor penguat pengungkapan diri di akun kedua Instagram yang dilakukan oleh ketiga responden memiliki persamaan, dimana adanya respon positif yang didapatkan oleh responden saat mengunggah aktivitas, berdampak pada kepuasan dalam hubungan sesama pengguna akun kedua Instagram. Selanjutnya Attachment dalam hal ini juga menjadi faktor penguat pengungkapan diri yang terjadi karena peningkatan kelekatan hubungan oleh responden, pengungkapan melalui akun kedua mampu membuat http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Agustus 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 responden lebih mengenali karakter individu yang menjadi pengikut di akun kedua Instagram yang dimiliki sehingga berdampak pada kelekatan hubungan, kemudian mampu mengekspresikan aktivitas atau keseharian yang lebih intim, serta faktor konformitas yang disebabkan oleh mayoritas lingkungan pertemanan aktif sebagai pengguna akun kedua. Faktor penguat lain juga disebutkan oleh responden dengan membatasi jumlah individu yang menjadi pengikut di akun kedua Instagram, dan hanya menerima individu atau teman dekat yang telah dipercaya . Dari beberapa persamaan yang disebutkan, terdapat faktor penguat yang memiliki perbedaan dari masing Ae masing responden, diantaranya faktor penguat yang berasal dari kebutuhan untuk menggunakan dan menunjukkan diri yang sebenarnya di akun kedua Instagram agar tidak merusak citra diri yang telah dibangun pada akun Selain itu faktor penguat lainnya berasal dari karakter individu yang senang menghibur dan merasa lebih bebas untuk memberikan hiburan di akun kedua Instagram yang dimiliki. Responden mengungkap bahwa faktor yang memberi pengaruh dalam pengungkapan diri yang dilakukan di akun kedua sebagai strategi untuk menjaga kesehatan mental dalam hal ini coping mechanism. Kemudian salah satu responden menyatakan faktor penguat yang juga berbeda dilakukan karena memudahkan responden untuk mencari rekan kerja yang tepat sesuai dengan kebutuhannya disebut dengan social exchange theory. http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Agustus 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Tabel 4. Faktor Penguat Pengungkapan Diri di akun kedua Instagram Au. aku ngerasa dengan akun kedua aku lebih senang sih ada kepuasan tersendiri gitu jadi rasanya plongAy (RNC1256-. Au. merasa puas aja sih orang orang tau keseharianku apa ajahAy (MRC1134-. Au. jadinyakan bisa menghibur diri saya sendiri juga bisa puas aja dengan respon temanAy (MFC1132-. Au. di akun kedua kan orang orangnya cukup terbatas orang-orang yang menurutku sudah saling tahu jadi bisa lebih dekatAy (MRC238-. Au. karena kalau saya posting sesuatu yang lucu pasti teman teman ig di akun kedua saya banyak yang reply, jadi merasa lebih akrabAy (MFC2197-. Au. ada temen yang punya second account terus aku nanya dan dia nyaranin buat akun kedua juga dari situlah aku mulai nyobaAy (MRC38. Kepuasan Hubungan Au. karena kedekatan kita yang membuat aku nyaman bercerita dengan merekaAy (RNC2116-. Attachment Au. yaa juga tentunya dari teman teman saya sih mereka mengatakan kalau akun kedua itu lebih seru lebih asyik jadi saya akhirnya juga buatAy (MFC373-. N/A Konformitas N/A N/A Au. kalau aku lagi nyari partner buat nyelesaiin project yah aku carinya di akun kedua, jadi aku ga harus posting di first akunAy(RNC4174-. Social Exchange Theory Au. ternyata banyak positifnya juga buat diri saya pribadi karena coping mechanism saya adalah menuangkan ekspresi dan perasaan saya di akun keduaAy (MRC5154. Au. Setelah bercerita perasaan saya jadi lebih lega dan saya termotivasi kembali untuk menyelesaikan skripsi saya karena sudah bercerita di postingan akun kedua InstagramAy (MFC5150-. Au. saat posting kegiatan di akun kedua saya merasa yakin aja, untuk mengekspresikan apa yang mau saya keluarkan tanpa harus dibarengi dengan rasa overthinking Ay (MRC6240-. Au. dan aku bisa bebas menampilkan hal itu di akun kedua tanpa takut dengan judge dari orang lebih ke untuk mengurangi stresAy(RNC553-. Coping Au. aku bisa percaya karena aku menggunakan insting ajasih kalau aku dan mereka itu sudah sangat dekatAy(RNC6110-. Trust Au. lebih ke percaya, karena selama ini unggahan unggahan aku di akun kedua aman sih ga ada yang bocorinAy (MRC6204-. Indikator DISKUSI Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengalaman pengungkapan diri di akun kedua Instagram pada tingkatan usia 18-24 tahun, sebagai pengguna Instagram tertinggi dengan tingkatan usia 18-24 tahun dengan jumlah pengguna kurang lebih 40 juta jiwa. Pengungkapan diri atau self disclosure merupakan sebuah tindakan yang dilakukan oleh individu secara sadar dalam mengungkapkan diri dan menyampaikan informasi diri kepada individu lain. Pengungkapan diri dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan teori self disclosure oleh (Leung, 2. http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Agustus 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 Pengungkapan diri dilakukan oleh generasi z khususnya pada mahasiswa di Instagram sebagai salah satu upaya dalam menunjukkan identitas diri dan adanya kebutuhan untuk mendapatkan perhatian, pemahaman dan kebutuhan untuk didengarkan serta mendapatkan respon yang positif. Oleh karenanya pengungkapan diri dilakukan dengan memberikan informasi terkait identitas diri dengan apa adanya (Sabaruddin, 2. Temuan dari penelitian ini menunjukkan pengalaman pengungkapan diri yang dilakukan oleh responden pada akun kedua Instagram. Alasan pengungkapan diri di akun kedua Instagram didasari oleh keinginan dan kebutuhan untuk menunjukkan identitas diri dan merasakan kebebasan untuk berekspresi dalam hal ini untuk mencapai aktualisasi diri, hal tersebut berdampak pada kondisi psikologis yang dirasakan dengan melepaskan emosi yang dialami dapat membantu untuk mengurangi tingkat stres atau Kondisi psikis yang dirasakan oleh individu sesuai dengan fungsi akun kedua sebagai wadah untuk berkespresi dan menunjukkan identitas diri yang sebenarnya tanpa ada rasa takut karena penerimaan dan respon yang baik dari pengikut, hal ini berbanding terbalik dengan perilaku responden saat menggunakan akun utama. Pengungkapan diri menjadi bagian dari jenis komunikasi dengan menunjukkan informasi diri yang biasanya disembunyikan oleh individu (Wibisono & Pratisti, 2. Individu yang menjadi pengikut di akun kedua Instagram masing-masing adalah individu yang mereka telah percaya, oleh karena hal tersebut Trust memiliki peran penting terhadap pengungkapan diri yang dilakukan di akun kedua. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh (Devi & Indryawati, 2. menyebutkan bahwa sebelum individu melakukan pengungkapan diri di akun Instagram, terlebih dahulu pengguna telah merasa percaya dengan individu lain . di akun Instagram yang dimiliki, semakin tinggi tingkat kepercayaan yang dimiliki oleh pengguna maka semakin tinggi pula pengungkapan diri yang dilakukan pada akun Instagram. Pengungkapan diri lebih menarik dilakukan karena mampu mengungkapkan pikiran dan perasaan dengan lebih intim di akun kedua instagram. Hal tersebut yang dilakukan dapat membantu individu dalam meningkatkan kepercayaan diri dan menjalin hubungan lebih akrab, dengan hal tersebut individu melepaskan rasa khawatir, ragu, takut dan rasa bersalah (Gainau, 2. Alasan yang disebutkan dari hasil penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya oleh (Nana et al. , 2. bahwa interaksi yang berlangsung dengan http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Agustus 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 membagikan informasi pribadi akan menghasilkan rasa saling percaya, hubungan timbal balik dan pengungkapan diri akan lebih mudah dilakukan secara sadar oleh individu. Dewi dan Janitra . menunjukkan bahwa alasan individu memilih akun kedua sebagai media dalam menunjukkan identitas diri yang sesuai, dikarenakan upaya untuk menghindari pandangan negatif yang dapat dialami saat individu memutuskan untuk mengunggah di akun utama Instagram, akun utama pada umumnya digunakan untuk menunjukkan diri ideal dan membentuk citra diri yang positif, sedangkan akun kedua digunakan untuk menunjukkan diri yang sesuai. Pengungkapan diri dikonsepkan sebagai tindakan yang dilakukan individu dalam mengkomunikasikan informasi diri kepada individu lain sebagai salah satu cara untuk membagikan dan memberi informasi kepada individu lain tentang siapa dan seperti apa kebutuhan yang diinginkan(Wheeless et al. Pikiran dan Perasaan yang ditunjukkan di akun kedua dilakukan dengan membagikan aktivitas yang dialami sehari-hari. Mengunggah foto ataupun video saat bersama teman-teman secara sadar. Hal tersebut dikonsepkan sebagai bentuk openness yang dilakukan dengan tujuan mencapai perasaan bahagia dan meningkatkan kelekatan hubungan bersama pengikut. Pengungkapan diri juga dilakukan dalam bentuk pemenuhan kewajiban tugas perkuliahan dalam hal ini dikonsepkan sebagai bentuk dari fear of failure yang disebakan oleh adanya rasa takut dalam menunjukkan tugas kewajiban yang tidak sempurna atau bahkan salah di akun utama oleh karena itu akun kedua menjadi tempat yang tepat dalam membagikan informasi. (Erawati et al. , 2. Pengungkapan diri melalui media sosial menjadi salah satu cara yang instan bagi individu untuk membagikan informasi dirinya, yang bertujuan untuk memberi informasi bagi individu yang melihat agar dapat merasakan apa yang dibagikan melalui unggahan di akun keduanya. Unggahan dapat berbentuk foto, video, ekspresi verbal, emosi yang dirasakan, atau peristiwa yang dialami oleh pengguna. Salah satu dimensi pengungkapan diri yaitu intention dapat menjelaskan unggahan yang dilakukan individu dalam mengungkapkan diri serta kesadaran pada ungkapan dengan unggahan yang ditunjukkan (Leung, 2. Unggahan meme atau lelucon sebagai hiburan untuk diri sendiri dan pengikut di akun kedua Instagram dilakukan untuk mencapai kesenangan dengan berbagi postingan lucu sebagai bentuk afiliasi diri yang dilakukan. Bentuk pengungkapan diri negatif juga dilakukan oleh kedua responden dengan mengunggah aktivitas konyol seperti http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Agustus 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 mengunggah foto ataupun video aib teman dekat. Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Kang & Wei, 2020. berbagi postingan lucu dengan memberikan kabar terkini yang menyenangkan berkaitan dengan aktivitas kesehariannya, melalui akun kedua individu dapat berbagi informasi terkini lebih lengkap, selain itu akun kedua juga dapat digunakan sebagai media mengekspresikan diri dengan tidak terbatas. Berbagi unggahan konyol, lucu, kegilaan, bahkan hal yang berbentuk negatif sesuai dengan perasaan yang dimiliki. Ujaran kebencian pada individu yang membuat responden merasa kesal atau marah yang dikenal dengan agresi relasional, responden juga menunjukkan kesedihan, kekecewaan dan keluhan pada individu lain sebagai bentuk strategi koping. Salah satu dimensi pada pengungkapan diri yaitu accuracy bahwa pengungkapan yang dilakukan akan berkaitan pada keterbukaan tentang perasaan, emosi dan pengalaman individu Ketika meggunakan media sosial, selain itu kejujuran tentang pengalaman yang dialami juga akan ditunjukkan oleh individu sebagai bentuk keterbukaan diri yang dilakukan (Leung, 2. Menunjukkan prestasi dan kemampuan yang dimiliki menjadi salah satu bentuk pengungkapan diri yang dilakukan dalam temuan penelitian ini, pengungkapan diri yang positif dengan menunjukkan kemampuan untuk menunjukkan identitas diri yang sebenarnya tanpa harus merasa takut akan pandangan individu lain menjadi bagian dalam self esteem. Sejalan dengan salah satu dimensi dalam pengungkapan diri yaitu valence bahwa individu akan menunjukkan dan memberikan informasi positif ataupun negatif dari dirinya melalui perilaku yang menyenangkan ataupun tidak menyenangkan (Leung, 2. Pengungkapan diri melalui media sosial yang dilakukan oleh individu merupakan bentuk penghindaran pada respon negatif saat berinteraksi secara langsung dengan individu lainnya seperti keluarga, dan teman sekitar (Akbar & Faryansyah, 2. Pengungkapan diri dilakukan melalui media sosial termotivasi dari ketepatan pengamat, fleksibilitas, pembahasan yang lebih dalam dan intim(Martha, 2. Individu yang melakukan pengungkapan diri di akun kedua Instagram diperkuat oleh beberapa faktor salah satunya respon positif yang diterima saat mengunggah aktivitas di akun kedua Instagram yang berdampak pada kepuasan hubungan yang dirasakan responden. Aktivitas unggahan di akun kedua menjadi salah satu media yang telah dipercaya oleh individu untuk saling membagikan informasi yang dangkal terkait Tentunya hal tersebut berdampak pada sikap dan perilaku yang diberikan, http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Agustus 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 keterbukaan yang dilakukan pada individu lainnya membuat individu tersebut memahami dan akan melakukan hal yang sama dengan memberikan respon yang positif untuk membalas sikap yang mampu berdampak pada kelekatan pada hubungan interpersonal yang terus meningkat satu sama lain (Wiyono & Muhid, 2. Namun, jumlah individu yang diterima oleh pengguna akun kedua sebagai pengikut tergolong sedikit, individu membatasi jumlah pengikut yang hanya responden percaya di akun kedua agar mampu berekspresi sebebasnya. (DeVito & DeVito, 2. menyebutkan salah satu faktor yang relevan dengan hasil penelitian ini dengan menunjukkanseringkali individu akan memilih kelompok kecil daripada harus membagikan perasaan dan pikiran di kelompok yang besar. Hal ini disebabkan oleh semakin kecil jumlah pengamat maka semakin kecil persepsi yang akan muncul, berbeda ketika individu melakukan pengungkapan diri dalam kelompok dengan jumlah yang besar maka persepsi yang muncul bisa sangat beragam. Faktor mengekspresikan dan menunjukkan diri yang sebenarnya di akun kedua Instagram hal ini dilakukan agar tidak merusak citra diri yang telah dibangun pada akun utama. Pengungkapan diri melalui informasi yang dibagikan dan belum diketahui oleh individu lain, individu melakukan pengungkapan diri dengan menunjukkan informasi pribadi seperti harapan, perasaan, pikiran, rasa takut dan pengalaman. Faktor konformitas yang disebabkan oleh mayoritas lingkungan pertemanan aktif sebagai pengguna akun kedua juga menjadi faktor penguat dalam melakukan pengungkapan diri. Pengungkapan diri yang dilakukan seringkali terdapat penyesuaian pada faktor sosial yang memberi pengaruh dan kontribusi terhadap pengungkapan diri (Azzahra et , 2. Individu yang mengamati dan akan lebih mudah melakukan hal yang sama dengan mengungkapkan pikiran, perasaan atau informasi diri yang dangkal. Hal tersebut dapat terjadi dengan sikap dan rasa saling percaya satu sama lain (Wood, 2. berdasarkan fenomena pengungkapan diri yang dilakukan oleh banyaknya individu dengan tingkatan usia 18-24 tahun sebagai pengguna memperkuat perilaku pengungkapan diri sebagai fungsi dari akun kedua Instagram. Sikap dan perilaku yang dimunculkan oleh individu dalam menunjukkan identitas diri melalui media sosial yang dimiliki, dipengaruhi oleh sosial dan norma yang berlaku dan pada akhirnya perilaku http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Agustus 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 konformitas akan terjadi secara subjektif sesuai dengan pengamatan yang terjadi di lingkungan sekitar (Kelman, 1. Karakter individu juga menjadi salah satu faktor penguat dari keterbukaan yang dilakukan di akun kedua Instagram, pribadi yang senang memberikan hiburan ditujukan untuk menghibur diri sendiri dan juga individu lain sebagai pengikut Instagram menjadi bagian dari coping mechanism. Temuan ini sejalan dengan faktor pengungkapan diri yang dinyatakan oleh (DeVito & DeVito, 2. bahwa kepribadian menjadi salah satu faktor dari pengungkapan diri yang dilakukan, individu dengan pribadi yang ekstrovert akan lebih mudah mengungkapkan perasaan atau pikiran daripada indivdu yang introvert. Tentu hal tersebut dipengaruhi oleh adanya rasa nyaman yang dirasakan oleh individu ketika mampu mengkomunikasikan dan mengekspresikan emosi atau pengalaman. Generasi muda saat ini jauh lebih dekat dan sepenuhnya telah terbiasa dengan media sosial. Adanya media sosial menjadi salah satu wadah dalam mengekspresikan diri sebagai strategi dalam menurunksn Tingkat stres yang dirasakan (Buckingham, 2. Kemudian salah satu responden menyatakan faktor penguat yang juga berbeda dilakukan karena memudahkan responden untuk mencari rekan kerja yang tepat sesuai dengan kebutuhannya disebut dengan social exchange theory. Pengungkapan diri dilakukan pada media sosial secara online berdasar pada teori pertukaran sosial atas manfaat yang dirasakan oleh individu . imbal bali. yang didapatkan (Awad, 2. Pada akhirnya individu akan lebih mengenali karakter masing-masing dengan pengungkapan diri yang dilakukan pada akun kedua Instagram yang dimiliki. Dampak dari mengenali karakter masing-masing dapat memudahkan individu karena menjadi media yang instan untuk mencari rekan kerja yang tepat sesuai dengan kebutuhan. KESIMPULAN DAN SARAN Pengungkapan diri di akun kedua Instagram dilakukan dengan mengunggah informasi diri secara jujur dan apa adanya sesuai dengan perasaan, pikiran dan pengalaman yang dialami dalam sehari-hari, penelitian ini dilakukan berfokus pada individu dengan rentan usia 18-24 tahun sebagai pengguna instagram terbanyak di Indonesia. Temuan utama menunjukan beberapa alasan pengungkapan diri didasari oleh adanya kebutuhan menunjukkan identitas diri untk mencapai aktulisasi diri, menjadi media yang diperuntukkan pada individu yang telah dipercaya serta upaya untuk http://journal. id/TIT https://doi. org/10. 36269/psyche. PSYCHE: JURNAL PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH LAMPUNG Vol. 6 No. Agustus 2024 ISSN . 2655-6936 ISSN . 2686-0430 menjaga citra diri positif di akun utama sehingga akun kedua menjadi media untuk berkespresi dengan intim tanpa takut akan penilaian dari individu lainnya. Kemudian bentuk pengungkapan diri yang dilakukan secara terbuka di akun kedua cukup beragam dengan membagikan aktivitas sehari hari sebagai bentuk afiliasi diri, dan ekspresi verbal melalui opini yang dibagikan baik itu positif atau negatif, sebagai bentuk dari online identity, bentuk lainnya seperti self esteem dengan menunjukkan prestasi dan kemampuan, serta menunjukkan perasaan bahagia, sedih, marah dan kecewa pada individu lain sebagai bentuk strategi coping. Temuan selanjutnya pada faktor pengungkapan diri yang dilakukan di akun kedua Instagram diperkuat oleh adanya konformitas dari lingkungan sosial, adanya respon positif yang diterima serta kelekatan hubungan yang terus meningkat dengan mengenali karakter masing-masing, dan rasa saling percaya satu sama lain. Faktor penguat lainnya juga berasal dari adanya kebutuhan dan keinginan diri sendiri untuk membagikan informasi diri yang sebenarnya, sebagai salah satu strategi untuk menjaga keseimbangan kesehatan mental pada individu, serta menjadi media yang memudahkan individu dalam mengerjakan tugas dan kewajiban dari aktivitas yang dilakukan yang disebut dengan adanya kepuasan dalam hubungan yang berdasar pada social exchange theory. Saran untuk penelitian selanjutnya dapat mengembangkan dan membandingkan pengalaman melalui media sosial lainnya yang berkontribusi pada pengalaman pengungkapan diri individu. Harapannya dapat dijadikan acuan untuk pengembangan model penelitian dalam meningkatkan wawasan dan keterbaharuan di bidang ilmu Serta sebagai bentuk model teoritis yang dapat memberikan kontribusi terbaru terkait pengungkapan diri . elf disclosur. Limitasi pada penelitian yang dilakukan adanya cakupan data dan responden yang masih terbatas, sehingga menjadi salah satu kekurangan untuk menggali lebih dalam dan memperluas data penelitian yang dihasilkan, selanjutnya perubahan dan pengembangan cakupan data perlu diperluas untuk pengembangan riset lanjutan. DAFTAR PUSTAKA