n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 649-658 Available online at http://jurnal. id/dedikasi ISSN 2548-8848 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Dedikasi Pendidikan PENERAPAN PRATIKUM IPA PADA MATERI PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS IV DI UPTD SDI NGORAMAWO Maria Skolastika Paba1*. Yosefina Uge Lawe2. Fransiskus Xaverius Dolo3. Maria Yuliana Kua4 1,2,3,4 Prodi Pendidikan IPA. STKIP Citra Bakti. Ngada, 86413. Indonesia. *Email korespondensi : atikapaba@gmail. Diterima Februari 2024. Disetujui Juni 2025. Dipublikasi 31 Juli 2025 Abstract: The purpose of this research is to improve science learning outcomes and improve the learning process by modifying the learning pattern that has so far only been monotonous for teachers so that it becomes independent learning based on student initiatives using the practicum method in class IV on grafting material. The research technique used is Classroom Action Research (CAR), with the research subjects being 14 class IV students of UPTD SDI Ngoramawo. The data collection tool uses tests, with analysis techniques using interactive analysis techniques. The results of this classroom action research can be concluded that learning science on the material of Plant Propagation, especially in grafting using the practicum method in class IV can improve student learning outcomes and can improve the learning process, this is evidenced by the results of student learning outcomes, it can be seen that the average acquisition value in cycle 1 is 50. 71 then in cycle 2 increased to 85. Keywords : practicum, science learning. SDI Ngoramawo. Abstrak: Tujuan penelitian untuk meningkatkan hasil belajar IPA dan memperbaiki proses pembelajaran dengan memodifikasi pola pembelajaran yang selama ini hanya monoton pada guru saja sehingga menjadi pembelajaran mandiri atas dasar inisiatif peserta didik dengan menggunakan metode pratikum di kelas IV pada materi mencangkok. Teknik Penelitian yang digunakan adalah Penetilian Tindakan Kelas (PTK), dengan subyek penelitian adalah 14 peserta didik kelas IV UPTD SDI Ngoramawo. Alat pengumpul data menggunakan tes, dengan teknik analisis menggunkan teknik analisis interaktif. Hasil Penelitian tindakan kelas ini dapat disimpulkan bahwa belajar IPA pada materi Perkembangbiakan Tumbuhan khususnya di mencangkok dengan menggunakan metode pratikum di kelas IV dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dan dapat memperbaiki proses pembelajaran, hal ini dibuktikan dari hasil perolehan belajar peserta didik, terlihat bahwa nilai perolehan rata-rata pada siklus 1 adalah 50,71 kemudian pada siklus 2 meningkat menjadi 85. Kata kunci : pratikum, pembelajaran IPA. SDI Ngoramawo PENDAHULUAN Pendidikan adalah suatu proses yang berlangsung secara bertahap dan berkesinambungan sehingga membu- tuhkan waktu yang relatif lama (Wapa et al. , 2. Pendidikan pada Sekolah Dasar berfungsi sebagai pendidikan jenjang pertama di sekolah untuk membentuk landasan manusia sebagai warga negara dan warga negara yang berbudi luhur, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta memiliki bakat dan Penerapan Pratikum IPA Pada Materi. (Paba. Lawe. Dolo, & Kua, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 649-658 http://jurnal. id/index. php/dedikasi keterampilan mendasar (Fitra, 2. Pendidikan dasar merupakan transisi dari rumah ke masyarakat. bekal untuk melanjutkan pendidikan serta sebagai bekal masyarakat dan kehidupan (Eka Nugraha & Melawi. Peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan salah satu fokus utama dalam dunia pendidikan. Salah satu materi yang dianggap menantang bagi siswa adalah pengembangan tumbuhan, khususnya teknik mencangkok. Metode praktikum telah dikonsepsikan sebagai pendekatan efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi ini. Penelitian oleh Darwan . menunjukkan bahwa penerapan metode praktikum dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada materi perkembangbiakan tumbuhan. Selain itu. Susilawati . menemukan bahwa pendekatan kontekstual dalam pembelajaran IPA juga memberikan kontribusi positif terhadap pemahaman siswa mengenai perkembangbiakan Menurut Wahyuni dkk. , praktikum pembelajaran membantu siswa dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan memecahkan masalah karena mereka terlibat secara aktif dalam proses Selain itu, penelitian oleh Rahman . menunjukkan bahwa praktikum meningkatkan motivasi belajar siswa karena memberikan pengalaman langsung yang menyenangkan dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pada materi IPA, khususnya dalam topik perkembangbiakan tumbuhan , praktikum memungkinkan siswa untuk memahami proses biologi secara mendalam, seperti teknik mencangkok. Studi yang dilakukan oleh Putri dan Lestari . menunjukkan bahwa siswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode praktikum memperoleh nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang hanya belajar melalui metode ceramah. Hal ini menunjukkan bahwa praktikum tidak hanya meningkatkan pemahaman konsep tetapi juga memperbaiki hasil belajar secara keseluruhan. Pembelajaran IPA pada Sekolah Dasar perlu dilaksanakan pembelajaran dengan metode praktikum dikarenakan pembelajaran IPA membutuhkan percobaan seperti pengamatan, penyelidikan, dan penyusunan Praktikum ialah gaya pengajaran yang sangat sukses yang bisa mencakup tiga domain: kognitif, psikomotor, dan emosional. Jika rancangan kegiatan disusun secara metodis, praktikum akan sangat berhasil (Sulfiyah & Cahyaningsih, 2021, hlm. Tiga tujuan praktikum terdiri dari: keterampilan kognitif, keterampilan emosional, dan keterampilan psikomotorik (Anjar, 2017, hlm. Melalui praktikum diharapkan pendekatan yang dipakai bisa membantu keberhasilan proses pembelajaran saintifik. Menurut Rustaman, ada empat alasan mengapa kegiatan praktikum ilmiah itu penting. Keempat penjelasan tersebut ialah: . Praktikum meningkatkan keinginan untuk memahami sains, . Praktikum meningkatkan keterampilan percobaan dasar, . Praktikum memfasilitasi kajian metode ilmiah, dan . Praktikum meningkatkan isi topik (Nisa, 2017, hlm. Memanfaatkan pendekatan praktis, siswa akan berorientasi pada proses pembelajaran yang nyata. Mencangkok tanaman adalah cara paling murah dan paling mudah untuk mengembangbiakkan tanaman (Sri Widyastuti, 2. Untuk mengoptimalkan hasil yang diinginkan dari ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 649-658 prosedur percangkokan dilakukan sedemikian rupa sehingga tanaman yang dicangkok menghasilkan keturunan yang jauh lebih baik daripada tanaman yang dicangkok. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memiliki peran penting dalam membangun keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah pada siswa. Salah satu materi yang menarik dan relevan dalam pembelajaran IPA adalah perkembangbiakan tumbuhan , karena materi ini dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa dan memungkinkan mereka untuk mengamati secara langsung proses-proses alam. Harapannya, dengan pembelajaran yang efektif, siswa dapat memahami konsep-konsep dasar IPA secara mendalam, meningkatkan hasil belajar, dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada materi IPA, khususnya materi perkembangbiakan tumbuhan, di kelas IV UPTD SDI Ngoramawo masih belum optimal. Kondisi ini penting untuk diteliti karena pemahaman konsep IPA sangat diperlukan dalam kehidupan sehari-hari dan sebagai dasar untuk pembelajaran dijenjang berikutnya. Penelitian ini akan berfokus pada penerapan pendekatan pratikum IPA sebagai solusi untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan model pembelajaran yang lebih efektif dan bermakna. Permasalahan ini memunculkan kebutuhan akan solusi yang inovatif, salah satunya adalah dengan menerapkan pendekatan praktikum IPA . Pendekatan ini dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung, meningkatkan rasa ingin tahu, serta melibatkan mereka secara aktif dalam memahami konsep perkembangbiakan tumbuhan. Praktikum juga memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan proses sains, seperti mengamati, mengklasifikasi, dan menyimpulkan. KAJIAN PUSTAKA Pembelajaran IPA Di Sekolah Dasar Pembelajaran IPA ditingkat SD bertujuan untuk mengenalkan siswa pada konsep-konsep dasar yang berkaitan dengan alam dan lingkungan sekitar. Menurut Jurnal Arjuna . 5, pendekatan kontekstual yang melibatkan aplikasi IPA dalam kehidupan sehari-hariefektif untuk memperkuat pamahaman siswa terhadap berbagai konsep dasar IPA. Hal ini sejalan dengan teori konstruktivisme yang dikemukakan oleh jean planet, yang menyatakan bahwa anak-anak pada usia sekolah dasar berada dalam tahap operasional konkret dan belajar paling baik melalui pengalaman langsung yang dapat mereka amati dan rasakan secara langsung. Permasalahan Pembelajaran IPA Meskipun pembelajaran IPA memiliki peran penting, masih terdapat tantangan dalam pelaksanaannya di SD. Salah satu permasalahan utama adalah kurangnya penggunaan metode yang melibatkan siswa secara aktif, seperti pratikum, yang dapat membuat siswa menjadi pasif dan kurang memahami konsep secara mendalam. Hal ini berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa dan kurang berkembangnya keterampilan proses sains. Pendekatan Pratikum Dalam Pembelajaran IPA Pendekatan pratikum memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengalami langsung proses pembelajaran melalui pengamatan, eksperimen dan ekplorasi terhadap fenomena alam. Menurut penelitian olah Penerapan Pratikum IPA Pada Materi. (Paba. Lawe. Dolo, & Kua, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 649-658 http://jurnal. id/index. php/dedikasi Kurniawan et al. , penerapan metode pratikum dalam pembelajaran IPA dapat meningkatkan hasil belajar kegiatan pratikum memungkinkan siswa untuk terlibat aktif dalam proses belajar, yang menurut teori konstruktivisme sangat penting dalam membangun pengetahuan. Keterampilan Proses Sains Dan Hasil Belajar Keterampilan prose sains meliputi kemampuan mengamati, mengelompokan, mengukur, menafsirkan data dan menarik kesimpulan. Menurut Harlen . 2, keterampilan ini dapat dikembangkan secara optimal melalui pembelajaran berbasis pratikum. Kegiatan pratikum juga dapat meningkatkan hasil belajar siswa baik secara kognitif, efektif maupun psikomotor. METODE PENELITIAN Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA pada siswa kelas IV di UPTS SDI Ngoramawo. subjek penelitian ini adalah 14 siswa yang terdidri dari 7 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Pemilihan lokasi didasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukan bahwa hasil belajar IPA siswa di kelas ini masih rendah dan pembelajarannya cendrung berpusat pada guru, serta minimnya praktik langsung dalam proses belajar mengajar. Penelitian tindakan kelas merupakan penelitian yang di implementasikan dalam aktivitas pembelajaran di kelas yang mana digunakan guru untuk perbaikan pembelajaran (Wardhani, 2. Penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam 4 . tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tahapan pertama penelitian ini adalah Perencanaan. Tahap ini Menyusun rencana pembelajaran yang menggunakan metode praktikum, menyiapkan alat dan bahan praktikum, seperti cabang tumbuhan, pisau, plastik, tanah, dan tali dan menyusun lembar observasi dan soal evaluasi untuk menilai hasil belajar siswa. Tahap kedua adalah Pelaksanaan Tindakan. Pada tahap ini guru melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rencana yang telah disusun dan siswa melakukan praktikum mencangkok secara berkelompok dengan guru bimbingan. Tahap ketiga adalah Pengamatan/Observasi. Pada tahap ini guru mengamati keterlibatan siswa selama pembelajaran menggunakan lembar observasi. Dan mencatat kendala atau tantangan yang terjadi selama proses Tahapan keempat adalah Refleksi. Pada tahap ini guru mengevaluasi hasil tindakan berdasarkan hasil observasi dan tes siswa. dan guru menentukan rencana perbaikan untuk siklus berikutnya . Adapun langkah pada penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada Gambar 1. ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 649-658 Gambar 1. Alur Penelitian Tindakan Kelas (Arikunto, 2. Dalam penelitian tindakan kelas ini teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan teknik pengukuran dengan intrumen pengumpulan data utama adalah tes, dimana guru memberikan soal latihan IPA untuk dikerjakan oleh siswa kelas IV. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif, yang selanjutnya membandingkan perolehan nilai rata-rata setiap siswa sebelum dan sesudah pelaksanaan perbaikan pembelajaran IPA materi mencangkok dengan metode pratikum. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Materi Perkembangbiakan Tumbuhan Khususnya Mencangkok dengan Metode Pratikum Pada Siklus I Pada Siklus I pembelajaran IPA materi mencangkok dengan metode pratikum hasil belajar siswa sangat rendah sehingga berdampak rendah di bawah nilai KKM yaitu 65. Perolehan hasil belajar siswa setelah pelaksanaan pembelajaran pada siklus I dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Hasil Belajar Siswa pada Siklus I Kode Siswa Keterangan Hasil Belajar Nilai Siklus I Sedang Rendah Sedang Rendah Rendah Rendah Rendah Sedang Tinggi S10 Rendah S11 Rendah S12 Rendah S13 Tinggi S14 Sedang Penerapan Pratikum IPA Pada Materi. (Paba. Lawe. Dolo, & Kua, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 649-658 http://jurnal. id/index. php/dedikasi Jumlah Rata - rata 50,71 Berdasarkan data Tabel 1. , diperoleh hasil belajar IPA tentang Mencangkok siswa sesuai dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yakni 65, dengan rincian sebagai berikut: siswa yang belum memenuhi KKM dan Hasil Belajarnya rendah ada 11 siswa dari jumlah seluruhnya 14 dan siswa yang sudah memasuki KKM dan Hasil Belajarnya tinggi ada 3 siswa dari jumlah seluruhnya 14 Berdasarkan Tabel 1, hasil belajar siklus I pembelajaran IPA tentang materi Mencangkok diuraikan sebagai berikut: Siswa yang memperoleh nilai 20 dan Hasil Belajar rendah ada 2 siswa dari jumlah seluruhnya 14 siswa. Siswa yang memperoleh nilai 30 dan Hasil Belajar rendah ada 1 siswa dari jumlah seluruhnya 14 siswa. Siswa yang memperoleh nilai 40 dan Hasil Belajar rendah ada 3 siswa dari jumlah seluruhnya 14 siswa. Siswa yang memperoleh nilai 50 dan Hasil Belajar rendah ada 2 siswa dari jumlah seluruhnya 14 siswa. Siswa yang memperoleh nilai 60 dan Hasil Belajar sedang ada 3 siswa dari jumlah seluruhnya 14 siswa. Siswa yang memperoleh nilai 70 dan Hasil Belajar sedang ada 1 siswa dari jumlah seluruhnya 14 siswa. Siswa yang memperoleh nilai 80 dan Hasil Belajar tinggi ada 1 siswa dari jumlah seluruhnya 14 siswa. Siswa yang memperoleh nilai 90 dan Hasil Belajar tinggi ada 1 siswa dari jumlah seluruhnya 14 siswa. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh 50,71 dan nilai tersebut tidak mencapai KKM yaitu 65. Oleh sebab itu untuk meningkatakan hasil belajar siswa perlu dilaksanakan perbaikan pembelajaran dengan melakukan siklus II. Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran IPA Materi Perkembangbiakan Tumbuhan Khususnya Mencangkok dengan Metode Pratikum Pada Siklus II Pada Siklus II pembelajaran IPA direncanakan nilai kriteria ketuntasan minimal (KKM) siswa 65. Hasil belajar siswa yang masih belum maksimal atau sedang pada siklus ini berdampak pada perolehan hasil belajar mengalami peningkatan namun ada beberapa hasil belajar siswa yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dapat dilihat perolehan hasil belajar siswa setelah pelaksanaan pembelajaran pada siklus II pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Belajar Siswa Siklus II Kode Siswa Keterangan Hasil Belajar Nilai Siklus I Sedang Rendah Sedang Rendah ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 649-658 Rendah Rendah Rendah Sedang Tinggi S10 Rendah S11 Rendah S12 Rendah S13 Tinggi S14 Sedang Jumlah Rata - rata Berdasarkan data Tabel diperoleh hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA tentang mencangkok hasil belajar siswa sesuai dengan KKM (Kriteria Ketuntasan Minima. yakni 65, dengan rincian sebagai berikut yakni seluruh siswa sudah memiliki motivasi yang tinggi sehingga hasil belajarnya meningkat dan memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dari jumlah seluruhnya 14 siswa. Dari data di atas diperoleh hasil belajar siswa dalam perbaikan pembelajaran IPA materi mencangkok siklus II yang bervariasi yakni: Siswa yang memperoleh nilai 80 dan Hasil Belajar tinggi ada 9 siswa dari jumlah seluruhnya 14 siswa. Siswa yang memperoleh nilai 90 dan Hasil Belajar tinggi ada 3 siswa dari jumlah seluruhnya 14 siswa. Siswa vang memperoleh nilai 100 dan Hasil Belajar ada 2 siswa dari jumlah seluruhnya 14 siswa. Setelah dilaksanakan proses perbaikan pembelajaran pada siklus II, terlihat bahwa hasil belajar siswa siklus perbaikan pembelajaran berakhir pada siklus ini. KESIMPULAN Berdasarkan hasil perbaikan pembelajaran IPA materi mencangkok dengan metode pratikum kelas IV UPTD SDI Ngoramawo, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Dalam pembelajan IPA materi mencangkok metode pratikum dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI UPTD SDI Ngoramawo. Dengan meningkatnya perolehan hasil belajar siswa kelas IV akan mengaktifkan siswa dalam pembelajaran IPA. Penggunaan metode yang tepat dalam pembelajaran IPA di kelas IV UPTD SDI Ngoramawo meningkatkan motivasi siswa dan berdampak pada hasil belajar siswa DAFTAR PUSTAKA