Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 35-47 Available online at https://journal. an-nur. id/index. php/alwildan KONSEP MANAJEMEN KESISWAAN DAN SUMBER DAYA MANUSIA DI ERA DIGITAL Aqiel Khofifi Nugroho1. Muhammad Yasin2 1,2 Pascasarjana Manajemen Pendidikan Islam. Institut Agama Islam Negeri Kediri. Indonesia Email : aqielnugroho@gmail. com1, muhamadyasin@iainkediri. Received: December 2023 DOI: 10. 57146/alwildan. Accepted: March 2024 Published: March 2024 Abstract : The combination of computer technology and telecommunications has brought about changes in the field of information systems. Through information systems, humans can obtain all kinds of information they need more effectively and efficiently. The aim of this research is to conduct an in-depth analysis of existing literature on the concept of student management and human resources in the digital era using library study methods. The research results show that the current digital era learning model has differences compared to conventional learning models. According to Taufiq, the digital era learning model consists of 3 models: first, teachers/lecturers provide learning materials online to students, then download and study them manually . , second, teachers/lecturers provide learning materials online and students learn online. online too, and third, collaboration between learning that takes place between online and offline. Keywords : SDM. Student Management. Digital Era Abstrak : Penggabungan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi telah menjadikan suatu perubahan dibidang sistem informasi. Melalui sistem informasi, manusia dapat memperoleh segala macam informasi yang dibutuhkan dengan lebih efektif dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan analisis mendalam terhadap literatur yang ada tentang konsep manajemen kesiswaan dan sumber daya manusia di era digital menggunakan metode kepustakaan . ibrary researc. Hasil penelitian menunjukkan model pembelajaran era ditigal saat ini memiliki perbedaan dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Menurut Taufiq bahwa model pembelajaran era digital terdiri 3 model: pertama, guru / dosen memberikan materi pembelajaran secara online pada peserta didik kemudian di download dan dipelajari secara manual . , kedua, guru/ dosen memberikan materi pembelajaran secara online dan peserta didik mempelajari secara online juga, dan ketiga, kolaborasi antara pembelajaran yang berlangsung antara online dengan Kata Kunci: SDM. Manajemen Kesiswaan. Era Digital. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi yang semakin handal merupakan alasan utama berubahnya era konvensional menuju era digital. Hal ini dikarenakan pada era konvensinal semua jenis pekerjaan harus dilakukan dengan membutuhkan waktu yang panjang, sedangakan di era digital segala sesuatunya dapat dilakukan dengan cepat bahkan dalam hitungan detik. Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 35-47 Berkembangnya teknologi digital yang diintegrasikan dengan telekomunikasi telah membawa manusia memasuki masa-masa revolusinya. Penggabungan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi telah menjadikan suatu perubahan dibidang sistem informasi. Melalui sistem informasi, manusia dapat memperoleh segala macam informasi yang dibutuhkan dengan lebih efektif dan efesien. sistem informasi mempunyai peran penting dalam pengendalian manajemen dalam suatu organisasi. Hal ini karena tujuan utama pengendalian manajemen adalah membantu manajemen dalam mengkoordinasi beberapa sub-unit dari golongan dan mengarahkan beberapa bagian tersebut dalam mencapai suatu tujuan (Susilo & Rohman, 2. Revolusi industri merupakan perubahan cara hidup dan proses kerja manusia secara fundamental, dimana dengan kemajuan teknologi informasi dapat mengintregrasikan dalam dunia kehidupan dengan digital yang dapat memberikan dampak bagi seluruh disiplin ilmu. Dengan perkembangan teknologi informasi yang berkembang secara pesat mengalami terobosan diantaranya dibidang artificiall intellegent, dimana teknologi komputer suatu disiplin ilmu yang mengadopsi keahlian seseorang kedalam suatu aplikasi yang berbasis teknologi dan melahirkan teknolologi informasi dan proses produksi yang dikendalikan secara otomatis. Dengan lahirnya teknologi digital saat ini pada revolusi industri 4. 0 berdampak terhadap kehidupan manusia diseluruh dunia. Revolusi industri 4. 0 semua proses dilakukan secara sistem otomatisasi didalam semua proses aktivitasi, dimana perkembangan teknologi internet semakin berkembang tidak hanya menghubungkan manusia seluruh dunia namun juga menjadi suatu basis bagi proses transaksi perdagangan dan transportasi secara online. Revolusi industri dapat dikatakan sebagai perubahan proses kerja dan cara hidup manusia, dengan kemajuan teknologi komunikasi dan informasi aspek kehidupan dapat diintegrasikan dalam dunia digital yang dapat memberikan dampak disegala sektor kehidupan manusia. Oleh karena itu, lembaga pendidikan Indonesia harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki nilai tambah sesuai kebutuhan pasar kerja dan lembaga pendidikan harus mampu menghasilkan lulusan yang berkarakter, kreatif, kompeten, dan inovatif (Hamdan, 2. Menghasilkan lulusan pendidikan yang berkarakter, kreatif, kompeten, dan inovatif dapat dicapai melalui pengelolaan lembaga pendidikan yang baik. Kegiatan pengelolaan atau manajemen pendidikan merupakan sebuah kegiatan yang paling pokok dalam proses pendidikan, dimana pencapaian tujuan pendidikan sangat ditentukan pada bagaimana pelaksanaan manajemen pendidikan di sebuah lembaga pendidikan berjalan dengan baik sesuai prinsifprinsif manajemen pendidikan (Dewi, 2. Menghadapi era industri 4. 0 dunia pendidikan di Indonesia diwajibkan untuk berevolusi dan berinovasi dengan cepat untuk dapat menghasilkan lulusan yang mampu bersaing, salah satunya dengan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan global (Muslam, 2011:. dan inovasi pembelajaran. Inovasi pembelajaran yang dilakukan adalah memanfaatkan teknologi informasi yang berkembang pesat di era revolusi Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 35-47 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan industri 4. 0 ini untuk meningkatkan mutu pembelajaran, upaya-upaya perubahan tersebut tidak akan bisa berjalan dengan baik bilamana manajemen pendidikan sebuah lembaga pendidikan tidak berjalan dengan baik. Diharapkan tujuan penelitian ini dapat menghasilkan sebuah sintesa mengenaibagaimana manajemen pendidikan era revolusi industri 4. 0 dapat memenuhi kualifikasi kemampuan lulusan yang dapat bersaing dan berkompetensi (Syamsuar & Reflianto, 2. METODOLOGI PENELITIAN Jenis penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan . ibrary researc. Data dikumpulkan melalui pencarian sistematis dan komprehensif dalam basis data ilmiah seperti PubMed. Google Scholar, dan lainnya. Selain itu, pengumpulan data juga melibatkan peninjauan terhadap buku, laporan, dan dokumen terkait. Analisis data dilakukan melalui pendekatan kualitatif. Ini termasuk proses membaca, merangkum, mengidentifikasi pola, tema, dan tren dari sumber-sumber literatur yang telah dikumpulkan. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep manajemen kesiswaan dan SDM Ilmu manajemen sebetulnya sama usianya dengan kehidupan manusia, mengapa demikian karena pada dasarnya manusia dalam kehidupan sehariharinya tidak bisa terlepas dari prinsip-prinsip manajemen. Baik langsung maupun tidak langsung, baik disadari ataupun tidak di sadari manusia menggunakan prinsip-prinsip dari manajemen. Ilmu manajemenen ilmiah timbul pada sekitar awal abad ke-20 di benua Eropa Barat dan Amerika Serikat. di mana di negara-negara tersebut sedang di landa revolusi industri, yaitu perubahan-perubahan dalam pengelolaan produksi yang efektif dan efesien. Hal ini dikarenakan masyarakat sudah semakin maju dan kebutuhan manusia sudah semakin banyak dan beragam Sekarang timbul suatu pertanyaan. Ausiapa sajakah yang sebenarnya memakai menajemen?Ay apakah di gunakan di perusahaan saja atau apakah hanya di pemerintahan saja. Manajemen diperlukan dalam segala bidang, bentuk dan organisasi serta tioe kegiatan, dimana orang-orang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan yan telah di tetapkan. Pada awal ke-20 seorang industriawan perancis yang bernama Henry fayol mengusulkan bahwa semua manajer melaksanakan 5 . fungsi Merancang, mengkoordinasi dan mengendalikan (Sitepu, 2. Pada pertengahan tahun 1950-an, dua professor UCLA memanfaatkan karya Fayol tersebut dan meringkas fungsi manajemen menjadi 4 . , yaitu: Fungsi perencanaan (Plannin. Rencana-rencana di butuhkan untuk memberikan kepada organisasi tujuan-tujuannya dan menetapkan prosedur terbaik untuk pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Dengan adanya rencana, maka memungkinkan: Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 35-47 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan A Untuk Organisasi bisa memperoleh dan mengikat sumber-daya yang diperlukan mencapai tujuan-tujan. Para anggota organisasi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang konsisten dengan berbagai tujuan dan prosedur yang ada. Kemajuan dapat terus dimonitoring dan diukur, sehingga tindakan korektif dapat diambil bila tingkat kemajuan tidak memuaskan. Fungsi Pengorganisasian (Organizin. Fungsi ini menciptakan struktur formal di mana pekerja ditetapkan, di bagi dan dikoordinasikan pengorganisasian merupakan fungsi manajemen yang didalamnya terdiri dari: Penentuan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi. Perancangan dan pengembangan suatu organisasi yang akan membawa hal-hal tersebut untuk mencapai tujuan A Penugasan tanggung jawab tertentu. Pendelegasian wewenang kepada individu-individu tertentu untuk melaksanakan tugas-tugas. Fungsi pengarahan (Actuatin. Setelah rencana disusun, mengorganisir sumber daya yang ada, maka fungsi selanjutnya adalah menggerakan atau mengarahkan anggota untuk bergerak dalam mencapai tujuannyang diinginkan. Fungsi ini secara sederhana adalah bagaimana membuat anggota organisasi melakukanapa yang diinginkan organisasi. Dengan demikian fungsi ini sangat melibatkan kualitas, gaya kepemimpinan, motivasi, komunikasi dan budaya organisasi. Fungsi manajemen seperti perencanaan dan pengorganisasi menyagkut aspek-aspek yang abstrak dalam organnisasi sedangkan fungsi pengarahan sangat berkaitan langsung dengan anggota dalam organisasi. Fungsi pengawasan (Controllin. Semua fungsi yang ada tidak akan berjalan efektif tanpa ada pengawasan. Pengawan ini merupakan penerapan suatu cara atau tools yang mampu menjamin bahwa rencana yang telah dilaksanakan telah sesuai dengan yang di tetapkan. Pengawasan dapat terjadi dalam dua sisi, yaitu pengawasan positif dimana mencoba mengetahui apakah tujuan organisasi dicapai dengan efektif dan efesien. Pengawasan negatif dimana mencoba menjamin bahwa kegiatan yang tidak diinginkan atau dibutuhkan tidak akan terjadi kembali. Pada fungsi pengawasan, terdapat 4 unsur yaitu harus dilakukan, yaitu: Penetapan standar pelaksanaan. Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 35-47 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan A Penentuan ukuran-ukuran pelaksanaan. Pengukuran pelaksanaan nyata dan membandingkan dengan standar yang telah di tetapkan. Pengambilan tindakan koreksi yang di perlukan pelaksanaan menyimpang dari standar. Semua fungsi diatas harus dilaksanakan oleh manajer kapan saja dan dimana saja kelompok organisasi walaupun terjadi tekanan tipe organisasi, jabatan fungsional dan tinkatan manajemen yang berbeda. Kegagalan atau kesuksesan suatu organisasi sangat tergantung dari kemampuan manajer untuk melasanakan fungsi-fungsi tersebut dengan efektif dalam satu tujuan organisasi(Santika, 2. Peran guru sangat penting, dari mulai perencanaan sampai kelulusan atau alumni. Di antara peran guru yaitu: . Pengelola, baik di dalam kelas atau di luar kelas. Guru memikirkan peserta didik dari awal hingga peserta didik . Puru selalu memberikan informasi mengenai segala sesuatu yang diperlukan peserta didik baik di dalam kelas, maupun di luar kelas. Guru memberikan semangat kepada para peserta didik dengan membimbing dan . Memberikan kebutuhan para peserta didik. Guru memberikan pembelajaran dan model yang baik bagi peserta didik. Guru memberikan pembinaan untuk mengembangkan bakat dana minat peserta . Guru memberikan bantuan untuk dapat mengevaluasi dan menilai peserta didik. Guru memberikan bantuan untuk memperbaiki dan menilai proses pembelajarannya. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru selalu memberikan media yang menarik dalam pembelajaran. Guru memberikan materi yang dibutuhkan peserta didik. Memberikan kemudahan danbantuan atas permasalahan peserta didik. Memberikan penilaian baik dan buruk kepada peserta didik. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen kesiswaan sebagai berikut : . Perencanaan peserta didik . Penerimaan peserta didik . Orientasi peserta didik . Pengelompokkan peserta didik . Pencatatan presensi siswa . Mutasi dan dropout peserta didik . Pelayanan khusus peserta didik . Organisasi peserta didik . Kelulusan dan alumni peserta didik . Evaluasi peserta didik . Pelaporan hasil evaluasi peserta didik . Sistem tingkat dan non tingkat peserta didik . Pembinaan disiplin peserta didik . Pengembangan diri peserta didik. Manajemen kesiswaan juga berarti seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontiniu kepada peserta didik agar dapat mengikuti proses pembelajaran secara efektif dan efisien melalui dari penerimaan peserta didik sampai kepada keluarnya peserta didik dari suatu sekolah. Peran manajemen kesiswaan terhadap peningkatan prestasi belajar adalah keterlibatan usaha pengaturan terhadap siswa mulai dari siswa tersebut masuk sekolah sampai mereka lulus terhadap hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan oleh siswa. Manajemen kesiswaan termasuk berperan salah satu substansi manajemen pendidikan, maka manajemen kesiswaan menduduki posisi strategis, karena layanan sentral pendidikan baik dalam latar Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 35-47 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan institusi persekolahan maupun yang berada di luar institusi persekolahan, tertuju pada peserta didik. Semua kegiatan pendidikan baik yang berkenaan dengan manajemen akademik, layanan pendukung akademik, sumber daya manusia, sumber daya keuangan, sarana prasarana, dan hubungan sekolah dengan masyarakat, senantiasa diupayakan agar peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang andal, baik, dan bermutu. Manajemen berperan pada suatu proses kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk menjalankan suatu usaha yang dikerjakan secara sistematis pada sebuah organisasi yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Di antara manajemen sekolah yang mempunyai peran penting dalam keberlangsungan perkembangan sekolah adalah manajemen kesiswaan mulai dari input, proses, dan output peserta didik. Manajemen kesiswaan berperan dalam pengelolahan input adalah bagaimana pandangan sekolah maupun madrasah terhadap penerimaan siswa baru. Bagaimana memandang kondisi anak didik dalam kaitannya dengan hak mereka untuk dapat bersekolah dan menerima pendidikan (Asih & Hasanah, 2. Model pembelajaran di era digital Kehadiran teknologi informasi memiliki dampak terhadap perubahan seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya dalam proses Pembelajaran adalah interaksi antara pendidik dengan peserta didik pada suatu lingkungan belajar. Dalam proses interaksi yang dilaksanakan Pendidik dengan peserta didik era digital saat ini memiliki perbedaan dibandingkan dengan sebelumnya. Di manaproses pembelajaran . berlangsung mulai bergeser menjadi interaksi pembelajaran digital. Sehingga perubahan yang terjadi pada proses pembelajaran dari generasi ke generasi diperlukan strategi pembelajaran sesuai dengan perkembangan teknologi Ada beberapa strategi pembelajaran yang dapat dilakukan guru/ dosen di era digital, di antaranya yaitu mengembangkan model, melakukan inovasi dan evaluasi pembelajaran dengan media digital. Dengan strategi pembelajaran era digital tersebut diharapkan dosen/ guru dan peserta didik mendapatkan kemudahan dalam pembelajaran. Sehingga tujuan yang hendak dicapai dapatdiperoleh dengan maksimal. Model pembelajaran era ditigal saat ini memiliki perbedaan dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Menurut Taufiq bahwa model pembelajaran era digital terdiri 3 model: pertama, guru / dosen memberikan materi pembelajaran secara online pada peserta didik kemudian di download dan dipelajari secara manual . , kedua, guru/ dosen memberikan materi pembelajaran secara online dan peserta didik mempelajari secara online juga, dan ketiga, kolaborasi antara pembelajaran yang berlangsung antara online dengan offline. Kemudian ada juga model pembelajaran yang tidak terikat dengan guru/ dosen yang memberikan materi pembelajaran tetapi dapat mengakses informasi pembelajaran secara personal dengan sumber-sumber pembelajaran secara online. Apalagi saat ini era digital yang didukung jaringan internet sangat memungkinkan setiap orang dapat Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 35-47 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan belajar sendiri tanpa diarahkan oleh guru/ dosen secara real. Berikut ini model pembelajaran era digital pada saat ini: Blended Learning Blended learning adalah inovasi baru yang menggabungkan pembelajaran tradisional tatap muka dan pembelajaran yang dimediasi komputer. Trapp, . memandang blended learning sebagai integrasi media pembelajaran elektronik dan metode pengajaran tradisional. Berbagai cara penyampaian bahan ajar termasuk campuran perkuliahan langsung, komunikasi online, aktivitas belajar mandiri, sistem pendukung kinerja elektronik, dan sistem manajemen pembelajaran digunakan dalam blended learning (J. Kirkley & Kirkley, 2006. Kirkley & Kirkley, 2. Secara singkat, dapat dinyatakan bahwa komponen utama blended learning sebagai pendekatan pembelajaran yang baru dikembangkan meliputi: Interaksi kelas reguler tatap muka antara guru dan siswanya. bahan pembelajaran tradisional seperti buku teks cetak, buku kerja, lembar kerja. pembelajaran berbasis komputer melalui lingkungan e-learning, penilaian elektronik dan umpan balik. Yang terpenting, pembelajar dalam blended learning merupakan pusat dari proses pembelajaran (Collis. Bruijstens, & van Veen, 2. Di luar pernyataan yang sangat umum ini, hasil penelitian yang dikutip dalam literatur blended learningmenyarankan tiga alasan utama untuk mengadopsi pendekatan blended learningdibandingkan pilihan pembelajaran Praktik pedagogi yang efektif. Peningkatan kenyamanan dan akses terhadap pengetahuan, dan Efektivitas biaya yang lebih besar. Sebagai contoh dari alasan tersebut, para pendukung blended learning menyebutkan manfaat blended learningsebagai berikut: A peningkatan tingkat strategi pembelajaran aktif yang digunakan pembelajar, bukan guru, yang menjadi pusat proses pembelajaran. A pembelajaran peer-to-peer mendapat penekanan lebih besar . A fleksibilitas dalam memenuhi perbedaan individu dan gaya belajar meningkatkan pendampingan individu peserta didik . A kemungkinan interaksi sosial dan komunikasi yang mudah dengan pakar, mentor, profesional, atau rekan kerja yang jauh . A peningkatan akses dan kenyamanan terhadap materi pengajaran. A mengurangi biaya pembelajaran dibandingkan dengan sistem pembelajaran lainnya. A menggunakan alat dan aplikasi teknologi pembelajaran dalam proses desain, implementasi dan pemanfaatan bahan ajar. A Penyebaran ilmu pengetahuan melalui internet yang menghilangkan literasi teknologi informasi. Dalam konteks manfaat blended learning, dikemukakan oleh Voci & Young, . bahwa blended learning memperhitungkan variasi gaya belajar siswa dan memungkinkan mereka belajar dengan kecepatan mereka sendiri sesuai dengan kemampuan masing-masing. Blended learning memungkinkan Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 35-47 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan peserta didik untuk belajar secara mandiri dan mengendalikan proses pembelajaran ditambah dengan memfasilitasi pembelajaran kooperatif serta menggunakan teknologi pembelajaran yang canggih, yang dalam penelitiannya menemukan bahwa prestasi akademik siswa yang diajarkan melalui blended learning jauh lebih baik. dibandingkan siswa yang sepenuhnya diajarkan melalui internet atau diajarkan di ruang kelas tradisional. Hasil penelitiannya ketidakpuasannya terhadap pembelajaran sepenuhnya melalui internet karena melewatkan interaksi tatap muka yang diberikan dalam blended learning. Distance Learning (Pendidikan Jarak Jau. Model Pendidikan jarak jauh telah berkembang sejak 1883 (Kentnor. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, konsep dan implementasi model pendidikan jarak jauh dapat berkembang pula. Pendidikan jarak jauh ini dapat membentuk kombinasi hibrid antara pendidikan jarak jauh dan pendidikan tradisional dalam bentuk pembelajaran terdistribusi, pembelajaran jaringan, atau pembelajaran fleksibel di mana kecerdasan majemuk ditangani melalui berbagai mode pengambilan informasi. Pendidikan jarak jauh secara tradisional didefinisikan sebagai pengajaran melalui media komunikasi cetak atau elektronik kepada orang-orang yang terlibat dalam pembelajaran terencana di tempat atau waktu yang berbeda dari tempat atau waktu yang ditentukan oleh instruktur (Gunawardena & McIsaac. Definisi tradisional pendidikan jarak jauh perlahan-lahan diubah seiring dengan tantangan perkembangan teknologi baru. Pendidikan jarak jauh dapat di klasifikasikan melalui beberapa fase generasi sampai saat ini dengan generasi kelima. Posisi e-learning dalam pendidikan jarak jauh meerupakan suatu bentuk konsekuensi logis, karena keterpisahan jarak dan waktu antara peserta belajar dan penyelenggara pembelajaran, maka mutlak diperlukan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Distance learning is used in this studybecause it emphasizes the recentering on the nontraditional learner and is more commonly used than Audistance education. AyPembelajaran jarak jauh digunakan dalam penelitian ini karena menekankan pemusatan pada pelajar non tradisional dan lebih umum digunakan daripada " pendidikan jarak jauh. Pelaksanaan pendidikan jarak jauh juga diatur dalam undang-undang RI No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pasal 31 ayat 1 dinyatakan bahwa pendidikan jarak jauh merupakan proses belajar mengajar yang dilakukan secara jarak jauh melalui penggunaan media komunikasi. Kemudian Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 24 tahun 2012 tentang penyelenggaraan pendidikan jarak jauh (PJJ) pada pendidikan tinggi pasal 2 ayat 1 dan 2 mencakup: berfungsi sebagai bentuk pendidikan peserta didik yang tidak dapat mengikuti pendidikan tatap muka tanpa mengurangi kualitas pendidikan, kemudian pendidikan jarak jauh bertujuan untuk meningkatkan perluasan dan pemerataan akses terhadap pendidikan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan (Azis, 2. Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 35-47 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan C. Manajemen kesiswaan dan SDM di era digital Siswa adalah orang /individu yang mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya agar tumbuh dan berkembang dengan baik serta mempunyai kepuasan dalam menerima pelajaran yang diberikan oleh gurunya. Dapat disimpulkan bahwa manajemen kesiswaan adalah suatu penataan atau pengaturan segala aktvitas yang berkaitan dengan siswa, yaitu dari mulai masuknya siswa sampai dengan keluarnya siswa tersebut dari suatu sekolah atau lembaga. Manajemen kesiswaan bisa pula diartikan sebagai suatu proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa di suatu sekolah mulai dari perencanaan, penerimaan siswa, pembinaan yang dilakukan selama siswa berada di sekolah. Dengan kata lain manajemen kesiswaan merupakan keseluruhan proses penyelenggaraan usaha kerja sama dalam bidang kesiswaan dalam rangka pencapaian tujuan pembelajaran di sekolah (Hamiyah & Jauhar, 2. Mananjemen kesiswaan atau Pupil Personnel Administration sebagai layanan yang memusatkan perhatian pada pengaturan, pengawasan dan layanan siswa di kelas dan diluar kelas seperti: pengenalan, pendaftaran, layanan individual seperti mengembangkan keseluruhan kemampuan, minat, kebutuhan sampai ia matang di sekolah. Disini manajemen kesiswaan juga di artikan sebagai suatu penataan atau pengaturan segala aktifitas yang berkaitan dengan siswa, yaitu dari mulai masuknya siswa sampai dengan keluarnya siswa tersebut dari suatu sekolah atau suatu lembaga (Prihatin, 2. Administrasi pendidikan diperlukan untuk mengatur secara menyeluruh penyelenggaraan pendidikan agar dapat dijalankan secara sistematis dan dapat dievaluasi bersama agar tujuan pendidikan dapat tercapai. Administrasi pendidikan yang ada di sekolah disebut dengan administrasi sekolah. Administrasi pendidikan merupakan kegiatan yang bersifat umum yang dilakukan oleh lembaga yang mengurusi masalah pendidikan seperti sekolah, direktorat- direktorat dan kantor wilayah yang termasuk dalam struktur organisasi departemen pendidikan dan kebudayaan, sedangkan administrasi sekolah kegiatannya terbatas pada pengelolaan pendidikan di sekolah baik sekolah dasar, lanjutan, perguruan tinggi dan sebagainya. Administrasi sekolah terdiri dari berbagai berbagai bidang salah satunya yaitu administrasi sekolah bidang kesiswaan. Administrasi kesiswaan sangat memiliki pengaruh dalam menunjang proses penyelenggaraan pendidikan, karena menurut Gunawan administrasi kesiswaan merupakan seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja serta pembinaan secara kontinu terhadap seluruh pesserta didik dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan proses belajar mengajar dapat diikuti secara efektif dan Munculnya era digital tidak dapat dihindari atau ditolak karena digitalisasi telah memasuki ke berbagai ranah kehidupan termasuk dalam dunia pendidikan. Hal ini sesuai dengan UU No 20 Tahun 2003 pasal 4 ayat 2 bahwa pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistemik Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 35-47 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan dengan sistem terbuka dan multimakna. Era digital merupakan era dengan segala kemudahan akses informasi berteknologi digital. Disebut era digital karena teknologi informasi yang digunakan dijadikan kebutuhan primer yang mengakibatkan perasaan nyaman kepada pemakainya hal ini disebabkan teknologi digital dapat membantu mempermudah segala bentuk pekerjaan Begitu juga dengan dunia pendidikan khususnya administrasi sekolah, penggunaan teknologi digital diharapkan dapat mempermudah penyelengaraan kerja agar tercapainya suatu tujuan yang telah direncanakan. Pemanfaatan internet dalam administrasi sekolah bidang kesiswaan pada era digital telah dilaksanakan dibeberapa sekolah seperti seperti Pengumuman tata cara Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah dipublish di internet melalui web dan disajikan secara menarik lewat video youtube. Meskipun publikasi PPDB dilakukan dengan internet tetapi pelaksanaan PPDB masih bersifat offline . uar jaringa. hal ini disebabkan karena sekolah lebih dapat memilih siswa secara selektif. Untuk pelaksanaan tes siswa dilakukan dengan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) lalu diadakan wawancara untuk mendalami latar belakang kondisi pribadi dan keluarga. Administrasi kesiswaan juga mengatur kegiatan yang dilakukan di luar hal akademis seperti kegiatan organisasi intra sekolah (OSIS). Termasuk memanfaatkan penggunaan internet pada era digital yang mana pelaksanaan pemilu raya untuk pemilihan ketua osis dilakukan secara online. Beberapa kendala juga terjadi dalam penggunaan teknologi pada era digital yaitu penggunaan sistem on line di internet masih terbatas. Hal ini disebabkan karena ada berbagai kendala teknis baik itu dari sumber daya material maupun sumber daya non material. Sumber daya material masih terdapat beberapa sarana dan prasarana yang kurang semisal finger print masih standart belum menggunakan finger print yang bersifat on line yang dapat dihubungkan ke pihak yang bersangkutan dan dapat dipantau sewaktuwaktu. Untuk pendataan lainnya identitas siswa dan hasil belajar siswa masih memerlukan penyusunan yang tertib dan teratur. Untuk mengatasi itu semua pendataan kesiswaan hanya dilakukan oleh operator yang ahli dalam bidang IT (Informasi Teknolog. belum dilakukan secara keseluruhan oleh seluruh pegawai sekolah dikarenakan belum optimalnya kemampuan tenaga pendidik dan kependidikan dalam mengoperasikan mesin digital. Selain itu penerapan internet pada era digital dalam administrasi kesiswaan juga belum diterapkan secara keseluruhan walaupun instruksi dari dinas pendidikan menganjurkan untuk menginput nilai secara langsung di Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah (Dapodikdasme. Hal ini terbukti dengan penginputan nilai hasil belajar siswa seperti ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester tidak langsung untuk diinput di Dapodikdasmen tetapi pekerjaan tersebut dilakukan secara manual terlebih dahulu dikarenakan ketidaksiapan para pendidik jika terjadi upgrade data dari pusat yang tidak didapat direvisi Adapun Penghambat pelaksanaan teknologi internet dalam administrasi sekolah pada era digital disebabkan oleh faktor internal dan eksternal sebagai Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 35-47 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan Faktor internal yang ada di dalam sekolah: Tujuan pendidikan yang hanya terbatas pada kegiatan guru dan para pegawai staf kependidikan belum berorientasi pada peningkatan kualitas Belum adanya kesadaran dalam melakukan feed back untuk memperbaiki kualitas dalam diri pendidik dari segala fasilitas yang telah diterima, masih cenderung memikirkan keuntungan materi yang diperoleh, semisal dengan adanya sertifikasi guru mereka hanya berpikir tentang bagaimana mendapatkan tunjangan atau gaji yang besar. Pola pikir peserta didik bahwa belajar bertujuan untuk mendapatkan ijazah semata agar dapat melanjutkan ke jenjang berikutnya. Pengaturan administrasi kesiswaan tidak berbasis pada kompetensi yang sesungguhnya, misalnya dalam mengelola administrasi kesiswaan para pegawai tidak sungguh-sungguh mengali potensi siswa yang sesungguhnya sehingga siswa akan tampak kebingungan ketika mereka ingin terjun di jenjang pendidikan selanjutnya atau di lapangan pekerjaan. Dampaknya saat kelulusan siswa mereka tidak memiliki kompetensi yang sesuai dengan dirinya bahkan mereka bingung bisa apa saya setelah lulus SMK. SMA bahkan sarjana. Implementasi pemanfaatan internet pada administrasi sekolah bidang kesiswaan hanya bersifat formalitas saja, dimana pendidik dan tenaga kependidikan melakukan hal tersebut hanya sebagai rutinitas kerja, belum mampu untuk melakukan inovasi baru bahkan beberapa diantaranya menerapkan pelaksanaannya secara asal saja tidak mendalami secara seksama sistem yang sedang dijalankan. Adapun faktor Eksternal yang berada di luar lingkungan sekolah: Awarness dari masyarakat yang masih tinggi terhadap perubahan yang terjadi pada era digital, masyarakat masih kurang yakin dalam mengaplikasikan teknologi digital untuk keperluan administrasi kesiswaan. Pola pikir masyarakat dari pedesaan yang lebih ke pada tujuan peserta didik belajar di sekolah hasilnya adalah untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang tinggi bukan mencari ilmu dan merubah karakter peserta didik untuk memiliki kepribadian yang lebih baik. Selain itu ilmu yang diperoleh di sekolah hanya dianggap untuk dapat diaplikasikan di dunia kerja yang bersifat formal contoh menjadi pegawai perkantoran bukan pekerjaan di dunia usaha seperti menciptakan lapangan pekerjaan . embuka usaha mandir. Untuk memperbaiki kendala-kendala yang terjadi di atas dalam pemanfaatan internet pada administrasi kesiswaan pada era digital perlu dibuat Sistem Informasi Manajemen khusus yang diaplikasikan pada seluruh proses administrasi kesiswaan (Octaviana & Sawiji, 2. Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 35-47 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan KESIMPULAN Manajemen berperan pada suatu proses kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk menjalankan suatu usaha yang dikerjakan secara sistematis pada sebuah organisasi yang dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Peran manajemen kesiswaan terhadap peningkatan prestasi belajar adalah keterlibatan usaha pengaturan terhadap siswa mulai dari siswa tersebut masuk sekolah sampai mereka lulus terhadap hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan oleh siswa. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam manajemen kesiswaan sebagai berikut : . Perencanaan peserta didik . Penerimaan peserta didik . Orientasi peserta didik . Pengelompokkan peserta didik . Pencatatan presensi siswa . Mutasi dan dropout peserta didik . Pelayanan khusus peserta didik . Organisasi peserta didik . Kelulusan dan alumni peserta didik . Evaluasi peserta didik . Pelaporan hasil evaluasi peserta didik . Sistem tingkat dan non tingkat peserta didik . Pembinaan disiplin peserta didik . Pengembangan diri peserta didik. Model pembelajaran era digital terdiri 3 model: pertama, guru / dosen memberikan materi pembelajaran secara online pada peserta didik kemudian di download dan dipelajari secara manual . , kedua, guru/ dosen memberikan materi pembelajaran secara online dan peserta didik mempelajari secara online juga, dan ketiga, kolaborasi antara pembelajaran yang berlangsung antara online dengan offline. Kemudian ada juga model pembelajaran yang tidak terikat dengan guru/ dosen yang memberikan materi pembelajaran tetapi dapat mengakses informasi pembelajaran secara personal dengan sumber-sumber pembelajaran secara online. Pemanfaatan internet dalam administrasi sekolah bidang kesiswaan pada era digital telah dilaksanakan dibeberapa sekolah seperti seperti Pengumuman tata cara Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah dipublish di internet melalui web dan disajikan secara menarik lewat video youtube, tes siswa dilakukan dengan menggunakan sistem Computer Based Test (CBT), serta pelaksanaan pemilu raya untuk pemilihan ketua osis dilakukan secara Adapun Penghambat pelaksanaan teknologi internet dalam administrasi sekolah pada era digital disebabkan oleh beberapa faktor yaituPengaturan administrasi kesiswaan tidak berbasis pada kompetensi yang sesungguhnya, penggunaan sistem on line di internet masih terbatas. DAFTARPUSTAKA Asih. , & Hasanah. Manajemen kesiswaan dalam peningkatan prestasi siswa sekolah dasar. Academy Of Education Journal, 12. , 205Ae214. Azis. Strategi pembelajaran era digital. The Annual Conference on Islamic Education and Social Science, 1. , 308Ae318. Collis. Bruijstens. , & van Veen. Course redesign for blended learning: modern optics for technical professionals. International Journal of Continuing Engineering Education and Life Long Learning, 13. Ae. , 22Ae38. Dewi. Pengaruh pelaksanaan pembelajaran dan Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 35-47 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan kebiasaan belajar terhadap hasil belajar ekonomi kelas x sma lab singaraja. Jurnal Pendidikan Ekonomi Undiksha, 3. Gunawardena. , & McIsaac. Distance education. In Handbook of research on educational communications and technology . 361Ae. Routledge. Hamdan. Industri 4. 0: Pengaruh revolusi industri pada kewirausahaan demi kemandirian ekonomi. Jurnal Nusantara Aplikasi Manajemen Bisnis, 3. , 1Ae8. Hamiyah. , & Jauhar. Pengantar manajemen pendidikan di Jakarta: Prestasi Pustaka. Kentnor. Distance education and the evolution of online learning in the United States. Curriculum and Teaching Dialogue, 17. , 21Ae34. Kirkley. , & Kirkley. Expanding the boundaries of blended learning: Transforming learning with mixed and virtual reality The Handbook of Blended Learning: Global Perspectives. Local Designs, 533Ae549. Kirkley. , & Kirkley. Creating next generation blended learning environments using mixed reality, video games and simulations. TechTrends, 49. , 42Ae53. Octaviana. , & Sawiji. Pemanfaatan Internet dalam Administrasi Sekolah Bidang Kesiswaan pada Era Digital. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Administrasi Perkantoran. Prihatin. Manajemen Kesiswaan. Bandung: Alfabeta. Santika. Kepala sekolah dalam konsep kepemimpinan pendidikan: Suatu kajian teoritis. Widya Accarya, 7. Sitepu. Pengaruh Pengumpulan. Pendistribusian Dan Pendayagunaan Zakat Terhadap Efektivitas Manajemen Zakat Di Badan Amil Zakat Daerah Sumatera Utara. Studia Economica: Jurnal Ekonomi Islam, 1. , 1Ae20. Susilo. , & Rohman. Digitalisasi Sistem Manajemen MUTU ISO Berbasis Aplikasi Web. Jurnal Penelitian Teknik Informatika, 2. , 45Ae50. Syamsuar. , & Reflianto. Pendidikan dan tantangan pembelajaran berbasis teknologi informasi di era revolusi industri 4. E-Tech: Jurnal Ilmiah Teknologi Pendidikan, 6. Trapp. Blended learning concepts-A short overview. CEUR Workshop Proceedings, 213, 28Ae35. Citeseer. Voci. , & Young. Blended learning working in a leadership development programme. Industrial and Commercial Training, 33. , 157Ae Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 02 No. : 35-47 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan