Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu ISSN: P 2527-6875 | E 2684-9569 Vol. No. December 2025 | Pages. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Interntional Lincese Al-Bahtsu Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Peran Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Generasi Z pada Siswa SMA Negeri 1 Rambang Niru Yeni Yuliana Universitas Prabumulih 84@yahoo. Abstract Islamic education emphasizes not only intellectual reasoning-oriented teaching but also character-building. In other words, education is a fundamental element in shaping the nation's next generation, capable of handling future societal affairs. Islamic religious education fosters not only intellectual intelligence but also character-building. Generation Z consists of children born between 1995 and 2010. They prefer online interactions, often sparing them from interacting with their peers. Generation Z is characterized by the rapid development of the internet, coupled with the development of electronic and digital media. This research is a qualitative study, taking SMAN 1 Rambang Niru as its setting. The research object was selected using purposive sampling and snowball sampling techniques. Data collection involved observation, interviews, and documentation with Islamic Religious Education (PAI) teachers and students at SMAN 1 Rambang Niru. Analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusions. The data collection procedure in this study employed three techniques: . Participant Observation, . In-depth interviews, . Data validity was verified through checking the research methodology used to obtain the data and examining the final report. Keywords: Role. Islamic religious education. Formation. Character. Generation Z. How to cite this article: Yuliana. Peran Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Karakter Generasi Z pada Siswa SMA Negeri 1 Rambang Niru. Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 10. , 247-257. Received: 7/23/2025 Revised: 10/21/2025 Accepted: 11/10/2025 248 | Yeni Yuliana PENDAHULUAN Pendidikan adalah salah satu elemen pokok dalam pembentukan generasi penerus bangsa yang dapat mengemban urusan-urusan masyarakat dimasa yang akan datang. Pendidikan bukan sekadar menjadikan seorang anak cerdas dalam intelektual, namun juga cerdas dalam berkarakter. Oleh karena itu, pendidikan dalam Islam tidak hanya menekankan pada pengajaran yang berorientasi kepada intelektual penalaran, melainkan lebih menekankan pada pendidikan yang mengarah kepada pembentukan kepribadian. Seperti nilai kepribadian pada anak-anak generasi Z. Generasi Z sendiri adalah anak-anak yang lahir pada sekitar tahun 1995 sampai dengan tahun 2010. Anak-anak dan remaja yang demikian disebut dengan generasi Z. Generasi Z sendiri adalah anak-anak yang lahir pada sekitar tahun 1995 sampai dengan Mereka lebih menyenangi berinteraksi dengan sistem online sehingga mereka tidak bertemu degan teman-temannya. Caraka Putra Bhakti dan Nindiya Eka Safitri, . Generasi Z memiliki ciri khas dimana internet telah berkembang pesat seiring dengan perkembangan media elektronik dan digital. Anak- anak dapat dengan mudah mengakses informasi dengan cepat dan mudah. Hal tersebut menyebabkan anak tidak sabar untuk menunggu proses. Anak-anak selalu mengandalkan jawaban dari setiap pertanyaan dan tantangan dari informasi-informasi yang ada diinternet. Anak-anak yang termasuk generasi Z sudah terbiasa berkomunikasi dengan menggunakan internet, facebook, instagram, dan twitter. Mereka hidup dalam budaya yang serba cepat, sehingga tidak tahan dengan hal-hal yang lambat. Mereka adalah anakanak dari budaya instan yang serba ingin berhasil dalam waktu yang cepat. Anak-anak ini sering mengerjakan berbagai persoalan dalam waktu yang singkat. Kalau mereka mengerjakan PR, mereka sekaligus juga membuka web lain, sambil masih bicara dengan teman lewat HP dan chatting dengan teman lain lewat facebook. Perhatian bisa terpecah dalam berbagai hal. Caraka Putra Bhakti dan Nindiya Eka Safitri, . 7: hal . Teknologi digital masa kini yang semakin canggih menyebabkan terjadinya perubahan besar dunia. Manusia telah dimudahkan dalam melakukan akses terhadap informasi melalui banyak cara, serta dapat menikmati fasilitas dari trknologi digital dengan bebas, namun disusul pula dengan berbagai dapmak negatif. Beberapa dampak tersebut yakni adanya tindakan kejahatan yang mudah terfasilitasi, game online yang dapat merusak mental generasi muda, pornografi dan pelanggaran hak cipta mudah dilakukan. Nur Qamari, . 3: Hal . Perkembangan generasi Z yang sangat kompleks ini, juga tidak diimbangi dengan para pendidik yang dominan lahir pada era sebelumnya, sehingga masih belum terbiasa dengan hal yang terkait dengan teknologi digital. Hal ini perlu adanya inovasi baru dari pendidik dalam proses pembelajaran sehingga sesuai dengan karakter generasi Z. strategi yang matang dari guru, diharapkan adanya perkembangan teknologi digital ini membawa siswa generasi Z kepada hal yang lebih baik dan tidak merusak moral. Beberapa kasus pelanggaran yang sering dilakukan siswa disekolah, antara lain pelanggaran penggunaan media sosial, kamera, dan internet. Pelanggaran penggunaan Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. December 2025 | Pages. 247-251 | 249 kamera yang terjadi misalnya, ketika siswa si A menjepret kondisi seseorang tanpa izin, dan apabila gambar tersebut dishare, sedangkan yang berkaitan tidak berkenan, maka sudah termasuk pelanggaran hukum, dan pencorengan nama baik. Kasus lain, ketika mereka menggunakan media sosial, anak saling mengumpat via media social . , yang menunjukkan adanya pola pikir yang negatif dan kotor. Achmad Saputra dkk, . Berdasarkan hasil prapenelitian. SMA N 1 Rambang Niru merupakan sekolah piloting Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Ada 5 karakter utama yang dibentuk dalam diri siswa melalui program ini yakni religious, nasionalis, mandiri, gotong- royong, dan Dari beberapa penjelasan di atas, peneliti mengambil lokasi di SMA N 1 Rambang Niru sebagai tempat penelitian. METODE Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif Pendekatan kualitatif jenis deskriptif merupakan penelitian yang didasarkan pada data alamiah yang berupa kata-kata dalam mendeskripsikan obyek yang diteliti. Pendekatan kualitatif jenis deskriptif berusaha mengungkapkan gejala secara holistik-kontekstual . ecara utuh sesuai dengan kontek. melalui kegiatan pengumpulan data dari latar yang alami. Proses dan makna . erspektif subje. lebih di tonjolkan dalam penelitian ini. Sedangkan landasan teori lebih di manfaatkan sebagai pemandu agar focus penelitian sesuai dengan fakta di lapangan. Atas dasar penggunaannya, dapat di kemukakan bahwa tujuan penelitian ini adalah untuk: Mendeskripsikan pengaruh Auera generasi ZAy terhadap perkembangn siswa dalam proses pembelajaran berdasarkan apa yang terjadi di lapangan sebagai bahan kajian lebih lanjut untuk menemukan kelebihan dan kekurangan sehingga dapat ditentukan upaya penyempurnaan. Menganalisis dan menafsirkan fakta, gejala dan peristiwa pembelajaran yang terjadi di Menyusun hipotesis berkenaan dengan konsep dan prinsip pemahaman tentang AuPeran Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan karakter Generasi Z pada Siswa SMA N1 Rambang NiruAy Berdasarkan data dan informasi yang terjadi di lapangan Untuk kepentingan pengujian lebih lanjut melalui pendekatan deskriptif. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan di SMA Negeri1 Rambang Niru, diperoleh data bahwa pendidikan agama Islam telah memainkan peran signifikan dalam pembentukan karakter siswa, khususnya generasi Z. Beberapa temuan utama antara lain: Kegiatan Keagamaan Rutin Sekolah secara konsisten mengadakan kegiatan keagamaan seperti pembacaan Al-Qur'an sebelum pembelajaran, salat Dhuha berjamaah, peringatan hari besar Islam (PHBI), serta kegiatan Rohis (Rohani Isla. Kegiatan ini memiliki pengaruh positif dalam membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan spiritualitas siswa. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 250 | Yeni Yuliana Integrasi Nilai-nilai Islam dalam Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMA N 1 Rambang Niru tidak hanya fokus pada aspek kognitif, tetapi juga membimbing siswa dalam menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, nilai kejujuran, toleransi, kerja keras, dan sopan santun diajarkan secara kontekstual dalam proses pembelajaran. Partisipasi Aktif Siswa Generasi Z yang dikenal dekat dengan teknologi dan informasi ternyata cukup responsif terhadap metode pembelajaran yang inovatif dan interaktif dalam PAI, seperti penggunaan media digital, video dakwah, dan kuis interaktif. Hal ini meningkatkan minat belajar sekaligus memperkuat karakter Islami siswa. Pengaruh Lingkungan Sekolah Dukungan dari kepala sekolah, guru-guru, serta budaya sekolah yang religius berkontribusi besar terhadap pembentukan karakter. Lingkungan yang kondusif memudahkan internalisasi nilai-nilai keislaman pada siswa. Hasil di atas menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam di SMA Negeri 1 Rambang Niru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi Z yang religius, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia. Karakter tersebut meliputi: Religiusitas Siswa menunjukkan peningkatan dalam kesadaran beragama, seperti rutin beribadah, membaca Al-QurAoan, dan menjauhi pergaulan bebas. Pendidikan agama berhasil menanamkan nilai-nilai spiritualitas sebagai pondasi moral. Tanggung Jawab Sosial Melalui kegiatan keagamaan dan pembelajaran nilai Islam, siswa belajar pentingnya tolong-menolong, menghargai sesama, dan peduli terhadap lingkungan. Hal ini sejalan dengan nilai-nilai karakter dalam Kurikulum Merdeka. Kedisiplinan dan Etika Sosial Pendidikan agama menjadi media efektif dalam membentuk kedisiplinan. Siswa terbiasa datang tepat waktu untuk salat berjamaah atau kegiatan keagamaan lainnya, serta belajar berinteraksi sopan terhadap guru dan teman. Keteladanan Guru Peran guru sebagai teladan sangat penting dalam membentuk karakter siswa. Keteladanan dalam sikap, ucapan, dan perilaku guru PAI memberikan dampak nyata dalam penanaman nilai karakter kepada siswa. Relevansi dengan Kebutuhan Generasi Z Generasi Z yang cenderung kritis, mandiri, dan adaptif terhadap teknologi, justru menjadikan pendidikan agama Islam sebagai wadah pembentukan nilai diri yang kokoh di tengah gempuran modernitas. Penyesuaian metode pembelajaran yang variatif juga menjadi kunci keberhasilan pendidikan karakter melalui PAI. KESIMPULAN Berdasarkan deskripsi data dan pembahasan yang telah dilakukan di atas maka penulis dapat menyimpulkan bahwa: Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam pembentukan karakter generasi Z di SMA Negeri 1 Rambang Niru. Melalui pendekatan yang relevan dan metode yang Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. December 2025 | Pages. 247-251 | 251 PAI mampu menanamkan nilai-nilai luhur yang menjadi bekal hidup siswa di era modern. Upaya ini harus didukung dengan sinergi seluruh komponen sekolah dan pengawasan yang bijak terhadap penggunaan teknologi. Peran PAI menjadi sangatlah penting untuk diterapkan dan dikembangkan pada era digital seperti sekarang ini. Dalam mengembangkan peserta didik yang berkarakter, guru PAI dituntut untuk menciptakan suasana pembelajaran yang efektif, komunikatif serta mampu memanfaatkan teknologi internet sebagai bahan media belajar. DAFTAR PUSTAKA