Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 Representasi Trauma Perempuan dalam Novel AuRapuhAy Karya Onlymeilanii Afina Nur Imamah1. Anas Ahmadi2 Universitas Negeri Surabaya Email: 24020074005@mhs. id, anasahmadi@unesa. Abstract Determining the behavior of characters, especially the main character in the novel AuRAPUHAy by Onlymeilanii, is the purpose of literary psychology research in literary works. the internal struggle and sense of trauma that people have with themselves, which is often known as an individual's internal Qualitative methods were used in this study. The digital writing platform Wattpad was the source of the data collected by the researchers. The study utilized Bowlby's attachment theory as well as Sigmund Freud's theory. According to the research findings, the traumatic experience experienced by the protagonist comes from his own family and also comes from his lover. In Sigmund Freud's theory, 9 cases were found and they were more directed towards the id case. Keywords: Trauma, literary psychology, main character, inner conflict. Abstrak Menentukan perilaku karakter, khususnya karakter utama dalam novel AuRAPUHAy karya Onlymeilanii, merupakan tujuan dari penelitian psikologi sastra dalam karya sastra. pergulatan internal dan rasa trauma yang dimiliki orang dengan dirinya sendiri, yang sering dikenal sebagai masalah internal Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Platform penulisan digital Wattpad adalah sumber data yang dikumpulkan oleh para peneliti. Penelitian ini menggunakan teori keterikatan Bowlby dan juga teori Sigmund Freud. Menurut temuan penelitian, pengalaman trauma yang dialami oleh protagonis berasal dari keluarganya sendiri dan juga berasal dari kekasihnya. Dalam teori Sigmund Freud ditemukan 9 kasus dan lebih mengarah pada kasus id. Kata kunci: Trauma, psikologi sastra, tokoh utama, konflik batin A 2025 Authors Journal of Linguistics and Social Studies is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. PENDAHULUAN Sastra dapat dibagi menjadi dua kategori, yaitu definisi lama dan definisi baru. Definisi lama menggambarkan sastra sebagai sarana untuk mengekspresikan ide atau pemikiran tentang kehidupan dan sosial melalui penggunaan kata-kata yang indah. Dalam pandangan ini, sastra terbagi menjadi tiga genre utama: puisi, prosa, dan drama. Di sisi lain, definisi baru melihat sastra sebagai media untuk menuangkan ide atau pemikiran tentang berbagai hal dengan bahasa yang lebih bebas, yang mengandung unsur "sesuatu yang baru" dan memberikan makna "pencerahan. (Ananda dkk. , 2. Sastra, yang dalam bahasa Inggris dikenal sebagai literature, merujuk pada hasil karya kreatif manusia yang diciptakan dengan menggunakan bahasa sebagai medium utama (Tjahyadi, 2. Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 Salah satu cara terbaik untuk membantu anak merasa nyaman, tenang, dan rileks di rumah adalah dengan memiliki keluarga yang bebas dari kekerasan, tetapi apa yang sebenarnya terjadi pada novel AuRAPUHAy karya Onlymeilanii sangat berbanding terbalik. Novel AuRAPUHAy karya Onlymeilanii mengisahkan tentang kehidupan dua anak perempuan kembar yang tidak memiliki nasib kehidupan yang serupa. Novel ini memberikan kisah tokoh utama yang selalu dibandingkan dengan Tidak tanpa sebab mengapa tokoh utama selalu diperlakukan tidak adil oleh kedua orang tuanya, karena hasutan dari kembarannya yang membuat orang tua mereka berperilaku tidak Mencari tahu bagaimana perasaan seorang anak yang hidup dalam keluarga yang tidak seimbang adalah motivasi penulis untuk melakukan penelitian ini. Menghilangkan kepercayaan negatif di masyarakat bahwa anak-anak yang mengalami kekerasan orang tua atau berasal dari keluarga yang berantakan pasti akan menjadi nakal juga menjadi penyebab lainnya. Penulis penelitian ini juga ingin menunjukkan bahwa anak-anak memiliki sisi positif. Karena beberapa anak mungkin tidak memiliki kemampuan atau kelebihan yang luar biasa, kita harus memberikan dukungan yang baik kepada mereka sehingga mereka tidak merasa sendirian atau tidak didukung. Hal ini akan membantu mereka menjadi lebih positif dan antusias dalam usaha mereka di masa depan. Selain itu, penulis juga menganalisis teori psikoanalisis yg dikembangkan sang tokoh Sigmund Freud buat menganalisis perkembangan pada diri manusia serta untuk mengetahui karakter dan pertarungan Dalam jurnal yang ditulis oleh Firda Parhana dan Syarif Hidayatullah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka. Mereka meneliti tentang Konflik Batin yang dialami tokoh utama dalam novel Bumi dan Lukanya Karya Ann, hasil dari penelitian yang dilakukan adalah Penelitian ini menunjukkan bahwa konflik batin tokoh utama dalam novel Bumi dan Lukanya lebih banyak dipengaruhi oleh keinginan yang tidak terpenuhi, yang menciptakan ketegangan emosional dalam Penilaian moral dan nilai-nilai yang diinternalisasi juga berperan dalam membentuk perilaku dan keputusan tokoh utama (Parhana & Hidayatullah, 2. Penelitian kedua yang ditulis oleh Nyoman Wiraadi Tria Ariani dan Komang Suwarni Asih Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, menuliskan bahwa Implikasi dampak dari kekerasan terhadap anak sangat parah dan dapat membahayakan baik secara fisik maupun psikologis. Perlindungan anak harus menjadi prioritas bersama untuk memastikan perkembangan anak yang sehat dan optimal. Selain menekankan pentingnya kesadaran dan tindakan kolektif untuk menjaga anak-anak tetap aman, penelitian ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan pemerintah untuk memastikan perlindungan anak (Ariani & Asih, 2. METODE Metode kualitatif dimulai dari data lapangan dan kemudian membangun teori, sedangkan metode kuantitatif berangkat dari teori yang sudah ada dan kemudian diuji dengan data lapangan (Assyakurrohim dkk. , 2. Dalam penelitian kualitatif, proses penelitian memiliki peran yang lebih krusial dibandingkan sekadar hasil akhir. Proses ini menjadi aspek yang sangat penting untuk diperhatikan, di mana peneliti, sebagai pengumpul data, harus mampu menyesuaikan diri dengan posisi yang seobjektif mungkin. Dengan demikian, data yang dikumpulkan dapat dipertanggungjawabkan secara tepat dan akurat Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 (Safrudin dkk. , 2. Penelitian kualitatif yang baik memiliki karakteristik seperti: . Peneliti memakai mekanisme pengumpulan data yang sempurna. Peneliti membatasi penelitian pada pada perkiraan serta ciri pendekatan kualitatif. Peneliti memakai pendekatan kualitatif dalam penelitiannya. Penelitian berisi metode yg rinci, pendekatan yg tepat pada pengumpulan data, analisis data, serta penulisan laporan. Peneliti menganalisis data memakai pemisahan analisis pada beberapa level. Metode penelitian kualitatif merupakan pendekatan yang menitikberatkan pada pemahaman yang mendalam terhadap fenomena yang diteliti. Dalam metode ini, pengumpulan data dilakukan secara beragam dan rinci. Berbeda dengan penelitian kuantitatif yang fokus pada pengukuran dan analisis statistik, penelitian kualitatif lebih mengutamakan interpretasi, konteks, dan kompleksitas dari data yang diperoleh (Bahiyah & Gumiandari, 2. Maleong mendefinisikan metode kualitatif menjadi penelitian ilmiah yang bertujuan buat tahu suatu fenomena pada hubungan sosial secara alami menggunakan mengedepankan proses interaksi komunikasi yg mendalam antara peneliti dengan kenyataan yg ingin dibahas. Penelitian kualitatif bertujuan untuk menemukan informasi sedetail-detailnya, dengan penekanan di kelengkapan dan kedalaman info yang didapatkan peneliti, bukan di banyaknya data. Metode penelitian ini dirancang untuk menganalisis novel"Rapuh"karya Onlymeilanii, yang mengisahkan tentang dua anak kembar yang mengalami perlakuan kasih sayang yang berbeda dari orang tua mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis sastra sebagai metode utama. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk menggali makna yang lebih dalam dari teks dan memahami dinamika karakter serta tema yang diangkat dalam novel. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memahami fenomena sosial dan psikologis yang terdapat dalam novel. Dalam konteks ini, peneliti akan menganalisis karakter, hubungan antar karakter, serta tema-tema yang muncul dalam cerita. Penelitian kualitatif memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif karakter dan bagaimana pengalaman tersebut membentuk identitas dan perilaku mereka. Dengan demikian, pendekatan ini sangat sesuai untuk menganalisis novel yang berfokus pada dinamika keluarga dan perkembangan emosional. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah novel "Rapuh"karya Onlymeilanii. Peneliti akan membaca dan menganalisis teks secara mendalam untuk mengidentifikasi tema, karakter, dan konflik yang muncul dalam cerita. Selain itu, peneliti juga akan merujuk pada literatur terkait yang membahas teori-teori psikologi, dinamika keluarga, dan analisis sastra untuk memberikan konteks yang lebih luas terhadap temuan yang diperoleh dari analisis teks. Analisis teks akan dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik, antara lain: Analisis karakter dalam novel: Peneliti akan mengidentifikasi dan menganalisis karakter utama, yaitu dua anak kembar Syifa dan Syafa, serta orang tua mereka. Fokus analisis akan mencakup bagaimana perbedaan kasih sayang yang diterima oleh masing-masing anak yang dapat memengaruhi perkembangan karakter dan hubungan mereka satu sama lain. Analisis tema: Peneliti akan menganalisis tema-tema utama yang terdapat dalam novel, seperti kasih sayang, pengabaian, kebencian, kekerasan, kebohongan, dan konflik. Setiap tema akan dianalisis untuk memahami bagaimana tema tersebut diungkapkan melalui dialog, narasi, dan interaksi antar karakter. Hasil analisis akan disajikan dalam bentuk narasi yang sistematis, di mana peneliti akan Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 menguraikan temuan-temuan utama terkait karakter, tema, dan konflik dalam novel. Peneliti juga akan menyertakan kutipan-kutipan dari teks untuk mendukung analisis yang dilakukan. Selain itu, peneliti akan membahas implikasi dari temuan tersebut dalam konteks yang lebih luas, termasuk dampaknya terhadap pemahaman tentang dinamika keluarga dan perkembangan emosional anak. HASIL DAN PEMBAHASAN Bagi sebagian besar orang, membaca novel adalah sebuah metode untuk mengapresiasi alur Mereka sering kali mendapatkan gambaran yang luas dan kabur mengenai alur cerita serta momen-momen penting. Dalam bukunya. Endah Tri Priyatni menyatakan bahwa kata AunovelAy berasal dari bahasa Latin AunovellusAy, yang merupakan varian dari kata AunovusAy dalam bahasa Inggris, yang berarti AubaruAy. (Lubis, 2. Prosa dianggap sebagai salah satu genre sastra di samping genre lainnya dalam dunia sastra. Meskipun pertentangan itu sendiri hanya bersifat teoritis, genre prosa dan puisi sering dipertentangkan. (Wicaksono, 2. Karena novel lebih panjang daripada cerita pendek, subjeknya tidak diragukan lagi lebih Tidak seperti cerita pendek, yang biasanya memiliki premis yang lebih pendek, penulis berusaha menyampaikan berbagai masalah melalui alur cerita yang lebih panjang dan rumit. (Rahmawati dkk. , 2. Novel memiliki peran penting dalam masyarakat sebagai salah satu karya Hal ini dikarenakan perilaku manusia dalam kehidupan sehari-hari dapat memberikan inspirasi kepada pengarang untuk menggambarkan berbagai tokoh dalam cerita yang mereka ciptakan (Kurrotuain dkk. , 2. Pada bab ini disajikan hasil penelitian dan pembahasan terhadap Konflik Batin yang dialami oleh tokoh utama yaitu Syifa. Kekerasan yang dialami, dan rasa trauma yang dirasakan oleh tokoh Syifa. Hasil penelitian akan disesuaikan dengan rumusan masalah. Melalui kajian psikologi sastra ditemukan berbagai data yang telah ditemukan. Deskripsi Data Sinopsis Cerita Merasakan kasih sayang yang penuh dari orang tua merupakan impian Semua anak Namun, hal itu tidak terjadi pada Syifa, dia merupakan anak kembar dan kembarannya Bernama syafa. Syifa dibenci oleh keluarganya karena kembarannya Syafa telah menghasut kedua orang tuanya bahwa Syifa lah penyebab kematian kakak mereka. Angkasa. Namun, kebenarannya bukanlah itu yang menjadi penyebab kematian Angkasa adalah Syafa bukan Syifa. Syafa terus mengadu domba kembarannya dengan orang tua mereka. Syafa berusaha sekuat mungkin untuk menyembunyikan kebenaran yang sebenarnya dari orang tua mereka. Syafa selalu dipandang sempurna oleh orang tua mereka, namun Syifa? Apa yang dia dapatkan? Kebencian? Kekerasan? Ditengah derasnya hujan malam itu. Syifa menangis seorang diri di tengah jalanan. merenungi kehidupannya 4 tahun terakhir ini. Karena kejadian yang menimpa keluarganya, syifa harus kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Karena malam itu Syifa sangat kacau sampaisampai ia tidak sadar bahwa ia telah dibawa ke rumah sakit oleh seseorang. Ketika membuka matanya. Syifa terkejut mendapati dirinya berada di rumah sakit. Ia bertanya-tanya mengapa ia bisa sampai disini, kemudian dokter yang berjaga menghampiri syifa dan memberitahukannya bahwa ada seorang lelaki yang telah membawanya ke rumah sakit pada saat ia pingsan dijalan. Syifa sempat kebingungan Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 lelaki siapa yang dokter maksud itu, namun kebingungan Syifa mendadak hilang ketika dokter memberitahukan bahwa Syifa menderita penyakit gagal ginjal. Menyalahkan takdir. Syifa telah melakukan itu berulang kali. Namun, sekuat apapun Syifa bertahan mengapa selalu ada cobaan yang menimpanya? Ia sudah kehilangan kasih sayang kedua orang tuanya dan sekarang ia menderita penyakit yang mematikan. Karena penyakit yang ia derita. Syifa harus menjalani cuci darah tiap 2 minggu sekali. Syifa juga sudah bertekad untuk merahasiakan penyakitnya dari keluarganya. Lelaki yang telah membawa Syifa ke rumah sakit adalah lelaki yang bernama Marcell. Karena kejadian tersebut, seiring berjalannya waktu Marcell dan Syifa mulai dekat dan akhirnya mereka menjalin hubungan. Namun hubungan itu tidak berlangsung lama, karena Marcell telah dijebak oleh mantan kekasihnya yang membuat Syifa membenci Marcell. Takdir mana yang harus Syifa syukuri? Tidak menjadi juara kelas, membuat Syifa mendapatkan cambukan oleh sang papa. Dibandingkan dengan kembarannya itu sudah menjadi hal biasa. Namun suatu hari ketika ujian kelulusan Syifa tiba. Syifa berharap ia bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Agar Syifa bisa membuktikan kepada kedua orang tuanya, bahwa Syifa bukanlah anak yang buruk seperti yang mereka kira. Seminggu berlalu, hasil ujian telah tiba dan Syifa sangat gembira ketika mengetahui bahwa ia menjadi juara pertama di angkatannya. Syifa sangat senang ketika Ketika Syifa pulang. Syifa langsung menghampiri kedua orang tuanya dan Syifa menagih janji yang telah ia lakukan dengan mamanya, bahwa jika Syifa berhasil menjadi juara. Mama Syifa akan menuruti apapun permintaan Syifa. Kemudian Syifa mengajukan 3 permintaan kepada mama nya. Ketika Syifa melihat daftar whis listnya. Syifa mencoret Karena pada nomor itu Whis list Syifa adalah sembuh dari penyakitnya. Sembuh? Apa yang Syifa fikirkan? Menjalani cuci darah saja sudah tidak pernah, apalagi berharap untuk sembuh. Seharian Syifa menghabiskan waktu bersama mama nya. Kebahagiaan itu lah yang selama ini Syifa nantikan dan akhirnya sekarang terwujud walaupun diakhir hidupnyaA Setelah Syifa dan mamanya keluar dari mall, ketika mereka hendak menyebrang, tiba-tiba ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi yang sedang mengarah ke arah mereka. Dengan cepat Syifa langsung mendorong mamanya untuk ke tepi dan tubuh Syifa langsung di hantam oleh mobil Melihat Syifa yang berlumuran darah, mama Syifa panik dan langsung membawa anaknya ke rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, mereka kehilangan harapan karena dokter memberitahukan bahwa luka Syifa sangat serius dan ditambah lagi penyakit yang sudah ia derita selama ini sudah semakin parah dan memasuki stadium akhir. Keluarga Syifa yang mengetahui hal tersebut sangat terkejut, bahwasannya selama ini anaknya terlihat baik-baik saja seperti tidak menderita penyakit apapun. Syafa yang mengetahui hal itu merasa menyesal karena ia menuruti permintaan kembarannya untuk tidak memberitahukannya kepada kedua orang tua mereka. Rasa penyesalan mulai muncul pada diri mereka. Karena selama ini mereka terbuai dalam rasa dendam kepada anak mereka sendiri, kenyataan yang selama ini membunuh anak mereka Angkasa bukanlah Syifa melainkan anak yang selama ini mereka banggakan yaitu Syafa. Penyesalan itu tidak berarti untuk mereka, karena pada hari itu juga Syifa menghembuskan nafas terakhirnya dan permintaan terakhir Syifa, ia ingin mencari kebahagiaan yang abadi untuknya. Hasil Penelitian Kekerasan verbal yang dialami oleh tokoh utama Karakter yang baik adalah hasil dari pengetahuan tentang kebaikan, keinginan untuk Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 mencapai kebaikan, serta tindakan untuk mewujudkan kebaikan. Semua ini terwujud melalui kebiasaan dalam cara berpikir, merasakan, dan bersikap (Permata Raharjo dkk. , 2. Ahmadi menegaskan bahwa keluarga adalah platform penting antara individu dan kelompok, kelompok sosial pertama yang diikuti oleh anak-anak, dan lokasi utama untuk sosialisasi sepanjang hidup mereka. Keluarga adalah fondasi utama di mana orang tumbuh, berkembang, dan belajar tentang nilai-nilai yang akan membentuk kepribadian mereka di masa depan. Proses pembelajaran ini terjadi terus menerus sepanjang hidup. (Fatmawati dkk. , 2. Komunikasi, keluarga, keharmonisan keluarga adalah sesuatu yang memiliki hubungan dan saling terikat. Keluarga ialah suatu unit kecil yang didalamnya terdapat suatu kelompok yang membawa segala persoalan Sebab itu keluarga harus memiliki komunikasi yang baik terutama orang tua dengan anak Komunikasi yang terjalin baik adalah kunci dari membangun sebuah keluarga yang harmonis (Astuti & Triayunda, 2. Dalam novel AyRAPUHAy karya Onlymeilanii, tokoh utama yang merupakan anak pertama yang Bernama Syifa memiliki komunikasi yang buruk dalam keluarganya terutama dengan kedua orang Dalam novel ini diceritakan bahwa kedua orang tua dari tokoh utama memiliki sifat yang berbeda ketika bersama dengan kedua anaknya. Tokoh Syifa merupakan tokoh yang tidak beruntung dalam cerita ini. Karena kehidupannya sangat berbeda dengan kembarannya yaitu Syafa yang sangat dibekali kasih sayang oleh keluarganya. Ketika sebuah hubungan keluarga rusak, hal itu akan berdampak negatif pada setiap anggota Namun, dalam hal ini, anak-anak lebih rentan menjadi korban kejahatan kekerasan, seperti ditendang, dipukul, dan lain sebagainya. Baik dari segi hukum maupun sifat manusia, kekerasan sangat dikutuk. Tidak sedikit anak-anak diluaran sana yang menjadi korban kekerasan orang tua mereka, apalagi ayah mereka. Hal tersebut seharusnya tidak terjadi, orang tua harus memiliki peran yang positif dalam keluarga karena mereka adalah panutan pertama anak-anak mereka (Sigiro dkk. Salah satu kutipan yang menjelaskan bahwa tokoh Syifa mengalami kekerasan verbal yang dilakukan oleh kedua orang tuanya dijelaskan pada bab 5. AuBagus yah, jam segini baru pulang. Kamu gak liat udah jam berapa ini?Ay. Ujar Reno yang ternyata sudah menunggu Syifa di ruang keluarga. Tak hanya Reno, tapi juga Rena dan Syafa. AuHEYY. SYIFA. DASARNYA ANAK SIALAN KAMUAy. Teriak Rena geram. Terlihat pada salah satu kutipan dialog tersebut. Syifa mengalami kekerasan verbal yang seharusnya tidak dilakukan oleh orang tuanya. Sebagai orang tua harusnya yang dilakukan mengajak anak berbicara dengan santai dan menanyakan kesehariannya serta bertanya bagaimana kondisinya. Jika orang tua melontarkan perkataan yang seharusnya tidak mereka katakana, secara tidak langsung hal itu dapat membuat anak menjadi mudah sakit hati dan berdampak pada fikiran serta batin mereka. Banyak yang tidak menyadari bahwa orang tua bisa menjadi penyebab munculnya perilaku verbal pada anak sekarang. Hal itu sangat dilarang dan seharusnya tidak terjadi, karena pola asuh seperti ini dapat mempengaruhi konflik batin anak mereka dan rasa trauma yang muncul pada diri mereka (Mahmud, 2. Trauma Trauma merupakan gangguan psikologis yang berbahaya dan dapat mengganggu keseimbangan diri dalam kehidupan seseorang. Menurut Cavanagh, trauma didefinisikan sebagai Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 peristiwa luar biasa yang memiliki dampak besar terhadap kehidupan. Ketika trauma terjadi, ia dapat menyebabkan luka serta perasaan sakit yang mendalam (Tambunan, 2. Kegembiraan dan kepuasan yang dirasakan anak-anak saat mereka bermain dapat mengurangi atau bahkan menggantikan rasa takut atau kerusakan psikologis yang mereka alami. (Syahri & Ifdil, 2. Selain kesenangan, orang-orang di dunia saat ini juga mengalami berbagai kesedihan dan masalah, yang mungkin bermanifestasi dalam bentuk konflik, kekerasan, atau bencana alam. Beberapa orang mungkin terluka secara permanen oleh pengalaman traumatis ini, baik secara langsung maupun tidak langsung, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Kita dapat menyebutnya sebagai trauma. Reaksi emosional terhadap suatu kejadian, seperti kekerasan, perundungan, atau bencana alam, adalah definisi lain dari trauma. Selain itu, trauma dapat disebabkan oleh kekuatan internal dan eksternal. Bukan hal yang aneh bagi mereka untuk mendapatkan kembali kontrol diri atau sembuh dari trauma dalam situasi ini. (Alawiyah, 2. Dalam novel AuRAPUHAy karya Onlymeilanii ini, tokoh utama memiliki rasa trauma yang Rasa trauma itu disebabkan karena keluarganya dan pasangannya sendiri. Dalam keluarganya, syifa sangat takut ketika memberitahukan kepada kedua orang tuanya bahwa ia tidak mendapatkan juara kelas karena jika hal itu terjadi, syifa akan terkena amukan dari papanya. Salah satu kutipan yang menunjukkan bahwa rasa trauma yang dialaminya berasal dari papa nya sendiri terdapat pada bab 9. AuAPA-APAAN KAMU SYIFA? NILAI APA INI? MATEMATIKA CUMA 80. BAHASA INGGRIS 79. MALU SAYA LIHAT KAMU SYIFA. KAMU LIHAT NILAI SYAFA. DIA SEMPURNA PALING RENDAH 99. KAMU? PALING TINGGI 98? RUGI KAMU BELAJATAy. Bentak Reno tepat dihadapan Syifa. Pada kutipan diatas, terlihat bahwa orang tua Syifa membandingkannya dengan kembarannya yaitu Syafa. Padahal porsi setiap anak berbeda-beda. Apalagi menyangkut pemikiran mereka dalam bidang Perkataan tersebut seharusnya tidak terlontarkan dari mulut orang tua, karena hal itu dapat membuat rasa trauma untuk sang anak dan gangguan mental mereka. Rasa trauma juga dialami oleh tokoh utama yang disebabkan oleh pasangannya sendiri yaitu Marcell ketika Syifa mengetahui bahwa Marcell telah membohongi Syifa. Salah satu kutipan yang menunjukkan rasa trauma yang disebabkan oleh pasangannya sendiri terdapat pada bab 14. AyLo pasti bingung ya Syif, tapi ini kenyataan. Cowo lo ini udah ngehamilin gue, dia yang merebut mahkota gueAy. Sentak Jessica menggebu-gebu. AuI-ni maksudnya apa cel?Ay. Ujar Syifa lirih. AuLO NGEHIANATIN KEPERCAYAAN GUE KE LO CEL? JAHAT LO CEL. JAHATAy. Bentak Syifa membuat atensi semua pengunjung cafy beralih kepada mereka bertiga, seolah bertanya apa yang terjadi? Pada cuplikan tersebut terlihat bahwa tokoh utama mengalami rasa trauma, karena kepercayaan yang selama ini ia tanam pada pasangannya telah menghianati dirinya. Rasa kepercayaan yang ia tanam pada diri pasangannya ternyata sudah dikhianati oleh pasangannya. Konflik Batin Pengertian konflik batin merujuk pada situasi di mana terjadi pertentangan antara dua Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 gagasan atau lebih, atau keinginan yang saling bertolak belakang dalam diri seseorang. Hal ini dapat memengaruhi perilaku dan keputusan yang diambil (Faradila dkk. , 2. Dalam pandangan Freud, manusia memiliki struktur kepribadian. Id, ego, dan super ego adalah tiga komponen yang membentuk struktur kepribadian. Struktur kepribadian bawaan adalah id. Komponen kepribadian yang dikenal sebagai ego bertindak sebagai mediator antara super ego dan id. Salah satu jenis struktur kepribadian yang bersifat menghukum adalah hiper ego. (Ahmadi, 2. Metode yang menyelidiki sifat dan evolusi kepribadian manusia adalah teori psikoanalisis. Komponen utama teori ini adalah emosi, motivasi, dan sejumlah ciri-ciri kepribadian lainnya. Psikoanalisis berpendapat bahwa konflik dalam karakteristik psikologis ini, yang sering muncul di masa kanak-kanak atau masa kanak-kanak awal, mengarah pada pembentukan kepribadian. Pendapat Sigmund Freud, yang mendasarkan tesisnya pada pengalaman pasiennya, memiliki pengaruh yang signifikan terhadap gagasan ini. (Ardiansyah dkk. , 2. Karya sastra mampu menyimpan sekaligus mengungkapkan rahasia yang tersembunyi dalam diri para tokoh, yang pada gilirannya tanpa disadari dapat mengubah pola pikir dan perilaku mereka. Dalam proses ini, mekanisme pertahanan ego berperan penting dalam membantu individu beradaptasi dengan kecemasan yang dialami (Solihah & Ahmadi, 2. Pendekatan psikoanalisis Sigmund-Freud konflik batin yang dialami oleh tokoh utama dalam novel AuRAPUHAy karya Onlymeilanii. Freud mengidentifikasi energi psikis dan kecemasan manusia sebagai sarana untuk memenuhi keinginan dasar, seperti keinginan untuk makan atau menghindari rasa sakit atau penderitaan. Kepribadian yang paling mendasar (Wardianto & Khomsiyatun, 2. Dalam novel AuRAPUHAy karya Onlymeilanii, yang tergolong dalam aspek id adalah sebagai Kesenjangan Sosial Pada novel "RAPUH" karya Onlymeilanii, aspek id adalah konflik batin. Ini disebabkan oleh ketidaksetaraan sosial berdasarkan harapan protagonis yang tidak memenuhi kenyataan. Kutipan berikut mengkategorikan aspek -aspek ini: AuIni yang papa namakan didikan? Seharusnya papa mama itu tanya kenapa aku pulang malam, darimana aja aku. Papa gak tanya itu, lagi dan lagi setiap aku pulang hanya tamparan saja yang aku terima bukan kasih sayangAy. Ucap Syifa dengan suara parau dan air mata mengalir dari sudut matanya. AyIyah bi, mungkin mereka sudah berangkat yahAy. Ujar Syifa dengan senyum manis di Dirumah ini hanya ada satu orang yang menyayanginya, yaitu bi Surti. Surti menganggap Syifa sebagai anaknya, kadang bi Surti juga merasa kasihan dengan nasib Syifa. Pada kutipan diatas, terlihat tokoh Syifa yang merasakan bahwa kehadiran dirinya di keluarganya sangat tidak diharapkan. Dalam dirinya Syifa sangat berharap bahwa ia bisa diperlakukan seperti saudaranya Syafa. Ketidaksepakatan antara tuduhan dan pernyataan yang tulus Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 Kejujuran seseorang bertentangan dengan anggapan orang-orang yang tidak mempercayainya, yang merupakan komponen kedua dari penyebab id. Ini juga terjadi dalam sejarah karakter Sifa. Kutipan berikut tentang aspek -aspek ini: AyIya emang ga ada sejarahnya lo takut sama gue kalo ga sembunyi di balik kesalahan, coba kalo lo gak sembunyi dari kesalahan lo yang ngilangin nyawa Kak Asa. Mungkin lo yang ada di nasib gue. Dasar pengecutAy. Sahut Syifa lalu ia beranjak pergi dari dapur meninggalkan Syafa yang masih mematung dan membeku mencerna ucapannya. Kutipan diatas tokoh Syifa yang berani melawan kebenaran yang sebenarnya bahwa yang membunuh kakanya adalah kembarannya Syafa bukan dirinya. Asmara Asmara adalah faktor ketiga yang memicu id. Banyak orang juga mengalami elemen ini di dunia nyata. tidak terbatas pada dunia fiksi. Terdapat salah satu kutipan yang peneliti dapatkan dari novel tersebut. Syifa tersenyum memandangi pesan terakhir dari Marcell, kemudian dia menaruh Hp-nya diatas nakas dan merebahkan tubuhnya dikasur king size-nya. AuOkey, besok gue Gue mau jadi pacarnyaAy. Ujarnya sembari tersenyum-senyum sendiri. Kutipan diatas terlihat bahwa tokoh Syifa memiliki rasa cinta pada temannya Marcell dan akan menerima tawaran Marcell agar dirinya menjadi kekasih Syifa. EGO Dibandingkan dengan id, elemen ego adalah tingkat yang lebih berkembang. Keinginan dapat dipenuhi melalui ego dengan cara yang sesuai dengan norma-norma sosial. Ego adalah komponen penting dalam menavigasi realitas kehidupan karena beroperasi pada tiga tingkat kesadaran yang berbeda: sadar, pra-sadar, dan bawah sadar. Seseorang yang memperhitungkan ego akan menimbang manfaat dan kerugian dari beberapa tindakan daripada bertindak gegabah berdasarkan dorongan hati. Manifestasi ego dapat mengambil berbagai bentuk, seperti menahan diri dari kebiasaan buruk seperti memakan makanan orang lain ketika Anda lapar atau menunda tindakan sampai saat atau keadaan yang lebih baik muncul. (ANANDA MUHAMAD TRI UTAMA, 2. Kesenjangan sosial Ketidaksetaraan sosial adalah faktor terpenting pada tingkat ego ini. Sejak ID, aspek ini telah meningkat ke tingkat yang sangat tinggi. Dalam hal ini, protagonis akan melakukan sesuatu yang menciptakan kesenjangan sosial. Salah satu kutipan kesenjangan social tersebut sebagai berikut. AuTerus? Aku harus apa biar papa maafin aku? Apa aku harus mati? Biar imbang?Ay. Tanya Syifa. Air mata gadis itu tak henti-hentinya mengalir dari kelopak mata indahnya. Reno tak pernah melihat gadis itu menangis begitu deras seperti ini, tapi rasa sakit hatinya atas meninggalnya putranya itu masih membekas di hatinya. Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 Dalam kutipan diatas terlihat tokoh Syifa yang sudah pasrah terhadap perlakuan orang tuanya kepadanya. Pada kutipan tersebut. Syifa sangat kecewa atas apa yang orang tua mereka harapkan ke Syifa, bahwa orang tua Syifa ingin dirinya bernasib sama seperti kakaknya. Asmara Aspek yang kedua ini adalah aspek asmara. Aspek asmara juga memiliki tingkatan yang bisa dibilang cukup tinggo dibandingkan aspek id. Syifa terkekeh miris mengingat kalimat yang pernah Marcell ucapkan waktu itu. AuTernyata kamu yang ninggalin aku cel, aku emang gak bisa bersama kamu selamanya. Tapi aku pernah berusaha cel, buat berjuang bersama kamu. KAMU JAHAT MARCELL. KAMU JAHAT. KAMU ORANG TERJAHAT YANG AKU TEMUI SETELAH KELUARGA AKU. AKU BENCI KAMU CELLAy. Teriak gadis itu membuat para pengunjung menoleh kearahnya. Tidak beruntung dalam keluarga. Syifa berharap bahwa dirinya bisa beruntung dalam hal percintaan. Namun takdir berkata lain, bahkan pada percintaannya dengan kekasihnya Syifa juga harus menanggung rasa sakit atas kebohongan yang dilakukan oleh kekasihnya. SUPER EGO Superego adalah elemen terakhir dari karakter manusia. Superego mulai berkembang sekitar usia lima tahun, menurut pencipta teori psikoanalisis asal Jerman. Prinsip-prinsip moral yang ditanamkan oleh orang tua dan lingkungan menjadi dasar bagi superego. Ketika memutuskan mana yang baik dan buruk, superego bertindak sebagai pemandu. Selain itu, superego juga bertindak sebagai dasar untuk pengambilan keputusan individu. Nilai Kebaikan Peringkat kebaikan ini mewakili anggapan bahwa seseorang percaya bahwa aktivitasnya baik untuk dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya dalam keadaan tertentu. Berikut adalah beberapa kutipan yang menyoroti perspektif superego tentang kebaikan. Syifa meneteskan Kembali air matanya. Apa ia tak layak untuk bahagia? Kenapa kebahagiaan hanya datang sesaat? Tuhan memang tak adil, pikirnya. Pada nilai kebaikan di superego ini, tokoh Syifa bertanya kepada dirinya mengapa ia selalu salah dalam hal apapun? Apakah ia tidak berhak bahagia seperti yang dirasakan orangorang diluaran sana? Syifa bertanya kepada dirinya kapankah takdir akan berpihak Penyesalan Dalam aspek superego, penyesalan adalah tindakan yang mengevaluasi kegagalannya untuk memenuhi harapan orang tuanya. Berikut adalah kutipannya. AuMa. Syifa gak minta apa-apa. Juga, a-anak mana yang rela b-biarin mamanya ketabrak Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 mobil, kalau kejadian itu di depan matanya sendiri. U-udah ya ma, j-angan ngerasa bersalahAy. Tangan gadis itu terangkat untuk menghapus air mata Rena. Pada kutipan diatas, terlihat penyesalan yang muncul pada mama Syifa. Karena anak yang selama ini ia benci sudah menyelamatkan dirinya dari maut. Nilai kejujuran Aspek kejujuran terlihat pada novel "Bumi dan Lukanya" adalah cerminan dari karakter tokohnya, yang dipengaruhi oleh berbagai kejadian yang memaksanya untuk mengungkapkan kebenaran, baik dengan terpaksa maupun secara tulus. Berikut ini adalah kutipan yang menggambarkan hal tersebut. AuMaaf pa ma, ma-maaf Syafa udah bohong hiks hiks. Se-sebenarnya yang nyebabin kecelakaan waktu itu S-syafa pa, ma hiks hikssAy. Mereka yang mendengar penjelasan Syafa Kutipan diatas, terlihat bahwa kembaran Syifa yaitu Syafa akhirnya sudah mengakui kesalahannya selama ini, bahwa penyebab dari kematian kakaknya. Angkasa adalah dirinya dan bukan Syifa. Sembilan contoh konflik batin yang dialami oleh tokoh utama ditemukan dalam analisis data yang telah penulis lakukan. Karena alur cerita dalam buku ini lebih terfokus pada harapan-harapan tokoh utama yang tidak pernah terwujud dan terjadi sesuai dengan kenyataan, maka kejadian ini lebih banyak terjadi pada segmen Id. SIMPULAN Novel "Rapuh" karya Onlymeilanii mengisahkan Syifa, seorang gadis yang mengalami trauma mendalam akibat perlakuan tidak adil dari keluarganya dan pengkhianatan kekasihnya. Marcell. Jurnal ini menganalisis konflik batin Syifa menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud, menemukan 9 kasus konflik yang lebih dominan pada aspek Id, yang disebabkan oleh kesenjangan sosial, pertentangan antara kejujuran dan tuduhan, dan asmara. Jurnal ini juga membahas kekerasan verbal yang dialami Syifa dari orang tuanya, yang memperburuk trauma dan konflik batinnya. Secara keseluruhan, jurnal ini menunjukkan bagaimana trauma, kekerasan verbal, dan konflik batin dapat memengaruhi kehidupan seorang individu, khususnya dalam konteks keluarga dan hubungan DAFTAR PUSTAKA