JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 47-58 ISSN : 2985-4768 PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT PRIME SUPPLY SOLUTIONS KOTA DEPOK Gilang Surya Adi1. Liawati2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan e-mail: 1Gilangsuryaadi15@gmail. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pamulang. Tangerang Selatan e-mail: 2 dosen02579@unpam. ABSTRACT This study aims to determine the positive and significant effects of leadership style and work environment on employee performance at PT Prime Supply Solutions in Depok, both partially and simultaneously. The research focuses on understanding the influence of leadership style and work environment on employee performance within the company. A total of 63 samples were used, employing a saturated sampling technique from the entire population of employees at PT Prime Supply Solutions in Depok. This research utilized a quantitative method with a Likert scale. The analysis included descriptive analysis, data instrument testing, classical assumption testing, quantitative analysis, and hypothesis testing. Based on multiple regression calculations, the variables of leadership style (X. and work environment (X. produced the equation Y = 0. 537 X1 0. 416 X2. The t-test for Leadership Style yielded a t-value greater than the t-table . 035 > 2. with a significance value of 0. 00 < 0. 05, leading to the rejection of Ho and acceptance of H1, indicating that leadership style affects employee The t-test for Work Environment also showed a t-value greater than the t-table . 092 > 2. with a significance value of 0. 00 < 0. 05, resulting in the rejection of Ho and acceptance of H2, meaning that work discipline influences employee performance. The F-test produced an F-value greater than the F-table . 915 > 3. with a significance value of 00 < 0. 05, leading to the rejection of Ho and acceptance of H3, indicating that leadership style and work environment simultaneously affect employee performance. The company needs to conduct in-depth surveys to understand issues related to access to technology and resources, as well as a thorough evaluation of leadership style with a focus on enhancing employee This will ensure that the human resources within the company are more comfortable and improve communication with superiors in the future. Keywords: Leadership Style. Work Environment. Employee Performance. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh positif dan signifikan gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada PT Prime Supply Solutions Kota Depok, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja terhadap kinerja karyawan pada perusahaan. Dalam penelitian ini menggunakan 63 sampel yang menggunakan teknik sampling jenuh yaitu dari jumlah seluruh karyawan PT Prime Supply Solutions Kota Depok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang menggunakan ketentuan skala likert. Seperti halnya pengujian. Analisis Deskriptif. Uji Instrumen Data. Uji Asumsi Klasik. Analisis Kuantitatif, dan https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 47-58 ISSN : 2985-4768 Pengujian Hipotesis. Berdasarkan perhitungan regresi berganda pada variabel gaya kepemimpinan (X. dan lingkungan kerja (X. memiliki persamaan Y = 0. 537 X1 416 X2. Uji t Gaya Kepemimpinan memperoleh nilai thitung > ttabel . 035 > 2. dengan nilai signifikansi 0. 00 < 0. 05 Ho ditolak dan H1 diterima yang artinya gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Uji t Lingkungan Kerja memperoleh nilai thitung > ttabel . 092 > 2. dengan nilai signifikansi 0. 00 < 0. 05 Ho ditolak dan H2 diterima yang artinya disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Uji F memperoleh nilai Fhitung > Ftabel . 915 > 3. dengan nilai signifikansi 0. 00 < 0. 05 Ho ditolak dan H3 diterima yang artinya gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan. Perusahaan perlu melakukan survei mendalam untuk memahami masalah akses terhadap teknologi dan sumber daya dan evaluasi mendalam terhadap gaya kepemimpinan dengan fokus pada peningkatan keterlibatan karyawan. Sehingga sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan kedepannya lebih nyaman serta lebih baik dalam komunikasi kepada atasan. Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan. Lingkungan Kerja. Kinerja Karyawan. Dalam pelaksanaan kinerja pada PENDAHULUAN perusahaan masih terdapat banyak kendala Di era digitalisasi industri. Sumber faktor-faktor daya manusia menjadi faktor yang menjadi penghambat kinerja karyawan diantaranya perhatian utama dalam organisasi dan gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja Industri distribusi dan terhadap kinerja karyawan. Karna pada manufaktur alat laboratorium serta mesin dasarnya karyawan adalah aset terpenting besar memainkan peran kunci dalam bagi perusahaan, dalam hal ini perusahaan mendukung berbagai sektor, termasuk membutuhkan sumber daya manusia kesehatan, pendidikan, dan penelitian. potensial, manajer, dan karyawan yang Dengan meningkatnya kebutuhan untuk dapat berkontribusi dengan baik dan inovasi dan efisiensi, sektor ini mengalami melaksanakan tugas secara maksimal, dari pertumbuhan yang signifikan. Perusahaan aspek kualitas kerja, kuantitas kerja, dalam sektor ini menghadapi berbagai pelaksanaan tugas, tanggung jawab dan tantangan, termasuk fluktuasi ekonomi, regulasi yang ketat, dan ketersediaan PT Prime Supply Solutions Kota sumber daya. Depok merupakan salah satu perusahaan Sumber daya manusia merupakan yang bergerak dalam bidang distributor, salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan. Kemajuan perusahaan laboratorium serta penyedia mesin dan alat ditentukan oleh kinerja dan efektivitas Menjadi perusahaan yang berkualitas karyawannya dalam menjalankan tugas yang berkomitmen untuk memastikan Setiap kepuasaan pelanggan agar menjadi pilihan pertama di pasar distribusi bagi mitra kami melaksanakan tugas secara efektif dan yang berupaya untuk mencapai tingkat Tujuannya agar perusahaan terus penjualan maksimum. Melalui penggunaan meningkatkan daya saing pada perusahaan sumber daya logistik dan kebijakan lain karna pada dasarnya perusahaan dan pemasaran yang efisien dengan bertekad karyawan adalah dua pihak yang saling menjadi perusahaan perdagangan besar atas dasar balas jasa atau kontrak yang bergerak https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 47-58 perdagangan besar berbagai macam barang. Berdasarkan obervasi yang peneliti Karyawan permasalahan yang timbul dalam PT Prime Supply Solutions Kota Depok yaitu gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja. Yang dimana masih kurang tegasnya pimpinan lingkungan kerja yang belum optimal sehingga karyawan belum mampu bekerja sesuai standar pada PT Prime Supply Solutions Kota Depok. Hal ini bisa dilihat pada tabel dibawah ini berdasarkan standar penilaian kinerja karyawan pada PT. Prime Supply Solutions Depok yang bisa dilihat pada tabel dibawah ini berdasarkan tabel ISSN : 2985-4768 Nilai (%) Kategori 70 Ae 79 Cukup 61 - 69 Kurang 60 - Kebawah Buruk Sumber : PT Prime Supply Solutions Kota Depok Standar penilaian kinerja Karyawan dapat dilihat dari tabel 1. 1 diharapkan bisa menjadi pedoman atau acuan untuk meningkatkan kinerja Karyawan bagi seluruh Karyawan PT. Prime Supply Solutions Depok. Kemajuan suatu perusahaan ditentukan oleh kinerjanya dan menjalankan fungsi intinya. Seluruh Tabel 1. Rekapitulasi Standar Nilai Kinerja karyawannya mampu menyelesaikan tugas Karyawan secara efektif dan efisien. Tujuannya agar PT. Prime Supply Solutions Kota Depok suatu perusahaan dapat lebih meningkatkan Nilai (%) Kategori daya saingnya dibandingkan dengan perusahaan lain. Perusahaan dan karyawan 91 - Keatas Sangat Baik Hal ini bisa dilihat pada 80 - 90 Baik tabel dibawah ini berdasarkan pada tabel 2 berikut: Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Kinerja Karyawan PT Prime Supply Solutions Kota Depok 2021 - 2023 Aspek Penilaian Kerja Kerja sama Tanggung Waktu Nilai Kriteria Nilai Kriteria Nilai Kriteria Baik Cukup Cukup Cukup Kurang Kurang Baik Cukup Cukup https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 47-58 Aspek Penilaian Kerja Kualitas Kuantitas Kedisplinan ISSN : 2985-4768 Nilai Kriteria Nilai Kriteria Nilai Kriteria Baik Cukup Cukup Baik Baik Cukup Baik Cukup Cukup Sumber : PT Prime Supply Solutions Kota Depok https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 47-58 Berdasarkan hasil pada tabel 1. 2 dapat dilihat dari kondisi kerja Karyawan pada PT Prime Supply Solutions Kota Depok pada tahun 2021 - 2023 mengalami penurunan terutama pada tanggung jawab Nilai tanggung jawab pekerjaan dalam kurun waktu 3 tahun mengalami penurunan signifikan, dari 75 . di tahun 2021 menjadi 65 . pada tahun 2022 dan 62 . pada tahun 2023. Ini konsistensi dan komitmen karyawan dalam menjalankan tugas mereka. Penurunan kepemimpinan yang kurang tegas dan kurang melibatkan karyawan, serta lingkungan kerja yang kurang nyaman. Faktor-faktor ini membuat karyawan tidak merasa memiliki tanggung jawab penuh penilaiannya terus menurun setiap tahun. Oleh karena itu, peningkatan kinerja karyawan menjadi suatu hal yang penting kepemimpinan dan lingkungan kerja yang dapat mempengaruhi dan membantu karyawan bekerja sesuai standarnya secara optimal, apabila seorang karyawan tidak terbebani dalam pekerjaannya maka ia akan merasa nyaman disana dan apabila lingkungan kerja yang dirasa tidak sesuai maka prestasi kerjanya akan menurun sehingga berpengaruh terhadap kinerja Karyawan, untuk meningkatkan kinerja karyawan PT Prime Supply Solutions Kota Depok harus membuat standar penilaian kinerja karyawan yang optimal. METODE PENELITIAN Jenis Penelitian Jenis Menurut Sukmadinata . penelitian kuantitatif merupakan prosedur penelitian yang dilakukan secara sistematis, https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 menggunakan angka-angka, pengolahan statistik, struktur dan percobaan terkontrol. Populasi Dan Sampel 1 Populasi Menurut Sugiyono . menyatakan bahwa AuPopulasi adalah jumlah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek dan karakteristik yang ditetapkan oleh peneliti dan kemudian ditarik kesimpulannyaAy. Dari pengertian di atas, disimpulkan populasi adalah keseluruhan karakteristik atau sifat subjek atau objek yang dapat ditarik sebagai sampel, dalam penelitian ini populasinya adalah karyawan PT. Prime Supply Solutions Depok yang berjumlah 63 Karyawan. Sampel Menurut Sugiyono . , sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi \=eknik pengambilan sampel pada penelitian ini dengan nonprobability sampling dengan teknik sampling jenuh. Menurut Sugiyono . menyatakan bahwa AuSampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampelAy. Pada penelitian ini sampel yang digunakan sebanyak 63 Uji Asumsi Klasik Uji Normalitas Menurut Ghozali . uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah pada suatu model regresi, suatu variabel independen dan variabel dependen ataupun keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak normal. Apabila suatu variabel tidak berdistribusi secara normal, maka hasil uji statistik akan mengalami Pada uji normalitas data dapat dilakukan dengan menggunakan uji One Sample Kolmogorov Smirnov yaitu dengan JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 47-58 ketentuan apabila nilai signifikansi diatas 5% atau 0,05 maka data memiliki distribusi Sedangkan jika hasil uji One Sample Kolmogorov Smirnov menghasilkan nilai signifikan dibawah 5% atau 0,05 maka data tidak memiliki distribusi normal. Uji Multikolinearitas Menurut Ghozali . pada pengujian multikolinearitas bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independent atau variable bebas. Efek dari multikolinearitas ini adalah menyebabkan tingginya variabel pada sampel. Hal tersebut berarti standar error besar, akibatnya ketika koefisien diuji, t-hitung akan bernilai kecil dari t-tabel. Hal ini menunjukkan tidak adanya hubungan linear dipengaruhi dengan variabel dependen. Untuk menemukan terdapat atau tidaknya multikolinearitas pada model regresi dapat diketahui dari nilai toleransi dan nilai variance inflation factor (VIF). Nilai Tolerance mengukur variabilitas dari variabel bebas yang terpilih yang tidak dapat dijelaskan oleh variabel bebas Jadi nilai tolerance rendah sama dengan nilai VIF tinggi, dikarenakan VIF = 1/tolerance, dan menunjukkan terdapat kolinearitas yang tinggi. Nilai cut off yang digunakan adalah untuk nilai tolerance 0,10 atau nilai VIF diatas angka 10. Uji Heteroskedastisitas Uji ini bertujuan untuk melakukan uji apakah pada sebuah model regresi terjadi ketidaknyamanan varian dari residual dalam satu pengamatan ke pengamatan lainnya. Apabila varian berbeda, disebut heteroskedastisitas. Salah satu cara untuk mengetahui ada tidaknya heteroskedastisitas pada suatu model regresi linier berganda, yaitu dengan melihat grafik scatterplot atau dari nilai https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 prediksi variabel terikat yaitu SRESID dengan residual error yaitu ZPRED. Apabila tidak terdapat pola tertentu dan tidak menyebar diatas maupun dibawah angka nol pada sumbu y, maka dapat Untuk model penelitian yang baik adalah yang tidak terdapat heteroskedastisitas (Ghozali, 2. Uji Koefisien Korelasi Dalam sebuah penelitian, kekuatan atau arah hubungan antara variable independen dengan variabel dependen perlu diukur. Menurut Sugiyono . Uji Koefisien Determinasi Koefisien ukuran yang digunakan dalam analisis regresi untuk menunjukkan seberapa baik model regresi dapat menjelaskan variasi dalam variabel dependen. Menyatakan bahwa koefisien determinasi, yang biasanya dilambangkan dengan R2, menunjukkan proporsi variasi dalam variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen dalam model Nilai R2 berkisar antara 0 hingga 1, di mana nilai yang mendekati 1 menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan yang baik dalam menjelaskan variasi data. Uji Parsial (Uji . Uji statistik t digunakan untuk mengetahui seberapa satu variabel independen secara individual dalam menjelaskan dependen (Ghozali, 2017:. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari masing-masing variabel variabel dependen dilakukan dengan cara sebagai berikut: Jika nilai signifikan < 0,05 maka Ha diterima dan H0 ditolak, berarti JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 47-58 variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikan > 0,05 maka Ha ditolak dan H0 diterima, berarti variable independen tidak berpengaruh terhadap variabel dependen. Uji Simultan (Uji F) Uji simultan, yang juga dikenal sebagai uji F, adalah metode statistik yang digunakan untuk menentukan apakah variabel independen secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen. Menurut Ghozali . , uji F bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh keseluruhan dari variabel bebas terhadap variabel terikat dalam model regresi. Untuk mengetahui pengaruh keseluruhan dari variabel bebas terhadap variabel terikat berdasarkan kriteria pengujian sebagai berikut: Jika nilai signifikansi F < 0,05, maka hipotesis nol (H. ditolak, yang berarti ada pengaruh signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen. Jika nilai signifikansi F > 0,05, maka H0 diterima, yang menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan dari variabel independen terhadap variabel dependen. Menurut Sugiyono . HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik dilakukan untuk menilai keakuratan data serta signifikansi hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, sehingga hasil analisis dapat diinterpretasikan dengan lebih tepat, efisien, dan terhindar dari kelemahan yang mungkin timbul akibat adanya gejala-gejala asumsi klasik. Hal ini juga bertujuan untuk digunakan untuk dilanjutkan sebagai data Pengujian dilakukan dengan menggunakan program SPSS Versi 26. Dalam penelitian ini uji asumsi klasik yang https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 dilakukan adalah terdiri dari uji normalitas. Uji Normalitas Uji normalitas data bertujuan untuk menguji apakah sampel yang digunakan mempunyai distribusi normal atau tidak. Dalam model regresi linier, asumsi ini ditunjukkan oleh nilai residual yang berdistribusi normal. Model regresi yang baik adalah model regresi yang dimiliki distribusi normal atau mendekati normal, sehingga layak dilakukan pengujian secara Pengujian normalitas data Test Normality Kolmogorov-Smirnov dalam program SPSS. Menurut Ghozali . dasar pengambilan keputusan bisa dilakukan . symtotic significanc. , yaitu: Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari model regresi adalah normal. Jika probabilitas < 0,05 maka distribusi dari model regresi adalah tidak Tabel 4. Hasil Uji Normalitas KolmogorovSmirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandar Residual Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 47-58 Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true Sumber: Data diolah 2025 Berdasarkan hasil pengujian pada 11 yang dimana memperoleh nilai signifikansinya = 0. 200 yang dimana nilai tersebut lebih besar dari 0. Dengan demikian penulis menyimpulkan asumsi distribusi persamaan pada uji normalitas ini adalah normal. Uji Multikolinearitas Uji multikolinieritas adalah metode statistik yang digunakan untuk mendeteksi keberadaan ketergantungan linier yang tinggi antara dua atau lebih variabel independen dalam suatu model regresi. Multikolinieritas dapat terjadi ketika ada korelasi yang kuat antara variabel-variabel independen, yang dapat mengganggu interpretasi dan keandalan hasil regresi. Jika nilai VIF < 10. 00 maka artinya tidak terjadi multikolinieritas dalam model regresi, sebaliknya Jika nilai VIF > 10. maka artinya terjadi multikolinieritas dalam model regresi. Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa Unstand Standar ardized dized Collinear Coefficie Coeffic Statistics Std. Erro Si Toler VI Model B r Beta t g. 1(Constan . Gaya Kepemi https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 Lingkun . Kerja Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber: Data diolah 2025 Hasil pengujian multikolinearitas yang ada pada tabel 4. 12 memperoleh nilai kepemimpinan (X. dan lingkungan kerja (X. 207 nilai tersebut lebih besar 1, dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) memperoleh nilai pada variabel gaya kepemimpinan (X. dan lingkungan kerja (X. memperoleh nilai 4. 821 yang dimana nilai tersebut kurang dari 10 . Maka penulis menyimpulkan model regresi ini dinyatakan tidak ada gangguan dalam Uji Heteroskedastisitas Menurut Ghozali . uji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan kepengamatan lain. Untuk heteroskedastisitas dengan memakai grafik pada SPSS. Uji metode statistik yang digunakan untuk menguji apakah terdapat perbedaan yang signifikan dalam variasi . antara kelompok-kelompok atau sub-sampel dalam suatu dataset. Heterokedastisitas terjadi ketika varians . data tidak konstan di seluruh rentang nilainya. Salah satu cara mendeteksi ada nya ketidaksamaan varians residul dengan menggunakan uji Glejser. Adapun ketentuan jika nilai signifikansi (Sig. ) lebih besar dari 0. 05, maka kesimpulannya tidak terjadi gejala heteroskedastisitas dalam model regresi. Sebaliknya jika nilai signifikansi (Sig. ) lebih kecil dari 0. maka kesimpulannya terjadi gejala heteroskedastisitas dalam model regresi. JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 47-58 Tabel 4. Hasil Uji Heterokedastisitas Glejser Coefficientsa Stand Unstandard ardize Coefficient Coeffi Std. Model B Error Beta t Sig. 1 (Constan -. - . ISSN : 2985-4768 pada varibel gaya kepemimpinan (X. 310, dan pada variabel lingkungan kerja (X. Berdasarkan perolehan nilai signifikansi kedua variabel antara beban kerja dan disiplin kerja, penulis menyimpulkan regression model pada data ini tidak ada gangguan Karena signifikansi kedua variabel lebih besar dari 05, sehingga model regresi ini layak dipakai sebagai data penelitian. Uji Parsial (Uji . Uji t parsial . artial t-tes. adalah Gaya metode statistik yang digunakan untuk Kepemi menguji apakah suatu variabel independen tertentu secara signifikan mempengaruhi Lingkun . - . variabel dependen dalam suatu model regresi linear berganda, ketika kontrol Kerja terhadap variabel-variabel independen Dependent Variable: ABS_Res lainnya telah dilakukan. Uji t parsial memungkinkan kita untuk mengevaluasi Sumber: Data diolah independen yang spesifik terhadap variabel Hasil uji heteroskedastisitas pada dependen, dengan mengontrol pengaruh 13 memperoleh nilai signifikansi variabel independen lainnya. Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis (Uji . Variabel Gaya Kepemimpinan (X. Dan Variabel Lingkungan Kerja (X. Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Coefficientsa Unstandardized Standardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Std. Model Error Beta t Sig. Tolerance VIF 1 (Constan. Gaya Kepemimpinan Lingkungan Kerja Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber: Data diolah 2025 dicari dengan menggunakan rumus /2 = Berdasarkan tabel 4. 19 diatas untuk 0,05 = 0. 025 dengan derajat bebas N-k-1 menentukan nilai t pada Tabel distribusi t yaitu 63 Ae 2 Ae 1 = 60, maka diperoleh tTabel https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 47-58 ISSN : 2985-4768 Jika nilai thitung > t tabel signifikansi (Sig. ) 0. 00 < 0. 05, maka dan nilai signifikansi < 0. 05 maka dapat dapat diartikan bahwa terdapat disimpulkan bahwa variabel tersebut pengaruh yang signifikan antara berpengaruh signifikan. Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Diperoleh nilai Gaya Kepemimpinan Karyawan (X. thitung sebesar 5. Karena Uji imultan (Uji F) thitung lebih besar daripada ttabel Uji F simultan . imultaneous F-tes. 035 > 2. 000 dan nilai adalah metode statistik yang digunakan signifikansi (Sig. ) 0. 00 < 0. 05, maka untuk menguji secara bersama-sama dapat diartikan bahwa terdapat apakah sekelompok variabel independen pengaruh yang signifikan antara Gaya secara signifikan mempengaruhi variabel Kepemimpinan terhadap Kinerja dependen dalam suatu model regresi linear Karyawan Uji ini bertujuan untuk Diperoleh nilai variabel Lingkungan memeriksa hipotesis nol bahwa koefisien Kerja (X. thitung sebesar 4. regresi dari seluruh variabel independen Karena thitung lebih besar daripada adalah nol secara bersama-sama. ttabel yaitu 4. 092 > 2. 000 dan nilai Tabel 4. Hasil Uji Hipotesis Secara Simultan (Uji F) ANOVAa Sum of Squares Mean Square Sig. Dependent Variable: Kinerja Karyawan Predictors: (Constan. Lingkungan Kerja. Gaya Kepemimpinan Sumber: Data diolah 2025 untuk menganalisis hasil dari pengaruh Berdasarkan tabel 4. 20 diatas output gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja spss diperoleh F hitung sebesar 189. 915 dan terhadap kinerja karyawan secara parsial selanjutnya menentukan F tabel. Tabel maupun secara simultan. distribusi F dicari pada = 0,05 dengan derajat bebas N-k-1 yaitu 63 - 2 Ae 1 = 60. Pengaruh Gaya Kepemimpinan maka diperoleh F tabel 3. apat dilihat Terhadap Kinerja Karyawan di distribus F tabe. Maka dapat Berdasarkan perhitungan regresi disimpulkan jika F hitung lebih besar linear berganda memiliki persamaan Y = daripada F tabel yaitu 189. 915 > 3. 15 dan 672 0. 537 X1 0. 416 X2, pada variabel nilai signifikan 0. 00 < 0. 05, sehingga dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Gaya Kepemimpinan dan Nilai konstanta sebesar 0,672 yang Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan. kepemimpinan (X. dan lingkungan 1 Pembahasan Penelitian kerja (X. tidak dipertimbangkan atau = Dalam pembahasan ini dilakukan 0 maka keputusan kinerja karyawan (Y) Model Regression Residual Total https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 47-58 hanya akan bernilai sebesar 0,672 Koefisien regresi X1 sebesar 0. 537, hal tersebut menyatakan bahwa setiap perubahan 1 unit pada variabel gaya kepemimpinan, maka mempengaruhi nilai kinerja karyawan sebesar 0. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa kepemimpinan (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) adalah positif dan memiliki tingkat hubungan yang sangat Adapun pada analisis koefisien determinasi parsial memperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0. 479, maka dapat diartikan bahwa variabel beban gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 47,9% yang dimana sisanya 52,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Gaya variabel independen (X. berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji t, yang dimana memperoleh nilai thitung 5. 035 > t 000 dengan nilai signifikansi 0. Pengaruh Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan perhitungan regresi linear berganda memiliki persamaan Y = 672 0. 537 X1 0. 416 X2, pada variabel Nilai konstanta sebesar 0,672 yang kepemimpinan (X. dan lingkungan kerja (X. tidak dipertimbangkan atau = 0 maka keputusan kinerja karyawan (Y) hanya akan bernilai sebesar 0,672 Koefisien regresi X2 sebesar 0. 416, hal tersebut menyatakan bahwa setiap perubahan 1 unit pada variabel https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 lingkungan kerja, maka mempengaruhi nilai kinerja karyawan sebesar 0. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel limgkungan kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) adalah positif dan memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat. Adapun pada analisis koefisien determinasi parsial memperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0. 385, maka dapat diartikan bahwa variabel lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan sebesar 38,5% yang dimana sisanya 61,5% dipengaruhi oleh faktor lain. Lingkungan kerja sebagai variabel independen (X. berpengaruh positif dan signifikan secara parsial terhadap kinerja karyawan (Y). Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji t, yang dimana memperoleh nilai thitung 4. 092 > t tabel 000 dengan nilai signifikansi 0. 00 < 0. Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Berdasarkan perhitungan regresi linear berganda memiliki persamaan Y = 672 0. 537 X1 0. 416 X2, pada variabel gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja maka dapat diterjemahkan: Nilai konstanta sebesar 0,672 yang kepemimpinan (X. dan lingkungan kerja (X. tidak dipertimbangkan atau = 0 maka keputusan kinerja karyawan (Y) hanya akan bernilai sebesar 0,672 Koefisien regresi X1 sebesar 0. 537, hal tersebut menyatakan bahwa setiap perubahan 1 unit pada variabel gaya kepemimpinan, maka mempengaruhi nilai kinerja karyawan sebesar 0. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 47-58 kepemimpinan (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) adalah positif dan memiliki tingkat hubungan yang sangat Koefisien regresi X2 sebesar 0. 416, hal tersebut menyatakan bahwa setiap perubahan 1 unit pada variabel lingkungan kerja, maka mempengaruhi nilai kinerja karyawan sebesar 0. Koefisien regresi tersebut bernilai positif, sehingga dapat dikatakan bahwa arah pengaruh variabel limgkungan kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) adalah positif dan memiliki tingkat hubungan yang sangat kuat. Adapun pada analisis koefisien determinasi secara simultan memperoleh nilai koefisien determinasi sebesar 0. 864 x 100 = 86. 4%, maka dapat kepemimpinan (X. dan lingkungan kerja (X. berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan (Y) sebesar 86. sedangkan sisanya sebesar . Ae 86. 4%) = 6% dipengaruhi oleh faktor lain. Gaya kepemimpinan (X. dan lingkungan kerja (X. berpengaruh positif dan signifikan secara simultan terhadap kinerja karyawan (Y) pada PT Prime Supply Solutions Kota Depok. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil uji F yang memperoleh nilai. Fhitung > Ftabel . 915 > 3. dengan nilai signifikansi 0,00 < 0,05 sehingga dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Gaya Kepemimpinan dan Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan. KESIMPULAN Adanya penelitian ini guna mengetahui apakah terdapat pengaruh antara variabel gaya kepemimpinan (X. dan lingkungan kerja (X. terhadap kinerja karyawan (Y) pada PT. Prime Supply Solutions Kota Depok. Adapun data yang telah dikumpulkan serta diuji menggunakan https://jurnal. id/index. php/JORAPI/index ISSN : 2985-4768 regresi berganda maka dapat kesimpulan sebagai berikut: Gaya kepemimpinan (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) PT Prime Supply Solutions Kota Depok. Hal ini dapat dibuktikan melalui hasil Uji t memperoleh nilai thitung > ttabel . 035 > 2. dengan nilai 00 < 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima yang artinya beban kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Lingkungan kerja (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan (Y) PT Prime Supply Solutions Kota Depok. Hal ini dapat dibuktikan melalui hasil Uji t memperoleh nilai thitung > ttabel . 092 > 2. dengan nilai signifikansi 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H2 diterima yang artinya disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja Variabel gaya kepemimpinan (X. dan lingkungan kerja (X. secara simultan berpengaruh positif dan karyawan (Y) PT Prime Supply Solutions Kota Depok . Hal tersebut dapat di dibuktikan dengan nilai hasil uji regresi berganda yang memiliki persamaan Y = 0. 537 X1 0. 416 X2. Maka dapat variabel kinerja karyawan sebesar 672 hal ini menunjukan bahwa pada saat ini nilai X1 dan X2 bernilai nol. Nilai koefisien regresi pada gaya kepemimpinan (X. 537 dan nilai koefisien regresi pada lingkungan kerja (X. 416 maka dapat diartikan JORAPI : Journal of Research and Publication Innovation Vol. No. Oktober 2025 Halaman : 47-58 apabila terjadi perubahan 1 . unit pada gaya kepemimpinan dan lingkungan kerja maka akan kinerja karyawan sebesar gaya kepemimpinan (X. 537 point dan lingkungan kerja (X. 416 point. Uji F memperoleh nilai Fhitung > Ftabel . 915 > 3. dengan nilai signifikansi 0. 00 < 0. Adapun hasil analisis koefisien determinasi sebesar 0. 864, maka dapat diartikan bahwa variabel gaya (X. lingkungan kerja (X. berpengaruh terhadap kinerja karyawan (Y) 4% yang dimana sisanya 6% dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan disimpulkan bahwa Ho ditolak dan H3 diterima yang artinya beban kerja dan disiplin kerja berpengaruh secara simultan terhadap kinerja DAFTAR PUSTAKA