AlAeAmal: Jurnal Manajemen Bisnis Syariah e-ISSN: 2798-8694, p-ISSN: 2807-128X Volume 5. Nomor 2 (Desember 2. , w. an-nadwah. Inovasi Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Pribadi Berbasis Syariah Azizah Rahmawati1*. Elfa Khairunnisa1 IAI An-Nadwah Kuala Tungkal. Indonesia Email: azizahrochman13@gmail. Abstrak Pengelolaan keuangan pribadi berbasis prinsip syariah menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa yang sedang memasuki masa transisi menuju kemandirian finansial. Meskipun memiliki pengetahuan dasar mengenai bisnis syariah, sebagian mahasiswa belum menerapkan nilai keadilan, transparansi, dan penghindaran praktik yang tidak sesuai dengan syariah secara optimal dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk inovasi yang relevan dalam pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah IAI An-Nadwah Kuala Tungkal Angkatan 2025. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam kepada mahasiswa aktif untuk memperoleh data mengenai pemahaman, strategi pengaturan keuangan, penggunaan aplikasi digital, serta kebutuhan inovasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa telah memahami prinsip dasar keuangan syariah, meski sebagian masih belum mampu menerapkannya secara konsisten. Strategi pengelolaan keuangan dilakukan dengan beberapa cara, seperti pencatatan pengeluaran, pemisahan dana, dan perencanaan sederhana, namun belum memiliki standar praktik yang seragam. Penggunaan aplikasi digital sudah diterapkan, tetapi masih terbatas pada transaksi sederhana dan belum dimanfaatkan untuk pencatatan keuangan secara menyeluruh. Selain itu, kampus dinilai belum memberikan literasi keuangan syariah yang memadai. Mahasiswa mengusulkan inovasi berupa edukasi investasi syariah, pelatihan pencatatan keuangan, dan pengembangan fitur aplikasi. Temuan ini menegaskan perlunya integrasi literasi, inovasi digital, dan dukungan institusi untuk mengoptimalkan pengelolaan keuangan pribadi berbasis syariah. Kata Kunci: Inovasi Digital. Keuangan Pribadi. Literasi Keuangan Syariah. Pengelolaan Berbasis Syariah Abstract Personal financial management based on Sharia principles is an essential need for students who are transitioning toward financial independence. Although many students possess basic knowledge of Islamic business, the application of fairness, transparency, and avoidance of non-Sharia-compliant practices has not been fully optimized in daily life. This study aims to identify relevant innovations in personal financial management for students of the Islamic Business Management Study Program at IAI An-Nadwah Kuala Tungkal. Class of 2025. The research employs a qualitative approach through in-depth interviews with active students to obtain primary data regarding their understanding, financial management strategies, use of digital applications, and innovation needs. The findings indicate that students generally understand fundamental Sharia financial principles, although some still Page | 106 Inovasi Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Pribadi Berbasis Syariah struggle to implement them consistently. Financial management strategies vary, including expense recording, fund separation, and simple planning, but there is no standardized practice provided by the institution. Digital applications are used, but mostly for basic transactions rather than comprehensive financial tracking. Additionally, the campus is perceived as not yet providing adequate Sharia financial Students propose innovations such as Sharia investment education, training in financial recording, and the development of enhanced financial application These findings emphasize the need for integrated literacy, digital innovation, and institutional support to optimize Sharia-based personal financial Keywords: Digital Innovation. Personal Finance. Sharia Financial Literacy. ShariaBased Management PENDAHULUAN Pengelolaan keuangan pribadi merupakan aspek krusial dalam membentuk stabilitas ekonomi individu, terutama bagi mahasiswa yang sedang berada dalam masa transisi menuju kemandirian finansial. Dalam konteks pendidikan tinggi berbasis syariah, pengelolaan keuangan tidak hanya dituntut efisien dan terencana, tetapi juga harus sesuai dengan prinsip-prinsip Islam seperti keadilan, transparansi, dan larangan terhadap riba serta gharar. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pendekatan keuangan syariah banyak diarahkan pada literasi dan inklusi digital. Penelitian (Ismahani, 2. menegaskan bahwa inovasi digital berperan penting dalam meningkatkan literasi keuangan syariah 2 Penelitian (Aziz, 2. meneliti perspektif Generasi Z dan menemukan bahwa mahasiswa mulai aktif menggunakan produk keuangan syariah digital seperti crowdfunding dan peer-to-peer lending, meskipun masih menghadapi kendala literasi dan regulasi. 3 Sementara itu, studi (Muhammad Suras, 2. lebih berfokus pada Haiatul Maknun. Pengaruh Literasi Keuangan Syariah. Uang Saku, dan Gaya Hidup terhadap Manajemen Keuangan Pribadi dengan Kontrol Diri sebagai Variabel Moderasi (Studi pada Mahasiswa Rantau UIN Sunan Kalijaga Yogyakart. Skripsi. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2025. Nur Ismahani. Ade Fadillah F. Pospos, dan Zefri Maulana. AuKeuangan Syariah Bertransformasi: Literasi dan Inklusi Digital untuk Memerangi Jebakan Pinjaman Online Ilegal,Ay Jurnal Akuntansi dan Keuangan Islam. Vol. No. 1 (Langsa: Institut Agama Islam Negeri Langsa. April Abdul Aziz, dkk. AuInovasi Produk Keuangan Syariah dalam Persefektif Generasi Z: Studi Kasus Mahasiswa Ekonomi Syariah IUQI,Ay. Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ). Vol. No. 1, (Bogor: IPSSJ, 2. Page | 107 Inovasi Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Pribadi Berbasis Syariah UMKM dan tidak secara spesifik menempatkan mahasiswa sebagai subjek utama. Ketiga penelitian tersebut sama-sama menekankan literasi, inovasi digital, dan perkembangan produk keuangan syariah, namun belum ada yang membahas secara mendalam bagaimana inovasi tersebut dioptimalkan untuk pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa, khususnya mahasiswa Manajemen Bisnis Syariah. Permasalahan utama dalam penelitian ini terletak pada belum optimalnya penerapan prinsip-prinsip syariah dalam pengelolaan keuangan pribadi mahasiswa, meskipun mereka berasal dari latar belakang pendidikan bisnis syariah. Gap penelitian muncul karena temuan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa literasi keuangan syariah mahasiswa sudah sangat baik dan didukung oleh inovasi digital ternyata tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan. Faktanya, masih ada mahasiswa yang belum memanfaatkan aplikasi keuangan sebagai bentuk inovasi, dan masih belum memahami prinsip dasar keuangan syariah dalam praktik sehari-hari. Ketidaksesuaian antara hasil penelitian sebelumnya dan realitas inilah yang membentuk gap penelitian, sehingga diperlukan kajian yang secara langsung mengaitkan literasi keuangan syariah, inovasi digital, dan praktik keuangan rill mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk inovasi dalam optimalisasi pengelolaan keuangan pribadi berbasis prinsip syariah yang relevan dan aplikatif bagi mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah IAI AnNadwah Kuala Tungkal Angkatan 2025. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, menurut (Sugiono, 2. penelitian kualitatif merupakan pendekatan berupa pengumpulan data dengan wawancara/interview. 5 Objek material dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah IAI An-Nadwah Kuala Tungkal Angkatan Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh melalui wawancara Partisipan penelitian terdiri dari mahasiswa aktif angkatan 2025 karena mereka menunjukkan keterlibatan aktif dalam kegiatan akademik yang relevan. Muhammad Suras. Pengelolaan Keuangan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Usaha Bumbung Indah Kota Parepare (Analisis Manajemen Keuangan Syaria. , (Parepare: Institut Agama Islam Negeri Parepare, 2. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, (Bandung: ALFABETA. CV. , hal. Page | 108 Inovasi Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Pribadi Berbasis Syariah Proses penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan: . penyusunan pedoman wawancara semi-terstruktur yang mencakup topik literasi keuangan syariah, praktik pengelolaan keuangan pribadi, dan persepsi terhadap inovasi berbasis syariah. pelaksanaan wawancara secara langsung dan . transkripsi hasil wawancara. Analisis ini dilakukan dengan mengidentifikasi pola-pola makna, kategori, dan hubungan antar tema yang muncul dari narasi partisipan. HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode wawancara semi-terstruktur terhadap lima mahasiswa baru sebagai informan untuk menggali pemahaman, praktik, dan kebutuhan inovasi terkait pengelolaan keuangan pribadi berbasis prinsip syariah. Wawancara dilakukan secara langsung dan difokuskan pada aspek pemahaman konsep, praktik pengaturan keuangan bulanan, penggunaan aplikasi keuangan, pertimbangan halalharam dan transparansi, serta peran kampus dan inovasi yang dibutuhkan. Berikut adalah analisis hasil wawancara berdasarkan tema utama, disusun secara tematik untuk memudahkan interpretasi data. Pemahaman dan Penerapan Pengelolaan Keuangan Syariah Sebagian besar informan menunjukkan pemahaman yang baik terhadap pengelolaan keuangan syariah, dengan empat dari lima informan (Syaila Alifa AzZahra. Zulfikar Ahmad Ridho. Umi Salabiah, dan Herniyat. menyatakan telah memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Syaila, misalnya, menggambarkan pengelolaan ini sebagai cara untuk menghindari kesalahan dan menjaga keteraturan keuangan. Zulfikar dan Umi juga mengonfirmasi penerapan praktis, sementara Herniyati menegaskan pemahaman dan implementasinya. Namun. Syaiful Anwar mengakui belum sepenuhnya memahami konsep tersebut, yang menunjukkan variasi tingkat pemahaman di antara mahasiswa baru. Hal ini mengindikasikan bahwa pendidikan formal tentang keuangan syariah masih terbatas, sehingga penerapan lebih bergantung pada inisiatif pribadi. Praktik Pengaturan Uang Bulanan Informan menggunakan berbagai strategi untuk mengatur uang bulanan, yang mencerminkan pendekatan personal dalam pengelolaan keuangan syariah. Syaila Page | 109 Inovasi Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Pribadi Berbasis Syariah dan Herniyati memisahkan dana berdasarkan kebutuhan spesifik, seperti alokasi untuk keperluan tertentu, untuk menghindari pemborosan. Zulfikar mencatat pengeluaran di ponsel, dengan kategori seperti uang makan dan kebutuhan lainnya, yang menunjukkan penggunaan teknologi sederhana untuk transparansi. Umi membuat daftar rencana penggunaan . o-do lis. untuk memastikan keteraturan, sedangkan Syaiful mengelola uang secara sederhana sesuai kebutuhan tanpa metode yang terstruktur. Secara keseluruhan, praktik ini menekankan prinsip syariah seperti keteraturan dan penghindaran riba, meskipun belum semua informan menggunakan alat pencatatan formal. Penggunaan Aplikasi Keuangan Penggunaan aplikasi keuangan digital cukup umum di kalangan informan, dengan empat dari lima informan (Syaila. Zulfikar. Herniyati, dan Syaifu. telah Syaila menggunakan BRImo dan QRIS untuk transaksi tanpa uang tunai, yang memfasilitasi efisiensi. Zulfikar memilih Dana untuk kebutuhan sehari-hari, sementara Herniyati menggunakan BRImo meskipun belum melakukan pencatatan keuangan. Syaiful menggabungkan SeaBank dan Dana untuk fleksibilitas. Namun. Umi belum menggunakan aplikasi secara mandiri dan masih bergantung pada kakaknya, yang menunjukkan hambatan aksesibilitas bagi mahasiswa baru. Penggunaan aplikasi ini mendukung prinsip syariah melalui transaksi digital yang transparan, tetapi belum semua informan memanfaatkannya untuk pencatatan mendalam. Pertimbangan Aspek Halal-Haram dan Transparansi Mayoritas informan (Syaila. Herniyati, dan Syaifu. mempertimbangkan aspek halal-haram dalam transaksi, seperti menghindari pembelian barang haram dan memastikan transparansi penggunaan uang. Syaila menekankan pentingnya mengetahui tujuan pengeluaran, sementara Herniyati dan Syaiful secara eksplisit memperhatikan unsur ini. Zulfikar hanya menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari tanpa pertimbangan mendalam, dan Umi belum dapat menilai karena belum menggunakan aplikasi sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa pertimbangan etis syariah lebih kuat pada informan yang aktif menggunakan aplikasi, namun masih perlu diperkuat melalui edukasi untuk memastikan kepatuhan penuh. Page | 110 Inovasi Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Pribadi Berbasis Syariah Peran Kampus dalam Literasi Keuangan Syariah Sebagian besar informan (Syaila. Zulfikar. Umi, dan Syaifu. menyatakan bahwa kampus belum memberikan materi atau kegiatan terkait literasi keuangan syariah, dengan alasan mereka masih mahasiswa baru. Hanya Herniyati yang merasa telah mendapatkannya, meskipun tidak dijelaskan secara spesifik. Temuan ini mengungkapkan kesenjangan dalam kurikulum kampus, di mana pendidikan keuangan syariah belum menjadi prioritas bagi mahasiswa tingkat awal. Kebutuhan Inovasi untuk Mahasiswa Informan mengusulkan berbagai inovasi untuk meningkatkan pengelolaan keuangan syariah. Syaila dan Umi menyoroti pentingnya edukasi investasi syariah, seperti pelatihan tentang instrumen halal. Zulfikar menginginkan pembelajaran khusus tentang pengelolaan keuangan mahasiswa, termasuk budgeting dan penghematan. Herniyati mengusulkan pembelajaran tentang perhitungan pencatatan dan pengeluaran, sementara Syaiful membutuhkan pembaruan fitur pencatatan dalam aplikasi keuangan untuk kemudahan tracking. Inovasi ini mencerminkan kebutuhan akan integrasi teknologi dan pendidikan, yang dapat membantu mahasiswa baru mengadopsi praktik keuangan syariah yang lebih efektif. Berdasarkan analisis hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar informan telah memahami dan menerapkan pengelolaan keuangan syariah, meskipun dengan variasi dalam kedalaman dan metode. Praktik pengaturan uang bulanan cenderung sederhana dan personal, dengan peningkatan penggunaan aplikasi digital yang mendukung transparansi. Pertimbangan halal-haram lebih dominan pada informan aktif, namun peran kampus dalam literasi masih minim. Kebutuhan inovasi menekankan edukasi investasi, pembelajaran pencatatan, dan pengembangan fitur aplikasi, yang dapat menjadi rekomendasi untuk pengembangan program kampus. Temuan ini memberikan wawasan penting untuk memperkuat literasi keuangan syariah di kalangan mahasiswa, dengan implikasi bagi kebijakan pendidikan tinggi. Data ini dapat diperkaya dengan analisis kuantitatif lanjutan atau survei skala besar untuk generalisasi yang lebih luas. Page | 111 Inovasi Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Pribadi Berbasis Syariah PEMBAHASAN Pembahasan hasil penelitian ini dilakukan secara tematik berdasarkan data wawancara dengan lima informan mahasiswa baru Program Studi Manajemen Bisnis Syariah di Institut Agama Islam (IAI) An-Nadwah Kuala Tungkal. Analisis dikaitkan dengan literatur terkini untuk memperkuat validitas temuan, dengan fokus pada implikasi teoritis dan praktis. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif untuk mengungkap pemahaman, praktik, dan kebutuhan inovasi mahasiswa dalam pengelolaan keuangan syariah, sejalan dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam yang menekankan keteraturan, transparansi, dan penghindaran riba . Pemahaman Mahasiswa terhadap Pengelolaan Keuangan Syariah Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa telah memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan syariah, seperti pemisahan dana sesuai kebutuhan dan pertimbangan halal-haram dalam transaksi. Empat dari lima informan (Syaila. Zulfikar. Umi, dan Herniyat. menunjukkan pemahaman yang cukup baik dan telah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, yang nilai-nilai Namun, satu informan (Syaifu. belum sepenuhnya memahami konsep tersebut, menandakan bahwa literasi keuangan syariah belum merata di kalangan mahasiswa baru. Kondisi ini sejalan dengan temuan penelitian (Watty Pelupessy, 2. , yang menegaskan bahwa preferensi teknologi dan perencanaan keuangan berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan mahasiswa dalam menggunakan layanan keuangan syariah. 6 Dengan demikian, penelitian ini memperkuat argumen bahwa literasi keuangan syariah perlu ditingkatkan secara sistematis melalui edukasi formal agar mahasiswa dapat menginternalisasi prinsip syariah dalam praktik sehari-hari, sehingga mencegah risiko kesalahan pengelolaan yang dapat berdampak pada kesejahteraan finansial jangka panjang. Strategi Pengaturan Uang Bulanan Mahasiswa menggunakan strategi beragam dalam mengatur uang bulanan, mulai dari pencatatan di ponsel, pemisahan dana sesuai kebutuhan, hingga pembuatan daftar rencana penggunaan . o-do lis. Variasi ini menunjukkan adanya Fatimah Watty Pelupessy, dkk. Literasi Keuangan Syariah Mahasiswa: Preferensi Teknologi dan Perencanaan Keuangan, (Jakarta: Widina Media, 2. , hal. Page | 112 Inovasi Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Pribadi Berbasis Syariah kreativitas individu dalam mengadaptasi prinsip syariah, seperti alokasi dana yang terstruktur untuk menghindari pemborosan dan memastikan keseimbangan antara kebutuhan primer dan sekunder. Namun, strategi ini belum didukung oleh standar sistematis dari kampus, yang dapat menyebabkan inkonsistensi dalam praktik. Penelitian (MuthiAoah Syamsuri, 2. menegaskan bahwa literasi keuangan syariah, perencanaan keuangan, dan kesadaran aspek syariah berpengaruh terhadap keputusan mahasiswa dalam menggunakan perbankan syariah. 7 Hal ini menegaskan bahwa strategi pengelolaan keuangan mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh faktor personal, tetapi juga oleh lingkungan akademik yang mendukung, seperti penyediaan workshop atau modul pembelajaran. Temuan ini mengimplikasikan perlunya kampus untuk mengintegrasikan modul pengelolaan keuangan syariah ke dalam kurikulum, guna membentuk perilaku finansial yang lebih terstruktur dan sesuai dengan etika Islam. Pemanfaatan Aplikasi Keuangan Digital Mayoritas informan telah menggunakan aplikasi keuangan digital seperti BRImo. QRIS. Dana, dan SeaBank untuk transaksi sehari-hari, yang menunjukkan adopsi teknologi sebagai alat pendukung pengelolaan keuangan syariah. Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada transaksi dasar, seperti transfer dan pembayaran tanpa tunai, belum sampai pada pencatatan keuangan yang komprehensif atau analisis pengeluaran. Temuan ini memperlihatkan kesenjangan antara potensi inovasi digital dengan praktik nyata mahasiswa, di mana aplikasi syariah belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk memantau kepatuhan halal-haram. Penelitian (Azizah, 2. menunjukkan bahwa penggunaan platform pembayaran digital oleh generasi Z di Yogyakarta sangat dipengaruhi oleh tingkat literasi keuangan syariah. 8 Dengan demikian, penelitian ini menegaskan perlunya peningkatan literasi digital agar mahasiswa dapat memanfaatkan aplikasi keuangan syariah secara optimal, termasuk fitur-fitur seperti tracking pengeluaran Asyila MuthiAoah Syamsuri dan Iswan Noor. AuPengaruh Literasi Keuangan Syariah. Perencanaan Keuangan, dan Kesadaran Aspek Syariah terhadap Keputusan Mahasiswa dalam Menggunakan Perbankan Syariah,Ay Jurnal Syariah Ekonomi Indonesia, (JSEI). Vol. No. 2 (Malang: UNIDA, 2. Wafiq Azizah. Penggunaan Platform Pembayaran Digital oleh Generasi Z di Yogyakarta, (Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia, 2. , hal. Page | 113 Inovasi Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Pribadi Berbasis Syariah dan laporan transparansi, yang dapat mencegah risiko riba tersembunyi dalam transaksi digital. Pertimbangan Halal-Haram dan Transparansi Sebagian besar mahasiswa menekankan pentingnya memastikan kehalalan barang dan jasa yang dikonsumsi serta transparansi dalam penggunaan dana, yang mencerminkan internalisasi prinsip syariah seperti amanah dan taqwa. Mayoritas informan (Syaila. Herniyati, dan Syaifu. secara eksplisit memperhatikan aspek ini, sementara yang lain (Zulfikar dan Um. belum konsisten, terutama karena keterbatasan akses atau pemahaman. Nilai ini penting untuk mencegah praktik konsumtif yang bertentangan dengan Islam. Penelitian (Mizanuhaq, 2. menemukan bahwa gaya hidup konsumtif generasi Z dapat memengaruhi minat penggunaan layanan keuangan digital, termasuk paylater, sehingga kesadaran syariah menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi nilai Islam. 9 Hal ini menunjukkan bahwa penguatan literasi syariah perlu dilakukan agar mahasiswa tidak terjebak dalam praktik keuangan yang bertentangan dengan prinsip Islam, seperti pinjaman berbasis riba. Implikasinya, kampus dapat mengintegrasikan modul etika syariah dalam mata kuliah keuangan untuk memperdalam pertimbangan ini. Peran Kampus dalam Literasi Keuangan Syariah Sebagian besar informan menyatakan bahwa kampus belum memberikan literasi keuangan syariah secara formal, baik melalui materi kuliah, seminar, atau kegiatan ekstrakurikuler. Kondisi ini memperlihatkan adanya ruang kosong yang dapat diisi oleh institusi pendidikan untuk mendukung mahasiswa baru. Penelitian (Yustina Maro, 2. menegaskan bahwa lingkungan kampus berpengaruh signifikan terhadap manajemen keuangan pribadi mahasiswa. 10 Dengan demikian, kampus memiliki peran strategis dalam menyediakan program literasi dan pelatihan keuangan syariah yang lebih terstruktur, seperti workshop budgeting syariah atau kolaborasi dengan bank syariah. Temuan ini mengimplikasikan bahwa IAI An-Nadwah Kuala Tungkal perlu mengembangkan kurikulum yang Mizanuhaq. Pengaruh Literasi Keuangan Syariah dan Gaya Hidup Konsumtif terhadap Minat Generasi Z Menggunakan Layanan Paylater, (Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia, 2. , hal. Yustina Maro, dkk. AuAnalisis Pengaruh Literasi Keuangan. Karakteristik Mahasiswa, dan Lingkungan Kampus terhadap Manajemen Keuangan Pribadi Mahasiswa,Ay Jurnal Ekonomi dan Manajemen. Vol. No. 1 (Kupang: Universitas Nusa Cendana, 2. , hal. Page | 114 Inovasi Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Pribadi Berbasis Syariah inklusif, guna meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan keuangan di era digital. Kebutuhan Inovasi Mahasiswa Mahasiswa mengusulkan berbagai bentuk inovasi, seperti edukasi investasi syariah, pembelajaran pencatatan pengeluaran, serta pengembangan fitur pencatatan dalam aplikasi keuangan. Usulan ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya membutuhkan literasi dasar, tetapi juga inovasi yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan mereka sebagai generasi Z. Penelitian (Ramadhan, 2. menegaskan bahwa fintech syariah berperan penting dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah di era digitalisasi. 11 Dengan demikian, penelitian ini menjawab tujuan yang telah dirumuskan di pendahuluan, yaitu mengidentifikasi bentuk inovasi yang relevan dan aplikatif bagi mahasiswa dalam mengoptimalkan pengelolaan keuangan pribadi berbasis prinsip syariah. Inovasi ini dapat diimplementasikan melalui aplikasi mobile khusus syariah atau program kampus yang mengintegrasikan teknologi dengan edukasi. Tabel 1. Perbandingan Penelitian Terdahulu dan Temuan Penelitian Temuan Penelitian (Mahasiswa Aspek Penelitian Terdahulu IAI An-Nadwah Kuala Tungka. Tingkat literasi dinilai Literasi sudah tinggi, mahasiswa Masih ada mahasiswa yang belum Keuangan dianggap memahami sepenuhnya memahami prinsip Syariah prinsip syariah (Haiatul literasi belum merata. Maknun, 2. Generasi Z aktif menggunakan produk Mahasiswa menggunakan aplikasi Penggunaan keuangan syariah digital dasar (BRImo. QRIS. Dana. Aplikasi . P2P SeaBan. , tetapi belum optimal Digital lendin. (Abdul Aziz untuk pencatatan keuangan. , 2. Penelitian menekankan pentingnya prinsip Mayoritas mahasiswa Pertimbangan syariah dalam transaksi memperhatikan halal-haram, namun Halal-Haram (Nur Ismahani dkk. ada yang belum konsisten. Kampus dianggap Sebagian besar mahasiswa Peran Kampus berperan dalam menyatakan belum ada literasi Muh. Fitra Ramadhan. AuPeran Fintech Syariah dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan Syariah di Era Digitalisasi,Ay Jurnal Sipakainge. Vol. No. 2 (Parepare: IAIN Parepare, 2. , hal. Page | 115 Inovasi Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Pribadi Berbasis Syariah Inovasi yang Dibutuhkan meningkatkan literasi keuangan syariah (SEBI Institute, 2. Fokus pada inovasi produk keuangan syariah digital (Muh. Fitra Ramadhan, 2. formal dari kampus. Mahasiswa mengusulkan edukasi investasi, pencatatan pengeluaran, dan fitur pencatatan aplikasi. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah IAI An-Nadwah Kuala Tungkal telah memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan syariah, seperti pemisahan dana dan pertimbangan halal-haram, meskipun ada yang belum sepenuhnya memahami. Hal ini berbeda dengan temuan Haiatul Maknun . yang menilai literasi mahasiswa rantau UIN Sunan Kalijaga sudah tinggi, sehingga terlihat bahwa literasi keuangan syariah belum merata dan masih perlu penguatan melalui edukasi formal. Strategi pengaturan uang bulanan mahasiswa beragam, mulai dari pencatatan di ponsel, pemisahan dana, hingga daftar rencana penggunaan, yang menunjukkan kreativitas individu tetapi juga menandakan belum adanya standar sistematis dari kampus. Sejalan dengan penelitian Asyila MuthiAoah Syamsuri dan Iswan Noor . , literasi dan perencanaan keuangan terbukti memengaruhi keputusan mahasiswa dalam menggunakan perbankan syariah, sehingga peran kampus menjadi penting dalam membentuk perilaku finansial sesuai prinsip syariah. Mayoritas mahasiswa menggunakan aplikasi digital seperti BRImo. QRIS. Dana, dan SeaBank, tetapi pemanfaatannya masih terbatas pada transaksi dasar, berbeda dengan penelitian Abdul Aziz dkk. yang menyoroti keterlibatan generasi Z dalam produk keuangan syariah digital yang lebih kompleks. Hal ini menunjukkan Pertimbangan halal-haram dan transparansi relatif konsisten, meski ada yang belum menaruh perhatian mendalam, menegaskan perlunya penguatan literasi syariah agar mahasiswa tidak terjebak dalam praktik keuangan yang bertentangan dengan prinsip Islam, sebagaimana diingatkan Nur Ismahani dkk. terkait jebakan pinjaman online ilegal. Sebagian besar mahasiswa menilai kampus belum memberikan literasi keuangan syariah secara formal, berbeda dengan laporan SEBI Institute . yang menekankan peran strategis kampus dalam meningkatkan literasi. Page | 116 Inovasi Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Pribadi Berbasis Syariah Dengan demikian, penelitian ini mengidentifikasi ruang kosong yang dapat diisi oleh institusi pendidikan. Inovasi yang diusulkan mahasiswa meliputi edukasi investasi, pencatatan pengeluaran, dan pengembangan fitur pencatatan aplikasi, sejalan dengan penelitian Muh. Fitra Ramadhan . yang menegaskan peran fintech syariah dalam meningkatkan inklusi keuangan syariah. Dengan demikian, penelitian ini menjawab tujuan pendahuluan, yaitu menemukan inovasi yang relevan dan aplikatif bagi mahasiswa dalam mengoptimalkan pengelolaan keuangan pribadi berbasis prinsip Temuan ini memberikan kontribusi bagi pengembangan kebijakan kampus dan literatur keuangan syariah, dengan rekomendasi untuk penelitian lanjutan menggunakan metode campuran . ualitatif-kuantitati. guna memperluas generalisasi. KESIMPULAN Penelitian ini mengungkap bahwa mahasiswa Program Studi Manajemen Bisnis Syariah di Institut Agama Islam (IAI) An-Nadwah Kuala Tungkal sebagian besar memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan syariah, seperti pemisahan dana dan pertimbangan halal-haram, meskipun penerapannya belum merata, terutama di kalangan mahasiswa baru. Strategi pengaturan uang bulanan mereka beragam namun belum didukung standar sistematis dari kampus, sementara penggunaan aplikasi digital seperti BRImo. QRIS. Dana, dan SeaBank terbatas pada transaksi sederhana tanpa pencatatan komprehensif, sehingga potensi teknologi belum optimal untuk transparansi dan kepatuhan syariah. Mayoritas mahasiswa memperhatikan aspek halal-haram dan transparansi, tetapi pemahaman mendalam masih kurang, menunjukkan kebutuhan penguatan literasi etis melalui edukasi formal. Minimnya peran kampus menegaskan kesenjangan kurikulum, dengan usulan inovasi mahasiswa seperti edukasi investasi syariah dan fitur pencatatan aplikasi menyoroti pentingnya sinergi literasi syariah, teknologi digital, dan dukungan institusi. Temuan ini sejalan dengan literatur terkini tentang fintech syariah dan inklusi keuangan, memberikan kontribusi praktis untuk Secara mengidentifikasi pemahaman, praktik, dan kebutuhan inovasi mahasiswa, dengan rekomendasi penelitian lanjutan menggunakan metode campuran dan sampel lebih besar, serta evaluasi dampak program literasi. Dengan demikian, penelitian ini Page | 117 Inovasi Optimalisasi Pengelolaan Keuangan Pribadi Berbasis Syariah mendorong integrasi edukasi keuangan syariah ke dalam kurikulum untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan finansial etis dan berkelanjutan di era digital. REFERENSI Aziz. Inovasi Produk Keuangan Syariah Dalam Perspektif Generasi Z: Studi Kasus Mahasiswa Ekonomi Syariah IUQI. Integrative Perspectives of Social and Science Journal, 2. , 1340. Azizah. Penggunaan Platform Pembayaran Digital Oleh Generasi Z Di Yogyakarta: Analisis Pengalaman Dan Peran Literasi Keuangan Syariah. Ismahani. Keuangan Syariah Bertransformasi: Literasi dan Inklusi Digital untuk Memerangi Jebakan Pinjaman Online Ilegal. Jurnal Akuntansi Dan Keuangan Islam, 13. , 51Ae66. https://doi. org/10. 61111/jakis. Mizanuhaq. PENGARUH LITERASI KEUANGAN SYARIAH DAN GAYA HIDUP KONSUMTIF TERHADAP MINAT PENGGUNAAN PAYLATER PADA GEN-Z. Muhammad Suras. Pengelolaan Keuangan Usaha Mikro. Kecil Dan Menengah (UMKM) Pada Usaha Bumbung Indah Kota Parepare (Analisis Manajemen Keuangan Syaria. MuthiAoah Syamsuri. Pengaruh Literasi Keuangan Syariah. Perencanaan Keuangan. Dan Kesaaran Aspek Syariah Pada Mahasiswa Rumpun Ekonomi Syariah Di Indonesia Terhadap Keputusan Menggunakan Perbankan Syariah. Jurnal Syarikah, 9. Ramadhan. Peran Fintech Dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan Syariah Di Era Digitalisasi Keuangan. Watty Pelupessy. LITERASI KEUANGAN SYARIAH MAHASISWA (PREFERENSI