JURNAL VASTUKARA: JURNAL DESAIN INTERIOR. BUDAYA, DAN LINGKUNGAN TERBANGUN e-ISSN 2798-1703 Hal 283-297 Volume 3 Nomor 2 September 2023 DOI: https://doi. org/10. 59997/vastukara. KAJIAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK RUMAH BETANG Dewa Ayu Made Manik GalihA. Ni Putu Putri KertiasihA. Anjani PurnasariA. Luh Putu Calysta ZedlinaA. Ni Komang Adinda Mahadyah SaraswatiAA. I Putu Udiyana Wasista6 1,2,3,4,5,6 Program Studi Desain Interior. Fakultas Seni Rupa dan Desain. Institut Seni Indonesia Denpasar E-mail : Agalihmanik2405@gmail. Aputrikertiasih3@gmail. Aanjanipurnasari01@gmail. Acalystazedlina@gmail. com , adindasaraswati02@gmail. ABSTRAK Letak dan kondisi geografis memiliki pengaruh yang cukup besar bagi bentuk arsitektur suatu bangunan. Bentuk bangunan di suatu wilayah tidak akan sama, sekalipun bangunan tersebut berada di dalam satu kawasan pembagian Arsitektur Bioklimatik merupakan pendekatan untuk mendapatkan penyelesaian desain antara arsitektur dengan lingkungan. Rumah panjang atau disebut juga Betang, merupakan rumah tinggal tradisional masyarakat Dayak, dengan arsitektur venankular atau arsitektur tradisional yang hanya ada di Kalimantan, memiliki bentuk seperti rumah panggung yang dibuat secara memanjang dengan pola simetris. Desain serta konstruksi rumah ini mencerminkan nilai budaya dan kepercayaan masyarakat, salah satu perwujudan dari kearifan lokal. Bukan hanya sekedar rumah, tetapi juga memiliki makna lebih sebagai satu kesatuan yang mengikat para penghuninya dalam aturan yang berorientasi pada kepercayaan kaharingan , serta keharmonisan hubungan dengan alam lingkungan. Rumah Betang dibangun sesuai dengan topografi dan menggunakan teknik konstruksi tradisional dengan bahanbahan yang sesuai dengan iklim dan kondisi lingkungan setempat. Tujuan penulisan yakni pendeskripsian dan pembahasan isu bioklimatik Rumah Tradisional Betang. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif literatur, dengan memperdalam pengetahuan guna merumuskan permasalahan secara lebih terperinci. Kata kunci : Bioklimatik. Arsitektur . Rumah Tradisional Betang ABSTRAK Geographical location and conditions have quite a big influence on the architectural form of a building. Every building is not the same, even if the building is in one area. Bioclimatic Architecture is an approach to achieving design solutions between architecture and the environment. A long house or also called Betang, is a traditional residence of the Dayak people, with venancular architecture or traditional architecture that only exists in Kalimantan, having a shape like a stage which is made lengthwise with a symmetrical pattern. The design and construction of this house reflects the cultural values and beliefs of the community, a manifestation of local wisdom. It is not just a house, but also has more meaning as a unit that binds its residents in rules oriented towards the belief in kaharingan, as well as harmonious relationships with the natural environment. The Betang House was built according to the topography and uses traditional construction techniques with materials appropriate to the local climate and environmental conditions. The purpose is to describe and discuss the bioclimatic issues of Betang Traditional House. The method used is an qualitative literature method, which involves deepening knowledge in order to formulate problems in more detail. Keywords : Bioclimatic. Architecture. Betang Traditional House Diterima pada 1 September 2023 Direvisi pada 12 September 2023 Disetujui pada 20 September 2023 PENDAHULUAN Arsitektur bioklimatik merupakan salah satu cabang arsitektur ekologi . menurut Heinz Frick. Prinsip arsitektur lingkungan adalah metode yang digunakan, strategi yang diterapkan dalam merancang kawasan dan bangunan yang sesuai dengan iklim lokasi, dalam skala iklim makro, dan iklim mikro. Selain itu, arsitektur lingkungan juga mengacu pada cara mencapai kenyamanan termal yang memberikan manfaat bagi pengguna bangunan. Arsitektur bioklimatik menawarkan peluang menarik untuk mewujudkan manfaat lingkungan, sosial dan Ada banyak hal tentang energi, lingkungan, dan proses siklus hidup yang dapat dipelajari dan diterapkan. Bangunan bioklimatik memecahkan masalah adaptasi lingkungan pada Pembangunan rumah tradisional biasanya disesuaikan dengan lingkungan alam sekitar sesuai ketersediaan bahan di wilayah tersebut. Memungkinkan keterkaitannya dengan A2023 Penulis. Dipublikasikan oleh UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar. Ini adalah artikel akses terbuka di bawah lisensi CC BY-NC-SA. Jurnal Vastukara. Volume 3 Nomor 2 September 2023 | 284 metode arsitektur bioklimatik yang saat ini banyak diterapkan pada bangunan modern (Suwarno et al. , 2. Indonesia mengalami kenaikan suhu dengan laju rata-rata melebihi tren global. Bahkan suhu di Berau. Kalimantan Timur, kenaikan suhu di Kabupaten Berau antara tahun 2002 dan 2018 atau selama 16 tahun mencapai 0,95 derajat celsius, menjadikannya daerah dengan laju pemanasan Deforestasi yang diikuti penambangan batubara dan urbanisasi telah mempercepat kenaikan suhu yang menyebabkan global warming. (Arif, 2. Salah satu penyebab global warming adalah efek rumah kaca. Gas rumah kaca disebabkan oleh prilaku konsumtif pada penggunaan produk elektronik yang menggunakan energi listrik. Untuk memenuhi kebutuhan manusia yang memerlukan energi yang besar berasal dari listrik serta batu bara. Masyarakat yang konsumtif ternyata memiliki andil sebesar 60% terhadap peningkatan suhu bumi. Dengan neningkatnya suhu bumi mengakibatkan semakin meningkatnya penggunakan alat elektroniknya untuk menghadapi panas (Bahraini, 2. Hubungan antara arsitektur dengan efek gas rumah kaca adalah bagaimana cara seorang arsitek dapat mengurangi penggunaan alat elektronik seperti lampu penerangan dan AC. Arsitektur bioklimatik dapat menjadi panduan dalam perancangan sebuah hunian yang ramah lingkungan dan berkontribusi dalam mengurangi efek gas rumah kaca, arsitektur bioklimatik sudah diterapkan sejak dahulu pada rumah tradisional indonesia, salah satu contohnya adalah rumah Betang (Karyono, 2. Rumah adat betang merupakan salah satu rumah khas yang ada di Pulau Kalimantan, lebih tepatnya di Provinsi Kalimantan Tengah. Mirip dengan Rumah Radakng atau Rumah Panjang di Pontianak. Kalimantan Barat. Rumah Betang juga dihuni oleh masyarakat Dayak. Rumah betang banyak terdapat di daerah hulu sungai, tempat tinggal sebagian besar suku Dayak (Ari Welianto. Tujuan artikel untuk memberikan gambaran mengenai rumah panjang (Kalimantan Tenga. serta upaya pelestariannya dengan mempertimbangkan nilai-nilai penting berdasarkan UndangUndang Cagar Budaya (Sriputri, 2. METODE Dalam studi ini, digunakan metode penelitian studi kasus-kualitatif. Pengambilan data melalui metode desk based research, yaitu pengambilan data melalui penelitian yang sudah pernah Teknik analisis yang dilakukan adalah dengan mengumpulkan data terlebih dahulu mengenai rumah adat Sasak. Lombok. NTB dan mengecek kualitas dari data yang diambil. Data yang diambil berasal dari penelitian, jurnal dan dokumentasi dari studi literatur. HASIL DAN PEMBAHASAN Sebaran Rumah Betang Huma Betang atau Rumah Betang merupakan khazanah kearifan lokal bangsa Indonesia. Meski huma betang sudah jarang ditemukan dalam bentuk materi di masyarakat, namun nilai-nilai huma betang merupakan kumpulan nilai yang tentunya masih bisa dilestarikan untuk menghadapi tantangan zaman modern dan warisan yang tak terlupakan. dan nilai-nilai generasi sebelumnya (Syahrin, 2. Betang mempunyai nilai historis dan sakral, merupakan bentuk awal permukiman dan penghubung mata rantai budaya masa lalu, masa kini, dan masa depan. Betang terletak di sepanjang daerah aliran sungai Kapuas. Kahayan. Barito. Mentaya dan Katingan. Betang merupakan cikal bakal perkembangan kota-kota di Kalimantan (Hamidah & Garib, 2. Jurnal Vastukara. Volume 3 Nomor 2 September 2023 | 285 Ciri Ae Ciri Rumah Betang Gambar 1 : Rumah Betang (Sumber: Rumah. com, 2. Menurut (Susanti, 2. Ciri khas rumah betang adalah bentuknya yang panggung dan Panjangnya bisa mencapai 30 sampai 150 meter dan lebarnya bisa mencapai sekitar 10 sampai 30 meter serta mempunyai tiang-tiang yang tingginya sekitar 3 sampai 5 meter. Umumnya Rumah Betang dihuni oleh 100 hingga 150 orang. Rumah Betang dapat dikatakan sebagai rumah adat karena selain itu juga terdapat keluarga besar yang tinggal di sana dan juga dipimpin oleh Pambakas Lewu. Jenis Ae Jenis Rumah Betang Menurut (Rumah. com, 2. Rumah Betang di Kalimantan memiliki beberapa jenis, di . Rumah Betang Muara Mea Gambar 2 : Rumah Betang Muara Mea (Sumber: Rumah. com, 2. Rumah Muara Mea mempunyai tampilan yang lebih modern karena dinding Rumah Muara Mea telah dicat berulang kali sehingga semakin menarik dan indah dipandang. Lukisan dan desain pada dinding rumah adat ini pun menjelma menjadi identitas masyarakat Dayak yang sangat Tujuan lain dari dibangunnya rumah adat ini adalah salah satu upaya pemerintah dalam melestarikan rumah adat dan budaya desa Muara Mea. Jurnal Vastukara. Volume 3 Nomor 2 September 2023 | 286 . Rumah Betang Damang Batu Gambar 3 : Rumah Betang Damang Batu (Sumber : Chacha, 2. Rumah Adat Damang Batu merupakan rumah adat yang sudah sangat tua karena dibangun pada tahun 1868 dan merupakan salah satu rumah adat tertua yang ada di wilayah Kalimantan Tengah. Rumah adat ini juga dibangun menghadap ke Sungai Kahayan dan memiliki pemandangan indah. Rumah Betang Pasir Panjang Gambar 4. Rumah Betang Pasir Panjang (Sumber :Chacha, 2. Rumah Betang Pasir Panjang merupakan rumah adat yang bisa Anda temukan di kawasan Kotawaringin Barat. Secara arsitektur. Rumah Betang Pasir Panjang berukuran lebih besar dan memiliki atap yang lebih tinggi. Pintu masuk rumah Betang Pasir Panjang juga berada di samping, tidak rebah seperti rumah adat pada umumnya. Karena ukurannya yang besar, pondasi kayu dan struktur pendukungnya pun tampak lebih kuat menopang bangunan yang berat. Jurnal Vastukara. Volume 3 Nomor 2 September 2023 | 287 . Rumah Betang Toyoi Gambar 5 : Rumah Betang Toyoi (Sumber : Chacha, 2. Nama rumah adat Betang Toyoi diambil dari nama orang yang membangun rumah adat ini, yaitu Toyoi Panji. Rumah adat ini terletak di desa Rumbang Malahoi dan masih belum diketahui secara pasti kapan rumah adat ini pertama kali dibangun. Selain fungsinya sebagai tempat tinggal. Betang juga terbukti menjadi tempat pluralisme dan menghormati perbedaan agama Material Material dari Rumah tradisional Betang di Kalimantan. Indonesia dibangun dengan bahan alami seperti kayu, bambu, dan jerami. Bahan-bahan ini tersedia secara lokal dan telah digunakan selama beberapa generasi karena daya tahan, fleksibilitas, dan sifat termalnya. Rumah itu dibangun dari kayu ulin. Kayu ulin merupakan kayu yang kuat dan tahan lama. Oleh karena itu, rumah tradisional teluk mampu mengatasi perubahan iklim dari musim panas ke musim hujan. Pemilihan bahan baku juga disesuaikan dengan kondisi lingkungan rumah. Letaknya yang berada di tepi sungai membuat rumah sering terendam banjir. Berkat kayu ulin yang awet, rumah suku Dayak bisa bertahan bertahun-tahun tanpa mengalami kerusakan. Kayu sering digunakan untuk rangka dan dinding, sedangkan bambu digunakan untuk lantai, partisi, dan barang dekoratif. Jerami terbuat dari dedaunan atau rumput kering, digunakan sebagai atap untuk insulasi dan perlindungan dari cuaca buruk (Hamidah & Garib, 2. Topografi Rumah tradisional Betang di Kalimantan Tengah. Indonesia dibangun sesuai dengan medan dan kondisi lingkungan setempat. Rumah sering kali didirikan di atas panggung untuk melindungi dari banjir dan untuk memungkinkan ventilasi di bawah bangunan. Penggunaan rumah panggung juga membantu beradaptasi dengan medan yang landai dan tanah yang tidak rata di kawasan Fitur desain ini memungkinkan adanya sirkulasi udara alami dan membantu mengatur suhu dalam ruangan. Selain itu, atap Rumah Betang yang miring didesain mampu mengalirkan air hujan secara efektif ketika area tersebut menerima curah hujan yang deras (Asteria, 2. Iklim Menurut (Ellysabell, 2. Karakteristik iklim di daerah Kalimantan: Adanya jumlah bulan basah lebih banyak dari bulan kering dan pola penyebaran curah hujan hampir merata pada semua wilayah. Tropis lembab dan panas . suhu udara relatif konstan sepanjang tahun . A pada malam hari, 33A pada siang har. Penyinaran matahari 60% per tahun Jurnal Vastukara. Volume 3 Nomor 2 September 2023 | 288 . Curah hujan rata rata 2,732 mm/tahun dengan rata rata hari hujan 120 hari. Musim penghujan biasanya dimulai pada bulan September sampai bulan Mei, dan puncaknya pada bulan November dan April. Iklim yang relatif lebih kering dimulai dari bulan Juni sampai Agustus. Penataan Interior Rumah Betang . Pembagian Ruang Gambar 6 : Rumah Betang (Sumber : Trivaldo et al. , 2. Menurut Asteria . , pembagian ruangnya sederhana, seperti terlihat pada denah, dimana ruangan dibagi menjadi 3 ruangan. Pembagian ruang selalu didasari oleh kepercayaan terhadap penguasa tertinggi alam. Namun pada Betang saat ini, simbolisme ruang merupakan hunian buatan yang penataannya semula berlandaskan prinsip-prinsip sakral, namun karena agama dan kegunaan praktisnya sebagai pusat kehidupan diikuti seiring berjalannya waktu, simbolisme ruang hunian cenderung hilang. Area servis meliputi area dapur, ruang penyimpanan, dan garasi. Kalau dulu di Betang satu ruangan bisa menampung satu keluarga dan setiap ruangan mempunyai luas yang sama, namun di Betang sekarang berbeda, rumahnya hanya untuk satu keluarga jadi satu ruangan hanya bisa digunakan untuk perseorangan, dan berskala. Ruangan didesain sesuai dengan kebutuhan penghuni ruangan, karena privasi adalah kebutuhan anda yang paling utama. Bentuk Ruang Gambar 7 : Denah Rumah Betang (Sumber : Ellysabell, 2. Jurnal Vastukara. Volume 3 Nomor 2 September 2023 | 289 Ruang pada rumah betang selalu terletak pada dinding yang mengelilingi keseluruhan ruang, sehingga dapat disebut dengan ruang tertutup. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa perkembangan zaman telah mengubah cara pandang terhadap bentuk ruang, dimana ruangruang tidak harus selalu berada dalam bangunan tertutup, melainkan dapat dipisahkan dan dibuka ke dalam dengan tetap berada dalam satu keliling. Pada rumah Betang lama terdapat sebuah ruangan yang luasnya paling besar dibandingkan ruangan lainnya, yaitu ruangan los. Begitu pula di Betang saat ini, terdapat ruangan yang lebih besar yaitu ruang tamu atau ruang Hal ini dikarenakan Suku Dayak menganut sistem kekeluargaan besar dan ikatan kekerabatan yang kuat sehingga membutuhkan ruang untuk berkumpulnya keluarga. Tata Letak dan Peletakkan Ruang Pada rumah Betang, berdasarkan kepercayaan suku Dayak, terdapat peraturan mengenai letak ruangan sebagai berikut: Ruang los, harus berada ditengah bangunan karena merupakan pusat atau poros bangunan dimana tempat orang berkumpul melakukan berbagai macam kegiatan baik kegiatan keagamaan, sosial masyarakat dan lain-lain. Kamar tidur hendaknya ditata berjajar di sepanjang bangunan Betang. Letak kamar tidur anak dan orang tua mempunyai peraturan tertentu: kamar tidur orang tua harus berada di ujung sungai dan kamar tidur anak bungsu harus berada di ujung sungai, sehingga kamar orang tua dan anak harus berada di ujung sungai. Anak-anak tidak boleh diabaikan dan pelanggaran akan membawa bencana bagi seluruh keluarga. Dapur diletakkan di samping kanan atau kiri rumah dan harus menghadap ke sungai agar penghuni rumah selalu mendapat makanan. Penataan rumah Betang sepenuhnya berdasarkan kepercayaan, mengandung makna yang dalam dan merupakan wujud mengikuti adat istiadat. Elemen Ruang Lantai Gambar 7 : Denah Rumah Betang (Sumber :Ellysabell, 2. Lantai merupakan salah satu bagian terpenting dari suatu ruang, karena dapat menunjang fungsi atau aktivitas yang berlangsung di dalam ruang, menciptakan karakter dan memperjelas sifat Pada umumnya Lantai Betang dahulu dan Betang sekarang sama-sama menggunakan papan kayu sebagai material utamanya. Namun ada juga rumah yang menggunakan material lantai selain kayu, seperti rumah Betang yang sebagian lantainya terbuat dari keramik, terutama pada karpet kamar mandi dan kamar tidur. Hal ini juga terdapat pada rumah Betang pada lantai dapurnya terbuat dari plesteran semen, semua itu merupakan bagian dari perkembangan teknologi sehingga jenis lantai pun banyak macamnya. Jurnal Vastukara. Volume 3 Nomor 2 September 2023 | 290 Dinding Gambar 9: Dinding Betang dari Seng Gambar 10 : Dinding Betang dari Tripleks Kayu Sungkai (Sumber : Asteria, 2. Dinding merupakan benda yang memisahkan rumah dengan pekarangan dan juga menjadi benda pemisah ruangan-ruangan di dalam rumah. Terdapat perbedaan antara tembok Betang dahulu dengan Betang sekarang. Sedangkan pada rumah Betang saat ini, dindingnya tidak hanya terbuat dari papan kayu saja melainkan lebih beragam, seperti yang terlihat pada Betang I, dindingnya terbuat dari triplek dan hal ini juga terlihat pada Betang II. Pada rumah Betang sebelumnya dindingnya tidak tertutup seluruhnya melainkan hanya separuh tinggi bangunan yaitu 280 cm, sedangkan tinggi bangunan keseluruhan adalah 6 m. Pada dinding rumah Betang saat ini seluruh dindingnya tertutup hingga langit-langit. Plafond Gambar 11 : . Struktur Atap Betang, . Rumah Betang dengan Plafon, . Kerangka Atap Sumber : (Asteria, 2. Rumah Betang tidak menggunakan plafon, hanya terdiri dari rangka-rangka yang melambangkan struktur atap, dimana struktur tersebut sudah menjadi satu dengan elemen ruangan lainnya sehingga tidak perlu ditutup karena fungsi atap sudah tidak ada lagi. Selain untuk melindungi dari cuaca buruk juga untuk memberikan efek pada bentuk bangunan dan menyempurnakan eksterior, apalagi pada masa lalu yang teknologinya masih sangat sederhana. Sedangkan pada rumah Betang saat ini, struktur atapnya tertutup sehingga langit-langitnya terbuka karena seiring Jurnal Vastukara. Volume 3 Nomor 2 September 2023 | 291 berjalannya waktu, masyarakat berusaha menghilangkan penghubung antara atap dan ruang interior, termasuk membuat area pemisah. Kolom dan Tiang Gambar 12 : . Diameter Tiang Rumah Betang dulu, . Rumah Betang I, . Rumah Betang II Sumber : (Asteria, 2. Rumah Betang identik dengan tiang - tiang penyangga yang besar sebagai struktur utama rumah, karena tiang berfungsi untuk mengikat dinding bangunan agar tidak goyang dan menopang beban bangunan diatasnya. Dahulu tinggi tiang rumah dari permukaan tanah minimal 3 m, namun kini tiang rumah Betang tidak lagi setinggi dulu. Dalam penataan kolom ada aturan tertentu seperti tiang Bakas di sebelah kanan pintu masuk, tiang Busu di sebelah kiri pintu masuk, tiang Perambai sejajar dengan tiang Busu dan tiang Penyambut sejajar dengan tiang Bakas dan lain sebagainya. Keempat tiang ini harus berada di tengah-tengah ruang los. Tiang-tiang rumah Betang dulunya identik dengan tiang-tiang besar yang diameternya bisa mencapai 40 hingga 80 cm, namun seiring berjalannya waktu, ukuran tiang-tiang tersebut mulai mengalami perubahan, seperti yang terlihat pada Betang I dimana tiang berdiameter 30cm. Tangga Gambar 13 : . Tangga Dulu . Tangga Sekarang Sumber : (Asteria, 2. Rumah Betang merupakan rumah berkolong dengan tiang yang tinggi sehingga untuk naik turun menggunakan tangga disebut hejan yang terbuat dari kayu bulat dan dibuat ruas-ruas untuk tempat kaki memanjat tangga tersebut. Rumah Betang mengalami perkembangan sehingga hejan pun mengalami perubahan tidak lagi dibuat dari kayu bulat tetapi dibuat tangga dengan bentuk yang sekarang. Bentuk tangga dulu tidak digunakan lagi karena dianggap kurang praktis dan Jurnal Vastukara. Volume 3 Nomor 2 September 2023 | 292 kurang ergonomis, selain itu juga perabahan tinggi rumah juga berpengaruh terhadap pemilihan bentuk tangga sekarang. Menurut filosofi suku Dayak, manusia dibagi menjadi 3 tingkatan usia yaitu anak-anak, remaja dan dewasa dimana masing- masing tingkatan mempunyai jangkauan yang berbeda. Dalam membuat hejan secara teknis antara rumah Betang dulu dan sekarang memiliki kesamaan, dimana semuanya mempertimbangkan keselamatan dan kenyamanan pengguna walau dalam bentuk yang berbeda-beda. Pintu Gambar 14 : Penempatan Pintu Masuk Rumah Betang (Sumber : Asteria, 2. Pada Rumah Betang, ada aturan yang harus dipatuhi dalam menentukan letak pintu masuk, yaitu pertama, pintu ditempatkan di tengah-tengah rumah sehingga menyerupai garis pemisah rumah. Dengan kata lain, pola simetris dapat diamati pada bangunan tersebut. Kedua, pintu harus berada di sisi panjang rumah dan ketiga, pintu harus selalu berada di depan warung. Berbeda dengan rumah Betang i yang model rumahnya terbuka sehingga pintu masuknya menjadi jembatan antara eksterior dan interior, dimana jembatan ini berada di tengah ruangan sehingga terlihat seimbang karena rumahnya berukuran besar. Suku Dayak dulu menentukan ukuran pintu berdasarkan ukuran tubuh manusia terutama ukuran tubuh wanita, dengan cara wanita duduk bersandar dan kaki diselonjorkan maka didapatkan bukaan pintu. Sedangkan menentukan tinggi pintu wanita berdiri dan sebelah tangannya menggapai ke atas maka didapat tinggi pintu, sehingga tidak ada ukuran baku yang menjadi standar bukaan pintu rumah Betang dulu. Sedangkan pada Betang sekarang ukuran setiap pintu hampir sama karena pintu berfungsi sebagai jalan keluar dan masuk ke dalam ruangan maka pintu direncanakan dengan ukuran yang sesuai dengan fungsi ruang, dengan ukuran standar . Model pintu rumah Betang dulu sangat sederhana, berbentuk polos baik itu pada pintu masuk dan pintu bilik. Untuk membuka serta menutup pintu masuk digunakan tangan kiri dengan maksud bila ada tamu dengan maksud baik, maka tangan kanan digunakan untuk mempersilahkan tamu masuk. Sebaliknya jika tamu bermaksud jahat dan langsung menyerang maka tangan kanan dapat digunakan untuk menangkis serangan . Jurnal Vastukara. Volume 3 Nomor 2 September 2023 | 293 Gambar 15 : . Model Pintu Masuk Dulu, . Pintu Bilik Dulu. Gambar (Sumber : Asteria, 2. Gambar 16 : Model Pintu Masuk Sekarang (Sumber : Asteria, 2. Bentuk pintu rumah Betang dulu sangat sederhana, berbentuk polos baik itu pada pintu masuk dan pintu bilik. Untuk membuka serta menutup pintu masuk digunakan tangan kiri dengan maksud bila ada tamu dengan maksud baik, maka tangan kanan digunakan untuk mempersilahkan tamu masuk. Sebaliknya jika tamu bermaksud jahat dan langsung menyerang maka tangan kanan dapat digunakan untuk menangkis serangan . Metode Pencahayaan Alami Menurut (Asteria, 2. Bangunan Rumah Betang saat ini atau dulu lebih mengandalkan cahaya matahari sebagai sumber penerangannya di siang hari. Cahaya alami dapat menunjang aktivitas di Rumah Betang, terutama kegiatan yang membutuhkan banyak detail. Tergantung dari sumber cahaya yang masuk ke dalam bangunan, metode pencahayaan alami yang digunakan pada Rumah Betang dibagi menjadi toplighting dan sidelighting. Toplighting Metode pencahayaan alami dengan toplighting pada Rumah Betang diaplikasikan melalui rumbak Ditinjau dari bentuk dan posisinya, penggunaan rumbak tahansengan hampir sama dengan dalah satu jenis toplighting yaitu clerestories atau yang biasa disebut dengan low-angle Clerestories berupa jendela namun diletakkan pada area yang paling tinggi pada dinding mendekati atap bangunan. (Boubekri, 2. Sidelighting Sidelighting merupakan upaya memasukkan cahaya alami kedalam ruangan melalui bukaan pada sisi bangunan. Sidelighting memberikan pencahayaan dengan arah yang kuat pada area yang Jurnal Vastukara. Volume 3 Nomor 2 September 2023 | 294 dekat dengan sumber cahaya dan kemudian level pencahayaan menurun sebagaimana jarak dari sumber cahaya bertambah (Susanti. Bukaan pada Rumah Betang Gambar 17: Bukaan pada Rumah Betang (Sumber : Susanti, 2. Pintu Pintu pada Rumah Betang mempunyai dimensi kurang lebih A 210 cm x 100 cm. Pintu Rumah Betang sangat sederhana, dengan bentuk yang jelas, baik pada bagian pintu masuk maupun pintu kamar tidur. Saat membuka dan menutup pintu, gunakanlah tangan kiri dengan maksud jika ada tamu yang beritikad baik maka gunakanlah tangan kanan untuk mempersilahkan tamu tersebut Posisi pintu pada bangunan Rumah Betang ditinggikan tergantung pada ketinggian tiang pondasi kayu yang menopang rumah. Terdapat dua pintu yang menghubungkan area dalam dan area luar, yaitu pintu utama dan pintu dapur. Arah pintu rumah Betang umumnya menghadap ke sungai yang menjadi sumber penghidupan masyarakat Dayak. Berdasarkan posisi pintu yang berada pada bagian depan, maka orientasi dari pintu mengikuti arah bangunan dan kemana bangian panjang bangunan . epan dan belakan. menghadap (Susanti, 2. Jendela Jendela merupakan sumber utama cahaya alami dan udara yang masuk ke dalam rumah Betang. Penggunaan jendela samping sebagai sistem pencahayaan pasif pada bangunan juga membantu mengurangi konsumsi daya untuk memenuhi kebutuhan pencahayaan. Bentuk jendelanya persegi panjang dengan kusen jendela berbahan kayu solid. Biasanya material yang digunakan adalah kayu dan kulit kayu, sehingga bentuk jendela cenderung sederhana dengan permukaan jendela yang halus. Ukuran jendela Rumah Betang kurang lebih A 185 cm x 90 cm, sedangkan ukuran jendela Rumah Betang saat ini lebih kecil yaitu 90 cm x 60 cm bahkan lebih. Menurut (Asteria, 2. letak jendela pada rumah Betang hanya berada pada bagian samping bangunan yang panjang dan jendela hanya terdapat pada kabin-kabin, setiap kabin hanya mempunyai satu Letak jendela samping berada pada bagian depan dan belakang bangunan, sehingga arah jendela searah dengan bangunan dan letak bagian panjang bangunan menghadap ke depan dan . Roster Pada rumah Betang, selain jendela, juga digunakan roster dengan hiasan ukiran khas suku Dayak untuk memanfaatkan cahaya alami pada ruangan. Roster ini memiliki dua fungsi utama: ventilasi dan pencahayaan alami bangunan. Kedua fungsi utama ini juga mempengaruhi posisi dan bentuk Jurnal Vastukara. Volume 3 Nomor 2 September 2023 | 295 Pada rumah Betang, roster yang digunakan pada dinding berbentuk lubang persegi Roster material biasanya terbuat dari kayu tergantung material yang digunakan untuk Roster tersebut biasanya diletakkan di bagian atas jendela atau pintu, terletak di dekat atap bangunan. Tujuannya agar udara segar dari luar bisa bersirkulasi ke seluruh rumah tanpa terhalang sekat antar ruangan, ditambah lagi posisinya yang tinggi memudahkan cahaya alami tersebar ke dalam ruangan. Orientasi dari roster mengikuti orientasi jendelaa atau pintu (Susanti, . Rumbak Tahansengan Gambar 18. Rumbak Tahansengan (Sumber : Asteria, 2. Menurut (Asteria, 2. rumbak tahansengan merupakan dua buah lubang menerupai lubang hidung yang dibuat pada dinding gevel. Rumbak tahansengan memiliki dua fungsi utama yaitu sebagai penghawaan dan pencahayaan alami pada bangunan. Rumbak tahansengan berupa lubang persegi menyerupai lubang hidung panjang tanpa ada penutup atau peneduh pada bagian luar fasadnya. Rumbak tahansengan diposisikan pada bagian samping fasad bangunan, terletak pada bagian atas dinding gevel hampir berdekatan degan atap bangunan. Rumbak tahansengan diposisikan di bagian kiri dan kanan badan rumah pada dinding gevel, sehingga orientasi rumbak tahansengan berdasarkan arah datangnya matahari menyesuaikan dengan paturan adat hulu dan Filosofi Rumah adat Betang Panjang mencerminkan filosofi budaya masyarakat Dayak yang sangat mementingkan hubungan antara bangunan dan alam. Desain dan konstruksi rumah selaras dengan lingkungan alam, menunjukkan hubungan yang mendalam dan rasa hormat terhadap lanskap sekitarnya. Penggunaan material alam seperti kayu pada konstruksi rumah Betang Panjang selain praktis juga mempunyai makna simbolis. Pemanfaatan kayu dari hutan lokal tidak hanya menjamin kelestarian sumber daya tetapi juga mencerminkan kedekatan masyarakat Dayak dengan alam dan ketergantungan pada hutan untuk penghidupan mereka. Secara sosiologis, ini bermakna bahwa rumah khas Suku Dayak adalah rumah raksasa dan tidak seperti rumah biasa. Karena Kalimantan masih dipenuhi dengan hutan belantara, binatang buas masih berkeliaran di sana. Hadirnya rumah yang raksasa dipercaya dapat menakuti mereka. Konon orang- orang jahat juga tidak berani menginjakkan kaki di Rumah Betang karena kemegahannya dan banyaknya manusia yang tinggal di dalamnya (Kusumah, 2023. ) Secara keseluruhan, filosofi. Rumah Betang Panjang berakar kuat pada nilai-nilai budaya masyarakat Dayak, menekankan hubungan harmonis dengan alam, kelestarian dan pelestarian identitas budayanya (Novalena & Listiani, 2. Perbandingan Rumah Betang dan Rumah Tongkonan Rumah Betang dan Rumah Tongkonan memiliki kemiripan dari segi arsitektur. Bangunan rumah adat Tongkonan memiliki bentuk struktur rumah panggung, yang menggunakan kayu uru pada bagian kerangka dan dinding (Anjelita, 2. , sedangkan rumah adat Betang. Kayu yang Jurnal Vastukara. Volume 3 Nomor 2 September 2023 | 296 digunakan umumnya kayu ulin, di mana kayu ulin merupakan kayu yang sangat kuat dan tahan lama (Ari Welianto, 2. Rumah adat tongkonan dindingnya terbuat dari papan kayu yang diukir dengan motif- motif khas Toraja (Sharon, 2. sedangkan rumah adat betang dindingnya terbuat dari kayu yang diukir dengan motif-motif khas Dayak (Blkp. id, 2. Di dalam rumah Betang terdapat ruang tamu, kamar tidur, dan dapur sedangkan Di dalam rumah Tongkonan terdapat ruang tamu dan kamar tidur (Kpshk. id, 2. , sedangkan menurut Sharon (Sharon, 2. setiap ruangan pada rumah Tongkonan memiliki fungsinya masing-masing yaitu: Banua Sang Borong atau Sang Lanta terdiri dari satu ruangan saja untuk melakukan kegiatan yang melibatkan orang banyak. Banua Duang Lanta terdiri dari dua jenis ruangan, sali dan sumbung. Sumbung adalah ruangan yang terletak di bagian selatan dan berfungsi untuk tempat beristirahat. Kemudian sali adalah ruang yang terletak di bagian utara rumah. Selain itu, ruangan ini juga berfungsi untuk menyimpan jenazah yang sedang melalui proses upacara. Banua Talung Lanta. Bangunan ini terdiri dari tiga bagian. Tando : sebagai tempat tidur gadis-gadis yang belum menikah. Sali : bagian ini adalah ruang tamu utama keluarga dan Sumbung untuk menyimpan barang-barang berharga dalam keranjang/batang besar yang memiliki sebutan AobatutuAo . Rumah Tongkonan yang menjadi ciri khas suku toraja ini memiliki arsitektur yang sedikit berbeda pada bagian atap. Walau kedua rumah tradisional ini termasuk dalam rumah panggung tetap ada sedikit perbedaan pada bagian atap. Bentuk atap pada rumah Tongkonan lebih memanjang dan mencuat naik seperti perahu, sedangkan bentuk atap pada rumah Betang memiliki bentuk atap yang lebih umum. Rumah Betang cenderung lebih panjang dari pada rumah Tongkonan (Rumah. com, 2. Rumah Tongkonan yang memiliki struktur atap yang panjang dan unik, rasio antara panjang rumah, atap, dan longa . tap yang menjorok kedepa. adalah 1:1,4. Jadi panjang rumah 10m maka panjang longa menjadi 7m dan menjadikan pajang atap menjadi 24m (Rizkavita, 2. SIMPULAN Rumah betang adalah salah satu rumah tradisional yang menerapkan konsep bioklimatik pada arsitektur bangunannya. Arsitektur rumah betang dibangun menyesuaikan dengan kondisi dan iklim lingkungan sekitarnya, seperti konsep rumah panggung untuk menghindari banjir dan melancarkan sirkulasi udara. Tanpa disadari banyaknya arsitektur tradisional yang menggunakan konsep arsitektur bioklimatik dapat menjadi inspirasi dan diaplikasikan dalam arsitektur modern masa kini. DAFTAR PUSTAKA