Guru dan Pengembangan Kurikulum Guru dan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Era Revolusi Industri 4. Aldo Redho Syam Universitas Muhammadiyah Ponorogo aldoredho@umpo. Abstrak: Kurikulum merupakah salah satu komponen penting yang ada dalam dunia pendidikan. Tanpa adanya kurikulum, guru akan mengalami kesulitan dan kesesatan, ketika menjalankan tugasnya dalam proses belajar mengajar. Kurikulum dalam proses pembelajaran merupakan pengarah dan petunjuk bagi pendidik dan setiap pendidik mempunyai kewajiban untuk memahami dan menguasai kurikulum, serta mengembangkannya, karena kurikulum merupakan suatu sistem yang paling penting dalam konteks pendidikan terlebih dalam pendidikan agama Islam. Dengan memahami dan menguasai kurikulum, para guru dapat memilih dan menentukan arah dan tujuan pembelajaran, metode pembelajaran. Teknik pembelajaran, media pembelajaran, dan alat evaluasi pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan digunakan untuk belajar Dalam mencapai tujuan proses pembelajaran yang baik, terlebih dalam menghadapi dan menjawab tantangan dinamika perubahan sosial pada saat ini, pengembangan kurikulum tidak hanya menjadi tugas pemerintah dan pemangku jabatan tertinggi di lembaga pendidikan Islam, guru juga diharapkan dapat memainkan peranannya dalam mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam di lembaga pendidikan Islam, terlebih di era revolusi industry 4. Kata Kunci: guru, kurikulum, pendidikan agama slam, revolusi industri 4. Abstract: The curriculum is one of the important components that exist in the world of education. Without a curriculum, the teacher will experience difficulties and error, when carrying out their duties in the teaching and learning process. The curriculum in the learning process is a guide and guidance for educators and each educator has an obligation to understand and master the curriculum, and develop it, because the curriculum is the most important system in the context of education especially in Islamic religious education. By understanding and mastering the curriculum, the teachers can choose and determine the direction and purpose of learning, learning methods, learning techniques, learning media, and learning evaluation tools that are in accordance with the material to be used for teaching and learning. achieving the goals of a good learning process, especially in facing and answering the challenges of the dynamics of social change at the moment, curriculum development is not only the duty of the government and highest office in Islamic education institutions, teachers are also expected to play a role in developing Islamic religious education curriculum in Islamic education institutions, especially in the era of industrial revolution 4. Keynote: teacher, curriculum, islamic studis, industrial revolution 4. Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Aldo Redho Syam Pendahuluan Pendidikan merupakan suatu hal yang dapat menyebabkan kapasitas atau kemampuan masyarakat berkembang, dapat menumbuhkan keinginan, dan membangkitkan ambisi suatu generasi bangsa untuk mengeksplorasi berbagai kemauan serta dapat mengembangkannya secara maksimal dalam proses kepentingan pembangunan masyarakat secara keseluruhan tanpa diselingi dengan keruwetan. 1 Kualitas dan orientasi pendidikan saat ini, sudah menjadi tuntutan masyarakat Indonesia. Dalam lingkungan pendidikan agama Islam memiliki guru yang professional, kurikulum yang up to date, sarana dan merupakan tuntunan, impian, dan citacita dalam rangka menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat, sekaligus sebagai sarana dalam pengembangan potensi sumber daya manusia tersebut. Guru merupakan sosok yang patut digugu, dan ditiru, serta pribadi yang pernuh rasa tanggung jawab dan bijaksana,3 maka tak salah jika sering kita dengar ungkapan Auguru pahlawan tanpa Mulyasa. Menjadi Guru Profesional, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , hal. 2 Alfian Helmi. Kinerja Guru Dalam Meningkatkan Prestasi Siswa Pada Smp Negeri 2 Babahrot Aceh Barat Daya. Jurnal Admistrasi Pendidikan. Vol. No. 1, 2015, hal. 3 Muhammad Rapi. Sertitikasi Guru. Harapan Dan Tantangan Terhadap Guru (Pahlawan Tanpa Tanda Jas. Jurnal Harmoni. Vol. No. 1, 2012, hal. tanda jasaAy. 4 Dalam dunia pendidikan agama Islam, guru tidak akan pernah terlepas dari proses pembelajaran, dimana pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru terhadap peserta didik merupakan suatu rangkaian kegiatan yang terdiri dari beberapa komponen yang mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Proses kegiatan pembelajaran di lembaga pendidikan Islam, merupakan salah satu solusi untuk terjadi interaksi antara guru dan peserta didik, dimana mengembangkan potensi dirinya, baik dalam hal spiritual, maupun sosial. Proses dibutuhkan peserta didik,5 agar peserta didik mampu meningkatkan potensi dirinya dalam bermuamalah kepada Allah SWT, bermuamalah kepada dirinya sendiri, dan bermuamalah kepada orang lain . Dan semua proses kegiatan pembelajaran Guru merupakan sosok pribadi yang berani dalam mengorbankan dirinya untuk berkorban membela kebenaran, dengan cara menyalurkan ilmu pengetahuan yang dimilikinya kepada peserta didik, tanpa mengharapkan imbalan. Lihat Burhan Nurgiyantoro. Penulis Dan Makna Puisi Anak: Dalam Harian Kompas Minggu. Diksi: Jurnal Ilmiah Bahasa. Sastra, dan Pengajarannya. Vol. No. 2, 2006, hal. 5 I Ketut Sudarsana. Pemikiran Tokoh Pendidikan Dalam Buku Lifelong Learning: Policies. Practices. And Programs (Perspektif Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesi. Jurnal Penjaminan Mutu. Vol. No. 2, 2016, hal. Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Guru dan Pengembangan Kurikulum yang terjadi di lingkungan lembaga pendidikan Islam, tak luput dari rancangan kurikulum yang tersusun dan tertulis secara sistematis, terlebih dalam kurikulum pendidikan agama Islam. Kurikulum Islam merupakan sebuah perangkat rencana dan berisi peraturan yang berkaitan dengan isi dan bahan yang dipakai untuk pedoman berlangsungnya merupakan salah satu bentuk kerangka kegiatan dalam pendidikan formal untuk mencapai tujuan pendidikan agama Islam yang diinginkan, serta memiliki kedudukan dan peranan yang penting dalam membangun karakter peserta didik di lembaga pendidikan Islam. Dan pendidikan agama Islam tidak hanya semata-mata pemahaman belaka, namun juga haruslah diterapkan dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pada kenyataannya, dalam agama Islam masih berada pada tahap Sebagai Oemar Hamalik. Kurikulum dan Pembelajaran, (Jakarta: PT Bumi Aksara, 2. , hal. Para pendidik harus memahami, bahwa pembelajaran pendidikan agama Islam yang dilaksanakan dengan model hafalan dan ingatan merupakan sekedar cara agar peserta didik dapat memahami mata pelajaran yang diberikan, dan bukan sebagai tujuan dari pendidikan agama Islam itu sendiri. Lihat Omar Muhammad alToumy al-Syaibany. Falsafah Pendidikan Islam, (Jakarta: Bulan Bintang, 1. , hal. kurikulum pendidikan agama Islam, guru tidak hanya dituntut untuk melaksanakan kewajibannya saja dalam pendidikan agama Islam, namun juga guru dituntut untuk mampu memainkan kurikulum pendidikan agama Islam, terlebih di era revolusi industry 4. dimana tujuan pendidikan agama Islam haruslah mengarah kepada aspek peningkatan mutu lulusannya yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa, bertingkah laku dan berbudi pekerti bertanggung jawab, berkemandirian, dan Pembahasan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Perkataan mulanya mulai dikenal dalam bidang pendidikan, kurang lebih sejak satu abad yang lalu, dan dipergunakan pertama kali dalam bidang olahraga,8 dengan istilah AuCurriculaeAy yang berartikan sebagai pelari yang harus mampu menempuh jarak langkahnya dari awal hingga akhir. 9 Dalam Bahasa latin, kurikulum berasal dari bahasa latin AuCuriculumAy dan dalam bahasa Prancis AuCuurierAy Abdullah Syukri Zarkasyi. Gontor dan Pembaharuan Pendidikan Pesantren, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , hal. 9 Dheni Redhiana. Pengembangan Kurikulum Pada Aspek Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang Berbasis Lingkungan Hidup Melalui Pendekatan Saintifik di Sekolah Dasar. Dinamika: Jurnal Pendidikan Dasar. Vol. No. 2, 2014, hal. Tadris. Volume 14. Nomor 1. Juni 2019 Aldo Redho Syam Dalam pemerintah. No. Tahun 2005, tentang Standar Nasional Pendidikan, merupakan sekumpulan rencana dan pengaturan berkaitan tujuan, isi, serta bahan pembelajaran dan strategi yang dipakai sebagai pedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk Sedangkan dalam Undang-Undang. No. Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional, juga disebutkan seperangkat rencana dan pengetahuan yang didalamnya meliputi tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang pendidikan tertentu. Di lembaga pendidikan Islam, terdapat bagian-bagian yang harus ada, serta tidak dapat terpisahkan. Dan bagian-bagian tersebut, termasuk kedalam masalah-masalah yang ada dalam pendidikan, yaitu guru, peserta didik, kurikulum, kemudian tujuan, serta evaluasi yang bertujuan untuk mengevaluasi apakah pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan apa yang direncanakan atau belum. Kurikulum pendidikan agama Islam merupakan kumpulan silabus yang sistematis, mengenai mata pelajaran yang disertai dengan pengantar dan Arifin. Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Bina Aksara, 1. , hal. tujuan pendidikan secara keseluruhan, serta ikhtiar singkat mengenai tujuan setiap mata pelajaran di lembaga pendidikan Islam. 11 Sebagaimana yang dikemukakan oleh Oemar Hamalik, bahwa: AuKurikulum pendidikan agama Islam, merupakan tata olah pendidikan agama Islam, yang didalamnya memuat pendidikan agama Islam, yang disertai dengan instrument yang kegiatan belajar mengajarAy. Kurikulum pendidikan agama Islam merupakan sebuah sistem yang berada di lembaga pendidikan Islam, dan merupakan sebuah komponen sistematis yang tak dapat dipisahlan pengaplikasian kegiatan pendidi-kan agama Islam di lembaga pendidikan Islam. Sebagaimana dikemukakan oleh Jamaludin dan Usman Said, bahwa: AuLandasan pengarah peserta didik, bukan hanya sekedar untuk dipahami sebagai ilmu penge-tahuan saja, melainkan lebih dari itu, yaitu adanya perubahan tindakan dan tingkah laku yang diperlihat-kan 11 Lukman Hakim. Model Integrasi Pendidikan Anti Korupsi dalam Kurikulum Pendidikan Islam. TaAolim: Jurnal Pendidikan Agama Islam. Vol. No. 2012, hal. 12 Oemar Hamalik. Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Guru dan Pengembangan Kurikulum peserta didik sehari-hariAy. tujuan dari pendidikan agama Islam itu sendiri adalah agar peserta didik tidak hanya belajar dan paham akan tetapi dapat mengamalkan serta mengaplikasikannya dalam kehidupan seharhari. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, yang berbunyi: a AE O aEA s aA aI IEA AcEEa aEaeO aNA a aAE CA AAENO NA A Ca a a a e NA:AEA a AcEEA a e a a eI aIA a aA aEA:AOEacIA AU aEaO aE aNE aI eEasI (ON IA a eA e aI Aa aOA a aa )AIA Kurikulum pendidikan agama Islam, hubungan yang dilakukan dan dilaksanakan oleh pendidik dan peserta didik dalam mencapai tujuan akhir dari pendidikan agama Islam itu sendiri, yaitu untuk memperoleh ijazah kelulusan. Dan juga kurikulum pendidikan agama Islam itu sendiri, tidak akan mampu terlepas dari lembaga Islam, kurikulum merupakan sistem, yang pendidikan agama Islam yang ingin di capai, isi kurikulum pendidikan agama Islam, tata pengimplementasinya, serta tahapan evaluasinya. Kurikulum pendidikan agama Islam juga merupakan sebuah rangkaian mata pelajaran yang pelajaran, diantaranya al-Quran dan Hadits, sejarah kebudayaan Islam, aqidah akhlak, fikih dan bahasa Arab,15 dimana seluruhnya telah tercantum dalam komponenkompenen yang sama dengan bidang mata pelajaran lainnya pendidikan Islam tersebut. Dengan Artinya: Dari Anas bin Malik. Rasulullah SAW bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap Muslim (H. R Ibnu Maja. Dengan Rasulullah SAW memberikan gambaran bahwa: kurikulum Pendidikan Agama Islam sangatlah diperlukan untuk menarik simpati dan empati peserta didik untuk mau menuntut ilmu dan mempersiapkan dirinya untuk hidup sempurna dan bahagia dimana yang akan datang,17 dengan menyenangkan dan dicintai oleh peserta didik, dan tidak dianggap sebagai kegiatan membosankan terputusnya semangat peserta didik dalam menuntut ilmu. Maka dari itu, pengembangan kurikulum 13 Jamaludin dan Usman. Filsafat Pendidikan Islam, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , hal. 14 Al-Rasyid dan Samsul Nizar. Filsafat Pendidikan Islam. Pendekatan Historis Teoritis dan Praktis, (Jakarta: Ciputra Press, 2. , hal. 15 Peraturan Menteri Pendidikan Nasional. No. Tahun 2006. Tentang Standar Kompetensi Lulusan. Abi Abd Allah Muhammad bin Yazid AlQusyairi. Al-Sunan Ibnu Majjah, . tp: Isa al-Babi al-Halabi wa Syirkah. Juz I), hal. 17 M. Quraish Shihab. Membumikan al-QurAoan, (Bandung: Al-Mizan, 1. , hal. Tadris. Volume 14. Nomor 1. Juni 2019 Aldo Redho Syam pendidikan agama Islam perlu dilakukan untuk menyesuaikan dengan kondisi dan situasi peserta didik, agar mereka tidak bosan dan jenuh dalam mengikuti proses pembelajaran, terlebih di era revolusi industry 4. Dan esensi kurikulum pendidikan agama Islam di era revolusi 0, pada hakikatnya merupakan suatu usaha secara sadar untuk mencapai tujuan pendidikan agama Islam yang jelas dalam membentuk kepribadian Muslim, dan sudah sangat berkembang dan berkemajuan dengan pesat, dimana dahulu kurikulum pendidikan agama Islam, hanya mencakup lingkup pembelajaran agama Islam . ikih, al-QurAoan dan Hadits, aqidah akhlak, sejarah kebudayaan Islam, dan Bahasa Ara. , sekarang banyak lembaga pendidikan yang mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam secara variative, seperti pembelajaran tahfidzul QurAoan, mahfudzot, imlaAo, dan lain sebagainya. Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Proses pendidikan agama Islam dan kegiatan pembelajarannya, kondusif, lancar, interaktif, dan lain sebagainya, jika dilandasi oleh kurikulum pendidikan agama Islam yang baik dan benar,18 serta NurAoim Septi Lestari. Implementasi Kurikulum 2013 Tingkat SD/MI Melalui Pembelajaran Tematik, berpengaruh terhadap kehidupan peserta didik di masa yang akan datang, terutama dalam sikap keagamaan, akhlak, akal pikiran, tingkah laku sosial, dan budaya peserta yang sangat dipengaruhi oleh pendidikan agama Islam di Islam,19 Rasulullah SAW, yang berbunyi: aca AOEA AcEEa aEaeO aNA a AE a aA a aA CA:AEA a a eI a aNaOe aa CA ca AAEacOA a AcEEA s aA I aII IOEA:AOEacIA AO uaacacE OaOEa a aEaO Ee aAeaa a aO aNA ea e a a a a a aa )aIaaN aOaI e aaEIN (ON IEIA AOa aN NaOaIN aOOaIa NA Artinya: AuDari Abu Hurairah berkata. Rasulullah SAW bersabda: AuTidakkah setiap anak dilahirkan kecuali dalam keadaan suci, maka orang tuanyalah yang mengyahudikannya, menasranikannya, dan memusyrikkannyaAy. Dengan Dipahami dari hadist Rasulullah SAW tersebut, bahwa: kurikulum pendidikan agama Islam memiliki peranan yang sangat penting bagi Islam, mempersiapkan dan mengembangkan peserta didik untuk dapat menjalankan kehidupan secara efektif dan efisien sesuai dengan Proceeding ISIE 2018. ISBN: 978-602-5972-04-1, 19 Azyumardi Azra. Esei-Esei Intelektual Muslim dan Pendidikan Islam, (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 1. , hal. 20 Muslim ibn Al-Hajjaj ibn Muslim al-Qusyairi. Shahih Muslim. Juz Vi, (Kairo: Dar al-Hadis, t. , hal. Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Guru dan Pengembangan Kurikulum peserta didik untuk masa yang Dan penyusunan kurikulum pendidikan agama Islam, hendaknya memperhatikan beberapa prinsip-prinsip yang dijadikan sebagai landasan pendidikan agama Islam, antara lain sebagai berikut: Prinsip relevansi. dalam konteks ini hendaknya Islam memperhatikan situasi dan kondisi lingkungan sekitar, yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, agar nantinya dalam penerapan kurikulum pendidikan Islam bagi peserta didik dapat bermanfaat bagi dirinya di masa yang akan datang. Prinsip fleksibilitas. dalam konteks ini hendaknya Islam memahami terlebih dahulu latar didiknya, agar nantinya dalam penerapan kurikulum pendidikan agama Islam tersebut, bisa mengarahakan peserta masa depan yang baik. Azyumardi Azra. Esei-Esei Intelektual Muslim dan Pendidikan Islam, hal. Prinsip kontiunitas. pendidikan agama Islam, memahami dengan detail bahwa proses belajar mengajar bersifat kesinambungan dan kurikulum pendidikan agama Islam juga haruslah bersifat terus menurus dikembangkan dinamika perubahan sosial, kebutuhan peserta didik. Prinsip dalam konteks ini pengembangan kurikulum agama Islam yang dikembangkan di lembaga pendidikan Islam, menjawab tujuan pendidikan agama Islam yang telah Dan dalam prinsip ini, keterlibatan pendidik dan dibutuhkan dalam mencapai tujuan pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam tersebut. Prinsip praktis. diman dalam konteks ini pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam tentunya membutuhkan waktu, biaya, alat peraga, dan pengembangannya, tidaklah harus praktis yang disesuai- Tadris. Volume 14. Nomor 1. Juni 2019 Aldo Redho Syam kan dengan kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di masa yang akan datang. Dari beberapa prinsip-prinsip kurikulum pendidikan agama Islam diatas, juga dapat dipahami bahwa: sesungguhnya dalam kurikulum pendidikan agama Islam tidak hanya berkaitan dengan prinsipprinsip khusus saja, namun juga harus dikaitkan dengan prinsipprinsip pendidikan agama Islam. Dalam hal ini Abdullah Syukri Zarkasyi, membagi prinsip umum kurikulum pendidikan agama Islam menjadi empat prinsip, antara lain sebagai Tujuan pendidikan agama Islam. prinsip tujuan disini mencoba untuk mengarahkan sesuatu hendak dituju dalam Tujuan pendidikan agama Islam sangatlah berkaitan erat dengan tujuan hidup manusia, karena pendidikan merupakan alat yang dipergunakan oleh manusia dalam memelihara berkelanjutan hidupnya, mamupun kelompok. Materi merupakan hal yang tidak kalah pentingnya dengan yang lainya, karena materi pelajaran pendidikan agama Islam memberikan jawaban terhadap apa yang dikerjakan membangun mutu lulusan yang diharapkan dalam tujuan pendidikan agama Islam. Metode. prinsip metode disini merupakan suatu langkah yang digunakan oleh guru dalam memberikan ilmu dan pengetahuan yang dipelajari dan dipahaminya kepada nantinya diharapkan melalui transfer ilmu dan pengetahuan dapat dipahami dan diterima dengan baik. Evaluasi. prinsip evaluasi kurikulum pendidikan agama Islam yang berupa penilaian untuk mengetahui seberapa jauh tujuan pendidikan agama Islam tersebut dapat dicapai . dan berupa alat peneguhan untuk mengekalkan laku yang pendidikan agama Islam, baik dengan ganjaran maupun Abdullah Syukri Zarkasyi. Gontor Pembaharuan Pendidikan Pesantren, hal. Haidar Putra. Pendidikan Islam, (Jakarta: Kencana, 2. , hal. Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Guru dan Pengembangan Kurikulum Baik yang terdapat pada prinsip umum maupun khusus tak dapat dipisahkan dari tujuan pendidikan secara menyeluruh. Dalam pendidikan agama Islam, prinsip pengembangan kurikulum, memiliki tujuan agar guru dapat membentuk dan mencetak generasi Islam yang melek akan ilmu pengetahuan, media komunikasi. Pengembagan kurikulum pendidikan agama Islam di era revolusi 0, merupakan alat yang intelektual peserta didik dalam menghadapi tantangan di masa yang akan datang, khususnya kemampuan berperasaan, berpikir, dan berbuat. Oleh karena itu, pada hakekatnya prinsip pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam yang baik, lebih mengarah kepada peranan kurikulum pendidikan agama Islam untuk membentuk masyarakat dalam berbuat dan Model Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Kegiatan belajar mengajar yang efektif dan professional dalam dengan kurikulum yang efisien dan Oleh pengembangan kurikulum sangat dianjurkan dan disesuaikan dengan kepentingan dan konteks zaman. Tentunya dengan mengarahkan kurikulum sekarang kepada tujuan karena adanya pengaruh positif baik yang datang dari instinsik Dengan harapan agar peserta didik dapat mengahadapi masa depan yang baik, pengembangan kurikulum Selanjutnya, model pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam Model Tyler. langkah-langkah Islam dalah model ini, terdiri dari: Melalui dilakukan, dengan terlebih dahulu menentukan tujuan pendidikan agama Islam yang akan dicapai. Menentukan pembelajaran menuju pencapaian tujuan pendidi-kan agama Islam. Menentukan pengelolaan atau organisasi materi kurikulum pendidikan Islam. Menentukan pendidikan agama Islam. Mozzain Arifin. Pengembangan Kurikulum, (Jakarta: Pustaka Karya, 2. , hal. Abdullah. Revitalisasi Pendidikan (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2. , hal. Islam. Tadris. Volume 14. Nomor 1. Juni 2019 Aldo Redho Syam Model Halord B. Alberty. langkah-langkah Islam dalah model ini, terdiri dari: Menentukan falsafah dan tujuan pendidikan agama Islam. Menetukan ruang pendidikan agama Islam. Menentukan bentuk kegiatan agama Islam. Menentukan agama Islam. Menetukan pendidikan agama Islam. Menyusun tentang cara menggunakan pendidikan agama Islam. Model Hilda Taba. kurikulum pendidikan agama Islam dalah model ini, terdiri Mendiagnosis Merumuskan tujuan pendidikan Islam. Menyeleksi materi pelajaran pendidikan agama Islam. Pengelolaan dan penataan materi pendidikan agama Islam. Menyeleksi Pengorganisasian pengalaman belajar pendidikan agama Islam, dan . Menentukan mengetahui hasil kegiatan pendidikan agama Islam. Dari pengembangan kurikulum diatas, juga terdapat perbedaannya, yaitu: Model Tyler, pendidikan agama Islam, beberapa pertanyaan, yang langkah-langkah yang telah Model Halord B. Alberty, kurikulum pendidikan agama Islam, tidak hanya membuat langkah-langkah pengembangan saja, namun pendekatan dalam proses Model Hilda Taba, dalam pendidikan agama Islam, lebih mentransformasi model Tyler, dan lebih menekankan kepada pemusatan perhatian guru . eacher pendidikan agama Islam yang dilakukan oleh guru, lebih Wiji Hidayati. Pengembangan Kurikulum, (Yogyakarta: Pedagogia, 2. , hal. Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Guru dan Pengembangan Kurikulum menempatkan dirinya sebagai seorang innovator. Selain ketiga model di atas, terdapat dua model pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam dikemukakan oleh Muhammad Tisna Nugraha, yaitu: The administrative model. model pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam ini, merupakan model yang paling klasik dan sering digunakan oleh lembaga pendidikan Islam, langkah-langkah pendidikan Islam dimulai dari gagasan yang berasal dari atas . emangku jabatan di lembaga pendidikan Isla. yang menggunakan prosedur administrasi dalam membentuk tim khusus. tim khusus kemudian merencanakan konsep dan strategi dalam mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam berdasarkan arahan dari tim kurikulum pendidikan agama Islam yang telah dirancang oleh tim khusus tersebut bersifat operasional, dengan menjabarkan konsep dan kebijakan yang telah ditentukan oleh tim pengarah. dirancang kemudian di evaluasi oleh tim pengarah. rikulum dilaksanakan dan dimonitoring secara berkelanjutan oleh tim pengarah, agar pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh lembaga pendidikan Islam dalam mencapai tujuan pendidikannya. The grass root model. pendidikan agama Islam ini, merupakan model kebalikan dari top-down the administrative model, dimana pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam dimulai dari gagasan yang berasal dari bawah yang bersumber dari guru ataupun dose. Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam dalam model ini, hanya diberlakukan untuk beberapa bidang studi ataupun mata pelajaran tertentu saja, secara cepat maupun bertahap, berdasarkan kebutuhan dan kondisi tertentu. Dengan dipahami bahwa: model pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam, pada dasarnya merupakan rangkaian kegiatan dalam menyusun, melaksanakan, menilai, menyempurnakan, dan menghasilMuhammad Tisna Nugraha. Pengembangan Model Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) Menuju Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Al27 Tadris. Volume 14. Nomor 1. Juni 2019 Aldo Redho Syam kan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tertentu, pada tingkat satuan pendidikan. Dalam model pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam ini, terdiri dari beberapa langkahlangkah yang harus diperhatikan antara lain: memahami tujuan pengembangan pendidikan agama Islam, menentukan tujuan pendidikan agama Islam yang akan diberikan kepada peserta didik, menentukan pengalaman belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi peserta didik, menata materi pelajaran pendidikan agama Islam dengan baik sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik, dan menentukan indicator dan instrument yang akan digunakan sebagai penilaian pendidikan agama Islam. Peran Guru dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam di Era Revolusi Industri 4. Profesi menjadi seorang guru menjadi profesi yang tidak akan pernah tergantikan oleh perkembangan teknologi yang sangat luar Meskipun setiap orang saat ini dapat menimba ilmu dari berbagai sumber melalui kecanggihan teknologi yang serba digital. Namun, seorang guru tetap dibutuhkan karena profesi yang mulia ini bukan hanya berfungsi untuk mentransfer ilmu pengetahuan saja Turats: Jurnal Pemikiran Islam. Vol. No. 2016, hal. melainkan juga menanamkan nilainilai kehidupan serta keteladanan yang tidak bisa dipelajari dari saluran informasi apapun. Berikut ini beberapa tantangan yang harus disikapi dan dipahami oleh guru di Islam, terutama dalam menghadapi era revolusi industry 4. 0, antara lain sebagai berikut: Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi yang begitu Moral, adab, dan tingkah laku Kritisnya kekerasan, pengangguran, dan Krisis personalitas sebagai warga dan negara Indonesia yang berdaulat. Perdagangan meraja lela, baik di tingkat ASEAN. Asia Pasifik dan Keadaan tersebut, tentunya sangat memerlukan dan membutuhkan guru yang memiliki yang berpendidikan yang tinggi, dalam rangka membekali peserta didiknya dengan berbagai kemampuan yang Kunandar. Guru Profesional Implementasi Kirikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Dan Sukses Dalam Sertifikasi Guru, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , hal. Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Guru dan Pengembangan Kurikulum dibutuhkan untuk melawan arus atau era yang sedang dan terus Maka tidak heran jika seorang guru merupakan faktor terpenting dalam menerapkan dan pendidikan agama Islam, dan dilakukannya, antara lain: Guru mampu menguasai materi pelajaran, ilmu pengetahun, informasi dan teknologi yang akan digunakan dan diajarkannya kepada peserta Guru mencerminkan tingkah laku dan sikap yang dapat diteladani peserta didknya. Guru mempunyai kecintaan profesinya sebagai pendidik. Guru menguasai berbagai macam metode dan strategi yang akan digunakannya dalam pembelajaran dan Teknik Guru bersikap terbuka dalam dan wawasan dalam pengembangan kompetensi dirinya, terutama dalam pembaharuan kurikulum pendidikan agama Islam. 29 Deden Makbulloh. Manajemen Mutu Pendidikan Agama Islam. Model Pengembangan Teori dan Aplikasi Sistem Penjaminan Mutu, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2. , hal. Kurikulum pendidikan agama Islam, tidak akan sempurna tanpa adanya bantuan guru dalam proses pendidikan agama Islam tidak akan berarti sebagai alat edukasi tanpa adanya bantuan guru, artinya prinsip dasar dari kurikulum adalah bagaimana agar proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dapat berjalan dengan baik, dan hasil yang diperoleh dalam kegiatan tersebut, merupakan aspek pendidikan agama Islam . danya feedback dan saling keterkaitan satu sama lai. 30 Dengan begitu, pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam merupakan Aukey factorAy dan pemegang komponen penerapan kurikulum pendidikan agama Islam, dan memiliki tugas sebagai penanggung jawab utama dalam membentuk watak dan pribadi peserta didiknya dalam menghadapi dunianya agar dapat mencapai mutu pendidikan agama Islam yang diharapakan oleh lembaga pendidikan Islam. 30 Sandi Wahyu Utomo. Manajemen Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kompetensi Guru (Studi Kasus di SMA Muhammadiyah 7. Yogyakart. Educan: Jurnal Pendidikan Islam. Vol. No. 1, 2017, 31 Miftah Mucharomah. Guru Di Era Milenial Dalam Bingkai Rahmatan Lil Alamin. Jurnal Edukasia Islamika. Vol. No. 2, 2017, hal. Tadris. Volume 14. Nomor 1. Juni 2019 Aldo Redho Syam Pengembangan Islam pengembangan pendidikan agama Islam. Islam merupakan sebuah sistem edukasi yang didirikan dengan niat dan rencana yang matang untuk menerapkan ajaran Islam, seperti yang terkandung di visi, misi, tujuan yang pelaksanaan pendidikan tersebut. Dalam pengembangan kurikulum Islam, setidaknya ada empat peran yang harus dilaksanakan oleh guru, yaitu Guru maksudnya peran guru adalah melaksanakan kurikulun yang sudah tersusun. Guru sebagai pengembang, kepercayaan untuk merancang kurikulum sekolah. Guru sebagai penyelaras, maksudnya guru memiliki penyesuaian kurikulum sesuai karakter sekolah. Guru peneliti kurikulum. Memasuki era revolusi indutri 0, tugas guru tidaklah semakin ringan, setidaknya guru haruslah 32 Wina Sanjaya. Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktek Pengembangan Kurikulum Tingkat meningkatkan kemampuan yang setidaknya ada 4 upaya yang harus dilaksanakannya, sebagaiman yang Wardiman Djojonegoro, yaitu: Memiliki kemampuan dalam menguasai keahlian dalam suatu bidang yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan Mampu profesioanl dengan otoritas mutu dan keunggulan. Menghasilkan karya-karya unggul yang mampu bersaing secara global sebagai hasil dari keahlian dan profesionalnya dan di era revolusi industry 0 mempunyai karakteristik madani yang berpengaruh pada visi, misi. Pertumbuhan teknologi akan mengubah bentuk dan cara hidup manusia. Guru sebagai pemain tengah dalam pelaksanaan dan pengembangan kurikulum dan proses pembelajaran pendidikan agama Islam di lembaga pendidikan Islam, mau tidak mau, suka atau tidak suka, akan tetap menjadi headline dan Satuan Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada, 2. , hal. 33 Suyanto. Wajah dan Dinamika Pendidikan, (Jogjakarta: Adi Cita, 2. , hal. Tadris. Volume. Nomor 1. Juni 2019 Guru dan Pengembangan Kurikulum sorotan utama dari banyak pihak berkaitan dengan kinerja yang Maka, terhindar dari hal-hal negative, setidaknya ada beberapa upaya guru pendidikan agama Islam yang dapat dilakukan oleh guru tersebut, antara lain guru hendaknya meningkatkan kualifikasi keilmuan dan akademis yang dimilikinya. mengubah kearifan dan kebijaksanaan yang masih bertumpu pada pola-pola sikap dan tingkah laku yang selama ini dilakukannya dihadapan peserta dan melek akan perkembangan dan kemajuan teknologi yang berkembang dengan pesat. Dengan dipahami bahwa: guru pendidikan agama Islam professional dalam menerapkan dan mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam, haruslah mampu mengantisipasi sisi negative dan mengambil sisi positif dari teknologi di era revolusi industry 0, yang sangat berdampak pada apabila kemajuan dan perkembangan tersebut, itu tidak disikapi dan dicermati dengan baik, maka akan menjadi sia-sia. Kehadiran aplikasiaplikasi smartphone pada saat ini, telah menjadikan peserta didik mudah dan cepat dalam dalam Miftah Mucharomah. Guru Di Era Milenial Dalam Bingkai Rahmatan Lil Alamin, hal. mendapatkan informasi terbaru yang up to date, dan hal ini sangat berpengaruh kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru, jika tidak ditindak lanjuti dengan cepat, hal ini dikarenakan aplikasiaplikasi tersebut, memang diciptakan untuk memberikan kemudakan bagi peserta didik berbuat dan kebahagiaan dan kesenangan bagi 35 Artinya, kemajuan perkemba-ngan hendaknya disikapi dan ditindak lanjuti, serta dijadikan sebagai meningkatkan dan mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam agar lebih baik dan relevan serta sesuai dengan kebutuhan peserta didik di era revolusi Kesimpulan Guru dan pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam di era revolusi industry 4. 0, merupakan komponen yang berkaitan satu sama lain dan sangat dibutuhkan bagi lembaga Islam, merupakan komponen Aukey factorAy dalam pengembangan kurikulum itu sendiri, terutama dalam menghadapi dinamika perubahan sosial pada saat ini, dimana keberlangsungan interaksi pendidikan, 35 Ms. Abbas. Pendidikan Bangsa, (Yogyakarta: Adi Cipta Karya, 2. , hal. Tadris. Volume 14. Nomor 1. Juni 2019 Aldo Redho Syam yang sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan proses dan kegiatan pembelajaran bagi peserta didik di lembaga pendidikan Islam. Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam yang terlaksana dengan baik, akan menghasilkan mutu lulusan yang berkualitas, dan tentunya berdampak kepada lembaga pendidikan Islam, tentunya dengan didukung oleh guru yang tidak tertinggal akan kemajuan dan perkembangan teknologi dan informasi. Prinsip-prinsip kurikulum pendidikan agama Islam yang digunakan terdiri dari: . Prinsip umum dalam pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam terdiri dari prinsip relevansi, prinsip fleksibilitas, prinsip kontiunitas, prinsip efisiensi, dan prinsip praktis, dan . Prinsip khusus pendidikan agama Islam terdiri dari Sedangkan model pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam terdiri dari dua model, yaitu: . The administrative model, dan . The grass root Model. Namun, prinsip dan model pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam tidak akan berjalan dengan baik, apabila tidak didukung dengan penguasaan guru terhadap teknologi dan Pengembangan kurikulum pendidikan agama Islam bukan saja menjadi tanggung jawab kepala sekolah di lembaga pendidikan Islam, tapi juga sudah menjadi tugas utama yang harus dilaksanakan oleh guru, dimana dalam guru memiliki empat peranan penting pendidikan agama Islam di lembaga pendidikan Islam, antara lain implementer . , developer . , adapter . dan researcher . Upaya yang dilakukan guru mengembangkan pendidikan agama Islam di lembaga pendidikan Islam terutama, di era revolusi industry 4. seyogyanya mampu mengembangkan kurikulum pendidikan agama Islam yang sesuai dengan zaman, serta orientasinya bukan hanya peserta didik paham, akan tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan berusaha menjaga aqidah dan akhlak peserta didiknya, agar kelak peserta didik memiliki prinsip dan keyakinan kokoh dalam segala kondisi dan situasi. Daftar Pustaka