Jurnal Basicedu Volume 4 Nomor 3 Tahun 2020 Halm. 696 - 706 JURNAL BASICEDU Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu/index Penerapan Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture Bermedia Mind Map Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sosial Pada Peserta Didik Sekolah Dasar Suryadin Hasyda1. Arifin Djenawa2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muhammadiyah Kupang E-mail : suryadinhasyda92@gmail. com1, adjenawa@gmail. Abstrak: Kegiatan penelitian ini menggambarkan peningkatan kecakapan literasi sosial peserta didik melalui model pembelajaran kooperatif picture and picture pada peserta didik kelas IV SDN Ende 1. Jenis penelitian PTK, dengan desain mengikuti model Mc Taggart dan Kemmis. Hasil analisis menunjukan model pembelajaran kooperatif picture and picture mampu meningkatkan aktivitas dan kemampuan literasi sosial peserta didik, dibuktikan dengan hasil pengamatan siswa pada tahap 1 berjumlah 68% masuk kedalam kriteria valid, sedangkan skor kelas hasil pengamatan siswa pada tahap II berjumlah 88% kriteria sangat valid. Hasil tes tahap I siswa mencapai skor 60 pada kategori valid, sedangkan hasil tes pada tahap II siswa mencapai skor 86,55% masuk dalam kategori sangat valid. Simpulan yang dihasilkan pada penelitian adalah dengan menerapkan pembelajaran kooperatif picture and picture memberikan akibat positif terhadap kemampuan literasi sosial anak didik yang ditunjukkan pada peningakatan keberhasilan tes hasil belajar pada siklus II. Kata kunci: kooperatif picture and picture, mind map, literasi sosial Abstract: This research activity illustrates the improvement of students' social literacy skills through the picture and picture cooperative learning model in grade IV students of SDN Ende 1. PTK research type, with the design following the Mc Taggart and Kemmis models. The results of the analysis show the picture and picture cooperative learning model can improve the activities and social literacy skills of students, as evidenced by the observations of students in stage 1 amounting to 68% into valid criteria, while the class scores of student observations in stage II amounting to 88% are very valid criteria. The results of the Phase I test of students reached a score of 60 in the valid category, while the results of the test in Phase II of the students reached a score of 86. 55% included in the very valid category. The conclusions generated in the study are by applying picture and picture cooperative learning to have a positive effect on the social literacy abilities of students shown in the improvement of the success of the learning outcomes test in the second cycle. Keywords: cooperative picture and picture, mind map, social literacy Copyright . 2020 Suryadin Hasyda. Arifin Djenawa A Corresponding author : Address : Jln. KH. Ahmad Dahlan. No. Kota Kupang Email : suryadinhasyda92@gmail. Phone : 081237981810 DOI: 10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture Bermedia Mind Map Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sosial Pada Peserta Didik Kelas IV di Sekolah Dasar - Suryadin Hasyda. Arifin Djenawa DOI: 10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Pendidikan dimaksud dalam peraturan di atas mengandung meningkatkan, menjaga, dan mengembangkan maksud memberdayakan literasi melalui proses pengetahuan manusia menjadi berkualitas sesuai Untuk Peran penting dalam meningkatkan kualitas SDM. menunjang kesuksesan pembelajaran itu sendiri. RI No 20 tahun 2003 Aupendidikan dilaksanakan Salah satu faktor yang selalu mendapat perhatian agar mendapatkan tujuan yang diinginkan bersama publik adalah kualitas guru sebagai salah satu pilar yakni berfungsi mengembangkan keterampilan dan penopang pendidikan. Guru memiliki kedudukan membentuk watak serta peradaban bangsa yang dan peran penting dalam mencapai visi pendidikan Guru dipandang sebagai figur pendidik yang menyatu dengan perubahan. Penyatuan dan berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi perubahan berarti mendorong guru menciptakan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, perubahan secara nasional dan global. berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi Dalam kegiatan belajar mengajar pendidik warga negara yang demokratis serta bertanggung bisa sebagai perencanaan . atau desainer Ay . pelajaran, sebagai implementasi atau Awal keduanya (Sanjaya, 2. Hal ini memotivasi guru mensosialisasikan gerakan bernama gerakan literasi untuk membiasakan diri pada kegiatan yang bersifat sekolah (GLS). Gerakan tersebut melibatkan semua inovatif dan konstruktif bersama siswa. Secara . di lingkungan sekolah. Gerakan ini eksplisit kita sering mendengar bahwa pembelajaran didukung oleh PERMENDIKBUD No 23 tahun harus bersifat konstruktif, dalam artian membangun 2015 berkaitan Perkembangan Budi Pekerti, yang kompetensi dan potensi peserta didik. Oleh sebab mencakup kegiatan meningkatkan minat anak pada itu, guru tidak hanya membatasi diri sebagai peran Literasi tidak hanya merujuk pada rana pemberi pengetahuan saja, tetapi juga mendorong kebahasaan saja, tetapi pemahaman literasi telah pertumbuhan potensi diri peserta didik yang sejalan bertransformasi luas pada disiplin-disiplin ilmu dengan penanaman pengetahuan. Untuk itu asumsi yang lain. yang memposisikan diri sebagai pusat pengetahuan Gerakan perlu ditinggalkan, dan berupaya membangun pendidikan yang sudah ada sebagaimana tertera proses pendidikan yang kolaboratif dan dialogis dalam PERMEN No. 65 tahun 2013 standar proses dimana peserta didik menjadi pusat pembelajaran. pendidikan SD dan SMP. Berdasarkan tujuan Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture Bermedia Mind Map Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sosial Pada Peserta Didik Kelas IV di Sekolah Dasar - Suryadin Hasyda. Arifin Djenawa DOI: 10. 31004/basicedu. Mengajar merupakan aksi mengkompilasi berhubungan dengan isu sosial. (Gunawan, 2. berbagai kompetensi yang selalu menjadi bagian dari figur guru sebagai pendidik. Ada empat menumbuhkan cara berpikir peserta, meningkatkan kompetensi dasar yakni pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian (Darmastuti, 2. Untuk analisis terhadap keadaan sosial masyarakat itu, dalam pembelajaran guru mendorong dan dalam rangka tumbuhnya warga negara yang baik. memotivasi dirinya untuk mampu memperlihatkan Dengan kata lain mengembangkan kemampuan keempat kompetensi ini sebagai bagian dari anak untuk menjadi seorang yang berahlak, sehat, aktivitas belajar bersama peserta didik. Hal-hal yang berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawab. penyampaian materi pembelajaran selalu menjadi Tujuan yang luas pula mengharapkan murid fokus seorang guru. Pengelolaan yang baik dengan menjadi pribadi yang mempunyai kema. suasana interaksi yang dinamis antara siswa dengan literasi sosial. Kemampuan literasi disini mengarah guru akan memberikan ekspetasi positif terhadap pada melek aksara/huruf, melek visual, serta pembelajaran yang bermakna. kemampuan memecahkan masalah yang dihadapi Kegiatan IPS pembelajaran yang baik dari seorang guru. Guru Kemampuan lain yang ditingkatkan dan harus menyiapkan diri, baik mental maupun fisik untuk terealisasi dalam kegiatan belajar dapat berupa belajar bersama siswanya. Strategi pembelajaran yang dipakai seorang guru di kelas bertujuan untuk Melihat cakupan tujuan IPS di sekolah dasar menjadikan semua peserta didik menjadi pebelajar yang mandiri selama hidupnya. Peserta didik akan menyiapkan desain pembelajaran yang tepat sesuai menjadi komponen penting untuk mewujudkan sebuah masyarakat belajar . earning communit. pendidik mempunyai peran dalam mengelola Berkeanan dengan hal tersebut, maka pembelajaran suasana belajar yang aman dan tertib. Untuk itu subjek tertentu membutuhkan persiapan yang guru perlu memiliki motivasi dalam menjalankan tugas sesuai dengan aturan guru profesional. Proses IPS merupakan subjek pembelajaran di level Penerapan strategi pembelajaran dalam IPS tentu SD. Dalam konteks pendidikan dasar tersebut, saja berorientasi pada siswa itu sendiri untuk eksistensi pendidikan IPS berkaitan berbagai membangun kemandirian dan kematangan pada disiplin ilmu pengetahuan sosial. Pembelajaran IPS empat aspek, yakni sikap religius, sikap sosial, mencari tahu kejadian, kenyataan, konsep yang pengetahuan dan keterampilan. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture Bermedia Mind Map Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sosial Pada Peserta Didik Kelas IV di Sekolah Dasar - Suryadin Hasyda. Arifin Djenawa DOI: 10. 31004/basicedu. Pembelajaran IPS bersifat partisipatoris. Peneliti mengadakan observasi dan menemukan artinya dalam pelaksanaan pembelajaran interaksi antara pengajar dan siswa berjalan intens. Guru Pertama, siswa menjadi pembelajar pasif, hanya menciptakan iklim belajar yang nyaman dan mendengar apa yang disampaikan guru dan siswa menyenangkan, dan hal ini dilakukan dengan tidak dimotivasi untuk melakukan aktivitas saat menerapkan strategi belajar yang sesuai dengan proses belajar mengajar. Kedua, guru tidak intisari materi serta mudah beradaptasi dengan memanfaatkan sumber bacaan lain sebagai bahan karakteristik peserta didik dan kondisi sosial. Selain komplementer materi pelajaran. Ketiga, sekolah belum memiliki program pengembangan literasi keefektifan dalam pemilihan media yang baik. yang sistematis untuk menumbuhkan budaya baca- Guru harus mampu menunujukan kemampuannya dalam mengelolah dan menggunakan strategi perpustakaan bagi setiap kelas. strategi belajar Sejalan dengan pendapat Glasser Berdasarkan permasalahan yang terjadi di . alam (Rusman, 2. ) yakni kompetensi guru Sekolah Dasar Negeri Ende 1, diharapkan seorang berhubungan 4 hal yang dikuasai seorang pengajar, guru memilih model dan strategi yang tepat untuk yakni menguasai bahan ajar, menilai perilaku siswa, menciptakan pembelajaran yang efektif. Bersamaan melaksanakan kegiatan belajar, dan mengevaluasi dengan penerapan hasil belajar peserta. menetapkan media pembelajaran. Pembelajaran guru juga Secara faktual, kebanyakan guru menerapkan kooperatif sangat baik diterapkan di sekolah dasar. strategi pembelajaran IPS tanpa memahami esensi Dalam proses belajar kooperatif peserta didik materi dan memperhatikan karakteristik siswa. dibentuk kedalam kelompok kecil secara heterogen Masih banyak guru menerapkan strategi yang untuk menyelesaikan materi yang disampaikan guru menempatkan dirinya sebagai sentral, sumber (Huda, 2. pengetahuan dan mengabaikan sumber-sumber Model kooperatif yang memiliki karakteristik belajar lain seperti perpustakaan sekolah, media kusus adalah pictuter and picture. Model picture elektronik, dan kehidupan sosial masyarakat sekitar. and picture dalam IPS mengandalkan gambar Fenomena ini tentu kontradiktif dengan semangat gerakan literasi yang pada hakikatnya sarana bagi Pemanfaatan gambar disini tidak bersifat mandiri, tetapi disertai ilustrasi bacaan yang membantu aplikasikan ilmu yang didapatkannya. peserta didik menemukan pokok-pokok pikiran Permasalahan tersebut juga terjadi di SDN materi pelajaran. Kegiatan pembelajaran picture Ende 1 yang berada di Kelurahan Kota Ratu, and picture menggunakan rangkaian gambar dan Kabupaten Ende, provinsi Nusa Tenggara Timur. dipasangkan menjadi urutan yang logis. Ada Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture Bermedia Mind Map Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sosial Pada Peserta Didik Kelas IV di Sekolah Dasar - Suryadin Hasyda. Arifin Djenawa DOI: 10. 31004/basicedu. beberapa keunggulan jika guru menerapkan picture penelitian dengan judul AuPenerapan Pembelajaran and picture antara lain: . guru bisa dengan mudah Kooperatif Picture and Picture Bermedia Mind mengetahui kemampuan masing-masing peserta Map untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi didik, . melatih siswa untuk berpikir logis dan Sosial Pada Peserta Didik Kelas IV sistematis, . peserta didik belajar untuk berpikir DasarAy. di Sekolah melatih diri untuk berargumentasi terhadap suatu prespektif gambar, dan . menumbuhkan motivasi belajar peserta didik (Suprijono, 2. METODE Jenis penelitian ini yakni penelitian tindakan kelas . lassroom action researc. PTK adalah Memahami pesan gambar memerlukan ide suatu bentuk penelitian yang bersifat reflektif atau pikiran yang mendeskripsikan keadaan gambar Pikiran tersebut dituangkan dalam media memperbaiki proses pembelajaran sehingga dapat yang dapat menjembatani objek belajar dengan meningkatkan hasil belajar siswa. (Ananda et al. peserta didik sebagai pembelajar. Penggunaan 2. mengatakan bahwa fungsi PTK sebenarnya media mind map merupakan salah satu alternatif sebagai Ausarana dalam meningkatkan kualitas dan dalam pembelajaran IPS dalam merangkai pesan- efisiensi kegiatan pendidikan. Ay pesan gambar. Dengan menggunakan mind map Rancangan PTK peserta didik menentukan sebuah kata kunci sebagai menggunakan model Kemmis dan Taggart, yaitu berbentuk spiral, dimana alur penelitian berupa Kemudian dikembangkan secara luas menurut jalan pikiran peserta didik (Devi et al. , 2. Dengan cara observation . , dan reflection . seperti ini mind map menyimpan ilmu dan (Ananda et al. , 2. Langkah pada siklus mengambil ilmu secara sistematis. Penerapan mind map dalam pembelajaran kooperatif sangat relevan, direvisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi. sebagaimana pernyataan teori elaborasi kognitif Sebelum masuk pada siklus I diadakan tindakan yang menggambarkan penelitian psikologo kognitif bahwa jika informasi ingin dipertahankan didalam Siklus pada spiral dari tahap-tahap memori dan berhubungan dengan informasi yang penelitian tindakan kelas dapat dilihat pada sudah ada didalam memori orang yang belajar harus gambar berikutnya: , . , kognitif, atau elaborasi dari materi (Slavin, 2. Berdasarkan kajian konseptual dan kenyataan pada latar belakang maka perlu dilaksanakan Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture Bermedia Mind Map Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sosial Pada Peserta Didik Kelas IV di Sekolah Dasar - Suryadin Hasyda. Arifin Djenawa DOI: 10. 31004/basicedu. Analisis data hasil dalam hal mengetahui kemampuan literasi sosial anak didik: HASIL DAN PEMBAHASAN Berlangsungnya pembelajaran dan aktivitas anak didik dalam belajar dengan menerapkan pembelajaran kooperatif picture and picture bermedia mind map ditulis hasil pengamatannya di Gambar 1. Bagan Siklus Pembelajaran model Kemmis dan Mc Taggart Pada tahap ini akan dianalisis data yang Observasi dilakukan selama proses mengajar Observasi dikumpulkan baik pada saat pra kegiatan belajar, sebelumnya telah disiapkan. Rentang skor yang proses belajar, maupun sesudah sesudah proses digunakan adalah 1-5 dengan keterangan skornya belajar dilaksanakan. Adapun data yang perlu adalah 1 = tidak baik, 2= kurang baik, 3 = cukup nalisis dalam PTK ini antara lain: baik, 4 = baik, 5 = sangat baik dan kriteria penilaian yang digunakan adalah > 20% = tidak Aktivitas siswa dilakukan data hasil observasi baik, 20% - 30% = kurang baik, 40% - 59% = secara deskriptif dengan teknik presentase: cukup baik, 60% - 79% = baik dan > 80% = sangat baik. AuSecara Kriteria yang digunakan dalam bentuk rentang skor yakni: pembelajaran dan aktivitas anak didik selama kooperatif picture and picture bermedia mind map dipaparkan pada tabel berikut ini. Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture Bermedia Mind Map Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sosial Pada Peserta Didik Kelas IV di Sekolah Dasar - Suryadin Hasyda. Arifin Djenawa DOI: 10. 31004/basicedu. Tabel 1. Hasil Keterlaksanaan Pembelajaran Dan Aktivitas Peserta Didik Pada Siklus I Dan II Hingga pembelajaran kooperatif picture and picture bermedia mind map dapat meningkatkan aktivitas keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas peserta didik telah mencapai indikator keberhasilan dan Hal menunjukan bahwa keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas anak didik selama diterapkan model Data tersebut sudah baik. aktivitas anak didik diperoleh dengan observasi Lembar pembelajaran menggunakan kisi-kisi instrumen kooperatif picture and picture bermedia mind map dan sub-variabelnya kegiatan awal, kegiatan inti. Setiap sub-variabelnya memiliki indikatornya masing-masing. Sedangkan menggunakan sub-sub variabelnya antara lain, kognitif, afektif, psikomotorik. Setiap sub-variabel memiliki indikatornya masing-masing. Diagram 1. Hasil Keterlaksanaan Pembelajaran dan Aktivitas Siswa Tahap I dan II Untuk mengukur tingkat kemampuan literasi Berdasarkan tabel 1 diatas bahwa penilaian sosial yang diperoleh setiap anak didik, pada akhir pengamat diperoleh nilai keterlaksanaan belajar pembelajaran peneliti memberikan soal tes atau tahap I 78,3% dengan predikat baik dan tahap II Masing-masing peserta didik diberikan 95% dengan predikatsangat baik. Sedangkan kesempatan menyelesaikan soal. Tujuan kegiatan aktivitas peserta didik pada siklus I 68 % dengan evalusai untuk mengetahui seberapa peningkatan kategori baik, dan siklus II 88 % dengan kategori kemampuan literasi sosial yang diperoleh setiap sangat baik, nilai yang diperoleh selalu meningkat peserta didik. Hasil tes siklus I terungkap bahwa di setiap siklusnya. dari 29 orang peserta didik kelas IV SDN Ende 1. Diagram ternyata hanya 19 orang yang mencapai batas Kriteria Ketuntasan Minimal. Sedangkan yang tidak mencapai (KKM) sebanyak 10 orang. Ini Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture Bermedia Mind Map Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sosial Pada Peserta Didik Kelas IV di Sekolah Dasar - Suryadin Hasyda. Arifin Djenawa DOI: 10. 31004/basicedu. menunjukan bahwa keberhasilan peserta didik siklus I berada pada kategori Cukup. Sedangakan hasil tes evaluasi pada siklus II diketahui bahwa semua anak didik sudah memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal ketuntasan belajar anak didik mencapai 100%, berada pada predikat sangat baik. Oleh karena itu pelaksanaan penelitian berakhir pada tahap II. Skor rata-rata hasil tes evaluasi anak didik pada tahap I dan II dapat dilihat pada tabel Diagram 2. Tes Evaluasi Belajar Peserta Didik Secara Klasikal Kegiatan I dan II berikut ini: Berdasarkan gambar diatas, menunjukan Tabel 2. Hasil Tes Evaluasi Peserta Didik Pada Siklus I Dan II peningkatan kemampuan literasi sosial siswa mulai kegiatan I dan II. Terlihat kegiatan I dengan ketuntasan 65,51% siklus II dengan ketuntasannya Tabel diatas menandakan tes evaluasi belajar anak didik secara keseluruhan kegiatan I dengan nilai berjumlah 65,51% kriteria cukup Sedangkan kegiatan II tes evaluasi belajar peserta secara menyeluruh skor 100% dengan Jadi, kooperatif picture and picture bermedia peta konsep terbukti dapat meningkatkan kecakapan literasi sosial peserta didik kelas IV yang hasil KKM kategori sangat baik dan sudah tercapai KKM yang ditentukan di sekolah. Tes evaluasi belajar anak tahap II dengan mengimplementasikan proses kooperatif picture and picture bermedia mind map. Secara ringkas tes evaluasi belajar siswa dapat dilihat pada diagram berikut: Berdasarkan implementasi pembelajaran kooperatif picture and picture bermedia peta konsep merupakan sebuah kegiatan belajar yang mendidik anak untuk berpikir kritis dan sistematis. (Hasyda, 2. menyatakan siswa yang memiliki kemampuan berpikir menurut pandangnya sendiri sekaligus prespektif gambar, dan menumbuhkan motivasi belajar siswa. Hal ini didukung dengan hasil observasi kegiatan siswa dan hasil pengamatan Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture Bermedia Mind Map Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sosial Pada Peserta Didik Kelas IV di Sekolah Dasar - Suryadin Hasyda. Arifin Djenawa DOI: 10. 31004/basicedu. keterlaksanaan proses yang menunjukan adanya Berdasarkan rumusan masalah dan hasil peningkatan yakni: aktivitas peserta didik kegiatan penelitian yang telah dibahas, maka dapat ditarik I berjumlah 68% pada predikat cukup, kegiatan II kesimpulan bahwa pelaksanaan penelitian tindakan berjumlah 88% pada predikat sangat valid. kelas dengan mengimplementasikan pembelajaran Sedangkan kooperatif picture and picture bermedia mind map pembelajaran putaran I 78,3% dengan predikat pada mata pelajaran IPS pada peserta didik sekolah baik dan putaran II 95% dengan predikat sangat dasar dapat meningkatkan literasi sosial peserta Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi Adapun data-data analisis evaluasi siswa keterlaksanaan belajar tahap I mencapai 78,3%. Ini kelas IV SDN Ende 1 putaran I, sejumlah 19 orang menunjukan bahwa pencapaian keterlaksanaan siswa atau 65,51% memenuhi KKM sedangkan pembelajaran berada pada kategori baik. Dan hasil ada 10 orang siswa dan 34,48% yang belum observasi aktivitas peserta didik pada siklus I memenuhi kriteria ketuntasan minimal dengan mencapai 68%. Hal ini menunjukan bahwa tingkat skor nilai adalah 65%. Sedangkan tes penilaian pencapaian aktivitas peserta didik berada pada putaran II terhadap siswa kelas IV SDN Ende 1 diketahui bahwa tidak ada siswa mendapatkan dilakukan pada tahap I maka diperoleh jumlah nilai dibawah Ukuran Ketuntasan Minimal. Semua anak yang sudah mencapai KKM sebanyak 19 siswa yang mendapatkan nilai O 65 sebanyak 29 orang dan yang belum mencapai KKM sebanyak orang atau 100% dengan rata-rata 86,55%. 10 orang, dan untuk nilai tertinggi adalah 80 dan Sedangkan Bertolak dari uraian diatas dapat ditemukan nilai terendah 40. Dengan demikian tingkat dalam penerapan metode discovery pada peserta pemahaman peserta didik terhadap materi yang didik SDN Ende 1 mengalami peningkatan yang signifikan dari siklus sebelumnya. Penerapan kooperatif picture and picture bermedia mind map pembelajaran kooperatif picture and picture berada pada kategori cukup. Sedangkan hasil bermedia peta konsep memiliki dampak positif observasi keterlaksanaan pembelajaran siklus II mencapai 95%. Ini menunjukan bahwa pencapaian dibuktikan hasil tes putaran I dan II. Begitu pula sangat baik. Hasil observasi aktivitas peserta didik dari hasil pengamatan tercatat bahwa kgiatan siswa pada siklus II sudah mencapai 88%. Sedangkan hasil tes evaluasi yang dilaksanakan pada siklus II Hal keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori IPS. pembelajaran dari setiap siklus mencapai skor 95% semua peserta didik mencapai KKM dan akhirnya mencapai kategori sangat baik. ditetapkan di sekolah dengan rata-rata 100%. SIMPULAN Dengan demikian tingkat pemahaman peserta Jurnal Basicedu Vol 4 No 3 Tahun 2020 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Penerapan Pembelajaran Kooperatif Picture And Picture Bermedia Mind Map Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sosial Pada Peserta Didik Kelas IV di Sekolah Dasar - Suryadin Hasyda. Arifin Djenawa DOI: 10. 31004/basicedu. didik terhadap materi yang disajikan dengan menerapkan pembelajaran kooperatif berada pada kategori yang sangat baik. Hasil ini sejalan dengan (Andriani mengemukakan bahwa model picture and picture efektif meningkatkan hasil belajar. Sehubungan dengan hasil yang dicapai dalam penelitian ini, maka bagi guru, diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme kinerja dalam Andriani. Sulasmono. , & Setyaningtyas, . Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture And Picture Dan Example Non Example Terhadap Hasil Belajar Pada Pembelajaran Tematik Kelas Iv Sdn Gugus Ki Hajar Dewantara. Jurnal Basicedu, 3. , 553Ae558. Darmastuti. Manajemen Sarana dan Prasarana dalam Upaya Peningkatan Kualitas Pembelajaran pada Jurusan Teknik Komputer dan Informatika di SMK Negeri 2 Surabaya. Inspirasi Manajemen Pendidikan, 3. menerapkan pembelajaran kooperatif picture and picture bermedia mind map. (Daryanti & Taufina, 2. mengungkapkan belum terbiasanya guru dan siswa dalam model ini sehingga membutuhkan Daryanti. , & Taufina. Penggunaan Media Pembelajaran dalam Model Picture and Picture untuk meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Basicedu, 4. , 484Ae alokasi biaya yang cukup pada pengembangannya. Maka dari itu peran guru juga sangat penting dalam membimbing dan membina peserta didik secara induvidual sehingga anak didik berani Devi. Yuliariatiningsih. , & Mulyati. Efektivitas Metode Mind Mapping Terhadap Peningkatan Pemahaman Konsep Siswa Pada Mata Pelajaran IPA. Jurnal PGSD Kampus Cibiru, 3. memulai kegiatan belajarnya dan dapat lebih mengingat dalam jangka waktu yang lama untuk materi yang disampaikan. Lebih lanjut (Lamahala ,2. diharapkan dengan kawan lebih cenderung aktif dalam seluruh proses pembelajaran sehingga hasil belajarnya lebih baik lagi dari sebelumnya dan lebih berani lagi menemukakan ide atau gagasan Gunawan. Pendidikan IPS filosofi, konsep dan aplikasi. Bandung: Alfabeta. Hasyda, . Penerapan Metode Pembelajaran Discovery Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Pada Peserta Didik Kelas IV di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata, 1. , 6Ae13. Huda. Cooperative Learning metode, teknik, struktur dan model penerapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. DAFTAR PUSTAKA