JOURNAL OF ECONOMICS AND REGIONAL SCIENCE Vol. 4 No. 2 Edisi September 2024 P-ISSN: 2776-2939 E-ISSN: 2776-3196 Meningkatkan Keberlanjutan Pariwisata Budaya melalui Partisipasi Komunitas Lokal: Kasus Istana Kesultanan Bima Nurul Istiqomah1. Mustamin H Idris2. Asfarony Hendra Nazwim3 123Administrasi Publik. Universitas Muhammadiyah Mataram. Mataram, 83117. Indonesia Histori Artikel: Pengajuan: 20 Agustus 2024 Revisi: 21 Agustus 2024 Diterima: 25 September 2024 Keywords: ommunity participation, cultural heritage, sustainable touris. Abstrack This study examines the role of community participation in sustaining the Asi Mbojo Museum, a cultural heritage site in Bima City. Indonesia. The museum plays a crucial role in preserving local history and enriching cultural awareness. Through a systematic literature review, 47 articles were identified from academic databases like Google Scholar and Scopus, with 6 articles directly relevant to the study. The findings underscore the significance of community involvement in museum management and development, influencing visitor numbers, economic benefits for locals, and cultural preservation. However, challenges such as limited access to information, financial resources, and infrastructure hinder community engagement. Enhancing community participation not only fosters sustainable tourism but also supports cultural heritage preservation and educational This research highlights the imperative of community engagement strategies in promoting sustainable tourism practices and cultural heritage conservation in Bima City. Citations: Istiqomah. Idris. , & Nazwim. Meningkatkan Keberlanjutan Pariwisata Budaya Melalui Partisipasi Komunitas Lokal: Kasus Istana Kesultanan Bima. Journal Of Economics and Regional Science, 4. , 146-160. Abstrak Kata Kunci: artisipasi komunitas, warisan budaya, pariwisata berkelanjuta. Penelitian ini mengkaji peran partisipasi masyarakat dalam melestarikan Museum Asi Mbojo, sebuah situs warisan budaya di Kota Bima. Indonesia. Museum memainkan peran penting dalam melestarikan sejarah lokal dan memperkaya kesadaran budaya. Melalui tinjauan literatur sistematis, 47 artikel diidentifikasi dari database akademik seperti Google Scholar dan Scopus, dengan 6 artikel relevan langsung dengan penelitian. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya pengunjung, manfaat ekonomi bagi penduduk setempat, dan pelestarian budaya. Namun, tantangan seperti terbatasnya akses terhadap informasi, sumber daya keuangan, dan Journal of Economics and Regional Science Vol 4. No 2 Edisi September 2024 Meningkatkan partisipasi masyarakat tidak hanya mendorong pariwisata berkelanjutan tetapi juga mendukung pelestarian warisan budaya dan inisiatif pendidikan. Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi keterlibatan masyarakat dalam mempromosikan praktik pariwisata berkelanjutan dan konservasi warisan budaya di Kota Bima. JEL Classification: Z1,R58,L83,O1 Penulis Korespondesi: Nama Penulis : Nurul Istiqomah Telpon/HP : 085339916994 Email : Istin0677@gmail. PENDAHULUAN Pariwisata mencakup segala aktivitas yang berkaitan dengan wisatawan dalam masyarakat (Marniyanti et al. , 2. Setiap individu memiliki pandangan yang berbeda tentang tujuan dan keberadaan pariwisata, yang dipengaruhi oleh latar belakang pengetahuan dan pengalaman masing-masing. Pandangan masyarakat terhadap pertumbuhan dan perkembangan pariwisata seringkal dibentuk oleh kesan, tanggapan, dan partisipasi mereka dalam aktivitas pariwisata(Adam et al. , 2. Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang tujuan pariwisata, masyarakat yang awalnya skeptis dapat menyadari pentingnya objek-objek pariwisata(Saragih. Pandangan positif dari masyarakat ini kemudian tercermin dalam perilaku mereka yang dipengaruhi oleh pengalaman dan pemikiran mereka. Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki naluri untuk berinteraksi dengan orang lain. Pada era globalisasi saat ini, teknologi dan informasi berkembang dengan cepat dan dirasakan oleh seluruh penduduk dunia (Kurniawatik et al. , 2021. Ahmadin et al. , 2. Perkembangan zaman yang semakin modern memudahkan manusia untuk memenuhi kebutuhan wisatanya. Pada zaman modern ini, manusia membutuhkan tempat-tempat wisata untuk rekreasi dan menghilangkan kejenuhan akibat padatnya aktivitas sehari-hari. Faktor jarak, waktu, dan informasi mengenai lokasi wisata tidak lagi menjadi hambatan karena informasi dapat ditemukan dengan mudah melalui internet(Surentu et al. , 2. Kota Bima, misalnya, memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu tujuan destinasi wisata yang apabila dikembangkan menjadi transit wisata alternatif, dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), peningkatan kesejahteraan dan ekonomi masyarakat. Journal of Economics and Regional Science Vol 4. No 2 Edisi September 2024 terbukanya kesempatan berusaha, serta mengurangi angka pengangguran seiring dengan meningkatnya kunjungan wisatawan(Faisal et al. , 2. Berdasarkan data sekunder pada tahun 2023, angka kunjungan wisatawan di Kota Bima mencapai 116. 499 orang, yang didominasi oleh wisatawan lokal. Tingkat kunjungan ini akan dapat meningkat bila diimbangi dengan pengelolaan dan pengembangan pariwisata yang baik. Selain potensi pariwisata yang besar yang dimiliki. Kota Bima memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif, seperti menjadi jalur utama yang menghubungkan Pulau Sumbawa dengan destinasi pariwisata Pulau Komodo(Ahmad & Argubi, 2. Dengan demikian, perkembangan sektor pariwisata diharapkan dapat menciptakan dan memperluas lapangan kerja serta pemerataan pendapatan masyarakat. Dari perspektif sosiologis, kegiatan pariwisata melibatkan tiga dimensi interaksi utama, yaitu kultural, politik, dan bisnis (Usman, 2. Dalam dimensi kultural, pariwisata berfungsi sebagai wadah akulturasi budaya di antara berbagai etnis dan daerah termasuk di Kota Bima. Sektor pariwisata dapat memperkenalkan keindahan dan kekayaan sumber daya alam, serta memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa. Secara konseptual, wisata budaya mencakup hasil karya manusia dari masa lampau dan masa kini serta aktivitas manusia itu sendiri (Munandar, 2. Namun, masalah yang sering dihadapi adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian budaya dan sejarah lokal. Di ruang empiris, hal ini juga terjadi di Kota Bima yakni padaIstana Kesultlana Bima atau dikenal sebagai Museum Asi Mbojo. Museum Asi Mbojo, yang merupakan istana Kesultanan Bima di masa lampau, memainkan peran krusial dalam menjaga dan mempromosikan sejarah serta budaya di daerah tersebut. Secara historis, berdasarkan data sekunder menunjukkan bahwa museum tersebut dibangun antara tahun 1927 dan 1929, dan diresmikan sebagai museum pada tahun 1989. Museum Asi Mbojo memegang peran penting sebagai institusi budaya yang melestarikan memori kolektif masyarakat Bima. Koleksi museum ini menggambarkan perkembangan masyarakat Bima dari masa prasejarah hingga era modern. Sebagai penjaga warisan budaya, museum ini tidak hanya mempertahankan sejarah Bima tetapi juga mengedukasi masyarakat dan pengunjung Journal of Economics and Regional Science Vol 4. No 2 Edisi September 2024 tentang pentingnya pelestarian budaya. Namun, tantangan yang dihadapi adalah bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat dan pengunjung dalam mendukung keberlanjutan museum tersebut. Partisipasi masyarakat dalam mendukung keberlanjutan museum dan sektor pariwisata dihadapkan pada beberapa persoalan utama(Kusumawati & Delliana. Pertama, kurangnya kesadaran dan pemahaman mengenai pentingnya pelestarian budaya dan sejarah lokal. Kedua, keterbatasan akses informasi menyebabkan rendahnya tingkat kunjungan dan partisipasi. Ketiga, terbatasnya pendidikan dan pelatihan tentang peran masyarakat dalam pelestarian budaya. Keempat, dukungan finansial yang tidak memadai menghambat program-program pelestarian dan edukasi. Kelima, kurangnya promosi dan strategi pemasaran yang efektif membuat kegiatan museum kurang dikenal. Terakhir, kendala logistik dan infrastruktur, seperti lokasi yang sulit dijangkau dan fasilitas transportasi yang kurang memadai, juga mempengaruhi minat masyarakat untuk berpartisipasi(Marniyanti et , 2. Mengatasi masalah-masalah ini sangat penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melestarikan warisan budaya. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran masyarakat dalam mendukung keberlanjutan Istana Kesultanan Bima sebagai destinasi tujuan wisata dan bagian dari warisan budaya di Kota Bima. NTB, dalam konteks pengembangan pariwisata melalui studi literature. Museum Asi Mbojo tidak hanya membantu memelihara warisan budaya yang berharga, tetapi juga menyajikan kisah menarik tentang kerajaan-kerajaan Bima. Selain itu, museum ini berperan sebagai pusat kegiatan budaya dan riset yang berkontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang masyarakat Bima. Dengan demikian. Museum Asi Mbojo menjadi titik penting dalam menjaga identitas dan kekayaan budaya Bima untuk generasi sekarang dan mendatang. METODE Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran masyarakat dalam mendukung pengembangan pariwisata Istana Kesultanan Bima di Kota Bima. NTB. Fokus utama adalah untuk mengidentifikasi kontribusi masyarakat lokal dalam Journal of Economics and Regional Science Vol 4. No 2 Edisi September 2024 faktor-faktor mendukung dan menghambat partisipasi mereka dalam konteks pariwisata Pencarian literatur dilakukan dengan mencari artikel, jurnal, dan publikasi terkait dari basis data akademik seperti Science Direct dan Google Scholar, dan database spesifik terkait pariwisata dan partisipasi masyarakat. Kata kunci yang digunakan termasuk "peran masyarakat", "pengembangan pariwisata", "Istana Kesultanan Bima", "pariwisata berkelanjutan", dan "partisipasi masyarakat". Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan artikel-artikel terbaru yang diterbitkan dalam rentang waktu 5-10 tahun terakhir untuk memastikan relevansi dengan isu-isu terkini. Kriteria inklusi meliputi studi empiris, tinjauan literatur, dan artikel penelitian lainnya yang secara langsung membahas peran masyarakat dalam pengembangan pariwisata, manfaat partisipasi masyarakat, atau tantangan dalam implementasi pengembangan pariwisata di kawasan bersejarah. Artikel yang memaparkan studi kasus, pendekatan baru dalam pengembangan pariwisata, atau analisis kritis terhadap peran masyarakat juga dipertimbangkan. Kriteria eksklusi mencakup artikel berita, editorial, dan materi yang tidak memiliki kaitan langsung dengan topik penelitian ini. Studi-studi yang memenuhi kriteria inklusi akan dipilih berdasarkan evaluasi judul, abstrak, dan teks penuh untuk relevansi dan kontribusi terhadap penelitian. Data yang diekstraksi akan mencakup informasi tentang metodologi penelitian, temuan utama, dan implikasi terhadap pengembangan pariwisata di Istana Kesultanan Bima. Data ini akan dianalisis secara komprehensif untuk mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang peran masyarakat dalam mendukung pengembangan pariwisata di Kota Bima. NTB. HASIL Dalam kajian ini, pencarian literatur dilakukan pada dua basis data utama yaitu Google Scholar dan Scopus. Dari hasil pencarian, ditemukan total 47 artikel yang mencakup berbagai aspek pariwisata dan pelestarian budaya. Namun, hanya sebagian kecil yang relevan dengan topik kajian ini. Pada pencarian di Google Scholar yang diakses pada 15 Juli 2024, ditemukan 25 artikel yang berkaitan dengan topik penelitian Journal of Economics and Regional Science Vol 4. No 2 Edisi September 2024 Setelah melalui proses seleksi ketat, hanya satu artikel yang dinilai relevan dan secara spesifik membahas topik terkait. Sementara itu, pencarian di Scopus menghasilkan 22 artikel. Dari jumlah tersebut, lima artikel yang relevan dengan topik penelitian ini diidentifikasi. Artikelartikel tersebut mencakup berbagai perspektif, termasuk analisis sosiologis terhadap partisipasi masyarakat dalam pelestarian budaya, studi kasus pengelolaan museum di beberapa negara, dan evaluasi dampak ekonomi pariwisata terhadap masyarakat Tabel 1. hasil penelitian sesuai dengan kriteria kelayakan Judul Penulis Temuan Utama Manajemen Wisata Budaya Berorientasi Pendidikan pada Museum Asi Mbojo Bima Nusa Tenggara Barat (Susanti & Ramli. Studi ini menemukan bahwa Museum Asi Mbojo memiliki potensi besar sebagai objek wisata pendidikan dan budaya dengan berbagai koleksi dan kegiatan budaya yang menarik minat Partisipasi masyarakat lokal sangat penting dalam pengelolaan dan pengembangan Community-based Ecotourism for Sustainability: An Evaluation of the SocioEconomic Benefits of Ecotourism in Thailand (Tien et al. , 2. Ecotourism berbasis komunitas memiliki manfaat sosial-ekonomi yang signifikan. Partisipasi aktif dari komunitas lokal diperlukan untuk memastikan manfaat yang berkelanjutan dari pariwisata. Engaging Volunteer Tourism in Post-Disaster Recovery: Building a Resilient Community in the Aftermath of Natural Disasters (Wearing et al. Keterlibatan masyarakat dalam pariwisata sukarela pasca bencana dapat membantu pemulihan komunitas dan meningkatkan partisipasi dalam kegiatan Residents' Involvement in Disaster Tourism as a Practice of Resilience: A Case Study of Japan (Tan et al. , 2. Studi ini menemukan bahwa keterlibatan penduduk dalam pariwisata bencana dapat menjadi praktik ketahanan yang penting, meskipun partisipasi masyarakat bervariasi tergantung pada konteks lokal dan dukungan pemerintah. Journal of Economics and Regional Science Vol 4. No 2 Edisi September 2024 Community Perception of Tourism Impacts and Their Participation in Tourism Planning: A Case Study of Ramsar. Iran Sustaining Local (Amir et al. , 2. Community Economy Through Tourism: Melaka UNESCO World Heritage City (Eshliki & Kaboudi, 2. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pariwisata sangat penting untuk keberlanjutan Studi ini menemukan bahwa persepsi masyarakat terhadap dampak pariwisata berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi mereka. Studi ini menekankan pentingnya partisipasi komunitas lokal dalam kegiatan pariwisata untuk mendukung ekonomi lokal. Partisipasi ini berkontribusi langsung terhadap kesejahteraan ekonomi komunitas setempat. PEMBAHASAN Pengembangan pariwisata berbasis budaya di daerah bersejarah seperti Istana Kesultanan Bima memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat setempat untuk mencapai keberlanjutan dan manfaat ekonomi yang maksimal. Partisipasi masyarakat tidak hanya meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan tetapi juga berkontribusi pada pelestarian warisan budaya dan peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal. Melalui kajian literatur sistematis, penelitian ini mengevaluasi bagaimana keterlibatan masyarakat dapat mempengaruhi keberhasilan pengembangan pariwisata budaya di wilayah tersebut. Peran Komuniitas Lokal dalam Pengembangan Pariwisata Peran masyarakat dalam pengembangan pariwisata Istana Kesultanan Bima sangat penting untuk mencapai keberlanjutan pariwisata dan peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal. Berdasarkan hasil penelitian, masyarakat terlibat aktif dalam berbagai aspek pengelolaan dan pengembangan pariwisata, termasuk penyelenggaraan acara budaya, pemeliharaan situs-situs bersejarah, dan penyediaan layanan wisata. Misalnya, penelitian oleh (Susanti & Ramli, 2. menunjukkan bahwa Museum Asi Mbojo memiliki potensi besar sebagai objek wisata pendidikan dan budaya dengan berbagai koleksi dan kegiatan budaya yang menarik minat wisatawan. Journal of Economics and Regional Science Vol 4. No 2 Edisi September 2024 Partisipasi masyarakat lokal sangat penting dalam pengelolaan dan pengembangan museum ini. Tabel 1. Data Pengunjung Museum Asi Mbojo Sumber: Data sekunder, diolah penulis 2024. Data empiris menunjukkan bahwa Museum Asi Mbojo telah dikunjungi oleh 505 orang pada tahun 2021, angka tersebut meningkat dibandingkan dengan tahun 2020 yang hanya sejumlah 3. 604, terjadi peningkatan kunjungan sebanyak 901 orang. Peningkatan ini dapat dianalisis melalui beberapa faktor yang berkaitan erat dengan peran aktif masyarakat. Pertama, adanya program Inovasi Soba Asi (Sahabat Museum Asi Mboj. yang diluncurkan sejak tahun 2020 telah berhasil menarik minat pengunjung(Susanti & Ramli, 2. , terutama pelajar dan mahasiswa yang menyelesaikan tugas sekolah maupun kampus serta berpartisipasi dalam kegiatan wisata sejarah dan belajar bersama di museum. Partisipasi masyarakat dalam program tersebut menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan interaktif. Pelajar dari tingkat Taman Kanak-Kanak hingga SMA/SMK yang berjumlah 1. 825 orang, serta mahasiswa dari kampus-kampus di Kota Bima dan Kabupaten Bima yang berjumlah Journal of Economics and Regional Science Vol 4. No 2 Edisi September 2024 625 orang, menjadi indikasi nyata bagaimana masyarakat mendukung kegiatan pendidikan dan budaya di museum tersebut. Peningkatan partisipasi komunitas budaya dan seni, serta kegiatan arisan dan reuni yang dilakukan oleh pengunjung umum sebanyak 815 orang, menunjukkan bahwa masyarakat lokal memanfaatkan museum sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya(Marniyanti et al. , 2. Hal ini memperkuat peran museum dalam menghidupkan budaya lokal dan menciptakan ruang bagi komunitas untuk Keterlibatan menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam acara-acara ini sangat berkontribusi terhadap peningkatan kunjungan(Faisal et al. , 2. Selain itu, keterlibatan 235 peneliti, seniman, fotografer, dan videografer yang membuat konten kreatif di museum juga memperlihatkan peran penting masyarakat dalam mempromosikan museum melalui media sosial dan publikasi. Meskipun kunjungan wisatawan asing masih sangat minim, hanya 5 orang sepanjang tahun 2021, promosi yang dilakukan oleh masyarakat melalui platform digital membantu meningkatkan visibilitas museum di luar wilayah lokal. Secara keseluruhan, peningkatan kunjungan ke Museum Asi Mbojo pada tahun 2021 tidak lepas dari peran aktif masyarakat dalam mendukung dan memanfaatkan museum sebagai ruang edukasi(Fitriani, 2. , budaya(Ahmad & Argubi, 2. , dan sosial(Susanti & Ramli, 2. Partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan dan program yang diselenggarakan oleh museum menciptakan lingkungan yang dinamis dan menarik, yang pada akhirnya meningkatkan jumlah kunjungan dan keberlanjutan museum sebagai destinasi wisata budaya di Kota Bima. Istana Kesultanan Bima sering menjadi pusat penyelenggaraan berbagai acara budaya dan festival, seperti peringatan hari jadi Kesultanan Bima, upacara adat, dan pertunjukan seni tradisional. Acara-acara ini tidak hanya menarik minat wisatawan lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara. Melalui acara-acara ini, wisatawan dapat merasakan langsung keunikan budaya Bima dan terlibat dalam kegiatan yang memperkaya pengalaman mereka. Dengan mengembangkan program wisata edukatif. Istana Kesultanan Bima dapat menarik kunjungan dari sekolah-sekolah dan institusi pendidikan. Program ini bisa mencakup tur berpemandu, workshop tentang Journal of Economics and Regional Science Vol 4. No 2 Edisi September 2024 sejarah dan budaya Bima, serta kegiatan belajar interaktif yang melibatkan siswa dalam memahami lebih dalam tentang warisan budaya lokal. Faktor Pendukung dan Penghambat Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Istana Kesultanan Bima sebagai Pariwisata di Kota Bima Faktor pendukung partisipasi masyarakat dalam pengembangan pariwisata Istana Kesultanan Bima meliputi kesadaran budaya yang tinggi, dukungan dari pemerintah, serta adanya program-program edukasi yang meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya. Misalnya, program Soba Asi (Sahabat Asi Mboj. yang melibatkan masyarakat dalam berbagai kegiatan seperti studi sejarah Bima, kajian sejarah dan budaya, wisata sejarah dengan benhur, kursus alat musik dan tari klasik istana Bima, serta pagelaran seni budaya Bima, telah memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan partisipasi masyarakat(Susanti & Ramli, 2. Namun, terdapat juga beberapa faktor penghambat yang menghalangi partisipasi masyarakat. Keterbatasan akses informasi menjadi salah satu kendala Meskipun teknologi informasi berkembang pesat, tidak semua lapisan masyarakat memiliki akses yang memadai terhadap informasi mengenai kegiatan dan program museum. Selain itu, dukungan finansial yang minim dari pemerintah dan sektor swasta juga menjadi kendala. Banyak museum, termasuk Museum Asi Mbojo, sering kali menghadapi kekurangan dana untuk menjalankan program-program pelestarian dan edukasi. Keterbatasan infrastruktur dan fasilitas transportasi yang kurang memadai juga menghambat akses masyarakat ke lokasi wisata. Dampak Partisipasi Komunitas Lokal terhadap Pengembangan Pariwisata Partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan pariwisata memiliki dampak yang signifikan terhadap keberhasilan dan keberlanjutan sektor pariwisata (Faisal et al. , 2. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, ditemukan bahwa partisipasi masyarakat dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas kunjungan wisatawan, memperbaiki ekonomi lokal, serta memperkuat identitas budaya. Misalnya, studi oleh Marniyanti et al. menunjukkan bahwa partisipasi Journal of Economics and Regional Science Vol 4. No 2 Edisi September 2024 masyarakat sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan dan pengembangan Museum Samparaja sebagai destinasi wisata budaya di Kota Bima. Dengan partisipasi yang aktif, masyarakat dapat membantu mempromosikan destinasi wisata, menjaga kebersihan dan kelestarian situs bersejarah, serta menyediakan layanan yang memuaskan bagi wisatawan. Selain itu, partisipasi masyarakat juga berdampak positif terhadap peningkatan pemahaman dan kesadaran budaya di kalangan generasi muda. Melalui keterlibatan dalam kegiatan budaya dan edukasi, generasi muda dapat belajar dan menghargai warisan budaya mereka, sehingga tercipta kesinambungan dalam pelestarian budaya. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mendukung pengembangan pariwisata Istana Kesultanan Bima. Dengan mengatasi berbagai tantangan yang ada dan memanfaatkan faktor-faktor ditingkatkan, sehingga memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi komunitas lokal dan pariwisata di Kota Bima. SIMPULAN Penelitian ini mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat memainkan peran krusial dalam pengembangan dan pelestarian pariwisata budaya di Istana Kesultanan Bima dan Museum Asi Mbojo di Kota Bima. Nusa Tenggara Barat. Keterlibatan masyarakat dalam berbagai aspek pengelolaan, seperti penyelenggaraan acara budaya dan pemeliharaan situs bersejarah, serta penyediaan layanan wisata, terbukti efektif dalam meningkatkan minat pengunjung. Program seperti Soba Asi (Sahabat Museum Asi Mboj. yang melibatkan pelajar dan mahasiswa, berhasil menarik lebih banyak pengunjung dan memanfaatkan museum sebagai ruang edukasi, budaya, dan sosial. Data empiris menunjukkan peningkatan signifikan dalam jumlah kunjungan ke Museum Asi Mbojo dari tahun 2020 ke tahun 2021, yang dihubungkan dengan peran aktif masyarakat. Selain itu, keterlibatan masyarakat dalam promosi pada lingkup sosial juga berkontribusi terhadap visibilitas dan daya tarik museum. Faktor pendukung partisipasi masyarakat mencakup kesadaran budaya yang tinggi dan Journal of Economics and Regional Science Vol 4. No 2 Edisi September 2024 program edukasi, meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan akses informasi, minimnya dukungan finansial, dan infrastruktur yang kurang memadai. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan dan keberlanjutan pengembangan pariwisata budaya di Istana Kesultanan Bima sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Dampak positif dari partisipasi ini termasuk peningkatan pemahaman dan kesadaran budaya di kalangan generasi muda, memperkuat identitas budaya lokal, serta memperbaiki ekonomi lokal. Dengan mengatasi berbagai tantangan dan memanfaatkan faktor-faktor pendukung, diharapkan partisipasi masyarakat dapat terus ditingkatkan, sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi komunitas lokal dan sektor pariwisata di Kota Bima. DAFTAR PUSTAKA