Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) Vol. 6 No. 4 November 2022 e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 DOI: 10. 36312/jisip. 3604/http://ejournal. org/index. php/JISIP/index Manajemen Pemerintahan Dalam Mengelola Lahan Hiijau Di Dinas Lingkungan Hidup Dan Kesehatan Karawang Debby Riani Medina1. Lina Aryani2 Program Studi Ilmu Pemerintahan. FISIP. Universitas Singaperbangsa Karawang. Article Info Article history: Received 9 Juli 2022 Publish 5 November 2022 Keywords: Government Management. Drought. Regional Disaster Management Agency Info Artikel Article history: Received 9 Juli 2022 Publish 5 November 2022 Abstract This research journal article describes government management in managing green land in Karawang Regency. The problems that exist in this study are the change in the function of green land into factory areas and residential residents in Karawang Regency. The low motivation of the community towards the importance of the availability of green open space (RTH) in Karawang Regency. The decreasing consistency of the employees of the Environment and Health Office of Karawang Regency in providing Green Open Space (RTH). Declining air quality in the Karawang Regency area. The type of research used by researchers is qualitative research with data collection techniques in the form of direct observation, interviews, and documentation. Based on this research, it can be concluded that the Department of Environment in Karawang Regency has implemented all management functions in dealing with green land problems in Karawang Regency, both from planning, organizing, directing, and supervising. ABSTRAK Artikel Jurnal penelitian ini mendeskripsikan tentang manajemen pemerintahan dalam mengelola lahan hijau di Kabupaten Karawang. Permasalahan yang ada dalam penelitian ini adalah Berubahnya alih fungsi lahan hijau menjadi kawasan pabrik dan permukiman warga di Kabupaten Karawang. Rendahnya motivasi masyarakat terhadap pentingnya ketersedian ruang terbuka hijau (RTH) di Kabupaten Karawang,Menurunnya konsistensi para pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kesehtan Kabupaten Karawang dalam menyediakan Ruang Terbuka Hijau(RTH). Menurunnya kualitas udara di wilayah Kabupaten Karawang. Jenis penelitian yang digunakan peneliti adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi secara langsung, wawancara, dan Berdasarkan penelitian ini dapat diperoleh hasil penelitian bahwa Dinas Lingkugan Hidup Kabupaten Karawang sudah menerapkan keseluruhan fungsi-fungsi manajemen dalam menangani permasalahan permasalahan lahan hijau di Kabupaten Karawang, baik dari Perencanaan. Pengorganisasian. Pengarahan, dan Pengawasannya. Corresponding Author: Debby Riani Medina Universitas Singaperbangsa Karawang Email: debbyrianimedina@gmail. PENDAHULUAN Karawang merupakansebuah wilayah yang terletak di Jawa Barat. Yang kini sedang mengalami pertumbuhan untuk menjadi daerah yang maju. Awalnya kota Karawang merupakan wilayah agraris yang dijuluki sebagai Aolumbung padi NasionalAo namun seiring berjalannya waktu julukan itu bergeser menjadi kota industri. Karenabanyaknyalahan pertanian yang beralih fungsi menjadi lahan industri. Dalam hal ini, banyak polemik dalam masyarakat, karena adanya dampak dari pengalihan fungsi lahan tersebut yang membuat kurangnya Ruang Terbuka Hijau (RTH). Seperti kualitas udara yang buruk, cuaca yang sangat panas dan gersang. Sementara Ruang Terbuka Hijau sangat diperlukan di Karawang. Yang merupakan penerapan dari Peraturan Daerah (Perd. nomor 2 tahun 2013 tentang Rancangan Tata Wilayah Kabupaten Karawang . Berdasarkan latar belakang diatas penulis tertarik mengambil penelitian berjudul AuManajemen Pemerintahan Dalam Mengelola Lahan Hijau di Kabupaten KarawangAydengan membuka studi kasus di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang. Manajemen dan Manajemen Pemerintahan 2134 | Manajemen Pemerintahan dalam mengelola Lahan Hijau di Dinas Lingkungan Hidup dan Kesehatan Kabupaten Karawang (Debby Riani Medin. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Secara etimologi, manajemen berasal dari Bahasa Inggris yaitu management yang berasal dari kata kerja to manage berarti kontrol. Dalam Bahasa Indonesia manajemen dapat diartikan: mengendalikan, menangani, atau mengelola. Istianto dalam bukunya Manajemen Pemerintahan dalam Persfektif Pelayanan Publik mengatakan bahwa, manajemen pemerintahan diartikan pada bagaimana secara oganisasional untuk mengimplementasikan kebijakan publik. Dengan demikian manajemen pemerintahan lebih terfokus pada alat-alat manajerial, teknis pengetahuan dan keterampilan yang dapat digunakan untuk mengubah ideide dan kebijakan menjadi program tindakan. (Istianto, 2011: . Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen untuk mencapai tujuan. Menurut G. Terry dalam bukunya PrinsipPrinsip Manajemen, menjelaskan fungsi-fungsi manajemen terdiri dari: Fungsi Perencanaan (Plannin. Fungsi Pengorganisasian (Organizin. Fungsi Penggerakan (Actuatin. Fungsi Pengawasan (Controlin. Sejalan dengan fungsi-fungsi manajemen menurut G. Terry. Taliziduhu Ndraha dalam bukunya yang berjudul Kybernology (Ilmu Pemerintahan Bar. Jilid 1, menjelaskan fungsifungsi manajemen pemerintahan sebagai berikut: Perencanaan Pemerintahan. dilakukan untuk mengklarifikasi tujuan organisasi dan menyusun langkah-langkah guna mencapai tujuan . ujuan konkret dan teruku. organisasi Pengorganisasian sumber-sumber pemerintahan. langkah-langkah tersebut memerlukan sumber daya, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun SDB. Sebelum digunakan sumber daya harus diorganisasikan agar siap pakai. Penggunaan sumber-sumber pemerintahan. dilakukan untuk menggerakan sumber-sumber pemerintahan agar mendapatkan hasil-hasil yang sudah ditetapkan. Kontrol pemerintahan. dilakukan untuk menjamin kesesuaian antara target pada perencanaan dengan hasil yang diperoleh dari penggunaan sumber-sumber pemerintahan tersebut. (Ndraha, 2015: . METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan pada jurnal ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bersifat mendeskripsikan sesuatu untuk memperdalam dan menghasilkan kesimpulan dari suatu gejala atau masalah yang diteliti. Menurut (Moleong, 2. penelitian kualitatif adalah penelitian yang bertujuan untuk memahami fenomena-fenomena yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, persepsi atau motivasi dan lain sebagainya secara holistik yang selanjutnya data tersebut dideskripsikan dalam bentuk kata-kata pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode yang alamiah. Sementara, metode pengumpulan data yang digunakan penulis adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan secara langsung pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kesehatan Kabupaten Karawang. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Pada bagian pembahasan ini. Peneliti akan memaparkan fokus dari penelitian yaitu Manajemen Pemerintahan Dalam Mengelola Lahan Hijau di Kabupaten Karawang dengan membuka studi kasus di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Karawang. Semua data hasil penelitian ini diuraikan berdasarkan fokus pertanyaan penelitian sebagai berikut: Perencanaan pemerintah terkait dalam mengelola lahan hijau di Kabupaten Karawang. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang merencanakan gerakan penanaman 1000 seribu pohon di Karawang dan menghibau masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan dengan tujuan untuk menghijaukan kota Karawang yang asri. 2135 | Manajemen Pemerintahan dalam mengelola Lahan Hijau di Dinas Lingkungan Hidup dan Kesehatan Kabupaten Karawang (Debby Riani Medin. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 Pengorganisasian dalam pemerintahan guna menangani lahan hijau di Kabupaten Karawang. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang terdiri dari Kepala Dinas,Sekretaris dan Bidang-bidang:Bidang penataan peraturan lingkungan,Bidang tata lingkungan,Bidang pengendalian pencemaran ,Bidang kerusakan dan konservasi lingkungan yang fungsinya saling berhubungan dan berkaitan satu sama lain. Pengarahan dari pemerintah terkait dalam menangani lahan hijau di Kabupaten Karawang. Menurut Ibu Yani Seksi Konservasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang sudah memaksimalkan usahanya untuk menghijaukan lahan tebuka di Karawang. Yaitu dengan bekerjasama dengan pihak swasta di Karawang yaitu pabrik-pabrik yang berada di Karawang diwajibkan untuk menanam pohon serta tidak membuang limbah sembarangan. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang juga melakukan penanaman pohon di pinggir sungai Citarum dan juga melakukan penanaman pohon di sarana pendidikan di tingkat Sekolah Dasar. Sekolah Menengah Pertama, dan sekolah Sekolah Menengah Atas. Namun. Penanaman lahan hijau di Karawang hanya dilakukan di musim hujan saja. menghindari pepohonan yang layu dan mati. Pengawasan dari pemerintah terkait mengelola lahan hijau di Kabupaten Karawang. Kepala Dinas memiliki peran penting untuk memberikan tugas kepada bawahannya dan mengawasi hasil kerja bawahannya apakah sudah mencapai targer yang diinginkan atau Dan rutin melakukan evaluasi untuk lebih baik lagi kedepannya. Menurut Ana Sujana Supervisor Administrasi PT. Sinar Sosro Karawang . PT. Sinar Sosro melakukan kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang untuk turut serta berpartisipasi dalam penghijauan di Karawang dia pun mengaku bahwa PT. SInar Sosro turut ikut menanam pohon di sekitar pabrik dan mendaur ulang limbah yang dihasilkan atas produksi PT. Sinar Sosro. Menurut Ibu Maryati Selaku Masyarakat Karawang kerja Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang sudah bagus menurutnya Ruang terbuka hijau di Karawang sudah oke dan musim kemarau lah yang membuat udara di Karawang sangat panas ini. Dan juga selama dia tinggal di Karawang dia belum pernah mengalami kebanjiran dirumahnya. Menurut Pak Mulyadi selaku masyarakat Karawang, pengelolaan lahan hijau di karawang masih kurang. Perlu diadakannya ruang terbuka hijau khusus di Karawang KESIMPULAN Kota Karawang masih memiliki lahan hijau yang kurang ditambah banyaknya pabrikpabrik industri yang berdiri di Karawang yang menyebabkan udara di kota Karawang sangat gersang dan panas namun Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang pantang menyerah untuk menghadapi masalah tersebut. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Karawang terus melakukan penghijauan di Kota Karawang terutama di instasi pendidikan dan melakukan penghimbauan kepada masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Berdasarkan analisis yang peneliti lakukan maka ada beberapa saran yang dapat dilakukan untuk memaksimalkan pengelolaan lahan hijau di Kabupaten Karawang yaitu Sosialisasi ruang terbuka hijau lebih intens melalui sarana seperti media cetak dan media elektronik. Penegakan hokum perlu direalisasikan secara konsisten agar keberadaan ruang terbuka hijau dapat terjamin. Terkait dengan variable yang belum teruji dalam penelitian ini, dapat dilakukan penelitian lanjut. Meningkatkan pembuatan RTH dikawasan industry akan mengurangi dampak polusi. Dengan begitu limbah pabrik yang mencemari udara dan air tanah akan berkurang. Memperbanyak penananaman pohon-pohon yang dapat mengurangi dampak polusi dan Menimbang betul adanya pembangunan untuk pengembnagan kawasan yang menyebabkan berkurangnya RTH dengan mengingat UU RTH pada suatu wilayah. 2136 | Manajemen Pemerintahan dalam mengelola Lahan Hijau di Dinas Lingkungan Hidup dan Kesehatan Kabupaten Karawang (Debby Riani Medin. Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan (JISIP) e-ISSN : 2656-6753, p-ISSN: 2598-9944 UCAPAN TERIMAKASIH Alhamdulilah segala puji dan syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, berkat karunianya peneliti bisa menyelesaikan jurnal ini. Peneliti juga mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu secara langsung maupun tidak langsung dalam penulisan jurnal Semoga kebaikan yang dilakukan oleh teman-teman semua menjadi ladang pahala yang nanti menjadi tabungan kawan-kawan di akhirat kelak. Sekali lagi peneliti mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya. DAFTAR PUSTAKA