JURNAL SAINS DAN INFORMATIKA Research of Science and Informatic V8. Vol. 08No. http://publikasi. id/index. php/jsi p-issn : 2459-9549 e-issn : 2502-096X Metode Fuzzy Tsukamoto dan Analitical Hierarchy Process Untuk Penerima Bantuan Pemerintah Afdil Wahyudi a. Fitra Kurnia b. Iwan Iskandarc. Elin Haeranid Teknik Informatika. Sains dan Teknologi. UIN Sultan Syarif Kasim Riau, mafdilwahyudi@gmail. com email Teknik Informatika. Sains dan Teknologi. UIN Sultan Syarif Kasim Riau, fitra. k@uin-suska. Teknik Informatika. Sains dan Teknologi. UIN Sultan Syarif Kasim Riau, iwan. iskandar@uin-suska. Teknik Informatika. Sains dan Teknologi. UIN Sultan Syarif Kasim Riau, elin. haerani@uin-suska. Submitted: 03-10-2022. Reviewed: 24-10-2022. Accepted 22-11-2022 http://doi. org/10. 22216/jsi. Abstrak Rokan Hilir District. Pujud District. Siarang-arang Village, 40% of whom are residents with the lowest socioeconomic status. In the implementation of the social protection program, several errors were found in the data on recipients of social assistance. This makes it difficult to establish social protection programs. Based on the above, a system is needed that can accommodate all the data as needed using a decision support system. The method used in this Decision Making System is the Fuzy Tsukamoto Method and the Analytical Hierarchy Process (AHP) Method. The stages in this study were preparation for research data collection, data on the underprivileged community used data for 2020 with a sample of 10 people, consisting of 3 criteria. The use of the Tsukamoto and AHP fuzzy methods will produce valid and accurate decisions. The results of this study are that the design and application of a decision support system for recipients of government assistance in underprivileged communities using the Tsukamoto and AHP methods has been successfully carried out, making it easier for admins to determine eligible beneficiaries according to predetermined criteria. Keywords: Decision Making System. Fuzzy Tsukamoto, and Analytical Hierarchy Process Abstrak Kabupaten Rokan Hilir Kecamatan Pujud Desa Siarang-arang, sebesar 40% diantaranya merupakan penduduk dengan status sosial ekonomi terendah. Dalam pelaksanaan program perlindungan sosial, ditemukan beberapa kesalahan data penerima bantuan sosial. Sehingga menyulitkan dalam menetapkan program perlindungan sosial. Berdasarkan hal diatas, diperlukan sistem yang dapat menampung semua data sesuai kebutuhan menggunakan sistem pendukung keputusan. Metode yang digunakan dalam Sistem Pengambilan Keputusan ini adalah Metode Fuzy Tsukamoto dan Metode Analitical Hierarchy Process (AHP). Tahapan dalam penelitian ini yaitu persiapan pengumpulan data penelitian, data masyarakat pra-sejahtera yang digunakan data tahun 2020 dengan sampel 10 orang, terdiri dari 3 kriteria. Penggunaan metode fuzzy tsukamoto dan AHP akan menghasilkan keputusan yang valid dan akurat. Hasil dari penelitian ini adalah perancangan dan aplikasi sistem pendukung keputusan penerima bantuan pemerintah pada masyarakat pra sejahtera menggunakan metode tsukamoto dan AHP berhasil dilakukan dengan baik, dapat memudahkan admin dalam menentukan penerima bantuan yang layak sesuai dengan kriteria yang sudah ditentukan. Kata kunci: Sistem Pengambilan Keputusan. Fuzzy Tsukamoto, dan Analitical Hierarchy Process A 2022 Jurnal Sains dan Informatika Pendahuluan Kabupaten Rokan Hilir Kecamatan Pujud Desa Siarangarang, sebesar 40% total penduduk masyarakat yang kurang mampu dengan status ekonomi terendah. Tingkat kesejahteraan yang rendah serta kurangnya perhatian dan peranan pemerintah dalam mendata masyarakat miskin di Desa Siarangarang. Dari M. Afdil Wahyudi . Fitra Kurnia . Iwan Iskandar. Elin Haerani. / Jurnal Sains dan Informatika : Vol. 08 No. permasalahan kesejahteraan sosial ini, menunjukkan bahwa kecenderungan masih ada masyarakat Desa Siarangarang yang tidak terpenuhi hak atas kebutuhan dasarnya secara layak sebagaimana mestinya. Dalam kegiatan implementasi program perlindungan sosial masyarakat, diperoleh kejadian kesalahan informasi identitas penerima bantuan sosial, misalnya seperti terdapatnya data penerima yang sama lebih dari satu, kurangnya kelengkapan identitas, serta terjadinya perubahan data yang tidak ter-update dengan baik dikarenakan pihak penerima tersebut pindah ke lokasi lain, maupun meninggal dunia . Hal ini dianggap semakin menambah masalah bagi para pihak yang melakukan pendataan peserta bantuan sosial, sehingga kegiatan untuk menentukan sasaran dari program pemberian bantuan sosial menjadi semakin sulit dan terkadang tidak tepat sasaran. Melihat kondisi yang telah disebutkan diatas, diperlukan sistem yang dapat menampung semua data yang sesuai kebutuhan, agar tidak terjadi kesalahan dalam membagikan bantuan kesejahteraan untuk Kepenghuluan Siarangarang Kecamatan Pujud Kabupaten Rokan Hilir. Data yang diinput telah valid serta tidak ditemukannya perubahan data, hal ini diupayakan untuk memastikan bahwa nantinya pemberian bantuan sosial ini dapat mencapai sasaran yang ditargetkan, dan tidak kacau dikarenakan kondisi pendataan yang kurang baik. Sehingga memang dibutuhkan sebuah sistem yang dapat menyimpan keseluruhan informasi terkait data penerima bantuan sosial, salah satunya yaitu dengan menggunakan SPK . istem pendukung keputusa. SPK (Sistem didefinisikan sebagai komponen dari informasi yang berbasis komputer yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan tenaga kerja khususnya dalam tingkatan manager untuk mengambil keputusan yang lebih terstruktur dengan memanfaatkan model analitis serta data yang ada agar lebih efisien . Pengambilan keputusan untuk penerima bantuan kesejahteraan menggunakan metode Fuzzy Tsukamoto dan AHP (Analitical Hierarchy Proces. Metode Fuzy Tsukamoto dapat diartikan sebagai sebuah cara untuk mengambil keputusan dengan mempertimbangkan nilai privasi/preferensi dari calon atau individu yang menerima bantuan sosial, hal ini dilakukan dengan memasukkan beberapa informasi dari ketentuan maupun kriteria yang telah ada, yang kemudian hasil ini dilakukan perhitungan hasil dengan cara diurutkan melalui ranking agar diketahui sekiranya mana saja individu yang dianggap sebagai target penerima Metode yang kedua dalam penelitian ini yaitu metode AHP (Analitic Hierarchy Proces. Analitic Hierarchy Process (AHP) didefinisikan selaku sesuatu representasi dari suatu kasus yang merata dalam sesuatu tingkatan dimana tingkatan awal ialah tujuan, yang diiringi tingkat aspek, kriteria, sub kriteria serta seterusnya kebawah sampai tingkat terakhir dari Dengan hirarki, sesuatu permasalahan yang merata bisa dijabarkan ke dalam kelompoknya, setelah itu diatur jadi sesuatu wujud hirarki sehinga pemasalahan hendak nampak sudah terstruktur serta sistematis . Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya. Adapun penelitian terkait mengenai penerapan Fuzzy Tsukamoto diantaranya diteliti oleh . Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa penggunaan logika fuzzy dengan menggunakan metode tsukamoto berhasil untuk menentukan kondisi kesehatan dari calon siswa SMK, sehingga dapat dikatakan bahwa Fuzzy Logic memang efektif untuk dimanfaatkan sebagai alat dalam mengambil keputusan. Penelitian selanjutnya diteliti oleh Purwaningrum. Dkk . dengan judul AuPelaksanaan Metode Fuzzy Tsukamoto Serta AHP Buat Sistem Pendukung Keputusan BantuanSiswi Miskin Pada Sekolah Menengah Kejuruan(SMK) Muhammadiah LamonganAy. Dalam penelitian ini, terbukti bahwa ternyata sistem pendukung keputusan atau SPK serta AHP mampu untuk membantu dan mendukung admin agar dapat memastikan penerima BSM yang sekiranya dapat sesuai dengan syarat atau ketentuan yang diharapkan, dalam penelitian ini ketentuannya adalah siswa tersebut dianggap termasuk dalam ranking siswa yang berhak menerima BSM . Penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi metode fuzzy tzukamoto dan AHP pada sistem pendukung keputusan untuk penerimaan bantuan pemerintah pada masyarakat pra sejahtera. Apabila dilihat dari beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai AuImplementasi Metode Fuzzy Tsukamoto dan Metode AHP pada Sistem Pendukung Keputusan Untuk Penentuan Bantuan Pemerintah Pada Masyarakat Pra-Sejahtera Kepenghuluan Siarangarang. Kecamatan Pujud. Kabupaten Rokan HilirAy Tinjauan Pustaka 1 Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Sistem pendukung keputusan (SPK) adalah komponen dari sistem pengolahan data yang dapat diakses melalui PC, sistem ini dapat dimanfaatkan untuk membantu manager dalam proses mengambil keputusan yang setengah terstruktur dengan memanfaatkan berbagai model analitis dan informasi dengan tujuan membuat proses pengambilan keputusan tersebut dapat menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien . Afdil Wahyudi . Fitra Kurnia . Iwan Iskandar. Elin Haerani. / Jurnal Sains dan Informatika : Vol. 08 No. 2 Fuzzy Tsukamoto Fuzzy Tsukamoto memiliki beberapa tahapan yaitu menentukan fungsi keanggotaan, selanjutnya ialah menentukan rule, dimana nantinya kategori tersebut akan diklasifikasikan ke berbagai kelompok sesuai dengan aturan atau rule yang ada. Dengan menggunakan metode tsukamoto, maka apabila terdapat konsekuen aturan yang memiliki bentuk IFThen, maka nantinya wajib untuk dideskripsikan atau dituliskan dengan wujud suatu himpunan. fuzzy yang memiliki fungsi anggota yang monoton, kemudian hasilnya dapat berupa keluaran hasil inferensi dari aturan yang telah ditentukan secara tegas yang didasarkan pada -predikat sehingga hasil akhirnya dapat diperoleh menggunakan rata-rata terbobot. Menurut Sugianti dalam . Nilai dari keanggotaan sebagai hasil dari operasi 2 himpunan, sering disebut sebagai fire strenght maupun yu predikat. Penskalaan fuzzy sebagian masih menggunakan penalaran menonton sebagai dasar dalam teknik implikasi fuzzy. 3 Analitycal Hierarchy Process Metode AHP (Analitic Hierarchy Proces. Bagi hirarki, didefinisikan selaku sesuatu representasi dari suatu kasus yang merata dalam sesuatu tingkatan dimana tingkatan awal ialah tujuan, yang diiringi tingkat aspek, kriteria, sub kriteria serta seterusnya kebawah sampai tingkat terakhir dari alternatif, dengan hirarki, sesuatu permasalahan yang merata bisa dijabarkan ke dalam kelompoknya, setelah itu diatur jadi sesuatu wujud hirarki sehinga pemasalahan hendak nampak sudah terstruktur serta sistematis. Narasumber menjadi fokus utama yang dianggap mampu memberikan informasi yang sekiranya diperlukan dalam menyusun maupun membuat sistem yang dibutuhkan. Dalam proses ini dilakukan pengumpulan informasi terkait pemilihan bantuan pemerintah pada masyarakat pra-sejahtera penulis akan mewawancarai kepala desa dan beberapa pegawai yang ada di kantor desa Siarangarang kabupaten Rokan Hilir. Dari hasil wawancara tersebut, didapati hasil kriteria untuk penerimaan bantuan pra sejahtera yang digunakan untuk acuan metode fuzzy Hasil dan Pembahasan Pada hasil dan pembahasan ini terdapat 3 sub bab, yaitu sebagai berikut: 1 Pengumpulan Data Hasil dari pengumpulan data menggunakan data kemiskinan yang berasal dari kantor Desa Siarangarang Kab Rokan Hilir pada tahun 2020 sebanyak 1890 orang dan menjadi sampel 10 orang. Dalam pengambilan data penelitian dilakukan selama 3 bulan. Dan dalam riset ini periset mengambil ilustrasi sebanyak 10 orang masyarakat dengan kategori masyarkat Pra sejahtera yang tidak pernah mendapat bantuan. Dapat dilihat pada gambar 1 di bawah ini. Gambar 1 Data Masyarakat yang Tidak Mendapatkan Bantuan Metodologi Penelitian Metode penelitian ini menjelaskan tentang teknik pengumpulan data, diantaranya sebagai berikut:. 1 Teknik Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara melakukan studi pustaka. dan wawancara 1 Studi Pustaka Studi Pustaka adalah suatu langkah untuk mendapatkan sumber data yang mendukung penelitian. Untuk memperoleh data, informasi melalui pembelajaran dari jurnal ilmiah, penelitian terdahulu, buku dan artikel yang berguna dan berkaitan dalam pelaksanaan 2 Wawancara Wawancara mengumpulkan informasi yang dapat dilakukan dengan mengadakan pertemuan antara peneliti dan 2 Hasil dan Pembahasan Penelitian Penelitian yang dilakukan adalah untuk menentukan bantuan pra sejahtera masyarakat miskin desa Siarangarang. Berdasarkan 3 kriteria untuk perhitungan metode Fuzzy Tsukamoto yang hasilnya nanti akan menjadi pembobotan. Dan hasil dari pembobotan direngking menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Proces. dan berurut dari nilai terbesar sampai terkecil. 3 Perhitungan Manual Perhitungan manual ini memakai tata cara fuzzy tsukamoto buat memastikan bobot, serta fuzzy AHP (Analytical Hierarchy Proces. digunakan untuk menentukan rangking setelah didapat hasil bobot dari metode fuzzy tsukamoto. Dengan cara sebagai berikut. 1 Proses Perhitungan M. Afdil Wahyudi . Fitra Kurnia . Iwan Iskandar. Elin Haerani. / Jurnal Sains dan Informatika : Vol. 08 No. C1. elisih pendapatan dan pengeluaran per bula. Gambar 2 Rumus C1. elisih pendapatan dan pengeluaran per bula. C C2 . umlah asset meliputi rumah. Gambar 4 C3 . umlah tanggunga. C Z Rumus Gambar 3 C2 . umlah asset meliputi rumah, tanah, kendaraa. C C3 . umlah tanggunga. Gambar 5 Z Rumus M. Afdil Wahyudi . Fitra Kurnia . Iwan Iskandar. Elin Haerani. / Jurnal Sains dan Informatika : Vol. 08 No. Contoh soal C1=300. C2=1. C3=3 Tabel 1 Hasil dari soal C1,C2,C3 predik 30z/3020=0 30z/3020=0 z20/30 -20=0 30z/3020=0 z20/30 -20=0 z40/50 -40=0 30z/3020=0 z20/30 -20=0 z60/70 -60=0 30z/3020=0 z20/30 -20=0 z40/50 -40=0 z20/30 -20=0 z20/30 20=0, z40/50 40=0, z40/50 -40=0 z40/50 -40=0 z60/70 -60=0 z20/30 -20=0 z20/30 -20=0 predik Has predikat z60/70 -60=0 z40/50 -40=0 z40/50 40=0, z60/70 60=0, z40/50 -40=0 z60/70 -60=0 z80/90 -80=0 Has predikat Gambar 6 Tabel Rules M. Afdil Wahyudi . Fitra Kurnia . Iwan Iskandar. Elin Haerani. / Jurnal Sains dan Informatika : Vol. 08 No. Jadi nilai Z/ rata rata berbobot 8,22/1,8 = 45,67 3 Metode AHP (Analytical Hierarchy Proces. Metode AHP ini pengguna memilih mana yang lebih diprioritaskan dan pengguna memilih nilai bobot Dapat dilihhat pada 4 gambar di bawah ini. Gambar 7 Range Jadi nilai hasil akhir masuk dalam range ke 2= 45,57 (Buru. 4 Implementasi Berikut ini akan dijelaskan implementasi dari sistem. Gambar 10 Metode AHP 1 Alternatif Alternatif ini untuk menambah data masyarakat yang sesuai dengan kriteria yang udah ditentukan, disini dapat mengubah data jika tidak sesusai dalam pengimputan, dan juga dapat dihapus. Dapat dilihat pada gambar 2 di bawah ini. 4 Proses Perhitungan AHP (Analytical Hierarchy Proces. Setelah pengguna memiliah prioritas dan bobot kriterianya, maka didapati hasil dari perhitungan AHP. Hasil yang didapatkan harus di bawah 0,01 karena hasil harus konsisten, jika hasil tidak di bawah 0,01 maka sistem otomatis kembali ke menu metode AHP dan mengeluarkan peringatan AuFailed ! Bobot kriteria tidak konsisten coba lagiAy. Pengguna mengulang memilih prioritas dan bobot sampai hasil perhitungan di bawah 0,01 Gambar 8 Alternatif 2 Rekomendasi dari Fuzzy Tsukamoto Setelah diinput data dari alternatif diatas maka sistem otomatis mendapatkan nilai bobot dari masing-masing data yang diinputkan, bobot ini didapatkan dari perhitungan fuzzy tsukamoto. Dan dilanjutkan dengan proses perengkingan dengan menggunakan metode AHP. Berikut ditampilan gambar 3 di bawah ini. Gambar 11 Peroses Perhitungan AHP 5 Hasil AHP (Analytical Hierarchy Proces. Setelah pengguna mendapatkan hasil perhitungan di bawah 0,01 kemudian sistem dapat dilanjutkan dan mendapatkan hasil dari perengkingan AHP dan berurutan dari nilai bobot yang paling besar sampai nilai bobot yang terkecil. Dapat dilihat pada gambar 6 di bawah ini. Gambar 9 Rekomendasi dari Fuzzy Tsukamoto M. Afdil Wahyudi . Fitra Kurnia . Iwan Iskandar. Elin Haerani. / Jurnal Sains dan Informatika : Vol. 08 No. menggunakan metode tsukamoto dan AHP dapat digunakan oleh pengguna untuk mendapatkan penerima bantuan Masyarakat Pra-Sejahtera menggunakan kriteria yang sudah ditentukan dan dapat melakukan perangkingan untuk data Masyarakat Pra-Sejahtera yang telah berhak menerima bantuan sosial. DAFTAR PUSTAKA