Jurnal Kearsipan | 27 Volume 20 Nomor 1 Tahun 2025 E-ISSN: 2657-1706 / P-ISSN:1978-130X jurnalkearsipan@anri. Tradisi Arsip Muhammadiyah The Archival Tradition of Muhammadiyah Muhammad Ichsan Budi Prabowo1. Belinda Feronica2 Museum Muhammadiyah12 Kompleks Universitas Ahmad Dahlan Kampus 4 Jl. Ahmad Yani (Ring Road Selata. Tamanan. Banguntapan. Bantul12 ichsan@staff. id1, belindaferonica. 2021@student. Abstract This study presents a historical reflection on the development of Muhammadiyah as a modernist Islamic movement, viewed through the lens of organizational administrative culture over a century, resulting in a valuable archival heritage for the nation. The collaboration between MuhammadiyahAos Central Leadership and the National Archives of the Republic of Indonesia (ANRI) since 1996 has produced one of the largest archival inventories for a national organization. This interdisciplinary research combines historical methods to examine MuhammadiyahAos archival traditions and trace its historical processes, reinforced by significance assessment methods from museum studies to evaluate how historical sources can be leveraged for strategic value. The study aims to: . understand the historical process through which MuhammadiyahAos administrative traditions generated this archival legacy, and . strengthen the partnership between ANRI and MuhammadiyahAos Central Leadership to synergize sustainable archival collaboration Keywords: Archival Traditions. Muhammadiyah. Archival ANRI Abstrak Kajian ini merupakan sebuah refleksi historis terhadap perkembangan sejarah Muhammadiyah sebagai gerakan Islam modernis dalam sudut pandang budaya administrasi organisasi selama satu abad yang hasilnya menjadi sebuah khazanah arsip yang berharga bagi bangsa. Proses kerjasama antara Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan Arsip Nasional Republik Indonesia sejak tahun 1996 menghasilkan salah satu inventarisasi arsip terbesar untuk sebuah organisasi kebangsaan. Penelitian interdisipliner ini menggabungkan metode sejarah untuk memahami tradisi kearsipan di Muhammadiyah untuk memahami proses sejarah nya, serta dikuatkan dengan metode signifikansi dalam kajian permuseuman salah satunya untuk menilai bagaimana sumber sejarah dapat dikembangkan pada nilai yang lebih Tujuan dari kajian ini yaitu untuk memahami proses historis bagaimana Muhammadiyah dalam tradisi administrasi nya menghasilkan sebuah warisan khazanah arsip. Kemudian proses sejarah ini dapat menjadi bekal penguatan kerjasama antara Arsip Nasional Republik Indonesia dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mensinergikan kerjasama kearsipan yang berkelanjutan. Kata Kunci: Tradisi Arsip. Muhammadiyah. Khazanah ANRI PENDAHULUAN Yogyakarta Latar Belakang Muhammadiyah Berdirinya ketegangan penting di awal abad ke-20, gerakan pembaruan Islam yang lahir di yang menuju pada gejala perubahan bangsa https://doi. org/ 10. 46836/jk. Copyright A 2025 Author. Published by Direktorat Sistem Kearsipan. Arsip Nasional Republik Indonesia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. 28 | Prabowo & Feronica Ae Tradisi Arsip Muhammadiyah Indonesia terhadap kolonialisme dengan pertemanan dan jaringan priyayi. Hal ini kemudian dapat ditemukan dari nama-nama Yogyakarta pada masa itu para pengurus pada masa awal yang juga menjadi Ibukota Kesultanan yang tengah diisi oleh para birokrat non-kalangansantri, ditambah hampir semua pengurus memiliki gelar kebangsawanan penghulu sebagai aparat keagamaan dari Keraton Yogyakarta. Keterkaitan Ikatan Muhammadiyah dan pengambilan konteks sosial menjadi sebuah elemen perilaku sebagai gerakan modern erat penting dalam pendirian organisasi ini, kaitannya dengan gerakan Boedi Oetomo. bahkan dalam beberapa aspek melampaui Beberapa penulis terdahulu seperti Munir Mulkhan. James Peacock, dam Alwi pemikiran sang pendiri, yaitu K. Ahmad Shihab. Dahlan. Islam, keterlibatan para perintis Muhammadiyah untuk ke dalam Boedi Oetomo adalah untuk perhimpunan elit priyayi maupun birokrat menguatkan Islam di kalangan organisasi tradisional, namun latar belakang para tersebut atau sekedar memastikan kaum pendirinya dari kultur birokrasi Jawa santri di dalamnya. Bertolak dari pandangan Sebagai Muhammadiyah Najib Burhani pendidikan Barat. Hal ini menjadi unsur menunjukan sumber yang lebih kredibel dan logis. Ia menyatakan jika berangkat dari Muhammadiyah tidak sekedar sebagai gerakan keagamaan namun sebagai modern keterlibatan para pendiri Muhammadiyah yang pada konteksnya akan mewarnai ke dalam tubuh Boedi Oetomo murni dimotivasi atas kesamaan pandangan dan Indonesia, kesepakatan atas gagasan serta cara kerja gerakan tersebut (A. Najib Burhani, 2. rasional yang menjadi kunci penting bagi Dalam catatan H. SoedjaAo diketahui perubahan sosial (Thomas Lindblad, 1. sebelum berdirinya Muhammadiyah. Alih-alih tumbuh dari ikatan murid Ahmad Dahlan benar-benar aktif dalam badan Boedi Oetomo sebagai pengurus dan Muhammadiyah juga tumbuh dari relasi SoedjaAo Boedi Oetomo. Mas https://doi. org/ 10. 46836/jk. Copyright A 2025 Author. Published by Direktorat Sistem Kearsipan. Arsip Nasional Republik Indonesia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. Prabowo & Feronica Ae Tradisi Arsip Muhammadiyah | 29 Joyosumarto, sejak 1909 dekat dengan yang disebut Bahagian yang terdiri dari Ahmad Dahlan yang nantinya membentuk aspek sosial, kesehatan, pendidikan, dan pendirian perkumpulan Muhammadiyah. keagamaan (Alfian, 2. Upaya Proses Muhammadiyah untuk mengatur dirinya nampak dapat teramati dalam khasanah sebagai gerakan modern, telah serius dari arsip yang ditemukan selama penelitian ini. awal pendiriannya dengan membentuk Diketahui jika dari tahun ke tahun, pada sebuah struktur yang jelas disertai dengan Statuten (Bataviaasch permusyawaratan tahunan Muhammadiyah, nieuwsblad, 1. Proses formalisasi organisasi ini menunjukkan bentuk yang Muhammadiyah juga ditunjukan dengan semakin kompleks dan semakin disiplin hubungan yang semakin intensif bersama Boesi Oetomo untuk memperkenalkan Hal ini ditunjukan dengan organisasinya, serta melakukan agitasi agar kewajiban bagi setiap cabang di seluruh Hindia Belanda untuk menyusun dan Algemeen Yogyakarta bergabung dengan gerakan ini (De expres, organisasi kepada tingkat pusat yaitu Pada Selain dari laporan resmi yang nantinya menjadi arsip organisasi, statuten yang jelas yang secara berkala Muhammadiyah juga memiliki tanggung mempengaruhi gerak organisasi ini. Secara jawab pada publik dengan menerbitkan berurutan pada tahun 1912, 1914, hingga laporan organisasinya ke media massa, baik yang dikelola Muhammadiyah maupun Muhammadiyah puncaknya di tahun 1932. Muhammadiyah media umum (M. Yuanda Zara, 2. Berangkat menyebarkan gerakannya di seluruh Hindia tersebut, maka kajian ini akan menekankan Belanda. Laju pertumbuhan organisasi ini aspek sejarah dari perilaku administrasi dalam tubuh Muhammadiyah. Pada unsur Muhammadiyah semakin kompleks untuk budaya tertib organisasi dan kaderisasi mendukung besarnya organisasi. Secara bertahap. Muhammadiyah mengatur kerja- belakang tradisi kearsipan yang dimaksud, kerja sosial keagamaannya dalam satuan https://doi. org/ 10. 46836/jk. Copyright A 2025 Author. Published by Direktorat Sistem Kearsipan. Arsip Nasional Republik Indonesia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. 30 | Prabowo & Feronica Ae Tradisi Arsip Muhammadiyah kondisi hari ini akan dikaji bagaimana pendekatan kearsipan juga digunakan untuk kekayaan khasanah kearsipan tersebut melihat bagaimana arsip dan hasil nya menjadi sebuah karya yang bermanfaat menjadi sebuah bahan pengembangan ilmu serta dinamika kerjasama dengan lembaga pengetahuan dengan lebih lanjut, hal ini merupakan warisan dari Mona Lohanda Tujuan merekam proses sejarah manusia dan Kajian perilakunya dapat memberikan gambaran Muhammadiyah dalam rentang sejarah nya dengan metode historis. Hingga nanti nya pengembangan ilmu sosial (Mona Lohanda, menghasilkan kegiatan dokumentasi yang 2. sehingga penarikan kesimpulan terhadap sebuah fenomena tidak hanya Dipahaminya ditunjang pada hipotesis teoritis. kemudian dapat menjadi sebuah refleksi Proses sekaligus referensi pengambilan kebijakan penelitian ini merupakan sebuah refleksi kerjasama antara Arsip Nasional Republik dari penulis sebagai seorang sejarawan Indonesia Pimpinan Pusat Museum. Muhammadiyah untuk mewujudkan tata Dalam beberapa tahun terakhir penulis kelola kearsipan yang berkelanjutan dan kontekstual dengan tidak melepaskan pada dalam rentang waktu yang panjang untuk latar belakang budaya administrasi yang keperluan kajian historis, selain itu penulis juga terlibat dalam beberapa perumusan Muhammadiyah kerjasama antara Muhammadiyah dan Arsip METODE Nasional Republik Indonesia. Sehingga kajian ini merupakan bentuk Kajian ini merupakan penelitian sejarah dengan metode sejarah kritis yang terdiri dari tahapan. pencarian topik, pengalaman tersebut. Proses heuristik dalam kajian ini dilakukan berbekal wawasan khasanah historiografi (Kuntowijoyo, 2. Untuk arsip Muhammadiyah yang telah menjadi sebuah dokumen inventarisasi oleh Arsip reflektif dan tinjauan kritis berangkat dari https://doi. org/ 10. 46836/jk. Copyright A 2025 Author. Published by Direktorat Sistem Kearsipan. Arsip Nasional Republik Indonesia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. Prabowo & Feronica Ae Tradisi Arsip Muhammadiyah Nasional Republik Indonesia (ANRI, Untuk menguatkan kajian yang ada, berkala berupa Verslag. Boeah Congres, | 31 HASIL DAN PEMBAHASAN Budaya Tertib Organisasi Rekaman Melalui Verslag Sejak dan koleksi terbitan official organ yaitu Muhammadiyah telah sadar jika kejelasan Suara Muhammadiyah yang tersimpan di peraturan baik dalam anggaran dasar Perpustakaan maupun anggaran rumah tangga serta Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan pengakuan resmi dari pemerintah kolonial Pusat Muhammadiyah ditunjang koleksi menjadi sebuah aspek yang tidak boleh Hal ini menjadi sebuah bukti Proses Nasional jika kesadaran terhadap sebuah legalitas Dalam anggaran dasarnya di khasanah arsip yang ada serta karya-karya tahun pada 1912. Muhammadiyah awalnya sejarah yang telah dihasilkan sebelumnya. membagi aturannya dalam 12 artikelen. Akhir dari penelitian ini merupakan sebuah Secara berurutan mengatur. Nama dan kajian untuk merefleksikan proses tradisi kedudukan, maksud dan tujuan, bentuk kearsipan Muhammadiyah dalam rentang waktu sejarah pada aspek budaya organisasi musyawarah, cabang yang masih terbatas di di masa lalu dan masa kini. Pengumpulan Yogyakarta, data dilakukan dengan cara mengkaji dan keuangan, perubahan statute, batas minimal memahami berbagai teori yang relevan organisasi, serta hak dan kewajiban anggota dengan arsip hidup seni pertunjukan Jawa. dan organisasi kepada masyarakat dan Informasi dari berbagai bahan pustaka dianalisis dengan melakukan telaah kritis Legalitas dalam anggaran dasar dan mendalam berdasarkan proposisi dan organisasi ini baru kemudian disahkan oleh gagasan yang dikembangkan. Gouvernementsbesluit 22 Agustus 1914 No. Bentuk batang tubuh dan isi dari anggaran dasar ini jika dibandingkan dengan organisasi sejenis pada masa itu memiliki kecenderungan untuk merujuk https://doi. org/ 10. 46836/jk. Copyright A 2025 Author. Published by Direktorat Sistem Kearsipan. Arsip Nasional Republik Indonesia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. 32 | Prabowo & Feronica Ae Tradisi Arsip Muhammadiyah pada model yang telah digunakan oleh perkembangan Muhammadiyah pada satu Boedi Oetomo yang dengan detail mengatur dekade pertamanya yaitu keberhasilan tujuan azaz organisasi dan batas awal untuk pembentukan jaringan dan korespondensi organisasi ini berdiri. yang dilakukan K. Ahmad Dahlan pada Sebuah titik penting telah disadari beberapa kota penting seperti Surakarta. Surabaya. Cirebon. Garut Jawa Barat dan Muhammadiyah sejak masa awal pada yang berbagai tempat lain yang secara langsung tertulis pada astikelan/pasal kedua yang berbunyiAy Muhammadiyah (M. Arifin, 2. Hal Artikelen 2 ini menjadikan Muhammadiyah telah dapat Maka perhimpunan itu maksudnya: diterima oleh tokoh-tokoh pergerakan dan Menyebarkan Igama pembaharuan Islam yang lain untuk dapat . Kanjeng Nabi Muhammad berafiliasi dengan Muhammadiyah. Selain Sallahu itu sebelum tahun 1920, beberapa tempat di Alaihi Wasallam penduduk bumiputra di dalam residensi Yogyakarta Yogyakarta dan Muhammadiyah pada tingkatan dasar dan memajukan hal igama . kepada anggauta-anggautanya. Dalam menengah yang menjadi magnet bagi kaum Muhammadiyah, nampak jika kemajuan menjadi sebuah kemudian nantinya mereka akan menjadi komitmen awal sejak berdirinya organisasi ini, meskipun pada awal perkembangan di daerahnya masing-masing. tahun 1912 pembatasan pada persebaran Perkembangan Muhammadiyah Muhammadiyah masih sebatas Yogyakarta Muhammadiyah secara signifikan terus dalam lingkup karesidenan nya. tumbuh bersamaan dengan menguatnya Perubahan legalitas organisasi ini untuk terus dapat kemudian terjadi pada tahun 1921 saat membuka cabangnya di seluruh Hindia Muhammadiyah dapat menyebar ke seluruh Belanda. Sebagai sebuah organisasi yang Hindia Belanda, hal ini menjadi penting telah memiliki cabang pada berbagai kemudian jika dilihat dalam dua aspek wilayah, maka mutlak diselenggarakan mendasar yaitu aspek internal dan aspek Pada aspek internal, dilihat dari mempertanggungjawabkan pekerjaan dari https://doi. org/ 10. 46836/jk. Copyright A 2025 Author. Published by Direktorat Sistem Kearsipan. Arsip Nasional Republik Indonesia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. Prabowo & Feronica Ae Tradisi Arsip Muhammadiyah | 33 setiap cabang dan pekerjaan pada tingkat pusat pada sebuah forum tahunan. Aktivitas inilah yang nantinya akan menghasilkan dokumentasi verslag. Dokumen verslag dalam tiga dekade pertama Muhammadiyah terus berkembang seiring dengan berkembangnya pendidikan, kepustakaan, dan keagamaan. Selain itu, perkembangan juga meliputi sayap-sayap organisasi yang bergerak pada Hizbul Wathan. Aisyiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah, serta gerakan pelajar melalui Siswo Praya. Kedua komponen tersebut kemudian akan berlaku umum dari tingkat pusat hingga tingkat cabang, sehingga dokumen asli yang dilakukan Muhammadiyah dalam suatu periode telah terekam dengan terstruktur Mengamati verslag Muhammadiyah dapat dilihat dari Muhammadiyah dapat membuka cabang di luar Yogyakarta, yaitu pada verslag tahun Gambar 1. Tampak Muka Verslag Muhammadiyah. Dokumen struktur daftar verslag yang berlaku di seluruh lapisan persyarikatan. Unsur-unsur dalam verslag ini, secara berurutan terdiri dari laporan perkumpulan persyarikatan Perkompoelan perserikatan tahoenan. Membahas seputar tata organisasi dan terpilihnya ketua serta Laporan Tjabang Moehammadijah. Memuat detail laporan kuantitatif pada setiap cabang Muhammadiyah di setiap cabang karesidenan. Dalam verslag 1922, diketahui jika Muhammadiyah telah tersebar di 11 wilayah, yaitu Srandakan. Blora. Surabaya. Imogiri. Kepanjen. Surakarta. Garut. Batavia. Purwokerto. Pekalongan. Pekajangan. Vergadering. Bagian ini menjelaskan kegiatan-kegiatan Muhammadiyah https://doi. org/ 10. 46836/jk. Copyright A 2025 Author. Published by Direktorat Sistem Kearsipan. Arsip Nasional Republik Indonesia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. 34 | Prabowo & Feronica Ae Tradisi Arsip Muhammadiyah penyelenggaraan kongres, karena status diselenggarakan pada sepanjang tahun aktif atau tidaknya suatu cabang hanya Pada umumnya vergadering dapat diukur dengan dapat diterimanya juga berisi agenda antar organisasi saat verslag ini. Muhammadiyah hadir dalam undangan pergerakan yang lain. Verslag ini dalam penelusuran yang dilakukan oleh peneliti selama beberapa Hal Soerat. Bagian ini menjadi salah tahun terakhir dapat ditemukan di beberapa satu unsur penting yang tidak dapat tempat, diantaranya dalam inventarisasi arsip Muhammadiyah oleh ANRI pada Sebuah nomor arsip 1802 pada berkas rapat kerja unik saat Muhammadiyah secara teratur pimpinan April 1922. Sementara pada mencatat dokumentasi persuratan yang koleksi ANRI ditemukan dokumen asli mereka lakukan dan mempublikasikan dengan tanda tangan pengesahan para dalam verslag. Adanya bagian ini Ditemukan juga dokumen ini dalam bentuknya sebagai publikasi berkala. memahami kultur administrasi yang Verslag yang telah berbentuk dokumentasi berlaku sebagai cara alternatif untuk berkala tersebut dapat ditemukan di lantai menelusuri arsip yang telah diproduksi. surat kabar dan majalah lama Perpustakaan Muhammadiyah. Laporan keuangan. Bagian ini secara terbuka menyampaikan uang masuk dan Nasional. Perubahan dan makin kompleknya isi verslag Muhammadiyah berkembang seiring dengan semakin banyaknya cabang cabang-cabangnya. Laporan ini juga Muhammadiyah yang tersebar di seluruh memuat asal dari perolehan uang, baik Hindia Belanda. Pada tahun 1927, cabang melalui derma, usaha, hingga subsidi Muhammadiyah telah berkembang 176 dari pemerintah. cabang yang merata di seluruh pulau-pulau Muhammadiyah. Verslag tjabang-tjabang. Bagian ini besar Indonesia. Jumlah ini meningkat 10 merupakan penutup dari verslag yang kali lipat dari beberapa tahun sebelumnya, berisi tentang laporan cabang-cabang yang menunjukkan jika Muhammadiyah dalam menyelenggarakan kegiatannya. dapat diterima bagi kaum muslim di Laporan Indonesia. https://doi. org/ 10. 46836/jk. Copyright A 2025 Author. Published by Direktorat Sistem Kearsipan. Arsip Nasional Republik Indonesia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. Prabowo & Feronica Ae Tradisi Arsip Muhammadiyah Menguatnya | 35 cabang-cabang Sebuah analisis menarik jika kita Muhammadiyah kemudian juga diikuti melihat isi dari verslag Muhammadiyah tahun 1927, di mana telah terdapat banyak penambahan yang bersifat administratif hoofdbestuur menuntut tiap cabang untuk untuk melengkapi dokumen ini. Pada memberikan laporan dan juga mengajarkan verslag ini, selain bertambahnya jumlah model pengelolaan administrasi ini kepada cabang ditambahkan juga pembahasan lain struktur dibawahnya, yaitu Grup dan yaitu seputar jajasan dan perhitungan uang Gerombolan. Sebuah temuan menarik . terdapat pada cabang Muhammadiyah Madiun, cabang ini termasuk yang pertama- Muhammadiyah telah memulai usahanya Hal verslag-nya Nampaknya pada bagian ini dengan tegas memisahkan antara kas keuangan untuk operasional organisasi verslag pada tingkat bawah. Dokumen- penghimpunan dana yang diperoleh melalui dokumen pada tingkat bawah tersebut sumber masyarakat umum dengan cara masih cukup banyak ditemukan di beberapa Muhammadiyah Madiun. Semakin keuangan dalam banyak hal menjadi bukti Muhammadiyah pengelolaan keuangan, serta perubahan besar terhadap paradigma baru dalam umat Islam disaat uang yang dikelola oleh sebuah kelompok keagamaan menjadi sesuatu yang bukan menjadi hak terbatas dari seorang pemimpin keagamaan. Gambar 2. Cover Verslag Muhammadijah Madioen Sedjak Berdirinja sehingga Pengabisan Taoen 1927. https://doi. org/ 10. 46836/jk. Copyright A 2025 Author. Published by Direktorat Sistem Kearsipan. Arsip Nasional Republik Indonesia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. 36 | Prabowo & Feronica Ae Tradisi Arsip Muhammadiyah perombakan keredaksian dalam Suara Muhammadiyah serta dimulainya usaha menerbitkan karangan pengajaran agama, selain itu fungsi Bahagian Taman Pustaka dan sekaligus Suara Muhammadiyah untuk menanggapi isu di luar organisasi makin Hal ini bersamaan dengan serangan surat kabar Islam Bergerak dan Medan Muslimin atas Muhammadiyah atas perbedaan pendapat dalam menegaskan sikap pada pemerintah kolonial. Pada tahun 1923. Bahagian Taman Pustaka telah Gambar 3. Bab Perhitungan Uang dalam Berita berusaha mengkonsolidasikan penulis dan Tahunan Muhammadiyah Tahun 1927 kontributor dari berbagai daerah, dan Signifikansi verslag sebagai sebuah pengajaran agama Islam ke berbagai khasanah arsip semakin menguat seiring Tujuan ini bersamaan juga terkait dengan berkembangnya Muhammadiyah seiring dengan meningkatnya arsip yang Muhammadiyah. Hal Sebuah tradisi penerbitan baru juga bertambahnya cabang dan amal usaha yang dilahirkan dengan disusunnya almanak Disisi lain, persebaran tentang tahunan mulai tahun 1924, almanak ini terbuka bagi Muhammadiyah untuk me- resume kegiatan Muhammadiyah sepanjang Muhammadiyah untuk mengembangkan tahun tersebut serta opini dari berbagai Bahagian Taman Pustaka sebagai ujung kontributor ditambah dengan informasi tombak publikasi Muhammadiyah. publik seperti pos dan telegram. Sebuah Muhammadiyah Setahun setelah berdirinya nampak Bahagian perpustakaan publik akhirnya berhasil Pustaka, diwujudkan oleh Muhammadiyah dengan tersebutkan dalam verslag Muhammadiyah nama bibliothek Moehammadijah atau Gedoeng Boekoe yang berada di dua tempat Taman https://doi. org/ 10. 46836/jk. Copyright A 2025 Author. Published by Direktorat Sistem Kearsipan. Arsip Nasional Republik Indonesia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. Prabowo & Feronica Ae Tradisi Arsip Muhammadiyah | 37 yaitu pada Gang Kenari. Jalan Kauman namun kepemimpinan bersifat kolektif dekat kantor Hoofdbestuur Muhammadiyah melalui peran beberapa orang tidak sebatas dan pada sebuah sekolah di Kepoeh. Pada pengambilan kebijakan, namun juga para awal pendiriannya perpustakaan ini telah memiliki 525 koleksi buku dan kitab kedudukan sekretaris menjadi penting keagamaan dengan beragam bahasa yaitu bahkan dalam banyak hal, sekretaris Jawa. Melayu, dan Arab dilakukan juga menjadi motor penggerak utama dari kerja usaha untuk memperoleh bantuan buku kepada Balai Pustaka guna memperoleh mengesampingkan sekedar peran simbolik. buku-buku pengetahuan umum. Dalam sehari-harinya Sekretaris dalam beberapa kasus Dari dua fakta tersebut, ditemukan menjadi rantai penghubung dari jalannya jika peran dokumentasi dalam kegiatan permusyawaratan berupa verslag kemudian Hal tersebut kemudian didukung dengan peran aktif Bahagian dalam perspektif Muhammadiyah yang Taman Pustaka sebagai kunci meratanya khas, dipandang sebagai sebuah proses alami yang disebut perkaderan (Djazman persyarikatan serta makin terjangkaunya Al-Kindi, hasil dari produk administrasi tersebut sesuatu yang khas dari Muhammadiyah menjadi sebuah produk dokumentasi yang untuk menjaga performa organisasinya. Proses ini berlangsung secara islamiah. Produk-produk tersebutlah kini menjadi warisan yang bagaimana sekretaris sebagai sebuah proses Muhammadiyah di ANRI. Perpustakaan dari perkaderan tidak lepas dari pondasi Nasional, bahkan sampai ke daerah. yang diwariskan oleh H. Yunus Anis. Perkaderan Memahami Budaya Tertib Organisasi Rekaman Melalui Verslag Yunus Anis merupakan salah seorang sekretaris yang mengalami masa Berbeda dengan gerakan Islam yang jabatan terpanjang, sejak masa mudanya di lain, di mana kedudukan seorang pimpinan tahun 1926 hingga akhir hayatnya di tahun bersifat mutlak dan menjadi aktor Tunggal. Ketika H. Yunus Anis menjadi namun Muhammadiyah memiliki karakter Sekretaris Pengurus Besar Muhammadiyah, yang sangat berbeda. Kepemimpinan tidak ia suka berkeliling ke cabang-cabang dan diberikan kepada individu yang Tunggal, ranting Muhammadiyah baik yang ada di https://doi. org/ 10. 46836/jk. Copyright A 2025 Author. Published by Direktorat Sistem Kearsipan. Arsip Nasional Republik Indonesia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. 38 | Prabowo & Feronica Ae Tradisi Arsip Muhammadiyah Pulau Jawa maupun luar Jawa. Selama Ceritera itu dikandung maksud supaya kunjungan ke berbagai daerah sampai di pelosok-pelosok itu ia dengan mudah Muhammadiyah rakyat sehingga apa yang diperjuangan Dengan berhasil baik. Apa yang dirintisnya agar kecakapannya berkomunikasi dan menarik dapat dijadikan pelajaran bagi Bakri Sujak hati maka di mana-mana ia mendapat sambutan secara meriah. Namanya semakin Muhammadiyah. terkenal di kalangan Muhammadiyah. Bakri Sujak Ketenaran namanya di setiap daerah itu kepemimpinan dan semangat H. Yunus maka setiap ada kongres Muhammadiyah Anis bekerja dan berjuang. la sama-sama beliau memperoleh suara terbanyak untuk berasal dari Kauman. Yogyakarta itu menjadi pengurus. mengenang kemampuan H. Yunus Anis Dalam aspek pengkaderan sebagai berpidato yang benar-benar memukau para Apa yang diucapkan di Muhammadiyah mimbar dan langsung didengar para jemaah yang besar jumlahnya itu menyentuh hati pengkaderan yang terjadi antara H. Para jemaah yang mengikuti pidato Yunus Anis dan Bakri Sujak, sebagai dua Yunus Anis tergerak bangkit dan tokoh muda itu. Selama menggerakkan Muhammadiyah Muhammadiyah cita-cita setempat tampak bersemangat, sehingga didukung semua umat Islam. Upaya membangkitkan semangat semacam ini Muhammadiyah Yunus Anis mulai merintis sekolah di Alabio itu pada tahun 1936, sedang Bakri Sujak tiba di tempat tersendiri sebagaimana telah dipraktekkan tersebut dua tahun kemudian Masyarakat oleh H. Yunus Anis. Bakri Sujak mysih Islam di sana mengenal dan dekat dengan terkesan kata-kata Muljadi Djojomartono Yunus Anis. Hal ini diceritakan bahwa H. Yunus Anis dalam hal sendiri oleh H. Yunus Anis kepada berpidato memiliki kemampuan seperti Bakri Sujak waktu terjun secara langsung di Bung Karno. Kesan ini menunjukkan tengah-tengah betapa hebat kemampuan H. Yunus Anis Kalimantan. https://doi. org/ 10. 46836/jk. Copyright A 2025 Author. Published by Direktorat Sistem Kearsipan. Arsip Nasional Republik Indonesia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. Prabowo & Feronica Ae Tradisi Arsip Muhammadiyah | 39 menggerakkan hati para pendengarnya. Yunus Anis kembali kepada posisinya Kemampuan yang demikian itu diakui untuk mengelola di bidang kesekretariatan oleh berbagai pihak. dan perkantoran di lingkungan Pimpinan Pondasi Pusat Muhammadiyah. Pada masa ini. Yunus Anis sebagai sekretaris kemudian beliau membentuk sebuah rintisan badan tidak terbatas pada kultur pengkaderan yang bernama DOKRAH . okumentasi dan administrasi berupa buku pedoman yang Badan inilah yang kemudian mungkin menjadi rintisan dari standarisasi menata ulang dan melakukan penjilidan administrasi dan perkantoran di lingkungan Muhammadiyah. Buku ini disusun sejak ia Muhammadiyah, yang berupa besluit untuk menjadi pimpinan sekretaris hoofdbestuur mendata cabang-cabang Muhammadiyah di Muhammadiyah pada tahun 1938 dan terus berbagai daerah. Nantinya, koleksi arsip diperbaharui hingga saat ia menjadi ketua yang dihimpun oleh H. Yunus Anis pimpinan pusat Muhammadiyah dari 1959- diakuisisi oleh Balai Arsip Daerah Jawa Muhammadiyah koleksi-koleksi Tengah pada tahun 1990-an Karya dan Tantangan Kearsipan Muhammadiyah di Abad ke-2 Abad ke-2 Muhammadiyah dalam hal ini setelah diselenggarakan Muktamar Muhammadiyah ke-46, menjadi sebuah Gambar 4. Buku Peladjaran Administrasi Muhammadijah 1957 Muhammadiyah selama 100 tahun terakhir. Refleksi Setelah menjadi Pimpinan Pusat berpengaruh dalam bidang pengelolaan Muhammadiyah selama satu periode. administrasi di lingkungan Muhammadiyah Yunus Anis kemudian digantikan dengan serta usaha untuk modernisasi tahap kedua Ahmad Badawi. Kemudian. untuk mewujudkan persyarikatan yang https://doi. org/ 10. 46836/jk. Copyright A 2025 Author. Published by Direktorat Sistem Kearsipan. Arsip Nasional Republik Indonesia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. 40 | Prabowo & Feronica Ae Tradisi Arsip Muhammadiyah lebih profesional (Zuly Qodir, 2. untuk mengakuisisi berkas-berkas arsip Dalam aspek lain, dorongan untuk kembali Muhammadiyah yang berada di kantor menggiatkan sebuah khittah penting untuk Pimpinan menempatkan kedudukan Muhammadiyah Yogyakarta. sebagai mitra pemerintah untuk memajukan pertimbangan, diantaranya AoUU No. tentang Kearsipan pasal 19 . yang Pusat Muhammadiyah Dengan Muhammadiyah di abad ke-2 ini (Farid Setiawan, 2. melaksanakan pengelolaan arsip statis yang Komitmen ini kemudian secara ANRI berskala nasional yang diterima dari lembaga negara, perusahaan, organisasi beberapa perumusan kebijakan riil dalam politik, organisasi kemasyarakatan, dan modernisasi tingkat lanjut dan pengelolaan perseoranganAo, organisasi hingga usaha untuk menggiatkan diakuisisi ke ANRI pada tahun 1999. pengembangan dalam bidang kesejarahan. Kesadaran Muhammadiyah pasca Muktamar abad ke-2 nya meningkat pendirian Museum Muhammadiyah. Dalam bersamaan dengan pembaharuan bentuk aspek hubungannya dengan pemerintah. Muhammadiyah kembali mengatur dan berbagai bidang, termasuk dalam bidang Berbekal rintisan kerjasama strategis, mulai dari tingkat pusat melalui yang dilakukan di dekade sebelumnya, kementerian dan badan terkait hingga maka dilakukan MoU antara Pimpinan pemerintah daerah melalui dinas dan Pusat Muhammadiyah dan ANRI tahun instansi terkait. bentuk-bentuk Kerjasama dalam bidang kearsipan Syamsudin. MoU Din menjadi usaha penting yang dilakukan oleh serangkaian kerjasama di bidang penelitian Muhammadiyah. Berawal dari usaha yang dilakukan oleh Amin Rais sebagai ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Selain itu. Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama sebuah akuisisi yang penting kembali Rosyad Sholeh dan Jaldan Badawi sebagai dilakukan pada pertengahan tahun 2014. sekretaris dan kepala kantor, merintis ANRI Proses ANRI kerjasama dengan BAD (Badan Arsip Pimpinan Pusat Muhammadiyah kemudian Daera. Jawa Tengah pada tahun 1996 kembali dilakukan pada tahun 2014 untuk https://doi. org/ 10. 46836/jk. Copyright A 2025 Author. Published by Direktorat Sistem Kearsipan. Arsip Nasional Republik Indonesia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. Prabowo & Feronica Ae Tradisi Arsip Muhammadiyah | 41 mengakuisisi koleksi arsip Muhammadiyah sama dengan ANRI melakukan sebuah dari kegiatan kesekretariatan di atas tahun bidang baru kearsipan yang terkait dengan Arsip ini kemudian diolah secara tema Covid dan kesehatan. Koleksi arsip Muhammadiyah seputar Covid menjadi ditambah dengan hasil akuisisi tahun 2014, salah satu kekayaan penting. Hal ini yang menghasilkan sebuah karya penting oleh ANRI yaitu daftar AoInventarisasi Arsip bencana dan kesehatan di Muhammadiyah Pimpinan Pusat Yogyakarta Muhammadiyah 1922-2001Ao. Katalog MPKU (Majelis Pembina Kesehatan Umu. MDMC inventarisasi ini berhasil dengan sangat baik (Muhammadiyah menghasilkan 4888 nomor arsip yang Cente. , membentuk sebuah lembaga kerja terbagi dalam dua kelompok, yaitu 8 khusus dalam menangani pandemi yang disebut Mc (Muhammadiyah Covid-19 Lahirnya Command Disaster Cente. Management Khazanah inventarisasi nashkan ini kemudian menjadi diakuisisi tersebut, nantinya akan menjadi titik balik yang luar biasa penting dalam sebuah memori penting tentang bagaimana historiografi Muhammadiyah saat arsip Muhammadiyah sebagai gerakan Islam nasional berhasil menghimpun seluruh penanganan wabah Covid-19 sepanjang Muhammadiyah merawatnya dengan baik, untuk dapat tahun 2020-2022. menjadi sumber utama dalam kepentingan Serangkaian antara ANRI dan Muhammadiyah ditambah Kerjasama Muhammadiyah dengan keberadaan inventarisasi arsip ANRI kemudian terus dikembangkan. Muhammadiyah, kemudian menjadi sebuah model penting dalam mendirikan Museum pengembangan kearsipan di Indonesia. Muhammadiyah. ANRI dan koleksi sumber Momen di dalamnya menjadi sebuah modal penting Muhammadiyah turut berkontribusi untuk Museum menyerahkan arsip Penanganan Pandemi Muhammadiyah sejak tahun 2017. Penulis Covid-19 pada akhir tahun 2022 ke ANRI. dan tim yang berlatar belakang jurusan Peristiwa ini menjadi sebuah momen sejarah terlibat aktif dalam penelitian ini penting untuk Muhammadiyah bekerja dalam beberapa tahun terakhir, mengakui https://doi. org/ 10. 46836/jk. Copyright A 2025 Author. Published by Direktorat Sistem Kearsipan. Arsip Nasional Republik Indonesia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. 42 | Prabowo & Feronica Ae Tradisi Arsip Muhammadiyah jika koleksi yang disimpan di ANRI menjadi kunci penting untuk memahami Muhammadiyah Meskipun demikian, dengan metode signifikansi, dilakukan seleksi agar koleksi yang ada dapat maksimal tereksplor untuk keperluan museum, baik jangka pendek maupun jangka panjang (Roslyn Russell and Kylie Winkworth, 2. Berangkat dari hal tersebut, maka perlu disadari jika pada Gambar 5. Besluit Pendirian dalam Tata Pamer Museum Muhammadiyah kekayaan khazanah arsip di ANRI, sebuah Selain dokumen di atas, sebagai kajian khusus terhadap topik ini perlu dilakukan secara mendalam. koleksi arsip nasional di luar khazanah arsip Muhammadiyah. Muhammadiyah, namun terkait dengan koleksi khazanah arsip ANRI berkontribusi tema Islam atau juga gerakan sosial hampir lebih dari 35% konten museum, baik dalam tata pamer maupun untuk sejenisnya yang berada dalam inventarisasi kepentingan kajian substantif. Salah satu Algemene Secretarie. Kolonial Verslag, dan arsip penting yang kemudian menjadi Memorie van Overgave juga menjadi sebuah spot penting khusu di museum yaitu sebuah model penting bagi pembangunan koleksi besluit Muhammadiyah 1914, 1920, penelitian dan pembangunan Museum dan 1921, merupakan sebuah dokumen Muhammadiyah. Berangkat dari beberapa penting yang menjadi kunci kelahiran pengalaman tersebut yang dihasilkan dari Muhammadiyah. keberhasilan kerjasama Muhammadiyah Pada Museum ANRI, tantangan kedepannya sekaligus potensi kerjasama untuk pengalaman lebih lanjut, dalam rangka memajukan modernisasi Muhammadiyah di tingkat lanjut serta https://doi. org/ 10. 46836/jk. Copyright A 2025 Author. Published by Direktorat Sistem Kearsipan. Arsip Nasional Republik Indonesia. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 International License. Prabowo & Feronica Ae Tradisi Arsip Muhammadiyah | 43 menumbuhkan kesadaran arsip kepada warga Muhammadiyah. Muhammadiyah serta umat Islam pada Sebuah masalah penting yang ke Warisan ini kemudian dengan depan perlu dijawab secara serius oleh baik kini telah dikelola oleh ANRI bersama Muhammadiyah dan pemerintah dalam Muhammadiyah bidang kearsipan, yaitu sinkronisasi ke kerjasama yang menguntungkan kedua belah pihak dalam rangka kemajuan PWM pengelolaan arsip dan kesadarannya di Muhammadiyah (Pimpinan Wilayah/Provinsi Indonesia. Muhammadiya. dan PDM (Pimpinan Keberhasilan Muhammadiyah Daerah/Kabupaten Kota Muhammadiya. dengan bekerja sama dengan ANRI untuk agar dapat bekerjasama dengan dinas atau mewujudkan pengelolaan arsip yang baik badan terkait yang mengelola perpustakaan telah menghasilkan berbagai prestasi, mulai pada tingkat daerah. selain itu, dari internal Muhammadiyah ketiadaan jurusan yang historiografi Muhammadiyah yang terus mendukung pengembangan dan kesadaran arsip, seperti jurusan Ilmu Sejarah dan selama satu dekade terakhir, serta puncak Kearsipan pentingnya dalam melahirkan Museum meskipun perguruan tinggi Muhammadiyah Muhammadiyah. Pada masa depan, kerja yang berkualitas telah tersebar merata di sama ini perlu terus dikembangkan bersama seluruh Indonesia. dengan semakin beragamnya paradigma terkait kesadaran arsip dalam berbagai SIMPULAN Muhammadiyah organisasi modern yang secara sadar DAFTAR PUSTAKA