Jurnal Riset Media Keperawatan ISSN : 2527 Ae 368X GAMBARAN TINGKAT STRES KELUARGA PASIEN SKIZOFRENIA BERDASARKAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DI RSJD DR. AMINO GONDOHUTOMO Medika Utama1*. Meidiana Dwidiyanti2. Diyan Yuli Wijayanti2 Mahasiswa Program Studi Magister Keperawatan,Universitas Diponegoro Semarang Dosen Program Studi Magister Keperawatan Universitas Diponegoro Semarang *email : medikautama. mail@gmail. Abstrak Keluarga dengan salah satu anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa berat/skizofrenia dapat mengalami beban psikologis tersendiri bagi keluarga penderita skizofrenia tersebut. Perasaan cemas, bersalah, bingung, stres, hingga depresi akan dirasakan oleh keluarga yang salah satu anggota keluarganya mengalami skizofrenia. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif untuk mengetahui gambaran tingkat stres pada keluarga pasien skizofrenia yang dirawat di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. Pengambilan responden dalam penelitian ini menggunakan prosedur nonprobability sampling dengan teknik penetapan pada responden mengunakan purposive sampling. Jumlah keseluruhan responden pada penelitian ini sebanyak 50 responden. Penelitian ini menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS. untuk mengukur tingkat stres yang terjadi pada keluarga. Hasil penelitian menunjukkan pada demografi usia mayoritas responden yang berada pada pada tingkat stress ringan dan sedang berada pada usia dewasa madya dengan jumlah sama yaitu sebanyak 14 orang . ,0%). Mayoritas responden yang berada pada tingkat stress sedang adalah laki-laki dan perempuan dengan jumlah sama sebanyak 14 orang . ,0%). Pada demografi pendidikan, mayoritas responden yang berada pada pada tingkat stress ringan dan sedang adalah pendidikan dasar dengan masing-masing secara berurutan yaitu sebanyak 13 orang . ,0%) dan 15 orang . ,0%). Pada demografi pekerjaan, mayoritas responden yang berada pada tingkat stress sedang adalah buruh 14 orang . ,0%). Pada demografi status dalam keluarga, mayoritas responden yang berada pada pada tingkat stress ringan dan sedang adalah orang tua dengan masing- masing secara berurutan yaitu sebanyak 18 orang . ,0%) dan 22 orang . ,0%). Kata kunci: karakteristik demografi, keluarga, skizofrenia, stres. OVERVIEW OF STRESS LEVELS IN SCHIZOPHRENIC PATIENT FAMILIES BASED ON DEMOGRAPHIC CHARACTERISTICS IN RSJD DR. AMINO GONDOHUTOMO Abstract Families with one family member who has severe mental disorder / schizophrenia can experience its own psychological burden for the schizophrenic family. Feelings of anxiety, guilt, confusion, stress, to depression will be felt by families whose family members have This type of research is descriptive exploratory to know the description of the level of stress in the families of schizophrenic patients treated at RSJD Amino Gondohutomo. Central Java Province. Taking respondents in this study using nonprobability sampling procedures with the determination of the technique of respondents using purposive sampling. The total number of respondents in this study were 50 respondents. This study uses the Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS. questionnaire to measure stress levels that occur in families. The results showed that the age demographics of the majority of respondents who were at mild and moderate stress levels in middle adulthood with the same number of 14 people VO. NO. JUNI 2020: 11-17 Jurnal Riset Media Keperawatan ISSN : 2527 Ae 368X . 0%). the majority of respondents who are at moderate stress level are men and women with the same number of 14 people . 0%). In the education demographic, the majority of respondents who are at mild and moderate stress levels are basic education with respectively 13 people . 0%) and 15 people . 0%). In occupational demographics, the majority of respondents who are at moderate stress level are 14 workers . 0%). In the demographic status in the family, the majority of respondents who are at mild and moderate stress levels are parents with respectively 18 people . 0%) and 22 people . 0%). Keywords: demographic characteristic, family,schizophrenia, stress. PENDAHULUAN Keluarga dengan salah satu anggota keluarganya yang mengalami gangguan jiwa berat/skizofrenia dapat mengalami beban psikologis tersendiri bagi keluarga penderita skizofrenia tersebut. Beban Psikologis sering kali terjadi karena keluarga tidak memiliki pemahaman akan kebutuhan pasien dan tingkah laku pasien sulit dimengerti sehingga mempersulit terjalinnya hubungan antara keluarga dan akhirnya menimbulkaan stres dalam keluarga tersebut. (Wanti. Widianti, & Fitria, 2. Rekam Medik RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang mencatat selama tahun 2018 ada sebanyak 18. pasien skizofrenia dan pada bulan Januari Februari 2019 sebanyak 311 pasien yang melakukan rawat inap dan rawat jalan di rumah sakit tersebut (AuRekam Medis RSJD Dr. Amino Gondohutomo,Ay 2. Keluarga merupakan sebuah pintu awal dari setiap perubahan. Jika terdapat satu gangguan didalam keluarga tersebut maka dapat mempengaruhi semua yang ada Hal ini berarti saat salah satu dari anggota keluarga mengalami gangguan skizofrenia maka dampak negatifnya akan terjadi pada seluruh keluarga dari penderita skizofrenia tersebut. Jika keadaan yang menyebabkan stres pada keluarga tidak dapat ditanggulangi dengan baik, maka pasien yang menderita skizofrenia tersebut akan mengalami lebih banyak penderitaan dan akhirnya dirawat berulang-ulang di rumah sakit tanpa menunjukan tanda-tanda membaik . (Jusnita & Hidajat, 2. Keadaan stres pada keluarga pasien skizofrenia akan mempunyai perbedaan dari masing- masing peran anggota keluarga Peran anggota keluarga sebagai VO. NO. JUNI 2020: 11-17 istri, suami, saudara dan orang tua adalah penentu seberapa besar stresor yang terjadi dan beban yang dihadapi oleh keluarga itu sendiri (Jusnita & Hidajat, 2. Beberapa sebelumnya telah menunjukkan bahwa keadaan ini akan berdampak kedalam hubungan yang tidak sehat. Keluarga dengan hubungan yang tidak sehat jauh lebih rapuh dan defensif, energi dalam hubungan keluarga habis dan keluarga melemah sehingga pada akhirnya hubungan antar keluarga menjadi terancam (Wiguna et , 2. Perasaan cemas, bersalah, bingung, stres, hingga depresi akan dirasakan oleh keluarga yang salah satu anggota Kesulitan lain timbul dengan adanya perbedaan pendapat diantara anggota keluarga dan juga menurunnya pengertian dan simpati dari teman dan tetangga (Sri, 2. Stres yang terjadi pada keluarga pasien skizofrenia berupa perasaan tertekan karena lelah dengan keadaan pasien yang membutuhkan perawatan didalam keluarga, perasaan jenuh, perasaan malu dengan keadaan yang terjadi pada pasien, merasa didiskriminasi di lingkungan masyarakat, dan merasa terisolasi dari lingkungan karena stigma masyarakat tentang gangguan skizofrenia yang masih buruk (Adeosun. Studi pendahuluan yang dilakukan di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang pada tanggal 19 Agustus 2019 ditemukan bahwa pada saat ini belum ada perlakuan khusus terhadap keluarga pasien skizofrenia yang Berdasarkan catatan data dari Rekam Medik RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang selama tahun 2018 Jurnal ISSN : 2527 Ae 368X Riset Media Keperawatan terdapat 308 kasus readmission. Data kasus readmission ini terjadi pada pasien yang dirawat dalam rentang waktu satu bulan. sebanyak 50 responden. Penelitian kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS. (Lovibond & Lovibond, 1. Pada penelitian ini kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat stres yang terjadi pada keluarga pasien skizofrenia. Variabel pada penelitian ini adalah usia dari responden penelitian, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan status dalam keluarga pasien itu sendiri. BAHAN DAN METODE Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksploratif untuk mengetahui gambaran tingkat stress pada keluarga yang memiliki penderita gangguan jiwa di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. Responden dalam penelitian ini adalah anggota keluarga inti dari pasien dengan skizofrenia yang memenuhi keriteria penelitian berumur Ou18 tahun, mampu berkomunikasi, membaca dan menulis, dan tinggal dalam satu rumah bersama pasien minimal 5 bulan terakhir. Pengambilan responden dalam penelitian ini menggunakan prosedur nonprobability sampling dengan mengunakan purposive sampling. Jumlah keseluruhan responden pada penelitian ini HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penelitian tingkat stres yang terjadi dari 50 responden pada keluarga pasien dengan skizofrenia yang dirawat inap di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah menggunakan berdasarkan data demografi dan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS. adalah sebagai berikut: Tabel 1. Distribusi Tingkat Stres keluarga Pasien Skizofrenia Berdasarkan Karakteristik Demografi usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan, dan status dalam keluarga. Variabel Usia Dewasa Muda Dewasa Madya Dewasa Akhir Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Pendidikan Terakhir Pendidikan Dasar Pendidikan Menengah Pendidikan Tinggi Pekerjaan Buruh Wiraswasta ASN Status dalam Keluarga orang tua Suami/Istri Saudara Tingkat Stres Ringan Sedang Berat Berdasarkan tabel 1 diatas, pada demografi usia mayoritas responden yang berada pada pada tingkat stress ringan dan sedang berada pada usia dewasa madya VO. NO. JUNI 2020: 11-17 Total dengan jumlah sama yaitu sebanyak 14 orang . ,0%). Pada demografi jenis kelamin mayoritas responden yang berada pada tingkat stress ringan adalah laki-laki Jurnal Riset Media Keperawatan sebanyak 13 orang . ,0%) dan mayoritas responden yang berada pada tngkat stress sedang adalah laki-laki dan perempuan dengan jumlah sama sebanyak 14 orang . ,0%). Pada demografi pendidikan, mayoritas responden yang berada pada pada tingkat stress ringan dan sedang adalah pendidikan dasar dengan masingmasing secara berurutan yaitu sebanyak 13 orang . ,0%) dan 15 orang . ,0%). Pada demografi pekerjaan, mayoritas responden yang berada pada pada tingkat stress ringan adalah wiraswasta 14 orang . ,0%) dan pada tingkat stress sedang adalah buruh 14 orang . ,0%). Pada demografi status dalam keluarga, mayoritas responden yang berada pada pada tingkat stress ringan dan sedang adalah orang tua dengan masingmasing secara berurutan yaitu sebanyak 18 orang . ,0%) dan 22 orang . ,0%). Hasil dari penelitian yang sudah dilakukan didapatkan keluarga pada pasien skizofrenia didominasi pada tingkat umur dewasa madya dengan tingkat stres sedang sebanyak 14 . ,0 %) orang dan stres ringan sebanyak 14 orang . ,0 %). Pada demografi jenis kelamin, perempuan lebih mendominasi yaitu dengan tingkat stres ringan sebanyak 13 orang . ,0%) dan tingkat stres sedang sebanyak 14 orang . ,0%). Hal ini dakeranakan perempuan lebih memikirkan dan mengkhawatirkan banyak hal seperti gangguan jiwa pada anggota keluarganya yang tidak dapat disembuhkan, perasaan terhadap keadaan pasien yang tidak menunjukkan perubahan atau tanda membaik, dan memikirkan beban yang dihadapi karena pasien akan selalu ketergantungan dengan oba (Mubin & Tyas, 2. Penelitian sebelumnya yang sudah dilakukan oleh M Fatkhul dan A Tyas menyatakan bahwa responden yang rentan mengalami stress sedang adalah antara umur 36-60 tahun dan kebanyakan berjenis kelamin perempuan. Hal ini karena umur 36-60 tahun lebih rentan dalam menghadapi berbagai situasi masalah VO. NO. JUNI 2020: 11-17 ISSN : 2527 Ae 368X ataupun stresor yang diterimanya (Mubin & Tyas, 2. Disaat tertentu ketika keluarga mulai berpandangan negatif menganggap pasien tidak mempunyai cukup waktu dan tenaga dalam bekerja . akan tapi tidak mau bekerj. , tidak dapat terlibat dalam aktifitas sosial dengan teman Hal ini menyebabkan keluarga kurang termotivasi untuk melibatkan pasien dalam berbagai aktivitas harian di rumah (Yusuf. Taat Putra, & Probowati. Lazarus mengatakan dalam teorinya bahwa kondisi stres akan terjadi pada saat individu memaknai sebuah stresor yang sedang berlangsung (Alligood Raile, 2. Keluarga mengalami keadaan stres pada saat dirinya menilai bahwa keadaan yang terjadi adalah sebuah beban yang mengancam kehidupan Keadaan stres pada keluarga dengan skizofrenia akan mempunyai perbedaan dari masing-masing peran anggota keluarga yang mengalami skizofrenia tersebut. Peran anggota keluarga sebagai istri, suami, saudara, dan orang tua adalah penentu seberapa besar stresor yang terjadi dan beban yang dihadapi oleh keluarga itu sendiri. Hal ini juga berkaitan dengan pekerjaan yang berefek pada keadaan finansial dari keluarga kedepannya. Selain itu tingkat berpendidikan tinggi dan rendah akan berpengaruh terhadap penguasaan diri dan bagaimana menghadapi situasi yang dianggap sebagai sebuah ancaman dari keluarga tersebut (Jusnita & Hidajat, 2. Penelitian yang dilakukan oleh Mirza. Raihan, dan K Hendra mengatakan bahwa keluarga pasien skizofrenia mengalami peningkatan beban terkait perasaan sedih dan khawatir atas kondisi pasien, beban finansial, serta akibat kelelahan fisik dan psikis selama perawatan (Mirza. Raihan, & Kurniawan, 2. Jurnal ISSN : 2527 Ae 368X Riset Media Keperawatan Gambar 1. Tingkat Stres Keluarga Berdasarkan Kriteria Umur Stres ringan Stres sedang Stres berat Stres sangat berat Dewasa muda Dewasa menengah Dewasa akhir Gambar 2. Tingkat Stres Keluarga Berdasarkan Kriteria Jenis Kelamin Stres ringan Stres sedang Stres berat Stres sangat berat Orang tua Suami/Istri Saudara Gambar 3. Tingkat Stres Keluarga Berdasarkan Kriteria Pendidikan Stres ringan Stres sedang Stres berat Stres sangat berat Pendidikan menengah Pendidikan tinggi Pendidikan dasar Gambar 4. Tingkat Stres Keluarga Berdasarkan Kriteria Pekerjaan Stres ringan Buruh VO. NO. JUNI 2020: 11-17 Stres sedang Stres berat Stres sangat berat Wiraswasta ASN Jurnal ISSN : 2527 Ae 368X Riset Media Keperawatan Gambar 5. Tingkat Stres Keluarga Berdasarkan Kriteria Hubungan Dalam Keluarga Stres ringan Stres sedang Stres berat Stres sangat berat Orang tua Suami/Istri Saudara SIMPULAN Gambaran Tingkat stres pada keluarga pasien skizofrenia berdasarkan data demografi di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah berada pada tingkat stres ringan dan sedang berdasarkan hasil skor dari kuesioner yang dilakukan dengan kuesioner DASS42. Tingkat stres yang terjadi tersebut diakibatkan karena keluarga merasa terbebani dan menghawatirkan keadaan pasien yang mengalami skizofrenia. Kurangnya perhatian dari rumah sakit terhadap keluarga pasien skizofrenia yang dirawat juga menyebabkan kurangnya kesadaran dan penerimaan terhadap anggota keluarga yang sedang dirawat di rumah sakit jiwa. Hasil dari penelitian ini diharapkan bisa dijadikan sebagai informasi untuk pendidikan keperawatan jiwa, hasil dari penelitian ini juga dapat menjadi sebuah bahan diskusi tentang keluarga pasien penderita DAFTAR PUSTAKA