Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 AL MAAoUN SEBAGAI PEDOMAN HIDUP DAN PEMBINAAN AKHLAK MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK SOSIAL Umi Khairi Universitas Islam Negeri Fatmawati Soekarno Bengkulu Khairiumi25@gmail. ABSTRAK Al QurAoan sebagai kitab suci membawa segala kebenaran yang berisi dan dijadikan petunjuk serta pedoman hidup bagi umat manusia di seluruh dunia. Khususnya kandungan Surah Al MaAoun memberi dampak terhadap pendidikan akhlak manusia kearah semakin membaik, sehingga kesenjangan social dalam ruang lingkup kehidupan dapat ditanggulangi serta sebisa mungkin dihilangkan. Segala bentuk kebaikan untuk kehidupan duniawi maupun akhirat Islam dengan al-QurAoan mengajarkan dan menganjurkan kepada umatnya akan akhlak tak sekedar kepada Allah SWT. melainkan kepada sesama manusia dan seluruh makhluk ciptaan-Nya. Sebab. Islam mendorong kepada umat manusia untuk selalu berakhlak mulia, sebagaimana jelas bahwa kemuliaan akhlak adalah pilar utama dalam membangun iman dan takwa kepada Allah SWT. Kehidupan sosial manusia merupakan hubungan yang komplek, sehingga dalam Islam mengajarkan konsep mengenai kedudukan, hak dan kewajiban serta tanggung jawab manusia yang mana segala apa yang dilakukan manusia memiliki nilai konsekuensi di dunia maupun di Kata kunci: Al MaAoun. Akhlak. Al QurAoan. Kehidupan Sosial PENDAHULUAN Dewasa ini kehidupan bermasyarakat tanpa disadari terutama bagi seorang muslim semakin jauh interaksinya dengan Al QurAoan, yang mana Al QurAoan mempunyai perhatian terhadap anak yatim. Seorang muslim seorang muslim yang bermasyarakat harus memiliki kesadaran antar sesama manusia untuk menanamkan sifat kepedulian sosial dengan memperhatikan nasib kaum lemah khususnya anak yatim, dan fakir miskin yang sesuai dengan nisi kandungan surah al-MaAoun yang memberi dampak terhadap pendidikan akhlak manusia yang semakin membaik, sehingga kesenjangan sosial dalam ruang lingkup kehidupan dapat ditanggulangi serta sebisa mungkin menghilang. Setidaknya ada beberapa pesan yang dapat ditangkap dari surat al-MaAoun, diantaranya adalah. pertama, orang yang menelantarkan kaum dhuAoafa . ustadhAoafii. tergolong kedalam orang yang mendustakan agama. Kedua, ibadah shalat memiliki dimensi sosial, dalam arti tidak ada faedah shalat seseorang jika tidak dikerjakan dimensi sosialnya. Ketiga, mengerjakan amal saleh tidak boleh diiringi dengan sikap riya. Keempat, orang yang tidak mau memberikan Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 pertolongan kepada orang lain, bersikap egois dan egosentris termasuk kedalam orang yang mendustakan agama. PEMBAHASAN Surat Al Maun merupakan golongan surat Makkiyyah yang berisi penjelasan tentang sifat-sifat buruk manusia yang perlu dihindari umat muslim agar tidak terjerumus dalam kesengsaraan. Adapun ASBABUN NUZUL surat Al Maun sendiri memiliki keterkaitan tentang sifat para pendusta agama seperti para penghardik anak yatim dan orang-orang riya. Dikutip dari Al QurAoan dan Terjemahannya. Soenarjo . 1: 1107-1. , surat Al Maun secara umum berisi penjelasan tentang sifat-sifat buruk umat manusia yang dianggap sebagai para pendusta agama atau para munafik. Pasalnya ciri-ciri para pendusta agama tersebut juga telah diterangkan dengan jelas dalam terjemahan surat Al Maun. Melansir dari quran. id, adapun bacaan serta terjemahan surat Al Maun yang berisi ciri-ciri pendusta agama tersebut ialah sebagai berikut: - A aca aceaA a A aeA a cAO aau aA e An aA Artinya : AuTahukah kamu . yang mendustakan agama?Ay AO aa A - A eaaoeoaA e Aeao aA Artinya : AuMaka itulah orang yang menghardik anak yatim,Ay a AUA - AUaI eaeaueaA AaOa aa A a AA Artinya : Audan tidak mendorong memberi makan orang miskin. Ay - A aceoaA a AeaaeU aceaA Artinya : AuMaka celakalah orang yang salat,Ay u - aeoaIA a Aaea aeA a aeA a AUeA Artinya : Au . orang-orang yang lalai terhadap salatnya,Ay - Aaea ae aeOoaIA Artinya : Auyang berbuat ria,Ay - n AUeaIA a AaOaeaUaeaI ea Artinya : Audan enggan . Ay Surah al-MaAoun secara umum terdapat beberapa hal yang dijelaskan dan dapat kita ambil di antaranya adalah. Pertama, memberikan penjelasan mengenai orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. Kedua, penjelasan bahwa agama Islam tidak hanya menganjurkan ibadah terhadap Allah SWT. melainkan ibadah yang berhubungan dengan manusia. Ketiga, adanya penjelasan mengenai orang-orang yang tidak mengasihi anak yatim dan hak orang miskin. Keempat, adanya orangorang yang mengaku Islam akan tetapi mengabaikan ibadah shalat. Kelima, terdapat orang-orang yang mengerjakan amalan bukan karena Allah SWT. melainkan hanya ingin dipuji oleh orang lain. Keenam, adanya orang-orang yang kikir, terlebih pada hal yang sepele. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Surah al-MaAoun mengajarkan tentang pendidikan akhlak pada manusia yang akan berdampak pada perubahan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Islam sendiri telah mengajarkan kepada umatnya untuk berkewajiban saling tolong menolong terutama terhadap kaum dhuAafa, fakir miskin, serta kaum lemah lainnya. Dalam surah al-MaAoun yang terdiri dari 7 ayat sangat populer membicarakan tentang hal Bahkan surah al-MaAoun dengan sangat tegas menganggap orang yang tidak memperdulikan anak yatim piatu dan tidak mau memberi sedekah atau berbagi makanan pada orang miskin telah disebut sebagai pendusta agama. Sudah menjadi barang pasti surah al-MaAoun menerangkan sebab adanya ketimpangan sosial disebabkan ketidakseimbangan yang baik dalam hubungan individu terhadap Allah dan sesama manusia. Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini difokuskan pada isi kandungan surah alMaAoun sebagai perubahan sosial dan pendidikan akhlak manusia agar terutama sebagai seorang Muslim dalam bermasyarakat tidak mengurangi perhatian terhadap anak yatim, fakir miskin, dan kaum lemah sehingga mencegah terjadinya kesenjangan sosial. Dalam penulisan penelitian ini oleh penulis menggunakan studi kepustakaan (Library Researc. , dengan metode pengumpulan data informasi melalui beberapa macam material seperti buku referensi, karya ilmiah, artikel, jurnal dan literatur yang berkaitan dengan masalah yang akan dibahas. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilakukan dengan cara pengamatan, atau penelaahan dokumen berupa kata- kata yang mana data yang dikumpulkan sebagai kunci terhadap apa yang diteliti. Metode yang digunakan bersifat deskriptif analisis yaitu bertujuan mendeskripsikan data-data yang obyektif, mencatat, dan memaparkan hasilnya dalam tulisan ini. Selanjutnya mengenai analisis data, analisis telah mulai sejak merumuskan dalam kenyataanya analisis data kualitatif berlangsung selama proses pengumpulan data dari pada setelah pengumpulan data Asbabun Nuzul Surat Al Maun dalam Juz Amma Sebagai bagian dari firman Allah SWT, diturunkannya surat Al Maun tentu memiliki latar belakang serta hikmat tertentu yang bisa dijadikan pengingat bagi umat muslim. Asbabun Nuzul surat Al Maun disebutkan bermula dari kisah yang diriwayatkan Ibnu Mundzir di mana saat tersebut ada banyak orang-orang munafik yang gemar menunjukkan ibadahnya di hadapan orang lain, namun saat sendirian mereka meninggalkan ibadah tersebut. Selain berbuat riya terhadap ibadah, mereka juga kerap menghardik anak yatim dan enggan membantu para fakir miskin. Dengan adanya hal tersebut, maka Allah SWT pun menurunkan firman-Nya sebagai penjelas bahwasanya sifat-sifat buruk tadi adalah ciri-ciri dari golongan pendusta agama. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Dengan diturunkannya Surat Al-Maun yang berisi ciri-ciri pendusta agama tadi, maka diharapkan umat muslim dapat senantiasa menebarkan kebaikan dan cinta kasih dengan memperlakukan anak yatim dengan baik serta bersedia untuk mengulurkan tangan pada fakir miskin. Selain itu, para muslim juga diharapkan dapat menghindari sifat riya dan kikir agar tidak digolongkan sebagai para pendusta. Dalam Wikipedia . ttps://id. org/wiki/Surah_Al-MaAou. Surah AlMa'un . ahasa Arab:AUaIA a Aea, "Hal-Hal Berguna") adalah surah ke-107 dalam AlQur'an. Surah ini tergolong surah Makkiyah dan terdiri atas 7 ayat. Kata Al Maa'uun sendiri berarti bantuan penting atau hal-hal berguna, diambil dari ayat terakhir dari surah ini. Pokok isi surah menjelaskan ancaman terhadap mereka yang tergolong menodai agama yakni mereka yang menindas anak yatim, tidak menolong orang yang meminta-meminta, riya' . ngin dipuji sesama manusi. , lalai dalam salatnya, serta enggan menolong dengan barang-barang yang berguna. Jadi pokok surah ini menceritakan orang orang yang lalai dalam beribadah dan orang orang yang menindas anak yatim serta enggan menolong barang barang yang Menurut Abu Shalih yang bersumber dari Ibnu Abbas sehubungan dengan surah al-MaAoun yang diturunkan berkenaan dengan al-Aash bin waAil al-sahmi, pendapat tersebut menurut al-Kalbiy dan Muqatil. Al Dhahhak meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya surah Al-MaAoun turun berhubungan dengan kaum Munafiqin. Adapun pendapat dari Al Saudi ayat tersebut berkaitan dengan al-Walid bin al-Mughirah yang satu pendapat dengan Abu Jahl. Sementara itu menurut pendapat lain al Dhahhak menyatakan surah al-MaAoun diturunkan berkenaan dengan AAmr bin AAidz. Ibnu Juraij memiliki pandangan bahwa turunya ayat dalam surah alMaAoun berkaitan dengan Abu Sufyan. Ibnul Mundzir meriwayatkan dari Tharif bin Abi Thalhah yang bersumber dari Ibnu AAbbas yaitu sehubungan dengan firman Allah SWT. ,:A Maka Neraka Wail-lah bagi orang-orang yang shalatA IbnuAAbbas menceritakan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan orang-orang munafik yang mana mereka selalu memamerkan ibadah shalat mereka di hadapan orang-orang mukmin lainnya, di kala orang mukmin berada di antara mereka. Akan tetapi, apabila orang mukmin tidak ada, maka mereka meninggalkan shalat, juga mereka tidak mau membantu atau berbagi dengan orang mukmin. Munasabah Antarsurah Pertama, pada surah al-Quraisy di dalamnya Allah SWT. , tmemerintahkan kepada kita agar ikhlas ketika beribadah, yang mana sebagai simbol arah shalat ialah KaAobah. Dalam surah tersebut telah dijelaskan bahwa Tuhan yang disembah itu adalah Allah SWT. , yang memberi makan pada orang yang lapar memberi rasa aman dan damai, perlindungan yang tak seperti TuhanTuhan berhala buatan manusia serta tidak memberi manfaat malah memberi mudharat bagi penyembahnya, hal ini berkaitan dalam surah al-MaAoun Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 bahwasanya Allah memberi stigma kepada orang-orang yang tidak peduli kepada anak yatim dan orang fakir miskin, sedang mereka hanya mengerjakan shalat sebagai pengharapan pujian dari orang lain sehingga tempat untuk mereka adalah ancaman di Neraka Wail. Kedua, surah al-Baqarah ayat 220, pada ayat ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW. sangat dekat dengan anak-anak yatim dan fakir miskin yang mana mereka ini merupakan kelompok Masyarakat yang sangat dicintai Rasulullah SAW. Ketiga, surah al-Ankabut ayat 45 menjelaskan bahwasanya sebagai makhluk ciptaan-Nya diharuskan membaca, memahami dan menelaah wahyu Allah yakni al-QurAoan dan mendirikan shalat, sebab ibadah yang paling utama yang telah diperintahkan dalam syariAoat Islam tidak lain adalah ibadah shalat, barang siapa yang melaksanakan secara baik, benar dan khusyuAo akan berdampak pada pengaruh yang positif dalam aspek kehidupan, selain itu amalan pertama yang dijadikan parameter semua amal perbuatan adalah shalat. Berkaitan dengan ibadah shalat yang dapat menimbulkan implikasi positif, maka perlu dikaji wahyu Allah dalam surah an-NisaAo ayat 142, yang mana esensi ibadah shalat tidak akan tercapai apabila seseorang tidak mempelajari, memahami, dan mendalami al-QurAoan. Sebagaimana yang telah dideskripsikan mengenai karakter orang-orang munafik yang melaksanakan shalat dalam keadaan terpaksa dan hanya mengharap pujian dan sanjungan dari orang lain. Deskripsi Surah Al-MaAoun Asal penamaan surah al-MaAoun sangatlah beragam. Adapun di antaranya yang menamai surah al-MaAoun ini dengan surah al-Din, surah al-Takdzib, surah al-Yatim, surah Araita, surah Araita alladzi. Nama surah ini diambil dari kata al-MaAun yang terdapat pada ayat ke-7 yang memiliki arti barang-barang yang berguna. Al-MaAoun merupakan golongan surah Makiyyah menurut mayoritas ulama. Sebagian lainnya menyatakan Madaniyah, bahkan ada pula yang berpendapat ayat pertama sampai dengan ayat ketiga turun di Makkah serta sisanya di Madinah. Alasan mengapa terjadi perbedaan pendapat atau pernyataan tersebut dimana yang dimaksud ayat keempat dan seterusnya adalah orangorang munafik yang baru dikenal keberadaannya setelah hijrahnya Nabi Muhammad SAW. , ke Madinah. Dalam sejarahnya, surah al-MaAoun Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. , ketika beliau masih bertempat tinggal di Makkah, sehingga hal ini menjadikan banyak ulama yang berpendapat bahwa surah ini turun di Makkah sebelum Nabi hijrah ke Madinah. KESIMPULAN Surah Al-Ma'un . urah ke-. mengandung pesan moral yang mengkritik perilaku orang-orang yang lalai terhadap kewajiban sosial, seperti tidak peduli terhadap anak yatim dan miskin. Surah ini menegaskan pentingnya amal ibadah yang disertai dengan perhatian terhadap sesama. Asbabun nuzul . ebab turunny. surah ini berkaitan dengan perilaku orang-orang yang munafik yang hanya melakukan ibadah untuk dilihat orang dan tidak peduli dengan kebutuhan orang lain. Surah ini mengingatkan bahwa amal baik harus didasari dengan keikhlasan dan kepedulian terhadap sesama. Surah Al-Ma'un, yang terdiri dari tujuh ayat, menyampaikan pesan moral yang sangat kuat tentang pentingnya kepedulian sosial dan keikhlasan dalam beribadah. Surah ini mengkritik orang-orang yang hanya melakukan ibadah secara lahiriah tanpa memperhatikan tanggung jawab sosial mereka terhadap sesama, terutama kepada anak yatim dan orang miskin. Secara garis besar. Surah Al-Ma'un menyerukan agar umat Islam tidak hanya mementingkan ibadah ritual, seperti salat, tetapi juga harus memperhatikan perilaku sosial yang mencerminkan keimanan yang sejati. Allah mengingatkan bahwa seseorang yang tidak peduli terhadap kebutuhan orang lain, meskipun ia sering beribadah, adalah orang yang tidak memiliki keimanan yang hakiki. Oleh karena itu, surah ini menekankan bahwa amal ibadah harus dibarengi dengan tindakan nyata yang bermanfaat bagi orang lain. Adapun asbabun nuzul surah ini berkaitan dengan sikap orang-orang munafik pada masa Nabi Muhammad SAW. Mereka terlihat rajin beribadah, namun tidak peduli dengan kondisi sosial di sekitar mereka. Mereka enggan memberikan bantuan kepada orang miskin dan anak yatim, serta bahkan menolak untuk membantu orang yang Surah ini turun sebagai teguran keras terhadap mereka yang hanya mengedepankan ibadah untuk dilihat oleh orang lain, tetapi tidak memperhatikan kewajiban sosial yang lebih mendasar. Dengan demikian. Surah Al-Ma'un mengajarkan pentingnya keselarasan antara ibadah pribadi dan perhatian terhadap kebutuhan sosial. Sebuah keimanan yang sejati harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama, dan tidak hanya terbatas pada ibadah yang bersifat pribadi dan ritual. Hal ini menjadi panggilan bagi umat Islam untuk menjadi pribadi yang tidak hanya berfokus pada kepentingan diri sendiri, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan orang lain. Jurnal El-TaAodib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 04 Nomor. 2 Januari 2025 E-ISSN: 2775-5533 Daftar Pustaka.