JSIP 11 . Journal of Social and Industrial Psychology http://journal. id/sju/index. php/sip Peran Kepribadian Dalam Mendukung Keberhasilan Berkarir Gilang Arista Prastomo A . Abdul Aziz Jurusan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Semarang. Indonesia Info Artikel Abstrak ________________ ___________________________________________________________________ Keywords: career adaptability. the big five personality traits. ____________________ Ketatnya persaingan dalam mencari pekerjaan menjadi tantangan tersendiri bagi para lulusan baru perguruan tinggi. Kemampuan dalam mempersiapkan diri dan adaptasi terhadap perubahanperubahan yang dialami dalam mempersiapkan karir disebut dengan istilah career adaptability. Tingkat career adaptability seseorang akan dipengaruhi beberapa faktor. Faktor yang paling umum penentu tingkat career adaptability adalah faktor kepribadian. Salah satu pendekatan dalam mengkaji kepribadian individu adalah dengan the big five personality traits. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perbedaan tingkat career adaptability pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Semarang ditinjau dari the big five personality traits. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif komparasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified cluster random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 336 Mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala career adaptability yang berisi 44 aitem dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,857 dan skala the big five personality traits yang diadaptasi dari Ramdhani . Analisis data menggunakan One Way Anova dengan menggunakan bantuan program pengolah data. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa nilai F sebesar 30, 623 dengan signifikansi sebesar 0,000. Hasil tersebut menunjukan bahwa hipotesis dalam penelitian ini yaitu Auterdapat perbedaan tingkat adaptabilitas karir ditinjau dari the big five personality traits pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Negeri SemarangAy diterima. Abstract ___________________________________________________________________ The lack of employment opportunities is a challenge for new college graduates. The ability to prepare and adapt to changes experienced in career preparation is known as career adaptability. A person's career adaptability will be influenced by several factors. The most common factor determining the level of career adaptability is the personality factor. One approach in assessing individual personality is the big five personality traits. The purpose of this study was to determine how the differences in the level of career adaptability in the final year students of the State University of Semarang in terms of the big five personality traits. This type of research is a quantitative The sampling technique used was proportional stratified cluster random sampling with a total sample size of 336 students. The data was collected using a career adaptability scale which contains 44 items with a reliability coefficient of 0. 857 and a scale of the big five personality traits adapted from Ramdhani . Data analysis using One Way Anova with the help of a data processing program. The results obtained show that the F value is 30. 623 with a significance of 0. These results indicate that the hypothesis in this study that "there are differences in the level of career adaptability in terms of the big five personality traits in the final year students of the State University of Semarang" is accepted. Alamat korespondensi: Gedung A1 Lantai 2 FIP Unnes Kampus Sekaran. Gunungpati. Semarang, 50229 E-mail: gilangaprastomo@students. ISSN 2252-6838 Gilang Arista Prastomo / Journal of Social and Industrial Psychology 11 . PENDAHULUAN Indonesia darurat masalah pengangguran. Turunnya aktivitas perekonomian di Indonesia sebagai dampak pandemi, benar-benar dirasakan oleh para pelaku bisnis, para tenaga kerja, dan juga para pencari kerja. Banyak pelaku bisnis yang terpaksa merumahkan dan hingga melakukan pemberhentian hubungan kerja (PHK) kepada sejumlah karyawannya. Banyak tenaga kerja yang terpaksa harus merasakan dirumahkan ataupun terkena PHK. Selain itu, susahnya mencari pekerjaan juga dirasakan bagi pada pencari kerja dimasa krisis pandemi seperti ini. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS, 2. angka pengangguran terbuka dalam 3 tahun terakhir di Indonesia menunjukan adanya peningkatan. Tahun 2018 jumlah pengangguran mencapai 07 juta orang, tahun 2019 jumlah pengangguran mencapai 7. 10 juta orang, dan tahun 2020 mengalami peningkatan jumlah pengangguran yang signifikan yaitu mencapai 9,77 juta orang. Minimnya serapan tenaga kerja dan juga karena pandemi Covid-19 di tahun 2020 ini menjadi alasan dimana angka pengangguran mengalami peningkatan. Nilai tersebut bisa saja terus bertambah dan hal itu juga akan memberikan masalah baru bagi Indonesia. Lonjakan pengangguran mengakibatkan oversupply tenaga kerja. Selain itu juga, disaat yang bersamaan perguruan tinggi juga tetap menyumbang lulusan-lulusan baru yang akan mencari Kondisi tersebut akan mengakibatkan persaingan kerja di Indonesia akan semakin ketat dalam beberapa tahun kedepan. Minimnya lapangan pekerjaan karena iklim usaha dan industri yang sedang lesu menjadi tantangan tersendiri bagi para lulusan baru perguruan tinggi. Capaian tersebut belum menjamin mereka akan mudah dalam mendapatkan perkerjaan sehingga banyak dari lulusan baru tersebut yang turut menyumbang jumlah pengangguran di Indonesia. Berdasarkan data bps. id dalam tiga tahun terakhir. Sumbangan pengangguran yang berasal dari lulusan universitas selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Tahun 2018 angka pengangguran mencapai 740. 370 orang, tahun 2019 angka pengangguran mencapai 746. 354 orang, dan tahun 2020 angka pengangguran mencapai 981. 203 orang. Angka tersebut mungkin akan terus bertambah setiap tahunya. Penyerapan tenaga kerja saat ini dianggap masih belum maksimal dikarenakan mengalami berbagai kendala. Dua kendala yang paling menjadi masalah yaitu terkait ketidaksesuaian . pekerjaan dan pekerja dengan kemampuan di bawah kualifikasi (Mardiana, 2. Selain itu, banyaknya pengangguran yang berasal dari lulusan perguruan tinggi juga disebabkan karena para lulusan baru banyak yang tidak memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar, mereka juga memiliki ekspektasi penghasilan dan status yang tinggi, serta penyedia lapangan kerja yang terbatas (Yudhistira, 2. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab akademik dalam mempersiapkan mahasiswa guna menghadapi realitas kehidupan yang lebih produktif dan bisa menjadi sumber daya manusia yang mampu bersaing dalam dunia kerja. Sejalan dengan tanggung jawab tersebut. Universitas Negeri Semarang (UNNES) sebagai salah satu instansi perguruan tinggi menyediakan pusat pengembangan karir dan bimbingan konseling untuk mahasiswa. Pusat pengembangan karir dan layanan konseling menjadi salah satu tugas dari Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Profesi (LP. yang terdiri atas unit Karir dan Bimbingan Konseling. Tidak hanya itu. UNNES juga menyediakan mata kuliah pengembangan diri dan karir guna membantu mahasiswa dalam mempersiapkan karir dimasa mendatang melalui proses pembelajaran. Persiapan diri yang baik dan kemampuan dalam adaptasi yang tinggi akan sangat berguna dalam menyesuaikan diri menghadapi perubahan-perubahan dalam persaingan dunia kerja nanti. Selaras dengan (Wang & Fu, 2. dalam penelitiannya yang mengatakan bahwa seharusnya mahasiswa mempersiapkan kemampuan dan juga wawasan yang dibutuhkan untuk karirnya sejak awal karena hal tersebut merupakan faktor penting bagi mahasiswa yang akan mengalami transisi dari sekolah . nstitusi perguruan tinggi/universita. ke pekerjaan . chool to work transitio. Gilang Arista Prastomo / Journal of Social and Industrial Psychology 11 . Kemampuan dalam mempersiapkan diri dan adaptasi terhadap perubahan-perubahan yang dialami dalam mempersiapkan karir disebut dengan istilah career adaptability. Savickas & Porfeli . dalam mendefinisikan career adaptability yaitu sebagai kemampuan dan keterampilan psikososial untuk membuat perubahan dalam diri dan situasi yang diperlukan dalam mengelola tugas, transisi, dan permasalahan yang terkait dengan eksplorasi karir, pilihan karir, dan penyesuaian kerja. Seorang pekerja dengan kemampuan career adaptability yang tinggi akan memepersiapkan diri dengan memberikan perhatian lebih terhadap tugas karir dimasa depan . , memberikan kontrol diri dengan bertanggung jawab atas pengembangan karir mereka . , mengeksplorsi kemungkinan dan peluang karir dimasa depan dengan rasa ingin tahu yang tinggi . , dan memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi pada kemampuan mereka untuk berhasil dalam menyelesaikan segala masalah terkait karir . (Rudolph et al. , 2. Fenomena pentingnya career adaptability pada mahasiswa tingkat akhir diperkuat dengan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti. Studi pendahuluan dilakukan pada 15 Desember 2020, dengan menggunakan teknik pemberian angket terkait dengan adaptabilitas karir dalam kesiapan menghadapi dunia kerja. Hasil studi pendahuluan menunjukan bahwa sebagian besar mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Semarang sudah memiliki kepedulian terhadap karir mereka dimasa mendatang, akan tetapi implementasi dari perencanaan karir mereka masih sangatlah kurang. Sehingga belum menunjukan adanya kesiapan dalam menghadapi perubahan transisi dari masa kuliah ke dunia kerja. Hal tersebut menunjukan bahwa tingkat career adaptability mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Semarang tergolong rendah. Jika tingkat career adaptability mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Semarang rendah maka hal yang dikhawatirkan adalah para lulusan Universitas Negeri Semarang akan mengalami lama masa tunggu kerja. Fenomena career adaptability pada mahasiswa mempengaruhi kesiapannya dalam masa transisi dari masa perkuliahan ke dunia pekerjaan. Hal tersebut sesuai dengan penelitian (Hirschi et , 2. , mereka menjelaskan bahwa career adaptability dipengaruhi oleh kesiapan individu untuk menghadapi situasi yang rumit, tidak familiar, dan permasalahan yang disebabkan oleh tugas perkembangan karir individu dan masa transisi. Kesiapan individu dalam menghadapi permasalahan karir dapat dipengaruhi oleh faktor dalam diri individu maupun faktor lingkungan (Tolentino et al. , 2. (Rudolph et al. , 2. dalam penelitiannya menjelaskan bahwa faktor internal dari career adaptability diantaranya adalah kemampuan kognitif, trait kepribadian, keyakinan diri, evaluasi diri, orientasi masa depan, harapan dan optimism. Selain itu, faktor lain yang juga mempengaruhi career adaptability adalah variabel demografi seperti usia, pendidikan, jenis kelamin,dan pekerjaan. Diantara beberapa faktor yang berperan sebagai prediktor career adaptability, faktor kepribadian merupakan salah satu faktor umum penentu tingkat career adaptability seorang individu. Karena kepribadian tiap satu dengan yang lainnya berbeda dan bersifat unik serta konsisten, sehingga dapat membedakan tingkat adaptabilitas karir Salah satu variabel kepribadian yang berperan dalam mengungkap tingkat career adaptability seorang individu adalah the big five personality traits. Model the big five personality traits adalah pendekatan yang diterima secara luas untuk menjelaskan perbedaan individu dalam pekerjaan dan karir (Goldberg, 1990. McCrae and Costa, 1987 dalam Guan et al. , 2. Maka dari itu, penelitian ini menggunakan the big five personality traits sebagai variabel independen. The big five personality traits terdiri dari extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, dan openness to experience (McCrae dan Costa dalam Feist & Feist 2016:135-. Individu yang memiliki kecenderungan trait extraversion dicirikan dengan sikap seperti memiliki antusiasme yang tinggi, senang bergaul, memiliki emosi yang positif, energik, tertarik dengan banyak hal, ambisius, ramah terhadap orang lain, memiliki tingkat motivasi yang tinggi dalam bergaul, menjalin hubungan dengan sesama, dominan dalam lingkungannya, serta dapat memprediksi perkembangan dari hubungan sosial (Mc Crae & Costa, 1. Kemudian, pada dimensi agreeableness mengindikasikan bahwa individu memiliki keterampilan adaptasi yang baik dan mengarah pada sifat ramah, kecenderungan untuk selalu mengalah, menghindari konflik, dan memiliki kecenderungan Gilang Arista Prastomo / Journal of Social and Industrial Psychology 11 . untuk mengikuti orang lain atau konformitas (McCrae & Costa, 1. Maka dari itu, individu dengan agreeableness tinggi dapat membantu individu untuk membangun jaringan sosial dan mendapatkan dukungan sosial untuk pengembangan pribadi mereka. di sisi lain, individu dengan tingkat keramahan yang tinggi juga berisiko dieksploitasi oleh orang lain (Costa & McCrae, 1992 dalam Guan et al, 2. Sementara itu, conscientiousness, dicirikan sebagai individu yang memiliki kontrol diri terhadap lingkungan sosial, berpikir sebelum bertindak, menunda kepuasan, mengikuti peraturan dan norma, terencana, terorganisir, dan teliti (McCrae & Costa, 1. Individu dengan conscientiousness tinggi, lebih cenderung termotivasi untuk merencanakan dan mempersiapkan tugas karir di masa Mereka menunjukkan usaha dan ketekunan, mengambil tanggung jawab pribadi, dan memecahkan masalah dengan sukses (Digman, 1990 dalam Zacher, 2. Selanjutnya. Mc Crae & Costa . menyatakan kepribadian neuroticism memiliki karakteristik khusus, yaitu sifat mudah marah, harga diri rendah, kecemasan sosial, perasaan takut, sangat mudah khawatir, cemas dan tidak konsisten. Perilaku tersebut akan memberikan dampak Guan et al . menunjukkan bahwa sifat penghindaran dan neurotisme menurunkan evaluasi orang terhadap diri mereka sendiri, yang menghambat mereka untuk mengembangkan kemampuan adaptif. Dimensi yang terakhir dalam kepribadian the big five personality traits yaitu dimensi openness to experience mengacu pada bagaimana individu bersedia melakukan penyesuaian diri dengan suatu ide atau situasi yang baru. Openness to experience mempunyai ciri mudah bertoleransi, kapasitas tinggi untuk menyerap informasi, menjadi sangat fokus, dan mampu untuk waspada pada berbagai perasaan dan pemikirannya (Mc Crae & Costa 1. Individu dengan tingkat openness to experience yang tinggi dibandingkan dengan yang rendah lebih cenderung secara mental untuk mengeksplorasi kemungkinan diri dan peluang karir masa depan, dan untuk berpikir dan berimajinasi tentang bagaimana mereka dapat memiliki dampak pada peran dan lingkungan kerja yang berbeda di masa depan (Oettingen & Mayer, 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbedaan career adaptablity pada Mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Semarang ditinjau dari the big five personality traits. Maka dari itu hipotesis dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan career adaptability pada mahasiswa tingkat akhir UNNES ditinjau dari the big five personality traits. Melalui pendekatan the big five personality tersebut diharapkan dapat dapat diketahui trait kepribadian seperti apa yang memiliki skor career adaptability paling tinggi, dan nilai-nilai yang ada dalam suatu trait kepribadian tersebut dapat digunakan dalam penerapan pendidikan karakter serta pengembangan diri dan karir pada mahasiswa sehingga dapat meningkatkan kesiapan Mahasiswa Universitas Negeri Semarang dalam merintis karir. METODE Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif komparasi dengan variable terkait (Y) yaitu career adaptability dan variable bebas (X) yaitu the big five personality traits. Definisi operasional dari career adaptability adalah kemampuan dan keterampilan individu untuk membuat perubahan dalam diri dan situasi yang diperlukan guna mengelola tugas dan permasalahan yang terkait dengan eksplorasi karir dan pilihan karir untuk membangun karir yang lebih bermakna. Definisi operasional dari the big five personality traits adalah hasil pengelompokan berdasarkan skor hasil pengukuran evaluasi terhadap kepribadian seseorang dengan menggunakan skala adaptasi BFI yang terdiri atas lima dimensi yaitu extraversion, agreeableness, neuroticism, conscientiusness, dan opennes to experience. Semakin tinggi skor yang dimiliki oleh subjek pada sebuah dimensi, semakin kuat kepribadian tersebut melekat pada diri subjek, demikian pula sebaliknya. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Semarang yang tersebar dalam setiap fakultas yang ada, dengan karakteristik populasi yaitu mahasiswa aktif yang sudah mendapatkan mata kuliah pengembangan diri dan karir dan tercatat sebagai mahasiswa Universitas Negeri Semarang angkatan 2017, 2016, dan 2015. Adapun jumlah total populasi adalah Gilang Arista Prastomo / Journal of Social and Industrial Psychology 11 . 566 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan proportionate sratified cluster random sampling adalah teknik pengambilan sampel secara acak dengan memperhatikan strata dan klaster yang selanjutnya memilih jumlah subjek sesuai dengan persentase yang telah Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skala psikologi. Dimana sebelum pengambilan data dilakukan, peneliti terlebih dahulu membuat blueprint yang memuat indikator dari variabel yang akan diteliti. Pembuatan blueprint alat ukur ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai dimensi pengukuran yang akan dijadikan acuan dalam penelitian. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik One Way Anova dengan menggunakan bantuan software pengolahan data. One Way Anova digunakan untuk mengetahui perbedaan tingkat career adaptability berdasarkan the big five personality traits. Hipotesis dapat diterima apabila nilai p<0,05, namun jika p>0,05 maka hipotesis ditolak. Apabila hipotesis diterima yang mana menandakan bahwa terdapat perbedaan tingkat career adaptability pada mahasiswa tingkat akhir ditinjau dari the big five personality traits, maka selanjutnya dilakukan analisis post hoc comparisons untuk mengetahui perbedaan tingkat career adaptability dari tiap tipe kepribadian. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Berikut ini merupakan hasil uji hipotesis yang diolah dengan menggunakan metode One-Way Anova Analysis of Variance. Adapun hasil perhitungan uji hipotesis tersaji pada tabel berikut ini: Tabel 1. Hasil Uji Hipotesis ANOVA Sum of Squares Mean Square Sig. 10738,850 2684,712 30,623 ,000 Within Groups 28930,834 87,669 Total 39669,684 Between Groups Berdasarkan tabel 1 diketahui bahwa nilai F sebesar 30, 623 dengan signifikansi sebesar 0,000. Hasil tersebut menunjukan bahwa hipotesis dalam penelitian ini yaitu Auterdapat perbedaan tingkat career adaptability ditinjau dari the big five personality traits pada Mahasiswa Tingkat Akhir Universitas Negeri SemarangAy diterima. Berdasarkan tabel 2, diketahui bahwa tingkat career adaptability pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Semarang dengan total subjek sebanyak 336 secara empirik berada pada kategori Hasil perhitungan statistik deskriptif diperoleh mean empirik sebesar 103,07 yang jika dilihat berdasarkan kategori secara teoritik berada pada interval skor 72 O X < 108 yang berarti mean empirik berada dalam kategori sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat career adaptability pada mahasiswa tingkat akhir termasuk dalam kategori sedang. Gilang Arista Prastomo / Journal of Social and Industrial Psychology 11 . Tabel 2. Statistik Deskriptif Tingkat Career adaptability pada Mahasiswa Tingkat Akhir Descriptive Statistics Adaptabilitas Karir Std. Deviation Range Minimum Maximum Mean Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic 103,07 Valid N . Std. Error ,594 Statistic 10,882 Gambaran career adaptability pada mahasiswa tingkat akhir dikelompokan dalam lima trait yaitu extraversion, agreeableness, conscientiousness, neuroticism, dan openness to experience. Adapun pengelompokan dan distribusi frekuensi career adaptability ditinjau dari the big five personality traits adalah sebagai berikut : Berdasarkan tabel di bawah ini, dapat diketahui bahwa tingkat career adaptability pada subjek penelitian dengan kecenderungan trait kepribadian extraversion secara empirik berada dalam kategori Dibuktikan dengan hasil perhitungan statistik deskriptif yang memperoleh mean empirik sebesar 108,85 yang jika dilihat berdasarkan kategori secara teoritik berada pada interval skor 108 O Tabel 3. Statistik Deskriptif Gambaran Adaptabilitas Karir Ditinjau dari The Big Five Personality Traits Descriptive Statistics Range Minimum Maximum Std. Deviation Statistic Statistic Statistic Statistic Statistic 108,85 Std. Error 1,110 Statistic 10,174 99,85 1,002 7,365 109,00 1,395 9,150 96,40 ,861 9,156 107,59 1,667 10,677 Total 103,07 ,594 10,882 Mean Selanjutnya tingkat career adaptability pada subjek penelitian dengan kecenderungan trait kepribadian agreeabeness secara empirik berada dalam kategori sedang. Dibuktikan dengan hasil perhitungan statistik deskriptif yang memperoleh mean empirik sebesar 99,85 yang jika dilihat berdasarkan kategori secara teoritik berada pada interval skor 72 O X < 108. Selanjutnya tingkat career adaptability pada subjek penelitian dengan kecenderungan trait kepribadian concientiousness secara empirik berada dalam kategori tinggi. Dibuktikan dengan hasil perhitungan statistik deskriptif yang memperoleh mean empirik sebesar 109,00 yang jika dilihat berdasarkan kategori secara teoritik berada pada interval skor 108 O X. Selanjutnya career adaptability pada subjek penelitian kepribadian neuroticism secara empirik berada dalam kategori sedang. Dibuktikan dengan hasil perhitungan statistik deskriptif yang memperoleh mean empirik sebesar 96,40 yang jika dilihat berdasarkan kategori secara teoritik berada pada interval skor 72 O X < 108. Selanjutnya tingkat career adaptability pada subjek penelitian dengan kecenderungan trait kepribadian openness to experience secara empirik berada dalam kategori sedang. Dibuktikan dengan hasil perhitungan statistik deskriptif yang memperoleh mean empirik sebesar 107,59 yang jika dilihat berdasarkan kategori secara teoritik berada pada interval skor 72 O X < 108. Gilang Arista Prastomo / Journal of Social and Industrial Psychology 11 . Dari pemaparan data di atas, dapat disimpulkan bahwa tingkat career adaptability ditinjau dari the big five personality traits pada mahasiswa tingkat akhir berada dalam kategori sedang dengan mean empirik sebesar 103,07. Lalu, ditemukan bahwa traits pada tiap subjek dipandang sebagai faktor dari perbedaan tingkat career adaptability pada mahasiswa tingkat akhir. Ditemukan pula bahwa subjek dengan kecenderungan trait kepribadian extraversion memiliki perbedaan tingkat career adaptability dengan subjek yang memiliki kecenderungan trait kepribadian agreeableness dan trait kepribadian Ketiga trait tersebut memiliki perbedaan skor tingkat career adaptability. Trait extraversion memiliki skor tingkat career adaptability dalam kategori tinggi, yang mana sesuai dengan mean empirik yang didapatkan yaitu 108,85. Trait agreeableness memiliki skor tingkat career adaptability dalam kategori sedang, yang mana sesuai dengan mean empirik yang didapatkan yaitu 99,85. Sedangkan trait neuroticism memiliki skor tingkat career adaptability dalam kategori sedang, yang mana sesuai dengan mean empirik yang didapatkan yaitu 96,50. Individu yang memiliki kecenderungan trait extraversion dicirikan dengan sikap seperti memiliki antusiasme yang tinggi, senang bergaul, memiliki emosi yang positif, energik, tertarik dengan banyak hal, ambisius, ramah terhadap orang lain, memiliki tingkat motivasi yang tinggi dalam bergaul, menjalin hubungan dengan sesama, dominan dalam lingkungannya, serta dapat memprediksi perkembangan dari hubungan sosial (Costa & McCrae, 1. Mereka biasanya dirangsang oleh pertemanan dengan orang lain dengan disertai dengan sifat optimistis. Selain itu, kemampuan hubungan sosial yang dominan pada individu dengan extraversion dapat mendorong eksplorasi karir dengan melibatkan interaksi dengan orang lain (Nauta, 2. Individu dengan trait kepribadian agreeableness cenderung ramah, membantu, dapat dipercaya, dan kooperatif, yang memfasilitasi pembentukan hubungan sosial yang dapat membantu jika diperlukan. Penelitian Graziano et al. , . dalam Yang et al . yang menemukan bahwa individu dengan trait agreeableness rendah akan mungkin akan memanfaatkan kemampuan career adaptability mereka dengan membentuk fokus pada aktivitas yang terkait dengan kepentingan pribadi Ini mengisyaratkan bahwa individu dengan trait kepribadian agreeableness rendah akan tetapi mereka dapat menunjukan kemampuan career adaptability, mereka akan cenderung cenderung bertujuan untuk mencari hasil yang baik untuk diri mereka sendiri tanpa mempertimbangkan orang Selanjutnya individu dengan kecenderungan trait neuroticism ditandai dengan ketidakstabilan, ketidakamanan pribadi dan depresi, sehingga memiliki stabilitas emosional rendah. Individu dengan kecenderung neuroticism tinggi menunjukkan kurangnya penyesuaian psikologis yang positif (Judge et , 1. Neuroticism dipahami sebagai kebalikan dari kontrol diri (Muyiz et al. , 2. , dan orangorang yang memiliki neuroticism tinggi menilai peristiwa stres sebagai ancaman daripada tantangan. Perilaku tersebut akan memberikan dampak penghindaran. Guan et al . menunjukkan bahwa sifat penghindaran dan neurotisme menurunkan evaluasi orang terhadap diri mereka sendiri, yang menghambat mereka untuk mengembangkan kemampuan adaptif dalam berkarir. Dengan kata lain, semakin tinggi neuroticism, maka semakin sedikit kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan dan semakin sedikit keterlibatan dalam perilaku karir. Pada penelitian ini juga ditemukan hasil bahwa subjek dengan kecenderungan trait kepribadian agreeableness memiliki perbedaan tingkat kemampuan career adaptability dengan subjek yang memiliki kecenderungan trait kepribadian conscientiousness dan trait kepribadian openness to Trait kepribadian agreeableness memiliki skor tingkat career adaptability dalam kategori sedang dengan mean empirik sebesar 108,85. Trait kepribadian conscientiousness memiliki skor tingkat adaptabilitas karir dalam kategori tinggi dengan mean empirik sebesar 109,00. Dan Trait kepribadian openness to experience memiliki skor tingkat adaptabilitas karir dalam kategori sedang dengan mean empirik sebesar 107,59. Gilang Arista Prastomo / Journal of Social and Industrial Psychology 11 . Individu dengan trait kepribadian conscientiousness dicirikan sebagai individu yang memiliki kontrol diri terhadap lingkungan sosial, berpikir sebelum bertindak, menunda kepuasan, mengikuti peraturan dan norma, terencana, terorganisir, dan teliti (McCrae & Costa, 1. Individu dengan conscientiousness tinggi, lebih cenderung termotivasi untuk merencanakan dan mempersiapkan tugas karir di masa depan. Mereka menunjukkan usaha dan ketekunan, mengambil tanggung jawab pribadi, dan memecahkan masalah dengan sukses (Digman, 1990 dalam Zacher, 2. Berbeda dengan individu dengan kecenderungan trait kepribadian openness to experience. Individu dengan kecenderungan trait kepribadian openness to experience mempunyai ciri mudah bertoleransi, kapasitas tinggi untuk menyerap informasi, menjadi sangat fokus, dan mampu untuk waspada pada berbagai perasaan dan pemikirannya (Mc Crae & Costa 1. Individu dengan tingkat openness to experience yang tinggi dibandingkan dengan yang rendah lebih cenderung secara mental untuk mengeksplorasi kemungkinan diri dan peluang karir masa depan, dan untuk berpikir dan berimajinasi tentang bagaimana mereka dapat memiliki dampak pada peran dan lingkungan kerja yang berbeda di masa depan (Oettingen & Mayer, 2. Pada penelitian ini, ditemukan tidak adanya perbedaan tingkat adaptabilitas karir pada trait kepribadian extraversion dengan trait kepribadian concientiousness karena siginifikansi 1 . >0,. Tidak terdapat juga perbedaan tingkat adaptabilitas karir pada trait kepribadian extraversion dengan trait kepribadian openness to experience karena siginifikansi 0,955 . >0,. Selanjutnya tidak terdapat juga perbedaan tingkat career adaptability pada trait kepribadian agreeableness dengan trait kepribadian neuroticism dengan siginifikansi 0,171 . >0,. Dan terakhir tidak terdapat juga perbedaan tingkat career adaptability pada trait kepribadian concientiousness dengan trait kepribadian openness to experience karena siginifikansi 0,958 . >0,. Ketiadaan perbedaan tingkat career adaptability tersebut karena masing masing trait kepribadian telah memiliki sifat-sifat kepribadian yang mendukung kemampuan career adaptability. Seperti pada trait kepribadian extraversion, dimana individu dengan trait kepribadian tersebut memiliki antusiasme yang tinggi, senang bergaul, memiliki emosi yang positif, energik, tertarik dengan banyak hal, ambisius, dan sifat-sifat tersebut cukup untuk membuatnya relevan dengan komitmen pilihan Pada trait kepribadian conscientiousness memiliki sifat terencana, terorganisir, dan teliti, sehingga mereka akan termotivasi untuk merencanakan dan mempersiapkan tugas karir di masa depan. Mereka juga akan menunjukkan usaha, ketekunan, dan mengambil tanggung jawab pribadi. Pada trait kepribadian openness to experience memiliki kapasitas tinggi untuk menyerap informasi, menjadi sangat fokus, dan mampu untuk waspada pada berbagai perasaan dan pemikirannya. Hal tersebut memmbuat mereka lebih cenderung secara mental untuk mengeksplorasi kemungkinan diri dan peluang karir masa depan. Selanjutnya pada trait kepribadian agreeableness yang memiliki sifat cenderung ramah, membantu, dapat dipercaya, dan kooperatif, yang mana hal tersebut akan membantunya dalam membangun lingkungan yang mendukung dirinya dalam merintis karir. Dan yang terakhir trait kepribadian neuroticism memiliki hubungan yang paling rendah terhadap kemampuan career adaptability dibandingkan dengan trait kepribadian lainnya. Hal itu karena individu dengan trait kepribadian neuroticism tinggi akan menilai peristiwa stres sebagai ancaman daripada Perilaku tersebut akan memberikan dampak penghindaran da penghindaran tersebut akan menurunkan evaluasi orang terhadap diri mereka sendiri, yang menghambat mereka untuk mengembangkan kemampuan adaptif dalam berkarir. Berdasarkan pemaparan diatas, diketahui bahwa dari kelima trait kepribadian, hanya trait kepribadian neuroticism yang memiliki perbedaan tingkat adaptabilias karir dengan skor tingkat adaptabilitas karir yang paling rendah daripada trait kepribadian lainnya. Akan tetapi, pemaparan diatas menjelaskan bagaimana perbedaan tingkat career adaptability dari setiap trait kepribadian. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini terdapat perbedaan tingkat career adaptability ditinjau dari the big five personality traits. Gilang Arista Prastomo / Journal of Social and Industrial Psychology 11 . SIMPULAN Berdasarkan Penelitian yang telah dilakukan, maka secara umum dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat career adaptability yang ditinjau dari the big five personality traits. Namun, perbedaan tersebut tidak signifikan. Pada masing-masing kelima trait kepribadian, tingkat career adaptability berada dalam kategori sedang. Kemudian, ditemukan tingkat career adaptability pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Semarang termasuk dalam kategori sedang. DAFTAR PUSTAKA