p-ISSN 2302-0970 e-ISSN 2723-0201 KINERJA APARATUR DESA TERHADAP PENGELOLAAN ARSIP DI KANTOR DESA BUNTU BUANGIN KECAMATAN PITU RIASE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Muhammad Fatiril Haq, . Kamaruddin Sellang, . Muhammad Ikbal, . Sahar . , . , . , . Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang fatirilhaq30@gmail. com, kamaruddinsellang@yahoo. id, iqbal. sidrap@yahoo. saharkhan43111125@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja aparatur desa terhadap Pengelolaan arsip Desa di Desa Buntu Buangin Kecamatan Pitu Riase KabupatenSidenreng Rappang. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 658 penduduk di Desa Buntu Buangin Kecamatan Watang Pulu Kabupaten Sidenreng Rappang dengan penarikan sampel menggunakan rumus slovin sehingga diperoleh sampel 87 orang. Tipe penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan bantuan Aplikasi IBM SPSS statistic 21. Hasil penelitian ini adalah menunjukkan bahwa Kinerja Aparatur Desa 57,3% kurang baik. Tata Kelola Arsip Desa 59,16% kurang baik. Kinerja Aparatur Desa AuBerpengaruh/SignifikanAy terhadap pengelolaan Arsip Desa di Desa Buntu Buangin Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidenreng Rappang dengan nilai t hitung Ou t tabel atau 3,019 Ou 1,66298 dengan persentase pengaruhnya sebesar 97%, jadi Kinerja Aparatur desa terhadap Pengelolaan Arsip Desa Buntu Buangin Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidenreng Rappang belum efektif. Kata Kunci: Kinerja aparatur dan Tata kelola. Arsip Abstract This study aims to determine the performance of village officials on the management of village archives in Buntu Buangin Village. Pitu Riase District. Sidenreng Rappang Regency. The population in this study was 658 residents in Buntu Buangin Village. Watang Pulu District. Sidenreng Rappang Regency with sampling using the slovin formula so that a sample of 87 people was obtained. This type of research is descriptive quantitative. Data collection techniques used in this study were observation and questionnaires. The data analysis technique used is using the IBM SPSS statistics 0 Application. The results of this study indicate that the Village Apparatus Performance 57. has less role. Village Archives Governance 59. 16% less role. The Performance of the Village Apparatus "Influential/Significant" on the management of the Village Archives in Buntu Buangin Village. Pitu Riase District. Sidenreng Rappang Regency with a t-count value t table or 3. with a percentage of the influence of 97%, so the Performance of the Village Apparatus The Management of Archives in Buntu Buangin Village. Pitu Riase District. Sidenreng Rappang Regency has not been effective. Keywords: Apparatus Performance and Governance. Archives JIA | Volume 10 | Nomor 3 | Edisi Desember 2022 p-ISSN 2302-0970 e-ISSN 2723-0201 PENDAHULUAN Arsip adalah sebuah catatan atau rekaman yang diketik, dicetak, atau rekaman yang diketik, dicetak atau ditulis dalam wujud angka, gambar, dan huruf yang memiliki arti serta tujuan tertentu untuk dijadikan sebagai suatu bahan informasi dan juga komunikasi yang direkam dalam berbagai media, seperti media computer, kertas, atau kertas film. Arsip juga dapat di artikan sebagai alat untuk mempermudah dalam mencari data. Tujuan arsip secara umum adalah untuk pertanggungjawaban nasional mengenai rencana, pelaksanaan dan penyelenggaraan menyediakan bahan pertanggungjwabanv tersebut untuk kegiatan pemerintah. Fungsi arsip adalah untuk penunjang aktivitas administrasi, alat pengambil keputusan, bukti pertanggungjawaban, sumber informasi, dan wahana komunikasi. Selain itu memiliki fungsi primer dan sekunder. Adapun fungsi arsip menurut Agus Sugiarto menjelaskan bahwa pengertian arsip adalah kumpulan suatu dokumen yang disimpan secara teratur dan berencana karena memiliki fungsi agar setiap kali dibutuhkan bisa ditemukan kembali dengan cepat. Proses kependudukan di salah satu desa di Sidenreng Rappang yaitu Desa buntu buangin belum menggunakan sistem digitalisasi melainkan menggunakan pembukuan. Selain itu arsip data kependudukan yang disimpan masih belum lengkap sesuai dengan jumlah penduduk di desa tersebut. Berdasarkan hasil wawancara pada tanggal 2 september 2021 yang dilakukan kepada beberapa staf kantor desa, ada 237 keluarga hanya 177 keluarga yang memliki arsip kependudukan di kantor desa Buntu Buangin. Jadi bisa dikatakan pengarsipan data kependudukan tidak berjalan secara efektif dan efisien. Pengelolaan arsip data kependudukan di kantor desa buntu buangin masih memiliki kendala diantaranya kurangnya perhatian khusus pada arsip kependudukan dan kurangnya partisipasi penduduk terhadap data kependudukan padahal arsip tersebut memiliki peran yang sangat penting. Pengadaan arsip data di kantor desa memang sangat penting untuk membantu pengambilan keputusan mendatang. Pengolaan data kependudukan harus dilakukan dengan baik oleh staf tata kelola atau aparatur Desa untuk administrasi yang baik. Menurut Daniri . ada lima prinsip tata kelola yang baik kesetaraan/kewajaran. Kinerja aparat Desa dianggap penting dalam proses pelayanan yang baik, proses kinerja dari aparat yang baik dalam mengolah terlaksananya tertib administrasi di kantor Adapun indikator yang bisa digunakan dalam mengukur penilaian kinerja organisasi, namun calon peneliti akan menggunakan teori oleh Kumorotomo dalam pasalong . yang merumuskan empat indikator penilaian terhadapkinerja organisasi, yaitu Efektivitas, efisiensi, keadilan, dan daya tanggap. Kumorotomo dalam pasalong . yang merumuskan empat indikator penilaian terhadapkinerja organisasi, yaitu: Efektifitas yaitu Kemampuan aparat desa dalam mengelola arsip untuk kepentingan proses pelayanan di kantor desa. Efisiensi yaitu Kemampuan aparat desa memanfaatkan arsip dalam proses pelayanan agar lebih mudah dan cepat Keadilan yaitu Sikap adil aparat desa dalam memberikan pelayanan di kantor Daya Tanggap yaitu Kemampuan aparat desa dalam memahami tugas dan keinginan dari masyarakat yang dilayani. Daniri . : 2. menyatakan ada lima yang memengaruhi tata kelola administrasi yaitu sebagai berikut: Transparansi . Keterbukaan aparat Desa memberikan infromasi dalam proses pelayanan Akuntabilitas . tanggung jawab aparat Desa dalam menjalankan Tugasnya. Responsibilitas . yaitu Daya tanggap aparat Desa dalam memberikan Indenpendensi . yaitu respon aparat Desa dalam memberikan Kesataraan dan kewajaran yaitu sikap adil aparat Desa memberikan pelayanan. METODE PENELITIAN Tipe penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan dua variabel. Populasi pada penelitian ini yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti di JIA | Volume 10 | Nomor 3 | Edisi Desember 2022 p-ISSN 2302-0970 e-ISSN 2723-0201 Desa Buntu Buangin berjumlah 658 dengan menggunakan teknik nonprobability sampling yaitu Sampling Insidental dengan ukuran sampel didapat sebesar 87 berdasarkan rumus slovin. Observasi dan Kuisioner, merupakan teknik pengumpulan data yang digunakan dengan teknik analisis data menggunakan bantuan IBM SPSS Statistic HASIL DAN PEMBAHASAN Kinerja apara desa Buntu Buangin Terhadap tata Kelola arsip desa meliputi hasil penelitian data, pengumpulan data melalui jawaban responden dari pertanyaan kuisioner diperoleh data bahwa kinerja aparatur desa dengan indikator masing-masing yaitu. Efisiensi kinerja aparatur desa terhadap pengelolaan arsip di kantor desa dapat dikategorikan kurang baik dengan melihat jumlah rata-rata presentase sebesar 52,6%. Kemudian berdasarkan hasil penelitian yang dilihat selama penelitian di temukan bahwa pemerintah desa Buntu Buangin kurang memperhatikan arsip data kependudukan yang disimpan di kantor Desa. Data kependudukan berupa kartu keluarga, foro KTP dan akte kelahiran yang disimpan di kantor Desa ada beberapa yang tidak ada dan bahkan ada yang sudah rusak. Efektivitas kinerja aparatur desa terhadap pengelolaan arsip di kantor desa dapat dikategorikan kurang baik denganmelihat jumlah rata-rata presentase sebesar 55,6%. Kemudian berdasarkan hasil penelitian yang dilihat selama penelitian di temukan bahwapemerintah desa Buntu Buangin kependudukan dalamproses pelayanan, hal ini dibuktikan ketika masyarakat membawa data penduduk seperti foto copy kartu keluarga dan ktp padahal data kependudkan tersebut sudah ada di kantor desa tetapi masyarakat tetap diarahkan untuk membawa data kependudukan tersebut. Data kependudukan yang di simpan di kantor desa tidak digunakan ketika diperlukan. Keadilan kinerja aparatur desa terhadap pengelolaan arsip di kantor desa dapat dikategorikan baik dengan melihat jumlah rata-rata 60,2%. Kemudian berdasarkan hasil penelitian yang dilihat selama penelitian di temukan bahwa Desa Buntu Buangin selalubersikap adil dan ramah ketika melayani Hal inidibuktikan dengan tanggapan masyarakat pemerintah bersikap adil serta cepat tanggap ketika melayani. Daya Tanggap kinerja aparatur desa terhadap pengelolaan arsip di kantor desa dapat dikategorikan baik dengan melihat jumlah rata-rata presentase sebesar 60,8%. Kemudian penelitian yang dilihat selama penelitian di temukan bahwa pemerintah Desa Buntu Buangin selalu berusaha memberikan pelayanan yang prima yaitu bersikap dengan ramah, responsif dan jujur. Kebanyaka masyarakat mengakui daya tanggap dari aparat Dea Buntu buangin. Berdasarkan hasil rata-rata presentase sebesar 57,3% dengan kategori kurang baik. Indikator tata kelola dari Hasil penelitian dalam pengumpulan data melalui jawaban diperoleh data bahwa tata kelola arsip desa dengan indikator masing-masing yaitu. transparansi dengan presentase sebesar 60,4% kemudian berdasarkan hasil penelitian yang dilihat selama penelitian ditemukan bahwa tata kelola arsip sebagai keterbukaan informasi baik dalam pengambilan keputusan maupun pengungkapan informasi kepada masyarakat dan sebagai bukti kejujuran untuk memperoleh kepercayaan terhadap pemerintah yang mengolahnya. Tapi lebih ditingkatkan lagi keterbukaan agar transparansi itu sangat baik. Akuntabilitas dengan persentase sebesar 58,6%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator tata kelola sebagai pengelolaan arsip desa bisa dikatakan kurang baik, karena dari hasil penelitian yang dilakukan di desa Buntu Buangin bahwa kegiatankegiatan yang dilakukan belum maksimal untuk peningkatan pengelolaan arsip desa selanjutnya, padahal yang diketahui tentang akuntabilitas itu kinerja aparatur dari perencanaan hingga pengawasan segala aktivitas yang dikerjakan dengan dibiayai dengan anggaran wajib dipertanggung jawabkan kepada yang berkepentingan sehingga akuntabilitas itu meningkat di Desa Buntu Buangin. responsibilitas persentase sebesar 60,2%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator tata kelola sebagai JIA | Volume 10 | Nomor 3 | Edisi Desember 2022 p-ISSN 2302-0970 e-ISSN 2723-0201 pengelolaan arsip desa bisa dikatakan baik, karena dari hasil penelitian di desa Buntu Buangin bahwa tentang daya tanggap aparatur dalam merespon permintaan masyarakat apa yang diinginkannya dan yang diketahui tentang responsibilitas itu adalah jawab/kewajiban untuk menyelasaikam tugas yang ditugaskana kepadanya, sehingga aparatur desa itu bisa dikatakan baik dalam merespon masyarakat di Desa Buntu Buangin. indenpendensi persentase sebesar 57,8%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator tata kelola sebagai pengelolaan arsip desa bisa dikatakan kurang baik, karena dari hasil penelitian di desa Buntu Buangin bahwa sikap mandiri dari aparatur Desa ketika melakukan pelayanan kepada masyarakat kurang baik, dikarenakan masih kesusahan dalam proses pengelolaan arsip kependudukan dimana arsip tersebut menjadi bahan informasi ketika melakukan pelayanan. Arsip desa yang tidak lengkap akan kesetaraan dan kewajaran persentase sebesar 58,8%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa indikator tata kelola sebagai mengoptimalisasi pengelolaan arsip desa bisa dikatakan kurang baik, karena dari hasil penelitian di desa Buntu Buangin bahwa tentang sikap adil aparatur desa terhadap pelayanan ke masyarakat belum efektif disebabkan kurang perhatian aparatur desa sehingga sikap adil ini tidak efektif, padahal yang diketahui tentang kesetaraan dan kewajaran itu memperlakukan yang adil dan hak-hak perjanjian serta peraturan perundangan yang berlaku, seharusnya aparatur desa lebih meningkatkan lagi sikap adilnya masyarakat merasakan dampak adil dari aparatur desa. KESIMPULAN Kinerja Aparatur Desa Buntu Buangin Kecamatan Pitu Riase Kabupaten Sidenreng Rappang berdasarkan rekapitulasi dari indikator kinerja (X) berada pada kategori kurang baik dengan rata-rata persentase 229,2% dengan hasil ideal 57,3% dari 100% yang diharapkan, masing-masing indikator . Efisiensi52,6%, . Efektivitas 55,6%, . Keadilan 60,2%, . Daya Tanggap 60,8%. Tata kelola arsip desa berdasarkan rekapitulasi dari indikator tata kelola (Y) berada pada kategori kurang baik dengan rata-rata persentase 295,8% dengan hasil ideal 59,2% dari 100% yang diharapkan, masing-masing transparansi 60,4%, . akuntabilitas 58,6%, . responsibilitas 60,2%, . indenpendensi 57,8% dan . kesetaraan dan kewajaran 58,8%. Berdasarkan model summery koefisien determinasi berganda . atau r squared = 0,97 berarti secara bersama-sama 97% perubahan variabel tata kelola (Y) dapat dijelaskan oleh variabel kinerja aparatur desa (X), atau dengan kata lain pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat sebesar 97%, sedangkan sisanya yaitu 3% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk dalam kerangka pikir penelitian ini. REFERENSI