JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 E-ISSN 2715-842X EVALUASI KERUSAKAN JEMBATAN MENGGUNAKAN METODE BRIDGE MANAGEMENT SYSTEM (BMS) ( Studi Kasus: Jembatan Bengkali. Benget Rio Sanses Simanjuntak1. Gala Garcya2. Galih Sandi Tias3 Jurusan Teknik Sipil. Politeknik Negeri Bengkalis. Riau riosansessimanjuntak05@gmail. com 1, galagarcya@polbeng. id 2, galihsanditias@gmail. Abstrak Jembatan memainkan kedudukan berarti dalam sistem jaringan jalur sebab akibat yang signifikan bila jembatan rusak ataupun tidak berperan dengan baik. Jembatan pula memainkan kedudukan vital dalam infrastruktur, menunjang aktivitas ekonomi, sosial, serta budaya buat menggapai penyeimbang serta pemerataan pembangunan. Tetapi, suatu jembatan bisa beresiko bila tidak dirancang cocok dengan guna kelas jalur yang diikutinya, sehingga bisa pengaruhi keselamatan kemudian lintas, hingga dari itu butuh dicoba yang namanya pemantauan keadaan jembatan. Pemantauan keadaan jembatan dicoba dengan memakai Tata cara Bridge Management System( BMS), yang dirancang buat mengendalikan, melakukan, serta monitoring jembatan. Pengecekan jembatan dicoba secara cermat, tercantum mengevaluasi keadaan rinci tiap elemen yang rusak, sehingga didapatkan nilai keadaan. Evaluasi keadaan memakai Tata cara BMS, tiap kehancuran dikategorikan ke dalam 5 tingkatan, dengan tingkatan 1 selaku yang sangat rendah serta tingkatan 5 selaku yang paling tinggi. Dalam riset ini, penulis melaksanakan evaluasi terhadap keadaan Jembatan Bengkalis. Bersumber pada hasil riset sehingga didapatkan NK jembatan ialah 3, hingga membutuhkan atensi lekas sebab mungkin besar hendak jadi sungguh- sungguh dalam waktu 12 bulan ke depan. Diharapkan bersumber pada hasil kajian ini bisa membagikan pedoman buat tingkatkan keahlian serta kinerja Jembatan Bengkalis. Bersumber pada hasil evaluasi. Jembatan Bengkalis dikategorikan selaku rusak berat dengan nilai 3 serta telah mempunyai usia 42 tahun. Kata Kunci: Bridge Management System. Evaluasi. Nilai Kondisi. Abstract Bridges play a significant position in the route network system because of the significant consequences if the bridge is damaged or does not play a role properly. Bridges also play a vital role in infrastructure, supporting economic, social, and cultural activities to achieve balanced and equitable development. However, a bridge can be at risk if it is not designed in accordance with the use of the class of path it follows, so that it can affect traffic safety, so it is necessary to try the name of bridge condition monitoring. Bridge condition monitoring is attempted using the Bridge Management System (BMS) procedure, which is designed to control, conduct, and monitor bridges. Bridge checks are tried carefully, listed evaluating the detailed state of each damaged element, so that a state value is State evaluation using the BMS procedure, each damage is categorized into 5 levels, with level 1 being the lowest and level 5 being the highest. In this research, the author conducted an evaluation of the condition of the Bengkalis Bridge. Based on the results of the research, it was found that the NK of the bridge is 3, so it requires immediate attention because it is likely to become serious within the next 12 months. It is hoped that the results of this study can share guidelines for improving the expertise and performance of the Bengkalis Bridge. Based on the evaluation results, the Bengkalis Bridge is categorized as severely damaged with a value of 3 and has an age of 42 years. Keywords: Bridge Management System. Evaluation. Bridge Condition Value (BCV). Manajemen pemeliharaan yang efisien tergantung pada sistem evaluasi keadaan jembatan yang akurat serta objektif. Pemeriksaan jembatan dilakukan untuk memastikan keadaan jembatan aman dilalui oleh kendaraan dan untuk menjaga nilai Data fisik dan kondisi struktur jembatan dikumpulkan selama pemeriksaan. Tujuannya adalah untuk menentukan jenis penggantian yang akan dilakukan pada jembatan . Jembatan Bengkalis sudah tergolong dalam jembatan yang cukup lama berdiri, seiring berjalannya waktu tentu sebuah jembatan akan PENDAHULUAN Tidak seperti jalan, jembatan adalah bagian dari jaringan jalan. Jembatan adalah infrastruktur penting yang mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan budaya untuk mencapai keseimbangan dan pemerataan pembangunan antar daerah . Selaku struktur yang menghubungkan 2 . medan yang penghalang kemudian lintas semacam sungai, jurang serta penghalang kemudian lintas yang lain, hingga kehancuran jembatan bisa kurangi keahlian jembatan dalam menahan beban kemudian lintas, yang bisa menimbulkan kendala kelancaran transportasi di atasnya. JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 mengalami penurunan performa seperti kekuatan struktur pada jembatan. Maka dari itu salah satu cara untuk mengetahui kondisi jembatan tersebut adalah dengan cara melakukan pengujian Non Ae Destructive Test (NDT) untuk mengetahui apakah kondisi jembatan masih bagus, serta penangan yang akan dilakukan pada struktur yang sudah mengalami kerusakan. Selain itu penelitian ini bertujuan untuk memprediksi usia sisa dari jembatan tersebut. Penelitian ini dicoba dengan mengevaluasi keadaan jembatan Bengkalis, mulai dari elemen struktur pelat lantai, balok serta pilar jembatan dengan memakai Tata cara Bridge Management System (BMS). Dengan memakai tata cara ini, aktivitas pengecekan jembatan bisa dilalukan secara sistematis lewat pengumpulan informasi raga serta keadaan struktur jembatan. Alat yang digunakan sebagai pertimbangan dalam evaluasi jembatan merupakan Panduan Sistem Manajemen Jembatan (BMS), yang setelah itu dibesarkan oleh Kementerian Pekerjaan Universal Bina Marga semenjak tahun 1993. Dalam BMS, elemen- elemen yang terpaut guna kemudian lintas pejalan kaki serta angkutan jalur semacam lantai perkerasan jalur, tiang sandaran. , trotoar, drainase, rambu kemudian lintas, marka jalur, lampu penerangan jalur, serta utilitas pada jembatan Evaluasi didasarkan pada kehancuran yang terjalin, dengan memikirkan tipe material serta tipe kehancuran pada elemen. E-ISSN 2715-842X pengujian Ae pengujian yang tidak mengganggu . on destructive tes. , separuh mengganggu . emi destructive tes. serta mengganggu secara totalitas komponenAekomponen yang diuji . estructive tes. Pengujian hammer test adalah metode pemeriksaan mutu beton tanpa kerusakan . on-destructive tes. , di mana massa yang diaktifkan digunakan untuk memberikan beban tumbukan . pada permukaan beton. Jarak pantulan massa saat tumbukan dengan menunjukkan kekerasan beton. Alat ini keseragaman kualitas beton pada struktur dan untuk menghasilkan perkiraan kekuatan tekan beton . Bridge Management System (BMS) Bagi Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Universal . Bridge Management System (BMS) merupakan sesuatu sistem manajemen yang dirancang buat mengendalikan, melakukan, serta monitoring jembatan. Dalam sistem ini, elemen- elemen jembatan dipecah jadi 5 . tingkatan bersumber pada kode elemen. Pengecekan jembatan dicoba secara cermat, tercantum mengevaluasi keadaan rinci tiap elemen yang rusak, yang bisa dilihat secara visual . Pengecekan jembatan dicoba dengan akurasi besar, tercantum mengevaluasi keadaan rinci tiap elemen jembatan yang rusak, bersumber pada hasil survei di lapangan. Dalam evaluasi keadaan memakai tata cara BMS, tiap kehancuran dikategorikan ke dalam 5 . tingkatan, dengan tingkatan 1 . selaku yang sangat besar serta tingkatan 5 . selaku yang terendah. Tingkatan dengan nilai rendah menampilkan keadaan yang lebih baik, sebaliknya tingkatan dengan nilai besar menampilkan keadaan yang lebih buruk. KAJIAN PUSTAKA Pengujian Hammer Test Beton tercipta dari kombinasi agregat halus, agregat agresif, semen serta air dengan perbandingan tertentu. Mutu beton wajib cocok dengan spesifikasi struktur buat membenarkan kekuatan stabilitas struktur serta struktur desain, oleh sebab itu diwajibkan memverifikasi perihal tersebut dengan cara melaksanakan pengujian kokoh tekan beton. Terdapat sebagian wujud tata cara pengujian kuat tekan beton yang digunakan diantara Tabel 1 Nilai kondisi jembatan Nilai Struktur (S) Kerusakan Kriteria Berbahaya Tidak Berbahaya Parah Nilai Kondisi JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 (R) Kuantitas (K) Fungsi (F) Pengaruh (P) Tidak Parah Lebih dari 50% Kurang dari 50% Elemen tidak berfungsi Elemen masih berfungsi Mempengaruhi elemen Tidak elemen lain E-ISSN 2715-842X perbaikan berupa pemeliharaan teratur, serta tidak mempengaruhi terhadap keamanan ataupun guna dari jembatan tersebut. Nilai keadaan dengan jumlah 2 . berarti selaku kehancuran pada jembatan yang hendak membutuhkan pemeliharaan pada masa yang hendak tiba. Bila nilai keadaan jembatan menggapai 3 . , hingga jembatan dikira rusak. Kehancuran tersebut membutuhkan atensi lekas sebab mungkin besar hendak jadi sungguh- sungguh dalam waktu 12 . ua bela. bulan ke depan. Perihal ini bisa dilihat apabila terdapatnya retakan pada struktur beton pada Nilai Keadaan 4 . menampilkan kalau jembatan terletak dalam kondisi kritis, dengan kehancuran yang sungguh- sungguh serta membutuhkan atensi lekas. Contohnya merupakan kegagalan struktur semacam pilar terkikis, retakan dalam skala besar yang menimbulkan tulangan jadi nampak serta lain Nilai Keadaan 5 . berarti jembatan membutuhkan revisi besar ataupun apalagi penggantian jembatan secara totalitas. Perihal ini terjalin apabila elemen jembatan hadapi keruntuhan serta menimbulkan elemen tersebut jadi tidak berperan lagi . Nilai Kondisi NK = (S R K F P) 0 s/d 5 (NK) Sumber: Dirjen Bina Marga dan Departemen Pekerjaan Umum . Agar memperoleh skor keadaan di setiap bagian jembatan, hasil evaluasi hendak ditotalkan sehingga diperoleh hasil keadaan secara totalitas dengan nilai antara 0 sampai 5 . Nilai tersebut bisa digunakan selaku patokan buat sesi penyelidikan lebih lanjut. Berikut merupakan tabel nilai keadaan jembatan semacam yang dijabarkan di atas: dengan guna kelas jalur yang diikutinya, kemudian lintas. Sebab berartinya struktur ini, butuh dicoba pemeliharaan yang baik buat tingkatkan kinerja ataupun mempertahankan keadaan jembatan. Manajemen pemeliharaan yang efisien tergantung pada sistem evaluasi keadaan jembatan yang akurat serta objektif . Tabel 2 Deskripsi nilai kondisi jembatan Nilai Deskripsi Kondisi Baik sekali/jembatan dalam kondisi Baik/tidak terjadi kerusakan Rusak ringan Rusak Rusak kritis Runtuh/tidak berfungsi Sumber: Dirjen Bina Marga dan Departemen Pekerjaan Umum . Skrining Teknis Kondisi Jembatan Skrining teknis merupakan sesuatu aktivitas yang bertujuan buat mengenali keadaan jembatan bersumber pada informasi yang telah ada . Penyaringan keadaan jembatan ialah penyaringan terhadap informasiAeinformasi dari nilai keadaan jembatan yang hadapi penyusutan mutu kekuatan, menyusutnya kapasitas kemudian lintas, serta keadaan yang Berikut ini Panduan Pengecekan Jembatan 1993 dengan tata cara BMS, kriteria penyaringan keadaan jembatan . Usia Sisa Jembatan Umur sisa jembatan diperhitungkan bersumber pada nilai keadaan eksisting jembatan, dan bermacam aspek yang pengaruhi nilai tersebut, semacam aspek area serta tingkatan kehancuran pada tiap elemen. Berdasarkan Panduan Pengecekan Jembatan 1993 bersumber pada BMS, nilai keadaan 0 menampilkan kalau jembatan dalam kondisi baru serta tidak mempunyai kehancuran. Tiap elemen jembatan dalam keadaan yang sangat Nilai keadaan 1 . , jembatan mengalami kehancuran yang tergolong tidak banyak, karena kehancuran yang terjadi bisa dilakukan JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 Hasil Analisis umur sisa jembatan dicoba Panduan Penindakan Preservasi Jembatan. Berikut ini Panduan Pengecekan Jembatan . E-ISSN 2715-842X serta tidak membutuhkan peralatan untuk menentukan kondisi struktur hanya saja pengujian visual ini memiliki kelemahan yaitu keakuratan hasil pengujian. Hasil ini disebabkan karena penilaian secara visual ini bersifat subjektif sehingga mempengaruhi hasil analisis. Untuk rekronstruksi penanganan diputuskan tergantung pada pengguna apakah hasil dapat diterima, ditolak, bahkan sebagai pelengkap pengambilan keputusan. Tabel 3 Penyaringan kondisi jembatan Penanganan Nilai Kategori Indikatif Baik s/d Rusak Pemeliharaan Rutin / Ringan Berkala Rusak Berat Rehabilitasi Kritis Penggantian Runtuh Sumber: Dirjen Bina Marga dan Departemen Pekerjaan Umum . Mulai Studi Literatur Melakukan survey mengenai jembatan secara menyeluruh Melakukan pemeriksaan terhadap jembatan secara sistematis Mencatat hasil pemeriksaan jembatan Gambar 1. Grafik Usia Sisa Jembatan Bersumber pada Gambar 1, perhitungan umur sisa jembatan bisa memakai persamaan Analisa hasil pemeriksaan Selesai . Gambar 2. Diagram alir penelitian : Nilai Kondisi : Usia Jembatan : Usia Rencana : Koefisien . : Koefisien . ,9. Inspeksi visual memiliki banyak standar yang digunakan namun yang paling umum adalah metode Bridge Management System (BMS). Metode BMS memiliki kelebihan karena penilaian yang terstruktur seperti analisis tiap elemen, sehingga hasil pengujian yang didapatkan menjadi lebih baik. Namun metode BMS juga memiliki kelemahan seperti pada perhitungan prediksi usia jembatan tidak bisa didapatkan sesuai dengan kondisi real karena perhitungan tersebut hanya pendekatan, sehingga hasil pengujian tidak dapat digunakan 100 % sebagai dasar dalam mengambil sebuah keputusan. Penelitian ini menggunakan dua metode untuk menguji kondisi pada struktur pada slab yaitu inspeksi METODE PENELITIAN Inspeksi visual salah satu parameter untuk menguji apakah struktur tersebut masih memiliki kemampuan layan sejak struktur itu Inspeksi pengujian tanpa merusak (Non Ae destructive tes. yang paling umum digunakan karena penggunaan yang efisien waktu dan biaya. JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 E-ISSN 2715-842X Tabel 4 Pengujian Hammer Test pada Slab Slab jembatan Nama Struktur Bengkalis Slab Elemen Struktur visual menggunakan BMS dan NDT menggunakan Hammer test. Hammer test digunakan sebagai nilai pendekatan dengan kuat tekan beton, agar mendapatkan nilai kekuatan struktur pada kondisi saat ini. Berikut ini tahapan penelitian, seperti yang ditampilkan pada Gambar 2. Kode Bidang Uji/Sampel Sudut Inklinasi Pukulan -0A -0A -0A HASIL DAN PEMBAHASAN Data Teknis Jembatan Nilai Lenting Palu Beton (R) Jembatan Bengkalis berada di Kecamatan Bengkalis. Kabupaten Bengkalis. Riau. Jembatan ini menghubungkan 2 . wilayah yang dipisahkan Sungai Bengkalis. Nama Jembatan Masa Layan Tahun Bangunan Panjang Jembatan Lebar Jembatan Tipe Jembatan Jenis Bentang Jumlah Bentang Jenis Lintasan : Jembatan Bengkalis : 50 Tahun :: 14,40 Meter : 5,5 Meter : Portal : Bentang Pendek : 1 Bentang : Sungai R Rata-rata R Rata-rata Terkoreksi Alat Koreksi Non Horizontal R Rata-rata Terkoreksi 45,67 Tabel 5 Pengujian Hammer Test pada Pilar Pilar jembatan Nama Struktur Bengkalis Pilar/Pier Elemen Struktur Kode Bidang Uji/Sampel Sudut Inklinasi Pukulan Non Ae Destructive Test Pengujian ini bertujuan untuk mendapatkan kekuatan beton pada kondisi saat ini, sehingga dapat diidensifikasikan seberapa besar kekuatan dari struktur yang ada di lapangan, berikut ini merupakan hasil pengujian NDT di Bersumber dari hasil olahan data pada tabel 4, didapatkan kekuatan beton rata Ae rata pada struktur slab jembatan sebesar 45,67 Mpa. Bersumber dari hasil olahan data pada tabel 5, didapatkan kekuatan beton rata Ae rata pada struktur pilar jembatan sebesar 25,57 Mpa. Bersumber dari hasil olahan data pada tabel 6, didapatkan kekuatan beton rata Ae rata pada struktur balok jembatan sebesar 52,70 Mpa. Nilai Lenting Palu Beton (R) R Rata-rata R Rata-rata Terkoreksi Alat Koreksi Non Horizontal Hasil Pemeriksaan Tahap evaluasi keadaan jembatan adalah cara dini buat mengetahui keadan jembatan saat sebelum melaksanakan pengecekan sesi R Rata-rata Terkoreksi 25,57 JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 Tabel 6 Pengujian Hammer Test pada Balok Balok jembatan Nama Struktur Bengkalis Balok Elemen Struktur Kode Bidang Uji/Sampel Sudut Inklinasi -0A -0A -0A Pukulan R Rata-rata R Rata-rata Terkoreksi Alat Koreksi Non Horizontal Nilai Lenting Palu Beton (R) R Rata-rata Terkoreksi E-ISSN 2715-842X Bersumber dari hasil pemeriksaan di lokasi pengujian, railing sudah mengalami kerusakan pada strukturnya seperti adanya part yang keropos, akan tetapi bagian yang lain masih dalam kondisi baik sehingga didapatkan nilai NK untuk railing yaitu 1 . dengan kondisi rusak ringan. Gambar 3 Railing Masih Berfungsi Dengan Baik Penilaian pada Slab Jembatan Bersumber dari hasil pemeriksaan dan tabel 6 slab jembatan di indikasikan mengalami kerusakan pada strukturnya dapat dilihat adanya bagian beton yang sudah terkelupas sehingga menyebabkan munculnya tulangan, namun masih bisa berfungsi, sehingga didapatkan nilai NK untuk slab yaitu 2 . dengan kondisi rusak ringan. Nilai evaluasi ini hendak digunakan selaku patokan buat memastikan bagian mana yang butuh diperbaiki terlebih dulu. Nilai keadaan totalitas jembatan disajikan di bawah ini. Penilaian pada Lapisan Atas Bersumber dari hasil pemeriksaan di lokasi, lapisan atas perkerasan sudah mengalami kerusakan pada strukturnya, akan tetapi bagian yang lain masih dalam kondisi baik sehingga didapatkan nilai NK untuk lapisan atas yaitu 1 . dengan kondisi rusak ringan. Gambar 4 Selimut Beton Slab Sudah Mulai Terkelupas Penilaian pada Balok Jembatan Gambar 2 Lapisan Atas Masih Dalam Kondisi Baik Keadaan balok jembatan masih terkategori ada sedikit Penilaian pada Railing JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA). VOL. NO. DESEMBER 2024 pengelupasan pada selimut betonnya, hendak namun keadaan keseluruhannya masih baik. Bersumber dari hasil pemeriksaan di lokasi pengujian, balok sudah mengalami sedikit kerusakan pada strukturnya seperti adanya part yang terkelupas, akan tetapi bagian yang lain masih dalam kondisi baik sehingga didapatkan nilai NK untuk balok yaitu 1 . dengan kondisi rusak ringan. E-ISSN 2715-842X Bengkalis masuk kedalam jenis tingkatan kehancuranAu rusakAy. Dimana dengan jenis kehancuran ini, hingga membutuhkan atensi lekas sebab mungkin besar hendak jadi sungguh- sungguh dalam waktu 12 bulan ke Gambar 6 Pilar Mengalami Retakan yang Parah Gambar 5 Balok Masih Dalam Kondisi Baik Tabel 7 Nilai Kondisi Jembatan Keseluruhan Tingkat Tipe Struktur Kerusakan Lapisan Atas Rusak Kritis Bagian Atas Rusak Kritis Bagian Bawah Rusak Kritis Nilai Kondisi (NK) Rusak Kritis Penilaian pada Pilar Jembatan Pilar jembatan telah sangat memprihatinkan, sebab hadapi kehancuran yang lumayan berat semacam struktur yang hadapi retakan besar. Struktur pilar telah ditambah perkuatan memakai elemen baja buat menolong pilar menopang beban di atasnya. Bersumber dari hasil pemeriksaan di lokasi pengujian, pilar jembatan di indikasikan mengalami kerusakan sangat parah dapat dilihat bahwa pilar sudah sangat keropos dan sudah mengganggu kinerja struktur lainnya, sehingga dikategorikan dalam kategori rusak kritis dengan nilai NK adalah 5 . Dari hasil evaluasi keadaan jembatan langsung di lapangan, hingga dicoba evaluasi secara totalitas bersumber pada jenis struktur jembatan, semacam yang nampak pada tabel di dasar ini. Setelah dicoba pengecekan berdasarkan penglihatan di tiap bagian jembatan yang terdapat pada Jembatan Bengkalis, hingga diperoleh nilai keadaan jembatan totalitas ialah dengan nilai keadaan (NK) 3 . Bisa dilihat bersumber pada tabel 2 deskripsi keadaan nilai jembatan kalau Jembatan Bersumber pada Tabel 3 penyaringan keadaan totalitas jembatan, hingga jembatan Au rehabilitasiAy. Prediksi Usia Sisa Jembatan Bersumber pada hasil pengecekan keadaan Jembatan Bengkalis serta perhitungan nilai keadaan bersumber pada tata cara Bridge Managemen System (BMS), hingga prediksi nilai sisa umur jembatan bisa dihitung memakai persamaan berikut: JURNAL INOVTEK SERI TEKNIK SIPIL DAN APLIKASI (TEKLA), VOL. NO. DESEMBER 2024 , , 2 y 4,66 . Oo4,4861 17,4533 17,4533 . 41,29 OI 42 tahun . Bersumber pada hasil perhitungan prediksi usia jembatan dengan nilai keadaan( NK) hingga usia jembatan merupakan 42 tahun. Sehingga bisa diperoleh usia sisa jembatan merupakan = 50 Ae 42, ialah 8 tahun. KESIMPULAN Bersumber pada hasil pengecekan nilai keadaan (NK) Jembatan Bengkalis secara visual, hingga diperoleh kesimpulan selaku Penilaian Jembatan Bengkalis lewat pengecekan visual bersumber pada tata cara Bridge Management System( BMS) didapakan nilai keadaan (NK) jembatan 3 . rusak, paling utama pada bagian substructure jembatan. Dari hasil analisis nilai keadaan jembatan totalitas, hingga jembatan membutuhkan penindakan indikatif rehabilitasi. Bersumber pada hasil perhitungan prediksi umur sisa jembatan, hingga diperoleh sisa usia Jembatan Bengkalis, ialah 8 tahun. UCAPAN TERIMAKASIH Terima kasih di informasikan kepada orangAe orang yang ikut menolong penulis dalam proses riset ini. Terima kasih pula di informasikan kepada Regu Harian Metode Sipil serta Aplikasi( TeklA) yang sudah mengosongkan waktu buat mengecek riset ini. E-ISSN 2715-842X DAFTAR PUSTAKA