JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI (JRMA) Volume 12. No. Tahun 2025 https://doi. org/10. 21067/jrma. Faktor-Faktor Keuangan yang Membentuk Kebijakan Dividen: Bukti Empiris dari Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia Slamet Maulanaa1. Didha Putri Citradikaa2* Universitas Pekalongan. Indonesia 1didhaputri@gmail. *Didha Putri Citradika1 Received: 12 November 2025. Revised: 20 November 2025. Accepted: 22 November 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh profitabilitas, solvabilitas dan likuiditas terhadap kebijakan dividen pada perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di BEI periode 2021-2024. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 78 perusahaan dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan SPSS Versi 20. Uji asumsi klasik yang dipakai adalah uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji fit model. Variabel diuji dengan regresi linier Hasil penelitian menunjukkan bahwa . profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen . solvabilitas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kebijakan dividen . likuiditas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kebijakan dividen Kata kunci - Profitabilitas. Solvabilitas. Likuiditas. Kebijakan Dividen. Perusahaan Manufaktur Abstract This study aims to determine the effect of profitability, solvency, and liquidity on dividend policy in consumer goods industry companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the 2021-2024 period. The sample size used in this study was 78 companies using a purposive sampling technique. The data analysis technique used SPSS Version 20. The classical assumption tests used included normality, autocorrelation, multicollinearity, heteroscedasticity, and fit model. Variables were tested using multiple linear regression. The results of the study indicate that . profitability has a positive and significant effect on dividend policy . solvency has a positive but insignificant effect on dividend policy . liquidity has a positive but insignificant effect on dividend policy. Keywords - Profitability. Solvency. Liquidity. Dividend Policy. Manufacturing Companies How To Cite : Maulana. , & Citradika. Faktor-Faktor Keuangan yang Membentuk Kebijakan Dividen: Bukti Empiris dari Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia . Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 13. , 305Ae313. https://doi. org/10. 21067/jrma. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 305 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Maulana. Citradika PENDAHULUAN Pada era globalisasi, perkembangan dunia bisnis berlangsung cepat sehingga persaingan antar perusahaan semakin ketat. Setiap perusahaan dituntut untuk mampu menjaga kelangsungan Secara umum, perusahaan dibentuk untuk memperoleh keuntungan maksimal. Laba yang diperoleh kemudian dicantumkan dalam laporan keuangan yang akan dipublikasikan, dan selanjutnya diputuskan apakah laba tersebut akan dialokasikan sebagai laba ditahan atau dibagikan kepada pemegang saham. Investor biasanya menanamkan modal atau membeli saham suatu perusahaan dengan melihat data historis perusahaan, termasuk informasi terkait kebijakan dividen yang pernah diterapkan (Wati Rosmawati, 2. Sebagai pihak yang menginvestasikan dananya, investor memerlukan informasi yang relevan mengenai perkembangan transaksi di Bursa Efek Indonesia. Informasi tersebut sangat penting sebagai dasar pertimbangan dalam menyusun strategi serta membuat keputusan investasi di pasar modal. Menurut (Wirama et al. menyatakan bahwa dari perspektif investor, investasi di pasar modal dilakukan untuk mendapatkan dua jenis keuntungan, yaitu capital gain dan dividen. Meskipun regulasi di Indonesia mengatur bahwa dividen dibagikan berdasarkan laba yang diperoleh perusahaan, namun tidak semua perusahaan publik yang memperoleh laba positif membagikan dividen kepada para pemegang saham. Bursa Efek Indonesia menghadapi permasalahan karena sejumlah emiten tidak memberikan dividen yang seharusnya menjadi hak para pemegang saham minoritas. Dari 81 perusahaan yang sudah tercatat di bursa, setidaknya 42 emiten tidak membagikan dividen sama sekali, sementara hanya 21 emiten yang konsisten membagikannya, dan 18 lainnya hanya memberikan dividen pada tahuntahun tertentu. Selain itu, sekitar 10 emiten hanya membagikan dividen di bawah Rp10 per saham, sedangkan 21 emiten memberikan dividen antara Rp10 hingga Rp100 per lembar. Ada pula 7 emiten yang menyalurkan dividen dalam kisaran Rp100 hingga Rp1. 000 per saham, dan hanya 1 emiten yang memberikan dividen lebih dari Rp1. 000 per saham. Menurut M. Alfatih. Wakil Presiden Samuel Securities, berpendapat bahwa beberapa emiten tampaknya hanya membagikan dividen sekadar untuk memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Bapepam, sementara perusahaan yang sudah memiliki posisi kuat justru cenderung memberikan dividen dalam jumlah yang relatif kecil. Jika tren ini terus berlanjut, maka harapan investor untuk memperoleh pendapatan dari dividen menjadi semakin sulit. Akibatnya, investor hanya dapat mengandalkan capital gain, yang tidak mudah untuk Sektor Industri Barang dan Konsumsi merupakan salah satu sektor penting dalam perekonomian Indonesia yang menghasilkan berbagai kebutuhan harian, termasuk makanan, minuman, produk perawatan diri, serta barang-barang rumah tangga. Permintaan atas produk ini relatif stabil karena bersifat esensial dan rutin digunakan, bahkan saat kondisi ekonomi melemah. Karakteristik tersebut membuat sektor industri barang dan konsumsi relatif tahan terhadap fluktuasi ekonomi, dengan arus kas yang stabil dan keuntungan yang konsisten tiap tahunnya. Kondisi ini memungkinkan perusahaan di sektor tersebut untuk membagikan dividen secara rutin. Pemilihan periode 2021Ae2024 didasarkan pada kondisi ekonomi pasca pandemi COVID-19, di mana perusahaan berada dalam tahap pemulihan, menghadapi perubahan daya beli masyarakat, dan menyesuaikan strategi bisnisnya. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi kebijakan dividen adalah kinerja keuangan perusahaan yang diperoleh dari laporan keuangan melalui analisis rasio keuangan. Beberapa rasio yang berperan dalam menentukan kebijakan dividen meliputi profitabilitas, solvabilitas, dan Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 306 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Maulana. Citradika Tabel 1 Rata-rata Profitabilitas. Solvabilitas. Likuiditas dan Kebijakan Dividen Sektor Industri Barang Konsumsi Profitabilitas (ROA %) 10,44 9,82 11,90 Solvabilitas ( DAR %) 37,56 36,71 33,13 Likuiditas ( CR ) 2,61 2,72 3,23 Kebijakan Dividen (DPR%) 42,30 49,56 45,63 Sumber: Data diolah 12,29 32,98 2,55 46,37 Berdasarkan Tabel 1. 1 diatas, terlihat bahwa terdapat beberapa fenomena yang terjadi dalam perusahaan sektor industri barang konsumsi yang mengalami fluktuatif pada pembagian dividen setiap tahunnya. Profitabilitas, solvabilitas dan likuiditas juga mengalami kenaikan dan penurunan sriap tahun. Tabel 2 Research Gap Peneliti Temuan Research Gap : (Adib dan Fitria 2. Profitabilitas memiliki pengaruh Terdapat perbedaan pendapat negatif terhadap kebijakan dividen. pengaruh profitabilitas terhadap (Hidayat. Profitabilitas berpengaruh positif kebijakan dividen Hermuningsih, dan terhadap kebijakan dividen. Maulida 2. Gap : (Hanum. Febriyanto. Solvabilitas memiliki pengaruh Terdapat perbedaan pendapat dan Japlani 2. negatif terhadap kebijakan dividen. pengaruh solvabilitas terhadap kebijakan dividen (Gusti 2. Solvabilitas berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen. Gap : (Hanum. Febriyanto. Likuiditas Terdapat perbedaan pendapat dan Japlani 2. negatif terhadap kebijakan dividen. pengaruh likuiditas terhadap (Hidayat. Likuiditas berpengaruh kebijakan dividen Hermuningsih, dan terhadap kebijakan dividen. Maulida 2. Sumber : . ikumpulkan dari berbagai jurna. Penelitian ini menggunakan teori dari Agency Theory yang merupakan hubungan terikat antara dua pihak, yaitu agen . dan principal . emilik perusahaa. Bentuk kontrak yang terjadi bisa dalam bentuk kontrak kerja, seperti antara pemilik perusahaan dan top manajer, ataupun kontrak pinjaman, seperti antara manajemen perusahaan dan pemberi pinjaman (Fadjrih Asyik 2. Pengaruh Profitabilitas terhadap Kebijakan Dividen Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari kegiatan operasionalnya. Semakin tinggi tingkat profitabilitas suatu perusahaan menunjukkan kemampuan yang lebih besar dalam membagikan dividen kepada pemegang saham. Dividen merupakan salah satu indikator penting yang diperhatikan investor dalam menilai kinerja serta prospek suatu perusahaan. Berdasarkan Agency Theory, perusahaan adalah kontrak antara agen . dan principal . emegang saha. Agen . mempunyai kewenangan dalam pengelolaan perusahaan, akan tetapi tidak selalu bertindak sesuai dengan kepentingan principal. Konflik keagenan terjadi karena adanya perbedaan kepentingan, dimana agen cenderung ingin mempertahankan laba perusahaan untuk kepentingan pribadi, seperti memperluas kekuasaan. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 307 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Maulana. Citradika mengejar bonus, dan memperbesar aset perusahaan. Dalam keadaan ini, pembagian dividen dapat digunakan sebagai kontrol untuk membatasi ruang gerak manajer. Ketika perusahaan mempunyai nilai profitabilitas yang tinggi maka manajer mempunyai kapasitas lebih untuk membagikan dividen. Pembagian dividen tersebut akan mengurangi kas yang dimiliki perusahaan, sehingga hal ini dapat mengurangi penyalahgunaan dana dan akan mengurangi konflik keagenan. Oleh karena itu, profitabilitas yang tinggi mendorong perusahaan untuk membagikan dividen sebagai upaya untuk menghindari konflik antara agen dan principal. Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Hanum. Febriyanto, dan Japlani . Hidayat. Hermuningsih, dan Maulida . dan Andi Sartika Juniarmita . menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap kebijakan dividen. Maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah : H1 : Profitabilitas berpengaruh positif signifikan terhadap kebijakan dividen Pengaruh Solvabilitas terhadap Kebijakan Dividen Solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjangnya, yang biasanya diukur melalui perbandingan antara total hutang dengan total Tingkat solvabilitas yang tinggi menunjukkan ketergantungan besar perusahaan terhadap pendanaan eksternal, terutama utang. Beban utang yang tinggi dapat membatasi fleksibilitas keuangan perusahaan, termasuk dalam hal pembagian dividen kepada pemegang saham. Dalam konteks kebijakan dividen, tingginya tingkat solvabilitas menjadi pertimbangan penting bagi manajemen karena perusahaan harus memastikan ketersediaan dana untuk kewajiban pembayaran bunga dan pokok utang terlebih dahulu sebelum membagikan laba kepada investor. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk menahan laba guna memperkuat posisi keuangannya dan mengurangi tingkat risiko gagal bayar. Oleh sebab itu, perusahaan dengan tingkat solvabilitas yang tinggi cenderung mengurangi pembagian dividen agar dapat menjaga stabilitas keuangan jangka panjang. Berdasarkan Agency Theory, konflik keagenan tidak hanya terjadi antara manajemen dan pemegang saham, namun juga antara pemegang saham dan kreditur. Perusahaan dengan tingkat utang yang tinggi maka akan lebih berhati-hati dalam mengalokasikan keuangan perusahaan karena harus memprioritaskan kewajiban utangnya. Hal tersebut berdampak pada menurunnya kemampuan perusahaan dalam membagikan dividen kepada pemegang saham. Dalam perspektif konflik keagenan, beban utang yang tinggi akan meningkatkan pengawasan dari pihak kreditur, yang akan mendorong perusahaan untuk menahan labanya sebagai jaminan keamanan bagi utang jangka panjangnya. Kebijakan perusahaan untuk tidak membagikan dividen juga dapat menjadi bentuk perlindungan terhadap perusahaan agar struktur keuangan perusahaan tidak semakin Dalam hal tersebut semakin tinggi tingkat solvabilitas maka akan semakin besar tekanan yang dialami perusahaan, sehingga pembagian dividen akan dikurangi sebagai upaya menjaga stabilitas keuangan perusahaan. Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Putu Susanthi Widyana Putri dan I Wayan Gde Wahyu Purna Anggara . Marcelin dan Gantino . dan Mardiyanti dan Indrati . menyatakan bahwa solvabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap kebijakan dividen. Maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah : H2 : Solvabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap kebijakan dividen Pengaruh Likuiditas terhadap Kebijakan Dividen Likuiditas mencerminkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan memanfaatkan aset lancar yang dimiliki. Perusahaan dengan likuiditas tinggi memiliki cadangan kas yang memadai untuk mendukung kegiatan operasional serta memenuhi kewajiban finansial lainnya, termasuk pembayaran dividen. Dalam konteks kebijakan dividen, tingkat likuiditas memegang peran penting karena menunjukan kapasitas perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Likuiditas yang baik menunjukkan tersedianya dana yang Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 308 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Maulana. Citradika memadai, sehingga perusahaan dapat membagikan dividen tanpa mengganggu kelancaran operasional maupun stabilitas keuangannya. Dalam perspektif Agency Theory apabila suatu perusahaan berada dalam kondisi likuiditas yang baik maka perusahaan akan lebih fleksibel dalam membagikan dividen tanpa mengganggu kinerja operasionalnya. Pembagian dividen merupakan alat penting untuk mengurangi konflik keagenan antara manajer dan pemegang saham. Ketika manajer mempunyai akses terhadap kas dalam jumlah yang besar maka risiko konflik keagenan dapat meningkat karena manajer bisa saja menyalahgunakan kas tersebut dengan tidak sesuai kepentingan pemegang saham. Karena hal itu, dividen dapat menjadi alat yang memaksa manajer mendistribusikan kelebihan kas kepada pemilik saham. Semakin tinggi likuiditas perusahaan maka akan semakin kuat dorongan dari pemegang saham agar perusahaan dapat membagikan dividennya sebagai cara mengendalikan kebijakan keuangan manajer. Oleh karenanya, likuiditas yang tinggi cenderung mendukung perusahaan untuk membagikan dividen karena dapat berperan dalam mengurangi potensi penyalahgunaan dana oleh manajer dan dapat menyelaraskan kepentingan antara manajer dan pemegang saham. Hasil penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Hidayat. Hermuningsih, dan Maulida . Andi Sartika Juniarmita . dan Tehresia et al. menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap kebijakan dividen. Maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah : H3 : Likuiditas berpengaruh positif signifikan terhadap kebijakan dividen METODE Penelitian ini adalah penelitian kausal dengan objek perusahaan sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2021-2024. Populasi pada penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2021-2024 sejumlah 275 perusahaan, dengan metode penarikan sampel yaitu purposive sampling. Kriteria yang ditetapkan adalah: Perusahaan manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2024. Perusahaan manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang menerbitkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia periode 2021-2024. Perusahaan manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi yang memiliki data yang dibutuhkan untuk penelitian periode 2021-2024. Berdasarkan kriteria terebut, didapat sampel sebanyak 78 data. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kebiajakan dividen yang diukur menggunakan DPR. Variabel independen terdapat ptofitabilitas yang diukur menggunakan ROA, solvabilitas diukuran menggunakan DAR dan likuiditas diukur menggunakan CR. Teknis analisis menggunakan uji asumsi klasik: uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas. uji fit dan analisis regresi linier berganda. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil pengujian olah data, data yang digunakan dalam penelitian sebanyak 78 Sehingga data lolos uji normalitas, uji autokorelasi, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas dan uji fit model. Pada analisis regresi linier berganda didapat hasil sebagai berikut: Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 309 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Maulana. Citradika Tabel 3 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Unstandardized Standardized Model Coeffients Coeffients Std. Error Beta (Constan. Profitabilitas Solvabilitas Likuiditas Sumber : Data diolah 2025. Sig. Berdasarkan tabel 1, persamaan regresinya adalah: Y = Y = 0. 447X1 0. 137X2 0. 048X3 e Hasil dari pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan dividen menunjukkan bahwa variabel Profitabilitas memiliki nilai Sig. 002 lebih kecil dari 0. 05 dan nilai t hitung sebesar 3. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa variabel Profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kebijakan Dividen, maka hipotesis diterima. Sejalan dengan Agency Theory, yang menyatakan bahwa pembagian dividen dipandang sebagai mekanisme pengendalian guna meminimalkan konflik keagenan antara manajemen dan pemegang saham. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang tinggi memiliki kemampuan keuangan yang lebih besar untuk membagikan keuntungan kepada para pemegang saham. Selain itu, pembagian dividen juga membantu mengurangi jumlah dana kas yang berada dibawah kendali manajer, sehingga memperkecil kemungkinan terjadinya tindakan Dengan demikian, profitabilitas menjadi faktor utama dalam mendorong pembagian dividen, karena secara keuangan perusahaan mampu melakukannya, dan secara teori, pembagian dividen dapat mengurangi potensi penyalahgunaan dana oleh pihak manajer. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hanum. Febriyanto, dan Japlani . Hidayat. Hermuningsih, dan Maulida . dan Andi Sartika Juniarmita . yang menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen. Hasil dari pengaruh solvabilitas terhadap kebijakan dividen menunjukkan bahwa variabel Solvabilitas memiliki nilai Sig. 331 lebih besar dari 0. 05 dan nilai t hitung sebesar 0. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa variabel Solvabilitas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kebijakan Dividen, maka hipotesis ditolak. Berkaitan dengan Agency Theory. Perusahaan dengan tingkat solvabilitas yang tinggi menunjukkan ketergantungan yang besar terhadap pembiayaan eksternal atau pinjaman dalam mendanai asetnya. sedangkan perusahaan dengan solvabilitas rendah cenderung menggunakan dana dari modal sendiri untuk membiayai aset yang dimiliki. Ketika perusahaan memiliki tingkat utang yang tinggi, kreditur secara tidak langsung ikut mengawasi kebijakan keuangan perusahaan, termasuk kebijakan pembagian dividen. Dalam hal ini manajemen mungkin terdorong untuk tetap membagikan dividen sebagai wujud kedisiplinan finansial, guna mempertahankan kepercayaan investor serta menunjukkan bahwa perusahaan mampu menangani kewajiban utangnya dengan baik. Akan tetapi, ketika solvabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen, hal ini menunjukan bahwa tingkat solvabilitas bukanlah satu-satunya pertimbangan utama manajemen dalam menetapkan kebijakan dividen. Faktor lain seperti arus kas dari aktivitas operasional, strategi ekspansi perusahaan, atau struktur utang jangka panjang kemungkinan memiliki pengaruh yang lebih besar dalam menentukan kebijakan dividen. Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Putu Susanthi Widyana Putri dan I Wayan Gde Wahyu Purna Anggara . Marcelin dan Gantino . dan Mardiyanti dan Indrati . yang menyatakan bahwa solvabilitas berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kebijakan dividen. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal | 310 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Maulana. Citradika Namun, penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Gusti . yang menunjukkan bahwa solvabilitas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kebijakan dividen. Hasil dari pengaruh likuiditas terhadap kebijakan dividen menunjukkan bahwa variabel Likuiditas memiliki nilai Sig. 751 lebih besar dari 0. 05 dan nilai t hitung sebesar 0. Hasil tersebut dapat diartikan bahwa variabel Likuiditas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Kebijakan Dividen, maka hipotesis ditolak. Dalam perspektif Agency Theory, perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas tinggi cenderung lebih mampu dalam membayar dividen, dan ini dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk mengurangi konflik antara manajemen dan pemegang saham. Nilai likuiditas yang positif menunjukkan bahwa nilai aktiva lebih besar daripada nilai hutang lancar sehingga perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Apabila suatu perusahaan mampu memenuhi kewajibannya maka dapat dikatakan bahwa perusahaan sedang dalam keadaan likuid dimana semakin likuid perusahaan maka perusahaan mengalami resiko kesulitan dalam membagikan Dividen yang semakin kecil. Akan tetapi, ketika likuiditas tidak berpengaruh signifikan terhadap kebijakan dividen, hal ini menunjukan bahwa manajemen tidak selalu menjadikan likuiditas sebagai pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan dividen. Perusahaan mungkin memilih untuk mempertahankan dana kas sebagai cadangan guna mendukung rencana investasi atau menghadapi ketidakpastian, seperti fluktuasi kondisi pasar maupun ekonomi. Hal ini menunjukan bahwa kebijakan dividen lebih didasarkan pada strategi dari pada sekadar ketersediaan kas jangka Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hidayat. Hermuningsih, dan Maulida . Andi Sartika Juniarmita . dan Tehresia et al. yang menyatakan bahwa likuiditas berpengaruh positif dan signifikan terhadap kebijakan dividen. Namun, penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Prayogo et al. yang menunjukkan bahwa likuiditas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kebijakan dividen. KESIMPULAN Berdasarkan hasil uji hipotesis, dapat disimpulkan hipotesis yang diterima adalah variabel profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel kebijakan dividen. Sedangkan pada uji hipotesis ke-2 dan ke-3 ditolak karena variabel solvabilitas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap variabel kebijakan dividen. dan variabel likuiditas juga berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap variabel kebijakan dividen. Hasil penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, bahwa penelitian ini dilakukan dengan keadaan perekonomian di dunia khususnya di Indonesia yang dilanda kesulitan pasca pendemi COVID-19 periode 2021 hingga 2024, sehingga terdapat data perusahaan tidak masuk dalam kriteria Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas tahun penelitian, atau menambahkan variabel baru lainnya yang memiliki pengaruh terhadap kebijakan dividen dan menambahkan atau mengganti objek penelitian. Daftar Pustaka