Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 015 Ae 020 EDUKASI PERTOLONGAN KEGAWATDARURATAN ANAK AUTIS di RUMAH PADA GURU DAN ORANG TUA Aida Minropa1. Ilham Akerda Eddyul 2 . Lola Despitasari 3 1 Prodi D i Keperawatan/Universitas Mercubaktijaya 2 Prodi D i Terapi Wicara/Universitas Mercubaktijaya 3 Prodi S1 Keperawatan/Universitas Mercubaktijaya E-mail korespondensi: aidaminropa3@gmail. Abstrak Latar Belakang Anak autis mengalami beberapa masalah seperti sulit berkomunikasi, mengungkapkan emosi, gangguan perilaku, interaksi sosial, sensori interaksi. Masalah ini dapat meneyebabkan terjadinya cedera. Kejadian ini sering terjadi di rumah. Orang tua belum mengetahui tentang cara mengatasi kejadian ini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pertolongan pertama kegawatadaruratan akibat cedera pada anak autis di rumah. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk melakukan peningkatan pengetahuan orang tua melalui edukasi pertolongan pertama kegawatdaruratan akibat cedera anak autis di rumah. Metode: Metode pelaksanaan yaitu melakukan edukasi kepada guru dan orang tua anak autis yang melaksanakan terapi di Sekolah Khusus Autisma Yayasan Pengembangan Potensi Anak (YPPA) Padang. Kegiatan dilaksanakan tanggal 17 Desember 2024. Kegiatan diawali dengan pemberian edukasi tentang pertolongan pertama kegawatdaruratan kemudian dilanjutkan dengan simulasi pertolongan pertama kegawatdaruratan yang bisa di rumah. Sasaran pada kegiatan ini adalah guru dan orang tua anak autis di SLB YPPA Padang. Hasil: Kegiatan Pengabdian dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2024, yang di hadiri oleh 13 Saat dilakukan edukasi peserta mengikuti dengan baik dan berpartisipasi aktif. Setelah edukasi semua peserta mengikuti dan mencoba melaksanakan cara pertolongan pertama kegawatadaruratan yang di demonstrasikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat. Kata Kunci: Pertolongan Pertama, kegawatdaruratan, anak autis Abstract Background Autistic children experience several problems such as difficulty communicating, expressing emotions, behavioral disorders, social interaction, sensory interaction. This problem can cause This incident often occurs at home. Parents do not yet know how to deal with this incident. This community service activity focuses on emergency first aid due to injuries to autistic children at home. The purpose of implementing this community service is to increase parental knowledge through education on emergency first aid due to injuries to autistic children at home. Method: The implementation method is to educate teachers and parents of autistic children who are undergoing therapy at the Autism Special School of the Child Potential Development Foundation (YPPA) Padang. The activity was carried out on December 17, 2024. The activity began with providing education on emergency first aid and then continued with a simulation of emergency first aid that can be done at home. The target of this activity is teachers and parents of autistic children at the YPPA Padang Special School. Results: The Community Service Activity was carried out on December 17, 2024, attended by 13 During the education, participants followed well and actively participated. After the ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 015 - 020 education, all participants followed and tried to carry out the emergency first aid methods demonstrated by the community service team. Keywords: First Aid, emergency, autistic children Pendahuluan Seorang anak dikatakan autis jika mengalami keterlambatan pada perkembangan perilaku, interaksi, komunikasi. Keterlambatan ini menyebakan anak autis mengalami sulitnya dalam berkomunikasi, mengungkapkan emosi, gangguan perilaku, interaksi social, sensori interaksi (Yuwono, 2. Hal ini sering terlihat anak autis lebih mudah marah, berteriak, menangis, gulingguling, lempar barang, menyakiti orang lain seperti memukul, mencubit, menendang dan menggigit serta menyakiti diri sendiri . enggigit tangannya, memukul kepala bahkan sampai mencari beton untuk membenturkan kepalany. Anak autis juga mengalami kesulitan memproses informasi sensorik seperti sentuhan, suara, dan Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kecelakaan dan cedera, seperti terjatuh, tersandung, atau terbentur benda (Handojo, 2. Perilaku berulang adalah karakteristik umum anak autis dan dapat mencakup hal-hal seperti mengepakkan tangan, memutar, atau mengayun ke depan dan ke Perilaku tersebut dapat meningkatkan risiko cedera, seperti memar, terpotong, atau patah tulang, terutama jika terjadi di lingkungan yang tidak aman (Mahmud, 2. Selain itu, individu dengan autisme mungkin mengalami kesulitan memahami isyarat dan aturan sosial, yang dapat menyebabkan perilaku berisiko. Misalnya, anak autis mungkin tidak memahami bahaya berlari ke jalan atau memanjat furniture (Prasetyono, 2. Perilaku yang dialami oleh anak autis diatas beresiko menyebabkan terjadinya cedera bahkan kematian. Cedera ini menyebabkan terjadinya keadaan gawatdarurat pada anak autis. Angka Dari kematian individu dengan autis, 28 % disebabkan oleh Dan 40 % kasus cedera itu terjadi di rumah (WHO,2. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Afis Dwi Anto di Yogyakarta yang mendapatkan hasil bahwa 73% mengalami cedera di rumah. Di kota Padang terdapat 36 sekolah luar biasa yang memberikan pelayanan kepada anak berkebutuhan khusus, 4 diantara sekolah luar biasa termasuk memberikan pelayanan khusus pada anak Autis. Sekolah Luar Biasa (SLB) Khusus Autis Yayasan Pengembangan Potensi Anak (YPPA) merupakan salah satu sekolah luar biasa yang memberikan pelayanan kepada anak autis. YPPA memberikan layanan 58 orang anak autis, 39 diantaraya mengalami perilaku yang berisiko, cedera yang bisa mengalami kondisi gawat darurat di rumah. Wawancara awal yang dilakukan pada orang mengatakan bahwa anak nya sering mengalami kondisi cedera yang mengakibatkan kondisi gawat darurat di rumah. Hal ini dapat membuat orang tua cemas dan sering merasa tidak aman. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 015 - 020 Metode Pelaksanaan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di SLB YPPA Padang dengan metode pelaksanaan sebagai berikut : Tabel 1. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Kegiatan Rincian kegiatan Hari/tanggal Waktu 1 Penyusunan Persamaan persepsi 10 Desember 09. dengan anggota TIM WIB pengabdi terkait dengan materi edukasi. kegawatdaruratan akibat 2. Pembagian tim kerja cedera anak autis di yaitu tim buku panduan, materi edukasi dan penyusun laporan dan luaran 2 Mempersiapkan alat Mempersiapkan pertama pertolongan pertama Desember WIB kegawatdaruratan akibat kegawatdaruratan akibat 2024 3 Koordinasi Tim pengabdi akan 11 Desember 09. mendatangi SLB YPPA WIB untuk koordinasi dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Tim pengabdi akan mempersiapkan segala kebutuhan untuk pengabdian kepada 4 Pelaksanaan Pengabdian 1. Regitrasi perserta 17 Desember 09. Kepada Masyarakat dengan mendata nama, 30Wib peserta selama 10 menit. kegawatdaruratan akibat 2. Pemberian kegawatdaruratan yang bisa terjadi pada anak autis di rumah. Simulasikan penenganan sederhana kegawatdaruratan yang bisa terjadi pada anak autis di rumah. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 015 - 020 Evaluasi hasil bersama Evaluasi program tim dam mitra Menyusun laporan dan 20 Desember 10. WIB Memonitoring dan 23 Desember keberlanjutan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dilakukan Bersama SLB YPPA Padang Monitoring dan Evaluasi Hasil Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 17 Desember 2024 yang dihadiri oleh 13 orang guru dan orang tua anak autis yang direnacakan 15 orang dengan tahapan sebagai berikut: Persiapan Persiapan kepanitiaan yang terdiri dari dosen dan mahasiswa Prodi D i Keperawatan Fakultas Kesehatan dan sains Universitas Mercubaktijaya yang berjumlah 6 orang. Tim telah menyusun proposal pengabdian masyarakat dan menentukan pembagian tanggung jawab dalam mempersiapkan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Pelaksanaan Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 17 Maret 2024 yang dimulai pada jam 09. 00 Ae 11. 30 WIB, dengan rincian sebagai berikut: Jumlah peserta yang hadir sebanyak 13 . ,7%) orang guru dan orang tua anak autis, ada 2 orang lansia yang berhalangan hadir karena ada kegiatan Registrasi peserta dengan mendata nama, umur dan alamat peserta berlangsung dari jam 08. 30 Ae 09. 00 WIB. Kegiatan edukasi tentang pertolongan pertama kegawatdaruratan yang bisa terjadi pada anak autis di rumah berlangsung dari jam 09. 00 Ae 10. 30 WIB. Tanya jawab dengan peserta dilaksanakan dari jam 10. 30 Ae 11. 00 WIB. Ada 8 . ,5%) orang yang bertanya tentang materi edukasi. Pertanyaan yang diajukan meliputi tentang mengapa contoh kasus gawatdarurat pada anak autis, cara pertolongan pertama kegawatdaruratan pada autis di rumah serta kasus mana yang bisa ditangani di rumah dan kasus mana yang harus di bawa di rumah sakit. Pelaksanaan simulasi pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan pada anak autis di rumah selama 30 menit dari jam 11. 00 Ae 11. 30 WIB ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 015 - 020 Gambar 1. Pemberian edukasi kepada guru dan orang tua Diskusi Peserta kegiatan pengabdian yang hadir saat diadakan kegiatan ini meyatakan bahwa sudah bertambahnya pengetahaun tentang pertolongan pertama kegawatdaruratan pada autis di rumah. Perserta kegiatan juga menyatakan mau melakukan pertolongan pertama jika ada kejadian kegawatdaruratan apada anaknya di Cedera pada anak autis adalah hal yang perlu diperhatikan dengan serius. Cedera serius dan penanganan yang tidak tepat pada anak autis menyebabkan kecacatan dan Setiap tahun, puluhan juta anak autis membutuhkan perawatan karena cedera non-fatal, bahkan banyak diantaranya mengalami cacat seumur hidup. Setengah dari seluruh kematian akibatcedera yang tidak disengaja disebabkan oleh cedera lalu lintas dan tenggelam. (WHO, 2. Salah satu pencegahan dalam mengurangi dampak dari cedera ini adalah dengan memberikan pengetahuan mengenai penanganan dan pertolongan pertama pada kegawatandaruratan yang alami anaka autis kepada orang Karena waktu anak autis lebih banyak di rumah bersama orang tuanya. Berdasarakan hasil wawancara dengan kepala SLB YPPA, 80 % anak utis masih mengalami gangguan emosi dan gangguan perilaku sehingga beresiko untuk mengalami Oleh karena itu, agar orang tua bisa mengatasi kegawatdarutan akibat cedera di rumah perlu dilukanya edukasi tentang cara penanganan sederhana kegawatdaruratan akibat cedera pada anak. Pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada kegawatdaruratan akibat ini bertujuan cedera untuk mengurang resiko bahaya yang terjadi sebelum mendapatkan perawatan oleh petugas kesehatan. Menurut hasil penelitian Hatimah . ada hubungan yang sangat erat antara pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada cedera yang menimpa anak dengan kejadian keparahan cedera. Hal ini dilatar belakangi dengan pertolongan yang cepat dan tepat pada cedera yang dialami maka resiko terjadinya keparahan pada cedera akan berkurang. Zakiya . menyebutkan bahwa pengetahuan mengenai pertolongan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 015 - 020 pertama kegawatdaruratan kepada orang tua akan mempengaruhi tindakan yang akan dilakukan oleh orang tua tersebut ketika cedera terjadi. Dari uraian yang telah dinyatakan sebelumnya maka pemberian pengetahuan mengenai pertolongan pertama pada cedera yang dialami oleh anak autis yang dilakukan dalam pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan orang tua dalam penanganan pertama yang dapat diberikan pada siswa sebelum mendapatkan perawatan di pelayanan Kesimpulan dan Saran Setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat dilihat perserta kegiatan dapat memahami penyuluhan tentang pertolongan pertama pada kegawatdaruratan pada autis di rumah. Perserta juga sudah bisa melakukan pertolongan pertama secara sederhana pada kasus kegawatdaruratan yang bisa terjadi pada anaka autis di rumah. Diharapkan nanti peserta dapat memahami dan dapat melakukan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan anak autis di rumah sehingga anak autis tidak mengalami komplikasi Ucapan Terimakasih