Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 Konsep Dasar Penyusunan Hipotesis dan Kajian Teori dalam Penelitian Hamdani1. Halimatus SaAodiyah2 Institut Agama Islam Negeri Madura Email: daniebarberbelo@gmail. com and sadiyahhalimatus10@yahoo. Abstract One of the mandatory tasks for students is to carry out research. Research can be said to be successful if the student understands every element in research subsections such as theoretical studies and hypotheses and is able to complete it in accordance with the regulations for scientific writing at each higher education institution where the student studies. The aim of this research is to find out the meaning, benefits and use of theoretical studies and hypotheses in research. The results of this research show that: . the definition of theoretical studies is a collection of theories or theoretical points taken from relevant sources in order to serve as the main reference for the phenomenon or problem being raised, while the definition of a hypothesis itself is an answer that is temporary in nature. needs to be tested for truth, . The benefit of theoretical studies can be a reference in developing research, can be a reference in determining criteria or as material for verifying research results, while the benefit of having a hypothesis is that it can provide direction in determining or interpreting data, can be a reference for procedures about what that must be done and collected and is useful in order to draw conclusions. The steps for studying theory and hypotheses are the same, namely by reading a lot and studying research, only in determining the theoretical study it must be formulated with the problem/phenomenon being raised. Keywords: Concept. Preparation. Theory Study. Hypothesis. PENDAHULUAN Salah satu perwujudan mahasiswa ideal terbentuk atas haknya dalam mememuhi segala tuntutan perguruan tinggi yang telah diatur dalam tridarma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian, sehingga apabila individu menyatakan dirinya sebagai seorang mahasiswa, maka tentunya harus memenuhi dan melalui tiga tuntutan tersebut. Dalam konteks penelitian, masih banyak ditemukan mahasiswa-mahasiswa yang tidak paham terhadap apa itu penelitian, apa saja yang harus terpenuhi dalam penelitian, apa saja komponen subbab penelitian, terkhusus pada subbab kajian teori dan hipotesis, ini merupakan suatu hal yang sangat Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 memprihatinkan ditengah-tengah perguruan tinggi, sebab setiap komponen penelitian tersebut mempunyai fungsi tertentu, berkesinambungan antar sub yang demikian harus dipahami bagi mahasiswa guna melahirkan penenlitian yang baik dan benar. Kepahaman mahasiswa dalam memahami setiap subbab penelitian akan memperkuat eksistesi pendidikan sebagai pembentukan insan yang berkualitas (Adiebia et al. , 2. Dalam melakukan research, kajian teori dan hipotesis merupakan bagian terpenting yang harus terpenuhi dalam penelitian. Adanya kajian teori yaitu menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah penelitian yang dilakukan (Surahman et al. , 2. , pertimbangan dan penentuan yang dimaksud mengarah kepada bisa atau tidaknya suatu penelitian dilakukan, terlebih kajian teori juga menjadi kompas mau dikemanakan arah dari penelitian yang dilakukan (Nizamuddin et al. , 2. Selain dari pada itu, bagian terpenting pula dalam suatu penelitian adalah hipotesis, istilah ini sangat umum dalam penelitian kuantitatif, namun keberadaannya sangat menunjang terhadap research yang mana hipotesis berguna dalam rangka menjawab pertanyaan penelitian yang nantinya menjadi acuan saat mengumpulkan data (Yam & Taufik. Kedua subbab tersebut (Kajian Teori dan Hipotesi. mempunyai privillage tersendiri apabila dilihat dari fungsi dan kegunaannya dalam penelitian, baik itu penelitian dalam bentuk skripsi, tesis, jurnal. PKM dan penelitian lainnya. Hipotesis sebagai kegiatan pembuktian kebenaran terhadap sebuah jawaban telah dijelaskan dalam Al-Quran sebagaimana Surah Al-furqan ayat 53: Uo U AN a aI eE U a AI e a eO UA U A aA aA a A aO a aA ca AI a e a U acOa e UA a AaOA A acOA AI a a eEa e a Oe aIA e AN aO acEA a AE aOe aI aNA a AaOA U AN a a eA Artinya: AuDialah yang membiarkan dua laut mengalir . yang ini tawar serta segar dan yang lain sangat asin lagi pahit. dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembusAy. Fenomena air tersebut ditemukan 14 abad kemudian sejak diturunkannya Al-Quran oleh Conote Angelita di Meksiko yaitu dikedalaman 35 meter, beliau menemukan bahwa memang terdapat air suangai dan air laut yang berdampingan yang dibatasi oleh kabut dan dinding yang memisahkan juga terdapat pohon dan bukit di air sungai tersebut (Robbi et al. , 2. Berdasarkan fenomena tersebut menunjukkan bahwa terdapat hipotesis yang dijelaskan oleh Allah dalam AlQuran serta dapat terbukti kebenarannya dalam dunia. Penelitian tentang kajian teori dan hipotesis telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya sebagaimana penelitian (Yam & Taufik, 2. yang meneliti tentang pemahaman hipotesis menurut literature. Fika Sundari Siregar. Nurzakyah Almawaddah dan M. Fatih Rosi Panjaitan yang meneliti tentang penggunaan hipotesis komparatif pada penelitian pendidikan. Dalam (Aina & Bashori, 2. , melakukan penelitian tentang teori, konsep asumsi dan hipotesis dalam penelitian Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 sosial keagamaan. Penelitian tersebut secara mendasar hanya dilakukan secara terpisah antara penelitian tentang kajian teori dan penelitian tentang hipotesis. Sebagai bentuk pengembangan pada penelitian sebelumnya, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedua-duanya yang akan dirumuskan kedua istilah tersebut dan penggunaannya dalam melakukan penelitian. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif analisis. Dengan menggunakan metode studi pustaka . ibrary researc. Studi Pustaka adalah serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan pengumpulan data dan pustaka, membaca, mencatat serta mengolah bahan penelitian (Zed, 2. Adapun sumber dalam penelitian ini yaitu menggunakan dua sumber, diantaranya sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah literatur yang menjelaskan tentang kajian teori dan hioptesis. Sedangkan sumber data sekunder yaitu berupa pencatatan sumber data pendukung yang diperoleh dari literature baik itu berupa buku, jurnal, skripsi dan sumber-sumber lain yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan pembahasan dalam penelitian. Tahap analisis dalam penelitian ini yaitu menggunakan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Diharapkan penelitian ini dapat memperoleh data-data yang dibutuhkan sesuai dengan pedoman yang telah ditentukan dalam penelitian ini. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan rumusan yang telah diuraikan maka dalam penelitian ini ada beberapa hal yang akan dikaji: . Pengertian kajian teori dan hipotesis, . Manfaat kajian teori dan hipotesis, dan . langkah-langkah Penggunaan kajian teori dan hipotesis dalam penelitian. Pengertian Kajian Teori dan Hipotesis Kajian teori dan hipotesis dalam penelitian merupakan sesuatu yang berbeda namun keduanya memiliki keterkaitan yang sangat erat. Kajian teori adalah suatu konsep dalam rangka menyusun hipotesis, sebagai pembuktian terhadap teori sebelumya, upaya membangun, mengembangkan serta menghasilkan teori. Kajian teori ini mempunyai isi dari kajian-kajian literatur baik berupa ringkasan-ringkasan . asar teori, prinsip, huku. , perpaduan teori literatur, evaluasi pada penelitian sebelumnya atau sistesis yang mempunyai keterkaitan pada masalah yang dikaji (Abdullah et al. , 2. Menurut Amruddin dkk, mengatakan bahwa kajian pustaka/teori adalah sekumpulan teori yang diambil dari refrensi yang nantinya akan menjadi dasar penelitian dan dalam rangka menyusun penelitian ilmiah, adanya kajian teori sebagai suatu informasi mengenai hasil yang diperoleh oleh peneliti sebelumnya yang medukung/berkaitan terhadap penelitian yang sedang dilakukan, sehingga adanya kajian teori ini untuk membantu dan Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 menyelesaikan masalah yang dilakukan berdasarkan kerterkaitan masalah yang ingin dipecahkan (Amruddin et al. , 2. Berdasarkan pandangan diatas maka dapat dipahami bahwa yang dimaksud dengan kajian teori adalah sebuah landasan yang bersumber dari berbagai refrensi yang valid baik berupa buku, artikel, jurnal, skripsi, tesis, dan literatur lain yang mendukung dan berkaitan dengan konteks tema yang sedang diteliti. Kajian teori menempati kedudukan yang sangat strategis dan penelitian, umumnya berada pada bab kedua setelah pendahuluan dalam bidang karya ilmiah berbentuk skripsi ataupun tesis, dalam bidang jurnal ataupun artikel sebagian juga memberikan ruang bab khusus untuk perumusan kajian teori, adapula yang yang diletakkan bersamaan dilatar belakang dan adapula yang tidak menggunakan subbab khusus, tergantung templet dari masing-masing lembaga jurnal/artikel yang akan diterbitkan. Berbeda dengan hipotesis, hipotesis adalah susunan dua kata yaitu hupo dan thesis, hupo mempunyai arti Ausementara atau lemah kebenarannyaAy sedangkan kata thesis sendiri memiliki arti pernyataan/teori, dengan demikian maka pengertian hipotesis ini adalah pernyataan sementara yang nantinya perlu dilakukan uji kebenarannya (Syamsul et al. , 2. Menurut Karimuddin, hipotesis ini adalah sebuah dugaan yang sifatnya sementara terhadap masah yang diangkat, karena jawaban tersebut hanya dilandaskan kepada teori yang valid ataupun terhadap logika berfikir yang belum dibuktikan kebanarannya berdasarkan fakta-fakta dilapangan (Abdullah et al. Menurut Rizka Zulfikar dkk, mengatakan bahwa yang dimaksud dengan hipotesis adalah dugaan/ramalan atas permsalahan yang diteliti. Mengingat sifatnya yang sementara, maka pelu untuk diuji dan dicari tau kebenarannya yaitu dengan menggunakan dengan data yang telah diolah dalam analisis statistik, ketika dugaan tersebut ternyata benar, maka bisa disebut dengan teori (Zulfikar et al. , 2. Menurut Amruddin, hipotesis adalah sebuah jawaban sementara pada suatu masalah yang mana dibutuhkan uji kebenaran secara empirik, hipotesis ini sebagai pernyataan hubungan dari apa yang sedang dicari dan dipelajari pada suatu masalah, sehingga hipotesis ini bisa dikatakan sebagai keterangan yang masih diramalkan dari hubungan fenomena yang kompleks, maka tidak salah apabila perumusan hipotesis ini menjadi penting pada penelitian (Amruddin et al. , 2. Berdasarkan pemaparan diatas maka bisa disimpulkan bahwa istilah hipotesis mempunyai makna yang sangat sederhana yaitu Aujawaban sementaraAy. Audugaan atas hasil penelitianAy ataupun Auperkiraan pasca pengujianAy, sehingga hipotesis ini menjadi sesuatu yang penting yang harus dipaparkan dalam penelitian guna menghasilkan penelitian yang baik serta bisa membangun teori apabila perumusan hipotesis tersebut dinyatakan benar. Bisa disebut hipotesis apabila telah memenuhi persyaratan ataupun ciri-ciri dari hipotesis itu sendiri, menurut sebagaimana dikutip dari soesilo mengatakan bahwa: Hipotesis berbentuk sebuah declarative statement . alimat pernyataa. dan bukan kalimat pertanyaan, pernytaan yang disampaikan dalam hipotesis sebagai anggapan dari hasil kajian teori yang diambil/digunakan. Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 Perumusan hipotesis oleh peneliti harus konsisten dan tidak berubah-ubah dari subtansi hipotesisnya, oleh sebab itu setiap peneliti diharuskan untuk melakukan kajian mendalam terhadap kajian teori yang diambil sebagai landasan penyusunan hipotesis. Dalam katagori penelitian eksperimen, hipotesis diisi pernyatan tentang suatu efektifitas, perbedaan variabel ke variabel yang lainnya, dan minimal ada dua variabel yang diteliti Dugaan jawaban yang dikemukakan harus bisa diuji . Didalamnya tidak hanya menjelaskan tentang suatu cara ataupun tekhnik pengukuran, tetapi juga harus ada penjelasan mengenai tekhnik yang akan digunakan dalam proses pengujian hipotesis itu sendiri (Syamsul et al. , 2. Hipotesis ini berbeda dengan rumusan masalah, dimana isi dari hipotesis itu adalah kebalikan dari rumusan masalah . ernyataan bukan pertanyaa. , jadi tidak semestinya dalam subab hipotesis diisi dengan pertanyaan. Kemudian, yang tidak kalah penting bahwa dalam merumuskan hipotesis, dimana setiap peneliti harus mempunyai rasa konsisten terhadap dugaan atas masalah yang diangkat pada penelitiannya, bahkan ketika dugaan tersebut ternyata tidak sesuai dengan hasil pada penelitian tersebut tidak akan mempunyai imbas terhadap personal . , karena penelitian itu sifatnya benar, bukan dibuat-buat meskipun tidak sesuai dengan harapan atau dugaan awal. Oleh sebab itu, dalam melakukan research dibutuhkan jiwa kejujuran khususnya terhadap perolehan data yang sesuai dengan keadan/kejadian yang sebenarbenarnya. Tidak hanya itu, dalam penelitian kuantitatif pada khususnya, peneliti setidaknya mempunyai dua variabel yang nantinya akan diuji, yang akan dibandingkan atau dihubungkan sehingga mendapati hasil baru dari penelitian yang dilakukan. Pandangan yang sama juga disampaikan oleh Syafrida yang mendeskripsikan bahwa kritereia hipotesis ini ada dua: . Berbentuk pernyataan atas hubungan dua variabel, . Sebagai dasar yang jelas dalam kegiatan pengujian dua varibael tersebut (Sahir, 2. gagasan tersebut sangatlah mendukung terhadap pernyataan sebelumnya, bahwa hipotesis ini sebagai suatu pernyataan awal dalam menghubungkan variabel penelitian serta sebagai acuan awal sebelum pengujian penelitian itu dilakukan. Dalam sudut pandang tersebut, maka hipotesis ini sangatlah penting dalam sebuah penelitian sebagai logika berfikir pertama sebelum menemukan hasil dari penelitian yang dilakukan. Manfaat Kajian Teori dan Hipotesis Dalam Penelitian Pada setiap komponen subbab penelitian khususnya kajian teori dan hipotesis mempunyai manfaat tersendiri pada terselesianya penelitian, semua komponen penelitian mempunyai hubungan antara subbab satu dengan subbab yang lainnya, kajian teori sebagai landasan penelitian dapat menjadi acuan tentang bagaimana langkah yang akan dilakukan, tentang Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 bagaimana pengambilan gambaran atas hasil dari penelitian yang akan dilakukan dan manfaatmanfaat lainnya. Manfaat kajian teori sebelumnya telah dijelaskan, sebagaimana Amruddin, dkk, mengatakan bahwa terdapat tiga manfaat adanya kajian teori, dinataranya: . Bisa dimanfaatkan sebagai suatu landasan pada pengembangan percobaan penelitian, adanya kajian teori ini maka peneliti akan mendapatkan pnadangan terhadap solusi yang berbentu teori pendukung serta dapat berguna dalam menentukan hipotesis yang memiliki landasan kuat. Bermanfaat dalam membuat atau menentukan suatu kriteria, seperti dalam penelitian evaluasi misalnya, dimana kriteria yang diambil dimulai dari pembentukan pernyataan yang sumbernya dari kajian teori. Kriteria ini seperti halnya bentuk kebrhasilan ataupun kegagalan pada sasasaran program tertentu, serta dibuat kesimpulan sebagaimana kajian teori yang digunakan. Kajian teori juga bermanfaat dalam rangka memverifikasi kajian pustaka dengan hasil dari penelitian, atau apabila disederhanakan hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti harus dibandingkan dengan teori yang digunakan ataupun teori sebelumnya, dalam upaya verifikasi tersebut maka akan mendapati kesimpulan yang baik terhadap penelitian yang dilakukan (Amruddin et al. , 2. Maka tidak salah apabila kajian teori ini merupakan bagian dari penelitian, karena kedudukannya sangalah dibutuhkan sebagai dasar dari penelitian selanjutnya. Adanya manfaat tersebut sebenarnya menunjukkan bahwa kajian teori sangatlah penting, penting yang dimaksud bahwa segala hasilpun pada akhirnya akan dikaitkan dengan teori yang ada, terlebih terselainya sebuah penelitian selain karena harus adanya fenomena dan fakta dilapangan, juga harus terdapat refrensi atau kajian teori guna mendukung pada penelitian yang sedang dilakukan, tanpa adanya kajian teori mmustahil sebuah penelitian itu bisa dilaksanakan. Selain dari manfaat kajian teori, dalam hal ini akan juga dijelaskan mengenai manfaat hipotesis, perumusan hipotesis dilakukan dalam penelitian kuantitatif, ini karena sifat dari kuantitatif itu sendiri yang dimaksudkan untuk menguji hipotesis, demikian berbeda dengan kualitatif yang tidak dirumuskan hipotesis, namun diharapkan dapat menemukan hipotesis ataupun teori (Machali, 2. Hipotesis sebagai dugaan atas hasil dari jawaban penelitian juga merupakan sesuatu yang penting dan dibutuhkan dibidang penelitian kuantitatif. Menurut Syafirida Hafni Sahir, bahwa kegunaan hipotesis diantanya: . , mempunyai kekuatan yang jelas, . , memiliki pernyataan hubungan antar variabel, . dapat dilakukan pengujian, . sejalan dengan pengetahuan, . pendeskrisiannya jelas dan sederhana (Sahir, 2. Pandangan tersebut merupakan kegunaan hipotesis dalam penelitian, sebab ketika sebuah hipotesis tidak bisa diuji, tidak bersifat pernyataan, ataupun tidak memiliki hubungan antar variabel, maka itu akan menghambat terhadap penelitian serta akan mengakibatkan penelitian yang dilakukan tidak objektif sebagaimana aturan yang berlaku dalam penelitian kuantitatif. Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 Selanjutnya dalam pandangan Ade Heyana, mengungkapkan bahwa manfaat adanya hipotesis penelitian adalah: . Penelitian yang memiliki hipotesis yang kuat merupakan petunjuk bahwa peneliti telah mempunyai cukup pengetahuan untuk melakukan penelitian tersebut . Memberikan arah pada pengumpulan dan penafsiran data . Memberi petunjuk tentang prosedur apa saja yang harus diikuti dan jenis data seperti apa yang harus dikumpulkan, dan . Memberikan kerangka dalam rangka melaporkan kesimpulan penelitian (Heryana, 2. Langkah Penyusunan Hipotesis dan Kajian Teori Dalam Penelitian Suatu penelitian tidak akan berjalan apabila peneliti tidak mengetahui bagaimana penerapan ataupun langkah-langkah penggunaan setiap unsur dari penelitian itu sendiri, dengan kata lain bahwa penerapan unsur dalam itu perlu untuk diketahui dalam rangka kesempurnaan dan kesesuaian penelitian yang baik dan ideal menurut standart karya ilmiah. Dalam hal ini akan dirumuskan bagaimana langkah-langkah penyusunan kajian teori dan hipotesis dalam penelitian sebagai acuan terhadap para peneliti dalam membuat sebuah penelitian. Dalam pola penyusunan kajian teori, dalam hal ini telah dijelaskan oleh Amruddin, beliau memberikan pandangan yaitu sebagai berikut: . Peneliti perlu mempersiapkan butir-butir yang informasi yang akan diambil dari kajian pustaka, . mempersiapkan tatacara mengumpulkan informasi, . Mencari informasi sebanyak-banyaknya dari literature sebagai bahan kepustakaan, baik itu dari sumber cetak ataupun non cetak. Terlebih Amruddin juga menyampaikan tentang cara yang lebih mudah dalam penyusunan kajian teori, dimana disarankan kepada para peneliti, maka ada beberapa hal yang patut diperhatikan, dinatanya: . mencari kajian keputskaan yang sesuai dengan masalah penelitian, . melakukan urutan rencana tentang pencarian teori serta penulisan pencarian, dan . menekankan kajian teori yang diambil yang berkaitan dengan masalah yang sedang diangkat (Amruddin et al. , 2. Misal masalah yang dikaji tentang kenakalan remaja, maka peneliti diharpkan mencari kajian-kajian yang berkaitan, seperti pengertian kenakalan remaja, faktor kenakalan remaja, bagaimana solusi kenakalan remaja dan lain-lain. Artinya, penyusunan kajian teori ini tidak boleh jauh dengan masalah penelitian, sebab nantinya hasil dari penelitiannya juga akan disesuaikan dengan teori yang digunakan, oleh sebab itu pada penyusunan kajian teori, peneliti harus benar-benar memastikan bahwa refrensi yang dikutip berdasarkan fenomena yang sedang ditrliti. Dalam menentukan hipotesis tidak semata-mata dugaan tiba-tiba atau mengikuti asumsi peneliti atau menggunakan ilmu mungkin . eungkin begini, mungkin begitu, mungkin karena in. meskipun asumsi tersebut sekalipun bisa menjadi tolak ukur dalam hasil penelitiannya nantinya, namun hipotsis ini berwawal dari landasan teori/telaah teori yang sebelumnya Menurut Dodiet Aditya Setyawan menjelaskan bahwa dalam membuat hipotesis bisa dengan dilakukan melalui dua cara: . Dengan cara membaca dan mereview . elaah ulan. suatu Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 teori ataupun konsep yang arah pembahsannya tentang variabel penelitian dan mempunyai hubungan dengan proses berfikir duduktif, . membaca ataupun meelaah penelitian sebelumnya yang sama dengan permsalahan yang diangkat. Atinya, hipotesis ini merupakan turunan dari teori/kajian pustaka sehingga mendapat jawaban yang sementara pada masalah penelitian, yang dalam hal ini akan dilanjutkan dengan proses pengujian dengan berbagai tekhnik dan cara sehingga mendapati hasil dari pengujian tersebut (Setyawan, 2. Kemudian dalam konteks penyusunan hipotesis, maka ada hal-hal yang perlu dilakukan seperti halnya: Merumuskan hipotesis (Ho dan H. Menentukan tes statistik apa yang digunakan Menetapkan siginifikan penelitian . isalnya 1%, 5%, atau 10%) Melakukan perhitungan seperti dengan menggunakan program SPSS Menarik kesimpulan (Priyono, 2. Pada proses penelitian, adanya hipotesis bukan untuk dibuktikan melaikan untuk diuji, pengujian hipotesis yaitu dengan cara mengumpulkan data-data lalu dianalisis berdasarkan tekhnik yang ditentukan, hasilnya pun bisa berupa penerimaan ataupun penolakan pada dugaan yang diajukan sebelumnya, sebuha hipotesis bisa diterima apabila data dan fakta yang terkumpul memberikan pengaruh terhadap dugaan awal, dengan demikian hipotesis itu dinyatakan ditolak apabila fakta ataupun data yang digunakan tidaklah menunjang, atau justru akan memunculkan sebaliknya dari pernyaan hipotesis yang bersangkutan (Ridhahani, 2. Artinya, tidak selamnya dugaan awal itu akan mendapati hasil yang sama dengan hasil penelitian, karena demikian akan diketahui saat penelitian atau data tersebut telah diuji, maka setelah pengujian itulah hipotesis dapat dibuktikan kebenarannya atau justru gugur tidak selaras dengan hasil yang diapatkan. SIMPULAN Berdasarkan pembahasan yang telah diuraikan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa: . pengertian kajian teori adalah bahan rujukan sebagai sumber dalam memunculkan hipotesis dan pengujian keabsahan hasil penelitian dengan teori yang digunakan, sedangkan hipotesis adalah dugaan sementara yang perlu untuk diujikan kebenarannya, . Kajian teori dan hipotesis mempunyai manfaat yang siginifikan terhadap terselesainya penelitian, seperti bisa menjadi acuan, pandangan dalam melakukan penelitian dan semacamnya, dan . langkah penerapan kajian teori adalah dengan proses review dan banyak membaca kajian yang sama ataupun dari penelitian yang sebelumnya telah dilakukan dengan orang lain, berbeda dengan hipotesis yang mana cara merumsukan juga didasarkan pada kajian pustaka, begitupun dengan dalam proses menentukan hipotesis. Vol 2. No. 2, 2025 pp. DOI: https://doi. org/10. 52620/jls. ISSN 3031-9439 DAFTAR PUSTAKA