Vol. No. September 2024 e-ISSN 2723-0120 p-ISSN 2828-3511 Pengaruh Mutasi Kerja. Beban Kerja. Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Di Kantor Bpjs Ketenagakerjaan Cabang Depok. Bogor Cileungsi Dan Bogor Kota Asri Fatimah1*. Susanti Widhiastuti2 Universitas Ipwija. Jakarta. Indonesia asrifatimah02@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari variabel Mutasi Keria dan Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening di DI Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok. Bogor Cileungsi Dan Bogor Kota. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis kuantitatif. Persepsi responden merupakan data kualitatif yang akan diukur dengan suatu skala sehingga hasilnya berbentuk angka. Selanjutnya angka atau skor tersebut diolah dengan metode statistik. Model penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis regresi untuk menguji hipotesis yang diajukan digunakan teknik path analysis . nalisis jalu. menggunakan program SPSS 25. Pengambilan sampel mengunakan metode slovin yang menghasilkan sampel sebanyak 76 orang yang digunakan sebagai responden. Uji vang dilakukan untuk menguji instrumen penelitian adalah uji validitas, uji reliabilitas dan uji asumsi klasik. Uji Multi Kolinieritas. Uji Heterokedastisitas dan Uji Analivis Jalur (Path Analsy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutasi kerja, beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja, mutasi kerja dan kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kineria karvawan sementara itu beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kincria karvawan. Mutasi kerja dan Beban Kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening. Kata kunci: Mutasi Kerja. Beban Kerja. Kepuasan Kerja dan Kinerja Karyawan. Abstract This study aims to analyze the effect of Keria Mutation and Workload variables on Employee Performance with Job Satisfaction as an Intervening Variable in BPJS Employment Offices Depok Branch. Bogor Cileungsi and Bogor City. In this study using quantitative analysis methods. The perception of respondents is qualitative data that will be measured on a scale so that the results are in the form of numbers. Furthermore, the number or score is processed by statistical methods. Furthermore, the number or score is processed by statistical methods. The research model to be used in this study is a regression analysis model to test the proposed hypothesis using path analysis techniques using the SPSS 25. 0 program. Sampling using the slovin method resulted in a sample of 76 people used as respondents. The tests carried out to test research instruments are validity tests, reliability tests and classical assumption tests. Multi Collinearity Tests. Heterokedasticity Tests and Path Analysis Tests. The results showed that work mutation, workload had a significant effect on job satisfaction, job mutation and job satisfaction had a significant effect on kineria karvawan while workload did not have a significant effect on kincria karvawan. Work mutation and Workload no effect employee performance through job satisfaction as an intervening variable. Keywords: Job Mutation. Workload. Job Satisfaction and Employee Performance. PENDAHULUAN Seiring dengan era globalisasi yang semakin berkembang saat ini, seluruh perusahaan harus mampu beradaptasi agar mampu bertahan dan mampu mencapai tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya. Supaya perusahaan dapat terus bertahan di masyarakat, maka sangatlah penting bagi sebuah perusahaan untuk memiliki sumber daya manusia (SDM) yang Setiap perusahaan membutuhkan kinerja karyawan yang memiliki kinerja yang baik agar dapat memberikan hasil kerja yang maksimal agar tujuan perusahaan tercapai baik jangka pendek maupun jangka panjang. Kinerja karyawan adalah perilaku nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai perannya dalam sebuah instansi perusahaan. Copyright A 2024 pada penulis Asri Fatimah, et al. Pengaruh Mutasi Kerja. Beban Kerja. Hal: 255-267 Kinerja karyawan yang baik adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam upaya sebuah instansi perusahaan untuk meningkatkan produktivitas. Kinerja seorang karyawan dalam sebuah instansi perusahaan merupakan hal yang bersifat individual, karena setiap karyawan mempunyai tingkat kemampuan yang berbeda-beda dalam mengerjakan tugasnya. Dalam mengelola karyawan atau sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki oleh suatu perusahaan, bermacam macam masalah akan sering terjadi, contohnya kinerja karyawan yang kurang baik dan tidak tepat sasaran atau terus menurun yang dapat menjadi suatu hambatan dalam mengelola sumber daya manusia. Dalam perusahaan kinerja karyawan selalu diharapkan baik kualitas dan kuantitasnya. Untuk mendapatkan hasil kinerja karyawan yang maksimal maka harus diawali dengan penetapan tujuan perusahaan yang baik. Mutasi kerja sangat penting dalam meningkatkan kinerja karyawan, karena dengan adanya mutasi kerja setiapkaryawan dipacu untuk bekerja dengan lebih baik dengan harapan suatu saat ia akan memperoleh jabatan yang lebih baik pula. Berkaitan dengan mutasi kerja maka seharusnya seorang pemimpin mampu untuk memberikan pemahaman kepada bawahan agar dapat mengembangkan diri secara optimal. Seseorang akan terus berupaya untuk mengembangkan kompetensi diri untuk mencapai jalur karier yang diharapkannya dengan memperhatikan rasionalitas target yang harus dicapai agar setiap orang yang akan diangkat dalam jabatan yang lebih tinggi tidak merasa terdapat perlakuan yang tidak adil dalam proses mutasi dalam suatu pekerjaan. Aspek kemampuan individu yang dilatarbelakangi oleh pengalaman dan ketrampilan yang dimiliki, motivasi dan komitmen yang kuat untuk menyelesaikan pekerjaan hingga tuntas, serta etika moral yang berkaitan dengan kejujuran, disiplin dan tanggungjawab terhadap terlaksananya suatu pekerjaan dapat menjadi pertimbangan. Fenomena di atas sering menimbulkan masalah kepegawaian antara lain rasa tidak senang dengan pejabat yang diangkat karena merasa pengangkatan tersebut tidak adil. Rasa tidak senang ini sering kali berakibat pada menurunnya tingkat kerjasama dengan pejabat yang bersangkutan sehingga akhirnya pekerjaan yang menjadi tanggung jawab bersama antara pegawai dengan pejabat lain menjadi kurang baik Selain itu sering ada rasa kurang puas dari pegawai yang lain yang akhirnya berakibat pada menurunnya prestasi kerja. Mutasi merupakan kegiatan ketenagakerjaan yang berhubungan dengan proses pemindahan fungsi, tanggung jawab dan status ketenagakerjaan tenaga kerja ke situasi tertentu dengan tujuan agar tenaga kerja yang bersangkutan memperoleh kepuasan kerja yang mendalam dan dapat memberikan prestasi kerja yang semaksimal mungkin kepada organisasi. Penelitian tentang mutasi kerja yang dilakukan oleh Anggraini Husain . Jauhar, dkk . dan Runtuwene . yang menyatakan bahwa mutasi kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan sedangkan berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Nuraini dkk . menyatakan mutasi kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Faktor lain yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah beban kerja. Beban kerja juga perlu dipertimbangkan dalam meningkatkan komitmen organisasi dan meningkatkan semangat kerja. Beban kerja merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan oleh setiap organisasi, karena beban kerja salah satu yang dapat mempengaruhi semangat kerja. Teknik analisis beban kerja . orkload analysi. memerlukan penggunaan rasio atau pedoman staf standar untuk menentukan kebutuhan personalia. Penelitian yang dilakukan oleh Sri Susilowati . Ryani Dhyan . dan Fernando dkk . menyatakan bahwa beban kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan, sedangkan berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Nabawi . dan Jannah. Rona Fil . menyatakan bahwa beban kerja tidak berpengaruh terhadap terhadap kinerja Hal lain yang mempengaruhi kinerja karyawan adalah kepuasan kerja. Sebagaimana didefinisikan, kepuasan kerja adalah terpenuhi atau tidaknya keinginan terhadap pekerjaan (Timmreck, 2. Kepuasan kerja karyawan berhubungan dengan harapan pegawai terhadap atasan, rekan kerja, dan terhadap pekerjaan itu sendiri. Bila dalam lingkungan kerja, karyawan Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 tidak mendapatkan apa yang diharapkan seperti peluang promosi yang adil, pendapatan yang baik, rekan kerja, dan atasan yang menyenangkan, serta kepuasan terhadap pekerjaan itu sendiri, maka kinerja karyawan akan buruk. Pembahasan tentang kepuasan kerja karyawan tidak bisa dilepaskan dari kenyataan bahwa kepuasan kerja karyawan dapat dicapai apabila semua harapannya dapat dipenuhi dalam melaksanakan 5 tugas pekerjaannya. Kepuasan kerja merupakan refleksi dari perasaan dan sikap individu terhadap pekerjaannya, yang merupakan interaksi antara yang bersangkutan dengan lingkungan kerjanya. Luthan . menyatakan ada lima faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja yaitu: penghasilan, rekan kerja, kesempatan berkembang, pekerjaan itu sendiri, serta supervisor. Rutinitas menjalankan kegiatan yang serupa dalam waktu yang cukup panjang dapat menurunkan motivasi kerja karyawan sehingga akan berujung merosotnya produktivitas yang Salah satu upaya manajemen untuk membangkitkan kembali motivasi kerja karyawan yaitu dengan cara merancang ulang pekerjaan atau job redesign, serta membuat tugas-tugas lebih menarik disertai pemberian imbalan (Mc Kenna, 1. Imbalan tidak hanya berupa imbalan ekstrinsik yang berhubungan dengan motivasi kerja misalnya bonus, komisi, pembagian laba, melainkan juga hal-hal yang berkaitan dengan imbalan intrinsik atau imbalan non finansial yang dapat memuaskan kerja karyawan, misalnya kesempatan untuk mengembangkan karier, pemberian tanggung jawab, pengakuan atas prestasi (Mc Kenna. Individu dengan kepuasan kerja diharapkan akan mengeluarkan seluruh kemampuan dan energi yang dimiliki untuk menyelesaikan pekerjaan, sehingga dapat menghasilkan kinerja yang optimal bagi perusahaan. Ini menunjukkan bahwa kepuasan kerja selain sebagai variabel bebas juga dapat sebagai variabel tidak bebas . Penelitian yang dilakukan oleh Garaika G . menyatakan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja, sedangkan berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Farid Hidayat . yang menyatakan kepuasan kerja tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan. BPJS Ketenagakerjaan merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang Jaminan Sosial Tenaga Kerja tidak hanya memiliki program untuk bermanfaat bagi karyawan dan perusahaan tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian bagi kesejahteraan masyarakat. BPJS ketenagakerjaan yang merupakan salah satu badan hukum publik di Indonesia yang bertugas menyelenggarakan jaminan sosial untuk seluruh tenaga kerja di Indonesia. Visi BPJS Ketenagakerjaan adalah menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial kebanggan bangsa, yang amanah, bertata kelola baik serta unggul dalam operasional dan pelayanan. Pemberian manfaat yang digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja peserta BPJS Ketenagakerjaan dan atau keluarganya, serta membantu badan atau unit usaha yang mempunyai keterkaitan langsung dengan peningkatan kesejahteraan pekerja. Untuk mencapai visi tersebut, harus dimulai dari sumber daya manusia yang ada di BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut dikarenakan sumber daya merupakan salah satu hal terpenting di sebuah Sumber daya manusia yang memiliki kualitas dan kinerja yang baik akan menghasilkan kinerja yang berkualitas pula dalam pencapaian target yang telah ditentukan. Sebuah perusahaan tidak akan berhasil mencapai tujuannya jika karyawan tidak bekerja dengan baik dan optimal. Sumber daya manusia merupakan aspek penting dalam perusahaan. BPJS Ketenagakerjaan harus mampu mempersiapkan SDM (Sumber Daya Manusi. yang handal untuk memenuhi ekspektasi publik untuk memberikan pelayanan terbaik kepada pesertanya. Hasil observasi yang dilakukan peneliti pada BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa mutasi kerja yang dilakukan tanpa mempertimbangkan lokasi keluarga karyawan sangat mempengaruhi semangat kerja dan produktivitas karyawan sehingga kinerja karyawan Copyright A 2024 pada penulis Asri Fatimah, et al. Pengaruh Mutasi Kerja. Beban Kerja. Hal: 255-267 Selanjutnya peneliti juga menemukan permasalahan dalam beban kerja yang tinggi yang dialami oleh karyawan sangat mempengaruhi kinerja karyawan dalam melakukan aktivitas pekerjaan sehingga target perusahaan akan sulit tercapai. Berdasarkan dari berbagai latar belakang masalah diatas dan adanya gap dari penelitian sebelumnya maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian dan mengambil judul AuPengaruh Mutasi Kerja. Beban Kerja. Terhadap Kinerja Karyawan Dengan Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok. Bogor Cileungsi Dan Bogor KotaAy. METODE Metode penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif yang menyelidiki pengaruh mutasi kerja dan beban kerja terhadap kinerja karyawan di beberapa cabang BPJS Ketenagakerjaan, dengan jumlah sample sebanyak 76 karyawan. Proses ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang signifikan dalam peningkatan efektivitas kinerja. Penelitian dilaksanakan melalui distribusi kuesioner yang dirancang untuk mengumpulkan persepsi karyawan terkait variabel-variabel yang diteliti, memanfaatkan teknik statistik untuk analisis data yang memungkinkan pemahaman mendalam terhadap dinamika yang ada. Selanjutnya, analisis regresi dan path analysis digunakan untuk mengeksplorasi hubungan sebab akibat antara variabel-variabel yang terlibat. Dengan memahami bagaimana mutasi kerja dan beban kerja mempengaruhi kepuasan dan kinerja karyawan, organisasi dapat merancang intervensi yang lebih efektif. Hasil penelitian diharapkan menyediakan bukti empiris yang mendukung strategi manajemen sumber daya manusia dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih mendukung, meningkatkan kepuasan kerja, dan akhirnya, kinerja Hasil dari penelitian ini berpotensi memberikan kontribusi signifikan bagi kebijakan internal BPJS Ketenagakerjaan. Dengan mengevaluasi pengaruh langsung dan tidak langsung dari mutasi kerja dan beban kerja terhadap kinerja, penelitian ini memberikan panduan untuk pengambilan keputusan strategis dalam manajemen sumber daya manusia. Lebih lanjut, temuan ini dapat mendorong pengembangan kebijakan yang tidak hanya fokus pada pencapaian target organisasi tetapi juga pada kesejahteraan dan pengembangan karyawan, yang pada akhirnya akan meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi secara keseluruhan. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Normalitas Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah didalam model regresi, variabel bebas . dan variabel terikat . terdistribusikan secara normal atau tidak. Apabila nilai signifikasi . lebih besar dari 0,05 maka data tersebut dianggap berdistribusi normal dan sebaliknya. Tabel 1. Nilai Kolmogorov -Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters a. Mean Most Extreme Differences Std. Deviation Absolute Positive Negative Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal Calculated from data Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai Kolmogorov -Smirnov = 0,790 dengan Asymp. Sig = 0,561 lebih besar dari 0,05 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa data yang diuji berdistribusi normal. Tabel 2. Hasil Pengujian Multi-Kolinieritas Variabel Collinearity Keterangan Statistic Tollerance VIF Mutasi Kerja (X. Beban Kerja (X. Kepuasan Kerja (Y) Tidak terjadi multikonlinearitas Tidak terjadi multikonlinearitas Tidak terjadi multikonlinearitas Sumber : data diolah 2023 hasil dari uji multikolinieritas menunjukan bahwa semua variable memiliki nilai tolerance diatas 0,1 dan nilai VIF dibawah 10 yang artinya tidak terjadi multikolineritas. Data tersebut tidak memiliki korelasi antara variable bebas. Dari hasil output pada tabel 4. 13 diatas dapat dilihat bahwa nilai VIF pada semua variabel bebas lebih kecil drai 10, sedangkan nilai toleransi semua variabel bebas lebih besar dari 0,1 atau 10% yang artinya tidak terjadi korelasi antar variabel bebas yang nilainya lebih dari 90%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa masing-masing variabel tidak terjadi multikonlinearitas dan uji multikonlinearitas terpenuhi. Analisa Jalur Model Pertama Pada uji analisa jalur model pertama, variable kinerja karyawan dalam persamaan ini dikeluarkan dari model tersusun untuk mendapatkan nilai beta baru dari variabel X 1 dan X2 yang signifikan terhadap Y. Setelah variabel Z, kinerja karyawan dalam persamaan pertama dikeluarkan mendapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Uji Regresi X1 dan X2 terhadap Y (Model Pertam. Model Summary Std. Error of the Model R Square Adjusted R Square Estimate Predictors: (Constan. Beban Kerja. Mutasi Kerja ANOVA Model Sum of Squares Regression Residual Total Dependent Variable: Kepuasan kerja Predictors: (Constan. Beban Kerja. Mutasi Kerja Mean Square Sig. Coefficients Unstandardized Std. Error Coefficients B 1 (Constan. Mutasi Kerja Beban Kerja Dependent Variable: Kepuasan kerja Sumber: Lampiran Output Hasil Program SPSS Data diolah, 2023 Model Standardized Coefficients Beta Sig. Copyright A 2024 pada penulis Asri Fatimah, et al. Pengaruh Mutasi Kerja. Beban Kerja. Hal: 255-267 Tabel 4. Tabel X1 dan X2 terhadap Y Variabel Sig Indikator Keterangan Mutasi Kerja (X. Kepuasan (Y) 0,000 < 0,05 Pengaruh Beban Kerja (X. Kepuasan (Y) 0,006 < 0,05 Pengaruh Data diolah, 2023 Bendasarkan tabel 4. 14 dan table 4. 15 di atas, variabel Mutasi Keria (X . berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja (Y). Hal ini dapat dibuktikan bahwa nilai signifikan variabel Mutasi Kerja . lebih kecil dari taraf signifikan yaitu 0,05. Dan variabel Beban Kerja (X . berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Kerja (Y). Hal ini dapat dibuktikan bahwa nilai signifikan variabel Beban Kerja . lebih kecil dari taraf signifikan yaitu 0,05. Hasil uji statistik, dengan bantuan SPSS pada Tabel 4. 2 menunjukan bahwa ada pengaruh secara positif variabel Mutasi Keria (X. terhadap Kepuasan Kerja (Y) dan ada pengaruh Beban Kerja secara positif variabel Beban Kerja (X. terhadap Kepuasan Kerja (Y). Gambar 1. Hasil Diagram Jalur X1 dan X2 terhadap Y (Model Pertama Sumbangan pengaruh Mutasi Kerja (X. terhadap Kepuasan Kerja (Y) bisa diketahui dengan formula . oefisien jalur X. 2 dikuadratkan yaitu . 2 = 0,2401 atau sebesar 24,01 % . Sedangkan besar sumbangan pengaruh dari Beban Kerja (X. terhadap Kepuasan Kerja (Y) adalah . 2 = 0,07236 atau sebesar 7,236 %. Analisa Jalur Model Kedua Pada uji analisa jalur model kedua, persamaan yang tersusun adalah Mutasi Kerja (X . Beban Kerja (X. dan Kepuasan Kerja (Y) terhadap Kinerja Karyawan (Z). Hasil dari persamaan model kedua ini adalah sebagai berikut: Tabel 6. Hasil Uji Regresi X1. X2 dan Y terhadap Z (Model Kedu. Model Summary Adjusted R Std. Error of the Model R Square Square Estimate Predictors: (Constan. Kepuasan Kerja. Beban Kerja. Mutasi Kerja ANOVA Model Sum of Squares Mean Square 1 Regression Residual Total Dependent Variable: Kinerja Karyawan Predictors: (Constan. Kepuasan Kerja. Beban Kerja. Mutasi Kerja Model Unstandardized Coefficients B 1 (Constan. Tax and Business Journal Sig. Coefficients Std. Standardized Error Coefficients Beta Sig. Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 Mutasi Kerja Beban Kerja Kepuasan Kerja Dependent Variable: Kinerja Karyawan Sumber: Lampiran Output Hasil Program SPSS Data diolah, 2023 Tabel 5. Tabel X1. X2. Y terhadap Z Variabel Sig Indikator Keterangan Mutasi Kerja (X. Kinerja (Z) 0,038 < 0,05 Pengaruh Beban Kerja (X. Kinerja (Z) 0,158 > 0,05 Tidak Pengaruh Kepuasan Kerja (Y) Kinerja (Z) 0,004 < 0,05 Pengaruh Data diolah, 2023 Berdasarkan tabel 4. 15 dan 4. 16 diatas, variabel Mutasi Kerja (X . Dan Kepuasan Kerja (Y) berpengaruh signifikan terhadap Z. Hal ini dapat dibuktikan bahwa nilai signifikan variabel Mutasi Kerja . dan Kepuasan Kerja . lebih kecil dari taraf signifikan yaitu 0,05. Sedangkan variabel Beban Kerja (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan (Z). Hal ini dapat dibuktikan bahwa nilai signifikan variabel Beban Kerja . lebih besar dari taraf signifikan yaitu 0,05. Hasil uji statistik, dengan bantuan SPSS pada Tabel 4. menunjukan bahwa ada pengaruh secara positif variabel Mutasi Keria (X . dan Kepuasan Kerja (Y) terhadap Kinerja Karyawan (Z) dan Beban Kerja (X . tidak ada pengaruh secara positif terhadap Kinerja Karyawan (Z). Gambar 2. Hasil Diagram Jalur X1. X2 dan Y terhadap Z (Model Kedu. Pada gambar 4. 8 diatas besar hubungan pengaruh Mutasi Kerja (X. terhadap Kinerja Kerja (Z) bisa diketahui dengan formula (Koefisien jalur X. 2 dikuadratkan yaitu . 0686 atau sebesar 6,86 %. Sedangkan besar sumbangan pengaruh dari Beban Kerja (X. terhadap Kinerja (Z) adalah . A= 0. 0252 atau sebesar 2,52 %. Dan besar sumbangan pengaruh dari Kepuasan Kerja (Y) terhadap kinerja Kerja (Z) adalah . A= 0. 1451 atau sebesar 14,51 %. Gambar 43. Kerangka Teoritis Regresi X1,X2,Y dan Z Copyright A 2024 pada penulis Asri Fatimah, et al. Pengaruh Mutasi Kerja. Beban Kerja. Hal: 255-267 Uj analisis jalur secara umum pada penelitian digunakan untuk menguji apakah ada pengaruh langsung yang diberikan variabel bebas terhadap variabel terikat dan pengaruh tidak langsung yang diberikan variabel bebas melalui intervening terhadap variabel terikat. Persamaan tersusun digunakan untuk mengetahui hubungan antar tiap variabel eksogen dengan endogen. Berdasarkan hasil perhitungan analisis jalur struktur model pertama, kedua dan model ketiga, maka memberikan informasi secara objektif sebagai berikut: Tabel 4. Hasil perhitungan analisis jalur struktur Pengaruh Sig Variabel Langsung Tidak Langsung Total X1 terhadap Y 0,490 0,490 X2 terhadap Y 0,269 X1 terhadap Z 0,038 0,262 0,262 X2 terhadap Z 0,158 . idak si. Y terhadap Z 0,04 0,381 0,381 X1 melalui Y terhadap Z 0,262 0,490 x 0,381 = 0,186 X2 melalui Y terhadap Z 0. 0,159 0,269 x 0,381 = 0,102 0,261 Sumber: Data Diolah,2023 Pengujian Hipotesis Pengujian Hipotesis pada penelitian dengan 2 . variabel independen yang terkait dengan variabel dependen dengan dipengaruhi oleh variabel intervening melalui analisa jalur path (Path Analysi. dilakukan dengan 5 . tahapan yaitu: Pengujian hipotesis H1: Mutasi Kerja (X. terhadap Kepuasan Kerja (Y). Mutasi Kerja (X. berpengaruh secara langsung terhadap kepuasan Kerja (Y) sebesar 0,240 atau 24,00%. Sisanya sebesar 76,00% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini. Secara total besarnya pengaruh langsung Mutasi Kerja (X. terhadap Kepuasan Kerja (Y) adalah 24,00%. Dan sisanya sebesar 76,00% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini. Pengujian hipotesis H2 : Beban Kerja (X. terhadap Kepuasan Kerja (Y). Beban Kerja (X. secara langsung mempengaruhi Kepuasan Kerja (Y) sebesar 0,0723 atau 7,23%. Sisanya sebesar 92. 77% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian Secara total besarnya pengaruh langsung Beban Kerja (X. terhadap Kepuasan Kerja (Y) adalah 7,23%. Dan sisanya sebesar 92. 77% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini. Pengujian hipotesis H3: Mutasi Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Z) Mutasi Kerja (X. berpengaruh secara langsung terhadap Kinerja Karyawan (Z) sebesar 0,068 atau 6,80%. Sisanya sebesar 93,20% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini. Secara total besarnya pengaruh langsung Mutasi Kerja (X . terhadap Kinerja Karyawan (Z) adalah 6,80%. Dan sisanya sebesar 93,20% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini. Pengujian hipotesis H4: Beban Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Z) Beban Kerja (X. tidak berpengaruh secara langsung mempengaruhi Kinerja Kerja Karyawan (Z) berdasarkan perhitungan statistik. Melalui hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai signifikan 0,158 > 0,05 yang berarti hipotesis dalam penelitian ini menerima Ho dan menolak Ha. Pengujian hipotesis H5 : Kepuasan Kerja (Y) terhadap Kinerja Kerja Karyawan (Z) Kepuasan Kerja (Y) secara langsung mempengaruhi Kinerja Kerja Karyawan (Z) sebesar 0,145 atau 14,5%. Sisanya sebesar 85,5% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini. Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 Secara total besarnya pengaruh langsung Kepuasan Kerja (Y) terhadap Kinerja Kerja Karyawan (Z) 14,5%. Sisanya sebesar 85,5% dipengaruhi oleh faktor lain diluar penelitian ini. Pengujian hipotesis H6: Mutasi Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Z) melalui Intervening Kepuasan Kerja (Y) Berdasarkan hasil perhitungan diatas diketahui bahwa nilai pengaruh langsung sebesar 0,262 dan tidak langsung sebesar 0,186 yang berarti bahwa nilai pengaruh tidak langsung lebih kecil dari pada nilai pengaruh secara langsung, hasil ini menunjukan bahwa secara tidak langsung Mutasi Kerja (X . melalui Kepuasan Kerja (Y) tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Kerja Karyawan (Z). Pengujian hipotesis H7: Beban Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Z) melalui Intervening Kepuasan Kerja (Y) Berdasarkan hasil perhitungan diatas diketahui bahwa nilai pengaruh langsung sebesar 0,159 dan tidak langsung sebesar 0,102 yang berarti bahwa nilai pengaruh tidak langsung lebih kecil dari pada nilai pengaruh secara langsung, hasil ini menunjukan bahwa secara tidak langsung Beban Kerja (X. melalui Kepuasan Kerja (Y) tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Kerja Karyawan (Z). Pengukuran variabel penelitian dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang dikembangkan dari indikator pada masing-masing variabel penelitian. Dari hasil uji validitas terhadap masing-masing variabel penelitian ditemukan bahwa seluruh item pertanyaan pada setiap variabel telah valid. Melalui uji reliabilitas ditemukan bahwa seluruh butir pertanyaan yang telah valid pada masing-masing variabel penelitian dapat dibuktikan reliabilitasnya. Karena kuisioner telah valid dan reliabel maka kuisioner penelitian merupakan alat yang handal untuk mengukur masing-masing variabel penelitian. Analisis deskriptif terhadap variabel penelitian menghasilkan temuan yang relatif sama untuk semua variabel penelitian dimana persepsi responden terhadap mutasi kerja, beban kerja, kepuasan kerja, dan kinerja karyawan cenderung baik. Analisis regresi linier ganda telah memenuhi normalitas, tidak terjadi multikolinieritas, tidak terjadi autokorelasi dan tidak terjadi heteroskedastisitas. Persyaratan analisis regresi linier ganda yang terpenuhi menunjukkan bahwa model persamaan regresi linier ganda yang terbentuk telah memenui Unbiased Estimated . idak biasnya estimas. Pengaruh Mutasi Kerja terhadap Kepuasan Kerja Ha1= Mutasi Kerja berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan Kerja. Berdasarkan perhitungan statistik penelitian ini menunjukkan bahwa Mutasi Kerja berpengaruh secara signifikan terhadap Kepuasan Kerja sehingga hipotesis pertama Melalui hasil perhitungan yang telah dilakukan diperoleh nilai signifikansi 0. 05 yang berarti hipotesis dalam penelitian ini menerima Ha dan menolak Ho. Pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa mutasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadapan kepuasan kerja yang artinya bahwa apabila ada peningkatan mutasi kerja maka kepuasan kerja di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok. Bogor Cileungsi dan Bogor Kota meningkat pula. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Parmin P . yang menyatakan bahwa mutasi kerja perangkat desa berpengaruh dengan kepuasan kerja di kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen. Pengaruh Beban Kerja terhadap Kepuasan Kerja. Ha2 = Beban kerja secara signifikan berpengaruh terhadap kepuasan kerja. Berdasarkan perhitungan statistik, hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja sehingga hipotesis kedua diterima. Melalui hasil perhitungan yang telah dilakukan maka diperoleh nilai signifikansi 006 < 0. 05 yang berarti hipotesis dalam penelitian ini menerima Ha dan menolak Ho. Copyright A 2024 pada penulis Asri Fatimah, et al. Pengaruh Mutasi Kerja. Beban Kerja. Hal: 255-267 Pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa beban kerja berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja yang berarti bahwa apabila beban kerja meningkat maka kepuasan kerja akan meningkat juga. Penelitian ini tsejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Dewi Sartika Dg. Malino N . yang menyatakan bahwa beban kerja berpengaruh dengan kepuasan kerja pada pegawai Kantor Pos Indonesia Cabang Makasar Pengaruh Mutasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Ha3 = Mutasi Kerja secara signifikan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan perhitungan statistik, hasil penelitian menunjukan bahwa Mutasi Kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan sehingga hipotesis ketiga diterima Melalui hasil perhitungan yang telah dilakukan maka diperoleh nilai signifikansi 0,038 < 0,05 yang berarti hipotesis dalam penelitian ini menerima Ha dan menolak Ho. Pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa mutasi kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan yang berarti bahwa apabila mutasi kerja pada karyawan ditingkatkan maka kinerja kerja karyawan akan meningkat di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok. Bogor Cileungsi dan Bogor Kota. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Anggraini Husain . yang menyatakan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara mutasi kerja terhadap kinerja karyawan di kantor Camat Suwawa Timur. Pengaruh Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan Ho4 = Beban kerja tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan perhitungan statistik, hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan sehingga hipotesis keempat tidak diterima atau ditolak. Melalui hasil perhitungan yang telah dilakukan maka diperoleh nilai signifikansi 0,158 > 0. 05 yang berarti hipotesis dalam penelitian ini menerima Ho dan menolak Ha. Pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa beban kerja tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok. Bogor Cileungsi dan Bogor Kota. Didalam manajemen sumber daya manusia yang ada di BPJS Ketenagakerjaan sudah dilakukan penataan tata Kelola Man Power Planning (MPP) yang baik untuk setiap unit kerjanya, dengan mempertimbangkan beban kerja disetiap job desk, sehingga beban kerja tidak menjadikan kesulitan bagi setiap karyawan dalam meningkatkan kinerjanya. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Jannah. Rona Fil . yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh positif dan signifikan antara Beban kerja terhadap kinerja karyawan. Pengaruh Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan Ha5 = Kepuasan Kerja tsecara signifikan berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan. Berdasarkan perhitungan statistik, hasil penelitian menunjukan bahwa kepuasan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan sehingga hipotesis kelima diterima. Melalui hasil perhitungan yang telah dilakukan maka diperoleh nilai signifikansi 0. < 0. 05 yang berarti hipotesis dalam penelitian ini menerima Ha dan menolak Ho. Pengujian ini secara statistik membuktikan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan yang berarti bahwa apabila karyawan merasa puas akan pekerjaannya kinerja karyawan tersebut akan meningkat. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Latifah E. Agung S. Rinda R . yang menyatakan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan antara Kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan. Pengaruh Mutasi Kerja terhadap Kinerja Karyawan melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Ho6 = Mutasi Kerja secara signifikan tidak berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening. Berdasarkan perhitungan statistik. Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 5. Nomor 2. Tahun 2024 hasil penelitian menunjukan bahwa mutasi kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan melalui intervening kepuasan kerja, sehingga hipotesis keenam tidak diterima atau ditolak. Kesimpulan dari analisis jalur . ath analysi. bahwa kepuasan kerja tidak mengintervening mutasi kerja terhadap kinerja karyawan. Hal ini mempunyai arti bahwa dengan adanya mutasi karyawan belum tentu karyawan akan merasa puas dan bisa meningkatkan kinerja karyawan di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok. Bogor Cileungsi dan Bogor Kota. Pengaruh Beban Kerja terhadap Kinerja Karyawan melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening Ho7 = Beban Kerja secara signifikan tidak berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Intervening. Berdasarkan perhitungan statistik, hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan melalui intervening kepuasan kerja, sehingga hipotesis ketujuh tidak diterima atau ditolak. Kesimpulan dari analisis jalur . ath analysi. bahwa kepuasan kerja tidak mengintervening beban kerja terhadap kinerja karyawan. Hal ini mempunyai arti bahwa dengan adanya peningkatan beban kerja karyawan belum tentu karyawan akan merasa puas dan bisa meningkatkan kinerja karyawan di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok. Bogor Cileungsi dan Bogor Kota. SIMPULAN Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh Mutasi Kerja, beban Kerja terhadap kinerja karyawan melalui Kepuasan Kerja sebagai variable intervening. Berdasarkan hasil analisa dan pengujian hipotesis yang sudah dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat ditarik kesimpulan dari hasil penelitian yang dilakukan sebagai berikut: Mutasi Kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja pada karyawan BPJS Ketenagakerjaan Depok. Bogor Cileungsi dan Bogor Kota yang berarti bahwa apabila pengelolaan mutasi kerja ditingkatkan maka berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja Beban Kerja berpengaruh terhadap kepuasan kerja pada karyawan BPJS Ketenagakerjaan Depok. Bogor Cileungsi dan Bogor Kota yang berarti bila pengelolaan beban kerja ditingkatkan maka berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan. Mutasi Kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan BPJS Ketenagakerjaan Depok. Bogor Cileungsi dan Bogor Kota yang berarti bahwa apabila pengelolaan mutasi kerja ditingkatkan maka kinerja karyawan akan meningkat. Sebaliknya, apabila pengelolaan mutasi kerja menurun maka kinerja karyawan akan menurun. Beban kerja tidak memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan BPJS Ketenagakerjaan Depok. Bogor Cileungsi dan Bogor Kota yang berarti bahwa apabila tata kelola beban kerja ditingkatkan maka tidak akan berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Kepuasan kerja memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan BPJS Ketenagakerjaan Depok. Bogor Cileungsi dan Bogor Kota yang berarti bahwa apabila kepuasani kerja ditingkatkan maka kinerja kerja karyawan akan meningkat. Sebaliknya, apabila kepuasan kerja rendah maka kinerja karyawan akan menurun. Mutasi kerja melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok. Bogor Cileungsi dan Bogor Kota Beban kerja melalui kepuasan kerja sebagai variabel intervening tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Depok. Bogor Cileungsi dan Bogor Kot. Copyright A 2024 pada penulis Asri Fatimah, et al. Pengaruh Mutasi Kerja. Beban Kerja. Hal: 255-267 DAFTAR PUSTAKA