Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) Volume 9. No 1. Mei 2025 e-ISSN 2580-0531, p-ISSN 2580-0337 DOI: : https://10. 32696/ajpkm. v%vi%i. Sosialisasi Penerapan Teknik Menyimpan pada Materi Pengurangan Untuk Bilangan 20-100 di Sekolah Dasar Zulvia Misykah1. Dinda Widyastika2. Dewi Satika Panggabean3. Muhammad Dekar4. Bulan Nuri5 Universitas Battuta. Medan. Indonesia Universitas Almuslim. Aceh. Indonesia Corespondensi : via. javanese@gmail. 1,2,3,4 Abstrak Matematika adalah materi pembelajaran di jenjang pendidikan yang tidak bisa lepas dalam kegiatan kehidupan manusia, baik kegiatan pribadi maupun kegiatan sosial, kegiatan pribadi seperti kebutuahan melihat jam maupun memasak kue. Sementara kegiatan sosial seperti kegiatan transaksi jual beli dimana pembeli dan penjual harus sama-sama memiliki kemampuan dalam perhitungan penjumlahan dan pengurang, operasi bilangan bulat pengurangan sudah diajarkan sejak kelas II di sekolah dasar. Namun selama proses pembelajaran tidak semudah yang dibayangkan, ada saja terjadi hal-hal yang menghambat tujuan pembelajaran tercapai, seperti materi yang sulit dipahami disebabkan penjelasan guru tidak sampai kepada peserta didik. Hal ini menuntut guru untuk dapat menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di kelas, supaya penjelasa guru bisa dipahami oleh siswa maka dibutuhkan teknik untuk mengajarkan materi pengurangan, teknik ini memisahkan 1 angka dari sebuah bilangan yang kemudian disimpan, dan diakhir proses pengurangan bilangan 1 tadi akan dijumlahkan kembali. Dengan adanya sosialisasi teknik menyimpan ini, diharapkan dapat memudahkan siswa mempelajari materi pengurangan. Kata kunci : Pengurangan. Teknik menyimpan. Matematika Abstract Mathematics is a subject in education that is inseparable from human life, both personal and social Personal activities include needing to tell time or bake a cake. Social activities include buying and selling transactions where both the buyer and seller must have the ability to perform addition and subtraction calculations. Integer subtraction operations are taught from the second grade of elementary school. However, during the learning process, it's not as easy as imagined. there are always things that hinder the achievement of learning goals, such as difficult-to-understand material because the teacher's explanation doesn't reach the students. This requires teachers to be able to solve problems in the classroom. In order for students to understand the teacher's explanations, techniques are needed to teach subtraction. This technique separates 1 digit from a number, which is then stored, and at the end of the subtraction process, the number 1 is added back. With the socialization of this storage technique, it is hoped that it can make it easier for students to learn subtraction material. Keywords: Subtraction. Storage Techniques. Mathematics Submit: Mei 2025 Diterima: Mei 2025 Publish: Mei 2025 Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC-BY-NC-ND 4. Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) PENDAHULUAN Vol. 9 No. Mei 2025 setiap siswa khususnya siswa kelas Siswa kelas II dipandang berada dalam tingkatan kelas rendah. pada saat ini peneliti fokus pada bidang perhitungan yang di dalam dunia pendidikan khususnya disekolah dasar bidang perhitungan masih dibahas pada Pelajaran matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang memiliki kedudukan yang sangat krusial dalam dunia pendidikan kanak-kanak perguruan tinggi. Cockroft Abdurrahman . menjelaskan bahwa matematika perlu diajarkan kepada siswa karena selalu digunakan dalam segala segi kehidupan. Matematika merupakan mata pelajaran yang pasti dan sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari. Matematika juga merupakan sarana komunikasi yang kuat, singkat, jelas, dapat digunakan untuk menyajikan informasi dalam berbagai cara, meningkatkan kemauan berpikir logis, ketelitian, serta memberikan kepuasan terhadap usaha memecahkan masalah yang rumit sekalipun yang berhubungan dengan angka. Secara umum, matematika sering dianggap sulit oleh siswa karena berbagai faktor, termasuk kompleksitas materi dan Tetapi terdapat fakta yang sedikit berbeda ketika peneliti melakukan observasi dan melakukan tanya jawab pada guru kelas II bahwa sebagian besar siswa kelas II masih banyak yang menyukai pelajaran matematika hal ini didukung oleh sikap anak yang sangat antusias belajar, suasana kelas yang nyaman banyak juga media-media pendukung seperti ada poster perkalian, gambar bangun datar serta media lain Satu hal yang peneliti catat, bahwa guru menceritakan sedikit kesulitan untuk mengajarkan konsep pengurangan pada angka 20, 100, dan 1000, dimana anak-anak terlihat bingung karena tidak bisa memahami teknik Berdasarkan hasil observasi di atas, peneliti tertarik untuk melakukan sebuah penelitian dengan menggunakan teknik menyimpan satu angka, peneliti berharap Degeng . alam Faishol, 2. pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan pembelajar. Kegiatan pembelajaran pada dasarnya upaya pengembangan potensi siswa melalui serangkaian kegiatan yang dilaksanakan berkelanjutan untuk mencapai tujuan Belajar adalah proses pengetahuan atau keterampilan baru yang dapat mengubah tingkah laku atau perbuatan mereka, proses ini melibatkan perubahan dalam pola pikir seseorang sebagai hasil dari pengalaman, studi. Belajar adalah aktivitas mental yang dilakukan melalui pendidikan dan pengalaman yang mengasilkan perubahan positif yang berjangka panjang dan mempengaruhi aspek fisik dan psikologis kepribadian sesorang (QurAoani 2. Pembelajaran matematika di SD menuntut guru untuk dapat memilih dan menggunakan teknik yang mampu melibatkan siswa dalam belajar. Kegiatan mengoptimalkan keterlibatan seluruh indra siswa. Saat belajar matematika tidak harus menggunakan hapalan saja, akan tetapi lebih jauh dari itu, penguasaan matematika seperti merumuskan masalah, menghitung, dan membuat kesimpulan perlu didukung kemampuan guru untuk membuat siswa belajar. Menurut Agus Taufiq . bahwa tingkatan dasar merupakan lembaga pendidikan sosial oleh masyarakat secara spesipik untuk diselenggarakan secara sistematis. Tujuan pendidikan dasar yakni kemampuan dasar dan keterampilan dasar membaca, memperhatikan perkembangan siswa. Kemampuan dasar/calistung . embaca, menulis, dan berhitun. Anak usia SD pada usia 7 sampai 11 tahun dalam tahapan operasional konkrit sesuai teori Jean Piaget. Artinya pada tahap ini telah dapat memahami operasi logis dan bantuan benda-benda konkrit. Siswa tingkatan SD kelas rendah merupakan proses pertumbuhan segala aspek baik kognitif, afektif dan psikomotorik untuk mengembangkan kemampuan calistung yang paling mendasar yang harus dikuasai Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) teknik menyimpan ini dapat membantu pengurangan, penyataan di atas sesuai dengan apa yang di ungkapkan Zutri Parwines . , yakni perlunya untuk menggunakan teknik meminjam. Vol. 9 No. Mei 2025 pembelajaran matematika pada materi HASIL DAN PEMBAHASAN Peneliti mensosialisasikan teknik menyimpan ini berdasarkan dengan masalah yang dihadapi teman-teman guru disekolah dasar, bahkan penulis sendiri sempat merasakan kesulitan mengajarkan konsep pengurangan bilangan puluhan terlebih lagi bilangan ratusan 100, 200, 300 dan seterusnya, dimana siswa bingung bagaimana mengurangkan 100 dengan bilangan satuan bernilai 9, tentunya teknik meminjam terlihat begitu abstrak untuk anak kelas dua SD, karena ketika angka satuan nol dan harus meminjam diangka puluhan yang juga bernilai nol. Berdasarkan hasil wawancara dan dalam penelitian ditemukan bahwa guru masih menggunakan metode peminjaman dan tidak mempunyai alternatif solusi lain dalam materi pengurangan Meskipun dalam keadaan ini guru juga menggunakan media seperti abakus atau kerah-kerahan. Namun media kerahan hanya terbatas pada angka 100 Sementara ketika akan mengajarkan pengurangan di angka 200 kerah-kerahan tersbut sudah tidak memadai lagi. Oleh karena itu peneliti mencoba memecahkan permasalahan ini. Guru hendaknya matematika yang cenderung konvergen menjadi lebih divergen, dengan membuka sebanyak mungkin cara atau strategi penguasaan konsep matematika. Arah pembelajaran tentang algoritma atau cara memperoleh konsep pemecahan masalah matematika hendaknya lebih terbuka dan masuk akal sesuai dengan pengalaman siswa dalam matematika sehari-hari. Pada akhirnya guru mendapatkan satu cara lagi untuk mengajarkan konsep pengurangan dengan teknik menyimpan, teknik menyimpan diterapkan dengan cara memisahkan angka 1 ketempat yang lain, contohnya bilangan 20 dipisahkan angka 1 maka menjadi 19, angka 1 kita simpan. Angka 9 pada bilangan adalah angka yang paling tinggi, dimana angka 9 selalu bisa untuk dikurangkan dengan angka berapapun, kemudian diakhir proses pengurangan, angka 1 yang disimpan akan METODE PELAKSANAAN Lokasi pelaksanaan pengabdian kepada Masyarakat dilakukan di mitra SD IT Al- FAKHRI yang beralamat di Jalan Sei Mencirim Dusun i Suka Maju. Kec. Sunggal. Kab. Deli Serdang. Jumlah mitra dalam pelaksanaan ini sebanyak 22 responden, proses yang telah dilakukan Meminta izin kepala sekolah untuk melaksanakan kegiatan Tim pelaksana bersama guru kelas masuk untuk mensosialisasikan materi berupa Teknik menyimpan Penulis menerangkan kepada siswa bagaimana menggunakan teknik menyimpan diterapkan pada operasi pengurangan dikelas II SD Anggota 1 dan 2 memantau dan menyelesaikan operasi pengurangan dengan Teknik menyimpan Anggota Kegiatan selesai dengan diakhiri siswa mengumpulkan lembar jawaban. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif. Metode yang menggunakan cara yang digunakan untuk menjawab masalah penelitian yang berkaitan dengan data berupa narasi yang bersumber dari aktivitas wawancara, pengamatan, pengumpulan dokumen (Wahidmurni, 2. Data kualitatif adalah hasil dari pengamatan dan proses wawancara yang dilakukan kepada informan. Latar belakang pemilihan jenis penelitian deskriptif kualitatif adalah untuk memahami dan mengamati perkembangan anak dalam situasi tertentu, menggambarkan sebuah proses dan seperangkat kategori atau pola kegiatan untuk mengamati guru dalam mengenalkan dan menerapkan teknik menyimpan didalam kegiatan Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (AJPKM) dijumlahkan kembali untuk lebih jelasnya berikut dapat dilihat pada gambar dibawah Vol. 9 No. Mei 2025 media seperti kerahan dan ditambah lagi pengetahuan berupa teknik menyimpan dalam mengajarkan konsep penguranan pada bilangan 20-100 dikelas II SD. REFERENSI