PENYELARASAN PERUBAHAN PERUNTUKAN KAWASAN HUTAN DI KAWASAN INDUSTRI AuSuatu keniscayaan bagi perbaikan lingkungan, kenyamanan dan keindahan alamAy Oleh: Unu Nitibakara & Wesman Endom FOREST AREA ALLOCATION CHANGE HARMONIZATION IN INDUSTRIAL AREA " An undoubtedly for environmental repair, natural beauty and freshment" Jurnal Nusa Sylva. Vol. 15 No. 2 Desember 2014:28-32 Abstract Since industrial area around Bekasi-Karawang-Purwakarta enhanced, it is necessary considering the review of alternate optimally function of the forest production as conservation area. It is important due to existence of District autonomy which can arrange the plan and manages natural resources and not only for environment, but also from economic and social aspects. The reasons are . benefit in enjoying transportation view. air along journey with green plantations, . indirectly as media education and counselling for how important of existence forest, . production of wood yield cannot real supplier that could answer demand wood requirement, . wood product unfavourable quality, . is/it. function for environmental health as absorber of dirty air as effect of air pollution from industrial and the reduce noise, ( . function of natural beauty with variation of other lifeAos and birds. Others benefit among others are . laboratory of various target of biological research and conservation, ( . medium of development for recreation service , ( . sample for environmental greening movement in more proactive and ( . civilizing movement for all birds flown Keyword: Undoubtedly. Change. Area of Forest produce. Conservation area Abstrak Berkaitan dengan perluasan kawasan industri maka dipandang perlu adanya peninjauan ulang atas fungsi kawasan hutan produksi menjadi fungsi konservasi. Keniscayaan ini selain dikarenakan adanya kewenangan otonomi daerah untuk dapat mengatur, merencanakan dan mengelola sumberdaya alam dan lingkungannya, juga dipandang perlu dilihat dari sudut ekonomi, sosial. Pertimbangannya didasarkan dengan alasan: . manfaat dalam menikmati kenyamanan pemandangan menghijau daripada kayunya, . secara tidak langsung dapat menjadi media pendidikan dan penyuluhan keberadaan hutan, . produksi kayu yang dihasilkan tidak nyata dapat mencukupi kebutuhan, . kayu yang dihasilkan dinilai kurang baik juga kualitasnya, . fungsinya penyehatan lingkungan untuk penyerap udara kotor / polusi dari kawasan industri dan peredam suara berisik . penyedap keindahan alam dengan lebih banyak keragaman burung dan kehidupan lainnya. Selain itu dapat didaya gunakan untuk: . laboratorim alam berbagai tujuan peneletian biologi dan konservasi, . sarana pengembangan rekreasi jasa wisata . percontohan gerakan lingkungan hijau dan bersih secara lebih proaktif dan . membudayakan gerakan biarkan kami para burung terbang bebas. Kata kunci: Keniscayaan. Perubahan. Kawasan hutan produksi, kawasan konservasi. 1,2 Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa Penyelarasan Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan di Kawasan Industri | 30 PENDAHULUAN Hutan sebagai bagian dari anugerah ciptaanNYA sangat dibutuhkan bagi kelangsungan hidup di muka bumi. dalamnya hidup mahluk bersel rendah hingga bersel tinggi membentuk kesatuan komunitas yang satu sama lain saling mendukung dan saling memerlukan. Dengan keharmonisan itu terjadilah banyak manfaat untuk kehidupan di dalam, sekitar dan di luar dari areal tersebut. Lahan dan hutan sebagai ruang dan media penghasil berbagai produk alami . ayu dan non kay. perlu mendapat sungguh-sungguh, keberadaan dan fungsinya sangat penting baik lokal, regional maupun nasional. Namun demikian, fungsi keberadaannya untuk penghasil kayu sangat tergantung konfigurasi lapangan. Makin tinggi keberadaannya di atas permukaan laut dan makin curam lahannya, maka makin kecil kemungkinan fungsi untuk produksi kayu. Hal yang sama hendaknya perlu dipertimbangkan ulang bila peruntukan awal sebagai fungsi penghasil kayu kemudian ternyata berada di wilayah yang penggunaan lahannya semakin luas dialokasikan untuk kawasan pembangunan industri, yang nota bene lebih banyak konservasi untuk fungsi pembersih udara dan air. Berkaitan dengan kondisi khusus tersebut maka dipandang perlu adanya peninjauan ulang atas fungsi kawasan hutan produksi menjadi fungsi konservasi, wilayah industri. Keniscayaan ini juga adalah telah menjadi bagian dari adanya otonomi daerah (UU 22/99 dan UU25/. di mana kabupaten memiliki peran besar untuk bisa mengatur, merencanakan dan Oleh karena itu dipandang dari sudut ekonomi, sosial dan lingkungan tentu saja ini bukan tidak beralasan untuk tidak dapatnya dilakukan perubahan atas kelas perusahaan atau fungsi suatu kawasan, dengan catatan tentu terlebih dahulu perlu Volume 14 No. 2 Desember 2014 dilakukan pengkajian yang mendalam. Sesuai prosedur yang berlaku maka tetap harus diperhatikan pula bahwa perlunya perkembangan wilayah yang berbasis . xisting Dengan demikian diharapkan secara riil dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan dan kenyamanan lingkungan. Di sisi lain disadari pula bahwa upaya penyadaran menuju masyarakat madani yang memiliki kepedulian terhadap hutan dan lingkungan di era otonomi ini bukan sesuatu yang mudah, mengingat masih belum kuatnya dukungan dan penegakan terhadap tertib hukum, aturan dan pelaksanaan kebijakan yang kurang arif dan tegas. Hingga saat ini era reformasi ini masih belum dapat menghasilkan banyak Karena itu, dalam upaya antisipasi permasalahan tersebut yang harus dilakukan ialah bagaimana pemanfaatan lahan dan hutan dapat dilakukan secara sinergi untuk semua sektor pembangunan sehingga dapat tetap berfungsi dalam hal: Pengatur tata air dan pengawetan Penyedia kayu dan hasil hutan Penyedia jasa wisata alam, perlindungan satwa dan habitatnya Pengembangan pengolahan kayu dan lainnya Sarana pengembangan iptek Fungsi lingkungan yang nyaman, estetika dan kesehatan. Media penyedia lapangan kerja yang luas. Berkaitan sebelumnya adalah menjadi keniscayaan bahwa bila kawasan hutan yang berada di sekitar kawasan industri seperti Cikampek. Karawang. Bekasi. Tanggerang. Serang Banten dan lain-lainnya juga dapat ditinjau ulang, dengan arahan untuk tidak selalu tetap mempertahankan kawasan hutan dimanfaatkan untuk manfaat yang lebih luas yakni menjadi kawasan konservasi dan Jurnal Nusa Sylva,Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa Penyelarasan Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan di Kawasan Industri | 31 SEDIKIT NUANSA FENOMENA Sejak diundangkannya UndangUndang No 24 taun 1992 tentang Penataan Ruang dan Undang-Undang No 22 Tahun 1999 tentang Otonomi daerah. pemberdayaan pemerintah Kabupaten dituntut semakin lebih kreatif, inspiratif dan konstruktif agar upaya pemanfaatan tata ruang lebih efisien dan efektif. Dengan demikian diharapkan ada kemampuan untuk dapatnya merencanakan peningkatan tingkat kesejahteraan masyarakat dengan tingkat keperdulian terhadap wawasan lingkungan yang semakin luas dan maju. Karena itu pemanfaatan tata ruang yang baik,dan terpadu disertai dengan tenaga perencananya yang profesional yang semakin hari semakin menjadi tuntutan riil dapat secepatnya terpenuhi. GERAKAN KENISCAYAAN PERUBAHAN Gagasan ini dimaksudkan agar dapat dilakukan penilaian secara lebih obyektif akan keberadaan dari kawasankawasan hutan yang selama ini ditetapkan sebagai kawasan hutan produksi dan telah ditetapkan Kelas Perusahaannya. Misal Kelas Perusahaan (KP) Jati. KP Rasamala. KP Pinus dan seterusnya. Padahal, apa yang bisa kita lihat seperti di sekitar dan sepanjang jalan tol Cikampek Jakarta ialah bahwa KP tegakan yang masih ada (KP jenis jat. lebih pas dikatakan sebagai hutan yang miskin riap. Atas dasar itu tampaknya akan lebih baik bila dirobah dan ditetapkan menjadi hutan dengan tujuan istimewa (HDTI), dengan alasan sebagai berikut : Tegakan lebih dapat dirasakan sebagai manfaat pemandangan sehingga fungsi kenyamanan dalam perjalanan akan lebih terasa yang secara tidak langsung ujungujungnya dapat menjadi media pendidikan dan penyuluhan yang akan akan memunculkan perhatian masyarakat bahwa keberadaan hutan adalah penting Luasan dan produksi kayu yang dihasilkan tidak signifikan untuk mencukupi kebutuhan akan bahan Volume 14 No. 2 Desember 2014 baku kayu. Kayu yang dihasilkan dari KP ini dapat dinilai juga kurang baik kualitasnya. Fungsi untuk penyehatan lingkungan sebagai penyerap udara kotor akibat polusi yang keluar dari sekitar kawasan industri da peredan suara jauh lebih menonjol. Berfungsi keindahan alam dengan lebih banyak keragaman berbagai burung da kehiduan lainnya yang biasa hidup di hutan-hutan tersebut. Dengan ke-empat alasan itu maka kemudian fungsi kawasan hutan itu dapat didaya gunakan untuk kepentingan: Laboratorim alam untuk penyediaan sarana berbagai tujuan peneltian biologi dan konservasi pada skala Sarana untuk pengembangan ke arah rekreasi jasa wisata karena telah didukung dengan aksesibilitas yang cukup memadai. Percontohan yang mendukung dan menggiatkan gerakan lingkungan hijau dan bersih (Galingkasi. secara lebih proaktif, terutama pada model pembangunan perumahan, sehingga mampu meresapkan air hujan ke dalam tanah sebanyak mungkin . isal, model rumah panggung, jaringan jalan cone block, dan penghijauan halama. Membudayakan gerakan biarkan kami para burung terbang bebas Mencoba membudayakan daerah aliran sungai atau danau dan site sebagai area penangkapan ikan hanya yang berukuran besar saja, dan biarkan yang kecil serta yang sedang bertelur dilepas kembali ke alam PROGRAM OTONOMI PENGELOLAAN KAWASAN KONSERVASI DI SEKITAR KAWASAN INDUSTRI Untuk mencapai tujuan dimaksud maka perlu buku cetak biru pada kawasankawasan khusus yang akan dialokasikan untuk tujuan ini, sehingga diperlukan tahapan antara lain : . Membuat Master Jurnal Nusa Sylva,Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa Penyelarasan Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan di Kawasan Industri | 32 Plan alokasi kawasan konservasi dan rekreasi di semua wilayah kegiatan . Melakukan perisalahan kawasan sumberdaya alam sebagai antisipasi dalam kaitan dengan :. luas dan kondisi tegakan , . model ekosistem , . Genetika, . rencana pemanfaatan dan pengelolaan kawasan sumberdaya untuk fungsi konservasi dan hutan rekreasi. Misal tempat kamping, tempat keliling-kelling hutan, tempat berdayung atau rekreasi air, dsb. budi daya perikanan, . Pengembangan DAS dan penataan tata-air, . fungsi keindahan alam dan gambaran geologi, . Cagarcagar budaya. Program tersebut harus dapat dibangun melalui mekanisme : Persetujuan masyarakat secara legal yang diwakili oleh berbagai pihak Prosesnya dikaji bersama sebelum dijadikan peraturan daerah Meliputi kawasan yang akan dimanfaatkan lengkap dengan tata Direncanakan berdasarkan sistem yang teruji baik Agar perubahan fungsi mencapai pada tujuan yang diinginkan maka perubahan jenis tegakan sangat memgenag peranan penting agar tegakan tampak selalu menghijau, rimbun, memberikan nilai panorama yang indah menyenangkan. Jenis-jenis yang dapat dipilih sebagai pilihan antara lain khaya, mahoni, angsana, durian, cemara laut, agathis, dsb. Gambaran bagaimana KP jati yang nampaknya kurang menarik seperti terlihat dalam gambar 1. Volume 14 No. 2 Desember 2014 Gambar 1. KP Jati yang tampak sedang meranggas dengan batang kurus . dan KP jati yang sebagian masih ada daunnya . , keduanya tampak gersang tidak/kurang memberikan kenyamanan selama dalam perjalanan. Berdasarkan penjelasan di atas mengingat bahwa tegakan yang ada di sekitar kawasan industri CikampekKarawang-Bekasi dan yang saat ini termasuk pada Kelas Perusahaan Jati, maka agar lebih baik dapat banyak dirasakan manfaatnya adalah untuk pemandangan yang menghijau dari pada kayunya. Dengan kenyamanan perjalanan sungguh-sungguh dapat dinikmati dan ujung-ujungnya secara tidak langsung akan menjadi media pendidikan dan penyuluhan yang akan akan memunculkan perhatian masyarakat bahwa keberadaan hutan adalah penting antara lain sebagai penawar polusi udara, memelihara kesejukan, keindahan alam dan juga sebagai antisipasi kekeringan di musim kemarau dan banjir di musim penghujan. Dalam arahan yang lebih jauh keberadaan daerah berbukit /bergunung /kawasan konservasi di sekitar kawasan industri sangat penting. Hal ini dinilai penting mengingat itu bukan menjadi suatu keniscayaan bahwa perubahan fungsi kawasan dapat dilakukan dan penting bagi kelangsungan kehiduan itu Galikasih istilah khusus perlu disosialisasikan dan dibudayakan dalam upaya mencapai sistem tatanan lingkungan yang hijau sehat, aman dan nyaman. Sosialisasi dapat dimulai dari semenjak kanak-kanak misal TK. SD. SLP dan seterusnya, sehingga budaya hidup bersih dan sehat dalam suasana yang teduh menjadikan karakter manusia Indonesia sebagai ciri individu yang akan datang. Hal ini dipandang perlu ditengah upaya antisipasi banjir besar maupun masalah kekeringan yang belakangan banyak menimpa bangsa Indonesia ini. Untuk itu perlu dibuat dalam program untuk jangka pendek, jangka menengah maupun jangka Jurnal Nusa Sylva,Fakultas Kehutanan Universitas Nusa Bangsa Penyelarasan Perubahan Peruntukan Kawasan Hutan di Kawasan Industri | 33 DAFTAR PUSTAKA