Komunikasi Bahasa Tubuh dalam Perspektif Al-Qur`an . Studi Tafsir AlQur'An Al-Aem dan JAmi` Li AukAm al-Qur`An Salsabila Firdausa Studi Islam Interdispliner/ UIN SMH Banten Email: 232631101. salsabila@uinbanten. Melisa Ania Zulita Studi Islam Interdispliner/ UIN SMH Banten Email: 232631102. melisa@uinbanten. Abstrac In fact, communication affects every element of life, which makes it extremely vital. The process of conveying messages and gaining many meanings between two individuals is called communication. When it comes to communicating in day-to-day activities, body language accounts for 65% and verbal communication for 35%. In order to promote a sense of fraternity, this study aims to gather and examine passages from the Qur'an about body language communication in people. If we look at the actual facts, communication is one of the basic human needs that is very important. Even before humans could use words to communicate verbally, the process of communication was already taking place. Often, however, obstacles hinder effective communication. Mismatches between verbal and nonverbal messages can result in incomplete information and cause messages to be poorly Therefore, it is important to educate about the importance of using effective body language, especially for communicators who often deliver messages directly. So in this study will be explained related to the importance of body language communication from the perspective of the Qur'an. The research methodology used in this study is qualitative research, which yields desk research with a sample size of ten thousand. The investigators also use the comparative method. The results of this study show that the ability to communicate in body language is present in Q. Abasa:1. Al-Muaffifn:30. Al-FurqAn:27. Luqman:18Ae19, and Q. Al-MAidah:83. There are several categories of body language communication, such as facial, oral, facial, and oral. Keywords: Communication. Body Language. Al-QurAoan. Tafsir Al-QurAoan al-AoAem. Tafsir AlJAmi` Li AukAm al-QurAoAn. Abstrak Semua aspek kehidupan dipengaruhi oleh komunikasi, yang sangat penting. Komunikasi adalah suatu proses di mana pesan dikomunikasikan dan memiliki berbagai arti di antara dua orang. 35% komunikasi berasal dari komunikasi verbal dan 65% berasal dari http://ejournal. id/index. php/revelatia DOI 10. 19105/revelatia. Salsabila Firdausa dan Melisa Ania Zulita komunikasi bahasa tubuh ketika dipresentasikan pada kegiatan sehari-hari. Ayat-ayat AlQur'an tentang komunikasi bahasa tubuh manusia untuk memperkuat rasa persaudaraan dikumpulkan dan dianalisis dalam penelitian ini. Jika kita melihat fakta sebenarnya komunikasi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang sangat penting. Bahkan sebelum manusia dapat menggunakan kata-kata untuk berkomunikasi secara verbal, proses komunikasi sudah terjadi. Namun, seringkali, kendala-kendala menghambat komunikasi efektif. Ketidaksesuaian antara pesan verbal dan non-verbal dapat mengakibatkan ketidaklengkapan informasi dan menyebabkan pesan tidak dipahami dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan bahasa tubuh yang efektif, terutama bagi komunikator yang seringkali menyampaikan pesan secara langsung. Maka pada penelitian ini akan di paparkan terkait pentingnya komunikasi bahasa tubuh dari perspektif Al-Qur`an. Peneliti menggunakan model penelitian kualitatif dan melakukan penelitian deskriptif dengan menggunakan sumber kepustakaan. Mereka juga menggunakan metode komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi menggunakan bahasa tubuh terdapat dalam Q. Abasa:1. Al-Muaffifn:30. Al-FurqAn:27. Luqman:18-19, dan Q. AlMA'idah:83. Komunikasi bahasa tubuh terbagi menjadi lima kategori: mata, tangan, wajah, kaki, dan telinga. Menurut Ibnu Katsir dan Imam Qurtubi, mata yang mengeluarkan air mata menunjukkan kesedihan, jari-jari tangan yang menutup telinga menunjukkan ketakutan, jari-jari yang digigit menunjukkan penyesalan, wajah yang tersenyum menunjukkan kesenangan, wajah yang masam menunjukkan kemarahan, dan berjalan dengan sangat cepat tanpa alasan menunjukkan sombong. Kata Kunci : Komunikasi. Bahasa tubuh. Al-QurAoan. Tafsir Al-Qur`An al-AoAem. Tafsir AlJAmi` Li AukAm al-QurAoAn. PENDAHULUAN Bahasa tubuh adalah gerakan tubuh yang digunakan seseorang untuk berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa tubuh seseorang sangat bergantung pada bagaimana mereka berinteraksi satu sama lain. Adanya bahasa tubuh membantu menyampaikan pesan yang ada di balik kata-kata dan tubuh. Bahasa tubuh telah ada sejak Bahasa tubuh berasal dari alam bawah sadar dan digunakan untuk mengekspresikan perasaan dan keinginan yang tersembunyi di dalam hati seseorang saat berkomunikasi. Meskipun pesan tubuh selalu bermanfaat dalam komunikasi, tidak semua orang dapat memahami bahasa tubuh lawan bicaranya. Jika kita melihat fakta sebenarnya komunikasi merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang sangat penting. Bahkan sebelum manusia dapat menggunakan katakata untuk berkomunikasi secara verbal, proses komunikasi sudah terjadi. Namun, seringkali, kendala-kendala menghambat komunikasi efektif. Wilbur Schramm menyebut kendala-kendala ini sebagai "noise". Salah satu bentuk "noise" yang sering terjadi adalah bahasa tubuh, yang merupakan bentuk komunikasi non-verbal, namun sering diabaikan Claudia Sabrina. Seni Membaca Bahasa Tubuh, 1st ed. (Yogyakarta: Bright Publisher, 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Salsabila Firdausa dan Melisa Ania Zulita oleh komunikator. Komunikasi yang efektif terjadi ketika pesan yang disampaikan melalui bahasa verbal . ata-kata yang diucapka. dan bahasa non-verbal . ahasa tubu. Ketidaksesuaian antara pesan verbal dan non-verbal dapat mengakibatkan ketidaklengkapan informasi dan menyebabkan pesan tidak dipahami dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya penggunaan bahasa tubuh yang efektif, terutama bagi komunikator yang seringkali menyampaikan pesan secara langsung. Maka pada penelitian ini akan di paparkan terkait pentingnya komunikasi bahasa tubuh dari perspektif Al-Qur`an. Al-Qur'an membahas manfaat bahasa tubuh atau isyarat gerakan tubuh yang dapat kita kenali dari orang lain. Terdapat pada Q. Muhammad:30 yang berbunyi aa AacEEa Oa eEa aI ea aaIEa aE eIA ca AacN eI a aaEe aI Ee aC eOaE o aOA a AOI aN eI o aOEaa e aIA aa AaOEa eO Ia aea aE aaOe aIa aE aN eI AaEa ae a aNI A AuDan kalau kami kehendaki niscaya kami tunjukan mereka kepadamu sehingga kamu benar-benar dapat mengenali mereka dengan tanda-tandanya, dan kamu benar-benar akan mengenal mereka dari kiasan-kiasan perkataan dan Allah mengetahui perbuatanperbuatan kamuAy Dalam kehidupan sehari-hari, orang menggunakan bahasa tubuh selain berbicara. Ketika kita berbicara dengan orang lain, kata-kata yang kita katakan biasanya diikuti dengan gerakan bagian tubuh kita, seperti gerakan mata, perubahan sikap tubuh, gerakan tangan, dan ekspresi wajah. Tujuannya adalah agar lawan bicara lebih memahami apa yang kita katakan. Biasanya, kita berbicara secara verbal dan nonverbal. Semua aspek kehidupan dipengaruhi oleh komunikasi, yang sangat penting. Komunikasi hampir selalu terkait dengan aktivitas manusia. Komunikasi adalah proses penyampaian pesan dan memperoleh berbagai makna di antara dua orang. Jika dipresentasikan pada kegiatan sehari-hari, 35 persen komunikasi terjadi secara verbal, dan 65 persen terjadi secara nonverbal. 4 Budayatna dan Leila Mona mengatakan bahwa komunikasi Bahasa tubuh sebagai informasi atau emosi yang di ungkapkan tanpa menggunaka kata-kata atau non linguistic. Karena apa yang kita lakukan memiliki makna yang jauh lebih besar daripada apa yang kita katakan. Arti penting pada penelitian ini adalah untuk mengingatkan tentang Bahasa ekspresi yang di pergunakan di dalam AlQurAoan yang diyakini lebih mampu mengekpresikan pengertian yang dikehendaki dibandingkan Bahasa verbal pada umumnya. Berangkat pada realita inilah arti penting penelitian ini betapa pentig memahami Gerakan-gerakan anggota tubuh dalam membentuk Bahasa dan indikasi-indikasi tertentu. Dalam penelitian ini, digunakan metode studi komparatif atau metode muqAran. Metode muqAran, menurut AoAbd al-ayy al-FarmAw, adalah sebuah pendekatan dalam Indriati Yulistiani. AuKomunikasi Yang Efektif Dengan,Ay Bahasa Tubuh Jurnal Abdimas 7, no. : 282, https://bit. ly/RegisFIA08. Mintarage Eman Surya. AuBahasa Tubuh Dalam Al-Qur`an Juz Ke 30 Analisis Semantis,Ay Islamadina:Jurnal Pemikiran Islam XXI . : 133. Desak Putu Yuli Kurniati. AuModul Komunikasi Verbal dan Non VerbalAy (Universitas Udayana, 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Salsabila Firdausa dan Melisa Ania Zulita menafsirkan Al-QurAoan yang melibatkan pengumpulan sejumlah ayat Al-QurAoan, kemudian melakukan analisis, penelitian, dan perbandingan terhadap berbagai pendapat dari para penafsir mengenai ayat-ayat tersebut. Pendapat-pendapat tersebut dapat berasal dari penafsir generasi salaf maupun khalaf, serta menggunakan pendekatan tafsr bi al-raAoy maupun al-maAor. Selain itu, metode tafsir muqAran juga digunakan untuk membandingkan sejumlah ayat Al-QurAoan yang berkaitan dengan suatu masalah, serta membandingkan ayat-ayat Al-QurAoan dengan Hadis Nabi yang terkadang memiliki penafsiran yang berbeda secara lahiriah. Langkah-langkah metode studi komperatif yang di terpkan oleh beberapa mufassir yakni: langkah pertama adalah mengidentifikasi dan mengumpulkan teks yang memiliki kesamaan. Langkah kedua adalah membandingkan teks yang serupa tersebut. Langkah ketiga melibatkan analisis terhadap perbedaanperbedaan yang terdapat dalam teks yang mirip tersebut. Langkah terakhir adalah membandingkan pendapat para penafsir tentang ayat-ayat yang serupa tersebut. Banyak ilmuwan tafsir di seluruh dunia yang memiliki ciri khas unik dalam menafsirkan ayat Al-QurAoan. Namun, di sini penulis tertarik terutama pada karya tafsir yang dihasilkan oleh Ibnu Kayr dan Al-Quruby. Pertama, keduanya memiliki peranan penting dalam pengembangan ilmu penafsiran yang menjadi acuan bagi banyak kalangan. Kedua, mereka menafsirkan ayat Al-QurAoan secara sistematis dan menyeluruh, mengambil berbagai aspek yang relevan. Meskipun demikian, perbedaan dalam madzhab dan metode penafsiran antara Ibnu Katsyr dan Al-Quruby menjadi menarik bagi penulis. Ketiga, tafsir klasik karya keduanya sangat populer dalam mendorong peningkatan akhlak yang mulia di kalangan umat Islam, membentuk sebuah bangsa yang besar dan bermatabat. Karyakarya ini merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman umat Islam terhadap agama dan memberikan respons terhadap permasalahan yang muncul di masyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Pertama, apa yang dimaksud dengan komunikasi bahasa tubuh?, kedua bagaimana klasifikasi ayat-ayat tentang komunikasi Bahasa tubuh?, ketiga bagaimana penafsiran ayat-ayat tentang komunikasi Bahasa tubuh dari kitab tafisr Al-QurAoAn Al-AoAem dan Tafsir JAmiAo li AukAm al-QurAoAn. Metode yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan metode library research . enelitian Juga menggunakan metode analisis komperatif yakni dengan membandingkan teks . ayat-ayat Al-QurAoan yang memiliki persamaan redaksi dalam dua kasus atau lebih, dan pada penelitian ini. Penulis mengangakat tema komunikasi Bahasa tubuh dalam Al-QurAoan dan melakukan perbandingan antara tafsir Al-QurAoAn AlAoAem dan Tafsir JAmiAo Li AukAm al-QurAoAn dengan mengaitkan komunikasi Bahasa tubuh yang sering di terapkan oleh manusia saat ini. Kajian terdahulu pada tema ini lebih banyak menyoroti kepada aspek psikologi dan konseling. Adapun penelitian terdahulu yang menggunakan ayat-ayat Al-QurAoan menggunakan pendekatan semantik. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kitab suci Al-Quryn khususnya surat Abasa. Syahrin Pasaribu. AuMetode Muqaran Dalam Al-QurAoan,Ay Journal Wahana Inovasi 9, no. : 43Ae47. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Salsabila Firdausa dan Melisa Ania Zulita al-Muaffifn, al-FurqAn. Maryam, an-Naml. Luqman, at-Taubah, al-Baqarah, dan alMA`idah, serta tafsir Ibnu Kar dan tafsir Al-JAmi` li AhkAm Al-QurAoAn. Penulis melakukan studi komperasi terhadap kedua tafsir tersebut untuk memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang komunikasi bahasa tubuh dalam AlQuryn. Proses analisis dilakukan dengan cara membaca dan memahami isi kedua tafsir, kemudian mengekstraksi data yang releven dengan komunikasi Bahasa tubuh. Untuk mempelajari uraian lengkap surat Abasa, al-Muaffifn, al-FurqAn. Maryam, an-Naml. Luqman, at-Taubah, al-Baqarah, dan al-MA`idah tentang komunikasi bahasa tubuh, penulis menggunakan metode penelitian komperatif. Selain menganalisis persamaan dan perbedaan, metode perbandingan dapat membantu menentukan sintesa kreatif dari hasil analisis intelektual tokoh , dimana Ibnu Katsir merupakan penulis dari tafsir Ibnu Kar dan tafsir Al-JAmi` li AhkAm Al-QurAoAn karya Imam Al-Qurtubi. Langkah-langkah studi komparasi yang penulis lakukan yakni dengan menentukan tujuan penelitian yang jelas dan spesifik terkait dengan pandangan tentang komunikasi Bahasa tubuh sebagai saran komunikasi dalam kehidupan sehari-hari, memilih sumber yang relevan seperti Tafsir Al-Qur`an al-AoAem dan Al-JAmi` li AhkAm Al-QurAoAn, surat Abasa, al-Muaffifn, al-FurqAn. Maryam, an-Naml. Luqman, at-Taubah, al-Baqarah, dan al-MA`idah, serta tafsir Al-QurAoAn Al-AoAem dan Al-JAmi` li AhkAm Al- QurAoAn untuk Penulis melakukan analisi persamaan dan perbedaan seperti menganalisis sumber-sumber yang dipilih unuk mengidentifikasi persamaan dan perbedaan dalam pandangan tentang komunikasi bahasa tubuh sehari-haari. Selanjutnya, pembuatan sintesis kreatif dengan mencari hasil analisis intelektual yang dijadikan referensi, dengan fokus pemahaman tentang pentingnya komunikasi bahasa tubuh dalam komunikasi, fungsi komunikasi bahasa tubuh, makna komunikasi bahasa tubuh yang terdapat di dalam ayat-ayat Al-Quryn. Adapun yang terakhir adalah Menyusun artikel yangmenggambarkan temuan, analisis, dan sintesis kreatif mengenai makna komunikasi Bahasa tubuh dalam AlQuryn. Artikel ini dengan demikian juga membahas pendapat tokoh intelektual yang di jadikan referensi, serta mengaitkannya dengan komunikasi sehri-hari yang mengandung suatu makna. Selanjutnya penulis melakukan tri angulasi data dengan membandingkan dan melengkapi tafsir dari kedua tokoh tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN QS. Al-Muoffifn . : 30 AaOua a aIacO a eI Oaa a aIaO aIA AuDan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedipngedipkan matanyaAy Al-MA`idah . : 83 a AO aO I NI aAO aII EA a a caa AaE aC n O aCOEaO aI acIe IIac Aa eE I IA a a ca AOua a aO Ie aI aaE uaaEA AOIA e a a a e a a a e ea AE aOE a aA a a a ea aa aa a ae AacI a aIac aO I aIA a a a AENA AuDan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhamma. , kamu lihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Qura. yang REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Salsabila Firdausa dan Melisa Ania Zulita telah mereka ketahui . ari kitab-kitab mereka sendir. seraya berkata: "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi . tas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad S. )Ay Al-FurqAn . : 27 a AEA AOE aaOEA a A Eac aaEa aEa aO Oa aOeaN Oa aCA ca AaOOa eOaI Oa aA a AOE OaaEaeO aaI acaca eA a ca A aI aA AuDan ingatlah pdaa hari itu . orang-orang zalim menggigit dua jarinya . enyeslinya perbuatannya ) seraya berkata AuWahai sekranya dulu aku mengambil jalan brsam rasulAy Abasa . :1 AuDia (Muhamma. bermuka masam dan berpaling. Luqman . : 18 eA aOa aOac aaEA a a a A a eaE eaA a eac aOaE aA a AacE EaEIA A aEEac aIaeaE Aa aOA ca A aIa n ua acIA a ae aA ca AacEEa aE aaOA a aOaE A AuDan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia . arena sombon. dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. BIOGRAFI MUFASSIR Ibnu Kar Ibnu Kar memiliki nama lengkap Abul Fida`Imaduddin Isma`il Bin Umar Bin Kar Al-Qurasyi Al- Burawi. 6 Beliau lahir di desa Mijdal yang termasukdalam wilayah Bura. Bura termasuk wilayah al- Dimisqi. Adapun tentang kelahiran Ibnu Kar, terdapat suatu perbedaan pendapat di kalangan para penulis biografi. Ibnu Kar berasal dari keluarga yang terhormat, ayahnya bernama Al-Khatib ihabuddin Abu Hafah Umar bin Kar bin Uau bin Kar bin Dar al-Qurasyi, berasal dari bani Halah. Wafat pada bulan Jumadil Ula tahun 703 H di desa Mijdal Al-Qaryah dan dimakamkan di tempat yang bernama Az-Zaitunah, ketika Ibnu Kar berumur tiga tahun. 7 Diantara karya-karya Ibnu Kar yaitu :Tafsir al-QurAoAn al-AoAem atau bisa disebut Tafsir Ibnu Kar. Kitab ini sering dijadikan rujukan oleh setiap ulama. Metode dan analisisnya kuat. Al-BidAyah wa al-NihAyah dalam bidang sejarah. Buku ini sering dijadikan rujukan bagi para peneliti sejarah, karena sumbernya begitu otentik. At-TabAqAt as-Syafi`iyah. Takhrij Hadis-Hadis mukhtasar Ibnu AlHajib. Ibnu Kar meninggal pada tanggal 26 bulan Sya'ban, 1373 M. di Damaskus. Suriah,dan dimakamkan di sebelah makam Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah di pemakaman a-ufiyah. Diantara guru beliau yang terkemuka selain IbnuTaimiyah adalah Alamuddin al-Qasim bin Muhammad al- Barzali (Wafat tahun 739 H) dan Abdul Hallaj Yusuf bin Azzaki al-Mizzi . afat tahun 784 H), beliau adalah seorang ahli Hadis di Syam. Syaikh Al- Riyanto. AuPandangan Ibnu Kar Dan Sayyid Qub Terhadap Kosep Ruqyah,Ay Alfath : Jurnal Ushuludin Adab dan Dakwah 10 . : 331Ae332. Hasan Bisri. Model Penafsiran Hukum Ibnu Kar (Bandung: LP2M UIN SGD Bandung, 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Salsabila Firdausa dan Melisa Ania Zulita Mizzi ini kemudian menikahkan Ibnu Kar dengan putrinya. Selain di Damaskus. Ibnu Kar pun menuntut ilmunya di Mesir dan mendapaat Ijazah dari para ulama di sana. Beliau juga belajar dengan Syaikh Burhanudin Ibrahim bin `Abadurrauman alFazzari yang terkenal dengan nama Ibnul Farkah yang wafat pada tahun 729 H. Beliau juga berguru kepada `Isa bin al-Mu`im. Ahmad bin Abi alib . afat 730 H). Baha-uddin al-Qasim bin Mueaffar Ibnu `Asakir seorang muhadis . afat 723 H). Ibnu asy-Syirazi. Ishaq bin Yahya al- Amidi `Afifudin . afat 745 H). Syaikhul Islam Taqiyudin Ahmad bin `Abdil Halimbin `Abdis Salam bin Taimiyah . Dan beberapa ulama Mesir yang bernama Abu Musa al-Qarafi. Abu Fath ad- Dabbusi. Ali` bin `Umar as-Sahwani dan lain sebagainyayang memberi ijazah kepada Ibnu Kar. Ketika Ibnu Kar menekuni bidang ilmu Hadis, beliau terlihat sangat antusias dan serius. Disamping beliau meriwayatkan Hadis secara langsung dari parahuffazh terkemuka pada masanya, seperti Syaikh Najm alDn in al-`Aqalani dan Syihab al-Dn al-Hajar yang lebih dikenal dengan panggilan Ibn al-Syahnah,seorang ahli Hadis al-Asyrafiyyah. Beliau pun mendalami bidangRijAl al-Hads di bawah bimbingan al-Hafe al-Kabir Abu al-Hajjaj al-Mizzi, penulis kitab Taheib al-KamAl. Demikian pula dalam bidang studi fikih. Ibnu Kar berguru kepada dua orang guru yang terkenal yakni al- Syaikh Burhan al-Dn al-Fazari dan Kamal al-Dn ibn Qasi Syuhbah. Disamping itu ada dua bidang studi keilmuan yang justru paling besar artinya dalam mengangkat nama Ibnu Kar sebagai seorang ilmuanyang terkenal di seluruh dunia Islam sampai saat ini. Kedua bidang tersebut adalah studi sejarah dan tafsir Al-QurAoan. Dalam bidang sejarah Ibnu Kar bergurukepada al-Hafie al-Birzali . afat 739 H). Dalam mendalami bidang studi Al-QurAoan dan tafsir beliau sudah mulai tertarik sejak masa awal Tidak ada keterangan langsung dari Ibnu Kar tentang para guruguru yang membantunya dalam bidang studi tafsir, namun berdasarkan penjelasannya dalam kitab Al-BidAyah wa al-NihAyah, tampak sangat jelas bahwa beliau sering mengikuti ceramah yang diberikan oleh Syekh Ibnu Taimiyah. Ibnu Kar memperoleh banyak pemahaman tentang ilmu tafsir karena sering mengikuti kegiatan perkuliahan dengan Ibnu Taimiyah. Metode analitis . digunakan dalam penyajian tafsir Ibn Katsir ini. Metode ini mencakup penjelasan tentang kosa kata dan lafazh, serta penjelasan tentang arti yang dimaksud, tujuan, dan kandungan ayat, termasuk unsur iAojaz, balaghah, dan keindahan susunan kalimat. Selain itu, dibahas hubungan antara ayat dan surat sebelum dan sesudahnya . unysabyt al-yt wa al-suwa. , dengan merujuk kepada asbyb al nuzul. Metodologi Ibnu Katsir dalam menafsirkan al-Qur'an Pertama, menafsirkan al-Qur'an dengan al-Qur'an sendiri untuk mendukung penjelasan dan maksud ayat yang ditafsirkan. Kedua, menafsirkan al-Qur'an dengan Sunnah (Hadit. Dalam penafsirannya. Ibnu Katsir menggunakan Sunnah sebagai referensi kedua. Kemudian, dia menafsirkan Al-Qur'an dengan perkataan sahabat dan para ta'biin. Terakhir, dia menafsirkan ayat-ayat tentang hukum, memberikan penjelasan yang lebih luas dengan menjelaskan pendapat setiap ulama, termasuk pendapatnya sendiri. Keempat menggunakan asbabunuzul untuk Syaikh Imam Al-Hafiz. Samudera Al-Fatihah Al- Ikhlas,Al-Falaq. Dan An-Nas. (Jakarta: Shahih, 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Salsabila Firdausa dan Melisa Ania Zulita menafsirkan ayat. Kelima, menguatkan makna kalimat atau kata dengan syair, baik klasik maupun modern. Keenam, menafsirkan dengan Qiro'ah Sab'ah sebagai pelengkap. Teori Ibnu Katsir lebih sejalan dengan ulama salaf yang mengutamakan wahyu . l-Qur'an dan hadi. dan menempatkan logika di bawah wahyu. Imam Qurubi Imam Qurubi memiliki nama legkap Syaikh al-Alim al-Faqih al-Mufassir Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Abu Bakar bin Farh al-Andalusi al-Qurubi. Beliau adalah seorang pakar tafsir yang terkenal, seorang ahli fikih, ahli Hadis, juga ahli ibadah yang shaleh kepribadiannya. Beliau turut aktif dalam mengembangkan mazhab Maliki. Imam Qurubi berasal dari kota Cordoba. 10Nama al-Qurubi diambil dari salah satu daerah yang berada di Andalusia . aat ini dikenal dengan Spanyo. , yakni Cordoba. Imam Qurubi dinisbatkan kepada Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad, karena merupakan tempat yang sering terlihat hanya mengenakan jubah bersih dan kopiah di Ae-eahabi mengambarkan tentang Imam Qurubi AuBeliau adalah imam yang mempunyai ilmu yang luas dan mendalam. Beliau mempunyai beberapa karya yang Perjalanan pendidikan Imam Qurubi bukan dilaksanakan di satu tempat saja melainkan di beberapa tempat. Perjalanan pendidikan beliau dibagi menjadi dua tempat, yakni Cordoba dan Mesir. Kehidupan intelektual di Mesir pada saat itu, tepat dimasa pemerintahan Dinasti Al-Ayubiyah. Ketika beliau di Cordoba Imam Qurubi selalu mengikuti halaqah yang dilaksanakan di masjid-masjid dan madrasah. Ibnu Kar belajar banyak dari para ulama yang beliau temui di Mesir. Beliau memulai perjalanan intelektualnya di Cordoba, kemudian melanjutkannya di Mesir, di mana beliau memperluas pengetahuannya dengan para intelektual dan ulama yangdi temuinya. 12 AlQurtubi banyak mempelajari Al-QurAoan, bahasa, dan syair selama hidupnya. Ia memilih secara pribadi guru-guru yang sangat mahir di bidang mereka, seperti Abu Ja'far Ahmad, seorang ahli ulumul qur'an dan bahasa Arab di Kota Qurthubah. Rabi' bin Abdurrahman bin Ahmad bin Rabi', seorang cendekiawan dan hakim yang sangat mahir dalam ilmu hadis di Kota Qurthubah. dan Abu Muhammad Abdul Wahab bin Rawaj, seorang ahli Banyak karya luar biasa dibuat olehnya dengan berguru kepada orang-orang hebat Tafsir Al-Qurthubi, yang terkenal karena menjadi salah satu tafsir yang paling lengkap yang membahas masalah fikih pada masanya, adalah salah satu karya penting Imam Al-Qurthubi yang sangat fenomenal. Dalam penulisannya. Imam Al-Qurthubi Journal Homepage et al. AuBayani: Jurnal Studi Islam Keunikan Metode Tafsir Al-Quranil Azhim Al-Adzim Karya Ibnu KatsirAy 2, no. : 43Ae63. Anshori Umar Sitanggal. At-Tadzkirah (Jakarta: Pustaka Al- Kautsar, 2. Ismail dan Makmur. AuAl-Qurubi Dan Metode Penafsirannya Dalam Kitab Al-Jami`li Ahkam Al-Qur`an,Ay PAPPASANG II . : 22. Ela Sartika dkk Deni Albar. Variasi Metode Tafsir Al-QurAoanNo Title (Bandung: Sunan Gunung Djati, 2. Ika Febriyanti. Putri Purnama Sari, and Talitha Rahma Yuniarti P. AuRezeki Dalam Al-QurAoan (Analisis Perbandingan Tafsir Al-Qurub Dan Tafsir Al-Azha. ,Ay REVELATIA Jurnal Ilmu al-Qur`an dan Tafsir 4, no. : 27Ae40. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Salsabila Firdausa dan Melisa Ania Zulita menggunakan metode tahlili, yang memungkinkannya menjelaskan secara menyeluruh ayat-ayat Al-Qur'an dalam semua aspeknya, termasuk balaghah, i'rab, hukum-hukum yang terkandung di dalamnya, dan sebagainya. Penafsiran Imam Al-Qurthubi membedakannya dari para mufassir lainnya. Beberapa di antaranya adalah: Pertama. Imam Al-Qurthubi membagi penafsiran ayat berdasarkan masalah yang ada di dalamnya. Ini meningkatkan pemahaman kita tentang konteks ayat tersebut. Kedua, menafsirkan dengan merujuk pada riwayat-riwayat Qira'at: Imam Al-Qurthubi menafsirkan ayat-ayat dengan merujuk pada berbagai riwayat qira'at, atau cara membaca Al-Qur'an, dan menjelaskan perbedaan antara masing-masing riwayat dan konsekuensi dari masing-masing riwayat pada makna ayat. Ketiga, berbicara dalam bahasa Arab: Dalam penafsirannya. Imam Al-Qurthubi sering kali menggunakan penuturan dan ungkapan yang lazim digunakan oleh orang Arab pada masa tersebut. Hal ini membantu pembaca untuk lebih memahami konteks budaya dan linguistik ayat-ayat Al-Qur'an. Keempat perhatian pada Aplikasi Dalil dalam Ayat: Imam Al-Qurthubi sangat memperhatikan aplikasi dalil . dalam ayat-ayat hukum. Ini membantu pembaca untuk memahami bagaimana ayat-ayat tersebut diaplikasikan dalam konteks hukum Islam. Kelima tidak Fanatisme terhadap Mazhab: Imam Al-Qurthubi tidak terlalu terikat pada satu mazhab fiqh tertentu, melainkan mencoba untuk memberikan pemahaman yang seimbang dan luas terhadap berbagai sudut pandang fiqh. Keenam validasi terhadap pendapat-pendapat Mazhab: Meskipun tidak fanatik terhadap satu mazhab tertentu. Imam Al-Qurthubi tetap melakukan validasi terhadap pendapat-pendapat dari mazhabnya sendiri, sehingga pembaca dapat memahami landasan pemikiran yang digunakan. Melalui ciri-ciri khas tersebut. Tafsir Al-Qurthubi telah menjadi salah satu rujukan utama dalam memahami Al-Qur'an, baik dari segi kebahasaan, fikih, maupun penerapan hukum Islam. Pendapat Imam al-qattan tentang Ibnu Kasir yakni AuImam Ibnu Katsir adalah pakar Fiq yang terpercaya, pakar hadith yang cerdas, sejarawan ulung, dan pakar tafsir yang paripurna,Ay kata Qattan. Beberapa ulama telah mengakui kepandaian dan keluasan ilmu pengetahuan Ibnu Katsir, seperti: Pertama. Menurut Ibnu Hajar. Ibnu Katsir adalah ahli dalam studi dan penelitian hadits, baik sanad maupun matannya. Ibnu Katsir juga sangat terkenal sebagai seorang mufassir, mufti, ahli hadits, ahli fiqh, dan orator yang luar biasa. Dia juga menulis banyak buku dalam berbagai disiplin ilmu. Kedua, dalam kitab Mu'jam al-Mukhtash. Al-Zahabi menyatakan bahwa Ibnu Katsir menulis banyak sejarah, hukumhukum yang belum disempurnakan, dan tafsir. Ketiga. Ibnu Katsir dan Ibnu Habibi adalah ahli mendengarkan, mengumpulkan, dan mengarang. Selain itu, ia banyak mengeluarkan fatwa yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi masyarakatnya. Selain itu, ia mahir dalam hukum, hadits, dan tafsir sebagai mufti. STUDI PERBANDINGAN QS. Al-Muoffifn . : 30 M Rifaldi and M S Hadi. AuMeninjau Tafsir Al-JamiAoLi Ahkami Al-QurAoan Karya Imam Al-Qurthubi: Manhaj Dan Rasionalitas,Ay Jurnal Iman Spiritualitas . 92Ae100, http://journal. id/index. php/jis/article/view/11529. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Salsabila Firdausa dan Melisa Ania Zulita Tafsir Al-Qur`an al-AoAem Dalam kitab tafsir Al-Qur`an al-AoAem di jelaskan mengenai asbabunuzul ayat ini berkaitan dengan perkataan Mujahid yang mengatakan bahwa ayat ini turun berkenan dengan Bani Muqarin dari Muzinah. Muhammad bin Ishaq berkata AuDalam perjalanan menuju perang Tabuk, beberapa Muslim datang kepada Rasulullah,Ay dalam keadaan Mereka ada tujuh orang yakni: Bani `Amr bin Auf Salim Ibnu Umair, `Aliyah bin Zaid saudara bani ariah. Abu Laila `Abdurrauman bin Ka`ab, saudara Bani Mazzin bin an-Najar, `Amr bin Al-amam bin al-Jamuh saudara Bani Salamah, dan Abdullah bin Muguaffal al-Muzani. 15Mereka meminta kepada Rasulullah, agar membawa mereka perang karena mereka tidak memiliki penghasilan yang cukup. Kemudian Rasulullah a AAu Ea AAku tidak mendapat kendaraan yang bisa membawa kalian. Ay a a Ia IA bersabda AaeEa aE II aEaIO aNA Setelah itu, mereka pulang, dan mata mereka berlinang air mata disebabkan mereka merasa sedih karena mereka tidak mampu mendapatkan apapun untuk perjalanan mereka ke medan perang. Tafsir Al-Qurtubi Suatu riwayat yang dipilih oleh sebagian ahli tafsir yang terdapat dalam kitab tafsir Ibnu Kar. JAmi Al-BayAn. Al-Muuarrar al-WAjiz, dan Al-Baur al-Muu ayat ini terkait tujuh orang yang berasal dari beberapa negri, yakni Nu`man. Maqil. Uqail. Suwaid. Sinan dan saudara yang ketujuh belum di ketahui lebih dalam. 17 Imam al-Qurubi hanya menyebutkan lima nama dari ketujuh saudara tersebut, tujuh nama itu disebutkan dalam Qamus Al-Muhi mereka adalah Abdullah. Abdurrahman. Uqail. Ma`qil. Nu`man. Suwaid dan Sinan, mereka disebut dengan al-Bakka`uun . rang-orang yang menangi. , karena ketika mereka datang Rasulullah saw. agar diikut sertakan dalam perang tabuk, dan dibawa oleh kendaraan menuju perang tabuk, karena kondisi mereka tidak memiliki kendaraan untuk pergi ke Namun Nabi Muhammad tidak bisa memberikan kendaraan ke mereka karena tidak ada kendaraan yang bisa diberikan kepada mereka. Dan mereka pun kembali dengan bercucuran air mata. Mereka inilah yang disebut al-Bakka`n . rang-orang yang menangi. Mereka adalah: Salim bin Amir . ari bani Amr bin Au. Aalabah bin Zaid . eorang pemimpin dari bani Haritsa. Abu Laila Abdurrauman bin Ka`ab . ari bani Mazin bin Annaza. Amr bin Hammam . ari bani Salama. Abdullah bin Mughaffal al-Muzani. Harami bin Abdullah . alah satu pemimpin bani Waqi. Irbas bin Saryiah al-Ghazari, nama-nama inilah yang Abu Umar sebutkan dalam kitabnya yang berjudul As-Uurar. Al-MA`idah . : 83 Tafsir Al-Qur`an al-AoAem Al-Imam Hafidz ImAd al-Din Abi al-Fida Ismail Ibn Amr Ibn Kar Ad-Dimasyqi. Tafsir Al-QurAn Al-Adeim. Juz 6. (Beirut: Dar al-Kutub al-`Ilmiah, 1. Ad-Dimasyqi. Tafsir Al-QurAn Al-Adeim. Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Abi Al-Qurubi. Al-JAmi` Li AhkAm Al-Quran. Juz 8. (Beirut: Mu`asassah Ar-Risalah, 2. Ad-Dimasyqi. Tafsir Al-QurAn Al-Adeim. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Salsabila Firdausa dan Melisa Ania Zulita Keadaan ini terjadi ketika mereka telah mendapatkan kabar gembira tentang pengutusan Nabi Muhammad saw. 19 AuSeraya mereka berkata: AuYa Rabb kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi . tas kebenaran Al-QurAoan dan kenabian Muhamma. Ay Yakni bersama orang-orang yang memberikan kesaksian tentang kebenaran, dan mempercayai hal tersebut. Tafsir Al-Qurtubi AuDan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhamma. , kamu melihat mata air mereka bercucuranAyyakni mengeluarkan air mata. Mengeluarkan air mata merupakan sebuah kondisi orang-orang yang mempunyai pengetahuan. Mereka menangis tetapi tidak pingsan, mereka meminta tetapi tidak berteriak, mereka sedih tetapi tidak meninggal. Al-FurqAn . : 27 Tafsir Al-Qur`an al-AoAem aa AEO Oa aOeaNA ca A aOOa eOaI Oa aA. AuDan ingatlah hari ketika orang zhalim menggigit kedua a A E EI aI aA tangannya,Ay Allah mengirim kabar kepada orang-orang yang zalim, yakni memberitahu mereka tentang kesalahan mereka karena melanggar jalan Nabi Muhammad dengan apa yang telah beliau sampaikan, yang tidak diragukan lagi kebenarannya, dan tidak perlu mencari jalan lain, yang bukan jalan Rasul. Mereka akan merasa sedih di hari kiamat, tetapi rasa penyesalannya akan sia-sia baginya, dan kedua tangannya hanya akan menerima kerugian dan penyesalan. Tafsir Al-Qurtubi Dan ingatlah ketika hari itu orang zhalim mengigit dua tangannya, jika dibaca a AA. Beberapa penjelasan dari ahli tafsir, diantaranya Ibnu dengan fiil madhi adalah AA eAA Abbas, dan Sa`ad bin Al-Musayyab, bahwa orang zalim disini adalah Uqbah bin Mu`ai dan temannya yakni Umayyah bin Khalaf. Abasa . : 1 Tafsir Al-Qur`an al-AoAem AuDia Muhammad bermuka masam, karena telah datang seorang buta kepadanya, tahukah kamu barangkali dia ingin membersihkan dirinya . ari dos. Ay Maksudnya tercapainya kesucian dan kebersihan dalam dirinya. AuDia Muhammad bermuka masam, karena telah datang seorang buta kepadanya, tahukah kamu barangkali dia ingin membersihkan dirinya . ari dos. Ay Maksudnya tercapainya kesucian dan kebersihan dalam dirinya. Tafsir Al-Qurtubi Al-Imam Hafidz ImAd al-Din Abi al-Fida Ismail Ibn Amr Ibn Kar Ad-Dimasyqi. Tafsir Al-QurAn Al-Adeim. Juz 3 (Beirut: Daar al kutub al -ilmiah, 1. Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Abi Al-Qurubi. Al-JAmi` Li AhkAm Al-Quran,. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Salsabila Firdausa dan Melisa Ania Zulita Kata A adisini bermakna kalaha bi wajhihi . ermuka masa. A aOa aOOEAartinya a`radha bi wajhihi . emalingkan wajahny. AI NA, kata A aIAposisinya naab sebagai maf`ul lahu Komentar penulis: pada ayat ini Ibnu Kar menafsirkan tiga ayat sekaligus pada surat AnNaba, tidak menafsirkan secara perkata, dengan makna AuBahwa Allah memerintahkan kepada Rasulullah untuk tidak mengistimewakan suatu ancaman terhadap satu orang saja, tetapi berlaku adil dan sama kepada para bangsawan, orang lemah, miskin, kaya, orang terhormat, budak, pria, wanita, anak-anak, dan orang dewasa, tidak memalingkan wajah ketika ada seorang budak yang bertanya,Ay kemudian Ibnu Kar menggunakan pendapat mayoritas ahli tafsir terkait asbabul nuzul ayat ini, sedangkan Imam Qurtubi menafsirkannya dengan penafsiran perkata, dengan makna kalaha bi wajhihi . ermuka A aOa aOOEAartinya a`radha bi wajhihi . emalingkan wajahny. Terkait asbabul nuzulnya Imam Qurtubi mengutip pendapat mayoritas ahli tafsir. Malik, dan menggunakan riwayat At-Tirmidzi. Titik persamaannya adalah sama-sama mencantumkan asbabul nuzul ayat ini berkaitan dengan Ibnu Umi Maktum. Luqman . : 18 Tafsir Al-Qur`An al-AoAem AuDan janganlah memalingkan muka dari manusia. AyYakni jangan kamu palingkan wajahmu dari manusia ketika kamu sedang berkomunikasi dengan seseorang. Maka a A aA IEa IA a A Ay aOaE aaIAYakni berjalan merendahlah dan maniskan wajahmu kepada mereka. 21 AuAA U A aI aA dengan sombong takabur, otoriter, dan menjadi pembangkang. Jangalah kamu melakukan itu, jika kamu melakukan itu Allah pasti akan murka dengan kamu. Tafsir Al-Qurtubi Kata AEA a IA ca berati condong atau cenderung. Al-Harawi berpendapat kata a a aOEa A mengandung arti jangan berpaling dari mereka karena sombong. Dalam suatu Hadis disebutkan AuAkan datang suatu keadaan pada manusia, dimana manusia bersikap sombong dengan memalingkan wajah. Ay Yakni orang-orang yang tidak memiliki agama dalam pribadi mereka. ANALISIS PERBANDINGAN SERTA PERSMAAN TAFSIR QS. Al-MUTOFIFIN . Al-MA`idah . : 83. Al-FurqAn. : 27. Abasa. :1. Luqman. :18 OLEH IBNU KATSIR DAN IMAM QURTHUBI Dalam menafsirkan surat Al-Muoffifn ayat 30. Ibnu Kar dan Imam al-Qurubi memiliki sebuah kesamaan yakni kedua tafsir sepakat Menafsirkan tentang a y a t i n i dengan makna orang munafik yang mencela orang-orang beriman setiap mereka bertemu, mereka selalu mengedipkan mata tanda menghinakan mereka. Tafsir Ibnu Katsir lebih memfokuskan kepada suatu keadaan menggigit jari di sebbakan merasa sedih dan Al-Imam Hafidz ImAd al-Din Abi al-Fida Ismail Ibn Amr Ibn Kar ad-Dimasyqi. Tafsir Al-QurAn Al-Adeim. Juz 6. (Beirut: Dar al-Kutub al-`Ilmiah, 1. Abu Abdullah Muhammad bin Ahmad bin Abi Al-Qurubi. Al-JAmi` Li AhkAm Al-Quran. Juz 16. (Beirut: Mu`asassah Ar-Risalah, 2. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Salsabila Firdausa dan Melisa Ania Zulita merasa menyesal terhadap suatu perbuatan yang Allah kabarkan bahawa perilaku mereka sangat menyimpang dari agama Allah S. Titik perbedaanya Tafsir Imam Qurtubi menafsirkan ayat ini dengan lebih berfokus kepada makna mengiggit kedua jarinya tanda bahwa ia sangat menyesali perbuatan yang sudah ia lakukan, sebab menuruti apa yang temannya perintahkan. Kelebihan Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini adalah menggunakan bahasa yang dapat dimengerti dalam menafsirkan ayat ini, namun kekurangannya adalah tidak mencantumkan kisah yang melatarbelakngi ayat tersebut turun dan tidak mencantumkan pendapat para sahabat terkait penafsiran ini seperti penafsiran Imam Qurtubi, sedangkan kelebihan Imam Qurtubi dalam menafsirkan ayat ini adalah menggunakan hadis dalam menafsirkan ayat ini, mencantumkan pendapat sahabat, dan menceritakan latar belakang terkait ayat ini turun. Pada surat Al-MA`idah ayat 83 terdapat sebuah persamaan yakni kedua tafsir sepakat menafsirkan tentang ayat ini dengan makna orang-orang yang menangis itu mereka memberikan kesaksian tentang kebenaran bahwa mereka telah beriman kepada Allah. Dan terdapat sebuah perbedaan yakni Tafsir Ibnu Katsir lebih memfokuskan kepada suatu keadaan menangis pada ayat ini terjadi ketika mereka telah mendapatkan kabar gembira tentang pengutusan Nabi Muhammad saw. sebelumnya Tafsir Imam Qurtubi menafsirkan ayat ini dengan lebih berfokus kepada mengeluarkan air mata merupakan sebuah kondisi orang-orang yang mempunyai pengetahuan. Mereka menangis tetapi tidak pingsan, mereka meminta namun tidak berteriak, mereka bersedih tapi tidak mati. Kelebihan Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini adalah menggunakan bahasa yang dapat dimengerti dalam menafsirkan ayat ini, dan mencantumkan kisah Ketika ayat ini turun, namun kekurangannya adalah tidak mencantumkan tidak mencantumkan pendapat para sahabat terkait penafsiran ini seperti penafsiran Imam Qurtubi, sedangkan kelebihan Imam Qurtubi dalam menafsirkan ayat ini adalah, mencantumkan pendapat sahabat, dan menceritakan latar belakang terkait ayat ini turun, tetapi menurut pendapat penulis Imam Al-qurtubi dalam menafsirkan ayat ini memiliki kekurangan yakni tidakaa menafsirkan kata perkata dalam menafsirkan ayat ini. Pada surat Al-FurqAn ayat 27. Ibnu Kar dan Imam al-Qurubi memiliki sebuah kesamaan dalam memahami ayat ini yakni tentang Kedua tafsir sepakat Menafsirkan tentang a y a t i n i dengan makna kesamaan dalam memahami ayat ini tentang bagaimana orang zalim akan menyesal terhadap apa yang telah dilakukan kepada Rasulullah. Dan memiliki titik perbedaan yakni Tafsir Ibnu Katsir lebih memfokuskan kepada suatu keadaan menggigit jari di sebbakan merasa sedih dan merasa menyesal terhadap suatu perbuatan yang Allah kabarkan bahawa perilaku mereka sangat menyimpang dari agama Allah S. Tafsir Imam Qurtubi menafsirkan ayat ini dengan lebih berfokus kepada makn amengiggit kedua jarinya tanda bahwa ia sangat menyesali perbuatan yang sudah ia lakukan, sebab menuruti apa yang temannya perintahkan. Kelebihan Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini adalah menggunakan bahasa yang dapat dimengerti, mencantumkan kisah yang melatarbelakangi ayat ini turun, mencantumkan ayat lain yang berkaitan, namun kekurangannya adalah REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Salsabila Firdausa dan Melisa Ania Zulita mencantumkan pendapat para sahabat terkait penafsiran ini seperti penafsiran Imam Qurtubi, sedangkan kelebihan Imam Qurtubi dalam menafsirkan ayat ini adalah mencantumkan pendapat sahabat, dan menceritakan latar belakang terkait ayat ini turun. Pada surat `Abasa ayat 1 terdapat suatu persaaman dan perbedaan antara Ibnu Kar dan Imam al- Qurtubi. Titik persamaannya adalah kedua tafsir sepakat menafsirkan tentang a y a t i n i dengan makna kesamaan dalam memahami ayat ini yakni tentang bermuka masam yang bermakna memalingkan wajah dari Ibnu Umi Maktum ketika sedang berbicara. Titik perbedaannya adalah Tafsir Ibnu Katsir lebih memfokuskan makna bahwa Allah memerintahkan Rasulullah untuk tidak mengistimewakan suatu ancaman terhadap satuorang saja, tetapi berlaku adil kepada para bangsawan, orang lemah, miskin, kaya, orang terhormat, budak, pria, wanita, anak-anak, dan orang dewasa. Tafsir Imam Qurtubi menafsirkan ayat ini dengan lebih berfokus kepada makna sebuah celaan yang Allah berikan kepada nabi Muhammad yang telah memalingkan wajahnya dari Ibnu Umi Maktum. Kelebihan Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat ini adalah menggunakan bahasa yang dapat di mengerti, mencantumkan kisah yang melatarbelakangi ayat ini turun, mencantumkan ayat lain yang berkaitan, namun tidak menafsirkan dari segi nahwunya, sedangkan kelebihan Imam Qurtubi dalam menafsirkan ayat ini adalah mencantumkan pendapat sahabat, dan menceritakan latar belakang terkait ayat ini turun, dan mencantumkan pembahasan dari segi nahwunya. Dan pada surat LuqmAn ayat 18 terdapat persamaan antara Ibnu Kar dan Imam al-Qurubi dalam menafsirkan AuDan sederhanalah kamu dalam berjalan. Ay Yakni berjalan dengan sederhana, tidak terlalu cepat tetapi pertengahan, yakni berjalan biasa. Titik persamaan dalam ayat ini adalah sama-sama menafsirkan tentang cara berjalan orang Titik perbedaanya adalah Tafsir Ibnu Katsir lebih memfokuskan makna bahwa ayat ini menerangkan jangan kamu palingkan wajahmu dari manusia ketika kamu sedang berkomunikasi dengan seseorang. Maka merendahlah dan maniskan. Berjalan sombong adalah dengan sombong takabur, otoriter, dan menjadi pembangkang. wajahmu kepada Tafsir Imam Qurtubi menafsirkan ayat ini menerangkan bahwa jangan mencondongkan wajah kita kepada manusia karena merasa sombong, angkuh dan menghinakan mereka. Berjalan sombong adalah berjalan dengan rasa sombong, tetapi cara berjalan mereka secara cepat bukan karena adanya suatu keperluan. PENUTUP Dalam studi tafsir Al-Qur'an oleh Ibnu Kar dan JAmi' li AukAm Al-Qur'an, penulis menemukan bahwa komunikasi bahasa tubuh dalam Al-Qur'an diklasifikasikan menjadi lima kategori, yaitu isyarat mata, tangan, telinga, wajah, dan kaki, seperti yang terlihat dalam Q. Abasa 1. Al-Muaffifn 30. Al-FurqAn 27. Luqman 18, 19 dan Q. Al Penafsiran Ibnu Kar dan Imam al-Qurubi terhadap ayat yang menunjukkan komunikasi bahasa tubuh dalam Al-Qur'an adalah sebagai berikut: Pertama: komunikasi dengan bahasa mata. Menurut Ibnu Kar dan Imam al-Qurubi, kedip-kedip mata menunjukkan penghinaan. REVELATIA: Jurnal Ilmu Al-QurAoan dan Tafsir Vol. No. November 2023 Salsabila Firdausa dan Melisa Ania Zulita DAFTAR PUSTAKA