Jurnal Jendela Matematika Volume 1 No. 2 Juli 2023 ISSN: 2986-7134 (Prin. / ISSN: 2985-9875 (Onlin. The article is published with Open Access at: https://w. id/index. php/JJM Pengaruh model inside outside circle berbantu media audio visual terhadap hasil belajar matematika Dia Wahyuni A. STKIP Modern Ngawi Budi Sasomo. STKIP Modern Ngawi Arum Dwi Rahmawati. STKIP Modern Ngawi A diawahyunistkip1234@gmail. Abstract: The purpose of this research is to see the impact of using the modelInside Outside Circle using audio-visual media with conventional learning methods on student mathematics learning outcomes. The population used is SMPN 2 Sine students. The researcher in this study applied the methodtrue experimental using population clustering sampling technique. The data used by the researcher is the data of the Odd Semester Final Deuteronomy scores and the results of the final mathematics test scores. The final results of the study are results . there are differences in learning outcomes in mathematicsInside Outside Circle assisted by audio-visual media obtained an average of 71. 09 and 8 with tobs = 2. 55 greater . Learning approachInside Outside Circle, assisted by audiovisual media, is more appropriate than conventional learning in the Keywords: Inside Outside Circle, audio-visual media, learning outcomes Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat dampak penggunaan model Inside Outside Circle menggunakan media audio visual dengan metode pembelajaran konvensional pada hasil belajar matematika siswa. Populasi yang digunakan ialah siswa SMPN 2 Sine, peneliti dalam penelitian ini menerapkan metode true eksperimental menggunakan teknik sampling mengkluster populasi. Data yang digunakan peneliti ialah data nilai Ulangan Akhir Semester Ganjil dan hasikl nilai tes akhir matematika. Hasil akhir penelitian terdapat hasil . terdapat perbedaan hasil belajar matematika dalam Inside Outside Circle dibantu media audio visual diperoleh rata-rata 71,09 dan konvensional 62,8 dengan tobs = 2,55 lebih besar . Pendekatan pembelajaran Inside Outside Circle, dibantu oleh media audiovisual, lebih tepat daripada pembelajaran konvensional di kelas. Kata kunci: Inside Outside Circle, media audio visual, hasil belajar Received 10 Juli 2023. Accepted 12 Juli 2023. Published 20 Juli 2023 Citation: D Wahyuni. B Sasomo. A D Rahmawati. Pengaruh model inside outside circle berbantu media audio visual terhadap hasil belajar matematika. Jurnal Jendela Matematika. Vol 1 . , 69-76. Copyright A2023 Jurnal Jendela Matematika Published by CV. Jendela Edukasi Indonesia. This work is licensed under the Creative Commons Attribution-Non Commercial-Share Alike 4. 0 International License. D Wahyuni. B Sasomo. A D Rahmawati PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satupeluang penting yang dibutuhkan bagi bangsa demi mencapai tujuan mencerdaskan kehidupan masyarakat dan mengoptimalkan sumber daya manusia yang berkualitas dengan memiliki keterampilan dan pengetahuan yang baik. Dengan semakin bertumbuh dan berkembangya ketrampilan dan kualitas manusia bisa menjadikan sumber daya manusia yang kreatif, memiliki pengetahuan yang luas, pribadi yang cakap dan dapat memanfaatkan potensi yang dimiliki dengan baik. Sumber daya manusia pada zaman ini khususnya generasi muda dituntut memiliki keahlian dan ketrampilan seiring perkembangan zaman karena generasi merupaka garda terdepan sebagai pembangun bangsa dan sebagai generasi penerus bangsa. Berdasarkah hal tersebut pendidikan mempunyai pera penting bagi kemajuan suatu bangsa. Sebagai sesuatu yang sangat penting dalam hal peningkatan sumber daya manusia, sudah pasti terdapat persyaratan kualifikasi bagi siswa untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu dan berkualitas. Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan peran guru sebagai pelaku pengelolaan bahan pelajaran, sumber belajar dan penguasaan materi dalam pendidikan. (Dewi Fahmi Ats-tsanny, 2. kita bisa menilai baik tidaknya guru berdasarkan standar kualifikasi akademik, kompentensi, kemampuan yang dimiliki dan keinginan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Kompetensi yang perlu dimiliki guru salah-satunya adalah kemampuan pedagogik yaitu sebagai pelaku dalam mengelola pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga pembelajaran yang efektif tercapai, professional yaitu perangkat-perangkat dan tugastugas sebagai guru terlaksana dengan baik dan benar, kemampuan sosial yaitu kemampuan komunikasi yang baik dengan guru lainnya dan terutama dengan siswa, dan kepribadian yang baik yang menjadi contoh baik bagi siswa. Dengan memiliki dasar-dasar kompetensi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kualifikasi dalam mengembangkan proses pembelajaran terutama dalam penyampaian materi Dalam mengembangkan proses pembelajaran seorang guru harus membuat proses pembelajaran menjadi aktif, inovatif dan kreatif. Artinya guru berperan untuk menciptakan iklim suasana pembelajaran yang nyaman dengan pengelolalan kelas yang baik sehingga kondusif, namun siswa tetap dapat menerima penyampaian materi dengan Salah satunya hal tersebut harus mampu dikembangkan dalam pembelajaran Menciptakan lingkungan belajar yang kreatif dan inovatif membutuhkan peran guru. Model pembelajaran konvensional masih banyak diterapkan dalam proses belajar di kelas. Model tersebut ialah model dimana arahan dan perintah masih berpusat pada guru. Akibatnya penerapan model pembelajaran tersebut memberikan peran pasif terhadap siswa. memberikan peran pasif terhadap siswa (Mardiani & Hermawan, 2. Matematika memiliki manfaat dan peranan penting dalam aspek kehidupan. Seringkali siswa beranggapan bahwa mametika merupak materi yang rumit dan penuh dengan hitung-hitungan. Padahal matemtika merupakan suatu kunci untuk membuka kesempatan-kesempatan lain diluar. Matemtiki meiliki banyak manfaat salah satunya mengjarkan untuk berfikir logis dan matematis. Matematika memiliki banyak peranan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut (Eliza et al. , 2. menjelaskan bahwa model pembelajaran konvensional memiliki kegiatan dimana guru menyampaikan apersepsi, kemudian siswa menerima aperspsi dengan memperhatikan daan menyimak materi yang disampaikan. Model pembelajaran konvensional kurang melibatkan peran aktif siswa sehingga menciptakan suasan pembelajaran monoton dengan siswa yang kurang fokus dan bosan. Pembelajaran yang pasif keterlibatan siswa membuat siswa kurang berkembang (Muh Judrah, 2. Rasa bosan dan kurang fokus dalam pembalajaran akan terjadi karena pasifnya keterlibatan siswa. Perlu adanya inovasi baru yang diterapkan untuk D Wahyuni. B Sasomo. A D Rahmawati mencipatkan suasana pembelajaran yang menarik guna meningkatkan tujuan yang hendak dicapai. Hasil dari belajar matematika siswa merupakan keterampilan siswa yang diperoleh dari pemahaman, latihan dan evaluasi yang dilakukan siswa dalam proses pembelajaran matematika sehingga timbul kemampuan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran dan mampu menciptakan solusi pemecahan masalah-masalah dalam matematika yang dinilai dari nilai matematika yang diterima. (Nurrita, 2. Dalam memperoleh hasil pembelajaran yang ingin dicapai dalam kelas memerlukan kriteriakriteria yang memberikan efek hasil belajar. Motivasi, minat belajar dan rasa ingin tahu siswa dalam pembelajaran menjadi salah satu faktor yang dapat digunakan untuk mencapai hasil yang diharapkan (Nabillah Tasya & Abadi Agung Prasetyo, 2. Menurut (Ridho, 2. beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internaldalam diri siswa meliputi motivasi dan minat siswa belajar, kemauan siswa dalam belajar dan perhatian siswa dalam belajar sedangkan faktor eksternal meliputi teman bergaul, fasilitas dalam pembelajaran, suasana pembelajaran dan motode yang diterapkan guru dalam pembelajaran. Observasi yang dilakukan peneliti di SMPN 2 Sine dengan data awal nilai UAS dan pengamatan diperoleh hasil terdapat beberapa permasalahan dalam pembelajaran salah satunya proses pembelajaran yang masih dipimpin guru, suasana kelas yang monoton, siswa yang mengantuk, dan konsentrasi yang kurang terhadap pembelajaran sehingga berimplikasi rendahnya hasil belajar. Permasalahan tersebut bisa dilihat juga dari data UAS yang diperoleh dengan jumlah keseluran siswa kelas Vi yaitu 124 siswa , nilai yang mencapai (KKM) Kriteria Ketuntasan Minimum ialah 37,9% dan 62,1% lebih rendah dari KKM. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi bagi guru sebagai pelaku sumber belajar. Penulis manganalisis rendahnya nilai ujian matematika yang didapat siswa disebabkan ketidaktahuan dalam memahami materi sistem persamaan liniar dua variabel. Pengelolaan yang kurang memberikan kesan dalam pembelajaran menjadi salah satu pemicu rendahnya hasil belajar. Pembelajaran konvensional yang saat ini diterapkan menghasilkan suasana iklim pembelajaran yang kurang menarik. Faktor tersebut menjadi tuntutan bagi guru untuk mengembangkan strategi dan solusi model pembelajaran agar hasil belajar yang diingankan tercapai. Strategi dan model inovatif yang tepat sesuai dengan pebelajaran sangat diperlukan Untuk memperoleh pembelajaran optimal sesuai dengan tujuan (Fakhrurrazi, 2. Berdasarkan berbagai permasalahan tersebut, penulis mencoba memberikan solusi pengembangan model pembelajaran, yaitu Inside Outside Circle berbantu media audio visual yang diharapkan menjadi solusi dari permasalahan-permasalahan yang ada. Inside Outside Circle ialah metode pembelajaran yang membentuk kelompok lingkaran dalam dan lingkaran luar di dalam kelas yang terdiri dari pola lingkaran kecil dan pola lingkaran besar (Isnaini et al. , 2. Model IOC memiliki sistem yang terperinci, dimana siswa terlibat aktif dalam proses belajar dan dapat mengomunikasikan sikap kooperatif, keterampilan komunikasi, melatih sikap kerjasama, kemampuan berkomunikasi dan dapat menyampaikan menyampaikan ide-ide yang dimiliki kepada kelompok lain (Azmi, 2. Tujuan model tersebut adalah mengembangkan sikap kemandirian belajar, kemampuan berkomunikasi menyampaikan informasi, dan menyampiakan aspirasi-aspirasi yang dimiliki kepada temannya. Selain itu melatih sikap kedisiplinan dan kepatuhan terhadap tata tertip (Shoimin, 2. Menurut (Muhammad Ikhsan & Muhammad Syafiq Humaisi, 2. dalam hal media audiovisual memiliki unsur audible dan unsur visual yang dapat dilihat dan didengar serta mampu menyampaikan informasi pembelajaran dengan baik karena dapat memberikan pengetahuan dan ide dari unsur audio dan gambar yang diberikan. Menurut (Parta, 2. media audio visual memiliki kehalian lebih baik dari pada media lain, disebabkan terdapat media audible dan juga visual . Media audio visual ialah sebuah sarana yang digunakan untuk membantu penyampaian materi yang dapat memberi pengetahuan, sikap, serta ide dalam proses pembelajaran. Hal ini memudahkan guru D Wahyuni. B Sasomo. A D Rahmawati untuk menyampaikan materi yang lebih kreatif dengan menggunakan teknologi yang sudah ada dan diterima baik oleh siswa. Penerapan Inside Outside Circle berbantu media audio visual memberikan unsur bebas dan santai pada saat pembelajaran dan peran aktif pada siswa. Langkah-langkah model pembelajaran menurut (Andini et al. , 2. persiapan, pelaksanaan, simpulan materi, dan evaluasi. METODE Peneliti dalam penelitian ini menerapkan jenis kuantitatif dengan menerapkan uji ratarata. uji rata-rata bertujuan untuk memperjelas perbandingan antara model Inside Outside Circle berbantuan media audio visual dengan model konvensional terhadap hasil belajar matematika siswa. Metode yang digunakan true experimental design dimana kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang digunakan dalam penelitian dipilih secara acak (Sugiyono, 2013:. Rancangan yang digunakan Posttest only Control Design, dalam penelitian ini, dua kelompok dipilih secara acak (R), dimana kelas yang menerima perlakuan ditetapkan sebagai kelompok eksperimen dan yang tidak mendapat perlakuan adalah kelas kontrol. Populasi dasar penelitian ini adalah siswa kelas Vi SMPN 2 Sine yang berjumlah siswa 124, kemudian sampel diambil secara acak dengan teknik sampling dalam penelitian ini adalahl Cluster Random Sampling yaitu desain pengambilan sampel dimana total populasi dibagi menjadi beberapa kelompok atau kelompok terpisah atau cluster dimana populasi terdapat kelompok-kelompok dengan kelompok kelas Vi A sebagai kelas eksperimen dan Vi B sebagai kelas kontrol (Sugiyono, 2013:. Pengambilan sempel diacak menggunakan undian seperti kocokan arisan untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data awal dalam penelitian imi adalah nilai Ujian Akhir Semester Ganjil dan nilai tes akhir . sebagai data akhir. Prosedur dan urutan-urutan penelitian yang diterapkan dalam pelaksanaan penelitian ini, menggunakan model Inside Outside Circle dibantu media audiovisual di kelompok eksperimen dan perlakuan konvensional di kelas Setelah dilakukan perlakuan model pembelajaran sesuai dengan sampel-sempel yang digunakan diberikan posttest pada dua kelas tersebut untuk mengetahui perbedaan hasil yang diberikan perlakuan berbeda. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN Data yang didapat dari penelitian eksperimentasi di SMPN 2 Sine model inside outside circle berbantu media audio visual, diperoleh data awal nilai uas semester ganjil dan nilai hasil posttest setelah diberi perlakuanmn adalah sebagai berikut. Tabel 1. Hasil belajar siswa Sebelum Perlakuan Setelah Perlakuan Kelompok Kelas Jumlah Siswa Maksimal Nilai Minimal Mean Eksperimen Vi A Kontrol Vi B Eksperimen Vi A Kontrol Vi B 254,96 284,34 147,95 188,60 Melalui data tabel 1 diperoleh data UAS semester I dari kedua sampel yang Data tersebut menunjukan kelas Vi A sebelum perlakuan dari 32 siswa yang memperoleh nilai paling tertinggi adalah 82 dengan rata-rata kelas Vi A adalah 58. Kelas Vi B sebelum menerima perlakuan dari 32 siswa nilai maksimal adalah 80 D Wahyuni. B Sasomo. A D Rahmawati dengan rata-rata 56. Setelah mendapat perlakuan diperoleh data nilai akhir. Sebanyak 32 siswa dari kelas eksperimen mendapat perolehan nilai maksimal 90 dengan rata-rata 71,09 dengan varian 147,9587 sedangkan, kelas control memperoleh nilai maksimal 85 dari jumlah siswa 32 dengan rata-rata 62,81 dan varians 188,6089. Dari keterangan tersebut disimpulkan bahwa hasil belajar kelompok eksperimen mendapat hasil belajar lebih tinggi setelah perlakuan disbanding sebelum menerima perlakuan dan hasil belajar Vi A kelompok eksperimen lebih tinggi dibanding Vi B kelompok kontrol. Hasil tersebut dipengaruhi penerapan model pembelajaran yang tepat. Menurut (Ahlaro, 2. dalam penerapannya model pembelalajaran dikatakan efektif dan efisien apabila memenuhi beberapa kriteria diantaranya : Dapat mengembangkan rasa keingintahuan siswa. Dapat meningkatkan sikap percaya diri dari siswa. Mengmbngkan sikap kreativitas siswa dalam belajar dan Model pembelajaran efektif dan efisien diterapkan dalam pembelajaran. Uji pendahuluan yang dilakukan pada kedua kelompok yaitu uji keseimbangan dengan menerapkan uji t tingkat signifikansi = 0,05 DK { t | t < -1,999 atau t >2,0196, dengan hasiln keputusan H0 diterima, hal tersenbet disimpulkaan dari kedua sempel kelompok tersebut dinyatakan berkemampuan yang seimbang. Setelah dilakukan uji keseimbangan dan mengetahui kemampuan seimbang dari kedua kelompok maka dilanjutkan dengan menganalisis apakah data awal yang digunakan berdistribusi normal dengan menggunakan uji Liliefors (Budiyono 2016:. Dari pengujian tersebut menggunakan uji Liliefors diperoleh hasil untuk kelas eksperimen Vi A lhitung : 0,094 dan ltabel : 0,156, sedangkan kelas control Vi B l obs : 0,093 dan l tabel : 0,156. DK {Lmak. Lmaks Lan }, sehingga dari data tersebut disimpulkan diterimanya H0, maka kedua sampel yang digunakan berdistribusi dari sampel normal. Setelah data dinyatakan berdistrbusi normali selanjutnya menganilis data apakah data-data dari kedua kelompok sempel yang digunakan homogen. Tujuannya untuk mencari kelompok sempel yang digunakan mempunyai varian yang sama atau tidak (Budiyono 2016:. menggunakan uji bartlet pada taraf signifikansi : 0,05 dengan Vi A 254,97 dan kelas Vi B 284,35 diperoleh X hitung = 0,092 dan X tabel 3,84 DK = { }, karena Xhitung< Xtabel hal tersebut disimpulkan bahwa H0 diterima dan menunjukkan bahwa sampel berasal dari varian yang sama atau homogen. Selanjutnya uji prasyarat penelitian, menggunakan hasil posttest yang diberikan pada kedua sampel. Kedua kelompok sempel dilakukan prasyarat pertama untuk memastikan apakah kedua kelompok sampel berdistribusi normal setelah mendapat perlakuan model pembelajaran. Uji yang digunakan yaitu uji normalitas menerapkan Liliefors pada taraf signifikansi 0,05 DK {Lmak. Lmaks Lan } dengan hasil untuk kelompok eksperimen Lhitung = 0,0953 dan Ltabel = 0,156 kemudian hasil uji normalitas akhir untuk kelas kontrol didapat Lhitung = 0,0902 dan Ltabel = 0,156. Hasil dari uji normalitas akhir pada posstest menunjukkan data sampel pada kedua kelompok saampel berdistribusi normal atau H0 diterima dengan demikian kedua sampel berdistribusi Kemudian kelompok sampel yang digunakan dinyatakan berdistribusi normal, selanjutnya uji homogenitas menggunakan data posttest dengan uji Bartlet dengan tingkat signifikansi Vi A : 147,959. Vi B : 188,609 dan X hitung = 0,2. DK { } karena X kurang dari X maka H0 diterima maka D Wahyuni. B Sasomo. A D Rahmawati kesimpulannya uji homogenitas akhir menggunakan data posttest masing-masing kelas Sebagai syarat penilaian uji hipotesis dengan data analisis yang diperoleh menyatakan bahwa kelompok sampel yang digunakan berdistribusi normal dan memiliki varian yang sama atau homogen, maka telah digunakan tahapan pengujian prasyarat Uji t . ata-rat. selanjutnya akan digunakan untuk mengevaluasi hipotesis dengan hasil yang ditunjukkan di bawah ini. Tabel 2. Uji Hipotesis Kelas Kelas Kontrol dan Eksperimen 2,55 Keputusan Kesinpulan H0 Ditolak Diterima Dari hasil perhitungan tabel diperoleh t tabel 2,0 t hitung 2,55, dengan DK . <-20 atau t>2,. , karena t hitung tidak diantara Ae ttabel dan t hitung sehingga ditarik kesimpulan ditolaknya H0 atau terdapat hasil penerapan model pembelajaran inside outside circle berbantu media audio visual dalam pembelajaran. Model inside outside circle berbantu media audio visual menjadi solusi lebih tepat dalam mengatasi permasalahan pembelajaran dibandingkan model konvensional pada pembelajaran. Model inside outside circle merupakan inovasi pembelajaran dengan strategi kooperatif, dengan konsep menyenangkan kreatif dan keterlibatan siswa secara aktif, sehingga lebih efektif disbanding model konvensional yang masih menerapkan cara tradisional pada Penelitian relevan yang dilakukan (Jurnal & Teknologi, 2. terdapat perbedaan pengaruh penerapan inside outside circle berbantu media audio visual kelas XI SMK Laksamana Martadinata Medan Tahun Ajaran 2016/2017 yaitu mengalami peningkatan yang signifikan dengan menerapkan model pembelajaran Inside Outside Circle berbantu media audio visual dengan rata-rata nilai awal 47,28 menjadi 82,18. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang didapatkan oleh peneliti disimpulkan bahwa model pembelajaran Inside Outside Circle didukung dengan media audio visual memiliki dampak positif terhadap hasil belajar siswa dibandingkan model tradisional dengan perolehan t hitung > t tabel dari uji hipotesis yang dilakukan. Sehingga penerapan model pada setiap kelompok diperoleh perbedaan hasil belajar. Perolehan hasil belajar posttest kelompok sampel yang menggunakan model pembelajaran inside outside circle yang didukung media audio visual lebih baik dari rata-rata data awal nilai UAS semester 1, hal tersebut menunjukkan perbedaan hasil belajar. Perbedaan lain dapat diperhatikan dari bagaimana siswa bereaksi terhadap pembelajaran dengan menerapkan model Inside Outside Circle yang dilengkapi dengan media audio visual. Dimana siswa ikut berpartisipatif dan rasa semangat siswa yang terbangun dalam proses pembelajaran. Perbedaan lain yaitu rata-rata hasil belajar siswa menerapkan inside outside circle didukung media audiovisual dan penerapan model konvensional dimana rata-rata hasil belajar lebih tinggi ketika menggunakan model Inside Outside Circle didukung media audio visual. Dari pernyataan tersebut menunjukkan model Inside Outside Circle berbantu media audiovisual efektif diterapkan. DAFTAR PUSTAKA