Franciscus Asisi Gada Prabu Ageng. Paulus Subiyanto. Theresia Tatik Pujiastuti Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Rerata Glukosa Darah Sewaktu di Poliklinik Penyakit Dalam HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT DENGAN RERATA GLUKOSA DARAH SEWAKTU DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM Franciscus Asisi Gada Prabu Ageng1. Paulus Subiyanto2. Theresia Tatik Pujiastuti3 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia . Email: gadaprabuageng@gmail. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: paulus_subiyanto@stikespantirapih. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Rapih Yogyakarta. Jl. Tantular 401 Pringwulung. Condong Catur. Depok. Sleman. Yogyakarta. Indonesia. Email: tatik_pujiastuti@stikespantirapih. ABSTRAK Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit dengan karateristik khas hiperglikemi kronik akibat resistensi insulin. Kepatuhan minum obat pasien DM tipe 2 dapat mempengaruhi gula Tujuan: mengetahui hubungan kepatuhan minum obat pada pasien DM dengan rerata glukosa darah Metode: peneliti menggunakan desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh pasien DM Type 2, sejumlah 72 orang. Sampel sejumlah 52 responden yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Analisis korelasi menggunakan uji Spearman. Hasil: Hasil uji korelasi spearman didapatkan nilai p 0,003 . dan nilai coeficcient correlation sebesar -0,406. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan, negative dan lemah antara kepatuhan minum obat dengan kadar glukosa darah pasien. Dengan tingkat kepatuhan minum obat yang rendah cenderung memiliki rerata glukosa darah sewaktu yang tinggi, namun semakin tinggi tingkat kepatuhan minum obat maka rerata glukosa darah sewaktu pasien semakin rendah. Kata kunci: Kepatuhan Minum Obat. Rerata Glukosa Darah. Diabetes Melitus Tipe 2. ABSTRACT Background: Type 2 diabetes mellitus is a disease with the characteristics of chronic hyperglycemia due to insulin resistance. Compliance with taking medication for type 2 DM patients can affect blood Objective: This study to find out correlation between medication adherence in DM patients and average blood glucose over time. Method : Researcher used a correlation research design with a cross sectional approach. The population is all Type 2 DM patients, a total of 72 people. The sample was 52 respondents selected using accidental sampling technique. Correlation analysis uses the Spearman test. results: The results of the Spearman correlation test obtained a p value of 0. and a correlation coefficient value of -0. Conclusion:There is a significant relationship between adherence to taking medication and the average blood glucose level of type 2 DM patients Patients with a low level of adherence to taking medication tend to have a high average blood glucose, but the higher the level of adherence to taking medication, the lower the patient's average blood glucose. Keywords: Medication Compliance. Average Blood Glucose. Diabetes Mellitus Type 2 Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 PENDAHULUAN Diabetes melitus merupakan kondisi menempati posisi ke dua dan DKI Jakarta penyakit yang terdapat pada sistem endokrin dengan ciri khas hiperglikemi kronik yang Secara disebabkan adanya gangguna kerja insulin dan sekresi insulin maupun keduanya. (Badan Pusat Statisti. pada pasien rawat Sehingga mengganggu proses metabolisme jalan kabupaten sleman pada tahun 2020 pada zat lemak, protein, dan karbohidrat 748 kasus dengan presentase terganggu (Ramadona. Rustam & Syauqie, sebesar 6,31 %. (Koesbianto. Didik, 2. Pasien diabetes melitus tipe 2 terjadi Berdasarkan penelitian Pratiwi yang disitasi karena peningkatan kadar gula darah dalam oleh Pinasti . menunjukkan data pasien diabetes melitus tidak terkontrol (Kemenkes, data BPS tubuh sehingga muncul penyakit yang dengan presentase 63,5 % untuk neuropati jumlah kasus pasien DM sebanyak 1. (Kusnadi Federation pada tahun 2008-2009. Zulkarnaini, 2. Organisasi mempengaruhi gangguna glikemik pada Hasil dari studi pendahuluan yang Internasional (IDF) Diabetes Rumah Sakit Panti Rini Indonesia menempati peringkat ke 7 dari 10 penyakit dalam dan perawat Pasien di terbanyak, yaitu sejumlah 10,7 Juta kasus poliklinik rumah sakit panti rini memiliki (PERKENI, 2. Begitupula di Indonesia karateristik pasien diabetes melitus Tipe 2. sendiri berdasarkan hasil data Rikesdas Kondisi yang ditemukan berdasarkan studi Tahun 2018 yang disitasi oleh Nuraeni pendahuluan meliputi pasien memiliki kadar ( 2. menunjukan Negara Indonesia glukosa darah sewaktu selalu tinggi. Mereka tidak tepat waktu minum obat sehingga obat diagnose medis diabetes melitus pada usia sudah habis tapi belum kontrol sehingga Ou15 Tahun meningkat dari 5,7% pada Tahun tidak minum obat. Hasil wawancara dengan 2007 menjadi 8,5 % pada tahun 2018. 5 pasien terdiagnosis diabetes melitus, 3 dari Provinsi Daerah Isitimewa Yogyakarta (DIY) 5 pasien menunjukan perilaku tidak patuh menempati posisi ke tiga teratas penderita minum obat dengan alasan mengatakan lupa DM terbanyak dengan presentase 3,1 % membawa obat ketika bepergian, pasien dibawah provinsi Nusa Tenggara Timur masih mengkonsumsi obat tidak sesuai dilakukan di poliklinik penyakit dalam Franciscus Asisi Gada Prabu Ageng. Paulus Subiyanto. Theresia Tatik Pujiastuti Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Rerata Glukosa Darah Sewaktu di Poliklinik Penyakit Dalam dengan dosis yang diresepkan oleh dokter. Obat yang diterima pasien berdasarkan data pengumpulan data adalah kuesionar berupa rekam medis pasien peneliti menemukan MMAS-8 dengan hasil uji validitas antara sejumlah 2 sampai 3 macam obat yang 0,402 hingga 0,687 dan uji reliabilitas diberikan berdasarkan respon kadar gula MMAS-8 ini valid dan reliabel dengan pengobatan DM pada rekam medic pasien. untuk mengukur Kepatuhan minum obat Berdasarkan pasien diabetes melitus dan lembar studi pada 3 bulan terakhir sebanyak 72 pasien dokumentasi untuk data identitas pasien. DM Tipe 2 dengan jadwal 1 bulan sekali skor kepatuhan minum obat menggunakan dengan hasil kadar glukosa darah sewaktu kuisioner MMAS-8 dengan kategori: Baik (Skor . Sedang (Skor 6-. dan Kurang Studi Berdasarkan 0,831sehingga Instrumen (Skor 0-. Sedangkan rerata glukosa darah saya paparkan. Penelitian ini bertujuan sewaktu pasien Menggunakan pedoman PERKENI . dengan kategori: baik . - minum obat dengan rerata kadar glukosa 139 mg/d. , sedang . -179 mg/d. , dan darah pasien diabetes melitus Tipe 2 di buruk (>180 mg/d. poliklinik penyakit dalam Rumah sakit Panti Analisis Rini Yogyakarta. terhadap tiap variabel dari hasil penelitian menggunakan proses tabulasi yaitu table METODE PENELITIAN Penelitian distribusi frekuensi meliputi jenis obat yang diminum, kategori kepatuhan minum dan penyakit dalam Rmah sakit Panti Rini kategori rerata glukosa darah sewaktu pasien. Yogyakarta. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan rumus uji menggunakan penelitian kuantitatif dengan Spearman Rank menggunakan software menggunakan rancangan penelitian survey dengan intrepetasi Ha diterima. H0 ditolak dan metode analisis deskripsi, dengan apabila terdapat hubungan ang signifikan Populasi antara kepatuhan minum obat dengan rerata penelitian ini adalah 72 orang dengan pasien kadar glukosa darah sewaktu dengan p-value yang melakukan control 3 bulan terakhir di O0,05. Namun apabila Ha ditolak. H0 poliklinik Penyakit dalam Rumah sakit Panti Rini. Sampel yang ditentukan berdasarkan hubungan yang signifikan antara kepatuhan pasien yang melakukan control rutin dengan minum obat dengan rerata kadar glukosa accidental sampling, didapatkan sampel Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN darah sewaktu sewaktu dengan p-value Ou0,05 . usAoat, 2. Tabel 1 Karateristik Pasien Diabetes Melitus di Poliklinik Penyakit Dalam Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta . Kategori Usia Ou 50 Tahun (Usia 50 tahun Ou 50 Tahun (Usia 49 tahun Total . Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Total . Pendidikan SMP SMA Total . Lama Menderita Ou 5 Tahun Ou 5 Tahun Total . Sumber: Data Primer, 2023 Berdasarkan Tabel Presentase 88,5 % 11,5 % 34,6 % 65, 4 % 3,8 % 19,2 % 15,4 % 11,5 % 69, 2 % 30, 8 % perubahan elastisitas pembuluh darah dapat distribusi responden yang terbanyak selama dipengaruhi seiring bertambah nya usia penelitian terdiri dari kategori usia > 50 sehingga pada penderita diabetes melitus tahun sebanyak 46 responden . ,5 %). yang berpengaruh adalah gangguan fungsi Karateristik usia responden pada penelitian organ pancreas pada sel beta yang berperan dipengaruhi oleh factor yang sesuai dengan penelitian Militia. Handayani & setiaji . (Harahap, 2. usia diatas 40 tahun memiliki resiko Responden mengalami diabetes melitus 6 kali lebih perempuan lebih dominan dari responden tinggi, khususnya diabetes melitus tipe 2. laki-laki, yaitu sebanyak 34 responden Usia . ,4 %). Hal ini sesuai dengan Arania, dkk kualitas dari perfusi jaringan tubuh melalui . , dimana perempuan berisiko tinggi terjadi diabetes melitus, hal ini disebabkan Franciscus Asisi Gada Prabu Ageng. Paulus Subiyanto. Theresia Tatik Pujiastuti Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Rerata Glukosa Darah Sewaktu di Poliklinik Penyakit Dalam oleh penurunan peran hormone estrogen dalam meningkatkan respon insulin dalam individu memiliki pengaruh yang besar darah khususnya perempuan mengalami terhadap pengetahuan seseorang (Wibowo. Yasin. Kristina & Prabandari, 2. Pendidikan Tingkat Responden dengan lama menderita DM mayoritas lulus SMA yaitu sebanyak 26 di poliklinik penyakit dalam lebih dari 5 orang . %). Tingkat pendidikan seseorang tidak mempengaruhi kepatuhan minum obat Hal ini sesuai hasil penelitian Dalimunthe . dimana Durasi pasien mengalami DM memiliki pengaruh yang signifikan yaitu sebanyak 36 orang . ,2 %). kemampuan individu terkait DM untuk memahami pengobatan DM yang cenderung minum obat pasien DM, perasaan jenuh kompleks sehingga semakin tinggi tingkat menjalani pengobatan secara berkelanjutan Pendidikan sedangkan peningkatan kesembuhan yang Berdasarkan diharapkan tidak tercapai. Novorapid. Levemir dan lantus. Menurut Tabel 2 Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Pengobatan . Frekuensi Jenis Pengobatan Oral Dosis Tinggi 42, 3 Oral Dosis Kombinasi 42, 3 Kombinasi Oral & Insulin 15, 4 Total . Sumber: Data Primer, 2023 responden memiliki presentase jenis obat PERKENI yang sama pada obat jenis antidiabetic oral metformin meningkatkan produksi glukosa dosis tunggal dan kombinasi sebanyak 22 orang . ,3 %) sedangkan jenis pengobatan glukosa dalam perifer. Jenis insulin yang paling sedikit pada terapi insulin jangka digunakan pasien DM tipe 2 di poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Panti Rini sebanyak 8 orang . ,4 %) obat yang Yogyakarta terbagi dalam 2 jenis yaitu dikonsumsi pada pasien DM tipe 2 kategori insulin Prandial (Novorapi. dan insulin oral di poliklinik Rumah Sakit Panti Rini jenis long. Insulin long acting merupakan Yogyakarta meliputi metformin, glimepiride, jenis terapi farmakologis menggunakan pioglitazone dan fonylyn Sedangkan obat jarum suntik yang digunakan sekali sehari golongan insulin yang di suntik meliputi. yang berperan menurunkan glukosa darah Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 secara bertahap, efek dari cara kerja insulin pasien dalam mengkonsumsi obat. Pasien jenis ini akan dirasakan selama 24 jam DM yang melakukan kontrol rutin di (Ulhaq, 2. Poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit Jenis Panti Rini Yogyakarta memiliki tingkat kepatuhan yang rendah. Sesuai dengan hasil Menurut penelitian Wibowo. Yasin, penelitian Ramadona. Rustam & Syauqie Kristina & Prabandari . , kepatuhan . , obat terkait jenis pengobatan yang dilakukan pasien meliputi jumlah obat yang diminum, pasien, semakin banyak jenis obat yang semakin sedikit obat yang dikonsumsi harus diminum maka tingkat kepatuhan pasien maka kepatuhan pasien semakin baik, sebaliknya apabila jenis obat semakin dibandingkan dengan pasien DM dengan 1 banyak maka semakin rendah kepatuhan jenis obat saja. Tabel 3 Distribusi Responden Berdasarkan Kepatuhan Minum Obat . Frekuensi Kepatuhan Minum Obat DM Baik 17, 3 Sedang 38, 5 Kurang 44, 2 Total . Sumber: Data Primer, 2023 Berdasarkan tabel 3 menunjukan bahwa Penelitian ini sesuai dengan responden dengan tingkat kepatuhan minum obat dominan ditunjukkan pada tingkat Indawati . , berdasarkan 40 responden kepatuhan minum obat kurang memiliki presentase paling banyak yaitu 23 orang ditemukan sebanyak 22 orang . ,0 %) . ,2 %). Menurut Rahayu. Halim & Savista memiliki kepatuhan minum obat rendah, . , kepatuhan minum obat memegang peran penting dalam dalam mencapai tujuan terapi terutama penyakit jangka panjang pelaksanaan perubahan gaya hidup yang seperti DM sebagai penyebab rendahnya glukosa darah disebabkan karena rendahnya mengkonsumsi obat. Pasien diabetes melitus kepatuhan pasien terhadap terapi pengobatan yang tidak patuh cenderung tidak melakukan pasien DM. perawatan secara mandiri, sebaliknya pada Puskesmas Kecamatan Soraya Cipayung penderita diabetes melitus patuh minum obat Franciscus Asisi Gada Prabu Ageng. Paulus Subiyanto. Theresia Tatik Pujiastuti Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Rerata Glukosa Darah Sewaktu di Poliklinik Penyakit Dalam secara tidak langsung akan melakukan perawatan secara madiri dan seakan-akan . ,5 %). Tingkat kepatuhan minum obat Kepatuhan minum obat merupakan salah dukungan tenaga kesehatan di Puskesmas Mandau yang rutin menganjurkan untuk kepatuhan pengobatan serta untuk mencegah tidak lupa setiap bulannya kepada pasien DM anggota prolanis untuk mengambil obat Hasil penelitian ini tidak sesuai dengan hasil penelitian dari Nazriati. Pratiwi & diabetes melitus di puskesmas sehingga Restuastuti . , dimana pasien DM tipe 2 di Puskusmes Mandau Kabupaten Selain faktor dukungan tenaga Bengkalis kepatuhan minum obat tinggi sebanyak 20 Kesehatan orang . ,0 %), tingkat kepatuhan sedang Mandau Kabupaten Bengkalis. Puskesmas sebanyak 11 orang . ,5 %) dan tingkat Tabel 4 Distribusi Responden Berdasarkan Rerata Glukosa Darah Sewaktu . Frekuensi Rerata Glukosa Darah Sewaktu Baik 17, 3 Sedang 38, 5 Buruk 44, 2 Total . Berdasarkan Utami . didapatkan rata-rata kadar responden dengan rerata glukosa darah glukosa darah penderita diabetes melitus sewaktu dalam kategori buruk sebanyak 24 tipe 2 dari 201 responden didapatkan total rerata glukosa darah sewaktu sebanyak mempengaruhi tinggi maupun rendahnya 227,08 mg/dl dengan nilai maksimal 392 kadar glukosa dalam darah. Aktivitas fisik mg/dl dan nilai minimal 120 mg/dl. %). Terdapat Penelitian ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan Priyanto. Andid & aktivitas fisik maka kadar glukosa darah Zanaria . , menunjukan kadar glukosa darah buruk Berdasarkan Hasil penelitian yang dilakukan dibuktikan dengan responden mengalami Septianingtyas. Kriswiastiny. Zulfian & hiperglikemi sebanyak 36 orang . ,7 %), (Mulyani. Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 sebanyak 7 orang . ,3 %) gula darah pasien pada 54 responden di Poliklinik interna normal dan tidak ada . ,0 %) yang RSUD Labuang Baji Makassar, dimana hasil penelitian didapatkan 36 orang . ,7 %) menyatakan bahwa dari seluruh responden memiliki rerata kadar glukosa darah sewaktu kadar glukosa darah atau hiperglikemi dalam kategori tinggi dan 18 orang . 3 %) memiliki rerata kadar glukosa darah sewaktu Hal Kesalahan persepsi pasien diabetes melitus terhadap informasi yang diberikan tenaga medis kepatuhan berobat pasien diabetes melitus memberikan pengaruh yang signifikan pada tipe 2 saja namun tidak mematuhi aspek lain pasien DM tipe 2 melakukan kesalahan seperti kepatuhan diet dan melakukan dalam penggunaan obat, pengaturan pola perubahan gaya hidup sehat. Berdasarkan makan dan pengelolaan gaya hidup yang penelitian yang dilakukan menjadi riset cenderung mengnakibatkan kadar gula darah bahwa komplikasi DM dapat ditanggulangi dengan kendali glukosa yang baik, namun di hiperglikemi (Adnan. Mulyati & Iswono. Indonesia sendiri masih belum memenuhi target secara maksimal karena mayoritas Penelitian ini sejalan dengan penelitian Kondisi masih berada pada target yang diinginkan Zamaa & Zainudin . , yang dilakukan sebesar 7 %. (PERKENI, 2. Tabel 5 Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Rerata Kadar Glukosa Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 . Kadar Glukosa Darah Sewaktu P value Baik Sedang Buruk Baik Kepatuhan Minum Obat Sedang Kurang Total . Franciscus Asisi Gada Prabu Ageng. Paulus Subiyanto. Theresia Tatik Pujiastuti Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Rerata Glukosa Darah Sewaktu di Poliklinik Penyakit Dalam Berdasarkan tabel 5 menunjukan hasil memiliki kadar glukosa darah yang tidak terkontrol sedangkan 32 responden . ,6 %) minum obat dengan rerata kadar glukosa Berdasarkan ditribusi frekuensi kepatuhan menunjukan hasil uji statistic variable pengobatan responden dengan kadar gula kepatuhan minum obat terhadap veriabel rerata glukosa darah sewaktu menunjukan P korelasi antara kepatuhan minum obat value 0,00 ( P <0,. koefisien korelasi dengan kadar glukosa darah dibuktikan Spearman dengan P value =0,006 (< 0. , sehingga Rho Ae0,406. Hubungan . erbanding terbali. , memiliki kekutan kepatuhan minum obat dan glukosa darah korelasi sedang. Menurut JusAoat . sewaktu pada hasil penelitian yang di kekuatan korelasi pada rentang 0,400 Ae 0, paparkan sesuai dengan hasil penelitian 599 memiliki kekuatan sedang. Asumsi ini menjelaskan bahwa ada Poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit panti rini hubungan yang signifikan antara kepatuhan Yogyakarta minum obat dengan rerata glukosa darah minum obat memiliki Kadar glukosa darah sewaktu pasien diabetes melitus tipe 2. Hasil nilai koefisien korelasi Spearman Rho sebesar Ae 0,406 menunujukan arah korelasi memiliki tingkat kepatuhan minum obat negatif dengan kekuatan korelasi sedang yang lebih rendah dengan peningkatan kadar yang memiliki arti bahwa semakin rendah glukosa darah sewaktu yang tinggi. skor kepatuhan minum obat pasien diabetes bilamana pasien yang patuh Hasil penelitian ini juga sesuai dengan tipe 2 maka rerata kadar glukosa darah penelitian yang dilakukan oleh Bulu, sewaktu semakin semakin tinggi. Hal ini Wahyuni & Sutriningsih . , dimana menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang pasien DM tipe 2 di Puskesmas Dinoyo Kota Malang, menunjukkan bahwa orang . ,3 %) responden memiliki kategori glukosa darah sewaktu pasien DM tipe 2 di kepatuhan sedang menyebabkan glukosa poliklinik penyakit dalam Rumah Sakit darah tidak normal pada 17 . ,9 %) orang. Panti Rini Yogyakarta. Tingkat kepatuhan rendah hingga sedang Penelitian ini sesuai dengan penelitian dapat memicu kadar gula darah menjadi yang dilakukan oleh Yuliati & Angraini tidak stabil pada pasien dengan DM tipe 2, . , dimana dari 53 responden . ,4 %) sedangkan responden dengan kepatuhan Jurnal Keperawatan I CARE. Vol. 5 No. 1 Tahun 2024 minum obat tinggi mampu mengendalikan bilamana cenderung mengalami peningkatan kadar gula darah tetap stabil sehingga rerata glukosa darah pasien yang tidak stabil. mempercepat penyembuhan penyakit DM SIMPULAN DAN SARAN Salah satu factor kepatuhan minum obat pasien baik adalah kadar gula darah Dapat disimpulkan ada hubungan yang pasien yang terkontrol sehingga apabila signifikan antara kepatuhan minum obat tingkat kepatuhan minum pasien rendah dengan rerata glukosa darah sewaktu pasien maka memiliki kecenderungan mengalami diabetes melitus tipe 2 di poliklinik penyakit kadar glukosa darah yang tidak terkontrol. dalam Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta . (Mulyani, 2. Hal ini menjadi salah satu Dari penelitian yang dilakukan kami factor bahwa gula darah yang terkontrol mempegaruhi kurang nya mengkonsumsi Bagi Rumah Sakit Panti Rini Tenaga Kesehatan terutama perawat, sehingga kepatuhan pasien dalam minum harus menjadi educator dan konselor obat cenderung baik dibuktikan dengan dalam memberikan informasi penting responden di poliklinik penyakit dalam sebagai upaya peningkatan kepatuhan Rumah Sakit panti rini memiliki skor minum obat pasien diabetes melitus tipe kepatuhan minum obat baik dengan hasil 2 sehingga dengan kepatuhan minum rerata kadar glukosa darah yang cenderung obat yang baik maka rerata kadar Pentingnya Perawat Sebagai educator di poliklinik penyakit Kepatuhan dalam Rumah Sakit Panti Rini untuk Bagi peneliti selanjutnya Diharapkan pasien DM. penelitian ini lebih mendalam, namun Berdasarkan peneliti memiliki asumsi bahwa kepatuhan kepatuhan minum obat dengan jenis minum obat merupakan salah satu factor rerata kadar glukosa darah lain seperti penting dalam manajemen mandiri pasien GDP, dan GDPP serta OGTT. Sebagai dalam mengontrol kendali kadar glukosa upaya manajemen pengendalian kadar darah pasien. kepatuhan minum pasien yang farmakologi pada penderita diabetes memiliki kendali gula darah yang baik melitus bagi pembaca. minum obat pasien yang rendah yang DAFTAR PUSTAKA