PUSAKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat PUSAKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 . 20 Ae 29 June 2024 The article is published with Open Access at: https://journal. id/index. php/pusaka Pemberdayaan Mahasiswa Universitas Malikussaleh Melalui Field Trip untuk Meningkatan Literasi Kemalikussalehan di Desa Beringin Kecamatan Samudera Pasai Kabupaten Aceh Utara Syarifah Rita Zahara A. Universitas Malikussaleh. Indonesia Sirry Alvina. Universitas Malikussaleh. Indonesia Maulida Aufa Rofiki Lubis. Universitas Malikussaleh. Indonesia A syarifah. rita@unimal. Abstract: Field trip merupakan studi lapangan yang dilakukan mahasiswa untuk melakukan kegiatan belajar diluar kampus. Dalam penelitian ini, mahasiswa melakukan studi otentik mengenai sejarah malikussaleh. Sebagai mahasiswa universitas malikussaleh, mereka dituntut akan pemahaman tentang sejarahnya yang ada. Hal ini menjadi tantangan besar terhadap mahasiswa yang telah lupa akan sejarah. Berdasarkan hal tersebut dilakukan program yang bertujuan terhadap peningkatan literasi kemalikussalehan. Berdasarkan realisasi yang ada, malikussaleh mempunyai lima pilar Kemalikussalehan yaitu religi, akademis, transformative, berwawasan global dan cinta damai dan pilar ini sejalan dengan aspek literasi. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan 2 tahapan yaitu metode direct instruction dan metode dialog. Kegiatan ini dilakukan di Desa Beringin, di pemakaman dan museum Malikussaleh. Setelah dilakukan kegiatan pemberdayaan ini didapatkan hasil bahwa pembiasaan perilaku yang dilakukan oleh sultan Malik As-Saleh dapat digugu dan ditiru setiap mahasiswa, dengan cara saling menghormati perbedaan, memperluas relasi dan memahami akan hal-hal religi. Keywords: field trip, literasi, malikussaleh, pilar kemalikussalehan. Received June 7, 2024. Accepted June 20, 2024. Published June 26, 2024 Citation: Zahara. Alvina. , & Lubis. Pemberdayaan Mahasiswa Universitas Malikussaleh Melalui Field Trip untuk Meningkatan Literasi Kemalikussalehan di Desa Beringin Kecamatan Samudera Pasai Kabupaten Aceh Utara. PUSAKA: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1. , 20 Ae 29. Published by Mandailing Global Edukasia A 2024. INTRODUCTION Peran generasi muda sangat sering dikaitkan dengan kemajuan suatu bangsa (Irmania et , 2. Bahkan di Indonesia, peran pemuda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sudah tidak diragukan lagi. Hal ini bahkan sudah terjadi sejak masa perjuangan sejarah kemerdekaan Indonesia. Adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengakibatkan tantangan besar bagi remaja khususnya pemuda maupun mahasiswa (Sirry Alvina, 2. Kemampuan yang harus dimiliki oleh mahasiswa universitas malikussaleh salah satunya ialah kemampuan literasi yang tinggi sehingga dihasilkan generasi pemuda yang cerdas, selain pengetahuan . ialah adab yang baik . udi luhu. (Askana Fikriana, 2. Namun hal ini masih belum terwujud secara maksimal, banyak mahasiswa diwilayah aceh yang Tingkat kemampuan literasinya rendah khusunya literasi budaya, norma, sejarah dan potensi Aceh sendiri. Contohnya diwilayah Aceh utara, yaitu sejarah Sultan Malikussaleh. Salah satu nama desa yang terletak di Kabupaten Aceh Utara. Kecamatan Samudera Pasai adalah Desa Beringin. Lingkungan disekitar desa ini merupakan daerah kampus dan daerah industri namun kenyataan masih banyak mahasiswa yang memiliki literasi yang rendah, untuk menciptakan mahasiswa yang cerdas dibutuhkan pemberdayaan mahasiswa melalui field trip untuk meningkatkan literasi akan sejarahnya. Berdasarkan analisis situasi berupa wawancara kepada beberapa mahasiswa, dapat dijumpai permasalahan antara lain: kurangnya pemberdayaan mahasiswa untuk menciptakan generasi yang cerdas, serta kurangnya kesadaran mahasiswa akan pentingnya literasi dimana mahasiswa lebih nyaman dalam menggunakan internet dari pada mempelajari sejarah yang ada. Jadi dengan kata lain untuk mencapai mahasiswa yang cerdas harus memiliki Tingkat literasi yang tinggi. Untuk mengatasi hal ini maka dibutuhkan pembinaan karakter dan spirit teladan pahlawan dan ulama Aceh terdahulu salah satunya yaitu Sultan Malikussaleh sehingga membentuk mahasiswa maupun generasi muda Aceh yang berkarakter dan spirit kepahlawanan demi kemajuan Aceh. Sultan Malikussaleh adalah sultan pertama Kesultanan Samudera Pasai. memerintah mulai tahun 1267. Sultan Malikussaleh satu-satunya raja yang bisa membaca Al-quran pada abad 13 dahulu. Maka, beliau mulanya Bernama Meurah Silu akhirnya bergelar Malikkussaleh yang artinya Malik yang saleh. Ia adalah keturunan dari Sukee Imeum Peuet. Sukee Imeum Peuet adalah sebutan untuk keturunan empat maharaja/meurah bersaudara yang berasal dari Mon Khmer (Champ. yang merupakan pendiri pertama kerajaan-kerajaan di Aceh pra-Islam. Nama Malikussaleh kini diabadikan sebagai Bandar Udara Malikussaleh dan Universitas Malikussaleh (Unima. ttps://id. org/) Harapan kegiatan mengajak Pemuda Aceh untuk meningkatkan kemapuan literasi sehingga melahirkan pemuda Aceh yang cerdas demi kemajuan Aceh. METHODS Community Service Design Untuk mencapai tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat maka dibutuhkan pendekatan yang tepat sehingga pelaksaanan dapat berjalan secara efisien dengan metode sebagai berikut. Metode Direct Instruction, dimaksudkan untuk menyampaikan informasi tentang materi yang bersifat teoritis dan umum, dalam hal ini diterapkan dalam bentuk pembinaan dengan parameter, pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan mitra mengenai kemampuan literasi Kemalikusalehan. Metode Dialog, dimaksudkan adanya tanya jawab yang terjalin 2 arah sehingga didapatkan feedback yang baik, dan pelaksana dapat membantu masalah yang dialami secara aktual oleh mitra Participant Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Beringin. Kecamatan Samudera Pasai. Kabupaten Aceh Utara. Partisipasi mitra dalam pelaksanaan pengabdian ini ialah. Kepala desa mengkoordinasi dan menentukan jadwal pelaksanaan dengan target dilaksanakan diwaktu yang efektif serta Penyediaan fasilitas dan tempat pembinaan. Procedure Adapun fokus pada kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada kesadaran dan kemampuan literasi kemalikussalehan khususnya mahasiswa universitas malikussaleh serta menyelesaikan permasalahan yang terjadi yaitu: Kurangnya kesadaran mahasiswa akan pentingnya kemampuan literasi kemalikussalehan dalam kemajuan Aceh. Rendahnya tingkat literasi kemalikussalehan mahasiswa menjadi penghambat memahami kemajuan Aceh. Untuk mencapai keberhasilan dalam Pengabdian Kepada Masyarakat ini maka dibutuhkan beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan. Adapun tahapan pelaksanaan pengabdian dijabarkan pada tabel berikut: TABEL 1. Tahapan Pelaksanaan Keterangan Survey lokasi dilaksanakan dengan meninjau lokasi desa dan situs makam Malikussaleh Perizinan Kegiatan Perizinan kepada Kepala desa dan Penjaga situs makan untuk dilaksanakannya pengabdian Penilaian Awal Tes awal Pembinaan kesadaran terkait Peningkatan pentingnya literasi kemalikussalehan Mahasiswa mengenai pentingnya literasi kimia Pembinaan untuk meningkatkan Peningkatan Literasi Kemalikussalehan Mahasiswa kemampuan literasi kemalikussalehan Pembinaan untuk meningkatkan Mengkaji sumber literatur ontentik kemampuan literasi kemalikussalehan Penilaian Akhir Tes Akhir Penyusunan Luaran dari Pengabdian Publikasi ilmiah dan Publikasi pada Media Cetak Masyarakat Penyusunan laporan kegiatan Penyusunan laporan kegiatan pelatihan Tahapan Kegiatan Survey Lokasi RESULTS Membaca tidaklah lepas dari kehidupan manusia semua kegiatan yang kita lakukan pasti selalu diiringi dengan membaca, ditambah bahwasanya membaca juga sudah menjadi dasar dalam pendidikan yang kita laksanakan dimana kemampuan dasar dalam pendidikan adalah membaca dan menulis kemudian berhitung (Waluyo, 2. Maka tidak heran bila membaca mengambil peranan penting terutama khususnya bagi kalangan mahasiswa universitas malikussaleh yang notabenya dalam perkuliahan membahas mengenai sejarah kemalikussalehan. Akan tetapi kenyataanya minat membaca saat ini yang ada pada kalangan mahasiswa masihlah rendah, hal tersebut dibuktikan dari wawancara yang telah kami lakukan kepada para mahasiswa. Dalam hal ini potensi generasi muda yang tidak terlepas peranannya sebagai agen pembaharuan dan social kontrol peningkatan kesejahteraan masyarakat (Sirry Alvina, 2. Pemberdayaan Mahasiswa Universitas Malikussaleh melalui field trip untuk meningkatan literasi kemalikussalehan di Desa Beringin. Kecamatan Samudera Pasai Kabupaten Aceh Utara ini dilaksanakan secara berkesinambungan dalam beberapa tahap yaitu pembinaan kesadaran terkait pentingnya literasi kemalikussalehan. Dimana Peran mahasiswa sendiri melanjutkan sejarah Malikussaleh dengan mengkaji ulang sumber literatur otentik. DISCUSSION Sejarah Malikussaleh Malikussaleh adalah pendiri dan raja pertama Kesultanan Samudera Pasai, salah satu kerjaan islam pertama di Asia Tenggara, yang terletak di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Aceh. Indonesia. Nama asli Malikussaleh adalah Meurah silu, yang berasal dari komunitas lokal di wilayah pesisir Sumatera. Menurut beberapa sumber, ia berasal dari keluarga bangsawan dan memiliki pengaruh besar di kalangan masyarakat setempat pada akhir abad ke-13, meurah silu memeluk islam setelah bertemu dengan seorang ulama muslim yang datang dari luar. Setelah masuk islam, ia mengubah namanya menjadi Malikussaleh. Dia kemudian mendirikan Kesultanan samudera Pasai, sekitar tahun 1267 Masehi Kesultanan ini menjadi pusat perdagangan dan penyebaran islam di wilayah Nusantara (Fitriani et al. , 2. Di bawah pemerintahan Malikussaleh samudera Pasai berkembang pesat sebagai pusat perdagangan internasional, terutama dalam perdagangan rempah-rempah, emas, dan hasil bumi lainnya. Malikussaleh tidak hanya dikenal sebagai pemimpin politik, tetapi juga sebagai tokoh yang berperan penting dalam penyebaran islam di Asia Tenggara. Malikussaleh meninggal sekitar tahun 1297 Masehi, ia dimakamkan di gampong samudera, yang kini berada di wilayah aceh Utara makamnya masjid ada dan menjadi salah satu sejarah penting. Struktur Pemerintahan dan Sistem Administrasi Kesultanan Malikussaleh Kesultanan samudera Pasai di bawah pemerintahan Malikussaleh memiliki struktur pemerintahan dan sistem administrasi yang khas, menggabungkan elemen elemen lokal dengan pengaruh islam yang baru diperkenalkan (Hadi Arifin, 2. Berikut adalah struktur pemerintahan dan sistem administrasi Kesultanan samudera Pasai : Sultan Sultan adalah pemimpin tertinggi di Kesultanan samudera Pasai. Malikussaleh sebagai Sultan pertama memiliki kekuasaan mutlak dalam urusan politik, militer, ekonomi, dan agama. Dewan Penasehat Sultan dibantu oleh sebuah Dewan Penasehat yang dikenal sebagai majelis surya. Dewan ini terdiri dari para ulama dan bangsawan. Qadhi Qadhi adalah pejabat yang bertanggung jawab dalam urusan hukum dan pengadilan. Sebagai penerap syariah islam. Qadhi memainkan peran penting dalam memastikan keadilan dan penegak kan hukum. Wazir Wazir atau mentri adalah pejabat tinggi yang memimpin departemen tertentu dalam Laksamana Laksamana adalah panglima angkatan laut yang bertanggung jawab atas keamanan dan pertahanan maritim Kesultanan. Sistem administrasi Kesultanan samudera Pasai memiliki sistem administrasi yang terstruktur dengan baik, yang mencangkup berbagai tingkat pemerintahan mulai dari pusat hingga lokal. Ekonomi dan perdagangan Sebagai pusat perdagangan sistem administrasi yang mendukung aktivitas ekonomi. Ada pejabat khusus yang mengawasi pasar, pelabuhan, dan aktivitas perdagangan, termasuk urusan pajak dan bea cukai. Masa Kejayaan Kesultanan Samudera Pasai Kesultanan Samudera Pasai, atau yang juga dikenal sebagai Kesultanan Samudera, merupakan kerjaan islam pertama di indonesia. Kesultanan ini mencapai masa kejayaannya sekitar abad ke-13 hingga abad ke-14. Pendiri dan awal kejayaan Kesultanan samudera Pasai diidirikan oleh Sultan Malik Al-saleh sekitar tahun 1267. Pada masa pemerintahan nya, kerajaan ini mulai menunjukkan kekuatan politik dan Pusat perdagangan Samudera Pasai berkembang menjadi pusat perdagangan penting di Asia Tenggara letaknya yang strategis di pesisir Sumatera membuat nya menjadi persinggahan utama para pedagang dari Arab, persia, india, dan Tiongkok . Pengaruh islam Kesultanan samudera Pasai memainkan peran penting dalam penyebaran islam di Banyak ulama dan cendikiawan dari timur Tengah datang ke samudera Pasai untuk berdakwah dan berinteraksi dengan penduduk lokal. Kemajuan ekonomi dan budaya Selain menjadi pusat perdagangan, samudera Pasai juga dikenal dengan kemajuan dalam bidang seni, budaya, dan sastra. naskah-naskah keagamaan dan ilmiah banyak ditulis dalam bahasan Melayu Hubungan diplomatik Kesultanan samudera Pasai menjalin hubungan diplomatik yang kuat dengan Kerajaan-kerajaan lainnya, termasuk Kesultanan Delhi di India dan Dinasti Yuan di Tiongkok. Hubungan ini tidak hanya memperkuat posisi samudera Pasai secara politik tetapi juga membawa pengaruh budaya dan teknologi dari luar. Masa kejayaan Kesultanan samudera Pasai mulai berakhir pada akhir abad ke-15. Penyebab utamanya adalah serangan dari kerjaan Majapahit dan kemudian dari Kesultanan Pada akhirnya. Kesultanan Aceh berhasil menaklukkan samudera Pasai pada awal abad ke-16 yang menandai berakhirnya kemerdekaan Kesultanan tersebut. Dari Meurah Silue menjadi Sultan Malikussaleh Sosok Meurah Silue (Al-Malik Al-Sale. adalah putra dari Meurah Seulanga (Meurah Jag. , cucu Meurah Silue dan cicit dari Meurah Mersa (Toe Mers. Dalam catatan Ibrahim Alfian . disebutkan dalam Hikayat Raja-Raja Pasai (HRRP) bahwa raja yang baru memeluk Islam itu diberi nama Sulthan Malik Al-Salih, sedangkan sebelum masuk Islam ia bernama Meurah Silue. Catatan tersebut punya korelasi secara langsung dengan sejarah Melayu dalam mengenal siapa sosok Malik Al Saleh sebagai raja Islam pertama kerajaan Pasai. Menurut H. Zainuddin . dalam sejarah melayu disebutkan bahwa pada pertengahan abad ke XII datanglah sebuah kapal dari Djeddah/Mekkah yang dinahkodai oleh Syech Ismail dan Fakir Muhammad bekas raja dari Mukhtabar (Malaba. hendak pergi ke negeri Samudra sebagai pembawa wasilah dari syarif Mekkah untuk memasukkan Islam ke Negeri Samudra sebagai penyampai pesanan dari Rasulullah SAW. Dalam perjalanannya Syech Ismail dan Fakir Muhammad turun ke darat beberapa kali di semenanjung Sumatera dan bertemu dengan beberapa orang Islam, menyuruh untuk membaca Al-Quran. Namun tidak ada yang mampu membaca AlQuran. Kemudian Syehc Ismail dan Fakir Muhammad kembali naik berkapal hingga sampailah ke sebuah Negeri Samudera, namun pada ketika itu keduanya belum percaya bahwa ini adalah Negeri Samudera. Setelah bertemu dengan Meurah Silue kepala dari Negeri Samudera, maka berkenalan hingga Meurah Silue memeluk agama Islam (Fitriani et al. , 2. Menurut H. Zainuddin . setelah Meurah Silue memeluk agama Islam, beliau bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW, dan meludahi ke dalam mulutnya, tiada beberapa hari berikutnya Meurah Silue pandai membaca dan menghafal ALQuran 30 Juz. Sehingga baru dipercaya oleh Syech. Ismail dan Fakir Muhammad bahwa ini benar ini adalah Negeri Samudera sesuai dengan petunjuk dari Syarif Mekkah. Setelah kedua musfir itu bermufakat, lalu kemudian Meurah Silue diangkat menjadi raja dalam Negeri Samudera yang bergelar Sultan Malik Al-Saleh dan segala perkakas kebesaran dari kerajaan Mukhtabar (Malaba. diberikan kepada Sulthan Malikussaleh (Hadi Arifin, 2. Sentuhan Islam dan Perubahan Ideologis dan Identitas Kehadiran Islam ke Samudera Pasai, tidak hanya merubah kontruks keimanan tetapi juga merubah cara pandang dunia . seorang Meurah Silue. Perubahan pandangan dunia ini membentuk ideologisasi politik dan identitas pola pemerintahan dari seorang Meurah Silue (Kurdi & Alamudi, 2. Penabalan dirinya, dengan Malik As-Shalih mengindikasikan kuatnya pengaruh Islam dalam eksistensi dirinya. Sentuhan Islam memberi warna yang kental pada perubahan cara pikir, perilaku dan kebijakankebijakan kenegaraan yang dijalankan oleh sang sultan ini. Melalui nilai-nilai keislaman ia membangun peradaban pasai yang AubaruAy. Ide-ide turunan al-QurAoan berupa dasar-dasar memerintah, bentuk-bentuk pemerintahan dan hubungan antara pemimpin dengan rakyatnya ia aplikasikan dalam tata laksana pemerintahannya di Kerajaan Samudera Pasai. Empirisnya, ideologi dan Indentitas kesultanan Samudera-Pasai telah dibangun dengan cukup efektif dari tingkat pusat hingga kepada tingkat geuchik . , dan dalam setiap tingkatan pemerintahan telah terbentuk tuha peut, yang merupakan suatu struktur pemerintahan dalam kondisi berjaya. Struktur pemerintahan ini memiliki ciri khusus yaitu institusi militer yang dibangun secara terpisah dengan institusi sipil, walaupun masih tetap dalam kendali sultan secara mutlak sebagai kepala kesultanan . epala negar. Umumnya suatu pemerintahan Islam, jika masih dalam kondisi tidak stabil secara politik, maka struktur pemerintahannya adalah struktur gabungan antara sipil dan militer, sehingga bilamana negara dalam keadaan perang . , maka seluruh rakyat terkena kewajiban perang yang bersifat wajib Aoain dan itulah yang biasa disebut dengan perang suci yakni jihad fi sabilillah. Sedangkan untuk suatu pemerintahan Islam yang telah berjaya, maka kewajiban perang bersifat wajib kifayah, yakni hanya dibebankan kepada mereka yang secara profesi sebagai asykariyah . , dengan adanya pelaksanaan perang yang diwakili oleh tentara maka kewajiban rakyat untuk ikut berperang telah gugur. Dalam masa pemerintahan Sultan Muhammad Malikul Dzahir yang berkuasa pada tahun 1289-1326, membentuk suatu konfederasi kerajaan-kerajaan Islam yang terdiri dari Kesultanan Peureulak. Kerajaan Islam Beunua (Tamian. dan Kesultanan Samudera-Pasai. Rakyat Samudra-Pasai begitu bersemangatnya mempelajari Agama Islam karena agama ini telah memberikan banyak pengaruh positif terhadap kehidupan masyarakat dan penyelenggaraan negara. GAMBAR 1. Struktur Pemerintahan Samudera-Pasai Wazir atau Kabinet Kesultanan Samudera-Pasai dipimpin oleh seorang sultan sebagai kepala Negara. Sistem Pemerintahan Islam Kesultanan Samudera-Pasai, pemerintahan dipimpin oleh seorang perdana menteri dan dibantu oleh beberapa menteri, mahkamah agung dan angkatan perang yang terdiri dari angkatan laut dan angkatan darat. Sultan dibantu pula oleh beberapa sekretaris kesultanan yang disebut dengan al Kuttab, dan para menteri pada masa Kesultanan Samudra Pasai disebut dengan istilah wazir . embantu perdana menter. Para pembantu sultan dalam urusan pemerintahan yang baru dapat diketahui, di antaranya Perdana Menteri Seri Kaya Sayyid Ghiyasyuddin. Menteri Luar Negerinya Bawa Kayu Ali Hisamuddin al-Malabari, dan Syaikhul Islam selaku pejabat Mahkamah Agung yaitu Saiyid Ali bin Ali al-Makarani (Muhammad Amin dan Rusdi Sufi, 1981: 428-. Tuha Peut Tuha peut adalah komponen dewan penasehat yang terdiri dari empat orang yang dituakan dari berbagai latar-belakang yang harus ada dalam setiap struktur pemerintahan dan berada pada setiap tingkatan pemerintahan dalam Kesultanan Samudera-Pasai, mulai dari kepemerintahan pusat hingga ke desa-desa. Dewan penasehat inilah yang kemudian akan memberikan masukan-masukan dan pertimbangan-pertimbangan guna memperkuat suatu arah pembangunan dan meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi setiap kepemimpinan struktur yang Sulthan Mahakamah Agung Perdana Menteri Angkatan Perang Menteri Ae Menteri ada di Aceh. Tuha Peut menjadi sangat penting keberadaan mereka untuk membantu setiap pemimpin-pemimpin di berbagai tingkatan kepemimpinan dalam struktur pemerintahan kesultanan Aceh. Sistem inilah yang kemudian berkembang menjadi sistem hirarkhi struktural yang unik dan original Aceh yang masih ada hingga sekarang ini. Geuchik (Kepala Des. Geuchik adalah struktur politik . yang terendah dalam pemerintahan Kesultanan Samudera-Pasai. Dan kelompok masyarakat yang berada dibawah geuchik adalah gampong . Menurut ahli sejarah Teuku Ibrahim Alfian, sistem pembagian tingkat pemerintahan ini bersumber dari kitab Tajussalatin yang merupakan mahakarya intelektual asal Samudera Pasai. Buku berbahasa dan berhuruf Jawa yang dipakai di Keraton Yogya tersebut merupakan salinan dari Kitab Tajussalatin, tulisan berhuruf Jawi berbahasa Melayu Pasai (Bahasa Melayu Pasai ini merupakan kontribusi Samudra-Pasai yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Malaysia. Brunai dan Pattani di Thailand di mana bahasa Melayu tidak hanya sebagai lingua-franca melainkan bahkan menjadi bahasa nasiona. , berasal dari masa pemerintahan Sultan Alaad-Din RiAoayat Syah . merupakan produk intelektual Samudera-Pasai yang masih berpengaruh hingga saat ini. Kontribusi Samudra-Pasai itu hingga kini tetap bertahan dan mendapatkan pengayaan yang bersifat komplementer pada masa Kerajaan Aceh Raya Darussalam di bawah kekuasaan Sultan Iskandar Muda. Artinya, kejayaan Aceh yang sangat dibanggabanggakan itu sesungguhnya berasal dari Kerajaan Samudera-Pasai pada periode Sultan Malikussaleh. Adapun Sultan maupun Sultanah yang memimpin atau memerintah Kerajan Samudra Pasai yaitu: Sultan Malik al-Salih (? Ae 1. Sultan Muhammad Malik al-Zahir . 7 Ae 1. Sultan Mahmud Malik al-Zahir . 6 Ae 1. Sultan Mansur Malik al-Zahir . 6 - ) . Sultan Ahmad Malik al-Zahir . 5 Ae 1. Sultan Zain al-Abidin Malik al-Zahir . 3 Ae 1. Sultanah Nahrasiyah Malik al-Zahir . 5 Ae 1. Sultan Salah al-Din . 5 Ae 1. Sultan Abu Zaid Malik al-Zahir . 2 - ?) . Sultan Malik az-Zahir . 5 Ae 1. Sultan Zain al-Abidin Malik al-Zahir . 7 Ae 1. Sultan Abdallah Malik al-Zahir . 1 Ae 1. Sultan Zain al-Abidin . 3 Ae 1. Menjadi Sultan Malikussaleh Pada waktu Pemerintahan kerajan Samudera Pasai dikendalikan oleh Meurah Silue telah datang ke Samudera-Pasai seorang perutusan dari Syarief Mekkah. Syarief Mekkah adalah rombongan yang diketuai oleh Syekh Ismail al-Zarfy. Kedatangan ini merupakan fact finding tentang adanya sebuah kerajaan Islam yang telah mempunyai lembaga-lembaga negara yang teratur dengan angkatan perang yang terdiri dari angkatan laut dan angkatan darat yang kuat. Dan kesultanan . egara Isla. Samudera Pasai juga telah memiliki kabinet yang dipimpin oleh seorang perdana menteri sebagai kepala pemerintahan, dan juga dibawah sultan secara langsung ada institusi mahkamah agung dan menteri luar Lembaga kabinet dipimpin oleh perdana menterinya Sri Kaya Said Khiatuddin. Sedangkan mahkamah agung, diketuai oleh seorang mufti besarnya . yaikhul Isla. yang bernama Said Ali bin Ali al-Makarany. Kementerian luar negeri yang menjadi menterinya adalah Bawa Kaya Ali Hisamuddin al- Malabary (Muhammad Amin dan Rusdi Sufi, 1981: 428-. Dalam rangka Islamisasi dan reaktualisasi. Sultan Malik Al Saleh menikah dengan putri Raja Perlak. Setelah itu lahir seorang putranya. Muhammad Malikul Zahir (Malik Al Tahir atau Malik At Tahi. meneruskan jabatan Sultan. Ia memiliki dua orang putra yaitu Malik Al Mahmud dan Malik Al Mansur yang diasuh Sayid Ali Ghiatuddin dan Sayid Asmayuddin saat kecil. Pengaruh Islam pada Samudera Pasai terlihat dari perubahan aliran Syiah menjadi Syafi'i yang mengikuti perubahan di Mesir. Saat itu, di Mesir sedang terjadi pergantian kekuasaan dari Dinasti Fatimah beraliran Syiah kepada Dinasti Mameluk beraliran Syafi'i. Dalam perkembangannya aliran Syafi'i di Pasai disesuaikan dengan adat istiadat setempat. Sehingga kehidupan sosial masyarakatnya merupakan campuran Islam dengan adat Dalam proses Islamisasi Kepulauan Indonesia yang dilakukan oleh para saudagar melalui perdagangan dan perkawinan peranan hukum Islam adalah besar ketika seorang saudagar muslim hendak menikah dengan seorang pribumi misalnya wanita itu disilamkan lebih dahulu dan pernikahnnya kemudian dilangsungkan menurut ketentuan hukum Islam, keluarga yang tumbuh dalam perkawinan ini mengatur hubungan antar anggota-anggotanya dengan kaidah-kaidah Islam atau kaidah-kaidah lama yang disesuaikan dengan nilai-nilai Islam (Purnamasari et al. , 2. Terdapat lima pilar karakter kemalikussalehan diantaranya religi, akademis, transformativ, berwawasan global dan cinta damai. Hal ini berkaitan erat dengan aspek literasi yaitu konteks, pengetahuan, kompetensi dan sikap. Berdasarkan kegiatan pemberdayaan mahasiswa dalam meningkatkan literasi kemalikussalehan mahasiswa melalui field trip didapatkan bahwa pada saat mahasiswa diwawancarai oleh dosen, mereka kurang dalam hal religi. Yang mana mereka masih sedikit paham mengenai sejarah masuknya islam di nusantara. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Istiqomah et al. , 2. bahwa mahasiswa mungkin hanya menerima informasi dan membaca sekilas tanpa benar-benar memahami makna di balik peristiwa-peristiwa tersebut atau menghubungkannya dengan konteks sejarah yang lebih luas. Kurangnya pemahaman yang mendalam dapat menghambat perkembangan keterampilan analisis, sintesis, dan evaluasi yang penting dalam mempelajari sejarah kebudayaan Islam. Tetapi setelah dilakukannya pemberdayaan bahwa Sultan Malik As-Shalih adalah sosok yang religius orang yang pernah berjasa dalam penyebaran agama Islam di Nusantara bahkan Asia Tenggara dalam memprakarsai berdirinya suatu kerjaan Islam (Hadi Arifin, 2. Penjelasan ini sejalan dengan aspek literasi yaitu pengetahuan, dengan mengetahui bagaimana ajaran islam masuk ke nusantara diharapkan dapat meningkatkan ilmu, iman dan taqwa mahasiswa universitas malikussaleh. Pilar kedua yang membahas mengenai akademis. Universitas Malikussaleh memiliki komitmen selalu menghasilkan lulusan yang unggul dan menghargai nilai-nilai kearifan lokal yang bersifat multikultural. Insan unggul berkorelasi dengan spirit akademis yaitu insan yang selalu menciptakan halhal yang baru atau invensi, inovatif dan kreatif. Gagasan ini penting untuk melahirkan lulusan Unimal yang bermental akademik seperti yang dicontohkan oleh Sulthan Malik AlShaleh dalam membuka cara berpikir, bertindak dan berkeyakinan sesuai dengan keilmuan yang dimiliki. Pilar ini sejalan dengan pengetahuan dan kompetensi mahasiswa di bidang akademiknya. Pilar yang ketiga yaitu transformative yang artinya membawa perubahan, dimana Samudra Pasai yang menjadi pusat tamaddun Islam di Asia Tenggara merupakan pula kerajaan pertama, yang berikhtiar mengaktualisasikan perintah Allah dalam al-QurAoan dengan mempergunakan ungkapan al-sultan al-Aoadil dalam mata uangnya yang terbuat dari emas yang dinamakan dirham. Agama Islam merupakan identitas bagi masyarakat Aceh dan dijadikan indikator yang dapat membentuk satu kesatuan sosial dalam Ajaran Islam dalam kehidupan masyarakat Aceh diserap dalam adat istiadat, pemerintahan, hukum, sosial dan perekonomian (Hadi Arifin, 2. Pendidikan merupakan sebuah arena untuk mewujudkan perubahan dalam kehidupan social (Afrizal et al. , 2. Dalam hal ini, kemampuan literasi mahasiswa mengenainya pilar transformative diharapkan dalam membawa perubahan dalam Pendidikan. Artinya Pendidikan transformatif tidak hanya bergerak pada sisi transfer of knowledge, tapi juga aktif dalam menanamkan akhlak al-karimah. Dalam hal ini akhlak merupakan tolok ukur keilmuan seseorang (Ubadah, 2. Pilar yang ke empat yaitu berwawasan global yang berkaitan erat dengan aspek pengetahuan dan kompetensi literasi. Dimana Sultan Malikussaleh merupakan seorang raja yang terbuka dan berwawasan global. Proses globalisasi merupakan tolok ukur keberhasilan perekenomian suatu bangsa. Globalisasi yang dilakukan Sultan Malikussaleh dapat dilihat dari aktivitas dakwah dan perdagangan yang dilakukan dengan berbagai kerajaan baik di dalam negeri maupun internasional. Berwawasan global sendiri merupakan sebuah pra kondisi di era revolusi industri 4. 0 menuju 5. Perkembangan global saat ini senantiasa menuntut para mahasiswa untuk update berbagai isu-isu local, regional, nasional dan internasional. Maka belajar brerbagai aspek sepanjang hayat adalah tuntuntan eksistensial yang harus terus menerus dilakukan. Untuk itu peningkatan literasi akan sejarah sangat dibutuhkan agar sejarah tidak terlupakan. Pilar yang kelima adalah cinta damai. Masyarakat Aceh sejak masa-masa kerajaan Islam sudah dikenal dengan masyarakat yang agamis, fanatik dan kental dengan nilai-nilai syariAoat Islam yang cinta damai. Kedamaian dan keadilan merupakan cita-cita luhur masyarakat Aceh, cita-cita itu telah terpatri dalam sanubari setiap individu di Aceh. Setelah konflik yang cukup lama mendera masyarakat Aceh, keadaan telah membawa masyarakat terseret kepada keganasan, kegalakan, disisi lain juga masyarakat berada dalam keadaan ketakutan dan kecemasan. Dalam hal ini kita mengetahui bahwa cinta damai selaras dengan aspek sikap pada literasi. Salah satu cara Sebagai seorang mahasiswa untuk menanamkan sikap toleransi dan cinta damai ialah dengan membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari. Dimana kita tahu sendiri bahwa mahasiswa universitas malikussaleh berasal dari sabang sampai marauke. Dengan menghargai berbagai kepercayaan, budaya, kearifan lokal yang berasal dari daerah asal Sikap ini tidak hanya dilakukan antar sesama mahasiswa saja, tetapi juga pada dosen, tenaga pendidik dan masyarakat sekitar. Sikap toleransi inilah merupakan bekal yang akan membawa generasi muda Indonesia yang cerdas dan berkualitas serta mengubah pendidikan karakter seseorang (Karliani et al. , 2. CONCLUSION Berdasarkan pengabdian yang telah dilakukan adanya peningkatan literasi kemalikussalehan mahasiswa universitas malikussaleh pada aspek pengetahuan dengan pilar religi, dimana sebelum dilakukannya pemberdayaan masih kurangnya pemahaman mereka terhadap masuknya ajaran islam ke nusantara terkhususnya daerah Aceh. Pada pilar kedua sendiri yaitu akademis yang selaras dengan aspek pengetahuan dan kompetensi literasi yang artinya universitas malikussaleh melahirkan lulusan yang unggul dan menghargai nilai-nilai kearifan lokal yang bersifat multicultural. Pilar ketiga mengenai transformative yang artinya membawa perubahan. Perubahan yang dimaksud, dengan melahirkan lulusan yang unggul dan akademis menjadi bekal kepada lulusan untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan membawa perubahan dalam hidup. Begitu juga dengan pilar keempat yang bermakna berwawasan yang global, dimana Sultan Malikussaleh sendiri merupakan seorang raja yang terbuka dan berwawasan global. Sebagai seorang mahasiswa dituntk juga memiliki wawasan yang luas, salah satunya dengan meningkatkan literasinya dengan membaca dan mempelajari hal-hal baru maupun Pilar yang kelima adalah cinta damai, mahasiswa universitas malikussaleh berasal dari sabang sampai marauke. Artinya setiap mahasiswa mengamalkan cinta damai dan hidup bertoleransi antar sesama. REFERENCES