Algazali Journal Of Educational Research Volume 6 . International Issue 2. April 2024 Volume Issue Oktober ALGAZALI | International Journal of Educational Research ISSN: P. 2655-240X ALGAZALI J O U R N A L Pemahaman Musibah dalam Al-QurAoan dan Hadis untuk Pengajaran Al-QurAoan dan Hadis Ida Ilmiah Mursidin Bahasa dan Sastra Arab. Institut Agama Islam Negeri Parepare idailmiahmursidin@iainpare. Abstract: This study explores the meaning of Musibah in the Qur'an and its Hadiths to provide understanding in learning. It elaborates on the meaning, forms, and urgency of Musibah in the Qur'an and Hadiths concerning Musibah. The type of research used is qualitative using the library research method. This study concludes that not all Musibah connotes negativity as Musibah can also be related to goodness. The forms of Musibah are depicted in the verses of the Qur'an, such as Musibah occurring due to human actions, including sins, as mentioned in QS. Asy-Syura/42:30. There are many other Qur'anic verses that discuss Musibah. Understanding the meaning of Musibah can assist in the process of learning the Qur'an and Hadith. Keywords: Musibah. Qur'an. Hadith Abstrak: Penelitian ini menelusuri makna Musibah dalam Al-QurAoan dan Hadis-hadisnya sehingga memberikan pemahaman dalam pembelajaran. Menguraikan makna, wujud, dan urgensi musibah dalam al-QurAoan dan hadis-hadis tentang musibah. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menggunakan metode library research. Penelitian ini berkesimpulan bahwa tidak semua musibah itu berkonotasi negative karena bisa saja musibah berkaitan dengan kebaikan. Adapun wujud dari musibah telah tergambar dalam ayat-ayat al-QurAoan, seperti musibah terjadi karena ulah manusia antara lain karena dosanya terdapat dalam QS. Asy-Syura/42:30. Dan masih banyak ayat al-QurAoan yang berbicara mengenai musibah. Dengan memahami makna musibah dapat membantu dalam proses pembelajaran al-QurAoan dan Hadis. Kata kunci: Musibah. Al-QurAoan. Hadis PENDAHULUAN keadaan apa saja yang dapat menimpa manusia, maka akan berbicara tidak jauh dari istilah musibah dan yang semakna Ada beberapa istilah yang dapat digunakan baik yang menimpa manusia itu berupa kebaikan atau keburukan. Dan bagaimana cara manusia itu sendiri memaknai musibah yang menimpanya. Dalam menjalani kehidupan ini, setiap individu pasti akan mengalami berbagai tantangan dan ujian yang datang dengan berbagai bentuk musibah. Oleh karena itu, memahami perspektif AlQur'an terkait musibah menjadi sangat penting bagi umat Muslim. Al-Qur'an tidak hanya memberikan penjelasan tentang sifat musibah itu sendiri, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai, pelajaran, dan panduan bagi Al-Qur'an, sebagai kitab suci bagi umat Islam, merupakan sumber ajaran yang mencakup segala aspek kehidupan. Salah satu aspek yang secara mendalam dibahas dalam Al-Qur'an adalah fenomena musibah atau cobaan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan hidup manusia. Musibah dapat datang dalam berbagai bentuk, baik dalam kebahagiaan maupun kesedihan, dan merupakan ujian bagi iman dan ketabahan Kehidupan manusia yang mana bersifat tidak abadi dan tidak stabil, bagaikan sebuah roda yang berjalan, kadang di atas kadang di bawah. Hari ini tersenyum karena kebahagiaan bisa saja tiba-tiba menangis karena kedukaan. Berbicara mengenai Pemahaman Musibah dalam Al-QurAoan dan Hadis A Ida Ilmiah Mursidin individu dalam menghadapi setiap ujian Selama manusia masih bernafas, maka selama itu juga manusia akan mengalami yang namanya cobaan, musibah dan sebagainya. Ada orang yang akan lulus dari musibah yang dialami ada pula yang akan gagal tergantung bagaimana memandang dan menyikapi makna musibah itu sendiri dan belajar untuk menerima musibah dan yakin akan ada hal besar yang menunggu. Oleh nya sangat perlu untuk mengetahui menggali lebih dalam mengenai konsep musibah dalam AlQur'an dan hadis. Kajian terdahulu mengenai musibah ditulis oleh Abdul Rahman Rusli dengan judulAy Musibah dalam Perspektif Al-QurAoan: Studi Analisis Tafsir TematikAy (Rusli, 2. membahas mengenai 4 pemahaman mengenai Perbedaan artikel tersebut dengan artikel ini adalah dalam artikel ini membahaas tentang wujud dari musibah yang terdapat dalam ayat-ayat al-QurAoan. Kajian lain yang ditulis oleh Muhammad Ikhsan dan Aswar Iskandar dengan judul AuMusibah dalam Perspektif Al-QurAoanAy(Ikhsan & Iskandar, 2. membahas mengenai solusi dalam menghadapi musibah. Perbedaan artikel tersebut dengan artikel ini adalah dalam artikel ini membahas mengenai urgensi dalam memahami musibah. Artikel lain yang ditulis oleh Lia Awaliah dan Muhammad Alif yang berjudul AuMusibah dalam perspektif HadisAy (Awaliah & Alif, 2. membahas mengenai bencana dalam berbagai perspektif dan mengurai maknanya. Perbedaan artikel tersebut dengan artikel ini adalah artikel ini membahas mengenai pemahaman musibah yang dapat mempengaruhi pembelajaran alQurAoan dan Hadis. Terdapat pula artikel lain yang ditulis oleh Sasa Sunarsa AuTafsir Moderat Tentang Musibah Pandemi Covid-19 (Kajian QS. al-Hadid ayat 22-23 Menurut Tafsir Ibn Katsi. Ay (Sunarsa, 2. membahas tentang bagaimana musibah pandemi covid 19 persfektif al-QurAoan berdasarkan penafsiran Ibn Katsir melalui surah al-Hadid ayat 22-23 yang dapat menimbulkan kesabaran bagi yang ditimpa. Perbedaan artikel tersebut dengan artikel ini adalah artikel tersebut spesifik terhadap satu jenis musibah dan menafsirkannya, berbeda dengan artikel ini yang membahas musibah secara global. Salah satu bagian dari Taksonomi bloom adalam memahami. Proses memahami pula adalah kemampuan untuk memahami secara mendalam dari bahan pendidikan, seperti bahan bacaan dan penjelasan guru. Kecakapan turunan dari proses ini meringkas, menyimpulkan. METODE PENELITI Pendekatan yang dipilih pada penelitian ini adalah kualitatif yang bertujuan menjelaskan, dan menjawab secara lebih terperinci masalah yang akan diteliti. Jenis penelitian ini menggunakan Library Research yaitu suatu penelitian yang menjadikan bahan-bahan pustaka sebagai sumber data Sumber utama dari penelitian ini berupa literatur kitab-kitab dan jurnal-jurnal. Dalam penelitian pustaka juga dikaji hal-hal yang bersifat empiris yang bersumber dari temuan-temuan penelitian terdahulu. HASIL DAN PEMBAHASAN Dari segi Bahasa, kata musibah adalah bentuk Masdar. Asalnya dari kata masubah, tetapi karena bertemu antara baris al-wawu dengan baris al-sad, maka diganti huruf alwawu dengan huruf al-yau, sehingga terbentuk kata musibah. Ia terambil dari akar kata dengan huruf-huruf s, w, b, yang menunjuk pada makna tetap dan tenangnya Pada sisi lain, ia bermakna mengenai Algazali International Journal Of Educational Research Volume 6. Issue 2. April 2024 atau menimpa, yang pada mulanya akar kata ini berkaitan dengan lemparan, bila lemparan tersebut mengenai sasaran. (Mardan: 2. Menurut Ahmad bin Yahya sebagaimana dikutip oleh Ibnu Manzhur, kata A IAOAberasal dari kata AIAOOA. Sementara menurut Raghib al-Asfahani, mushibah berasal dari kata AomelemparAo, kemudian dikhususkan sebagai pengganti, seperti firman Allah AANI IAOA dan dari berasal a. Seperti Firman Allah AOI AEI OOI ECO EIIASelanjutnya alAsfahani menjelaskan, kata A AAbisa berarti menimpa dengan kebaikan seperti turunnya hujan dan bisa juga berarti menimpa dengan keburukan seperti terkena panah. Senada dengan al-Ashfahani. Abu Hayan alAndalusi memahami kata musibah sebagai isim faAoil dari a, sehingga menjadi khusus maknanya tentang sesuatu yang tidak disenangi atau benci, maka musibah bisa diartikan sebagai kinayah terhadap bala atau bencana, demikian Abu Hayyan menjelaskan dalam tafsirnya al-Bahrul Muhith fi al-Tafsir. Ketika menafsirkan ayat A OANI IAOAAbu Hayyan menjelaskan bahwa kata musibah merupakan bagian dari satu jenis yang berubah . sim dan faAoi. Dalam al-QurAoan terdapat beberapa ayat yang berasal dari satu jenis dan berubah menjadi isim dan faAoil, diantaranya ayatA EOC OCAdan AEA AA Secara spesifik Abu Hayyan mendefinisikan musibah adalah segala sesuatu yang menyakitkan mukmin baik terhadap dirinya sendiri, harta atau keluarganya, sesuatu yang menyakitkan itu kecil atau besar. (Andri Nirwana: 2. Musibah diartikan bahaya. Al-Qurthubi mengatakan, musibah ialah apa saja yang menyakiti dan menimpa diri orang mukmin menyusahkan manusia meskipun kecil. Musibah bisa terkait dengan kebaikan, juga dengan keburukan. Karena jika musibah itu berupa keburukan, maka orang yang tertimpa musibah akan merasakan kepahitannya. Jika terkait dengan kebaikan maka orang tersebut harus bersyukur atas kebaikan tersebut. Sikap bersyukur merupakan sikap yang lebih susah. Tidak semua orang mampu melakukannya. Oleh karena itu, tertimpa kebaikan juga suatu (Ahsin Sakho: 2. Firman Allah , dalam QS. At-Taubah/9: 50. a EA a a AuaI A A aOCaOEaOe Ca a aIa e a I aIa Ia IA AAO aA a a Aa A AIA a AA Ea aIA a a A N naI aO auI A a a aA Ca aE aOOa aaOEacOe acON aI Aa aaOIATerjemahnya: Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya. dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: "Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami . idak pergi peran. " dan mereka berpaling dengan rasa Kata musibah dengan bentuk perubahannya disebutkan dalam al-QurAoan sebanyak 77 kali, yang terdapat pada 56 ayat, 27 surah. 33 kali dalam bentuk kata kerja lampau . iAoil mad. , 32 kali dalam bentuk kata kerja sekarang . iAoil mudariA. , dan 12 kali dalam bentuk kata benda . (Muhammad Fuad Abd Al-Baqi: 1. Kata musibah disebut dalam al-QurAoan sebanyak 10 kali, yaitu di dalam QS. Al-Baqarah/2: 156. QS. Ali Imran/3: 165. QS. An-Nisa/4: 62,72. QS. Al-Maidah/5: 106. QS. At-Taubah/9: 50. QS. Al-Qashash/28: 47. QS. Asy-Syura/42: 30. QS. Al-Hadid/57: 22, dan QS. AtTaghabun/64: 11. Term yang biasa digunakan dalam musibah yaitu Fitnah. Kata fitnah dan kata lain yang seasal dengan itu disebut sebanyak 60 kali di dalam Al-QurAoan. kata fitnah berasal dari kata (A )AIAdigunakan untuk menyebutkan pandai emas yang membakar emas untuk kadar dan kualitasnya. (AlRaghib al-Asfahani: 2. Orang yang kemurniannya disebut al-fatin. Kata fitnah juga berarti membakar secara mutlak, meneliti, kekafiran, perbedaan pendapat. Pemahaman Musibah dalam Al-QurAoan dan Hadis A Ida Ilmiah Mursidin kezaliman, hukuman, dan kenikmatan hidup. (M. Quraish Shihab: 2. Dari pengertian awal ini, selanjutnya kata fitnah memiliki beberapa pengertian yang digunakan dalam Al-QurAoan. Pertama, menunjukkan arti siksa terhadap manusia di dalam api neraka. Kedua. Ketiga, menunjukkan arti menguji atau memberikan cobaan baik cobaan itu berupa nikmat atau kebaikan, maupun berupa kesulitan atau Keempat berarti kekacauan. Kata fitnah dalam konteks musibah bermakna ujian atau cobaan. Banyak ayat al-QurAoan yang menggunakan kata fitnah dengan makna Seperti pada QS. Al-Taghabun/64: ca Aa aOAo AauIac aI e a I a aOEa aE I aO a O aEaa aE I Aa IA AOIA a a AacEEa aIa eNua a UA memaafkan sebagian besar . ari kesalahankesalahanm. Terjemahnya: Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan . , dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. Ayat ini merupakan penjelasan mengenai hakikat iman yang merupakan al-QurAoan. Iman mengembalikan segala sesuatu kepada Allah , dan tidak ada yang menimpa seseorang baik atau buruk, kecuali atas izin Allah swt. bersabar dalam kesulitan dan bersyukur dalam kesenangan, (M. Quraish Shihab: , . Musibah yang terjadi telah tertulis di lauhul mahfuz disebutkan dalam QS. AlHadid/57: 22 Dan di dalam QS. An-Nisa/4: 79 yang artinya Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari . Musibah tidak terjadi kecuali atas izin Allah. QS. Al-Taghabun/64: 11 aANuAo AacEE aON a Ca E aA a ca AacEE aO aII O aIa I aA a a ca AAO a s au acE aua aIA a a a A Ia I acIA a a AaI e A ca AaOA AaOIA AEA a sAacEEa a aE aE aOA Terjemahnya: Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Kata fitnah pada ayat di atas bermakna cobaan atau ujian yang dapat diberikan kepada manusia, berupa kekayaan, anak, kekuasaan, dan lain-lain. Karena itu manusia mesti berhati-hati agar tidak terjebak dalam kenikmatan dunia yang fana. (Agus Mustofa: Wujud musibah dapat dilihat dari: sebab-sebab terjadinya musibah, bentukbentuk musibah, dan usaha mencegah musibah, dan dampak musibah. Sebab-sebab terjadinya musibah, yaitu . Musibah terjadi karena ulah manusia, antara lain karena Ini ditegaskan dalam QS. AsySyura/42: 30. AI aE naOA a eAa a OaO aE I aOOa AaOA a a aEI aII acIA a AAOa n Aa a aI aEA a a a AaO aI e A AA a AAOa n AaO E a A a a a A Ia I acIA n a AaO aIAa a aE I au acE AaO aE aA a a AaI e A e A aO aE AA AaOA AacEE OaA a ca AEaOA a aA e au acI aaEaEAo AaII Ca aE aI Iac a a aNA Terjemahnya: Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan . idak pul. pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuz. sebelum Kami Sesungguhnya demikian itu adalah mudah bagi Allah. Tiada suatu musibah di dunia ini melainkan sudah tertulis di sisi Allah swt. musibah yang terjadi adalah sesuai qadha dan Baik itu musibah di bumi seperti kekeringan, kekurangan tumbuh-tumbuhan, rusaknya tanaman, dan gagalnya panen. Terjemahnya: Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah Algazali International Journal Of Educational Research Volume 6. Issue 2. April 2024 kemiskinan, dan lain-lain telah tertulis di lauhul mahfuz jauh sebelum diciptakannya (Wahbah Zuhaili: 2. Usaha mencegah musibah, yaitu Bertaubat dan beramal shalih terdapat dalam QS. Ali Imran/3: 172 aA a aEEacaOIAo a aN aI ECa A a AEA ca AacEE aOA a ca a eAEacaOIa a aaOA a a AO aE Ia I a a aI e A Aa O UIA a AIaOe Ia I aN I aOacCa Oe a UA a a Ayat di atas ditutup dengan pernyataan AuSesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi AllahAy bahwa sesungguhnya penetapan semua musibah yang terjadi, telah ada dalam kitab lauhul mahfuz meskipun jumlahnya banyak. Allah mengetahui segala sesuatu, sebelum segala sesuatu itu ada, sangat mudah bagi Allah sama sekali tidak sulit. Allah swt. Dialah sang Khalik Yang menciptakan segala sesuatu dan Dialah Yang Maha Tahu tentang apa yang Dia ciptakan. Terjemahnya: (Yait. orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka . alam peperangan Uhu. Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan diantara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar. Ayat ini menggambarkan sikap orangorang yang sepenuhnya berserah diri kepada Allah saat mereka merasakan pahitnya musibah dan ujian kekalahan. Kekalahan itu tidak melemahkan mereka, namun justru memotivasi mereka untuk segera bertaubat kepada Allah lalu segera melaksanakan kebaikan yang lain. Allah sendiri menjelaskan mengapa mereka harus termotivasi untuk hal tersebut, yaitu tersedianya balasan besar dari sisi-Nya. Dampak musibah, yaitu musibah bukan hanya menimpa orang zalim. Terdapat dalam QS. Al-Anfal/8 :25 a aOa acI EacaOIA AA n aOA AEa aI eOe a acIA ca e AEa aIOe Ia I aE I aA a a AaOacCaOe Aa I a acE A ca u AA a acEEA a AaOa E aCaA Di sini, musibah disebutkan hanya dalam konteks musibah yang terjadi di bumi . dan diri, karena memang musibah yang terjadi memang hanya sebatas pada keadaan dunia. Oleh karena itu Rasulullah , bersabda dalam hadis Aupena telah kering dengan apa yang telah terjadi sampai hari kiamat . akni bahwa segala sesuatu telah dituliskan dan digariskanAy di sini Rasulullah tidak menyebutkan sampai Bentuk-bentuk musibah, yaitu dengan kelaparan, sesuai dengan yang terdapat dalam QS. Al-Baqarah/2: 156 u acEE aO auIac e auEa O aN a a aaOIA a ca a A CaEa eOe auIacA AAO aA a AA a aNI acIA a a a AEacaOIa auae A Terjemahnya: Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. Terjemahnya: . orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Setelah memperkenankan seruan Allah dan Rasul , yang mengandung peringatan jangan sampai mengabaikannya, ayat itu disusul denganperingatan lain apalagi kenyataan menunjukkan bahwa tidak sedikit yang mengabaikan seruan Allah dan rasul. Peringatan ini muncul agar orang juga tampil untuk melakukan amar maAoruf nahi munkar. Kata musibah di dalam QS. AlBaqarah/2: 156 disebut oleh Allah sesudah menyebutkan bermacam-macam cobaan yang diberikan-Nya kepada umat manusia berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Pemahaman Musibah dalam Al-QurAoan dan Hadis A Ida Ilmiah Mursidin Untuk itu ayat ini berpesan: disamping kamu berkewajiban memenuhi panggilan Allah dan rasul, juga hindarilah datangnya siksa yang bila ia datang sekali-kali tidak menimpa secara khusus orang-orang yang zalim. Karena itu, jangan lesu atau jemu mengajak kebaikan dan mencela kemungkaran. mengenai para penduduk sebuah negeri seandainya mereka menyimpan iman dalam hati mereka dengan penuh kejujuran, niscaya perbuatan dan tindakan mereka akan membenarkan kejujuran tersebut. Allah akan tetumbuhan dari bumi yang menjadi sumber kehidupan merka dan sumber pakan ternak di tanah yang subur ada mata pencaharian, tanpa perlu kesulitan, kesusahan, dan keletihan. Meski demikian mereka tidak beriman dan Maka mereka akan dihukum dengan azab yang pedih. Dan azab itu akan diberikan di saat mereka sedang lalai, yaitu tengah malam dan siang hari mereka merasa aman dari azab. (Abdurrahman bin NAshir asSaAod. Hikmah musibah, yaitu: - Sabar, terdapat dalam QS. Al-Baqarah/2: 155-156 AA aIIa E a I a aO aEA n AaOEaI aEa aOIac aEI a aO n aIIa E aOAa aO E aOa aOI aCA a aNIA a a AaO EaIAa a aOE ac aI a aA ca a A aOa aa EA a a a A EacaOIa uaae Auu a aOIA u acEE aOuaIac e uaEa O aN a a aaOIA a ca a A CaEa eOe uaIacA aOA a AacIA Sendi-sendi bangunan masyarakat akan melemah jika control social melemah. Akibat kesalahan tidak selalu hanya menimpa yang salah. Tabrakan tidak hanya terjadi akibat kesalahan kedua pengendara. Bisa saja bersalah hanya seorang, tetapi kecelakaan dapat beruntun menimpa sekian banyak Dalam konteks ini Rasul saw. mengingatkan: AuTidak satu masyarakat pun yang melakukan kedurkahan, sedang ada menegur/menghalangi merek, tetapi dia tidak melakukannya, kecuali dekat Allah akan menyeluruh kepada merekaAy (HR. Ahmad. Abu Daud. At-Tirmizi. Ibnu maja. (M. Quraish Shihab: 2. Terjemahnya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. Urgensi Musibah, yaitu . dilihat dari fungsinya. Musibah sebagai hukuman bagi manusia yang banyak berbuat dosa dan Pada QS. Al-AAoraf/7: 100 A Ia I a a a N aE aN e aI Eac OA a A a aO Ea I OaN a EaEacaOIa EaEacaOIa Oa aaOIa E a A a aAIA aAEa aO CaEaOa aN I Aa aN I aE Oa aIaOIA a AI aOI aa aAo AA aIa aNI aaIaOa aNA a a A e a A Terjemahnya: Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah . penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya. dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar . elajaran lag. Sabar memiliki arti menahan, seperti menahan diri, dan mengendalikan jiwa. (Abu al-Fadhil Jamal al-Din: Lisan Al-Ara. Sabar adalah keadaan jiwa yang kokoh, stabil, teguh dalam pendirian jiwanya, tidak tergoyahkan dan tidak berubah pendiriannya walau berat Begitupun dalam menghadapi musibah yang menimpa, manusia harus sabar dalam menghadapinya. Musibah ini hadir sebagai tanda murka Allah swt. , terhadap manusia pelaku dosa serta jauh dari keimanan dan takwa. Musibah ini muncul sesudah disebutkan kisah Algazali International Journal Of Educational Research Volume 6. Issue 2. April 2024 e aA CaEAU" ANEEA a A aE aI a aI aIaO aA: aA Ca eEAUaAEa aIA a AO aEA a AaO aaOA a A AaEa acI a aOAA:AA ANEEA a A aAUa NEEa EaO aO Ue Ia eINA a AO aEA a aEacO NEEA a AEa eO aN aOA a aA Aa a eEAUAEac aIA AEac aIA AOA ANA AOA AEA ANEEA AOA AEA a a a a Artinya: Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr ibn Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari SaAodi ibn SaAoid, brkata: Telah dikabarkan kepada kami Umar ibn Katsir ibn Aflah, berkata Saya mendengar Ibnu Safinah diceritakan dari Ummu Salamah Istri Rasulullah sw. Aku mendengar Rasulullah saw. AoTidak ada seorang hamba pun yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan INNAA LILLAHI WA INNAA ILAIHI ROOJIAoUN. ALLAHUMMAAoJURNII FII MUSHIBATII WA AKHLIF LII KHOIRON MINHAA (Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih bai. melainkan Allah akan memberinya pahala dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik. AoAy Ummu Salamah kembali berkata: AuKetika Abu Salamah . wafat, aku pun mengucapkan doa sebagaimana yang Rasulullah shallallahu Aoalaihi wasallam ajarkankan padaku. Maka Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah shallallahu Aoalaihi wasallam. Ay HR. Muslim. (Muslim ibn al-Hajja. Berdasarkan hadis di atas dapat dipahami bahwa - keluasan rahmat Allah sangat luas, karena setelah diberikan musibah lalu bersabar maka akan digantikan dengan yang lebih baik, - menjadi syariat membaca doa saat ditimpa musibah, - tetap berprasangka baik pada Allah saat ditimpa A eIA a UA aacaIa Oa aOa e aI a aO seA:aA CaEAUA e a E a eEaOA a acaIa aI a acIa e aIA A Ca aEA:aA CaEAUa A eI aO N aaO aeA a UaAEa aIA a UA eI sOA a AaI a acI a aeIA a A eI aOA ca ca ca AAEOA A aI Oaa aE EaEa a aE aIe Ia aIA:AE aIA a a a acEEA a AEa eO aN aOA a aAO aE NEEA Hamka menjelaskan pada ayat 155 terdapat perintah untuk bersabar. Bahwa setiap manusia yang hidup di dunia ini pasti akan mengalami ujian dan cobaan, mereka seharusnya bersabar dalam mengfhadapi semua itu. Sebagaimana yang pernah dilakukan Nabi Muhammad saw. , beliau kehilangan paman yangbeliau cintai di perang Uhud. Selanjutnya ayat di atas ditutup dengan kabar gembira kepada hamba-hamb yang - mendapat keselamatan dan Rahmat dari Allah. terdapat dalam QS. AlBaqarah/2: 155-157 AA aIIa E a I a aO aEA n AaOEaI aEa aOIac aEI a aO n aIIa E aOAa aO E aOa aOI aCA AA a aNIA a a AaO EaIAa a aOE ac aI a aA ca a A aO a aa EA a a a A EacaOIa auae Auu a a aOIA a AEa O aN IA a ca a A CaEa eOe auIacA aOA a aA eOEaaEAu acEE aO auIac e auEa O aN a a aaOIA a AacIA n a aA aII aca aN I aO a aI aO eOEaaEa aN aI E aIN aaOIA AAEa a aOA Terjemahnya: Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. Berdasarkan ayat-ayat sebelumnya berbicara mengenai musibah yang menimpa manusia berupa ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, dan sebagainya, mereka masih bisa mengucapkan kalimat istirja, maka bagi mereka keselamatan dan rahmat dari Tuhan. Hadis tentang musibah: A e a aeIA a AO aacaIa aaO a eE a e aI a aOA a UaA aIA a A eIA a a A aacaIa aaO AUaA eO aA aAIa ea eIA a A a e a aIaOA:aA CaEAUsAaOA a :aA CaEAUAaO aeI a eAEa aA a A aI a e aI aEA AEa eO aNA ANEEA AOA AEA a AOA AIA AEA AOA a AA AIA AEA AIA ANA AIA a AA AOA AIA AaOA a AA aAIA a a a a e a a ca a a ca a :aA OaCaOEAUAEac aIA AOA ANA AOA AEA ANEEA AOA AEA a ANEEA AEA AOA :a AEA AOA ACA AIA AEA aAIA a a a a a AaOA AacEE aO auIac auEa eO aNA a ca a A { auIacA:aA AaOaCaOEAUUAAOaA a A" A aI Ia eIA a AAOaNa aIA a a A e s A a e A aO a eEAUAAOaaOA a A EE aN acI a eIaO AaO aIAU]156 :AaOIa } [ECA a a AA EaNa aO Ue Ia eI aNA a A au acE a a aNa NEEa AaO aIAUAEaO aO Ue Ia eI aNA a aA aO a eEAUaOaaNA Pemahaman Musibah dalam Al-QurAoan dan Hadis A Ida Ilmiah Mursidin ca AaOE aIe Ia Ia a AaO Ia eA a aN aO aOEa a aN aO aI aE aN aacO Oa eECaOA AEa eO aNA a AacEEa aO aIA Ua OaA Artinya: telah menceritakan Muhammad ibn AoAbd al-AAola berkata: telah menceritakan Yazid ibn ZuraiAo dari Muhammad ibn AoAmru dari Abi Salamah dari Abi Hurairah berkata Rasulullah saw bersabda: AuCobaan itu akan senantiasa bersama orang yang beriman baik laki laki ataupun perempuan baik berkaitan dengan dirinya, anaknya ataupun hartanya sampai dia berjumpa dengan Allah tanpa membawa dosa. Ay HR. At-Turmudzi. (Muhammad ibn AoIsa al-Tirmizi: 1. Dari hadis diatas dapat dipahami bahwa cobaan adalah sebuah sunnatullah yang berlaku bagi hamba-hamba-Nya, cobaan yang dialami seorang muslim bermacammacam. Pemahaman mengenai musibah dari sisi Al-QurAoan dan Hadis dapat membantu dalam proses pembelajaran al-QurAoan dan Hadis itu sendiri. Dengan adanya pembahasan dari segi makna musibah lalu wujud dan urgensi musibah berdasarkan ayat-ayat al- QurAoan dan contoh hadis-hadis tentang musibah menambah pengetahuan dan pemahaman untuk mendalami mengenai makna musibah dan yang berkaitan Sehingga jika suatu saat tertimpa musibah sudah tahu apa yang harus dilakukan dan sudah dapat mengantisipasi hal tersebut. PENUTUP Musibah bisa terkait mengenai kebaikan, juga dengan keburukan. Jika musibah itu berupa keburukan, maka orang yang tertimpa musibah akan merasakan Jika terkait dengan kebaikan maka orang yang tertimpa musibah tersebut harus bersyukur atas kebaikan tersebut. Dengan adanya ayat-ayat dan hadis tentang musibah dapat membantu dalam memahami pengajaran yang terkait dengan al-QurAoan dan Hadis. Masih banyak hal yang dapat dikaji mengenai pemahaman dalam pengajaran alQurAoan dan hadis yang bisa diteliti oleh peneliti selanjutnya. DAFTAR PUSTAKA