JURNAL CAKRAWATI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 ANALISIS ORIENTASI KEWIRAUSAHAAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN KINERJA PEMASARAN PADA PENGRAJIN KEBEN DI BANJAR TANGGAHAN PEKEN DESA SULAHAN KECAMATAN SUSUT KABUPATEN BANGLI Made Mulia Handayani Nyoman Dwika Ayu Amrita Fakultas Ekonomi Universitas Ngurah Rai - Denpasar email :muliahandayani29@gmail. Abstrak-Penerapan orientasi kewirausahaan merupakan hal yang penting bagi para pelaku Ketatnya persaingan menuntut pelaku usaha melakukan inovasi yang terusmenerus. Inovasi yang dilakukan tentu saja tidak melupakan nilai-nilai kearifan lokal yang terdapat pada masyarakat setempat. Kondisi ini mengarahkan para pengrajin keben di banjar Tanggahan Peken untuk menerapkan orientasi kewirausahaan berbasis kearifan lokal. Kajiankajian mengenai kearifan lokal banyak dikaitkan dengan nilai-nilai,kebiasaan dan tradisi yang positip dari suatu masyarakat dari sudut pandang sosial,budaya dan lingkungan. Keben sebagai salah satu alat untuk tempat persembahan umat Hindu kepada Tuhan Yang Maha Esa juga biasa di pakai pada acara-acara adat lainnya, sehingga keben memiliki makna yang erat kaitannya dengan pelaksanaan upacara dan adat. Inovasi pada pembuatan dan desain keben sangat perlu dilakukan mengingat kerajinan keben ini merupakan penopang perekonomian rakyat di banjar Tanggahan Peken yang menjadi mayoritas mata pencaharian penduduk di Setiap bentuk keben dan corak yang menghiasinya diambil dari nilai-nilai kearifaan lokal masyarakat setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis orientasi kewirausahaan berbasis kearifan lokal sebagai upaya meningkatkan kinerja pemasaran pengrajin keben di Banjar Tanggahan Peken. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan instrumen penelitian wawancara , observasi dan juga studi Hasil analisis data dalam penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menjelaskan bahwa . perkembangan usaha kerajinan keben di Banjar Tanggahan Peken mengalami pasang surut, dari jumlah pengrajin mengalami penurunan, akan tetapi dari jumlah pengepul mengalami peningkatan. Penerapan orientasi kewirausahaan berbasis kearifan lokal dapat meningkatkan kinerja pemasaran usaha kerajinan keben, hal ini menuntut para pengrajin agar selalu melakukan inovasi, bersikap proaktif dan berani menanggung resiko. Kata Kunci : Orientasi Kewirausahaan. Nilai Kearifan Lokal. Kinerja Pemasaran Pengrajin Keben Abstract- The application of entrepreneurial orientation is important for economic actors. The intense competition requires businesses to innovate constantly. The innovation carried out certainly does not forget the values of local wisdom found in the local community. This Made Mulia Handayani. Nyoman Dwika Ayu Amrita JURNAL CAKRAWATI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 condition led the keben craftsmen in the Tanggahan Peken banjar to implement an entrepreneurial orientation based on local wisdom. Studies on local wisdom are mostly associated with positive values, habits and traditions of a society from a social, cultural and environmental perspective. Keben as one of the tools for Hindu offerings to God Almighty is also commonly used at other traditional events, so keben has a meaning that is closely related to the implementation of ceremonies and customs. Innovation in the making and design of keben is very necessary considering that the craft of keben is the mainstay of the people's economy in the Banjar Tanggahan Peken which is the majority of the people's livelihoods Every form of keben and style that decorates it is taken from the values of the local wisdom of the local community. This study aims to analyze the entrepreneurship orientation based on local wisdom as an effort to improve the marketing performance of keben craftsmen in Banjar Tanggahan Peken. This study uses a qualitative method using interview research instruments, observation and documentation studies. The results of data analysis in this study used descriptive qualitative. The results of the study explained that . the development of keben handicraft business in Banjar Tanggahan Peken experienced ups and downs, from the number of craftsmen having decreased, but from the number of collectors experiencing an . The application of entrepreneurship orientation based on local wisdom can improve the marketing performance of keben craft business, this requires the craftsmen to always innovate, be proactive and be brave to take risks. Keywords: Entrepreneurship Orientation Local Wisdom Value Marketing Performance Keben Craftsme PENDAHULUAN yangdiwujudkan dalam bentuk kreatifitas Adanya globalisasi telah membawa dan inovasi. Keunggulan dalam persaingan dan pengaruh yang besar bagi seluruh kegiatan Kondisi ini memaksa industri lebih cepat dalam mengambil keputusan, berani bertindak cepat, berani menanggung resiko dalam setiap keputusan dan selalu melakukan inovasi, proaktif dan strategis serta membina relasi demi meningkatkan Abdul Manap . Tentu saja industri yang mampu bertahan adalah yang memiliki sikap pengakuan dari pelanggan secaraeksplisit Inovasi (Weerawardena,2003,p. kreatifitas dan kapabilitaspemasaran yang tidak selamanya identik atau serta merta kinerja/pengakuan pelanggan yang optimal sudah tentu Di dalam meningkatkan ekonomi rakyat, pengrajin keben perlu mendapat Made Mulia Handayani. Nyoman Dwika Ayu Amrita JURNAL CAKRAWATI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 perhatian, salah satunya adalah pengrajin akan menganalisis orientasi kewirausahaan keben di banjar Tanggahan Peken. Desa yang berbasis kearifan lokal Sulahan Bangli. Mayoritas mata pencaharian penduduk di Tanggahan Banjar Kecamatan Susut. Kabupaten Bangli. Kecamatan Susut. Tanggahan Peken pengrajin keben. Keben sebagai sarana upacara yang dipakai tempat banten umat Hindu kini sudah tidak lagi menjadi satusatunya sarana yang dipakai sebagai Bambu Peken. Desa Banjar Sulahan. Berdasarkan uraian latar belakang masalah yang diangkat dalam peneltian ini tempat upakara umat Hindu, kemajuan Bagaimana berbagai jenis keben yang terbuat dari pemasaran pengrajin keben bahan-bahan lain selain bambu, seperti Tanggahan peken saat ini? kayu atau fiber. Hal ini mengancam keberadaan pengrajin keben bambu untuk itu perlu dilakukan inovasi dalam pembuatan keben dari bahan bambu Bagaimana di Banjar kewirausahaan berbasis kearifan lokal pada kinerja pemasaran pengrajin keben di Banjar Tanggahan peken ? ini agar tidak tergerus oleh jaman. Keinovasian II. METODOLOGI PENELITIAN Tempat peneliian ini di Banjar bambu ini. Hal ini menjadi petunjuk bagi Tanggahan Peken. Desa Sulahan. Susut. Kabupaten Bangli. Kecamatan dengan mengambil salah satu usaha rakyat yaitu pengrajin keben bambu. Waktu kegiatan pengembangan desain produk penelitian ini dilakukan mulai bulan april yang khas dengan didasari kearifan lokal sampai dengan Desember 2019. dan budaya religius yang kuat serta Penelitian ini menggunakan jenis menghasilkan produk yang bervariasi dan Permasalahan- penelitian kualitatif. Sugiyono . 0 :. permaalahan inilah yang menjadi dasar megatakan bahwa pelitian kualitatif dalam penelitian ini, di mana penelitian ini Made Mulia Handayani. Nyoman Dwika Ayu Amrita JURNAL CAKRAWATI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 berlandaskan pada filsafat postpositivisme Untuk dapat menjawab pertanyaan digunakan untuk meneliti pada kondisi yang telah dimunculkan mengenai objek yang alamiah, peneliti sebagai analisis orientasi kewirausahaan berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan sumber data dilakukan secara purposive kinerja pemasaran, digunakan teknik dan snowball, teknik pengumpulan dengan untuk mengumpulkan datameliputi: induktif/kualitatif, dan hasil penelitian Observasi kualitatif lebih menekankan makna dari Observasidilakukan tindakan awal untuk mempelajari Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriftif bambu maka data yang diperoleh akan lebih lengkap dan tajam Berdasarkan pada data yang diperoleh, maka pembahasan dalam penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai Studi Dokumentasi Dokumentasi adalah pengumpulan data atas dokumen berupa laporan . Studi Literatur informasi terkait dengan orientasi . Melakukan pengumpulan data . Analisis dan perumusan masalah kearifan lokal pada pengrajin keben . Analisis Bambu di Banjar Tanggahan Peken sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal Wawancara pada masyarakat pengrajin keben di Wawancaraadalah Banjar Tanggahan peken. Perumusan Orientasi Kewirausahaan data dengan melakukan komunikasi berbasis kearifan lokal langsung dengan pengrajin keben . Penarikan Kesimpulan bambu di Banjar Tanggahan Peken Made Mulia Handayani. Nyoman Dwika Ayu Amrita JURNAL CAKRAWATI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 permasalahan pemasarannya. selanjutnya dilakukan analisis datauntuk mendapatkan kesimpulan. Analisis data adalah proses menyusun data agar dapat Menyusun menggolongkan ke dalam pola, tema atau kategori tafsiran atau intrepetasi artinya sekumpulan informasi yang tersusun serta Setelah semua data terkumpul. Penyajian menjelaskan pola atau kategori, mencari Penarikan Kesimpulan Kegiatan selanjutnya adalah penarikan kesimpulan yang merupakan sebagian dari suatu kegiatan dari konfigurasi yang Data Analisis data dilakukan melalui analisis kualitatif terhadap data bukan angka, dan menggunakan metode informal, yaitu analisis kuantitatif . terhadap suatu metode penyajian data/perumusan data yang berupa angka. Adapun langkah- data/hasil penelitian yang dideskripsikan langkah analisis data dalam penelitian ini dengan menggunakan kata-kata biasa , menggunakan analisis data model Miller dan Huberman ada tiga langkah yaitu, diklasifikasikan lebih dahulu. Data yang (Suprayoga dan Tabroni, 193-. dimasukkan sebagai data pokok, sedang Reduksi data data yang relevansinya rendah tidak akan Reduksi data artinya sebagai proses pemilihan, pemusatan, perhatian dan Data menggambarkan kondisi subjek dan objek transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan lapangan kewirausahaan berbasis kearifan lokal. Penyajian data foto-foto, berdasarkan hasil observasi wawancara Made Mulia Handayani. Nyoman Dwika Ayu Amrita JURNAL CAKRAWATI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 dan studi dokumentasi, dianalisis dan namun jumlahnya menurun setiap tahun, disajikan secara kualitatif dalam bentuk saat ini kurang dari 50% penduduk berprofesi sebagai pengrajin. Pelestarian usaha keben menjadi i. HASIL PENELITIAN Perkembangan Kinerja Pemasaran Pengrajin Keben di Banjar Tanggahan Peken Banjar Tanggahan Peken terletak Desa Sulahan Kecamatan Susut Kabupaten Bangli. Batas wilayah dusun : Sebelah Utara : Ds Lumbuan Sebelah Selatan : Ds Penatahan alasan pengrajin untuk tetap bertahan sampai saat ini. Keberadaan keben sebagai maraknya persaingan usaha keben yang terbuat dari kayu ataupun fiber. Profesi sebagai pengrajin keben merupakan pekerjaan turun-temunrun di Banjar tanggahan peken. Pekerjaan ini Sebelah Barat : Ds Sulahan Sebelah Timur :DsTanggahan lebih banyak digeluti oleh wanita, dari yang muda hingga yang tua, terutama yang sudah menikah. Pada mulanya proses Gunung Jumlah penduduk 2. 142 orang, pesanan yang datang terutama pesanan penduduk laki-laki 1. 072 orang, penduduk dari pengepul perempuan berjulah 1070 orang. Dari data Desa. yang berasal dari Luar yang diperoleh di banjar Tanggahan Peken mayoritas penduduk berprofesi sebagai pengrajin keben yaitu sebanyak 855 orang. Berdasarkan Kelian banjar dan beberapa pengrajin jumlah pengrajin di Banjar Tanggahan Peken mengalami penurunan, sekitar tahun 2015 hampir 90% penduduk bermata Kinerja pemasaran pengrajin keben di Banjar Tanggahan Keben dapat dilihat dari pertumbuhan pelanggan, pertumbuhan penjualan, porsi pasar dan kemampu Dalam Ferdinand . , untuk mengukur kinerja pemasaran terdiri dari empat indikator, diantaranya : Made Mulia Handayani. Nyoman Dwika Ayu Amrita JURNAL CAKRAWATI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 Pertumbuhan dan sekitarnya, tapi juga sudah dikirim hingga ke luar provinsi. Penjualan pun perusahaan porsi pasar Pertumbuhan Penjualan media sosial dan menggunakan jasa merupakanderajat angka pertumbuhan Keuntungan pengrajin keben rata-rata Rp 400. 000 per Porsi Keuntungan yang diperoleh oleh para pengepul keben di Banjar kontribusi produk yang ditangani dapat Tanggahan Peken rata-rata Rp 7. menguasai pasar untuk produk sejenis sampai Rp 10. 000 perbulannya. dibandingkan industri bordir kebaya Kemampu labaan merupakan besarnya Tanggahan Peken Banjar Dari hasil wawancara dengan beberapa pengrajin menyebutkan bahwa pada hari-hari biasa jumlah penjualan tidaklah seberapa, namun pada saat harihari Banjar Tanggahan dibentuk beberapa kelompok pengrajin. Saat ini ada sekitar delapan kelompok Hindu 15-25 orang. Tiap kelompok memiliki seorang pengepul yang membeli hasil kerajinan mereka. Selain itu para pengrajin juga ada yang menjual sendiri hasil keben mereka kepada konsumen melalui media online ataupun pemasaran langsung. IV. Penerapan Orientasi penjualan semakin meningkat bahkan Kewirausahaan Berbasis Kearifan Lokal Pengrajin keben di Banjar lima kali Peken pengrajin yang tiap kelompok terdiri darii Dari tahun ke tahun jumlah pelanggan Untuk lipat, tapi pembuatan keben yang memakan waktu lama membuat para pengrajin selalu kewalahan di hari raya. Konsumen keben di Banjar Tanggahan Peken berasal dari berbagai daerah Di Bali. Saat ini penjualan keben menyasar tak hanya di areal Bangli Tanggahan Peken Kewirausahaan adalah faktor kunci dalam mendeterminasikan aktifitaspembangunan Orientasi kewirausahaan dari suatuperusahaan akan mendorong orientasi kompetitifnya (Merz Made Mulia Handayani. Nyoman Dwika Ayu Amrita JURNAL CAKRAWATI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 Suber. Kewirausahan perusahaan adalah persyaratan dasar untuk penciptaan keunggulan kompetitif. Inovasi mendapatkan keunggulanbersaing yang tentu saja juga akan berakibat positif pada kinerja finansialnya. Perusahaan dengan lingkungan yang dinamis . alman, 2. kemampuan wirausaha yang tinggi akan perubahan, dan kecepatan respon yang tinggiuntuk terus berubah secara fleksibel (Naman & Slevin, 1. Porter . sebagai strategi benefit perusahaanuntuk dapat berkompetisi secara lebih efektif Inovasi yang dilakukan mayarakat pegrajin keben di Banjar Tanggahan Peken masi berbasis nilai-nilai kearifan lokal seperti AuWiadin ririh enu liu peplajahanAy Ungkapan ini mengandung arti walaupun sudah pintar masih banyak yang harus didalam market place yang sama. Suardika . Mengingat pentingnya orientasi Ni luh ernawati, yang merupakan salah kewirausahaan dalam meraih keunggulan satu pengrajin keben mengatakan. Auselalu kompetitif dan kesuksesan usaha maka belajar dalam membuat motif baru, kita UKM perlu mengembangkan orientasi pengerajinnya yang harus berinovasi agar akivitas-aktivitas Karena usahanya serta dijadikan landasan dalam permintaan konsumen semakin beragam perumusan dan penerapan strategi dalam jadi kita harus menambah ilmu dan teknik Adapun penerapan Orientasi ngulat lagi,Ay kewirausahaan berbasis kearifan lokal di Banjar tanggahan Peken dilihat dari menanggung resiko. Nilai inovasi juga dapat dilihat dari motif keben yang digunakan, yaitu motif matahari, motif swastika, motif bunga, motif catur dan banyak motif lainnya yang dipercaya 1 Inovasi memiliki makna tentang kesucian dan Semakin berkembanganya jaman keagungan Tuhan. menuntut para pengrajin untuk terus inovasi berkelanjutan dalam 2 Proaktif Made Mulia Handayani. Nyoman Dwika Ayu Amrita JURNAL CAKRAWATI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 Proaktif sebagai tindakan mencari kebe. , proses pewarnaan dan proses eksperimen dengan menggunakan respon Selain ibu Nengah Sujati yang potensial terhadap kecenderungan juga ada Ibu Wulan. Pemilik Wulan perubahan lingkungan (Andriyani, 2. Bambu, beliau adalah pengrajin sekaligus Para konsumen bisa memesan motif keben sesuai dengan keinginan mereka, sehingga konsumen merasa lebih puas, hanya saja waktu pengerjaan yang lebih lama dari biasanyanya, yaitu sekitar 1 sampai 2 Demi Tanggahan Peken, pesanan konsumen dengan tepat waktu. Wulan pengrajin, selain berbagi rejeki, memiliki kelompok pengrajin juga membuat usaha Wulan Bambu semakin maju. Berani Menanggung Resiko konsumen, masyarakat banjar Tanggahan Berani mengambil resiko. Menurut Peken menerapkan prinsip gilik saguluk, (Morris mengambil resiko . isk takin. menyangkut sarpana yaAy adalah tata kehidupan yang keinginan untuk meraih peluang yang mengutamakan kebersamaan, musyawarah kerugian atau ketidaksesuaian kinerja yang Sehingga dibentuklah kelompokkelompok pengrajin keben yang bekerja sama untuk membuat keben, sehingga pembuatan keben bisa dipercepat. Salah satunya adalah kelompok pengrajin keben Ibu Ni Nengah sujati yang terdiri dari delapan orang pengrajin, mereka membagi Kuratko. Berani menanggung resiko ngadep''. Kalimat ini artinya adalahberani membeli berani menjual yang memiliki makna bahwa dalam menentukan harga barang atau jasa harus ada keadilandan tidak saling merugikan. Para pengrajin keben tugas masing-masing, ada yang bertugas dalam proses penyebitan . emotong dan di Banjar Tanggahan Peken, selalu menyediakan Made Mulia Handayani. Nyoman Dwika Ayu Amrita JURNAL CAKRAWATI. Vol. 3 No. Pebruari-Juli 2020 ISSN: 2620-5173 keben dalam berbagai motif tanpa harus bersaing dengan produk keben lainnya, bersikap proaktif dan berani menanggung sehingga ketika datang pesanan dalam tercermin dalam ungkapan bani jumlah banyak mereka bisa dengan cepat meli bani ngadep''. Kalimat ini artinya menangkap peluang tersebut, akan tetapi adalahberani membeli berani menjual yang jika pesanan yang datang sedikit mereka memiliki makna bahwa dalammenentukan siap menyimpan stok keben yang tersisa untuk di jual kembali. keadilandan tidak saling merugikan. KESIMPULAN DAFTAR PUSTAKA