Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 PENGARUH UMUR PERUSAHAAN. UKURAN PERUSAHAAN. DAN KUALITAS MANAJEMEN. TERHADAP RESIKO INVESTASI DI PERUSAHAAN PERBANKAN YANG LISTING DI BEI TAHUN 2021-2023 Roy SalehA. Arubina BangsawanA. IrsanA. Kemas Welly Angga PermanaA roy_saleh@unisti. id, mulawarman_11@yahoo. id, irsan@unisti. kemaswelly@unisti. Universitas Sjakhyakirti Palembang. Indonesia ABSTRACT This research aims to examine the influence of company age, company size and management quality on the investment risk of banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) during the 2021-2023 period. The analysis method used is multiple linear regression with the help of SPSS software. This research uses quantitative methods. This research uses secondary data. The number of samples used was 60. The data analysis techniques used in this research include: Descriptive statistical analysis, then carrying out classical assumption tests in the form of normality tests, multicollinearity tests, heteroscedasticity tests, and autocorrelation tests. The results obtained from this research are: . Company age (X. has a positive effect on investment risk (Y). Company Size (X. has a positive effect on Investment Risk (Y). Management Quality (X. has a positive effect on Investment Risk (Y). Company Age (X. Company Size (X. , and Management Quality (X. have a positive effect on Company Value (Y) Keywords: company age, company size, management quality, investment risk, banking companies. IDX. PENDAHULUAN Investasi di pasar modal telah menjadi salah satu strategi investasi yang populer, terutama dalam era globalisasi yang semakin dinamis. Perusahaan-perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi salah satu tujuan investasi yang paling Namun, investasi di pasar modal juga memiliki risiko yang signifikan, resiko investasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk umur perusahaan, ukuran perusahaan, dan kualitas manajemen. Oleh karena itu, analisis portofolio sangat penting dalam menentukan besarnya proporsi dana yang akan dialokasikan pada beberapa saham perusahaan perbankan. Manajemen risiko dimulai dari adanya kesadaran investor menyadari bahwa risiko itu pasti ada di dalam suatu investasi. Penerapan manajemen risiko yang baik harus memastikan bahwa investasi tersebut mampu memberikan perlakuan yang tepat terhadap risiko yang akan mempengaruhinya (Halim, 2. Informasi mengenai manajemen risiko sangat berguna bagi para pemangku kepentingan, khususnya bagi para investor. Informasi ini berguna bagi investor untuk melakukan analisis risiko agar pengembalian yang Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 diharapkan dapat terpenuhi. Manajemen risiko mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk resiko investasi. Agus dan Irfani . dalam buku "Manajemen Keuangan dan Bisnis: Teori dan Aplikasi" menjelaskan bahwa umur perusahaan dapat mempengaruhi resiko investasi dengan cara meningkatkan kemungkinan kegagalan bisnis. Umur perusahaan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi resiko investasi. Umur perusahaan menunjukkan seberapa lama suatu perusahaan mampu untuk bertahan, bersaing dan mengambil kesempatan bisnis yang ada di dalam berkompetisi dengan kompetitor. Perusahaan yang sudah lama berdiri, kemungkinan sudah banyak pengalaman yang di peroleh sehingga bisa survive dalam persaingan bisnis. Semakin lama umur perusahaan, akan menimbulkan semakin besar kepercayaan konsumen terhadap perusahaan tersebut. Umur perusahaan salah satu aspek pertimbagan investor dalam berinvestasi untu menanamkan modal. Penilaian umur perusahaan di hitung sejak berdirinya perusahan sampai dengan data obeservasi. Sementara itu, ukuran perusahaan dapat mempengaruhi resiko investasi dengan cara meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi risiko. Ukuran perusahaan juga merupakan salah satu faktor internal selain kinerja yang dapat menentukan resiko investasi. Ukuran perusahaan salah satu variabel yang mencerminkan total asset yang dimiliki Ukuran perusahaan dapat dilihat melalui besarnya ekuitas, penjualan maupun total asset perusahaan. Total asset perusahaan yang semakin besar dapat menggambarkan bahawa perusahaan tersebut sudah mencapai tahap kedewasaannya. Perusahaan yang telah berada pada tahap kedewasaan memiliki arus kas positif, serta diperkirakan akan mempunyai aspek menguntungkan dalam kurun waktu yang lebih lama. Menurut Hanafi & Halm . ukuran perusahaan dapat dilihat dari total asset, apabila perusahaan memiliki total asset besar maka perusahaan tersebut makin dikenal oleh masyarakat dan cenderung bertumbuh ekuitas maupun penjualan. Menurut Signaling Theory, perusahaan yang besar memberikan sinyal yang baik bagi investor, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan nilai perusahaan (Suniari et al, 2. Ukuran perusahaan yang besar mencerminkan bahwa perusahaan tersebut sedang mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang baik, sehingga meningkatkan nilai dari suatu Nilai perusahaan yang meningkat dapat di tandai dengan total aktiva perusahaan yang mengalami kenaikan dan lebih besar di bandingkan dengan jumlah hutang perusahaan. Kualitas manajemen juga dipandang sebagai faktor penting yang mempengaruhi resiko investasi. Wulandari . dalam penelitiannya tentang pengaruh profitabilitas, leverage, dan likuiditas terhadap nilai perusahaan menemukan bahwa kualitas manajemen dapat mempengaruhi resiko investasi dengan cara meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi risiko. Kualitas manajemen perbankan melibatkan segala bentuk kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi yang dilakukan oleh siapapun dan diinginkan oleh siapa pun untuk mencapai tujuan bank dan mengelola risiko yang ada di bank. Robert S. Kaplan dan David P. Norton dalam karya mereka "Strategy Maps: Converting Intangible Assets into Tangible Outcomes". mendefinisikan kualitas manajemen sebagai kemampuan untuk menerjemahkan strategi menjadi hasil yang terukur melalui peta strategi dan balanced scorecard. Kualitas manajemen dinilai dari bagaimana strategi dapat diimplementasikan secara efektif untuk mencapai hasil yang diinginkan. Dalam konteks perbankan, manajemen yang mampu merancang dan mengimplementasikan strategi yang tepat dapat meningkatkan profitabilitas dan stabilitas Hal ini akan mengurangi risiko investasi karena investor akan memiliki kepercayaan Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 lebih besar terhadap kemampuan bank dalam mencapai tujuan strategis dan mempertahankan kinerja keuangan yang baik. Fenomena yang melatarbelakangi peneliti untuk melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut: Volatilitas Pasar Perbankan: Pasar perbankan di Indonesia, seperti di banyak negara lain, mengalami volatilitas yang cukup signifikan, terutama selama periode 2021-2023 yang dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti pandemi COVID-19, kebijakan pemerintah, dan kondisi ekonomi global. Peran Perbankan di Ekonomi Nasional: Perbankan memiliki peran krusial dalam perekonomian nasional. Oleh karena itu, memahami faktor-faktor yang mempengaruhi risiko investasi dalam industri ini sangat penting untuk pemangku kepentingan, termasuk investor, manajemen perusahaan, dan regulator. Perubahan dalam Manajemen dan Operasional: Selama periode 2021-2023, banyak bank yang melakukan restrukturisasi dan transformasi digital. Ini memberikan konteks yang relevan untuk mengevaluasi bagaimana perubahan tersebut mempengaruhi risiko investasi. Perubahan Kebijakan dan Regulasi: Pemerintah dan otoritas keuangan sering mengeluarkan kebijakan dan regulasi baru untuk memperkuat sektor perbankan, yang dapat berdampak pada risiko investasi. Asumsi-asumsi dalam penelitian ini dengan menggunakan pemiihan 3 variabel sebagai berikut : Umur Perusahaan: Umur perusahaan sering kali dikaitkan dengan stabilitas dan pengalaman dalam menghadapi berbagai situasi pasar. Perusahaan yang lebih tua mungkin memiliki manajemen risiko yang lebih baik dan rekam jejak yang lebih panjang, yang bisa mempengaruhi persepsi risiko oleh investor. Ukuran Perusahaan: Ukuran perusahaan, biasanya diukur dari total aset atau pendapatan, bisa mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam menghadapi risiko. Perusahaan yang lebih besar mungkin memiliki lebih banyak sumber daya untuk mengelola risiko dan memanfaatkan peluang. Kualitas Manajemen: Kualitas manajemen merupakan faktor kritis dalam menentukan kesuksesan dan stabilitas perusahaan. Manajemen yang berkualitas tinggi dapat mengimplementasikan strategi yang lebih efektif untuk mengelola risiko dan menjaga kepercayaan investor. Dengan mempertimbangkan fenomena diatas dan 3 variabel dalam peneltian ini, alasan penulis fokus pada periode 2021-2023 antara lain: Kondisi Ekonomi yang Berubah Cepat: Periode ini mencakup masa-masa yang penuh tantangan dan perubahan cepat di sektor perbankan akibat dampak pandemi dan pemulihan ekonomi. Relevansi Data Terbaru: Data yang lebih baru memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kondisi dan tren terkini di pasar perbankan. Perubahan Kebijakan Moneter dan Fiskal: Pada periode ini, terdapat berbagai perubahan dalam kebijakan moneter dan fiskal yang mempengaruhi industri perbankan secara langsung, membuat analisis risiko investasi menjadi sangat relevan. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Berdasarkan latar belakang tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul AuPengaruh Umur Perusahaan. Ukuran Perusahaan, dan Kuaiitas Manajemen Terhadap Resiko Investasi Di Perusahaan Perbankan Yang Listing Di BEI Tahun 2021-2023Ay METODOLOGI Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Umur Perusahaan. Ukuran Perusahaan, dan Kualitas Manajemen Terhadap Resiko Investasi di Perusahaan Perbankan Yang Listing di Bursa Efek Indonesia Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang di pandu oleh hipotesis tertentu. Salah satu tujuan penelitian yang dilakukan untuk menguji hipotesis yang dilakukan sebelumnya. Pada penelitian ini metode kuantitatif digunakan untuk mengetahui pengaruh kinerja keuangan dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif karena data-data yang digunakan adalah data angka. Penelitian ini diawali merumuskan permasalahan yang didasari adanya latar belakang, menjelaskan teori-teori yang digunakan dan dasar empiris sebagai interpretasi hasil penelitian nantinya, mengumpulkan data, menganalisis data dan diakhiri dengan menyajikan hasil analisis. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu pemilihan sampel yang didasarkan pada kriteria tertentu yang akan digunakan sebagai objek penelitian, kriteria yang akan digunakan adalah: Perusahaan Perbankan yang telah listing di BursaEfek Indonesia (BEI) periode 2021-2023. Perusahaan Perbankani yang mempublikasikan laporan keuangan secara lengkap selama periode 2021- 2023. Jumlah sampel yang di dapat yaitu sebanyak 20. Jadi dalam periode 3 tahun jumlah sampel yang diperoleh yaitu sebanyak 60. Data yang digunakan untuk penelitian ini yang merupakan data sekunder, data yang diperoleh secara tidak langsung . ukan dari subjek penelitian secara langsun. Untuk memperoleh data dan informasi yang dapat mendukung penelitian ini,penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut: . Penelitian kepustakaan. Dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: . Analisis Statistik Deskriptif, . Pengujian asumsi klasik yang meliputi uji normalitas,uji multikolenieritas,uji heteroskedastisitas,dan uji autokorelasi. Anlisis regresi linier berganda, uji koefisien determinasi, dan uji hipotesis dengan cara uji t dan uji F. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Tabel 1 Hasil Analisis Deskriptif Investment Opportunity Set (X. Ukuran Perusahaan . Pertumbuhan_Perusaha an (X. Nilai Perusahaan (Y) Minimum 0,476 Maximum Rata-Rata Standar Deviasi 14,655 3,38207 3,034108 25,310 33,653 -0,180 2,465 29,12913 0,24353 1,462309 0,386657 0,341 5,42885 9,088816 56,792 Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2023 Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Dari tabel 1 dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini menggunakan 60 sampel yang diperoleh dari 20 perusahaan tentang umur perusahaan (X. , ukuran perusahaan (X. dan Kualitas Manajemen (X. terhadap Resiko Investasi (Y) di perusahaan Perbankan konsumsi yang listing di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2021 - 2023 selama 3 tahun pengamatan yaitu dari tahun 2021 Ae 2023. Adapun deskripsi masing-masing variabel penelitian yaitu Umur Perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 0,476. maksimumnya sebesar 14,655. rata-rata . sebesar 3,38207 dengan standar deviasi sebesar 3,034108. Ukuran perusahaan memiliki nilai minimum sebesar 25,310. maksimumnya sebesar 33,653. rata-rata . sebesar 29,12913 dengan standar deviasi sebesar1,462309. Kualitas manajemen yang memiliki nilai minimum sebesar -0,180. maksimumnya sebesar 2,465. rata-rata . sebesar 0,24353dengan standar deviasi sebesar 0,386657. Nilai perusahaan yang memiliki nilai minimum sebesar 5,42885. maksimumnya sebesar 56,792. rata-rata . sebesar 0,24353 dengan standar deviasi sebesar 9,088816 Uji Asumsi Klasik Sebelum data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda, terlebih dahulu diuji dengan pengujian asumsi klasik, karena syarat untuk analisis regresi linear berganda adalah bebas dari asumsi-asumsi klasik. Pengujian uji asumsi klasik meliputi uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heteroskedastisitas,dan uji autokorelasi Uji Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel dependen, variabel independen atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Adapun model regresi yang baik adalah yang memiliki data terdistribusi normal. Penelitian ini menggunakan statistik yaitu uji Kolmogrov-Smirnov dengan menggunakan program SPSS Versi 25. Adapun dasar pengambilan keputusan bisa dilakukan dengan menentukan kenormalan data yang diukur dengan melihat angka probabilitasnya (Asymtotic Significanc. , yaitu: Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi adalah normal. Jika probabilitas < 0,05 maka populasi tidak terdistribusi dengan normal. Tabel 2 Hasil Uji Normalitas One-Sample Kolmogrov- Smirnov Test Unstandardized Residual Asymp. Sig. -taile. 0,243c Sumber: Data diolah dengan SPSS, 2023 Berdasarkan hasil pengujian pada tabel 2, diperoleh Kolmogorov-Smirnov Z sebesar 1,026 dengan nilai signifikansi (Asymp. Sig. 2-taile. 0,243. Signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat disimpulkan data tersebut berdistribusi normal Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Uji Mulkolinearitas Menurut Ghozali . , uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi yang ditentukan terdapat korelasi antar variabel bebas . Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independen. Uji multikolinearitas dapat dilakukan dengan melihat nilai Variance Inflation Vactor (VIF) dan nilai Tolerance. Jika nilai VIF kurang dari 10 dan Tolerance lebih dari 0,1 artinya tidak terjadi Sehingga hasil uji multikolinearitas dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Variabel Collinearity Statistics Tolerance VIF Keterangan Investment opportunity set(X. 0,508 1,968 Tidak terjadi Ukuran perusahaan (X. 0,564 1,773 Tidak terjadi Pertumbuhan perusahaan (X. 0,603 1,657 Tidak terjadi Sumber: Data diolah dengan SPSS,2023 Berdasarkan Tabel 3 diatas dapat dilihat bahwa seluruh variabel dalam penelitian ini memiliki nilai tolerance lebih dari 0,1 dan VIF dibawah 10. Dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi multikolinieritas. Uji Heteroskedastisitas Uji heteroskedastisitas memiliki tujuan untuk menguji apakah dalam model terjadi kesamaan varian dan residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Koefisien signifikan dapat digunakan untuk mengetahui apakah terjadi heteroskedastisitas dengan membandingkan tingkat signifikan yang ditetapkan sebelumnya. Menurut Ghozali . , model regresi yang baik adalah homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Dalam mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas, dalam penelitian ini menggunakan uji glejser. Adapun dasar uji glejser yaitu: Jika probabilitas signifikan masing-masing variabel independen > 0,05, maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi. Jika probabilitas signifikan masing-masing variabel independen < 0,05 maka dapat disimpulkan terjadi heteroskedastisitas dalam model regresi. Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Variabel Sig. Keterangan Investment opportunity set(X. Ukuran perusahaan (X. Pertumbuhan perusahaan (X. 0,052 0,469 0,278 Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Tidak Terjadi Heteroskedastisitas Sumber: Data diolah dengan SPSS,20 Berdasarkan uji heteroskedastisitas yang ditunjukkan dalam tabel 4, dapat disimpulkan bahwa masing-masing variabel dependen nilai Absolute Residual (Abs_Re. Dimana variabel Umur perusahaan memiliki nilai sig sebesar 0,052, variabel ukuran perusahaan memiliki nilai sig sebesar 0,469 dan variabel kualitas manajemen memiliki nilai sig sebesar 0,278. Dari ketiga variabel independen memiliki profitabilitas signifikansi di atas tingkat kepercayaan 5% atau 0,05. Jadi berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan model regresi tidak mengandung heteroskedastisitas. Uji Autokorelasi Uji autokorelasi digunakan untuk menguji apakah sebuah model regresi terdapat korelasi antara kesalahan pengguna pada suatu periode dengan kesalahan pada periode Model regresi yang baik adalah adalah model yang tidak terjadi autokorelasi Untuk menguji autokorelasi dapat digunakan dengan Durbin Waston (DW). Adapun dasar pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut: Jika d lebih kecil dari dl atau d lebih besar dari 4-dl ,maka terdapat autokorelasi. Jika du lebih lebih kecil dari d lebih kecil dari 4-du ,maka tidak terdapat autokorelasi. Tabel 5 Hasil Uji Autokorelasi Durbin-Waston 4-du 4-d1 2,128 1,4797 1,6889 2,3111 2,5203 Keterangan Tidak terjadi Sumber: Data diolah dengan SPSS,2023 Berdasarkan tabel 5 diketahui bahwa nilai durbin watson sebesar 2,128. Nilai tabel Durbin watson pada constant = 0,05, n = 60, k = 3 maka diperoleh nilai dl = 1,2797, du = 1,6889, 4-dl = 2,5203, 4-du = 2,3111. Hasil pengujian autokorelasi menggunakan metode Cochrane orcutt menunjukkan bahwa tidak terjadi autokorelasi sehingga model regresi yang dilakukan layak dipakai. Dimana du 0,05, atau maka tidak terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Tabel 8. Hasil Uji t (Parsia. Model (Constan. Unstandardized Coefficients Dependent Variable: Y Sumber: Data diolah dengan SPSS,2023 Standardized Coefficients Sig. Std. Error Beta Dengan membandingkan thitung dengan ttabel dengan rumus: Keterangan: n = banyak observasi k = banyaknya variabel Perhitungannya sebagai berikut Df = 60 Ae 3 = 57 dengan taraf signifikansi 0,05 % sehingga ttabel yang diperoleh sebesar 1. Berdasarkan hasil analisis regresi diperoleh nilai thitung > ttabel 6,185, 3,005 dan 6,254 > 1. 67203 Nilai signifikansi . 0,000, 0,004 dan 0,000< 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang artinya Umur perusahaan (X. , ukuran perusahaan (X. , dan kualitas manajemen (X. memiliki pengaruh signifikan terhadap resiko investasi di perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2021 - 2023. Berdasarkan tabel IV. 8, maka hasil uji statistik t yang telah dilakukan dapat ditarik suatu kesmpulan yaitu sebagai berikut: Pengujian hipotesis pertama (H. Hipotesis pertama (H. menunjukkan variabel Investment Opportuniy Set (X. memiiki nilai signifikan 0,000<0,05 dan thitung sebesar 6,185 > t tabel yaitu 1,67203. Nilai thitung yang positif dan lebih besar daripada ttabel serta nilai signifikansi yang kurang dari 0,05, artinya variabel Ukuran Perusahaan mempunyai pengaruh terhadap Resiko Investasi (Y). Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yaitu Umur Perusahaan (X. berpengaruh positif terhadap Resiko Investasi (Y). Pengujian hipotesis kedua (H. Hipotesis kedua (H. menunjukkan variabel Ukuran Perusahaan (X. memiliki nilai signifikan 0,004 < 0,05 dan thitung sebesar 3,005 > t tabel yaitu 1,67203. Nilai thitung yang positif dan lebih besar daripada ttabel serta nilai signifikansi yang kurang dari 0,05, artinya variabel ukuran perusahaan (X. mempunyai pengaruh terhadap Resiko Investasi (Y). Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima yaitu Ukuran Perusahaan (X. berpengaruh positif terhadap Resiko Investasi (Y) Pengujian hipotesis ketiga (H. Hipotesis ketiga (H. menunjukkan kualitas manajemen (X. memiliki nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan thitung sebesar 6. 254 > t tabel yaitu sebesar 1,67203. Nilai thitung yang positif dan lebih besar daripada ttabel serta nilai signifikansi yang kurang dari 0,05, artinya variabel kualitas manajemen (X. mempunyai pengaruh terhadap Resiko Investasi (Y). Sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima yaitu Kualitas Manajemen (X. berpengaruh positif terhadap Resiko Investasi (Y). Uji Simultan (Uji F) Uji F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen/terikat. Adapun dasar pengambilan keputusan dalam uji F yaitu: Jika nilai sig < 0,05, atau maka terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Jika nilai sig > 0,05, atau < maka tidak terdapat pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Uji F ini dilakukan untuk menguji apakah model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model yang layak . atau tidak. Pada tabel IV. 9 dapat dilihat hasil dari uji F yang Adapun hasil analisis yang diperoleh adalah sebagai berikut. Tabel 9. Hasil Uji F Model Sum Squaresof Df Mean Square Sig. Regression Residual Total Sumber: Data diolah dengan SPSS,2023 Dari tabel 9, penentuan hasil pengujian dapat dilakukan dengan membandingkan nilai Sig antara nilai yang diperoleh pada tabel annova dengan nilai Sig yang telah ditentukan yakni 0,05. Hasil uji F juga dapat dilihat dengan membandingkan Fhitung dengan Ftabel dimana Ftabel dapat dicari pada tabel F yang telah tersedia dan membacanya menggunakan Dimana k adalah jumlah variabel . ebas terika. dan n adalah observasi/sampel pembentukan regresi. Perhitungannya sebagai sebagai berikut: Jumlah Statistika Uji Fhitung = 105,853 Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 Sig. = 0,000 Ftabel = 2,766 Berdasarkan hasil perhitungan tersebut diatas, diperoleh nilai Fhitung sebesar 105,853 dengan probabilitas sebesar 0,00. Dimana Fhitung > Ftabel dan angka tersebut lebih kecil dari nilai 0,05 . %). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model yang digunakan untuk menguji umur perusahaan (X. , ukuran perusahaan (X. , dan kualitas manajemen (X. adalah Persamaan regresi dapat dinyatakan signifikan yang berarti bahwa berpengaruh signifikan terhadap resiko investasi (Y). Pengaruh Umur Perusahaan terhadap Resiko Investasi di Perusahaan Perbankan yang Listing di Bursa Efek Indonesia Tahun 2021-2023 Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh bahwa menunjukkan variabel Umur Perusahaan (X. memiiki nilai signifikan 0,000<0,05 dan thitung sebesar 6,185 > t tabel yaitu 1,67203. Nilai thitung yang positif dan lebih besar daripada ttabel serta nilai signifikansi yang kurang dari 0,05, artinya variabel Umur Perusahaan mempunyai pengaruh terhadap Resiko Investasi (Y). Sehingga dapat disimpulkan bahwa H1 diterima yaitu Umur Perusahaan (X. berpengaruh positif terhadap Resiko Investasi (Y). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa antara Umur Perusahaan berpengaruh terhadap resiko investasi. Penambahan Umur Perusahaan mampu memberikan sinyal positif kepada investor karena adanya kepercayaan investor terhadap perusahaan, sehingga perusahaan akan memilki prospek yang bagus di kemudian hari dan berinvestasi pada perusahaan tersebut akan meningkatkan return yang lebih tinggi. Penelitian ini mendukung signaling theory , yang menyatakan bahwa penambahan investasi memberikan sinyal positif mengenai kualilitas manajemen. perusahaan di masa yang akan datang, sehingga dapat meningkatkan harga saham yang digunakan sebagai indikator resiko investasi. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Prastika . yang menyatakan bahwa hanya variabel IOS dan profitabilitas yang secara signifikan mempengaruhi nilai perusahaan,. Hal ini membuktikan bahwa investor percaya bahwa perusahaan yang meningkatkan IOS-nya, akan memiliki prospek yang bagus dikemudian hari. Pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Resiko Investasi di perusahaan Perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia Tahun 2021-2023 Berdasarkan hasil analisis yang diperoleh menunjukkan bahwa variabel Ukuran Perusahaan (X. memiliki nilai signifikan 0,004 < 0,05 dan thitung sebesar 3,005 > t tabel yaitu 1,67203. Nilai thitung yang positif dan lebih besar daripada ttabel serta nilai signifikansi yang kurang dari 0,05, artinya variabel ukuran perusahaan (X. mempunyai pengaruh terhadap Resiko Investasi (Y). Sehingga dapat disimpulkan bahwa H2 diterima yaitu Ukuran Perusahaan (X. berpengaruh positif terhadap Resiko Investasi (Y). Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat diketahui bahwa antara variabel ukuran perusahaan memiliki pengaruh terhadap resiko investasi. Apabila ukuran perusahaan besar maka mengakibatkan resiko investasi akan semakin tinggi, begitu pula sebaliknya. Ukuran perusahaan yang besar akan cenderung memiliki kondisi perkembangan yang lebih stabil. Berdasarkan signalling theory hal ini akan direspon oleh investor sebagai sinyal positif sehingga akan menarik investor untuk memiliki saham perusahaan tersebut. Peningkatan permintaan saham perusahaan akan meningkatkan harga saham di pasar modal. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memiliki nilai yang lebih besar. Semakin besar ukuran suatu perusahaan maka akan semakin besar pula peluang perusahaan untuk Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 mendapatkan sumber pendanaan yang berasal dari internal maupun eksternal. , sehingga perusahaan yang memiliki sumber dana yang besar maka akan semakin mudah dan lancar dalam melakukan kegiatan operasionalnya, yang nantinya akan membuat perusahaan tersebut mendapatkan peluang besar dalam mendapatkan laba. Sehingga semakin tinggi tingkat laba yang dimiliki perusahaan, maka akan diikuti dengan tingginya return atau tingkat pengembalian modal yang disetor oleh investor sehingga dapat memberi kemakmuran para pemegang saham yang akan menigkatkan nilai perusahaan. Menurut penelitian yang diakukan oleh Anugerah dan Suryawan . Dewi dan Abundi . , yang menyatakan bahwa ukuran perusaahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan. Pengaruh Kualitas Manajemen terhadap Resiko Investasi di Perusahaan Perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia (Tahun 2021-2. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan (X. memiliki nilai signifikan 0,000 < 0,05 dan thitung sebesar 6. 254 > t tabel yaitu sebesar 1,67203. Nilai thitung yang positif dan lebih besar daripada ttabel serta nilai signifikansi yang kurang dari 0,05, artinya variabel pertumbuhan perusahaan (X. mempunyai pengaruh terhadap Nilai Perusahaan (Y). Sehingga dapat disimpulkan bahwa H3 diterima yaitu Pertumbuhan Perusahaan (X. berpengaruh positif terhadap Nilai Perusahaan (Y). Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan perusahaan memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. Pertumbuhan perusahaan dapat menjadi indikator dari nilai perusahaan. Dari sudut pandang investor, pertumbuhan perusahaan menunjukkan sinyal positif dan perkembangan yang baik dimana pertumbuhan suatu perusahaan tersbut memiliki dampak menguntungkan dan perusahaan jug mengharapkan rate of return dari investasi yang dilakukan. Hal ini berarti pertumbuhan perusahaan menunjukkan pengaruh yang positif terhadap nilai perusahaan, dimana semakin baik pertumbuhan perusahaan maka akan dapat meningkatkan nilai perusahaan. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Janingrith Tasik . Noerirawan dan Muid . , dan Purnamasari dan Abundanti . yang menyatakan bahwa pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif terhadap resiko investasi. Pengaruh Umur Perusahaan. Ukuran Perusahaan, dan Kualitas Manajemen terhadap Resiko Investasi di Perusahaan Perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia Tahun Berdasarkan hasil uji F (Simulta. bahwa diperoleh nilai Fhitung sebesar 105,853 dengan probabilitas sebesar 0,00. Dimana Fhitung > Ftabel dan angka tersebut lebih kecil dari nilai 0,05 . %). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model yang digunakan untuk menguji umur perusahaan (X. , ukuran perusahaan (X. , dan kualitas manajemen (X. adalah Persamaan regresi dapat dinyatakan signifikan yang berarti bahwa berpengaruh positif signifikan terhadap resiko investasi (Y). Berdasarkan hasil penelitian tersebut H4 diterima. Berdasarkan teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori sinyal, umur perusahaan dianggap sebagai sinyal positif bagi investor untuk menanamkan modal, karena investor lebih suka pada return yang pasti pada investasinya. Perusahaan dengan umur perusahaan yang tua akan menarik minat investor untuk menanamkan modalnya. Dengan terciptanya sinyal yang berupa informasi yang disajikan perusahaan, maka akan memudahkan Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 investor dalam mengambil keputusan. Karena sinyal bertujuan untuk meyakinkan para investor tentang resiko investasi (Hidayatullah, 2. Dengan banyaknya investor yang membeli saham maka akan menaikkan harga saham sehingga akan meningkatkan nilai Ukuran perusahaan sangat penting karena dapat menunjukkan seberapa besar aset yang dimiliki perusahaan. Semakin tinggi ukuran perusahaan maka semakin kecil resiko Ukuran perusahaan merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi resiko Penggunaan teori sinyal berhubungan dengan ukuran perusahaan adalah informasi mengenai seberapa besar ukuran perusahaan yang diukur beradasrkan jumlah aset yang Jika aset yang dimiliki oleh perusahaan menunjukkan angka yang tinggi maka akan menjadi sinyal yang baik bagi para investor atau disebut good news,karena dengan aset perusahaan yang tinggi akan menginterpretasikan kinerja keuangan perusahaan tersebut baik, kemudian investor akan tertarik untuk menginvestasikan dananya pada perusahaan Pada dasarnya Kualitas manajemen dapat menjadi indikator dari resiko investasi. Semakin tinggi tingkat kualitas manajemen maka akan semakin tinggi resiko investasi. Penggunaan teori sinyal berhubungan dengan kualitas manajemen adalah informasi mengenai kualitas manajemen menunjukkan sinyal positif dan memnunjukkan perkembangan yang baik dimana kualitas manajemen tersebut memiliki dampak yang menguntungkan bagi investor yang akan menanamkan modalnya pada perusahaan tersebut. Jika kualitas manajemen menunjukkan angka yang baiki berarti menunjukkan kinerja keuangan yang baik pada perusahaan tersebut, sehingga investor akan tertarik untuk melakukan investasi pada perusahaan tersebut sehingga resiko investasi akan menurun. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan hipotesis terkait dengan pengaruh umur perusahaan, ukuran perusahaan, dan kualitas manajemen terhadap resiko investasi di perusahaan perbankan yang listing di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2021-2023, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Umur Perusahaan (X. berpengaruh positif terhadap Resiko Investasi (Y). Hal ini berarti Umur Perusahaan dapat mempengaruhi Resiko Investasi. Ukuran perusahaan (X. berpengaruh positif terhadap Resiko Investasi (Y). Hal ini berarti ukuran perusahaan dapat mempengaruhi Resiko Investasi. Kualitas Manajemen (X. berpengaruh positif terhadap Resiko Investasi (Y). Hal ini berarti Kualitas manajemen dapat mempengaruhi resiko investasi. Umur Perusahaan (X. , ukuran perusahaan (X. , kualitas manajemen (X. secara simultan berpengaruh positif terhadap resiko investasi (Y). Hal ini berarti bahwa Umur Perusahaan, ukuran perusahaan. Kualitas manajemen dapat mempengaruhi resiko Berdasarkan hasil analisis dari pembahasan dan simpulan yang diperoleh dalam penelitian ini, maka dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut: Bagi penelitian selanjutnya yang tertarik mengkaji aspek yang serupa yaitu Umur Perusahaan, ukuran perusahaan, dan kualitas manajemen diharapkan untuk lebih mengembangkan penelitian ini dengan menggunakan sampel yang lebih luas agar hasil penelitian lebih teruji. Selain itu penelitian ini menggunakan periode penelitian yang relatif pendek yaitu dari tahun 2021-2023. Penelitian selanjutnya disarankan untuk Jurnal EKOBIS: Kajian Ekonomi Dan Bisnis Vol. No. Juni 2024 ISSN Cetak: 2614-3631 ISSN Online: 2720-9466 memperpanjang periode penelitian. Selain itu untuk penelitian selanjutnya yang tertarik meneliti mengenai topik resiko investasi disarankan untuk menggunakan metode pengukuran nilai perusahaan dengan Tobin Q karena dalam penelitian ini perhitungan nilai perusahaan Berdasarkan hasil dari perhitungan koefisien determinasi sebesar 0,842. Hal ini menunjukkan bahwa 84,2% resiko investasi dipengaruhi oleh variabel umur perusahaan, ukuran perusahaan, dan kualitas manajemen sedangkan 15,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Variabel yang digunakan dalam penelitian hanya tiga variabel,maka dari itu pada penelitian selanjutnya dapat menambahkan variabel lainnya yang berhubungan dengan resiko investasi. Sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih luas mengenai apa saja yang dapat mempengaruhi resiko investasi selain umur perusahaan, ukuran perusahaan, dan kualitas manajeman. DAFTAR PUSTAKA