Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 700-709 TREND PENGEMBANGAN MICROGREEN SEBAGAI SISTEM PERTANIAN URBAN DAN PEMASARANNYA MICROGREEN DEVELOPMENT TRENDS AS A SYSTEM OF URBAN AGRICULTURE AND ITS MARKETING Imas Wildan Rafiqah*1. Fetty Dwi Rahmayanti2 Program Studi Agribisnis. Fakultas Pertanian. Universitas Borobudur Program Studi Agroteknologi. Fakultas Pertanian. Universitas Borobudur *Email: irafiqah@borobudur. (Diterima 11-02-2022. Disetujui 11-04-2. ABSTRAK Revolusi industri pertanian 4. 0 saat ini membuat pertanian di tingkat perkotaan menjadi trend baru di kalangan masyarakat perkotaan yang lebih dikenal dengan urban farming. Salah satu teknik budidaya urban farming yang saat ini menjadi trend adalah Microgreen, terlebih karena saat ini sedang terjadi pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara. Teknik budidaya microgreen berbeda dengan urban farming lainnya dan lebih mudah diaplikasikan sehingga membuat masyarakat berminat untuk membudidayakannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan jumlah 109 orang yang notabene bermukim di wilayah perkotaan dan telah mengenal microgreen, sejumlah 98,2% memiliki ketertarikan dalam melakukan pengembangan microgreen dan sisanya sejumlah 1,8% tidak tertarik. Alasan responden tertarik untuk mengembangkan microgreen yaitu karena mudah diaplikasikan sehingga menghasilkan sayuran yang terjamin kualitasnya dan baik untuk kesehatan serta microgreen diyakini para responden dapat membuka peluang usaha baru pertanian. Harga yang ditawarkan pada microgreen ini jauh lebih tinggi dari harga sayuran konvensional pada umumnya. Hal ini dapat menjadi potensi usaha dengan segmen pasar menengah keatas karena microgreen digunakan sebagai bahan makanan seperti salad ataupun hiasan dalam makanan pada restoran kelas menengah keatas. Selain itu, microgreen juga dapat dipasarkan ke supermarket dimana target konsumennya adalah konsumen yang sadar akan ksehatan dan bersedia membayar dengan harga yang premium. Kata Kunci: Urban farming. Microgreen. Peluang usaha ABSTRACT Microgreen, especially because there is currently a Covid-19 pandemic that has hit almost all Microgreen cultivation techniques are different from other urban farming and are easier to apply so that people are interested in cultivating them. The results showed that 109 respondents who live in urban areas and are familiar with microgreens, 98. 2% have an interest in developing microgreens and the remaining 1. 8% are not. The reason respondents are interested in microgreen is because it is easy to apply so as to produce quality vegetables that are good for health and microgreens are believed by the respondents to open up new business opportunities. The price offered on this microgreen is much higher than the price of conventional vegetables in general. This can be a potential business with the middle to upper market segment because microgreens are used as food ingredients such as salads or decorations in food in middle to upper class restaurants. In addition, microgreens can also go to supermarkets where the target consumers are consumers who will be aware and ready to be marketed at premium prices. Keywords: Urban farming. Microgreen. Business opportunities KETAHANAN PANGAN PERKOTAAN. KEMISKINAN. DAN COVID-19: KASUS KOTA BANDUNG Imas Wildan Rafiqah. Fetty Dwi Rahmayanti memiliki kandungan gizi dan vitamin PENDAHULUAN Pada era globalisasi saat ini, sektor yang lebih tinggi karena microgreen pertanian dituntut untuk beralih dari merupakan tanaman muda, lunak, serta sistem tradisional menjadi modern system tanaman yang dapat dimakan dan juga baik dari sisi budidaya secara teknis digunakan sebagai bibit (BPTP, 2. maupun tata niaga pertanian yang lebih Menurut Amini et al. , microgreen pendek dengan mengandalkan teknologi. memiliki potensi nilai jual yang cukup Modernisasi di sektor pertanian ini dapat tinggi sehingga dapat dijadikan alternatif disebut dengan revolusi industri pertanian ladang usaha di kala pandemi yang tejadi Adanya revolusi industri pertanian saat ini. 0 ini diharapkan dapat memajukan dan Kelebihan budidaya microgreens meningkatkan kontribusi secara real bagi yakni waktu panen sayuran yang sangat pembangunan Indonesia. "Praktiknya pun sangat mudah Dalam revolusi industri pertanian sehingga bisa dilakukan oleh para pemula 0 ini, tidak hanya digalakkan di yang gemar mencoba hal baru terkait kegiatan berkebun dan tidak memerlukan Pertanian di tingkat perkotaan saat ini digunakan pun sangat sederhana (Glend Pertanian dalam Republika . Urban farming perkotaan yang lebih dikenal dengan menjadi semakin trend di masyarakat urban farming saat ini banyak digemari terlebih karena saat ini sedang terjadi pandemi Covid-19 yang melanda hampir berbagai tujuan seperti untuk penghijauan seluruh negara. Banyak negara-negara Walaupun urban farming ini menghentikan aktivitas di luar rumah dan terkendala dengan lahan yang sempit, melakukan berbagai aktivitas dari rumah. Hal ini menjadi trigger bagi masyarakat masyarakat terhadap pertanian perkotaan di lahan sempit. Salah satu teknik seperti bekerja, belajar, berbelanja, dan budidaya urban farming yang saat ini bahkan mengisi waktu luang dengan Microgreen. bercocok tanam di lahan pekarangan Microgreen adalah jenis sayuran yang rumah yang sempit (Hong & Gruda. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 700-709 Microgreens memiliki nilai jual tinggi secara ekonomi sehingga cocok dijadikan ladang usaha di kala pandemi deskriptif dan dibuat secara sistematis seperti sekarang ini. Oleh karena itu, terhadap hasil yang diperoleh. tujuan penelitian ini adalah mengetahui trend pengembangan microgreen sebagai HASIL DAN PEMBAHASAN . Trend Pengembangan Microgreen Pengembangan microgreen sebagai salah satu model sistem pertanian urban . rban METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada bulan memberikan alternatif teknik bercocok Agustus 2020 sampai dengan bulan tanam di lingkungan perkotaan dan Desember 2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan melakukan pengumpulan data primer dan data sekunder yang berhubungan tren keunggulan tersendiri, diantaranya dapat Pengambilan Hal selain berfungsi sebagai dilakukan di area yang terbatas, tidak menggunakan purposive sampling, yaitu memerlukan waktu yang lama untuk panen, menggunakan alat dan bahan yang pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. sederhana dan memiliki kandungan gizi Dalam sumber data penelitian ini yang menjadi Microgreen sampel adalah orang-orang yang tinggal sayuran mini yang kaya akan gizi berupa di perkotaan yang tertarik dengan urban bibit sayuran yang dipanen saat masih farming khususnya microgreen. Sampel sangat muda, berkisar 7-13 hari setelah dalam penelitian ini adalah sebanyak 109 muncul daun mudanya. Pengumpulan data penelitian ini Dalam melakukan budidaya dan penyebaran kuesioner kepada responden. dilakukan dengan teknik yang sangat Data penelitian yang telah terkumpul sederhana dengan memanfaatkan barang selanjutnya dilakukan analisis data dan bekas berupa wadah berasal dari kaleng bekas, kemasan air mineral atau wadah KETAHANAN PANGAN PERKOTAAN. KEMISKINAN. DAN COVID-19: KASUS KOTA BANDUNG Imas Wildan Rafiqah. Fetty Dwi Rahmayanti yang tidak terpakai kemudian diberikan Hal penting yang perlu diperhatikan lubang di bagian bawahnya. Wadah tersebut diisi media tanam berupa tanah microgreen yaitu dalam pemilihan benih atau campuran kompos yang berasal dari dan penyinaran. Menurut Anggreany . , pemilihan benih sebaiknya yang bebas pestisida maupun bahan lainnya secukupnya untuk melembabkan media dan setiap benih memiliki ukuran, bentuk Selanjutkan ditaburkan benih dan warna yang berbeda-beda. Untuk yang akan ditanam sampai rata pada benih dengan ukuran kecil seperti brokoli wadah tersebut, ditutup dengan plastik dan lobak bisa langsung disemai ke dan disimpan pada ruangan yang gelap media tanam, sementara untuk benih selama A4 hari sampai berkecambah. yang berukuran besar, seperti benih Setelah itu dipindahkan pada tempat yang terang untuk mendapatkan pencahayaan wheatgrass perlu direndam dalam air yang baik dan dilakukan penyiraman hangat sekitar 5 jam hingga semalaman. setiap hari secukupnya minimal 2 kali Dalam sehari hingga tanaman berusia 10-14 hari memerlukan cahaya matahari tetapi tidak dan siap panen (Gambar . secara langsung. Menurut (Diehl, 2. , microgreen memerlukan sekitar empat jam setiap hari dari sinar matahari untuk Tanaman yang cukup akan kebutuhan pencahayaanya memiliki warna terang dan tidak pucat. Hasil berjumlah 109 orang dan notabennya bermukim di wilayah perkotaan dan telah mengenal microgreen, sejumlah 98,2% memiliki ketertarikan dalam melakukan Gambar 1. Cara Menanam Microgreen (Sumber: gardeners. pengembangan microgreen dan sisanya sejumlah 1,8% tidak tertarik. Alasan yang Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 700-709 dikemukakan oleh responden tertarik Selain untuk mengembangkan microgreen yaitu karena mudah diaplikasikan sehingga microgreen khusunya diperkotaan akan menghasilkan sayuran yang terjamin kualitasnya dan baik untuk kesehatan dilakukan oleh skala perorangan maupun serta microgreen diyakini para responden komersial, karena nilai jual dipasaran dapat membuka peluang usaha baru pertanian (Gambar . (Zulkarnaen, 2. , harga yang cukup Menurut memiliki potensi pasar untuk diadopsi dan dikembangkan lebih lanjut lagi. Pemasaran Microgreen Saat Gambar 2. Persentase Trend Ketertarikan Responden Dalam Mengembangkan Microgreen (Sumber: Data Primer, 2. mendapat perhatian masyarakat yang menyukai urban farming, terlebih disaat Menurut Renna & Vito . , microgreen semakin diminati sebagai seluruh negara di dunia. Kandungan pangan fungsional yang potensial karena kandungan mikronutrien dan senyawa dibandingkan sayuran biasa membuat bioaktifnya yang relevan dan juga karena orang yang memiliki kesadaran kesehatan warna tanaman, tekstur tanaman serta beralih mengkonsumsi microgreen. Hal Microgreen ini juga diutarakan oleh Rooyen et al. Fadhilah . dalam beberapa asupan nutrisi dan vitamin yang lebih dewasa dan hampir semua jenis sayur microgreen mengandung empat sampai enam kali lebih banyak zat gizi yang terkandung didalamnya seperti vitamin C, vitamin E dan betakaroten (Xiao. Zhenlei Microgreen adalah bibit yang dapat et al. dimakan, termasuk sayuran dan rempah- KETAHANAN PANGAN PERKOTAAN. KEMISKINAN. DAN COVID-19: KASUS KOTA BANDUNG Imas Wildan Rafiqah. Fetty Dwi Rahmayanti rempah, yang digunakan, terutama dalam microgreen saat ini belum terlalu banyak industri restoran, untuk hiasan masakan. dan masih banyak masyarakat yang Di sisi lain, mereka terus mendapatkan awam mengeni microgreen ini. Tetapi minat, tidak hanya karena nilai gizinya masyarakat di kota-kota besar seperti tetapi juga karena sifat-sifatnya yang Jakarta. Bekasi. Bogor. Depok, dan menarik dan potensi komersialnya. Tangerang Di negara maju microgreen ini yang memiliki kesehatan yang tinggi mulai mengenal cukup dikenal dan sering digunakan dalam sajian makanan di hotel-hotel komunitas-komunitas microgreen. Tentu sebagai hiasan, salad, dll. Hal ini didukung oleh Andreas . bahwa bersegmentasi kelas menengah ke atas. microgreens dan bunga yang dapat Menurut Zulkarnaen dan Irawati . , dimakan merupakan segmen pasar yang penggunaan microgreen sebagai bahan berkembang di negara maju, di mana makanan sudah cukup dikenal pada beberapa hotel, restoran dan kafe di tanaman ini untuk menambahkan rasa. Jakarta namun secara umum masih warna, dan presentasi kreatif yang eksotis pada hidangan yang ditawarkan kepada konsumen yang sadar kesehatan. Menurut digunakan sebagai bahan baku salad atau Molina et al. di tingkat nasional bahan pelengkap dari makanan utama. komunitas-komunitas Microgreen Salah satu daerah yang memiliki hotel, restoran dan kafe terbanyak di Indonesia masakan yang high class. Di negara- adalah Jakarta. Kebutuhan microgreen negara maju segmen pasar diperluas ke untuk daerah Jakarta saat ini masih supermarket organik dan pasar lokal disuplai dari daerah di luar Jakarta seperti . asar petan. di mana penduduknya Bekasi. Bogor, bahkan dari Bandung. bersedia membayar harga tinggi untuk Microgreen mendapatkan produk yang berkualitas baik, organik, lokal dan bergizi. Ramadhiani A. , dalam Kompas . Menurut Di Indonesia sendiri masih jarang terdapat 815 hotel berbintang 4 dan 837 ditemui baik di supermarket maupun di hotel berbintang 5 di Jakarta. Jumlah yang banyak Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2022, 8. : 700-709 microgreen di Jakarta memiliki potensi solusi pemasaran dalam microgreen ini pasar yang sangat besar untuk terus dapat bermitra dengan koki lokal untuk Di Indonesia sendiri, pemasaran masih dipasarkan secara microgreen yang ideal untuk menu online baik dengan media sosial ataupun Berdasarkan dari beberapa literatur Menurut salah satu website microgreen, para penjual microgreen, penjual microgreen di Jakarta yaitu baik di dalam maupun di luar negeri, com, penjual tersebut menjual dengan harga yang beragam dan termasuk dalam kategori harga yang cukup tinggi. Bila dilihat dari segi harga, bagaimana cara memakannya, jenis-jenis maka segmen pasar dalam microgreen ini sayuran microgreen dan lain-lain. Hal ini adalah segmen kelas menengah ke atas. Menurut Zulkarnaen dan Irawati . , masyarakat awam dan juga calon pembeli harga microgreen bervariasi bergantung pada ukuran media tanam dan komoditas mengenai microgreen. Tentu saja hal ini yang digunakan. Salah satu pengusaha akan memudahkan para calon pembeli microgreen yang ada di Bandung menjual untuk mengetahui informasi produk dan microgreen dengan harga Rp 25. 000/pot untuk microgreen komoditas Senada tanaman sayuran dan Rp 50. 000/pot dengan Enssle . bahwa sebagian untuk microgreen komoditas tanaman Harga yang cukup tinggi tentu membuat microgreen memiliki potensi bersama dengan deskripsi tekstur, rasa, pasar untuk diadopsi dan dikembangkan manfaat nutrisi, dan gambar yang jelas lebih lanjut lagi karena sampai pada saat dari microgreen. Upaya ini meningkatkan pengetahuan konsumen tentang produk terutama usaha skala rumah tangga. Bahkan di negara maju, menurut Mir et bagaimana produk tersebut memenuhi . , microgreen dijual dengan salah satu kebutuhan mereka. Salah satu harga premium jika dibandingkan dengan KETAHANAN PANGAN PERKOTAAN. KEMISKINAN. DAN COVID-19: KASUS KOTA BANDUNG Imas Wildan Rafiqah. Fetty Dwi Rahmayanti sayuran lain, dengan harga rata-rata segera menemukan solusi terkait hal berkisar dari $25-$45 per pon. Hal ini menunjukkan bahwa potensi pasar dalam microgreen ini sangat terbuka lebar. Microgreen KESIMPULAN 98,2% responden memiliki ketertarikan dalam pemasaran dan harga. Tetapi selain itu, melakukan pengembangan microgreen tantangan dalam hal pengangkutan juga dengan alasan karena microgreen mudah menjadi salah satu tantangan tersendiri karena sifat microgreen yang sangat sayuran yang terjamin kualitasnya dan Bila dilihat menurut Charlebois baik untuk kesehatan serta microgreen . Wood . , pasar microgreen diyakini para responden dapat membuka berkembang pesat, tetapi menghadapi peluang usaha baru pertanian. Pemasaran banyak tantangan. Microgreen memiliki microgreen saat ini masih dipasarkan banyak karakteristik yang sama dengan secara online baik dengan media sosial Salah satu batasan utama ataupun dengan website langsung untuk pertumbuhan industri microgreen adalah Dengan segmen pasar kelas menengah ke atas, harga yang ditawarkan Beberapa petani menjual pada microgreen ini jauh lebih tinggi dari Hal ini dapat menjadi potensi usaha dengan segmen pasar menengah ke Sejumlah Auproduk hidupAy memberikan kualitas segar. Bantalan hidroponik dan substrat tanpa tanah sebagai bahan makanan seperti salad cenderung disukai karena memudahkan ataupun hiasan dalam makanan pada dalam hal pengangkutan dan kebersihan restoran kelas menengah keatas. yang dirasakan di lingkungan dapur (Renna et a. l, 2. Dengan demikian. DAFTAR PUSTAKA