PERBANDINGAN METODE SES DAN METODE DES UNTUK PERAMALAN PENJUALAN ALAT PANCING PADA TOKO PANCING GT Ocha Fatanjali Yuharsyah1 dan Devita Maulina Putri2 Universitas Merdeka Malang 20083000143@student. id, 2devita. maulina@unmer. Abstract Toko Pancing GT, is an UMKM that specialize in the sale of fishing equipment. This research is used forecasting on fishing equipment sales, because since February 2024 Toko Pancing GT has experienced sales fluctuations, which has caused a lot of out-of-stock items and made inventory planning less optimal. The method used to solve this problem using Single Exponentional Smoothing and Double Exponentional Smoothing methods, for the Single Exponentional Smoothing Method, the smallest forecasting results were found using alpha 0,2 with MAE results of 21,1 then MSE is 872 and MAPE is 10%. For the Double Exponentional Smoothing Method, the smallest forecasting results were found by using alpha 0,034 and beta 1 with MAE results of 17,916 then MSE is 849,826 and MAPE is 9%. The most effective method for forecasting fishing equipment sales is the Double Exponentional Smoothing Method, because the MAPE in the Double Exponentional Smoothing method is below 10%, it means that the Double Exponentional Smoothing method is considered very good in doing this forecasting. Keywords: Forecasting. Single Exponentional Smoothing. Double Exponentional Smoothing. MAE. MSE. MAPE. PENDAHULUAN Usaha mikro, kecil dan menengah atau UMKM memainkan peran yang sangat signifikan dalam pembangunan Selain berperan pada permintaan tenaga kerja yang dapat mengurangi angka dari pengangguran. UMKM ternyata juga berperan untuk pemerataan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi (Awaludin, 2. Wirausaha bertujuan ino-vasi melakukan terobosan atau pintasan yang baru dan wirausaha meru-pakan pelaku utama dalam pembangunan ekonomi (Dr. Anang & Anita, 2. Orang yang pandai dan memiliki bakat dalam mencari produk baru, mengatur permodalan operasi, membuat operasi da-lam menyediakan barang, memilih cara produksi baru dan pintar dalam memasarkan barang produksinya merupakan pengertian dari wirausaha dan wiraswasta (Asnawati, 2. Usaha terdapat banyak jenis, salah satu contoh yang dapat kita temui ialah penjual alat memancing. Alat memancing memiliki banyak jenis, mulai dari joran pancing, kail pancing, senar pancing, reel pancing hingga makanan untuk menangkap ikan. Salah satu pelaku utama yang sedang mengembangkan bisnis usahanya adalah usaha Toko Pancing GT yang berada di Kota Malang. Kecamatan Pakis. Provinsi Jawa Timur. Dalam proses penjualan pada Toko Pancing GT sering terjadi kendala dalam pemasukan stok alat pancing sehingga terjadi perbedaan jumlah persediaan dan permintaan. Semua keputusan dari Toko Pancing GT sangat mempengaruhi jumlah permintaan dan persediaan pada toko Selama 2 bulan belakangan ini membuat jumlah permintaan alat pancing mengalami peningkatan sebesar 10% tiap Jumlah permintaan yang tidak menentu menjadi faktor utama yang membuat banyaknya stok barang habis yang membuat perencanaan persediaan barang kurang sesuai. Dalam melaksanakan kegiatan usaha, pelaku usaha haruslah memprediksi jumlah pembeli. Hal ini dapat dilaksanakan dengan meninjau kembali kondisi serta situasi pada periode saat ini ataupun lalu untuk mengetahui dampak pada kondisi serta situasi pada masa depan. tidak dipengaruhi oleh trend adalah Single Exponential Smoothing, berbeda dengan Double Exponential Smoothing harus mengguna-kan trend yang sudah Oleh karena itu, diharapkan bahwa dari kedua metode ini dapat terpilih metode yang paling efisien dan efektif untuk meramalkan penjualan alat pancing sehingga toko dapat memperkirakan jumlah material yang dibutuhkan. Oleh karena itu, prediksi dapat dilakukan dengan cara meneliti data dari masa lampau yang dapat digunakan untuk memperkirakan peristiwa yang akan terjadi di masa yang akan datang atau bisa disebut teknik peramalan (Azman. Untuk mendapatkan hasil prediksi merupakan tujuan dari peramalan, peramalan dapat diukur dengan mencari nilai dari kesalahan MAE (Mean Absolute Erro. MSE (Mean Squared Erro. dan MAPE (Mean Absolute Percentage Erro. yang nilainya diminimalkan (Maqfirah, 2. Pada penelitian ini, menggunakan peramalan kuantitatif atau menggunakan model deret waktu (Time Serie. Yaitu mengumpulkan data dari masa lampau untuk mengetahui prediksi apa yang akan terjadi pada periode yang akan datang dengan cara data tersebut diproses dan dianalisa dengan perjalanan waktu yang menghasilkan sebuah prediksi. Oleh karena itu hasil peramalan pada periode mendatang dapat berupa naik atau turun (Ritha. Matulatan, & Hidayat, 2. Untuk meramalkan jumlah penjualan alat membandingkan tingkat keakuratan dari dua metode, yaitu Single Exponential Smoothing dan Double Exponential Smoothing, dengan menggunakan akurasi dalam bentuk MAE (Mean Absolute Erro. MSE (Mean Squared Erro. , dan MAPE (Mean Absolute Precentage Erro. Metode peramalan Single Exponential Smoothing dan Double Exponential di-ciptakan menggunakan data peng-amatan yang diasumsikan berhubungan satu sama lain dalam deret waktu (Time Serie. (Aziza. Selain itu, metode peramalan yang METODE PENELITIAN Proses menyusun untuk mendapatkan bukti berdasarkan pengalaman untuk menjawab pertanyan penelitian yang dikenal sebagai desain penelitian. Penelitian ini menggunakan data penjualan pada Toko Pancing GT dari bulan Januari 2023 hingga Maret 2024. Berikut adalah langkah-langkah proses penelitian yang dilakukan: Gambar 1. Alur Penelitian Pada gambar 1 diatas, diuraikan alur penelitian dari awal hingga akhir. Penjelasan mengenai rangkaian di atas adalah sebagai berikut: Mengumpulkan data Pada langkah ini penulis akan mengumpulkan data-data yang akan digunakan untuk menyelidiki permasalah yang ada. Menentukan metode peramalan Penulis akan menentukan metode peramalan yang paling cocok untuk digunakan dalam menyelesaikan permasalahan setelah mengumpulkan data yang akan digunakan. Dalam hal ini, penulis memilih untuk menggunakan metode Single Exponential Smoothing dan Double Exponential Smoothing. Mengukur tingkat akurasi peramalan Setelah penulis menentukan dan melakukan peramalan menggunakan metode peramalan yang telah dipilih, selanjutnya penulis melakukan pengukuran akurasi dari peramalan itu Untuk mengukur akurasi peramalan, penulis menggunakan Mean Absolute Error (MAE). Mean Squared Error (MSE) dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE) sebagai pengukurnya. Melakukan peramalan untuk periode Tabel 1. Data Hasil Penjualan Hasil Tahun Bulan Penjualan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September 208 Oktober November 175 Desember 208 Januari Februari Maret Setelah penulis melakukan peramalan dan mengukur akurasi dari peramalan, penulis akan melakukan peramalan untuk periode yang akan datang. Gambar 2. Grafik Data Penjualan Berdasarkan Tabel 1dan Gambar 2 memunjukkan bahwa jumlah penjualan alat pancing paling banyak yaitu pada bulan Maret 2024 sebanyak 285 penjualan dan jumlah penjualan alat pancing paling sedikit yaitu pada April 2023 sebanyak 145 penjualan. Rata-rata penjualan alat pancing di Toko Pancing GT dari bulan Januari 2023 hingga Maret 2024 adalah 203,2. Dari gambar grafik 2 terlihatt bahwa terjadi penurunan jumlah penjualan dan adanya peningkatan penjualan di dua bulan terakhir. PEMBAHASAN Data yang digunakan oleh penulis berasal dari data penjualan alat pancing setiap bulan di Toko Pancing GT. Data yang dianalisis pada penelitian ini merupakan jumlah penjualan alat pancing pada periode Januari 2023 hingga Maret Berikut tabel dan grafik jumlah penjualan alat pancing dari bulan Januari 2023 hingga Maret 2024. 1 SES alpha 0,2 Hasil peramalan data Double Exponentional Smoothing dengan alpha 0,2 dan beta 0,2 menggunakan Microsoft Excel diperoleh nilai MAE sebesar 19,077. MSE sebesar 923,592, dan MAPE sebesar 9%. 4 DES alpha 0,4 dan beta 0,4 Gambar 3. Single Exponentional Smoothing dengan alpha 0,2 Hasil peramalan data Single Exponentional Smoothing dengan alpha 0,2 menggunakan Microsoft Excel diperoleh nilai MAE sebesar 21,1. MSE sebesar 872, dan MAPE sebesar 10%. Gambar 6. Double Exponentional Smoothing dengan alpha 0,4 dan beta 0,4 2 SES alpha 0,4 Hasil peramalan data Double Exponentional Smoothing dengan alpha 0,4 dan beta 0,4 menggunakan Microsoft Excel diperoleh nilai MAE sebesar 22,346. MSE sebesar 1152,59, dan MAPE sebesar 11%. 5 DES Solver Gambar 4. Single Exponentional Smoothing dengan alpha 0,4 Hasil peramalan data Single Exponentional Smoothing dengan alpha 0,4 menggunakan Microsoft Excel diperoleh nilai MAE sebesar 21,5. MSE sebesar 833,6, dan MAPE sebesar 10%. Gambar 7. Double Exponentional Smoothing Solver 3 DES alpha 0,2 dan beta 0,2 Hasil peramalan data Double Exponentional Smoothing dengan Microsoft Excel diperoleh nilai MAE sebesar 17,916. MSE sebesar 849,826, dan MAPE sebesar 9%. Nilai alpha diperoleh dengan menggunakan fitur solver pada Microsoft Excel untuk mencari nilai kesalahan terkecil, sehingga nilai alpha 0,034 dan beta 1 Gambar 5. Double Exponentional Smoothing dengan alpha 0,2 dan beta 0,2 Tabel 2. Perbandingan Hasil Peramalan jumlah penjualan pada Toko Pancing GT adalah pada metode Single Exponentional Smoothing dengan alpha 0,2. Hasil pengujian didapat nilai MAE. MSE dan MAPE terhadapa parameter alpha dan beta memiliki hasil kecenderungan meningkat, namun untuk parameter alpha dan beta tertentu mengalami penurunan. Hasil nilai parameter peramalan yang paling akurat dalam pengujian dari metode Double Exponentional Smoothing pada peramalan jumlah penjualan pada Toko Pancing GT adalah pada Double Exponentional Smoothing dengan alpha 0,034 dan Hasil tabel menunjukkan bahwa perbandingan data dari data hasil peramalan dari kedua metode. Karena suatu peramalan akan lebih akurat jika nilai kesalahannya lebih rendah. Dari hasil tabel diatas maka dapat diketahui dari nilai MAE. MSE, dan MAPE terkecil yang menunjukkan bahwa metode tersebut yang terbaiik. Hasil peramalan menggunakan Double Exponentional Smoothing yang memiliki hasil yang paling kecil yaitu dengan nilai alpha 0,034 dan beta 1 dengan hasil MAE sebesar 17,916 lalu nilai MSE sebesar 849,826 dan nilai MAPE sebesar Sedangkan untuk Single Exponentional Smoothing yang memiliki hasil yang paling kecil yaitu dengan nilai alpha 0,2 dengan hasil MAE sebesar 21,1 lalu nilai MSE sebesar 872 dan nilai MAPE sebesar 10%. Dari hasil analisa perbandingan tersebut maka metode yang baik untuk peramalan penjualan alat pancing pada Toko Pancing GT adalah Double Exponentional Smoothing. Penulis melakukan perbandingan nilai tingkat akurasi untuk metode Single Exponentional Smoothing dan Double Exponentional Smoothing dengan menggunakan perhitungan terhadap nilai kesalahan menggunakan metode MAE. MSE, dan MAPE. Nilai MAE. MSE, dan MAPE terkecil pada metode Single Exponentional Smoothing didapatkan saat nilai parameter alpha 0,2 dengan nilai MAE sebesar 21,2 lalu MSE sebesar 872 dan MAPE sebesar 10%. Kemudian nilai MAE. MSE, dan MAPE terkecil pada metode Double Exponentional Smoothing didapatkan saat nilai parameter alpha 0,034 dan beta 1, dengan nilai MAE sebesar 17,916 lalu MSE sebesar 849,826 dan MAPE sebesar 9% atau 0,086. Nilai MAPE untuk metode Single Exponentional Smoothing adalah 10%. Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa metode Single Exponentional Smoothing dinilai baik dalam melakukan peramalan ini. Dengan nilai MAPE pada metode Double Exponentional Smoothing yang berada di bawah 10%, maka dapat dinyatakan bahwa metode Double Exponentional Smoothing dinyatakan sangat baik dalam KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian peramalan total penjualan di Toko Pancing GT, kesimpulannya adalah sebagai Dari hasil pengujian didapat nilai MAE. MSE dan MAPE terhadapap parameter a memiliki hasil kecenderungan meningkat. Nilai parameter peramalan yang paling akurat dalam pengujian dari metode Single Exponentional Smoothing pada peramalan melakukan peramalan ini. Setelah pengujian dilakukan, dapat disimpulkan bahwa metode Double Exponentional Smoothing lebih akurat dalam melaku- kan peramalan jumlah penjualan pada Toko Pancing GT daripada metode Single Exponentional Smoothing. DAFTAR PUSTAKA