Implementasi Mata Kuliah Pengemasan dan Penyimpanan Pangan dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat : Penerapan Labeling pada Kemasan Produk Pangan Siska Almaniar . Ilham Wahyu Pamungkas . Venny Agustin . Nurul Hijri . Ali MasAoud Dwi Cahyo . 1,2,3,4,. Email: Politeknik Negeri Sriwijaya 1 siskaalmaniar@polsri. 2 Ilhamwahyup@polsri. 3 Vennyaags@polsri. ARTICLE HISTORY Received . Mei 2. Revised . Juli 2. Accepted . Juli 2. KEYWORDS Packaging Labels. ProjectBased Learning. Food Packaging. Socialisation This is an open access article under the CCAeBY-SA license hijri@polsri. 5 alicahyo@polsri. ABSTRAK Label pada kemasan pangan merupakan elemen penting dalam memberikan informasi yang akurat kepada konsumen terkait kandungan, keamanan, dan cara penggunaan produk. Informasi yang jelas dan sesuai regulasi dapat membantu konsumen membuat keputusan yang tepat serta menghindari risiko kesehatan akibat kesalahan konsumsi. Kegiatan sosialisasi mengenai labeling kemasan dilakukan melalui pendekatan Project Based Learning (PjBL) dalam mata kuliah Pengemasan dan Penyimpanan Pangan di Politeknik Negeri Sriwijaya. Mahasiswa dilibatkan secara aktif dalam penyusunan materi, penyampaian informasi, dan diskusi interaktif, yang bertujuan meningkatkan pemahaman serta keterampilan praktis mereka. Materi mencakup definisi label, fungsi, manfaat, serta komponen wajib pada label pangan seperti nama produk, komposisi, berat bersih, tanggal kedaluwarsa, dan izin edar, sesuai peraturan BPOM dan standar SNI. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan pemahaman terkait pentingnya pelabelan yang benar pada produk pangan, serta menyadari peran label sebagai media komunikasi produsen dengan konsumen. Selain itu, kegiatan ini memberi dampak positif terhadap kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia usaha, khususnya dalam mengembangkan produk pangan berskala kecil atau UMKM. Sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pemberdayaan masyarakat melalui pemahaman dan inovasi dalam labeling pangan. ABSTRACT Labels on food packaging play a crucial role in providing accurate information to consumers regarding product contents, safety, and usage instructions. Clear and regulated labeling helps consumers make informed decisions and avoid health risks due to improper consumption. labeling awareness program was conducted using the Project Based Learning (PjBL) approach within the Food Packaging and Storage course at Politeknik Negeri Sriwijaya. Students were actively involved in material preparation, information delivery, and interactive discussions aimed at enhancing both conceptual understanding and practical skills. The presented material included definitions of labeling, its functions and benefits, as well as mandatory components such as product name, composition, net weight, expiration date, and distribution permit, in accordance with BPOM regulations and SNI standards. The results showed that students improved their understanding of proper food labeling and recognized its role as a communication tool between producers and consumers. Additionally, the activity positively impacted studentsAo readiness to face real-world business challenges, particularly in developing food products within small-scale industries or MSMEs. This program is expected to serve as a starting point for community empowerment through better understanding and innovation in food product labeling. PENDAHULUAN Produk pangan di Indonesia memiliki keberagaman jenis produk mulai dari bahan mentah hingga produk olahan dan produk tersebut beredar luas. Setiap produk memiliki karakteristik masing-masing. Menurut Kurnia Yuli Sintakarini et al. pelabelan pada produk merupakan sebuah sarana yang dapat digunakan untuk mendukung karakteristik produk. Pelabelan kemasan pangan merupakan elemen Pelabelan sebagai sarana jalur komunikasi antara produsen dengan pelanggan. Label berguna untuk mengidentifikasi barang, bentuk promosi produk, memberikan informasi penting tentang produk dan melindungi pelanggan dari produk palsu (Irrubai, 2. Label yang jelas dan informatif memungkinkan pelanggan mengidentifikasi merek, memahami karakteristik produk dan mendapatkan petunjuk penggunaan yang tepat untuk memaksimalkan keuntungan produk. Dengan demikian, labeling kemasan berperan signifikan dalam membantu konsumen membuat keputusan yang tepat serta menjaga kesehatan dan keselamatan konsumen. Selain itu labeling dari kemasan suatu produk dapat dijadikan sebagai media komunikasi antara produsen kepada konsumen guna membentuk citra dari produk itu sendiri. Sehingga label dapat dijadikan identitas dari suatu produk meskipun ada beberapa produk dipasaran yang sama (Lusianingrum et al. ,2. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 213 Ae 218 | 213 Pemahaman masyarakat terhadap label menjadi esensial karena sangat penting untuk memastikan keamanan pangan, mendukung pencapaian gizi seimbang, dan memfasilitasi pengambilan keputusan konsumsi yang bertanggung jawab. Tanpa pemahaman yang memadai, konsumen berisiko terpapar bahan berbahaya, membuat pilihan gizi yang tidak tepat dan bahkan mengkonsumsi produk yang sudah tidak layak (Kusmiyati & Sedijani, 2. Oleh karena itu, banyak negara memiliki peraturan dan standar yang mengatur labeling kemasan untuk melindungi konsumen dan memastikan bahwa informasi yang diberikan akurat dan tidak Beberapa organisasi internasional, seperti Codex Alimentarius Commission yang mengembangkan pedoman internasional untuk labeling pangan, yang mencakup persyaratan umum untuk label pangan pra-kemas, termasuk informasi mengenai nama produk, daftar bahan, netto atau berat bersih, nama dan alamat produsen, instruksi penggunaan, dan tanggal kadaluarsa. (Codex Alimentarius Commission,2. Pemerintah Indonesia, melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Standar Nasional Indonesia (SNI), telah menetapkan regulasi komprehensif untuk pelabelan guna melindungi hak-hak konsumen. Peraturan BPOM Nomor 31 Tahun 2018, beserta perubahannya . ermasuk Peraturan BPOM No. 20 Tahun 2021 dan No. 6 Tahun 2. , secara spesifik mengatur informasi yang wajib dicantumkan pada label pangan olahan. SNI juga memainkan peran krusial dalam menetapkan spesifikasi teknis untuk kemasan dan pelabelan, memastikan bahan yang aman dan prosedur pengujian yang ketat. Menurut (Sari, 2. Informasi yang tersedia dalam pelabelan harus sesuai dengan kondisi produk seperti bahan dasar yang digunakan, produk bersertifikasi halal, bagaimana proses dan penyimpanan produk. Menurut (Maulidia & Zawawi, 2. , pelabelan tidak hanya dilakukan oleh produsen produk namun pihak distributor dapat membantu memberikan label untuk menambahkan informasi sehingga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap produk yang dijual. Materi perkuliahan pengemasan dan penyimpanan pangan dapat diimplementasikan ke produk pangan dengan cara pelabelan dan dapat membantu pihak distributor dan konsumen untuk menyesuaikan dengan kebutuhannya. Project Based Learning (PjBL) merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang berpusat pada pelaksanaan proyek sebagai inti dari proses belajar. Model ini memanfaatkan permasalahan nyata sebagai titik awal untuk membantu peserta didik mengumpulkan serta mengaitkan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman langsung mereka. Melalui Project Based Learning, proses pembelajaran berbasis inkuiri dimulai dengan pertanyaan pemicu yang membimbing siswa dalam menyelesaikan proyek secara kolaboratif, sekaligus mengintegrasikan berbagai mata pelajaran atau mata kuliah yang ada dalam kurikulum. (Mulyani et al. , 2. Adapun output yang dihasilkan dari Project Based Learning dapat berupa poster, video edukasi dan juga kegiatan sosialisasi. Salah satu mata kuliah yang dapat diterapkan yaitu mata kuliah pengemasan dan penyimpanan pangan. Mata kuliah Pengemasan dan Penyimpanan pangan merupakan mata kuliah yang berisi pengenalan tentang peranan dan fungsi pengemasan pangan serta perkembangannya dari sejak pengemasan yang masih menerapkan secara tradisional hingga pengemas mutakhir. selain itu juga mata kuliah ini juga memberikan pengetahuan kepada tentang jenis, karakteristik, cara pembuatan dan identifikasi berbagai bahan pengemas serta juga melakukan pendugaan umur simpan produk pangan terkemas, pengetahuan tentang labelling dan peraturan label produk pangan. Adapun kegiatan pengabdian ini mencoba melakukan implementasi Project Based Learning (PjBL) terhadap Mata kuliah pengemasan dan penyimpanan dalam bentuk kegiatan sosialisasi mengenai labeling kemasan dengan tujuan meningkatkan kesadaran konsumen tentang pentingnya informasi yang terdapat pada label produk, dan termasuk informasi tentang bahan-bahan, kandungan nutrisi, tanggal kadaluarsa, serta petunjuk penggunaan dan penyimpanan. METODE Kegiatan sosialisasi labeling kemasan ini dilaksanakan pada tanggal 13 Desember 2024 bertempat di Politeknik Negeri Sriwijaya Kampus Banyuasin dan dilaksanakan di ruangan pertemuan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan pendekatan edukatif melalui sosialisasi dan presentasi interaktif mengenai pentingnya label pada kemasan produk pangan. Tahapan kegiatan dilaksanakan sebagai berikut: 214 | Siska Almaniar. Ilham Wahyu Pamungkas. Venny Agustin. Nurul Hijri. Ali MasAoud Dwi Cahyo. Implementasi Mata Kuliah Pengemasan dan Penyimpanan Pangan . Gambar 1. Work breakdown structure Pengabdian kepada Masyarakat Tabel 1. Sumber Daya Penelitian Aktivitas Manusia Perangkat Penyusunan Materi Dosen dan Mahasiswa Laptop Pelaksanaan Sosialisasi Mahasiswa Proyektor. Dokumentasi dan Evaluasi Mahasiswa Kamera. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Aktivitas Kegiatan pelaksanaan Sosialisasi Labeling kemasan dilaksanakan di Politeknik Negeri Sriwijaya di kelurahan Pangkalan Balai. Kecamatan Banyuasin i. Kabupaten Banyuasin. Provinsi Sumatera Selatan. Adapun kegiatan yang dilakukan dengan mengundang mahasiswa dari berbagai angkatan dengan jumlah 30 orang. Tujuan inti dari kegiatan ini adalah terbentuknya pengetahuan mahasiswa dalam memahami labeling dari berbagai kemasan. kegiatan pelaksanaan sosialisasi labeling kemasan terdiri dari beberapa tahapan yaitu : penyusunan materi, pelaksanaan sosialisasi, dokumentasi dan evaluasi. Kegiatan awal yang dilakukan sebelum pelaksanaan sosialisasi ini yaitu penyusunan materi. Materi yang disajikan dalam sosialisasi berupa power point dengan sub bab yang meliputi: pengertian labeling dan kemasan, fungsi dan tujuan penggunaan labeling, keuntungan menggunakan labeling pada kemasan serta cara membaca dan memahami labeling pada kemasan. Dalam pembuatan materi, dosen melibatkan mahasiswa untuk membuat materi sebagai bagian dari metode pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learnin. Pembuatan materi oleh mahasiswa dengan bimbingan dosen diharapkan mampu meningkatkan pemahaman mahasiswa serta melatih kemampuan berpikir kritis dan analitis dan juga meningkatkan kreativitas mahasiswa. Menurut Daryanto dan Raharjo . bahwa Project Based Learning (PJBL) atau model pembelajaran berbasis proyek adalah salah satu model pembelajaran yang yang memakai masalah sebagai dasar dalam pengumpulan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalaman dan aktivitas secara nyata. hal ini didukung Fathurrohman . yang menyampaikan manfaat dari penerapan model pembelajaran berbasis proyek diantaranya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembelajaran dan mengembangkan keterampilan peserta didik dalam mengelola sumber/ bahan/ alat menyelesaikan tugas. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 213 Ae 218 | 215 Gambar 2. Tampilan Powerpoint Materi Sosialisasi Labeling Kemasan Tahapan kegiatan selanjutnya yaitu pelaksanaan sosialisasi, kegiatan pelaksanaan sosialisasi dilaksanakan oleh mahasiswa dengan bimbingan tim dosen. Pelaksanaan sosialisasi terdiri dari beberapa rangkaian sesi acara yaitu sesi pembukaan acara, sesi penyampaian materi sosialisasi dan diskusi serta tanya jawab. Sesi pembukaan dimulai dengan pengantar oleh moderator, dilanjutkan dengan pembukaan acara dan sambutan oleh perwakilan tim dosen. Kemudian selanjutnya dilakukan penyampaian materi oleh mahasiswa dengan tema labeling pada kemasan. Para peserta diberikan pengetahuan dasar mengenai label pada kemasan serta pentingnya sebuah label pada kemasan pangan dan juga memberikan trik agar label dapat menarik minat konsumen agar dapat lebih sering berbelanja produk tersebut. Menurut Mufida et al. pelabelan pada kemasan produk sangat penting bagi pelaku bisnis khususnya di bidang industri makanan dikarenakan dapat dijadikan untuk media promosi bagi pelaku usaha untuk memasarkan dan mengembangkan produknya. kegiatan penyampaian materi tersebut. Dalam pemaparan materi juga dijelaskan label yang wajib dicantumkan diantaranya yaitu : nama produk, berat bersih, komposisi, nama dan alamat produsen, logo halal, tanggal dan kode produksi, tanggal kadaluarsa, nomor izin edar, dan asal usul bahan pangan pencantuman label tersebut bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat terhadap konsumen hal ini juga dijelaskan oleh Kotler . , dengan adanya label, konsumen dapat mengetahui jenis dan komposisi apa saja pada produk serta juga dapat memberikan rasa aman terhadap konsumen. Gambar 3. Kegiatan Penyampaian Materi Sosialisasi Labeling Kemasan Selanjutnya setelah dilakukan penyampaian materi juga dilakukan diskusi kepada partisipan. Diskusi diawali dengan beberapa pertanyaan seputar labeling kemasan dan juga bahan kemasan. Salah satu pertanyaan mengenai penggunaan labeling pada kemasan plastik berupa kode yang diwajibkan untuk dicantumkan di kemasan plastik. Menurut Rusniati et al. kemasan plastik umumnya mencantumkan kode daur ulang yang dikenal juga sebagai simbol daur ulang atau simbol resin. Kode ini dapat dilihat pada bagian bawah kemasan plastik tersebut. Kode yang tertera merupakan simbol yang berisi angka dan tulisan huruf yang berfungsi untuk mengidentifikasi jenis plastik yang digunakan dalam kemasan tersebut agar mudah didaur ulang. selain itu penggunaan kode atau simbol resin tersebut untuk membedakan bahan jenis plastik. Hal ini dikarenakan beberapa jenis plastik yang digunakan pada konsumen terdapat jenis plastik yang tidak cocok digunakan kemasan food grade seperti Polyvinyl chloride (PVC) dan bisphenol-A (BPA). Ilmiawati et al. menjelaskan penggunaan kedua jenis 216 | Siska Almaniar. Ilham Wahyu Pamungkas. Venny Agustin. Nurul Hijri. Ali MasAoud Dwi Cahyo. Implementasi Mata Kuliah Pengemasan dan Penyimpanan Pangan . plastik ini dapat memicu masalah serius pada kesehatan seperti penyakit kanker dan juga bisa mengganggu sistem hormon . ndocrine disrupto. , berisiko bagi perkembangan anak, dan fungsi Setelah kegiatan diskusi berakhir, selanjutnya dilakukan pembacaan kesimpulan materi serta kritik dan saran dalam penyelenggaraan sosialisasi. Penyelesaian Masalah Pada tahap akhir kegiatan ini yaitu dilakukan kegiatan evaluasi, dosen maupun mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan sosialisasi melakukan kegiatan evaluasi setelah berlangsungnya kegiatan Evaluasi yang diberikan ini diharapkan dengan adanya kegiatan sosialisasi labeling produk kepada mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya dapat memberikan hasil yang positif yang dapat memberikan output bagi keberlangsungan kehidupan para peserta kegiatan. Kemudian dengan diadakannya evaluasi pada kegiatan ini maka akan diketahui capaian dari pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini yang nantinya bisa dijadikan informasi berkelanjutan pada program di tahun berikutnya dengan berbagai pengembangan untuk membantu dalam memecahkan berbagai permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat . Gambar 4. Dokumentasi Kegiatan Sosialisasi Labeling Kemasan Hasil dari pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini menunjukan bahwa peserta kegiatan memperoleh berbagai manfaat seperti : menambah pengetahuan dan pemahaman kepada Mahasiswa tentang pentingnya label pada produk kemasan serta output yang dihasilkan dari kegiatan sosialisasi ini mampu memberikan manfaat kepada mahasiswa sebagai bekal untuk melakukan inovasi pada produk khususnya dalam labeling kemasan baik dalam skala Home Industry atau UMKM . Melalui kegiatan penyuluhan label produk ini, mahasiswa dapat menerima materi yang disampaikan pembicara tentang pentingnya pemahaman dasar dalam mengembangkan usaha. Dengan kegiatan sosialisasi Label produk tersebut diharapkan dapat dijadikan pemberdayaan kepada masyarakat dalam mengembangkan usahanya serta siap dalam menghadapi persaingan pada tiap produk yang sama dengan keunggulan yang berbeda. KESIMPULAN DAN SARAN Melalui pendekatan Project Based Learning dalam mata kuliah Pengemasan dan Penyimpanan Pangan di Politeknik Negeri Sriwijaya, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis tetapi juga keterampilan praktis dalam menyampaikan informasi terkait label pangan secara efektif. Kegiatan ini terbukti meningkatkan kesadaran mahasiswa akan pentingnya label pangan yang benar serta mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dunia usaha, khususnya pada sektor UMKM. Sosialisasi ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mendorong inovasi dan pemberdayaan masyarakat melalui pemahaman yang lebih baik tentang labeling pangan. Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 213 Ae 218 | 217 UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada para Dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya yang telah berkontribusi secara antusias. Semoga langkah awal ini menjadi pondasi yang kuat menuju pelatihan lanjutan yang lebih mendalam. DAFTAR PUSTAKA