n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1189-1201 Available online at http://jurnal. id/dedikasi ISSN 2548-8848 (Onlin. Universitas Abulyatama Jurnal Dedikasi Pendidikan STRATEGI SUPERVISI KEPALA MADRASAH DALAM MENGEMBANGKAN PROFESIONALITAS GURU DI MADRASAH IBTIDAIYAH DARUL HIKMAH BANTARSOKA PURWOKERTO Sri Lestari1*. Muh. Hanif 2 Prodi Magister Manajemen Pendidikan Islam. Fakultas Pascasarjana. Universitas Islam Negeri Prof. Saifuddin Zuhri. Kabupaten Banyumas, 53126. Indonesia. *Email korespondensi : lestari9377@gmail. Diterima Mei 2025. Disetujui Juli 2025. Dipublikasi 31 Juli 2025 Abstract: This study aims to explore the strategies employed by the head of Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Bantarsoka in implementing academic supervision to enhance teachersAo professional competence and its application in the learning process. A qualitative research approach with a phenomenological method was used to understand actual and observable phenomena. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using descriptive analysis techniques. The main subjects in this study were the head of the madrasah and the teaching staff. The findings indicate that the professional competence of teachers at MI Darul Hikmah Bantarsoka is closely linked to the structured and strategic academic supervision carried out by the madrasah leadership. The supervision process consists of three key stages. First, the planning stage involves developing a comprehensive supervision program. Second, during the implementation stage, the head of the madrasah established a dedicated Supervisor Team to assist in carrying out academic supervision effectively. Third, the evaluation stage focuses on reviewing and following up on the results of the supervision process to ensure continuous professional growth among teachers. These strategic efforts contribute significantly to improving teaching quality and professional development at Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Bantarsoka Keywords: Head of Madrasah . Supervision. Teacher Professionalism Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kepala madrasah dalam pelaksanaan supervisi akademik untuk memperbaiki kompetensi profesionalistas guru di Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Bantarsoka serta penerapannya dalam proses pembelajaran yang akan dilakukan oleh guru. Penulis menggunakan penelitian kualitatif dengan metode phenomenology. Guna penelitian ini untuk mengetahui fenomena-fenomena yang nampak dan nyata dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Subjek penelitian ini adalah kepala madrasah , serta dewan guru. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa bagaimana kompetensi profesionalitas guru di MI Darul Hikmah Bantarsoka. Pada tahapan pertama, perencanaan kegiatan supervisi akademik kepala madrasah dimulai dengan pembuatan program supervisi. Kemudian pada tahap kedua, pelaksanaan supervisi akademik Kepala Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah membentuk TIM Supervisor untuk membantu tugas pelaksanaan supervisi. Pada tahap ketiga, upaya yang dilakukan kepala madrasah yaitu melakukan evaluasi dan tindak lanjut dari hasil supervisi yang telah dilakukan untuk memperbaiki kompetensi profesionalitas Guru di Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Bantarsoka. Kata kunci : Kepala Madrasah . Supervisi. Profesionalitas Guru Strategi Supervisi Kepala Madrasah dalam. (Lestari & Hanif, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1189-1201 http://jurnal. id/index. php/dedikasi PENDAHULUAN Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Bantarsoka Purwokerto merupakan madrasah yang sudah lama berkembang, dan banyak diminati oleh Masyarakat. Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Bantarsoka bersifat kompleks karena madrasah sebagai Lembaga pendidikan memiliki banyak fungsi yang saling mendukung satu dengan yang lainnya. Di sisi lain, madrasah sebagai lembaga Pendidikan yang mempunyai ciri-ciri tertentu yang tidak dimiliki oleh lembaga lain. Madrasah Ibtidaiyah adalah sekolah umum yang memiliki berciri khas Islam. Ini adalah tempat pendidikan, pengembangan kehidupan beragama, dan penanaman rasa kebangsaan. Pendidikan merupakan aspek fundamental dalam membentuk sumber daya manusia yang berkualitas dan dapat bersaing di masa depan. Dalam kontek pendidikan formal, peran guru sangat vital sebagai ujung tombak pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas. Oleh karena itu, profesionalitas guru menjadi salah satu indicator dalam menentukan kualitas pendidikan. Guru yang professional bukan sekedar menguasai materi saja dan memahami metode pembelajaran, akan tetapi mampu mendidik dengan nilai-nilai moral, sosial, dan spiritual yang sejalan dengan tujuan pendidikan nasional. Di era globalisasi saat ini, komunikasi dan pengetahuan semakin cepat berkembang dan berkembang. Memiliki profesionalisme dalam bidang ini sangat penting, terutama untuk guru. Seorang guru harus sensitif dan respon pada perubahan serta kemajuan dalam teknologi dan ilmu pengetahuan yang terus mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Tugas guru adalah terus meningkatkan kualitas pendidikan sehingga pelajaran menjadi jelas dan mudah diserap siswa. Maka dari itu, tingkat kompetensi profesional guru tergantung pada seberapa baik mereka menguasai kompetensi kinerja . uga disebut kompetensi kepribadia. dan kompetensi kinerja. Tanpa partisipasi aktif guru, pengembangan profesional guru tidak akan berhasil meningkatkan kualitas pendidikan. Hal ini menunut guru untuk kreatif agar dapat mendukung sistem pendidikan yang baik. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, khususnya di madrasah, peningkatan profesionalitas guru sangat Kepala madrasah memiliki peran strategis yang mencakup pengawasan akademik dan pemimpin Supervisi pendidikan adalah cara yang bagus bagi kepala madrasah supaya membantu dan mendampingi guru dalam meningkatkan kemampuan mereka secara berkelanjutan Masih terdapat beberapa guru di Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Bantarsoka yang masih kurang memenuhi kriteria kompetensi guru profesional, dari sekian guru, ada belum bersertifikasi dan seperti telah terpantau masih ada temukan beberapa guru yang belum menerapkan secara disiplin mengerjakan rencana pelaksanaan pembelajaran di kelasnya. Guruguru masih kurang dalam melaksanakan tugas mereka, yaitu hanya mengajar materi. Mereka juga masih kurang dalam menggunakan teknologi di kelas. (Hasil Observasi kepada Guru di Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Bantarsoka ,pada tanggal 8 Mei 2025 jam 09. 00 WIB. Kepala Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah , pada tanggal 8 Mei 2025 jam 08. 00 WIB) Peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran dalam pendidikan modern menjadi keharusan. pendidikan tidak hanya memberikan materi pelajaran, tetapi juga membangun karakter, keterampilan, dan ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1189-1201 pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai Islam. Oleh karena itu, strategi yang berguna untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengajaran sangat penting. Salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah supervise (Yusrianti, 2. Melihat dari penelitian terdahulu yang bisa dijadikan bahan acuan penelitian saya. Pertama pada penelitian (Warisno & Hidayah, n. ) dengan judul AuPengaruh Supervisi Akademik Terhadap Kompetensi Profesional GuruAy, penelitian ini menyoroti strategi kepala madrasah sangat berpengaruh terhadap profesionalitas guru. Penelitian ini menampilkan bahwa program supervisi yang direncanakn dengan matang, akan membantu guru menemukan kelemahan dan kekuatan mereka, sehingga mendorong pengembangan professional yang berkesinambungan. Oleh karena itu, penelitian saya akan berfokus pada rencana progeam supervisi yang dibuat oleh kepala madasah, seperti jadwal supervisi dan kunjungan kepala madrasah di dalam ruang kelas pada saat proses belajar mengajar. Kedua, pada penelitian menurut (Santosa, 2. dengan judul AuStrategi Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Profesionalisme GuruAy, pada jurnal ini mengkaji bahwa dalam pelaksanaan supervisi agar tetap berjalan lancar kepala madrasah dibantu TIM Supervisor melakukan supervisi terhadap guru saat kegiatan belajar mengajar. Proses kegiatan ini dilaksanakan apabila kepala madrasah dalam melaksanakan supervisi mengalami kendala atau halangan karena tugas tertentu. Namun penelitian tersebut belum membahas secara spesifik penerapan supervisi yang dilakukan oleh pembantu bidang akademik untuk menggantikan supervisi disaat kepala sekolah berhalangan. Oleh karena itu, artikel saya berfokus paada strategi kepala madrasah dengan menyoroti kepala bidang akademik yang membantu proses suervisi guru jika kepala madrasah berhalangan melaksanakan supervise. Ketiga. Pada penelitian (Mujiono, 2. dengan judul AuSupervisi Akademik Meningkatkan Kompetensi Pedaogik GuruAy pada penelitian ini membahas diantaranya indakan supervisi akademik, yang secara konseptual membantu guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, adalah langkah yang tepat untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru berdasarkan kajian peneliti. Penelitian ini membahas tentang kelebihan dan kekurangan yang terjadi pada saat supervisi akademik. Maka dari itu peneliti akan focus pada kegiatan apa saja yang diterapkan kepala madrasah untuk menindak lanjuti hasil supervisi yang telah dilaksanakan. Melihat dari kegiatan penelitian diatas , arah penulis artikel ini yaitu untuk mendalami strategi supervisi kepala madrasah dalam meningkatkan profesionalitas guru di Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Purwokerto. Pertama, artikel ini akan membahas strategi supervisi yang akan diterapkan oleh kepala madrasah. Dimana supervisi merupakan program kerja tahunan kepala madrasah, sehingga program ini harus tetap berjalan dan dilaksanakan dengan baik. Artikel ini akan mengulas tentang bagaimana kepala madrasah mengatur jadwal dan melaksanakan supervisi kepada guru-guru. Kedua, artikel ini akan membahas peran TIM Supervisor yang akan membantu melaksanakan supervisi. TIM ini akan bekerja membantu kepala madrasah jika kepala madrasah banyak melaksanakan tugas diluar sekolah sedangkan kegiatan supervisi tetap berjalan. Pembagian tugas ini dilakukan karena banyaknya jumlah guru yang harus disupervisi dan hambatan waktu kepala sekolah yang kadang ada tugas tambahan di luar Strategi Supervisi Kepala Madrasah dalam. (Lestari & Hanif, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1189-1201 http://jurnal. id/index. php/dedikasi Ketiga, artikel ini akan menyoroti apa saja tindak lanjut hasil supervisi yang telah dilakukan oleh kepala madrasah agar dapat meningkatkan profesionalitas guru. Baik kegiatan yang akan dilakukan oleh kepala madrasah untuk membantu guru-guru yang mengalami kesulitan dalam menyusun administrasi pembelajaran dan kegiatan mengajar, hal ini sangat penting dilakukan kepala madrasah sebagai tindak lanjut guna membantu meningkatkan kualitas guru sebagai pendidik untuk siswa dan untuk dirinya sebagai bagian dari profesinya. KAJIAN PUSTAKA Kepala Madrasah Kepala madrasah juga memiliki fungsi sebagai manajer, administrator, dan supervisor dalam posisinya sebagai pemimpin. Budaya belajar yang positif dan inovatif dapat dicapai melalui penerapan strategi yang tepat. Sebaliknya, sekolah adalah institusi pendidikan di mana siswa menerima dan memberikan Pendidikan. Sebagai Kepala madrasah hendaknya mempunyai kemampuan untuk supervisi akademik, yaitu: . Dapat membuat rancangan program supervisi akademik untuk meningkatkan profesionalisme guru, . Dapat melaksanakan supervisi akademik dengan cara yang tepat, serta . Menindaklanjuti hasil supervisi akademik untuk meningkatkan profesionalisme guru (Kantor Kemenag Kabupaten Pati & Mufid, 2. Kesuksesan pendidikan di madrasah bergantung pada kepala madrasah. Kepala madrasah adalah orang yang memiliki tanggungjawa dalam mencetak dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) (Laksono, 2. Kepala madrasah bertanggung jawab atas semua kegiatan di madrasah, dan peran mereka sangat menentukan keberhasilan dan kualitas pendidikan. Namun, banyak kepala madrasah saat ini yang kurang berpengalaman dalam mengelola madrasahnya. Namun, dunia pendidikan memerlukan pembaharuan dan peningkatan kualitas pendidikan. Kepala madrasah, jabatan tertinggi dalam suatu madrasah, memiliki otoritas untuk membuat keputusan dan menerima pendapat dari berbagai sudut pandang tentang bagaimana madrasah dapat mencapai terobosan pendidikan. Kepala madrasah harus memiliki strategi untuk meningkatkan profesionalitas guru dan tenaga kependidikan di madrasahnya (Kritis et al. , n. ) . Membuat lingkungan madrasah menyenangkan dan mendorong semua guru dan tenaga kependidikan. Berdasarkan fakta dilapangan bahwa kepala madrasah memilki sejumlah tantangan yang harus diatasi untuk mencapai profesionalitas guru di Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Bantarsoka Purwokerto. Kesulitan tersebut dapat diatasi jika kepala madrasah meningkatkaan supervisi pembelajaran, monitoring dan mendorong guru untuk mengikuti pelatihan dan seminar serta workshop (Jaya & Halik, 2. Pemimpin pendidkan yang paling penting adalah kepala madrasah. Oleh sebab itu peran kepala madrasah harus disesuaikan dengan peran mereka dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Sebagai manajer, mereka harus memilki kemampuan untuk mempengaruhi karyawan guru secra langsung dan tidak langsung (Tinggi et al. , 2. Kepala Madrasah juga berfungsi sebagai seorang pendidik dan bertanggungjawab atas pengelolaan sekolah. Pendidikan sangat bergantung pada kepemimpinan kepala madrasah. Sebagai seorang pimpinan pada lembaga pendidikan, kepala madrasah harus memahami langkah-langkah penting organisasi dan manajemen, yang merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap guru dan karyawan. Sebagai motor penggerak sumber daya madrasah, para guru ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1189-1201 harus dimotivasi untuk menciptakan suasana kerja yang positif, menggairahkan, dan produktif. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa guru merupakan komponen yang memengaruhi pendidikan. Dari pengertian tersebut diatas, dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah kepala lembaga pendidikan tertinggi dan bertanggung jawab atas kelancaran operasi sekolah untuk mencapai tujuan sekolah. Supervisi Supervisor adalah seseorang, biasanya kepala sekolah atau kepala madrasah, yang bertanggung jawab untuk melaksanakan pembinaan dan membantu guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme mereka. Salah satu tugas penting dalam administrasi pendidikan adalah supervisi. Ini adalah tanggung jawab pengawas dan kepala madrasah terhadap guru-guru dan pegawai madrasah. Kepala madrasah, menurut Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007, memiliki tanggung jawab berikut: . membuat program supervisi akademik untuk meningkatkan profesionalisme guru, . menerapkan supervisi akademik dengan cara yang tepat, dan . meneliti hasil supervisi akademik terhadap guru untuk meningkatkan profesionalisme guru. Pada satuan pendidikan supervisi data merupakan hal penting yang dilakukan oleh kepala madrasah sebagai supervisor. Nantinya kepala madrasah ini juga akan membagikan tugas kepada guru senior yang akan melakukan supervisi kepada juniornya (Refenski et al. , 2. Berdasarkan Permendiknas di atas, tanggung jawab kepala madrasah sebagai supervisor meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan supervisi akademik serta tindak lanjut kegiatan tersebut. Fungsi Supervisor di Sekolah/Madrasah anara lain adalah : (Hanafiah, n. ) Membantu guru dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, melihat serta menilai proses kegiatan dbelajar mengajar di dalam kelas, dengan memberikan umpan balik yang bermanfaat kepada guru, menentukan kebutuhan akan pelatihan atau peningkatan kompetensi guru, menggalakkan inovasi dan kerja sama guru. Tujuan Supervisi adalah meningkatkan mutu pengajaran , menumbuhkan sikap profesional guru, membantu guru memecahkan masalah pembelajaran, mendorong guru untuk selalu berkembang. Fungsi Supervisi akademik adalah: . Membantu guru mengembangkan kompetensinya, . Mengembangkan . Mengembangkan dan membimbing penelitian tindakan kelas (PTK) (Kantor Kemenag Kabupaten Pati & Mufid, 2. Ada dua metode pengawasan akademik: pengawasan individual dan pengawasan kelompok. Pengawasan individual memberikan pengawasan individu kepada guru, untuk mengetahui kualitas pembelajaran, supervisor hanya berbicara dengan seorang guru (Dendi Suhendri et al. , 2. Sedangkan yang Pengawasan kelompok adalah suatu proses pembinaan atau pengawasan yang dilakukan oleh seorang manajer . eperti kepala madrasah, pengawas, atau pemimpin organisas. terhadap sekelompok tenaga kerja atau profesional . eperti guru, pegawai, atau sta. untuk meningkatkan kinerja, profesionalisme, dan kualitas kerja mereka secara kolektif. Fokus supervisi akademik sebagai supervisi instruksional adalah menilai, belajar, meningkatkan, memperbaiki, dan mengembangkan kualitas kegiatan belajar mengajar guru melalui pendekatan bimbingan dan konsultasi yang dikombinasikan dengan sentuhan diskusi profesional. Dalam upaya untuk meningkatkan proses pembelajaran, supervisi pendidikan diberikan kepada stakeholder pendidikan, terutama guru, baik secara Strategi Supervisi Kepala Madrasah dalam. (Lestari & Hanif, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1189-1201 http://jurnal. id/index. php/dedikasi individu maupun kelompok (Anggita Sari, 2. Salah satu tujuan supervisi adalah untuk membantu guru mengembangkan profesionalitas mereka sendiri, yang akan menghasilkan peningkatan kualitas pembelajaran dan peningkatan kinerja guru (Iksan Kahar, 2. Untuk memastikan bahwa guru memiliki pemahaman yang baik tentang tujuan program supervisi, supervisi harus direncanakan dan dikomunikasikan dengan guru melalui rapat sekolah. Kepala madrasah juga dapat melibatkan guru dalam membuat program supervisi akademik, terutama dalam menentukan jadwalnya. Ini memungkinkan guru untuk berpartisipasi dalam program dan bertanggung jawab atas pelaksanaannya (Iskandar, 2. Profesionalitas Guru Menurut Undang-Undang Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005, profesi guru mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Guru dapat mendorong peningkatan kompetensi ini melalui pembinaan, pelatihan, dan refleksi praktik pembelajaran. Menurut Uzer Usman, istilah "profesional" berasal dari kata "sifat", yang berarti "pekerjaan", dan "benda", yang berarti "orang yang memiliki keahlian tertentu, seperti guru, dokter, hakim, dan sebagainya. Mereka yang tidak dapat memperoleh pekerjaan lain tidak dapat melakukan pekerjaan profesional (Ekonomi & Muhson, 2. Oleh karena itu, profesionalitas guru adalah keadaan keprofesian seorang guru dalam sikap, pengetahuan, dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pendidikan dan pembelajaran, termasuk pendidikan agama Islam. Profesionalitas juga didefinisikan sebagai kualitas sikap anggota suatu profesi terhadap profesinya. Dalam kompetensi profesional seorang guru, beberapa persyaratan harus dipenuhi agar guru dianggap memiliki kompetensi professional yang bagus, tetapi guru masih belum memenuhi beberapa persyaratan (Sitinjak et al. , n. Adapun guru profesional, mereka adalah guru yang berkualitas, mahir, dan termotivasi untuk meningkatkan prestasi siswa dan mempengaruhi proses belajar siswa, yang pada gilirannya menghasilkan prestasi belajar siswa yang lebih baik (Syarafudin & Diah Ikawati, n. ) . Karena peran penting pendidikan dalam kehidupan bangsa, profesi pendidik sangat penting (Hamid, n. ) . Oleh karena itu, pengembangan terusmenerus profesi guru adalah penting untuk kemajuan bangsa. Peningkatan kualitas guru akan menghasilkan peningkatan kualitas pendidikan baik dalam proses maupun hasilnya. Banyak faktor yang kompleks memengaruhi perkembangan profesi guru di era digital. Berikut adalah beberapa komponen utama yang memengaruhi perkembangan karir guru di era teknologi. Infrastruktur dan teknologi yang mendukung pengembangan teknologi digital sangat penting untuk kemajuan karir guru. Dengan menggunakan teknologi seperti koneksi internet, perangkat keras . eperti laptop, tablet, dan kompute. , perangkat lunak pembelajaran, dan platform daring, guru dapat mengakses sumber daya pendidikan, bekerja sama dengan sesama guru, dan menciptakan cara baru untuk mengajar (Fatimah et al. , 2. Untuk menghasilkan proses pembelajaran yang lebih baik, guru yang memiliki kompetensi profesional sangat Guru yang memiliki kompetensi profesional akan memiliki kemampuan untuk merancang strategi pembelajaran yang efektif dan menyajikan materi dengan cara yang mudah dipahami. Mereka juga dapat berfokus pada peningkatan potensi peserta didik, yang mencakup peningkatan aspek afektif, kognitif, dan ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1189-1201 Karena mereka merupakan bagian penting dari sistem pendidikan, guru adalah profesi yang sangat penting dalam kehidupan bernegara, sehingga kualitas pendidikan sangat bergantung pada seberapa baik pendidik melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan kepada masyarakat. Guru harus memiliki empat kompetensi untuk mengembangkan karir mereka: kompetensi pedagogis, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi professional (Risdiany, 2. Dari semua perspektif di atas, profesi dapat didefinisikan sebagai suatu pekerjaan, jabatan, atau keahlian yang benar-benar dikuasai secara teoritis dan praktis melalui pendidikan dan pelatihan khusus (Nurhidayatul et al. , n. ) . Keadaan keprofesian seorang guru dalam sikap, pengetahuan, dan keahlian yang diperlukan untuk melaksanakan tugas pendidikan dan pembelajaran, termasuk pendidikan agama Islam, disebut profesionalitas guru. Selain itu, profesionalitas merujuk pada tingkat sikap anggota suatu profesi terhadap profesinya, serta tingkat pengetahuan dan keahlian yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas-tugas yang ditetapkan (Sutiono, 2. METODE PENELITIAN Dalam penelitian ini, pendekatan deskriptif kualitatif diterapkan guna untuk melihat keadaan obyek yang alami, di mana peneliti berfungsi sebagai insrumen kunci. Sebagai bagian dari pendekatan kualitatif. Obyek penelitian adalah startegi yang diterapkan kepala madrasah sebagai supervisor dalam Upaya mengembangkan profesionalistas guru di MI Darul Hikmah Bantarsoka Purwokerto. Fokus penelitian ini adalah Kepala Madrasah MI Darul Hikmah Bantarsoka Purwokerto sebagai pengarah dan guru-guru di MI Darul Hikmah Bantarsoka Purwokerto. Namun, lingkup/skala penelitian berpusat pada strategi supervisi kepala madrasah untuk meningkatkan profesionalitas guru. Bidang yang diteliti termasuk perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan bagaimana supervisi mempengaruhi pengembangan guru. Data sekunder berasal dari dokumen madrasah tentang program supervisi, laporan hasil supervisi, rencana pengembangan guru, dan literatur tentang supervisi pendidikan dan pengembangan profesionalitas guru (Azizah et al. , 2. Data utama berasal dari observasi langsung proses supervisi dan wawancara dengan kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Dengan menggunakan pengamatan langsung,yaitu kunjungan ke kelas serta observasi adalah merupakan metode pengumpulan data yang menjadi pedoman bagi peneliti untuk memperoleh data dan mencatat apa yang sudah dilihat dengan sebenarnya tanpa campur tangan dari mereka (Romdona et al. , n. Instrumen penelitian ini melibatkan wawancara dengan kepala madrasah dan guru Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Purwokerto dengan pertanyaan terstruktur dan terbuka. Lembar observasi mencatat interaksi dan proses supervisi antara mereka (Arifudin, n. Selanjutnya, untuk memeriksa dokumentasi yang berkaitan dengan supervisi dan pengembangan guru. Untuk format observasi yaitu mengamati langsung aktivitas supervisi guru di madrasah. Kemudian melakukan cheklist dokumen untuk mencatat dan menganalisis dokumendokumen pendukung yang terkait dengan strategi supervisi dan pengembangan profesionalitas guru (Romdona et al. , n. Strategi Supervisi Kepala Madrasah dalam. (Lestari & Hanif, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1189-1201 http://jurnal. id/index. php/dedikasi Penelitian melakukan beberapa tahap dan proses. Pada tahap persiapan, peneliti mengurus izin lokasi penelitian dari pihak terkait dan menyusun instrument (Pada Pendekatan Kualitatif dan Kuantitatif Ardiansyah et al. , n. Saat proses pengumpulan data, peneliti melakukan wawancara dengan guru dan kepala madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Purwokerto, melihat proses supervisi di madrasah, dan mengumpulkan dokumen pendukung lainnya. Pada tahap analisis data, peneliti memilih data yang penting untuk digunakan dalam penelitian, menyajikan data dalam bentuk tabel atau diagram, menarik kesimpulan, dan memverifikasi (Syaeful Millah et al. , n. Pada tahap pelaporan, peneliti membuat laporan penelitian berdasarkan data yang mereka peroleh dan gunakan untuk mempresentasikan temuannya. Dalam penelitian ini, metode wawancara yang digunakan adalah wawancara terstruktur, yang berarti pertanyaan disusun sesuai dengan kebutuhan informasi dan diberikan setiap pertanyaan yang diperlukan untuk mengungkap data empiris (Syaeful Millah et al. , n. Teknik wawancara semi-terstruktur digunakan untuk mengumpulkan informasi mendalam dari narasumber. Untuk memahami dinamika yang ada di lingkungan MI Draul Hikmah Purwokerto, peneliti terlibat dalam proses supervisi. Studi dokumentasi menganalisis dokumen kebijakan, laporan, dan arsip MI Darul Hikmah Bantarsoka Purwokerto. Untuk teknik analisis data, peneliti menyajikan data dalam bentuk deskriptif dan kesimpulan dimabil. Triangulasi sumber berarti membandingkan observasi, hasil wawancara, dan dokumen dari kepala madrasah dan guru untuk memastikan bahwa data itu valid (Syaeful Millah et al. , n. HASIL DAN PEMBAHASAN Strategi supervisi yang diterapkan Kepala Madrasah Kepala madrasah yang mampu menyusun program supervisi dengan perencanaan matang , berperan penting dalam membangun kerangkan kerja yang jelas bagi pengembangan profesionalitas guru. Sebelum melaksanakan supervisi kepala madrasah melaksanakan pemantauan, diinformasikan disosialisasikan dalam Kemudian melakukan pendekatan secara per kelas dan menanyakan kesiapan mereka yang akan disupervisi, dimulai dari guru kelas rendah . sampai guru kelas tinggi . Perencanaan supervisi yang sistematis mencakup penentuan tujuan supervisi, jadwal pelaksan, instrument penilaian serta kriteria evaluasi yang terukur. Dengan adanya perencanaan yang matang, proses supervisi menjadi lebih terarah dan mampu memetakan kebuhukan guru secara spesifik. Supervisi yang dilaksanakan oleh kepala madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah Bantarsoka yaitu dalam satu semester ada dua kali melakukan supervisi, yaitu supervisi administrasi dan supervisi pembelajaran. Untuk supervisi administrasi langsung di periksa oleh kepala madrasah, namun sebelum dilaksanakan supervisi akan diberitahukan terlebih dahulu kegitannya kepada guru-guru yang bersangkutan, sehingga mereka akan segera menyiapkan administrasi yang diperlukan sesuai dengan penilaian kepala madrasah. Untuk pelaksanaan supervisi di semester berikutnya yang dinilai kepala madrasah hanya kegiatan pembelajarannya saja, untuk penilaian administrasinya hanya dilakukan pada semester awal. Hal ini memungkinkan kepala madrasah untuk menyesuiakan pendekatan supervisi dengan kondisi nyata di lapangan, sehingga guru merasa ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1189-1201 program supervisi tersebut relevan dengan tugas dan tantangan yang mereka hadapi sehari-hari. Selain perencanaan yang matang , komunikasi kepala madrasah dengan gru-guru menjadi kunci penting dalam keberhasilan supervisi kepala madrasah. Komunikasi diawal memberikan kesempatan untuk menyiapkan supervisi yang akan dilaksanakan. Baik supervisi administrasinya maupun supervisi Melalui komunikasi dengan guru-guru dari kelas rendah . sampai dengan guru kelas tinggi . serta guru mata pelajaran, kepala madrasah dapat mengidentifikasi guru mana yang mengalami kesulitan dalam membuat perangkat administrasi dan proses pembelajaran di dalam kelas serta guru mana yang masih memerlukan pembinaan lebih lanjut. Pada supervisi administrasi kepala madrasah akan mengetahui sejauh mana kemampuan guru-guru dalam mengenal IT untuk menyusun administrasi mereka, dari beberapa kelas ada yang masih perlu bimbingan dan arahan dalam mengerjakan administrasi kelas. Komunikasi yang baik juga mendorong terciptanya budaya refleksi dikalangan guru, dimana mereka terbiasa menilai kekuatan dan kelemahan diri secara objektif sebagai bagian dari proses profesionalitas berkelanjutan. Komunikasi yang diterapkan kepala madrasah dalam melaksankan supervisi pendidikan mampu menciptakan suasana lebih dialogis dan terbuka antara kepala madrasah dan guru. Dengan memberikan ruang kepada guru untuk berdiskusi dan mengemukakan pendapat, kepala madrsah tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra dalam proses pengembangan professional. Suasana supervisi yang partisipatif ini menumbuhkan rasa dihargai dan didengarkan pada diri guru, sehingga mereka lebih terbuka untuk menerima masukan serta lebih antusias dalam mengikuti proses pembinaan. Peran TIM Supervisor dalam membantu proses supervisi Guru Dengan banyaknya jumlah rombel dan guru-guru yang mengajar di MI Darul Hikmah Bantarsoka Purwokerto, maka untuk pelaksanaan supervisi, kepala madrasah membentuk TIM supervisor. Guru yang berjumlah 27 orang yaitu baik dari guru kelas maupun guru mata pelajaran, kepala madrasah memerlukan guru yang lainnya yang dipandang lebih senior, lebih mampu dan memahami pedoman suervisi untuk membantu Dalam pelaksanaan supervisi kepala madrasah akan membagi dengan TIM supervisor untuk menilai jika kepala madrasah berhalangan mensupervisi guru. Hal ini disebabkan banyaknya tugas kepala madrasah di luar sekolah, seperti undangan rapat dinas, undangan pelatihan, undangan pembekalan dan lain sebagainya. Untuk hal supervisi yang langsung dipegang oleh kepala madrasah biasanya memilih guru yang masih perlu bimbingan dalam melaksanakan kegitan pembelajaran, karena guru perlu diberikan motivasi, dan penguatan yang sifatnya membangun. Guru tidak merasa bahwa perbaikan kinerja merupakan paksaan dari pihak luar, melainkan menjadi kebutuhan pribadi untuk meningkatkan kualitas diri. Hal ini akan berpengaruh langsung terhadap peningkatan rasa percaya diri guru dalam melaksanakan tugasnya, karena mereka merasa berkontribusi terhadap upaya perbaikan yang dijalankan. Sedangkan TIM supervisor yang membantu pelaksanaan supervisi kepala madrasah ditunjuk untuk mengawasi jalannya kegiatan pembelajaran kepada guru yang sudah dianggap mampu melaksanakan kegiatan pemebelajaran dengan baik. Selain itu. TIM supervisor dari guru juga melaksanakan pendekatan humanis yang diterapkan kepala madrasah untuk mendorong terbentuknya budaya kerja yang kolaboratif dan suportif di Strategi Supervisi Kepala Madrasah dalam. (Lestari & Hanif, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1189-1201 http://jurnal. id/index. php/dedikasi lingkungan madrasah. Meskipun yang mensupervisi bukan kepala madrasah mereka memeiliki tanggung jawab dan mampu menempatkan diri sebagai guru yang disupervisi dan sebagai supervisor yang telah diberikan amanah oleh kepala madrasah. Semangat guru dalam memperbaiki kinerja tidak lagi hanya didorong oleh tuntunan formal. Ketika kepala madrasah memperlakukan guru sebagai rekan professional dan bukan sematamata sebagai bawahan, maka hubungan kerja yang terjalin menjadi lebih sehat dan produktif. Akhirnya , semangat guru dalam memperbaiki kinerja akan berdampak positif pada pencapaian tujuan Pendidikan madrasah secara keseluruhan. Dengan kerja TIM seperti itu tugas kepala madrasah akan sangat terbantukan, dan kegitan supervisi akan tercapai dengan baik, mengingat banyaknya kegiatan yang ada disekolah menjadi hambatan kegiatan supervisi yang menjadi target dan agenda Madrasah Ibtidaiyah Darul Hikmah. Selain kerja TIM supervisor yang baik pemberian umpan balik berdasarkan data observasi yang objektif yang dilakukan oleh kepala madrasah menjadi salah satu strategi efektif dalam meningkatkan profesionalitas guru. Ketika kepala mardasah menyampaikan umpan balik dengan berlandaskan hasil pengamatan nyata di kelas, guru dapat menerima masukan tersebut secara lebih terbuka karena didukung oleh bukti konkrit, bukan sekedar opini subjektif. Umpan balik berbasis data membantu guru memahami aspek-aspek spesifik dari praktik pembelajaran yang perlu diperbaiki, seperti teknik mengelola kelas, penggunaan media pembelajaran , atau interaksi dengan peserta didik, sehingga proses perbaikan menjadi lebih terarah dan efektif. Tindak lanjut hasil Supervisi Guru Kepala madrasah memiliki keinginan terkait aspek apa saja yang perlu diperbaiki maupun ditingkatkan, dengan mengetahui kelemahan dan kelebihan dari setiap guru. Tindak lanjut dari kegiatan supervisi di MI Darul Hikmah adalah dengan mengadakan bimbingan secara personal. Setelah melakukan supervisi administrasi dan pembelajaran kepala madrasah dapat menganalisis bahwa masih ada beberapa guru yang mengalami kendala dalam menyusun administrasi, maka kepala madrasah langsung menyikapi dengan mengadakan pelatihan IT seperti pelatihan exel secara mandiri dengan mengambil waktu yang tepat, menfasilitasi kegiatan seminar dan workshop untuk meningkatkan profesionalitas guru , melaksanakan dan merutinkan kegiatan KKG ( Kelompok Kerja Guru ) yang terecana untuk membahas permasalahan yang dihadapi oleh guru. Sedangkan untuk pelaksanaan supervisi pembelajaran bagi guru yang mengalami kendala seperti membuat soal, maka kepala madrasah mengadakan pelatihan pembuatan soal hots, dengan kapasitas soal mudah, sedang dan soal sulit. Langkah selanjutnya adalah shering dengan teman -teman guru yang lain di saat rapat satu bulan sekali, yang salah satunya sebagai evaluasi . Lebih dari sekedar menunjukkan kekurangan, kepala madrasah yang memberikan solusi membangun dalam umpan baliknya turut memberikan inspirasi kepada guru untuk melakukan inovasi. Misalnya , setelah menemukan metode mengajar yang kurang efektif, kepala madrasah tidak hanya mengkritik, tetapi juga menawarkan alternatif pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif atau penggunaan teknologi pendidikan Sikap ini tidak hanya memperbaiki kekurangan yang ada, tetapi juga mendorong guru untuk mencari ISSN 2548-8848 (Onlin. n Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vo. No. Juli 2025 : 1189-1201 cara-cara kreatif dalam mengembangkan metode mengajar mereka, ,meningkatkan variasi Tindak lanjut dari hasil supervisi ini nantinya akan di rekap nilainya, tidak semua guru sesuai dengan harapan kepala madrasah karenakarakter guru memang berbeda-beda. Dari hasil tersebut oleh kepala madasah digabungkan nilainya dari suprevisi administrasi dan pembelajaran kemudian dibuat rengking atau peringkat lalu diambil enam besar akan dibuatkan reward penghargaan untuk lebih semangat dalan kinerjanya. Sehingga guru terdorong untuk terus belajar , berinovasi, dan tidak takut mencoba melakukan hal yang baru saat proses kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, kepala madrasah tidak hanya bertindak sebagai pengawas tetapi juga sebagai fasititator dan motivator dalam membangun guru profesional yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kepala madrasah memiliki peran startegis dalam mengembangkan profesionalitas guru melalui pelaksanaan supervisi yang terencana, partisipatif, dan berkelanjutan. Di MI Darul Hikmah BantarsokaPurwokerto, kepala madrasah menerapkan startegi yang mencakup pendekatan kolaboratif, sepert paltihan guru, diskusi, umpan balik yang membangun. Supervisi yang terencana , terjadwal dan terprogram, akan mampu mengembangkan profesinalitas guru. Supervisi dilakukan bukan sekedar sebagai bentuk pengawasan administrative, tetapi sebagai sarana untuk membina, memotivasi, dan meningkatkan kompetensi prosefional, sosial, kepribadian guru. Secara keseluruhan supervisi yang efektif dan manusiawi terbukti mampu meningkatkan kualitas kinerja guru, dengan bekerja sama dengan TIM supervisor, maka kegiatan supervisi dapat dilakukan dengan lancar, dan tanpa kendala, kepala madrasah memberikan kepercayaan kepada TIM supervisor jika pelaksanaan supervisi dibantu oleh TIM Supervisor, agar supervisi tidak mengalami hambatan. Kegiatan tindak lanjut yang dilakukan oleh kepala MI Darul Hikmah sangatlah mempengaruhi peningkatan profesionalitas guru, mulai dari mengadakan pelatihan, seminar, worshop, pemberian reward bagi guru yang memiliki prestasi nilai pada supervisi administrasi dan kegiatan mengajar, evaluasi kinerja, motivasi, komunikasi yang terbuka antara kepala madrasah dan guru. Hasil penelitian ini memainkan peran penting dalam proses pengembangan praktik supervisi di madrasah lain. Saran Pendekatan yang telah diterapkan oleh Kepala MI Darul Hikmah, seperti pelatihan, seminar, dan workshop, harus diadopsi oleh madrasah lain. Pendekatan ini telah terbukti efektif dalam meningkatkan profesionalitas guru. Untuk memotivasi semua guru untuk meningkatkan kualitas mengajarnya, sistem penghargaan harus dikembangkan lebih lanjut dan disesuaikan dengan kinerja masing-masing guru. Kepala madrasah harus terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas mereka sebagai pengawas pendidikan agar mereka dapat membimbing guru dengan baik dan memberikan tindak lanjut yang tepat terhadap pekerjaan mereka. Brkomunikasi dengan para guru secara terbuka, jujur, dan bekerja sama. ini penting untuk Strategi Supervisi Kepala Madrasah dalam. (Lestari & Hanif, 2. Jurnal Dedikasi Pendidikan. Vol. No. Juli 2025 : 1189-1201 http://jurnal. id/index. php/dedikasi menciptakan lingkungan kerja yang baik dan mendukung peningkatan kinerja guru. DAFTAR PUSTAKA