Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies Volume 6. Number 2, 2023, pp. ISSN: 2622-6022 (Onlin. DOI: 10. 30872/adjektiva. Copyright A 2023 by Author. Analisis Novel Janji Karya Tere Liye Dalam Kajian Strukturalisme Robert Stanton Muhammad Misbahul Fatta*. Ika Martanti Mulyawati Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. Indonesia *Email: mfatta22@gmail. ABSTRAK Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kajian strukturalisme Robert Stanton dalam novel Janji karya Tere Liye adalah tema, fakta-fakta cerita . lur, karakter, dan lata. , sarana-sarana sastra . udul, sudut pandang, gaya dan tone, simbolisme, dan iron. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif. Metode penelitian ini menggunakan metode teknik pustaka, simak dan catat. Hasil dari penelitian ini yaitu Tema dalam novel Janji karya Tere Liye ada dua, yakni persahabatan dan perjalanan untuk menemukan pelajaran hidup sehingga membuat suatu cerita lebih menyatu dan relevan dengan setiap rangkaian peristiwa sebelumnya. Fakta-fakta cerita dalam novel Janji merupakan fakta yang berdasarkan kisah nyata dan dapat dibuktikan kebenarannya dari segi alur, karakter, dan latar sehingga terbentuk suatu unsur yang terstruktur dan faktual dalam kehidupan. Sarana-sarana sastra dalam novel Janji menjadikan suatu karya sastra dapat dinikmati oleh pembaca dan mempunyai nilai estetika dengan adanya judul, sudut pandang, gaya dan tone, simbolisme, dan ironi sebagai ciri khas dari novel Janji hasil karya Tere Liye. Keywords: unsur intrinsik, novel, strukturalisme Article History Received: 30 May 2023 Revised: 15 June 2023 Accepted: 21 June 2023 Published: 31 October 2023 Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. PENDAHULUAN Karya sastra terbangun dari dua unsur yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur yang menjadi pembangun karya sastra dari dalam. Unsur intrinsik terdiri dari tema, alur, tokoh dan penokohan, setting, dan lain-lain. Sedangkan unsur ekstrinsik adalah unsur yang menjadi pembangun dari luar yang terdiri dari aspek psikologi, biografi, historis, sosial, ilmu, ekonomi, serta agama. Banyak sekali macam karya sastra, salah satunya yaitu novel. Kosasih . 2: . menyatakan: AuNovel adalah karya imajinatif yang mengkisahkan sisi utuh atas problematika kehidupan seseorang atau beberapa tokohAy. (Nasution & Sudarti, 2. Novel adalah bentuk karya sastra yang berupa fiksi yang dibangun melalui perpaduan berbagai unsur intrinsiknya. Unsur-unsur intrinsik tersebut sengaja dipadukan oleh pengarang dan dibuat mirip sedemikian rupa dengan dunia nyata serta lengkap dengan peristiwa-peristiwa di dalamnya. Sehingga nampak seperti sungguhan nyata dan terjadi. Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies Novel yang berjudul Janji merupakan salah satu karya Tere Liye yang cukup terkenal. Novel ini diterbitkan pada tanggal 28 Juli 2021 oleh penerbit PT. Sabak Grip. Novel ini menceritakan tiga sosok sekawan yang terkenal karena kenakalannya di salah satu sekolah agama Islam yang sering disebut Pesantren. Tiga sekawan tersebut bernama Kahar. Baso, dan Hasan. Sebelum Buya menghukum Hasan. Baso, dan Kahar ia menceritakan tentang masa lalu Ayahnya merupakan seorang pendiri pesantren di tempat ini. Ia menceritakan bahwa 40 tahun yang lalu, waktu Buya ini umur 10 tahun, ada santri yang nakalnya melebihi Tiga Sekawan ini. Bahar Safar namanya. Ia sering kali melanggar peraturan pesantren dengan kabur dari pesantren, berjudi, dan minum-minuman keras. Akhirnya Buya memberikan hukuman kepada Tiga Sekawan ini untuk pergi mencari Bahar. Mereka disuruh untuk menemukan sosok Bahar hingga beberapa minggu. Dengan memberikan petunjuk dan uang saku dari Buya, mereka pergi meninggalkan pesantren ini dan Buya berharap perjalanan mereka akan membawa kebaikan dan pengalaman kepada Tiga Sekawan ini. Perjalanan mereka dimulai dari satu kota hingga ke kota yang lain. Semenjak Bahar setelah dikeluarkan dari pesantren hingga bertemulah seseorang yang menjadi saksi hidupnya Bahar. Banyak saksi yang menceritakan kehidupan Bahar di masyarakat yang diceritakan kepada Tiga Sekawan ini. Kehidupan Bahar yang bermula dikenal sangat nakal di pesantren sangat berbeda dengan cerita pada kehidupan di masyarakat. Ia dikenal sosok pekerja keras dan dermawan di mata orang-orang yang hidup bersamanya. Bahar yang sudah menabung dari hasil kerja kerasnya untuk menunaikan ibadah haji, ia relakan untuk mempertahankan tempat tinggal anak yatim. Kehidupan Bahar yang sangat berubah tersebut dilandasi karena pada saat sebelum dikeluarkan dari pesantren, ia diberikan lima pesan dari Buya pada waktu itu. Ia diperbolehkan meninggalkan pesantren namun harus menepati janji tersebut di masyarakat. Sosok Buya yang memberikan lima pesan tersebut sangat yakin bahwa Bahar yang sangat nakal itu, meyakini Bahar memiliki hati yang spesial. Setelah itu Bahar pun pergi meninggalkan pesantren tersebut dan mengingat pesan-pesan Buya sampai akhir hayatnya. Sastra adalah sarana bagi pengarang dalam mengungkapkan ide, gagasan, serta sebagai media dalam mencurahkan ekspresi manusia berupa karya tulisan atau lisan berdasarkan pemikiran, pendapat, pengalaman, hingga perasaan dalam bentuk yang imajinatif, cerminan kenyataan atau data asli yang dibalut dalam kemasan estetis melalui media bahasa. Menurut Hermawan . karya sastra sebagai proses kreatif pengarang terhadap kenyataan kehidupan Dengan kata lain, sebuah karya sastra tidak mutlak mencerminkan seluruh aspek kehidupan atau kenyataan sosial sehari-hari. Sumardjo . alam Satinem 2019: . menyatakan: AuSastra adalah produk masyarakat berdasarkan desakan-desakan emosional atau rasional masyarakatAy. Karya sastra adalah sebuah struktur yang sangat kompleks dan mempunyai hubungan dengan kehidupan. (Nasution & Sudarti, 2. Menurut Wicaksono . 7: . mendefinisikan sastra adalah karya seni yang berhubungan dengan ekspresi dan penciptaan, selalu tumbuh, dan berkembang. Oleh karena itu, sastra tidak pernah ada batasan yang memuaskan. (Meliuna. Surastina, & Wicaksono, 2. Berdasarkan pendapat para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa sastra merupakan sebuah karya tulis imajinatif yang dihasilkan manusia dari perasaan atau ungkapan emosi dengan menggunakan bahasa medium agar dapat unggul dalam hal keindahan dari segi isi maupun ungkapan sehingga dapat dinikmati oleh pembacanya. Menurut Kosasih (Lubis, 2. menyatakan bahwa novel adalah karya imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas problematika kehidupan seseorang atau beberapa orang tokoh. Badudu dan Zain . memaparkan bahwa novel merupakan karangan dalam bentuk prosa tentang peristiwa yang berhubungan dengan kehidupan manusia seperti yang dialami dalam kehidupan sehariAehari, tentang suka duka, kasih dan benci, tentang watak dan jiwanya, dan Menurut. Surastina (Meliuna. Surastina, & Wicaksono, 2022. Meliuna. Surastina, & Fatta. Mulyawati Wicaksono, 2. hakikat novel adalah cerita dalam bentuk prosa. Panjangnya tidak kurang 000 kata yang menceritakan kehidupan manusia yang bersifat imajinatif. Ciri-ciri novel menurut Wicaksono . 7: . yaitu: . Menceritakan sebagian kehidupan yang luar biasa, . Terjadinya konflik hingga menimbulkan perubahan nasib, . Terdapat beberapa alur atau jalan cerita, . Terdapat beberapa insiden yang mempengaruhi jalan cerita, dan . Perwatakan atau penokohan dilukiskan secara mendalam. Menurut Wicaksono, . 7: 85- . berdasarkan nyata atau tidaknya suatu cerita, novel terbagi jadi dua jenis sebagai berikut. Novel fiksi Sesuai namanya, novel berkisah tentang hal yang fiktif dan yang tidak pernah terjadi, tokoh, alur, maupun latar belakangnya hanya rekaan penulis saja. Novel non fiksi Novel ini kebalikan dari novel fiksi yaitu novel yang bercerita tentang hal nyata yang sudah pernah terjadi. Jenis novel ini berdasarkan pengalaman seseorang, kisah nyata atau berdasarkan sejarah. Abidin . 3: . menyatakan bahwa kajian strukturalisme di dalam penelitian sastra merupakan suatu pendekatan yang menekankan pada suatu pandangan bahwa karya sastra adalah sesuatu yang mandiri dan terlepas dari unsur-unsur lain. Tujuan analisis struktural adalah membongkar dan memaparkan secara cermat, seteliti, sedetail, dan sedalam mungkin keterkaitan dan keterjalinan semua analisis dan aspek karya sastra yang bersama-sama menghasilkan makna menyeluruh. Kajian strukturalisme menurut Robert Stanton terbagi menjadi tiga bagian unsur pokok dalam membangun karya sastra, yaitu tema, fakta cerita, dan sarana sastra. Tema merupakan aspek cerita yang sejajar dengan AomaknaAo dalam pengalaman manusia yang menjadikan suatu pengalaman begitu diingat. Fakta-fakta cerita merupakan elemenelemen yang berfungsi sebagai catatan kejadian imajinatif dari sebuah cerita. Jika dirangkum menjadi satu dinamakan struktur faktual yang dapat dibuktikan kebenarannya Stanton (Nasution & Sudarti, 2. , yaitu. Alur merupakan rangkaian peristiwa dalam sebuah cerita. Alur hendaknya memiliki tiga bagian, yakni bagian awal, bagian tengah, dan bagian akhir yang Karakter disebut sebagai tokoh mempunyai dua konteks, yakni konteks pertama merujuk pada individu yang muncul dalam cerita disebut karakter utama, dan konteks kedua merujuk dari berbagai pencampuran emosi, kepentingan, serta moral disebut sebagai karakter bawahan. Latar adalah lingkungan yang melingkupi sebuah peristiwa dalam cerita yang sedang Latar terbagi menjadi tiga, yakni latar waktu, latar tempat, dan latar sosial. Latar waktu meliputi dua sifat, yakni latar waktu yang bersifat parsial dan latar waktu yang bersifat Menurut Stanton dalam (Nasution & Sudarti, 2. Sarana-sarana sastra merupakan metode pengarang dalam memilih dan menyusun detail sebuah cerita agar tercapai pola-pola yang bermakna, yakni judul dan sudut pandang. Judul merupakan kunci pada makna cerita. Sudut pandang merupakan pusat kesadaran dalam memahami setiap cerita. Sudut pandang terbagi menjadi empat, yakni: Orang pertama-utama merupakan sang karakter utama bercerita dengan kata-katanya sendiri. Orang pertama-sampingan merupakan cerita diutarakan oleh satu karakter bukan utama atau sampingan. Orang ketiga-terbatas merupakan pengarang mengacu pada semua karakter dan memposisikannya sebagai orang ketiga tetapi hanya menggambarkan apa yang dapat dilihat, didengar, dan difikirkan oleh satu orang karakter saja. Orang ketigatidak terbatas merupakan pengarang mengacu pada setiap karakter dan memposisikan sebagai orang ketiga. Selanjutnya berkenaan dengan gaya merupakan cara pengarang dalam menggunakan bahasa, dan tone merupakan sikap emosional pengarang yang ditampilkan dalam cerita. Simbolisme merupakan pemakaian simbol untuk mengekspresikan ide melalui sastra dan seni yang dapat memunculkan gagasan dan emosi dalam pikiran pembaca seperti satu objek, warna, fisik, dan suara. Ironi merupakan cara untuk menunjukan sesuatu kejadian yang bertentangan dengan apa yang telah diduga sebelumnya. Dalam dunia fiksi ada dua ironi, yakni: Ironi dramatis merupakan situasi biasanya muncul dengan harapan dengan apa yang sebenarnya Ironis verbal merupakan cara berekspresi yang mengungkapkan makna dengan cara Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif karena data penelitian dideskripsikan dengan melihat kenyataan sesungguhnya yang berupa tulisan, lalu dianalisis dan ditafsirkan dengan objektif untuk kemudian dideskripsikan dengan bentuk katakata, kalimat dan bahasa agar dapat dipahami dengan baik. Peneliti dalam menyelesaikan penelitian ini menyesuaikan keadaan yang memang tidak banyak tempat untuk menyelesaikan penelitian terhadap novel ini. Peneliti menyelesaikan penelitian ini di rumah dan menambah sumber referensi menggunakan media elektronik. Seperti, e-Books, jurnal, dan sebagainya. Identitas sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut. Judul : Janji Penulis : Tere Liye Penerbit : PT. Sabak Grip Tahun Terbit : 28 Juli 2021 Jumlah Halaman : 488 halaman Berat Buku : 0. 40 Kg ISBN : 9786239726201 Harga Buku : Rp 89. PENYAJIAN DATA DAN PEMBAHASAN Tema Tema dalam novel Janji karya Tere Liye ada dua, yakni. Pertama. Persahabatan. Persahabatan yang terdapat pada novel Janji karya Tere Liye terbukti bahwa pada awal, pertengahan, dan akhir cerita yang menceritakan ketiga sosok tersebut yakni Baso. Hasan, dan Kahar. Ketiganya selalu dalam kondisi dan situasi yang sama. Au. Baso, lain lagi, dengan sifatnya yang ceplas-ceplos, spontan, tidak peduli, membuat kenakalan mereka jadi lebih mantap, eh, maksudnya membuat persahabatan mereka jadi lebih eratAy. (Liye, 2022, p. Kedua. Perjalanan untuk mendapatkan pelajaran hidup. Perjalanan yang dilakukan ketiga sosok tersebut atas dasar hukuman yang diberikan Buya kepada mereka, membuat mereka sadar dan menjadikannya pelajaran sehingga perjalanannya selama hukuman yang diberikan Buya tidaklah sia-sia. Au. Satu minggu, dua minggu, atau sebulan, semoga perjalanan mengajarkan banyak hal kepada kalian. Orang-orang terbaik di muka bumi, mereka selalu melakukan perjalanan. Melihat dunia luasAy. (Liye, 2022, pp. Fakta-fakta Cerita Fakta-fakta cerita dalam novel Janji karya Tere Liye sebagai berikut. Alur Bagian Awal Bagian awal pengarang menceritakan peristiwa permasalahan yang dialami oleh tokoh. Permasalahan tersebut yang menjadi awal mula pengarang dalam membawa pembaca untuk mengikuti perjalanan yang akan dilakukan tokoh tersebut untuk menjalani hukuman yang diberikan oleh Buya untuk menemukan sosok Bahar yang dianggap sosok penting oleh ayahnya Buya, yang mana ia merupakan sosok yang kenakalannya sama seperti ketiga sahabat ini. Namun, ayah Buya yang memberikan wasiat kepada buya untuk menemukan sosok Bahar ini sudah menyerah. Akhirnya. Buya memerintahkan ketiga sahabat ini diberikan hukuman untuk melanjutkan pencarian dalam menemukan sosok Bahar. Au. Tapi kesalahan yang kalian buat amat serius. Kalian menuangkan garam di gelas teh orang paling penting dinegeri ini, juga di gelas teh pembantu-pembantunya. Aku harus menghukum kalian, sekaligus mendidik kalian. Ay (Liye, 2022, p. Au. Kenapa harus kalian? Karena kalian berbeda, kalian sama nakalnya dengan dia. Sama susah diatur, sama-sama menggampangkan banyak hal. Boleh jadi kalianlah yang Fatta. Mulyawati ditakdirkan menemukan Bahar. Boleh Jadi, itulah hikmah terbesar kejadian tadi. Pergilah. Bawa amplop ini. Usia kalian sudah delapan belas, kalian bisa melakukan perjalanan jauh. Ay (Liye, 2022, p. Bagian Tengah Terdapat dua Klimaks di bagian tengah. Pertama, dimulai saat ketiga sosok sekawan ini menemukan seseorang yang yang dulu pernah hidup bersama Bahar di waktu Bahar sedang di penjara yaitu Pak Mansyur yang dulu merupakan salah satu sipir waktu itu. Sosok Bahar yang dikenal sebagai orang yang suka mabuk-mabukan, berjudi, berkelahi, dan lain-lain itu berubah ketika ia masuk di penjara. Di dalam penjara. Bahar menggunakan nama samaran Bahrun. dikenal orang yang adil, suka menolong orang yang tertindas tanpa perhitungan, dan tidak suka balas dendam kepada siapapun. Perbuatannya tersebut menjadi panutan para napi lain yang ada di penjara bersamanya. Pada suatu hari dimana Bahar bertemu kawanan geng dalam satu lapas yang pernah menjadi penguasa di masa gelapnya dulu. Disebabkan karena Bahar mengetahui perihal rencana yang akan berdampak buruk bagi rekannya yang bernama Bos Acong, ia memberikan titipan pesan kepada Bos Acong agar senantiasa berhati-hati. Sehingga kawanan geng yang sudah menduga hal tersebut diketahui Bahar, akhirnya Bahar yang tanpa rasa takut, siap menghadapi kawanan geng itu sendirian dengan perbandingan 1:50. Namun, napi-napi lain yang mengetahui bahwa Bahar akan dikeroyok oleh kawanan geng tersebut, tidak tinggal diam. Para napi menyadari bahwa Bahar merupakan orang yang baik, sehingga seluruh napi selain kawanan geng tersebut, menyerahkan dirinya untuk mendukung Bahar dengan jumlah sekitar 700 orang. AuBahrun menatap nyaris 700 napi yang berdiri mendukungnya. Itu pemandangan yang epik sekali. Kali ini, lima puluh preman itu yang terkepung habis di lapangan penjara. 700 vs Ay (Liye, 2022, p. AuItu keributan terbesar dalam sejarah penjara di kota ini. Perkelahian meletus. mana-mana napi berkelahi. Entah siapa yang memukul siapa, kiri kanan, depan belakang, bahkan atas bawah, semua orang berkelahi. Suara pukulan, teriakan menyemangati, suara mengaduh, terdengar dimana-mana. Satu-dua napi yang menggila ikut menghantam jendela, pintu, dinding gedung administrasi, tidak punya lawan, juga ada yang nekad membakar gedung Nyala api dan asap tebal membumbung tinggi. Ay (Liye, 2022, p. Au. Penjara hancur-lebur. Satu jam kemudian, puluhan mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke penjara kota. Juga truk- truk yang membawa polisi dan tentara. Ay (Liye, 2022. Au. nyaris tidak ada yang bisa berdiri setelah keributan. Tapi Bahrun baik-baik saja, saat gelombang demi gelombang perkelahian meletus, napi lain mati-matian melindunginya. Itu pertunjukan solidaritas yang belum pernah terjadi. Jangankan memukul Bahrun, premanpreman itu bahkan sepuluh meter pun tidak bisa mendekat. Ay (Liye, 2022, p. Klimaks yang kedua, yaitu ketika sosok Bahar yang telah bertemu seorang gadis yang pertama kali mampu membuatnya terpana akan kecantikannya. Namun, banyak ujian yang menghalangi kelangsungan asmara mereka. Setelah berbulan-bulan melewati ujian tersebut, akhirnya mereka menikah. Bahar yang sangat senang dengan kehidupan barunya bersama Akan tetapi, suatu ketika pada tahun 1998 berkaitan masa rusuhnya politik di Jawa yang menyebar luas kemana-mana. Hal itu menyebabkan kondisi yang buruk di tempat tinggal kedua pasangan itu. Banyak toko-toko di bakar oleh massa. Akhirnya toko milik istri Bahar yang bernama Delima tersebut dibakar. Sayangnya Delima dan pegawainya panik dengan sembunyi di dalam tokonya namun keduanya malah terjebak di dalam toko itu dan mengakibatkan keduanya meninggal dunia. Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies Au. tapi karena gugup, panik, salah-satu pegawai terkunci tidak sengaja di dalamnyadi toilet. Delima memaksakan diri datang, hendak mengeluarkan pegawai itu. Waktu yang salah, momen yang salah, tempat yang salah. Saat Delima masuk kembali ke toko emas, rombongan itu melintas. "Bakar! Hancurkan!" "BAKAR TOKO ITU!" BRAK! BRAK! Delima berseru ngeri menatap massa yang beringas, dia segera menutup rolling door dari dalam. Membuatnya terkunci. Dia mengira itu akan melindunginya dari amuk massa, tapi sebaliknya, itu justeru membawa bahaya baginya. Api merambat cepat di luar toko. Dalam hitungan menit, kebakaran hebat membungkus toko emas itu. Bahar persis sedang berlarian di pertigaan Ay (Liye, 2022, p. Bagian Akhir Akhir dalam novel ini, membuat pembaca seolah telah merasakan kehidupan yang cukup lama, akan tetapi perjalanan ini hanya berlangsung tiga hari tiga malam. AuSetelah tiga hari tiga malam, mengunjungi banyak tempat, mereka akhirnya telah menggenapkan, melengkapi seluruh kisah kehidupan Bahar. Mereka tidak berhasil bertemu dengan Bahar secara langsung. Tapi mereka telah mendengarkan ceritanya secara lengkap. Ay (Liye, 2022, p. Setelah melakukan perjalanan tiga hari tiga malam yang membuat ketiga sekawan ini mengetahui sosok Bahar melalui informasi yang mereka dapatkan, membuat ketiga sekawan ini sadar untuk tidak terus-menerus melakukan perbuatan tercela di sekolah agamanya. Mereka yang berawal ingin sekali untuk pergi meninggalkan pesantren tersebut, kini mereka malah menginginkan untuk kembali dan melanjutkan sekolahnya sampi lulus. Au. Kaharuddin mengangkat bahu. Perjalanan ini membuatku memikirkan banyak hal. Baso. Kau juga sepertinya memikirkannya, bukan? Baso terdiam. Aku akan kembali ke sekolah agama, aku akan menyelesaikannya, sampai dapat ijasah. Baru setelah itu pergi. " Hasan Kaharuddin mengangguk-angguk, "Aku juga akan kembali. Kau bagaimana. Baso?" "Terserahlah, jika kalian kembali ke sekolah, aku juga mungkin akan kembali. Mana seru sendirian di luar. Ay (Liye, 2022, p. Karakter Karakter yang dimiliki tokoh dipakai dalam dua konteks, yaitu konteks pertama dan konteks kedua. A Konteks pertama Tokoh utama dalam novel Janji jarya Tere Liye yaitu Bahar dan tiga sekawan (Baso. Hasan, dan Kaha. Bahar Kejujuran Bahar yang diceritakan oleh orang-orang yang dulu pernah bersinggungan langsung dengannya menjadi saksi akan kejujuran Bahar. AuTidak ada yang pernah mengunjungimu tiga bulan terakhir. Kau sepertinya jujur saat bilang tidak punya keluarga, juga teman di luar sana. Ay Mansyur menghela napas pelan. (Liye, 2022, p. AuEtek diam sejenak, menatap Muhib di sebelahnya yang terdiam. AuKalian mau tahu siapa orang yang paling jujur, tidak pernah berbohong yang pernah kukenal?Ay Bahar. Siapa orang yang paling benci dengan pembohong, pencuri? Juga Bahar. Aku bisa menebak apa yang telah terjadi. Muhib telah berbohong dan mencuri uang toko reparasi. Anak itu memang bebal sekali. Tidak berubah. Ay (Liye, 2022, p. Rela Berkorban Bahar rela berkorban menggantikan dirinya untuk masuk penjara demi menolong tetangganya Mas Puji yang ditahan Bos Acong. AuKau tahu berapa kerugianku, caodan?Ay Bos Acong berseru. Bahar menggeleng AuRatusan juta. Bisa sopir itu menggantinya? Bahkan jika dia kubunuh berkali-kali, tetap Fatta. Mulyawati tidak impas. Enak saja kau sekarang memintaku membebaskannya. Ay Bahar menelan ludah. AuAku mohon, bebaskan Mas Puji. Aku akan menggantinya. Ay (Liye, 2022, p. Suka Menolong dan Peduli Terhadap Orang Lain Dibalik tokoh Bahar yang berlatar belakang suka mabuk, berkelahi, dan berjudi, ia tetap memiliki hati nurani dalam menolong dan peduli dengan orang lain. Au. Penghuni sebelah diam sejenak, menggeleng. AuAku belum punya uang. Seminggu lalu aku kena PHK. Istriku sakit, aku tidak bisa berangkat mencari pekerjaan baru. Ay Bahar Dia tahu, tetangganya itu bernama Mas Puji. Pekerjaannya di pabrik. Bahar berpikir sejenak, lantas tangannya mengeduk saku celana. Di sana ada beberapa lembar uang. Itu rencananya dia gunakan untuk mabuk-mabukan tadi malam. Tapi karena Bos Acong menemaninya, dia ditraktir. AuKau ambil uang ini. Ay Bahar mengulurkan uang. Ay (Liye, 2022, p. Memegang Teguh Janji Penulis menceritakan di bagian akhir cerita, menjelaskan bagaimana perpisahan Bahar dengan pemilik sekolah Agama tersebut yang merupakan Ayah Buya. Ayah Buya memberikan 5 janji kepada Bahar jika Bahar ingin meninggalkan sekolah Agama tersebut. AuBahar akhirnya mengangguk. AuBerjanjilah, kau akan memegang lima pusaka ini. Ay Bahar mengangguk. AuUcapkan dengan lisan. Bahar. Ay AuAku berjanji. Ay AuBaik. Dengarkan pusaka ini. NakA. Apa pun yang terjadi setelah hari ini, di mana pun kakimu akan pergi, pakailah pusaka ini. Ay Buya bersiap menyebutkannya. Wajahnya dipenuhi pengharapan AuAda lima pusaka tersebut. Pertama selalu hormati dan bantu tetanggamu. Kedua, selalu lindungi yang lemah dan teraniaya. Ketiga, senantiasa jujur dan tidak pernah mencuri. Keempat, bersabarlah atas apa pun ujianmu. Kelima, bersedekah, bersedekah, dan Ay (Liye, 2022, pp. Tiga Sekawan (Baso. Hasan, dan Kaha. Ketiga sekawan ini merupakan anak-anak yang sama nakalnya seperti Bahar. Mereka masing-masing memiliki karakter yang berbeda. Karakter Baso: Suka bicara ceplas-ceplos dan mudah lapar. Auheh Baso. Ay Kaharuddin menahan tangannya. "Apa? Aku lapar ini, ada bakwan nganggur" "Ini warung makan, kau harus beli. " (Liye, 2022, p. Karakter Hasan: Pintar mengaji dan jenius. Au. Buya sejatinya selalu menaruh harapan kepada mereka. Karena mereka memiliki Hasan misalnya, suruh dia membaca Al Qur'an, maka semua orang akan terdiam. Ay (Liye, 2022, p. Karakter Kahar: Tegas dan berani. Au. Kaharuddin berdiri paling depan, menerima serangan dan mengirim seranganAy (Liye, 2022, pp. A Konteks kedua . Buya Sabar "Ini untuk kesekian kalinya kalian membuat masalah di sekolah ini. " Buya menatap mereka bertiga bergantian, "Bolos dari pondokan, menyembunyikan barang milik murid lain, menjahili guru- guru, merusak pompa air, membuat satu pondokan tidak bisa mandi selama dua hari, bertengkar dengan murid lain, daftarnya panjang sekali. " (Liye, 2022, p. AuBuya menghembuskan nafas. Tambahkan sifat suka membantah, selalu memotong kalimat guru-itu beribu kali telah dilakukan tiga murid ini. Ay (Liye, 2022, p. Aku juga baru tahu setelah melihat ceret dikerumuni semut yang berbeda. Astagfirullah, kalian benar-benar. " Buya mengusap dahinya. (Liye, 2022, p. Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies . Pak Asep Baik hati dan peduli "Apakah kau sudah sarapan?" Asep bicara, "Di bagian belakang Pasar Induk ada penjual nasi kuning yang enak sekali. " Bahar menatap Asep. Sepertinya itu penyebab kenapa tukang pijat ini menungguinya bekerja tadi. Dia hendak mengajak sarapan, mungkin sebagai tanda terimakasih kejadian seminggu lalu. Ay "Aku tidak perlu traktiranmu. Buta. " "Eh, siapa yang akan mentraktirmu. Bayar masing-masing. Ayo-" Asep sudah menjulurkan tongkat, melangkah lebih dulu, melewati keramaian Pasar Induk di pagi hari. (Liye, 2022, p. "Siapa sih yang hendak mengajakmu menginap di tempatku? Aku mau bilang, kontrakan di sebelahku persis sejak kemarin kosong. Kau bisa menyewanya. Bilang saja ke pemilik rumah bedeng kalau aku yang menyarankanmu mengambil kontrakan itu. Dia pernah bilang kepadaku, kalau ada temanku yang tertarik, dia bisa memberikan harga yang murah. (Liye, 2022, p. Bos Acong Kasar "Dasar centeng bodoh! Jika kalian di sini, lantas siapa yang menjaga gerbang depan?" Bos Acong berseru marah, "Kenapa susah sekali mencari centeng yang punya otak sedikit. Semua tidak becus. Semua pekerjaan tidak selesai. Bawa tiga anak ini keluar, aku tidak mau makan siangku diganggu oleh mereka. " (Liye, 2022, pp. Baik Hati Bos Acong menoleh ke Hasan, "Baik, apa yang kalian butuhkan sekarang untuk mencari Bahar?" "Kami butuh akses ke penjara kota. Pak. Atau lebih tepatnya, siapapun yang bisa memberikan informasi apa yang terjadi dengan Bahar setelah menyerahkan diri ke kantor Bos Acong mengangguk, meraih telepon genggam, "Aku akan mengaturnya. Itu hanya butuh satu panggilan telepon. Semoga kalian bisa menemukannya, sementara aku harus mengurus hal lain. Percakapan ini. Membuatku memahami banyak hal. Cahaya terangAAy Bos Acong telah berdiri, "Li, tolong urus anak-anak ini, jika mereka membutuhkan bekal, berikan. Apapun yang mereka minta. " (Liye, 2022, pp. Pak Mansyur Rapi AuRuang tamu rumahnya memang lebih nyaman, dengan kursi-kursi rotan. Sepertinya Pak Mansyur pandai sekali memilih perabotan, menatanya, ruangan itu terlihat mengesankan meski barang-barangnya sederhana. Ay (Liye, 2022, p. Perhatian Au. Tapi Mansyur diam-diam mengunjunginya tiga kali seminggu, setiap shift berjaga Ay (Liye, 2022, p. Au. Bahrun mendengus pelan, "Rotimu malam ini terasa hambar. Mansyur. "Oh ya? Itu roti biasa yang aku bawa, kok. " "Rotinya tetap enak, tapi kalimatmu barusan membuatnya hambar. " Mansyur tertawa. Ay (Liye, 2022, p. Sipir yang Bersih "Sekarang yang bisa kulakukan hanyalah mengabaikan semuanya. Sipir lain kaya raya karena suap, aku tutup telinga. Kepala penjara mendapat transfer ratusan juta dari napi koruptor agar sel mereka disulap jadi mewah, aku tutup mata. Peduli setan, yang penting aku tidak melakukannya. Aku menjaga jarak dengan hal-hal tersebut. Kenapa kau tidak bisa Fatta. Mulyawati seperti itu. Bahrun. Tutup mata dan telingamu, kau tidak perlu harus berkelahi, apalagi membunuh napi lain demi prinsip yang kau yakini. " (Liye, 2022, p. Muhib Suka membantu "Kalian tidak apa ikut rombonganku ke acara lamaran di ibukota provinsi lain?" "Jangankan ikut acara lamaran. Pak. Lautan api akan kami seberangi. " Baso menjawab Kaharuddin diam. Menyikutnya menyuruh Muhib mengangguk, "Baiklah, kalian naik Masih butuh tiga-empat jam perjalanan menuju rumah calon besan. Aku akan menjawab pertanyaan kalian di atas bus. " (Liye, 2022, p. Suka belajar pada Bahar AuWajah Muhib terlipat-rasa ingin tahunya langsung menguap demi melihat buku tebal. Padahal itu juga yang membuat keahlian Bahar terus meningkat, dia tetap rajin belajar, meminjam buku-buku tersebut dari perpustakaan kota. Atau mencari buku-buku itu di lapak penjual buku bekas. Dia haus sekali pengetahuan tentang reparasi. Setiap kali istirahat memperbaiki barang, dia habiskan dengan membaca. Ay (Liye, 2022, p. Jail "Ondee. Abang sudah ke sana ternyata. " Muhib menyeringai, masuk menggontong televisi rusak. "Apa maksudmu. Hib?Ay Muhib menahan tawa, "Abang tahulah apa maksudku. Ada intelku yang bilang kejadian Abang jatuh di depan toko emas. "Bukan urusanmu. " Muhib tertawa. Baiklah. Baiklah. Tapi bukan Muhib kalau tidak Setiap kali dia keluar masuk membawa peralatan elektronik, melintas di depan Bahar, dia lagi-lagi bertanya, "Abang mau kesana lagi malam ini?" "Kau sudah bertanya tujuh kali. Hib. Sekali lagi kau bertanya, kau bisa dapat hadiah piring atau gelas. " Bahar menggerutu. Muhib tertawa lebar. Lewat lagi. Hingga menjelang waktu istirahat siang. Bahar meletakkan obeng. (Liye, 2022, pp. Delima Cantik Gadis itu sekali lagi melihat-lihat toko Bahar, lantas beranjak pamit, melambaikan tangan, tersenyum amat manisnya. "Ondeh mandeh! Cantiknya. " Muhib bersiul pelan saat punggung gadis itu hilang di keramaian jalan. Cahaya matahari senja menyiram lembut trotoar dan kesibukan di depan sana, "Mimpi apa ambo semalam. "Bang. " Muhib menoleh, "Bang Bahar!" "Eh. iya, ada apa. Hib?" Bahar seperti baru siuman dari pingsan. Sejenak Muhib menatap ekspresi ajaib milik Bahar. Lantas tertawa (Liye, 2022, p. Perhatian "Kalian sering makan siang di sini?" Delima bertanya. "Jarang sih. Kak. Kami biasanya makan siang di restoran mahal dekat kantor gubernur. Tidak level makan di sini. Muhib menjawab asal. (Liye, 2022, p. Sueb Suka memuji "Bacaan shalatmu merdu sekali. " Sueb tersenyum ramah, "Aku belum pernah melihatmu sebelumnya. Apakah adik pekerja kantoran yang sedang shalat di sini?" (Liye, 2022. Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies Baik "Jadi jangan malu-malu, kau sudah tiga bulan di sini. Kau sudah jadi warga sini. Jika kau punya saran, rencana, atau apapun itu, kami semua dengan senang hati mendengarkan. "Terima kasih. Pak. Sudah begitu baik kepadaku. " Sueb tertawa pelan, menepuk-nepuk bahu Bahar, "Aku yang berterima kasih. Bahar. Dengan semua perangai baikmu, kau seperti sudah lama sekali tinggal bersama kami. " (Liye, 2022, p. Latar A Latar Waktu . Latar waktu parsial, yakni hari, minggu, bulan, dan tahun. Latar waktu faktual yakni tahun politik AuLumrah saja saat rombongan politik mengunjungi sekolah-sekolah dengan ribuan Bersilaturahmi, mungkin alasan utamanya. Mencari dukungan suara, apa salahnya. Ay (Liye, 2022, p. A Latar tempat novel Janji, yakni. Sekolah Agama AuAyahku mendirikan sekolah ini persis saat aku dilahirkan. Sekolah agama kecil terletak jauh dari kota mana pun. Itu masa-masa awal yang penuh tantangan, tapi Ayah Sekolah maju pesat, murid-murid berdatangan dari penjuru pulau, juga dari seberang Ay (Liye, 2022, p. Capjiki, est 1938 AuHasan mendongak, menunjuk tulisan di atas pintu masuk. Capjiki, est. Mereka tidak perlu sibuk bertanya lagi. Tempat ini telah ada bahkan sejak jaman Belanda. Ay (Liye, 2022, p. Rumah Bos Acong AuTiga sahabat baik itu harus mengakui betapa mewahnya rumah Bos Acong. Mantan penguasa Kota Tua itu masih menyisakan kemegahan masa mudanya. Ay (Liye, 2022, p. Rumah Pak Asep "Masuklah. " Pak Asep menyilahkan Tiga sahabat itu melangkah masuk. Hasan memperhatikan sekitar. Rumah bedeng itu punya tiga ruangan sederhana. Ruang depan sekaligus ruang tamu. (Liye, 2022, p. Ruang tamu rumah Pak Mansyur Kembali ke era sekarang, ruang taman dengan kursi rotan yang nyaman. "Kau mau kemana?" Kaharuddin bertanya melihat Baso mendadak berdiri. "Ke toilet. " Baso menjawab "Eh, kau seharusnya ijin dulu dengan tuan rumah. " (Liye, 2022, p. Penjara AuMereka bertiga melintasi lorong-lorong penjara. Menatap pintu teralis, sel-sel, lapangan, kantin, juga napi yang sedang beraktivitas siang. Sepexi menapaktilasi kisah Bahrun. Melewati Blok E tersebut. Terus berjalan, hingga akhirnya tiba di Blok F. Blok khusus untuk tahanan korupsi. Ay (Liye, 2022, p. Masjid Agung AuPersis di sebelah Baso. Hasan dan Kaharuddin. Itu susah dimengerti. Tapi saat takdir menyatakan. Muhib harus shalat ashar di Masjid Agung, harus persis berdiri di sebelah Tiga Sekawan itu, maka itulah yang terjadi. Ay (Liye, 2022, p. Di dalam bus rombongan Muhib Tiga Sekawan tidak perlu disuruh dua kali, mereka segera ikut naik bus. "Heh, kalian salah naik bus. " Ibu-ibu tua itu berseru, mencegah. "Tidak, kami memang mau naik bus ini. "Baso tetap naik. "Muhib, siapa tiga anak ini? Kenapa mereka ikut rombongan?" "Tidak tahu. Etek. Tapi mereka ikut kita. " (Liye, 2022, p. Pertigaan jalan besar AuKami hendak menuju ibukota provinsi tempat Bahar tinggal selama delapan tahun, di pertigaan jalan. Secepatnya. Jika perlu malam ini. Ay (Liye, 2022, p. Fatta. Mulyawati Rumah saudagar AuMereka mengira akan rumit bertemu dengan saudagar. Nyatanya tidak, pintu gerbang terbuka lebar-lebar, penjaga membiarkan mereka masuk tanpa bertanya. Ay (Liye, 2022, p. Pemukiman penambang . Au. Tidak ada salahnya mengenang lagi masa-masa itu. Apalagi mengenang Bahar. Suaminya berkata lebih dahulu, "Ayo duduklah, anggap saja rumah sendiri. " "Wah, keren. Lagi-lagi rumah sendiri. " Baso menyeringai lebar, dia duduk di bangku panjang, tangannya segera meraih gorengan bakwan di atas meja. "Heh. Baso. " Kaharuddin menahan tangannya. "Apa? Aku lapar ini, ada bakwan " "Ini warung makan, kau harus beli. " "Eh, masa' di rumah sendiri harus bayar. Baso menyeringai-kemudian tertawa. Dia hanya bergurau, tentu saja dia akan bayar. Ay (Liye, 2022, p. Masjid Warga Lima menit, sambil berjalan santai menikmati jalanan, mereka tiba di Masjid warga. Bangunannya sederhana, berwarna hijau, dengan kubah dan menara. Sama seperti masjidmasjid yang kalian kenal, tapi jamaahnya ramai. Ay (Liye, 2022, p. A Latar Sosial dalm novel Janji, yakni. Pakaian deta, sasampiang dan keris yang merupakan pakaian adat untuk prosesi pernikahan AuDia mengenakan pakaian adat komplit berwarna hitam. Di kepalanya ada deta atau penutup kepala yang dililitkan membentuk kerutan, di pinggangnya terselempang kain senada, juga sasampiang di pundak. Bahkan dia masih membawa keris di pinggang. Amboi. Ay (Liye, 2022, p. Remisi yang merupakan sebuah pengurangan masa hukuman atau bisa disebut AopemasyarakatanAo penjara. Jadi napi yang berkelakuan baik, mereka mendapatkan apresiasi potongan masa tahanan. Ada tiga jenis remisi, yakni remisi umum, diberikan setiap 17 Agustus. Remisi Khusus, diberikan sesuai hari raya atau hari besar agama napi masing-masing. Dan remisi tambahan, khusus bagi napi yang berprestasi, seperti melakukan kegiatan kemanusiaan, membantu pembinaan, atau berbuat jasa kepada negara saat di penjara. Tapi kebanyakan Remisi dalam cerita novel Janji ini, teorinya kacau balau. "Bayangkan, napi koruptor di blok F, rata- rata mereka mendapatkan remisi dua bulan. Gila. Setiap 17 Agustus mereka dapat 6 bulan, setiap lebaran dapat 2 bulan, itu berarti setiap tahun total dapat potongan 8 bulan. Sampah! Jika mereka dihukum 10 tahun, mereka sebenarnya cukup masuk penjara 3-4 tahun saja. Belum lagi, lucunya, remisi itu seharusnya diberikan kepada napi dengan berkelakuan baik, apanya yang baik, napi koruptor itu menyuap habis-habisan untuk mendapatkan televisi besar, kakus duduk. AC, sel mereka sudah mirip Juga menyuap agar bisa pura-pura berobat di luar, tapi sebenarnya pulang ke rumah. Apanya yang berkelakuan baik? Mereka membayar mahal untuk mendapatkan remisi Ay (Liye, 2022, p. 17 Agustus merupakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang setiap tahun selalu dirayakan dengan berbagai rangkaian kegiatan, seperti upacara bendera, pawai keliling kota, dan mengadakan berbagai jenis perlombaan sebagai bentuk kemeriahan di hari kemerdekaan tersebut. "Aku minta maaf tidak bisa berbuat banyak. Bahrun. Mereka sengaja melakukannya. Sudah empat kali lebaran, empat kali 17 Agustusan, kau tidak pernah mendapatkan remisi. Aku tidak tahu hingga kapan aku pura-pura tutup kuping, tutup mata, menyaksikan ketidakadilan (Liye, 2022, p. Bulan Madu yang merupakan tradisi bagi para pengantin baru dari berbagai kalangan di dunia usai melakukan pernikahan. Bulan madu atau honeymoon adalah perjalanan yang dilakukan oleh sepasang kekasih yang baru saja Adjektiva: Educational Languages and Literature Studies menikah untuk merayakan dan menikmat pernikahan mereka. Muhib tertawa, menepuk-nepuk meja, "Abang tidak mau bulan madu begitu? Pergi ke Bali atau luar negeri? Tenang saja, nanti aku urus toko ini. Abang bisa liburan sebulan di " (Liye, 2022, p. Sarana-sarana Sastra Judul Judul dalam novel karya Tere Liye ini adalah Janji. Novel ini menggambarkan bahwa seseorang yang sudah berjanji itu harus menepati janjinya. Dengan kata lain, ia tidak mengingkari janji yang disepakati. Sosok Bahar yang berjanji demi bisa meninggalkan sekolah agamanya tersebut karena merasa tidak betah, melalui gurunya (Ayah Buy. ia berjanji akan lima hal yang akhirnya tidak pernah ia ingkari. Sehingga dengan keteguhan hatinya dalam menepati janji, ia dijanjikan melalui mimpi Ayah Buya dengan diberikan kendaraan mewah untuk menuju surga. Sudut Pandang Sudut pandang dalam novel Janji adalah sudut pandang orang ketiga-terbatas. Pengarang mengacu semua karakter dan memposisikan sebagai orang ketiga, yakni Bahar. Baso. Hasan. Kahar. Buya. Ayah Buya. Pak Asep. Pak Mansyur. Bos Acong. Pak Muji. Muhib. Delima, dan Sueb. Akan tetapi, hanya menggambarkan apa yang dilihat, didengar, dan difikirkan oleh beberapa karakter saja karena sifatnya terbatas, yakni Baso. Hasan, dan Kahar. Gaya dan Tone Gaya bahasa yang digunakan dalam novel Janji karya Tere Liye sangatlah mudah Penggunaan bahasa Indonesia yang baku namun masih terdapat beberapa kata yang masih menggunakan bahasa daerah. Bisa jadi karena memang pengarang ingin memunculkan imajinasi pembaca untuk membawa kedaerah tersebut. Tone dalam novel Janji yakni kelembutan hati nurani dibalik rupa garang. Pengarang mampu membawa pembaca untuk larut menyelami kenakalan Bahar lewat apa yang difikirkan tentang riwayat masa lalu. Namun, seiring berjalannya waktu, sosok yang awalnya dianggap nakal, malah akhirnya ia membawa nilai-nilai kebaikan bagi orang yang bersinggungan langsung dengan dirinya maupun orang yang hanya mengetahui dari cerita. Simbolisme Simbolisme dalam novel Janji karya Tere Liye ini adalah seorang laki-laki yang berbadan tinggi besar, berotot, dengan potongan rambut dua senti, dan berkulit kaliang menandakan bahwa ciri-ciri tersebut merupakan deskripsi fisik pengarang dari daerah luar Jawa lebih tepatnya Sumatera. Termasuk dari acara pernikahan yang ditulis pengarang dengan pakaian adat khas Sumatera. Ironi Ironi dalam novel Janji terdapat ironi dramatis, yaitu ketika ketiga sekawan melakukan kenakalan dalam memasukkan garam pada teh yang akan disuguhkan kepada tamu Agung dari Buya. Sehingga hal itulah yang membawa ketiga sekawan itu mendapat hukuman untuk memenuhi misi misi yang diberikan Buya dalam menemukan atau mencari tahu sosok Bahar. Orang yang sama nakalnya dengan mereka ketika di pesantren agar menjadi pelajaran hidup KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang sudah dipaparkan pada bagian terdahulu dapat dikemukan beberapa simpulan sebagai berikut: Tema dalam novel Janji karya Tere Liye ada dua, yaitu persahabatan dan perjalanan untuk menemukan pelajaran hidup sehingga membuat suatu cerita lebih menyatu dan relevan dengan setiap rangkaian peristiwa sebelumnya. Fakta-fakta cerita dalam novel Janji berdasarkan kisah nyata yang dapat dibuktikan kebenarannya dari segi alur, karakter, dan latar sehingga terbentuk suatu unsur struktur faktual dalam kehidupan. Fatta. Mulyawati Sarana-sarana sastra dalam novel Janji menjadikan suatu karya sastra yang mempunyai nilai estetika dengan adanya judul, sudut pandang, gaya dan tone, simbolisme, dan ironi sebagai ciri khas dari novel Janji hasil karya Tere Liye. REFERENSI