Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 POTENSI INTERAKSI WARFARIN SEBAGAI ANTIKOAGULAN PADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT PALEMBANG Hendik Riawan1. Arie Firdiawan2. Nilda Lely3. Novi Nurleni4 Program Studi S1 Farmasi. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi Palembang1,2,3 Farmasi Klinis, 3Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi hendikriawan5@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Warfarin adalah obat antikoagulan oral yang digunakan untuk profilaksis dan pengobatan tromboemboli. Tromboemboli merupakan penyakit dan penyebab kematian yang paling Tujuan: Mengetahui karakteristik pasien, profil penggunaan obat dan potensi interaksi obat pada pasien rawat inap yang mendapatkan terapi warfarin. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Data diambil dari 210 rekam medik pasien rawat inap RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang periode 2021-2023. Hasil: Hasil data penggunaan obat pasien didapatkan keluhan terbanyak nyeri dada . ,63%), diagnosa terbanyak CHF . ,33%), lama pemberian >7 hari . ,67%), dosis <35 mg . ,33%), tanpa kejadian efek samping . ,55%), penyakit penyerta terbanyak Hipertensi . ,75%) dan Diabetes Melitus . ,75%), terapi yang digunakan terbanyak antihipertensi . ,10%), nilai INR 3-4,9 . ,33%). Potensi interaksi obat terjadi pada . ,05%) pasien dan tanpa potensi . ,95%). Potensi interaksi obat berdasarkan mekanisme yaitu interaksi farmakokinetik . ,21%) dan farmakodinamik . ,79%). Potensi interaksi obat berdasarkan tingkat keparahan yaitu moderat . ,68%), minor . ,69%) dan major . ,63%). Potensi interaksi obat berdasarkan tingkat risiko yaitu C . ,98%). B . ,92%), dan D . ,11%). Saran: Peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian secara prospektif agar data yang didapatkan lebih akurat dan diharapkan kolaborasi dokter dan apoteker dalam memonitoring interaksiobat terhadap pasien yang mendapatkan terapi warfarin untuk meningkatkan efek pengobatan. Kata Kunci : Antikoagulan. Warfarin. Interaksi Obat ABSTRACT Background: Warfarin is an oral anticoagulant drug used for the prophylaxis and treatment of Thromboembolism is the most common disease and cause of death. Objective: To determine patient characteristics, drug use profiles, and potential drug interactions in hospitalized patients receiving warfarin therapy. Methods: This study is descriptive in nature with data collection carried out retrospectively. Data were taken from 210 medical records of inpatients at Dr. Mohammad Hoesin Hospital. Palembang for the period 2021-2023. Results: The results of patient drug use data showed that the most common complaint was chest pain . 63%), the most common diagnosis was CHF . 33%), the duration of administration was >7 days . 67%), the dose was <35 mg . 33%), without side effects . 55%), the most common comorbidities were Hypertension . 75%) and Diabetes Mellitus . 75%), the most commonly used therapy was antihypertensive . 10%), and the INR value was 3-4. 33%). Potential drug interactions occurred in . 05%) patients and without potential . 95%). Potential drug interactions based on mechanisms were pharmacokinetic interactions . 21%) and pharmacodynamic interactions . 79%). Potential drug interactions based on severity were moderate . 68%), minor . 69%) and major . 63%). Potential drug interactions based on risk level were C . 98%). B . 92%), and D . 11%). Suggestion: Further researchers should conduct prospective research so that the data obtained is more accurate and it is hoped that there will be collaboration between doctors and pharmacists in monitoring drug interactions in patients receiving warfarin therapy to improve the effects of treatment. Keywords: Anticoagulants. Warfarin. Drug Interactions | 302 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 PENDAHULUAN tepat tercapai (Ozturk et al. , 2. Warfarin adalah obat antikoagulan Kekurangan oral yang digunakan untuk profilaksis dan pengobatan tromboemboli. Tromboemboli Pemberian obat berdasarkan Kelainan ini merupakan penyerta penyakit pada dosis rata-rata, yaitu dosis yang lain misalnya diabetes mellitus, varises terapeutik dengan efek samping minimal. pembuluh darah arteri. Banyak faktor yang Jika dosis rata-rata tidak menimbulkan efek mempengaruhi timbulnya tromboemboli, atau timbul efek yang berlebihan, maka dilakukan penghentian obat tanpa perlu mempertimbangkan apakah dosis yang merokok, imobilisasi atau penggunaan diberikan telah sesuai dengan kebutuhan obat-obatan yang mengandung estrogen pasien (Putri et al. , 2. (Putri et al. , 2. Masalah utama penggunaan warfarin Triad Virchow menggambarkan tiga yaitu variasi respon antar individu sangat tinggi, sehingga sulit untuk mendapatkan peningkatan risiko tromboemboli, antara dosis yang tepat bagi setiap pasien. Hal ini lain statis vena, kerusakan vaskular, dan akan berakibat banyak pada kasus DRP hiperkoagulabilitas (Agnesha & Rahardjo, (Drug Related Proble. dalam bentuk efek Salah satu obat yang digunakan reactio. atau efek samping obat(Apriyandi . dverse et al. , 2. Interaksi obat juga termasuk salah satu permasalahan utama bagi pasien (Apriyandi et al. , 2. yang menerima terapi polifarmasi. (Farhaty Diakui secara luas bahwa warfarin & Sinuraya, 2. memiliki indeks terapeutik yang sangat Monitoring terapi dari antikoagulan sempit, penentuan dosis terapeutiknya pada pasien diukur dengan parameter waktu dapat menjadi tantangan. Oleh karena itu, efek samping dari penggunaan warfarin International Normalized Ratio (PT-INR) (Putri et al. , 2. INR adalah komponen pengobatan hingga dosis terapeutik yang | 303 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 disebabkan efek samping terapi ini yaitu yang paling sering terjadi adalah hematuria ketika terjadi dan hematoma subkutan atau ekimosis. perdarahan sehingga sulit dihentikan. INR Dalam penelitian yang dilakukan oleh memiliki fungsi sebagai kontrol agar efek Sayhan et al. keluhan yang paling antikoagulan tidak berlebihan dan dapat mencegah efek samping (Kemenkes RI, penggunaan warfarin yang dirawat di UGD Efek samping obat (ESO) adalah respon terhadap suatu obat yang merugikan dan . ,9%), hematuria . ,6%), dan sianosis pada kulit . ,1%). tidak diinginkan yang terjadi pada dosis Pada penelitian yang dilakukan oleh yang biasanya digunakan pada manusia Ningrum et al. tentang insiden untuk pencegahan, diagnosis, modifikasi perdarahan pada pasien yang diberikan fungsi fisiologis atau untuk terapi penyakit warfarin di salah satu rumah sakit di (WHO, 2. Risiko terjadinya efek Yogyakarta, tiga indikasi penggunaan pemberian obat secara bersamaan dengan kongestif, fibriliasi atrium pada gagal obat lain dan menyebabkan interaksi obat. jantung kongestif dan fibriliasi atrium. Efek samping obat perlu dimonotoring dan dilaporkan oleh tenaga kesehatan, hal ini METODE PENELITIAN bertujuan untuk mendeteksi kemungkinan Jenis penelitian yang digunakan pada terjadinya efek samping obat yang serius penelitian ini bersifat deskriptif non- sehingga dapat membantu memastikan Pengambilan datadilakukan bahwa pasien mendapatkan produk yang aman dan berkhasiat (BPOM, 2. sekunder pada tahun 2021-2023 untuk menggunakan data Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengetahui karakteristik pasien, gambaran oleh Ozturk et al. mengenai penggunaan obat dan potensi interaksi obat komplikasi perdarahan pada pasien yang warfarin pada pasien rawat inap di Rumah diobati warfarin dirawat di unit gawat Sakit Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin darurat, keluhan paling umum adalah Palembang. %), sesak napas . ,7%), dan Subjek pada penelitian ini adalah nyeri ekstremitas . %). Perdarahan besar atau kecil terjadi setidaknya satu kali pada menggunakan obat warfarin di Rumah Sakit 33,3% pasien. Perdarahan besar atau kecil Umum Pusat Dr. Mohammad Hoesin | 304 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Palembang pada tahun2021-2023. Kriteria inklusi yaitu pasien dewasa Ou 18 tahun, pasien dengan atau tanpa perdarahan dan penyerta, terapi yang digunakan, serta pasien yang memiliki hasil laboratorium klinik penggunaan warfarin yang terdiri INR. Kriteria eksklusi yaitu pasien dengan rekam medik dari nilai INR. yang tidak lengkap dan tidak terbaca. Data yang diperoleh dari penelitian ini Populasi dalam penelitian ini sebanyak diolah dan dikelompokkan berdasarkan 688 pasien, yang memenuhi kriteria pada kejadian perdarahan dan menganalisa inklusi daneksklusi untuk dijadikan sampel gambaran penggunaan obat ada atau sebanyak 210 pasien. Instrumen Data pasien serta penelitian ini adalah lembar pengumpulan interpretasi klinik disajikan dalam bentuk data yang disusun oleh peneliti, terdiri dari tabel dan presentase dan gambaran interaksi lembar pengumpulan data karakteristik pasien yang meliputi nama pasien, nomor lexicomp untuk melihat ada atau tidaknya rekam medis, usia, jenis kelamin, status interaksi obat. Lembar HASIL PENELITIAN Tabel 1. Data Karakteristik Pasien Kejadian Perdarahan Karakteristik Tanpa Perdarahan Perdarahan . = . (%) (%) Usia <60 tahun Ou60 tahun Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Status Pernikahan Kawin Belum Kawin Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja | 305 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Berdasarkan karakteristik usia pasien <60 tahun dengan karakteristik kawin dengan kategori tanpa kategori tanpa perdarahan lebih banyak 123 perdarahan lebih banyak 185 . ,87%) dari . ,08%) dari pada usia <60 tahun kategori pada kategori perdarahan, sedangkan belum perdarahan, sedangkan usia Ou60 tahun kawin kategori dengan tanpa perdarahan kategori dengan tanpa perdarahan lebih lebih banyak 10 . ,13 %) daripada kategori banyak 63 . 31 %) daripada kategori perdarahan, data karakteristik jenis kelamin dengan kategori tanpa perdarahan lebih laki-laki dengan kategori tanpa perdarahan banyak 115 . ,97%) dari pada kategori lebih banyak 132 . ,69%) dari pada kategori dengan tanpa perdarahan lebih banyak 80 . ,03 %) daripada kategori perdarahan lebih banyak 63 . 31 %) Keluhan Sesak Nafas Nyeri Dada Demam Dada Berdebar Badan Lemas Nyeri Ulu Hati Mual dan Muntah Pusing Penurunan Kesadaran Batuk Kaki Kesemutan Pembengkakan di kaki Konstipasi Tabel 2. Keluhan Pasien Jumlah . Persentase (%) Berdasarkan hasil penelitian data paling umum adalah nyeri dada 97 keluhan pasien, didapatkan keluhan pasien . ,63%), sesak nafas 94 . ,34%) dan teratas yang diresepkan warfarin yang dada berdebar . ,72%). | 306 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Kejadian Perdarahan Tabel 3. Data Penggunaan Obat Pasien Perdarahan . Tanpa perdarahan . (%) (%) Diagnosa Atrial fibrillation Congestive Heart Failure Infark Miokard Mitral Valve Replacement Deep Vein Thrombosis Lama Pemberian O 7 hari > 7 hari Dosis mg/lama penggunaan < 35 > 50 Berdasarkan penelitian data dengan kejadian perdarahan pada penelitian diagnosa pasien, diagnosa teratas pada ini adalah CHF sebanyak 8 orang . ,33%). pasien yang mendapatkan terapi warfarin Efek Samping Mimisan Gusi Berdarah BAB dan BAK berdarah Tidak Ada Tabel 4. Efek Samping Obat Jumlah . Persentase (%) Berdasarkan hasil penelitian data efek mimisan sebanyak 15 pasien . ,04%), gusi samping obat, terdapat 195 pasien . ,55%) berdarah sebanyak 2 pasien . ,94%) serta tidak mengalami efek samping dan 15 BAB dan BAK berdarah sebanyak 1 pasien pasien yang mengalami efek samping obat. ,47%). Efek samping yang dialami pasien yaitu Kejadian Perdarahan Penyakit Penyerta : Hipertensi Diabetes Melitus Kolesterol Tabel 5. Penyakit Penyerta Perdarahan . (%) Tanpa perdarahan . (%) | 307 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Gagal Ginjal Akut Gagal Ginjal Kronik Tidak Ada Berdasarkan perdarahan, penyakit gagal ginjal akut penyakit penyerta, profil penyakit penyerta kategori tanpa perdarahan lebih banyak 16 pasien di dominasi pada hipertensi kategori orang . ,11%) lebih banyak daripada tanpa perdarahan lebih banyak 53 orang kategori perdarahan, penyakit penyakit . ,56%) daripada kategori perdarahan, gagal ginjal akut kategori tanpa perdarahan penyakit diabetes melitus kategori tanpa lebih banyak 4 orang . 78%) lebih banyak perdarahan lebih banyak 33 orang . ,67%) daripada kategori perdarahan, data tidak daripada kategori perdarahan, penyakit ada penyakit penyerta kategori tidak kolesterol kategori tanpa perdarahan lebih banyak 21 orang. ,33%) daripada kategori . ,56%) daripada kategori perdarahan. Tabel 6. Terapi Yang Digunakan Pasien Analgetik dan Antipiretik Pantoprazole Omeprazole Ranitidine Sukralfat Loperamide Golongan obat Nama Obat Opioid Paracetamol Morphine Sulfentanyl Total Saluran Cerna Penghambat pompa proton Antagonis histamine H2 Antidiare Total Antiinflamasi Lansoprazole Jumlah . =1. NSAID Kortikosteroid Ibuprofen Ketorolac Methylprednisolon Total Antiangina Nitrat Trizedon (Trimetazidin. ISDN . sosorbide Nitral . lyceryl (%) | 308 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 NRF . itrokaf retard Total Antiaritmia Glikosida Total Antibiotik Total Antidiabetik Bronkodilator Beta laktam Fluorokuinolon Makrolida Nitroimidazole Sefalosporin Sulfonilurea Insulin Inhibitor SGLT2 Biguanida Digoxin Meropenem Levofloxacin Azitromycin Metronidazole Ceftriaxone Cefuroxime Ondansetron Metoclopramide Retaphyl (Theophyllin. Salbutamol Symbicort . udesonide/formoterol Gliclazide Glimepiride Novorapid Levemir Jardiance . Metformin Total Antiemetik Total Antihipertensi Antagonis Antagonis dopamine (D. ARB Diuretik ACE inhibitor Beta blockers Rytomonorm . Total Antiasma Candesartan Uperio . acubitril/valsarta. Furosemide Spironolactone Ramipril Captopril Concor . V Block . | 309 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Penghambat pompa proton Antagonis histamine H2 Antidiare Total Antiinflamasi NSAID Kortikosteroid Pantoprazole Omeprazole Ranitidine Sukralfat Loperamide Rytomonorm . Digoxin Meropenem Levofloxacin Azitromycin Metronidazole Ceftriaxone Cefuroxime Ibuprofen Ketorolac Methylprednisolon Total Antiangina Nitrat Trizedon (Trimetazidin. ISDN . sosorbide Nitral . lyceryl NRF . itrokaf retard Total Antiaritmia Glikosida Total Antiasma Total Antibiotik Total Antidiabetik Bronkodilator Beta laktam Fluorokuinolon Makrolida Nitroimidazole Sefalosporin Sulfonilurea Insulin Inhibitor SGLT2 Retaphyl (Theophyllin. Salbutamol Symbicort . udesonide/formoterol Gliclazide Glimepiride Novorapid Levemir Jardiance . | 310 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Biguanida Metformin Ondansetron Metoclopramide Simarc . Xarelto . Arixtra . ondaparinux N. Heparin Lovenox . noxaparin N. Total Antiemetik Total Antihipertensi Antagonis Antagonis dopamine (D. ARB Diuretik ACE inhibitor Beta blockers CCB Total Antihipoalbumin Total Antihistamin Nebilet . Propanolol Amlodipin Albumin Betahistine Cetirizine Diphenhydramine Total Antijamur Total Antikoagulan Candesartan Uperio acubitril/valsarta. Furosemide Spironolactone Ramipril Captopril Concor . V Block . Neostatin Antagonis Vitamin Penghambat faktor Xa Penghambat Total Antikolesterol Total Antikonvulsan Statin Atorvastatin Rosuvastatin Simvastatin Fenitoin Gabapentin | 311 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Benzodiazepin Total Antiplatelet Alprazolam Frisium (Clobaza. Diazepam KSR . Zinc sulfat CaCo3 . alsium Aspilet Brilinta . Cilostazol Plavix (Clopidogre. Total Obat Pencahar Dulcolax . Lactulax . Laxadin (Phenolphtalein/Paraffi Liquidu. Total Mukolitik Total Vasokonstivator Resfar (N acetyl sistei. Dobutamin Norepinefrin Total Vitamin dan Mineral Vitamin Vitamin B12 (Mecobalami. Vitamin C Vitamin D Asam folat Neurodex . it B1. Suplemen Total Berdasarkan data yang diperoleh penggunaan warfarin biasanya menerima dari penelitian yang ada pada rekam medis, beberapa obat secara bersamaan karena terapi yang diberikan bersamaan dengan adanya penyakit penyerta. Dalampenelitian pemberian warfarin terbanyak pada pasien ini, profil penyakit penyerta pasien di yaitu golongan antihipertensi sebanyak dominasi oleh hipertensi sebanyak 3 pasien . ,10%). ,00%). Hal | 312 Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Tabel 7. Interpretasi data klinik Kejadian Perdarahan Tanpa Perdarahan . = . Perdarahan . (%) (%) Karakteristik 0-2,9 3-4,9 Ou5 Berdasarkan kelompok distribusi nilai INR, total interpretasi data klinik pada pasien yang mendapatkan terapi warfarin dengan pasien dengan nilai INR 3-4,9 sebanyak kejadian perdarahan terbagi menjadi 3 14 pasien. ,33%). Tabel 8. Interaksi Pada Pasien yang Mendapatkan Warfarin Interaksi Obat Tingkat Kepara Arixtra War . ondaparinux farin N. Moderat Major Moderat Aspilet Azitromycin Brilinta (Ticagrelo. Ceftriaxone Cefuroxime Plavix (Clopidogre. Digoxin Gliclazide Glimepirid Ibuprofen Ketorolac Lactulax . Lansoprazole Levofloxacin Methyl Metronidazole Omeprazole Paracetamol Ranitidine Rosuvastatin Rytomonorm . Risiko Meka Jumlah . Moderat Moderat Moderat Major Minor Moderat Moderat Moderat Moderat Moderat Moderat Moderat Moderat Major Moderat Moderat Moderat Moderat Moderat Potensi Meningkatkan dari antagonis Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Lovenox Moderat . noxaparin N. Xarelto Moderat . Heparin Moderat Pantoprazole Moderat Fenitoin Moderat Furosemide Minor Spironolactone Sukralfat Vitamin C Metformin Minor Moderat Moderat Minor Mengurangi dari antagonis Ket : FK (Farmakokineti. FD (Farmakodinami. Tabel 9. Interaksi Obat Berdasarkan Mekanisme Farmakologi Jumlah Persentase (%) Farmakokinetik Farmakodinamik Total Berdasarkan hasil penelitian dari 210 ,21%), pasien rekam medis, didapatkan interaksi farmakodinamik sebesar 172 interaksi . ,79%). Tabel 10. Prevalensi Potensi Interaksi Obat pada Pasien yang Mendapatkan Terapi Warfarin No. Kejadian Interaksi Obat Jumlah Persentase (%) Pasien dengan potensi interaksi obat Pasien tanpa potensi interaksi obat Total Berdasarkan mendapatkan terapi warfarin, didominasi . ,05%) sedangkan pasien tanpa potensi interaksi obat sebanyak 2 pasien . ,95%). oleh pasien dengan potensi interaksi obat Tabel 11. Tingkat Keparahan Potensi Interaksi pada Pasien yang Mendapatkan Terapi Warfarin No. Tingkat Keparahan Jumlah Persentase (%) Minor Moderate Major Total Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Berdasarkan yang paling banyak yaitu kategori moderat keparahan potensi interaksi obat pada . ,68%), kategori minor . ,69%) dan pasien yang mendapatkan terapi warfarin di kategori major . ,63%). RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang No. Tabel 12. Interaksi Obat Warfarin Berdasarkan Tingkat Risiko Tingkat Risiko Jumlah Persentase (%) Total Berdasarkan interaksi dengan kategori risiko potensi interaksi obat warfarin yang penggunaan terapi. Kategori ini banyak paling banyak yaitu kategori C sebanyak ditemukan pada interaksi warfarin dan 308 interaksi . ,98%). Warfarin memiliki Interaksi antara warfarin potensi yang tinggi untuk berinteraksi dengan banyak obat lain lebih banyak ditemukan pada kategori C, yaitu interaksi Klasifikasi ditetapkan sebagai potensi interaksi yang dengan potensi major atau moderat. PEMBAHASAN Karakteristik Data Pasien karakteristik kawin dengan kategori tanpa Berdasarkan perdarahan lebih banyak 185 . ,87%) dari karakteristik usia pasien <60 tahun dengan pada kategori perdarahan, sedangkan belum kategori tanpa perdarahan lebih banyak 123 kawin kategori dengan tanpa perdarahan . ,08%) dari pada usia <60 tahun kategori lebih banyak 10 . ,13 %) daripada kategori perdarahan, sedangkan usia Ou60 tahun kategori dengan tanpa perdarahan lebih dengan kategori tanpa perdarahan lebih banyak 63 . 31 %) daripada kategori banyak 115 . ,97%) dari pada kategori perdarahan, data karakteristik jenis kelamin laki-laki dengan kategori tanpa perdarahan kategori dengan tanpa perdarahan lebih lebih banyak 132 . ,69%) dari pada banyak 80 . ,03 %) daripada kategori Hal ini sesuai dengan hasil penelitian perdarahan lebih banyak 63 . 31 %) Rahmawati et al. , . menunjukkan Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 bahwa jumlah pasien yang menggunakan sebanyak 18 pasien . ,2%). Berdasarkan warfarin lebih banyak pada rentang usia 60- hasil penelitian data karakteristik status 80 tahun sebanyak 37pasien . %). perkawinan, didapatkanbahwa profil status Informasi ini menjadi penting karena perkawinan pada pasienyang menggunakan usia lanjut sangat sensitif terhadap warfarin. warfarin mayoritas pasien memiliki status Secara perkawinan sebagai antagonis vitamin K dilakukan dengan kawin sebanyak 14 pasien . ,33%). Berdasarkan peningkatan risiko perdarahan besar pada pasien lanjut usia Capodanno at al . penelitian ini dibagi menjadi 2 kelompok Perubahan yaitu bekerja dan tidak bekerja. Pada tabel 1 didapatkan bahwa pasien yang paling farmakodinamik obat, pengaruh kepatuhan warfarin karena indeks terapeutik obat yang kelompok tidak bekerja sebesar 9 pasien sempit dan adanya peresepan multiple drug . ,00%) dari total 15 pasien. Hasil yang therapy yang diterima (Rahmawati et al. Rahmawati et al. , . bahwa responden Berdasarkan yang paling banyak adalah kelompok tidak karakteristik jenis kelamin, profil jenis bekerja yaitu 59 orang . %) dari total 97 kelamin pasien di dominasi laki-laki responden, hal ini disebabkan karena pasien sebanyak 8 pasien . ,33%). Hal ini sesuai tidak bekerja cenderung kurang memiliki dengan hasil penelitian Octasari et al. aktivitas, memiliki pola hidup yang tidak . , pasien laki-laki lebih banyak sehat dan kurang berolahraga. ,7%) Keluhan Pasien Laki-laki memiliki risiko lebih Data Penggunaan Berdasarkan hasil tinggi disebabkan perubahan gaya hidupdan penelitian data keluhan pasien, didapatkan kebiasaan merokok. keluhan pasien teratas yang diresepkan Hasil yang sama juga ditunjukkan pada warfarin yang paling umum adalah nyeri penelitian Ozturk et al. , . yang dada 97 . ,63%), sesak nafas 94 . ,34%) menerangkan bahwa jumlah pasien yang dan dada berdebar. ,72%). warfarin lebih Hal ini berkaitan dengan diagnosa ditemukan pada jenis kelamin laki-laki terbanyak yang dialami oleh pasien dengan Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 kejadian perdarahan yaitu CHF. Menurut INR PERKI, . anamnesis yang ditemukan Penggunaan NSAID dalam pasien dengan diagnosa CHF adalah sesak nafas. plasma karena memiliki ikatan protein yang Hal ini sesuai dengan penelitian yang tinggi serta mekanisme metabolisma yang dilakukan oleh Ozturk et al. , . sama melalui CYP450. Golongan NSAID dimana keluhan teratas yang diresepkan juga menyebabkan terjadinya gastropati dengan warfarin yaitu sesak nafas . ,7%), sehingga meningkatkan risiko terjadinya nyeri ekstremitas ( 27%) dan muntah . ,1%). Berdasarkan sebaiknya dihindari. Penggunaan NSAID mendapatkan terapi warfarin, didominasi dan penghambat COX-2 merupakan pilihan oleh pasien dengan potensi interaksi obat sebanyak 208 pasien . ,05%) sedangkan gastrointestinal yang minimal. Penggunaan Karena sebanyak 2 pasien . ,95%). Dalam mempotensiasi efek warfarin dengan cara diketahui memiliki indeks terapetik yang memproduksi vitamin K. antibiotik juga dapat meningkatkan risiko perdarahan dengan mekanisme inhibisi metabolisme dengan obat dan makanan lain sehingga warfarin yang dimiliki oleh sejumlah penggunaannyaharus dipantau dengan nilai Untuk mencegah interaksi yang International Normalized Ratio (INR). dapat berakibat fatal sebaiknya pasien yang Penggunaan warfarin dengan beberapa obat mengakibatkan perubahan pada nilai INR diberikan antibiotik golonganmetronidazol, pasien (Aulia & Mustarichie, 2. Pemberian trimethoprim-sulfametoksazol, dengan antiplatelet akan meningkatkan pemeriksaan INR dapat dimonitor setiap hari (Suardi et al. , 2. hemostatis danpenghambatan pembentukan Beberapa antiplatelet juga dapat merubah metabolisme warfarin sehingga Data Penggunaan Obat Pasien Berdasarkan data diagnosa pasien. Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 pada pasien pada waktu pemberian > 1 tahun sebanyak 27 orang . ,4%). Hasil yang berbeda pada kejadian perdarahan pada penelitian ini penelitian yang dilakukan oleh Rahmawati adalah CHF sebanyak 8 orang . ,33%). et al. , . mengatakan bahwa durasi CHF atau penyakit jantung kongestif penggunaan warfarin paling banyak pada adalah penyakit jantung karena jantung rentang waktu 0-6 bulan sebanyak 35 gagal untuk menyuplai pasokan darah yang pasien . %). dibutuhkan tubuh. Pasien dengan diagnosa Adapun asumsi peneliti dimana pasien CHF adalah kondisi kegagalan jantung yang menggunakan terapi warfarin jangka dengan adanya penyempitan pembuluh panjang akan sensitif terhadap perubahan darah arteri jantung karena berkurangnya kadar vitamin K dalammakanan pada tubuh pasokan darah pada otot jantung (PERKI, waktu ke waktu. Pasien harus diberitahu tentang kemungkinan perubahan INR. Hasil yang sama ditunjukkan pada khususnya dalam menggunakan suplemen penelitian Octasari et al. , . bahwa makanan atau herbal. Berdasarkan hasil diagnosa penyakit terbanyak penggunaan penelitian data penggunaan dosis warfarin warfarin adalah diagnosa CHF (Congestive pada penelitianini, terdapat tiga kelompok Heart Failur. yaitu 44 pasien . ,77%). Hal yang sama juga dapat dilihat pada warfarin yang diberikan, penelitian yang dilakukan oleh Ningrum et perdarahan terdapat 11 pasien . ,33%) , . yang mengatakan penyakit dengan dosis <35 mg/minggu, 4 pasien teratas yang diresepkan dengan warfarin . ,67%) dengan dosis 35-50 mg/minggu adalah CHF. dan tidak ada pasien yang mendapatkan Berdasarkan dosis >50 mg/minggu. karakteristik lama pemberian terbanyak Hasil ini sejalan dengan penelitian pada pasien yang mendapatkan terapi yang dilakukan oleh Ozturk et al. , . warfarin dengan kejadian perdarahan pada dimana kelompok terbanyak terdapat pada penelitian ini dengan lama pemberian >7 kelompok dengan dosis <35 mg/minggu hari sebanyak 10 orang . ,67%). sebanyak 31 pasien . ,5%), kelompok Hal ini sama dengan hasil penelitian kedua terbanyak pada kelompok dengan Ozturk et al. , . menunjukkan bahwa dosis 35-50 mg/minggu sebanyak 7 pasien pasien yang mendapatkan terapi warfarin . ,9%) dan pada kelompok dengan dosis dengan kejadian perdarahan lebih banyak >50 mg/minggu terdapat 1 pasien . ,6%). Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Asumsi peneliti bahwa dosis warfarin oleh Ozturk et al. , . perdarahan besar akan memengaruhi nilai INR, semakin atau kecil yang paling sering terjadi adalah tinggi dosis maka akan semakin tinggi pula hematuria dan perdarahan pada kulit. INR, namun dalam penelitian Asumsi dosis<35mg/minggu merupakan efek samping utama warfarin. menunjukkan kejadian perdarahan lebih Terjadinya perdarahan dapat dilihat dengan tinggi dibandingkan dengan dosis 35-50 beberapa gejala seperti mimisan, gusi mg/minggu dan >50 mg/minggu. Hal ini berdarah, feses hitam, urin berdarah, perdarahan pada saluran cerna, dan memar. mempengaruhi efek warfarin pada setiap Efek samping yang ditimbulkan akibat individu pasien seperti umur, variasi warfarin dengan obat lain yaitu perdarahan, nekrosis kulit, vaskulitis leukositoklastik, kepatuhan pasien, aktivitas fisik, asupan gangguan ginjal, eosinophilia. vitamin K, konsumsi alkohol. Penyakit Penyerta dengan makanan dan kebutuhan monitoring Berdasarkan hasil penelitian data penyakit penyerta, profil penyakit penyerta Efek Samping Obat pasien di dominasi pada hipertensi kategori Berdasarkan hasil penelitian data efek tanpa perdarahan lebih banyak 53 orang samping obat, terdapat 195 pasien . ,55%) . ,56%) daripada kategori perdarahan, tidak mengalami efek samping, dan 15 penyakit diabetes melitus kategori tanpa pasien yang mengalami efek samping obat perdarahan lebih banyak 33 orang . ,67%) berupa mimisan sebanyak 15 pasien daripada kategori perdarahan, penyakit . ,04%), gusi berdarah sebanyak 2 pasien kolesterol kategori tanpa perdarahan lebih . ,94%) serta BAB dan BAK berdarah banyak 21 orang . ,33%) daripada kategori sebanyak 1 pasien . ,47%). perdarahan, penyakit gagal ginjal akut Perdarahan kategori tanpa perdarahan lebih banyak 16 gangguan pecahnya pembuluh darah akibat orang . ,11%) lebih banyak daripada kerusakan atau gangguan pembuluh darah kategori perdarahan, penyakit penyakit tersebut dimana terjadinya hemostasis gagal ginjal akut kategori tanpa perdarahan proses pembekuan darah seperti pecahnya lebih banyak 4 orang . 78%) lebih banyak pembuluh darah. (Ozturk et al. , 2. daripada kategori perdarahan, data tidak ada Menurut penelitian yang dilakukan penyakit penyerta kategori tidak perdarahan Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 lebih banyak 98 orang . ,56%) daripada beberapa obat secara bersamaan karena kategori perdarahan. adanya penyakit penyerta. Dalampenelitian Hal ini disebabkan karena faktor ini, profil penyakit penyerta pasien di risiko yang sama menyebabkan kondisi dominasi oleh hipertensi sebanyak 3 pasien . ,00%). Interaksi antara warfarin dan obat Hipertensi dan Diabetes Melitus, tingginya antihipertensi bisaberpotensi meningkatkan kadar kolesterol total dan kolesterol LDL, serta rendahnya kadar kolesterol HDL serum sering kali terkait dengan faktor mempengaruhi efek warfarin terhadap risiko penyakit jantung koroner (Setiadi, at pembekuan darah. Furosemide merupakan al 2. golongan obat diuretik loop dimana diuretik Adapun Beberapa dilakukan oleh Ozturk et al. , . warfarin di dalam tubuh dengan cara yang diperoleh penyakit penyerta teratas yaitu kompleks yaitu bersaing dengan proton ,3%), ,9%) dan diabetes melitus . ,4%). Namun pada konsentrasi obat bebas . , biasanya penelitian yang dilakukan Hal oleh Rahmawati et al. , . didapatkan sebanyak 87 pasien . %) tidak memiliki peningkatkan metabolisme dan ekskresi penyakit penyerta. Sisanya sebanyak 10 (Restalita, 2. %) memiliki penyakit penyerta Menurut penelitian yang dilakukan oleh lain seperti hipertiroid . %), diabetes Ozturk et al. , . terapi yang paling mellitus . %). CKD . %) dan dyspepsia . %). warfarin yaitu metformin sebanyak 6 pasien Terapi Yang digunakan Pasien . ,88%). Berdasarkan data yang diperoleh Golongan antihipertensi yang paling dari penelitian yang ada pada rekam medis, banyak digunakan terapi yang diberikan bersamaan dengan pemberian warfarin terbanyak pada pasien furosemide sebanyak 113 pasien . ,41%). yaitu golongan antihipertensi sebanyak Hal ini berkaitan dengan profil diagnosa . ,10%). yang paling banyak mendapatkan warfarin penggunaan warfarin biasanya menerima yaitu CHF. Pasien dengan gagal jantung Hal pada pasien yang Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 lebih mudah terjadi. Jika INR terlalu tinggi, furosemide untuk mengurangi kelebihan dapat berisiko lebih tinggi mengalami cairan di dalam tubuh mereka (PERKI. Interaksi Obat Berdasarkan Mekanisme Interpretasi Data Klinik Farmakologi Berdasarkan Pada penelitian yang dilakukan oleh interpretasi data klinik pada pasien yang Islamiyah, . didapatkan 8 interaksi . ,51%), obat dengan indeks terapi sempit kejadian perdarahan terbagi menjadi 3 yaitu warfarin dan digoxin yang mengalami interaksi farmakokinetik. INR, tertinggi ditemukan pada kelompok pasien Interaksi dengan nilai INR 3-4,9 sebanyak 14 pasien interaksi yang terjadi apabila suatu obat . ,33%). Hal ini sejalan dengan penelitian yang metabolisme, atau ekskresi dari obat lain. dilakukan oleh Ozturk et al. , . Interaksi ini berpotensi meningkatkan atau menurunkan jumlah atau kadar obat yang mengalami perdarahan terbanyak terdapat tersedia di dalam tubuh sehingga akan pada kelompok dengan nilai INR 3-4,9 mempengaruhi efek sebanyak 75 pasien . ,5%). Asumsi Berbeda dengan dengan penelitian normalisasi internasional (INR) adalah yang dilakukan oleh Reyaan et al. , . ukuran standar untuk mengevaluasi tingkat koagulasi yang diberikan oleh warfarin. Pasien yang mendapatkan terapi warfarin farmakokinetik . ,66%). ,34%) perlu memantau kadar INR apakah terlalu Asumsi peneliti dimana hal ini tinggi atau terlalu rendah. Kisaran INR terjadi karena sebagian besar obat yang normal adalah 0,8-1,1 jika pasien tidak digunakan bekerja pada reseptor, tempat kerja maupun sistem fisiologis yang sama, sehingga menimbulkan efek aditif, sinergis antikoagulan kisaran target INR adalah 2- maupun antagonis. 3,5. Semakin tinggi INR, semakin lama Prevalensi Potensi Interaksi Obat pada waktu yang dibutuhkan untuk pembekuan Pasien darah dan dapat menyebabkan perdarahan Warfarin Mendapatkan Terapi Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 Berdasarkan dan penghambat COX-2 merupakan pilihan mendapatkan terapi warfarin, didominasi gastrointestinal yang minimal. Penggunaan oleh pasien dengan potensi interaksi obat sebanyak 208 pasien . ,05%) sedangkan mempotensiasi efek warfarin dengan cara sebanyak 2 pasien . ,95%). Dalam memproduksi vitamin K. antibiotik juga dapat meningkatkan risiko perdarahan diketahui memiliki indeks terapetik yang dengan mekanisme inhibisi metabolisme warfarin yang dimiliki oleh sejumlah Untuk mencegah interaksi yang dengan obat dan makanan lain sehingga dapat berakibat fatal sebaiknya pasien yang penggunaannyaharus dipantau dengan nilai International Normalized Ratio (INR). diberikan antibiotik golonganmetronidazol. Penggunaan warfarin dengan beberapa obat mengakibatkan perubahan pada nilai INR trimethoprim-sulfametoksazol, pasien (Aulia & Mustarichie, 2. pemeriksaan INR dapat dimonitor setiap Pemberian hari (Suardi et al. , 2. dengan antiplatelet. Interaksi Terapi Warfarin merubah metabolisme warfarin sehingga Berdasarkan INR Penggunaan NSAID Pasien yang Mendapatkan Beberapa antiplatelet juga dapat keparahan potensi interaksi obat pada pasien yang mendapatkan terapi warfarin di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang plasma karena memiliki ikatan protein yang yang paling banyak yaitu kategori moderat tinggi serta mekanisme metabolisma yang . ,68%), kategori minor . ,69%) dan sama melalui CYP450. Golongan NSAID kategori major . ,63%). juga menyebabkan terjadinya gastropati Hal ini sejalan dengan penelitian sehingga meningkatkan risiko terjadinya Cesaria, . bahwa didapatkan kategori interaksi paling banyak adalah moderat Karena . ,09%). Tingkat keparahan kategori moderat terbanyak sebaiknya dihindari. Penggunaan NSAID ditemukan pada interaksi warfarin dan Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 obat yang dapat menimbulkan konsekuensi . ,92%). Interaksi warfarin dan obat klinis hingga menyebabkan efek berbahaya penghambat pompa merupakan isu yang sangat penting, karena Penanganan warfarin menghambat secara kompetitif dilakukan dengan menghindari penggunaan enzim metabolik dari penghambat pompa obat secara bersamaan, sedangkan interaksi proton untuk degredasinya. Misalnya. R- seperti pemantauan efek samping pada CYPC19 memetabolisme sebagian besarlansoprazole dan omeprazole. (Reyaan et al. , 2. Beberapa bahwa golonganpenghambat pompa proton KESIMPULAN dapat meningkatkan efek antikoagulasi dari Hasil data karakteristik pada pasien rawat inap yang mendapatkan terapi konsentrasi serum dari antagonis vitamin K warfarin di Rumah Sakit Umum Pusat (Shirayama et al. , 2. Dr. Mohammad Hoesin Palembang Interaksi Obat Warfarin Berdasarkan yang mengalami perdarahan paling Tingkat Risiko banyak pada pasien yang berusia Ou60 Berdasarkan interaksi dengan kategori tahun . ,67%), laki-laki . ,33%), risiko potensi interaksi obat warfarin yang status pernikahan kawin . ,33%), dan paling banyak yaitu kategori C sebanyak tidak bekerja . ,00%). Hasil data 308 interaksi . ,98%). Warfarin memiliki penggunaan obat pasien didapatkan potensi yang tinggi untuk berinteraksi keluhan terbanyak nyeri dada . ,63%). Klasifikasi CHF ditetapkan sebagai potensi interaksi yang . ,33%), lama pemberian >7 hari . ,67%), dosis <35 mg . ,33%), penggunaan terapi. Kategori ini banyak tanpa kejadian efek samping . ,55%), ditemukan pada interaksi warfarin dan penyakit penyerta terbanyak hipertensi Interaksi antara warfarin ,75%) dengan banyak obat lain lebih banyak . ,75%), terapi yang ditemukan pada kategori C, yaitu interaksi dengan potensi major atau moderat. Interaksi major adalah interaksi antar terbanyak antihipertensi . ,10%), golonganhipertensi yang paling banyak digunakan yaitu furosemide . ,41%) Babul Ilmi_Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan https://jurnal. stikes-aisyiyah-palembang. id/index. php/Kep/article/view/126 Vol. No. Juni 2025. Hal. e-ISSN 2622-6200 | p-ISSN 2087-8362 dan nilai INR 3-4,9 . ,33%). ,69%) ,63%). Interaksi penggunaan obat pada pasien Berdasarkan tingkat risiko yang paling rawat inap yaitu dari 210 pasien banyak C . ,98%). B . ,92%) dan D . ,11%). ,05%) memiliki potensi interaksi obat dan pasien tanpa potensi interaksi obat . ,95%). SARAN Disarankan Berdasarkan mekanisme interaksi obat selanjutnya untuk melakukan penelitian yang paling banyak adalah interaksi secara prospektif agar data yang didapatkan lebih akurat dan diharapkan kolaborasi farmakodinamik . ,79%). Berdasarkan dokter dan apoteker dalam memonitoring tingkat keparahan yang paling banyak interaksi obat terjadi adalah moderat . ,68%), minor mendapatkan terapi warfarin untuk . ,21%) meningkatkan efek pengobatan. DAFTAR PUSTAKA