JURNAL BASICEDU Volume 8 Nomor 4 Tahun 2024 Halaman 2800 - 2807 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Validitas dan Keterbacaan Media Kartu Baca Terintegrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Nadlrotin NaAoim1A. Siti RofiAoah2 Universitas Hasyim AsyAoari. Jombang. Indonesia1,2 E-mail: nadlrotin1407@gmailcom1, sitirofiah@unhasy. Abstrak Membaca merupakan keterampilan dasar yang harus dimiliki siswa, namun masih ditemukan siswa yang belum memiliki kemampuan tersebut disebabkan karena kurangnya media pembelajara. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi validitas dan keterbacaan media kartu baca yang terintegrasi dengan P5. Desain kartu baca juga terinspirasi dari konsep media Montessori yaitu pink series, blue series, dan green series. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas I A MI Al-Ittihad Jogoroto Jombang berjumlah 30 peserta Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan prosedur model 4D yakni Define. Design. Develop. Disseminate dengan analisis deskriptif, uji validitas dan keterbacaan media. Validitas media dievaluasi melalui proses expert judgement. keterbacaan diukur menggunakan formula keterbacaan berupa Hasil penelitian menunjukkan bahwa media kartu baca sangat layak digunakan dengan presentase total dari validator sebesar 91,3%, presentase kelayakan dari siswa sebesar 97,8% dan keterbacaan peserta didik sebesar 93,7%. Pengujian keterbacaan menunjukkan bahwa media ini berada dalam kategori mudah dibaca untuk siswa kelas 1 dengan skor keterbacaan rata-rata yang sesuai dengan tingkat kemampuan membaca Dengan demikian media kartu baca ini berkategori layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran membaca bagi siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah. Kata Kunci: validitas dan keterbacaan, media kartu baca. P5. Abstract Reading is a fundamental skill that students must possess, yet there are still students who lack this ability due to insufficient learning media. This study aims to evaluate the validity and readability of reading card media integrated with the Pancasila student profile strengthening project, inspired by the Montessori media concept of the pink series, blue series, and green series. The research subjects were 30 first-grade students of MI AlIttihad Jogoroto Jombang. The research methodology used is R&D, which refers to the 4D procedural model: Define. Design. Develop. Disseminate, with descriptive analysis, validity testing, and media readability. The validity of the media is evaluated through an expert judgment process. Readability is measured using a readability formula in the form of a rubric. The results of the study indicate that the reading card media is highly suitable for use, with a total percentage score from validators of 91. 3%, a feasibility percentage from students of 97. 8%, and a readability score from students of 93. Readability testing shows that this media is in the category of easy to read for first-grade students, with an average readability score that matches their reading level. Therefore, this reading card media is categorized as suitable and effective for use as reading learning media for first-grade Madrasah Ibtidaiyah students. Keywords: validity and readibility of reading. Media reading cards. P5. Copyright . 2024 Nadlrotin NaAoim. Siti RofiAoah A Corresponding author : Email : nadlrotin1407@gmailcom DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Validitas dan Keterbacaan Media Kartu Baca Terintegrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Ae Nadlrotin NaAoim. Siti RofiAoah DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Sejak usia dini anak-anak harus mengembangkan kemampuan membaca karena dengan membaca, mereka bisa mengakes pengetahuan yang lebih luas untuk masa depan mereka. Membaca juga merupakan proses yang komprehensif karena melibatkan proses kognitif, motoris (Mulyati, 2014. Mulyati & Pengantar, 2. dan sosial anak. Proses kognitif dalam membaca berkaitan dengan kemampuan anak dalam mengingat, berpikir dan menalar apa yang mereka baca dan kemampuan mereka memahami lambang yang tertulis secara visual dengan benar dan tepat. Kemampuan motoris dalam membaca berkaitan dengan kemampuan indra mata dalam melihat lambang tulisan yang kemudian menjadi bahan dalam proses kerja kognisi untuk melahirkan makna. Sementara proses sosial dalam kemampuan membaca berkaitan dengan proses individu dalam memetik dan memanfaatkan makna untuk memperoleh pengetahuan. Aktivitas membaca melibatkan 3 keterampilan yakni recording, decoding dan meaning. Recording berkaitan upaya menyimpan lambang tulisan yang terlihat secara visual, decoding berkaitan proses visual melihat kode dan lambang tulisan sementara meaning berkaitan dengan proses menghasilkan makna dari apa yang dibaca. Jadi membaca adalah proses kognitif yang dimulai dari pengenalan huruf, pemahaman pola bunyi, pengenalan kata, dan kemampuan untuk menghubungkan kata-kata agar menjadi kalimat yang bermakna. Perkembangan akademik mencakup kemajuan anak dalam berbagai keterampilan kognitif dan pengetahuan dasar yang menjadi landasan utama dalam keberhasilan belajar anak di sekolah. Keterampilan akademik ini salah satunya adalah perkembangan membaca. Anak usia 7 tahun berada pada periode kritis dalam perkembangan kognitif dan akademik mereka sehingga dibutuhkan kemampuan membaca. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang membaca secara rutin menunjukkan perkembangan akademik dan sosial yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang tidak membaca secara rutin (Elliot et al. , 2007. Paciga et al. , 2011. Zhou et al. , 2. Siswa usia 7 tahun berada pada tahapan beginning reading yang artinya mereka seharusnya sudah memahami bahwa huruf mewakili suara dan dapat digabungkan untuk membentuk kata-kata, mereka juga seharusnya sudah belajar membaca kata sederhana dan mengembangkan kemampuan decoding (Ehri, 2. Namun berdasarkan hasil wawancara dengan guru kelas I A di MI Al Ittihad Jombang, ditemukan bahwa ada 7 peserta didik yang mengalami kesulitan membaca, beberapa belum lancar membaca bahkan ada yang tidak bisa membaca sama sekali. Data ini diperkuat dengan penelitian Ludiah yang menjelaskan bahwa salah satu hambatan dalam pembelajaran literasi dan numerasi di MI Al Ittihad adalah siswa yang belum lancar membaca, masih terbata-bata, sehingga kesulitan dalam memahami bacaan (Triani & RofiAoah, 2. Hal ini disebabkan karena kurangnya media pembelajaran membaca yang bervariatif, sehingga siswa tidak termotivasi untuk bisa membaca lancar dan akhirnya mengalami keterlambatan memahami materi ajar yang disampaikan guru. Kurangnya media pembelajaran ternyata dapat secara signifikan menghambat kemampuan membaca anak usia 7 tahun karena media pembelajaran membaca berkaitan dengan stimulasi visual yang dapat membantu siswa memproses informasi dalam meningkatkan keterampilan membaca. Gambar membantu mengorganisasikan informasi dalam bentuk mental yang lebih mudah diingat dan dipahami sehingga mendukung perkembangan keterampilan membaca anak. Selain itu hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Guthrie dan Wigfield yang menyatakan bahwa stimulasi visual dapat meningkatkan keterlibatan dan motivasi siswa dalam membaca. Media visual yang menarik seperti buku atau kartu dapat membuat proses membaca lebih menarik dan (Wigfield & Guthrie, 2. Allan Paivio menyatakan bahwa informasi diproses dalam dua hal yang berbeda yakni verbal dan non verbal, penggabungan ini memperkuat pemahaman dan memori siswa. Visualisasi membantu memperkuat hubungan antara representasi verbal dan visual yang merupakan aspek penting untuk membaca (Paivio, 2. Diperlukan langkah konkrit berupa media pembelajaran sebagai perantara pengajaran membaca bagi anak usia 7 tahun, yang dapat menstimulasi visual dan motivasi siswa. Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Validitas dan Keterbacaan Media Kartu Baca Terintegrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Ae Nadlrotin NaAoim. Siti RofiAoah DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Penelitian ini berusaha mengembangkan media pembelajaran berupa kartu baca bergambar. Kartu baca bergambar adalah media pembelajaran berupa kartu bergambar bisa menjadi solusi untuk merangsang kemampuan membaca anak (Gading et al. , 2. dan juga membantu peserta didik mendeteksi kosakata dengan apa yang mereka lihat dan baca (Majdi, 2. Penelitian Melisya dan Praseihammi . menjelaskan bahwa penggunaan kartu media bergambar dapat memberikan stimulasi pada kemampuan membaca bagi siswa usia sekolah dasar. Temuan penelitian yang dilakukan oleh Nadhiroh . juga menunjukkan bahwa media kartu bergambar dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan membaca permulaan anak usia sekolah dasar. Penelitian lain yang dilakukan oleh Sari . menemukan bahwa kartu baca bergambar dapat memperaiki oemahaman bacaan siswa kelas 1 SD. Selain itu penelitian oleh Dewi . menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai Pancasila dalam media pembelajaran dapat memperkuat karakter siswa. Dari banyaknya media pembelajaran yang telah dikembangkan, masih terdapat keterbatasan dalam menggabungkan aspek visual, motivasi dan penguatan karakter siswa. Media yang ada belum sepenuhnya mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam proses Oleh karenanya penelitian ini berupaya mengintegrasikan konsep Montessori dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila. Pendekatan ini belum banyak dieksplorasi dalam penelitian sebelumnya dan memberikan bukti empiris bahwa integrasi konsep-konsep tersebut dapat menghasilkan media pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Dengan menggabungkan elemen penting dalam pembelajaran membaca stimulasi visual, peningkatan motivasi dan penguatan karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan juga menerapkan prinsip kartu baca Montessori yang memilah kartu berdasarkan variasi warna yakni biru, pink dan hijau menjadi keunikan dalam penelitian ini daripada penelitian sebelumnya karena media kartu baca ini juga memiliki kebermanfataan yakni memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami kalimat, dan mengajarkan peserta didik dalam menerapakan nilai-nilai projek penguatan profil pelajar pancasila pada kehidupan sehari-hari, serta mendorong semangat peserta didik dalam membaca. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran berupa kartu bergambar, menganalisa hasil validasi dan keterbacaan media tersebut agar layak digunakan sebagai media pembelajaran membaca bagi siswa usia sekolah dasar. Dalam penelitian ini, peneliti juga mempromosikan nilai profil pelajar pancasila pada peserta didik dalam rangka implementasi kurikulum merdeka. METODE Penelitian ini menggunakan metode pengembangan dengan model 4D yang terdiri dari 4 tahapan yakni pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Produk yang dikembangkan oleh peneliti berupa kartu baca berbasis projek penguatan profil pelajar pancasila. Penelitian ini dilaksanakan di MI Al-Ittihad Jogoroto Jombang dengan jumlah 30 peserta didik. Penelitian ini dilakukan dalam kurun waktu 4 bulan mulai Desember 2023 sampai Maret 2024. Proses pengumpulan data penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket, tes dan wawancara yang kemudian dianalisa dengan analisa deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Wawancara digunakan untuk mendapatkan data awal sebagai bahan analisa kebutuhan siswa dan pengembangan media, angket digunakan untuk mendapatkan data tentang hasil validitas dan tes digunakan untuk mendapatkan keterbacaan media pembelajaan yang sudah digunakan. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisa hasil pengembangan media pembelajaran berupa kartu baca dan juga untuk mengetahui kemenarikan media kartu baca berbasis projek penguatan profil pelajar pancasila pada peserta didik. Data diambil menggunakan angket yang disebar kepada peserta didik. Subjek Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Validitas dan Keterbacaan Media Kartu Baca Terintegrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Ae Nadlrotin NaAoim. Siti RofiAoah DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. penelitian ini adalah siswa kelas I A yang berjumlah 30 peserta didik, pemilihan subjek penelitian ini didasarkan asumsi bahwa siswa kelas 1 A memiliki kesulitan dalam belajar membaca. Kesulitan dalam belajar membaca yang dimaksudkan adalah siswa belum terampil membaca permulaan dengan baik dan lancar, membaca kata dengan mengeja per huruf, kurang lancar dalam membaca kalimat. Pada penelitian ini dihasilkan produk berupa media pembelajaran yaitu kartu baca berbasis projek penguatan profil pelajar pancasila. Pengembangan media yang dilakukan mengacu pada prosedural model 4D yang merupakan singkatan dari Define. Design. Develop. Disseminate. Adapun hasil proses desain pada setiap tahapannya adalah sebagai berikut: Tahap Pendefinisian Pada tahap ini dilakukan analisis kebutuhan dengan cara mengumpulkan data dan informasi terkait, sebagai syarat dasar utama yang mesti dipenuhi untuk pengembangan produk. Analisi kebutuhan yang dilakukan pertama kali yakni mendapatkan data tentang kebutuhan awal siswa atas media ajar. Data ini didapatkan berdasarkan wawancara dengan guru kelas I A dan diketahui bahwa perlu adanya media yang digunakan untuk belajar membaca pada siswa selain buku penunjang pembelajaran membaca peserta didik. Berikutnya adalah analisis peserta didik, hahapan ini dimaksudkan sebagai proses evaluasi dan mendalam tentang karakteristik, kebutuhan dan konteks belajar dari individu yang akan menggunakan media Menurut Jeanne Chall peserta didik kelas I tingkat madrasah ibtidaiyah berada pada tahap decoding stage (Julia, 2. Tahapan ini terjadi pada anak usia 6-7 tahun dimana anak seharusnya menemukan bahwa huruf dan bunyinya memiliki keterkaitan sehingga mampu memberikan makna. Selain itu, menurut Cochrane Efal usia 7 tahun dalam tahapan perkembangan membaca permulaan anak mengalami 5 tahapan yakni tahap fantasi, tahap pembentukan konsep diri, tahap membaca gambar, tahap pengenalan bacaan, dan tahap membaca lancar (Dewi Nainggolan. Sumarsih, 2. , 20% dari 30 peserta didik kelas 1A MI Al Ittihad ditemukan kurang lancar membaca karena keterbatasan media dan keterbatasan penggunaan metode di dalam pengajaran membaca. Berdasarkan telaah teoritis dan kebutuhan siswa tersebut menjadi alasan dibutuhkannya pengembangan media kartu baca yang akan penulis kembangkan. Tahapan selanjutnya adalah analisis tugas yang bertujuan untuk mengidentifikasi kompetensi yang perlu dimiliki oleh peserta didik. kompetensi yang akan dicapai oleh peserta didik melalui penggunaan media ini adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik mencakup kemampuan memahami peserta didik serta mengelola pembelajaran yang mendidik dan dialogis. Yang dimaksud peneliti dalam mencapai kompetensi pedagogik pada penelitian ini adalah peserta didik mampu membaca kalimat dengan baik dan benar serta memahami nilai-nilai projek penguatan profil pelajar pancasila dalam penerapan kehidupan seharihari. Analisis tugas pokok dalam penelitian ini adalah menggunakan rubrik penilaian ketercapaian membaca. Setelah melakukan analisis tugas, langkah berikutnya adalah menganalisa konsep dengan tujuan untuk menentukan konsep yang akan digunakan dalam pengembangan media pembelajaran. pada tahap ini, peneliti menetapkan bahwa konsep yang akan dibuat adalah belajar membaca kalimat yang mengandung nilai-nilai proyek penguatan profil pelajar Pancasila sebagai materi bacaan ini. Tujuan utamanya adalah memudahkan peserta didik dalam belajar membaca sambil memahami penerapan nilai-nilai proyek penguatan profil pelajar Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Pemilihan proyek penguatan profil pelajar Pancasila ini merupakan inovasi dalam media pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti. Tahapan terakhir dalam pendefinisian adalah merumusan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran yaitu peserta didik mampu membaca kalimat dan memahami nilai-nilai projek penguatan profil pelajar Untuk menambah wawasan kepada peserta didik penerapan nilai-nilai projek penguatan profil pelajar pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disajikan dalam bentuk tulis dan gambar. Tahap Mendesain Media pada tahap penyusunan media pembelajaran ini meliputi beberapa tahapan. Yang pertama adalah menentukan standar tes. Standar tes yang dilakukan oleh peneliti adalah angket rubrik keterbacaan media yang Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Validitas dan Keterbacaan Media Kartu Baca Terintegrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Ae Nadlrotin NaAoim. Siti RofiAoah DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. terdiri dari kelancaran, ketepatan, dan pemahaman. Kedua, pemilihan media, pemilihan media pada penelitian ini bersumber dari kebutuhan peserta didik dan menyesuaikan kebutuhan media pembelajaran interaktif. Langkah ketiga yakni Pemilihan format media pembelajaran kartu baca yang dikembangkan dilandaskan pada urgensi, kebaruan, dan fleksibelitas dari media kartu baca yang dikembangkan. Pemilihan format juga akan menyesuaikan kebutuhan media kartu baca berbasis projek penguatan profil pelajar pancasila. Langkah keempat adalah merancang produk yang berupa media kartu baca berbasis projek penguatan profil pelajar Media kartu baca ini dikembangkan dengan variasi warna dan gambar yang akan menarik perhatian peserta didik. Kartu baca direncanakan oleh peneliti akan diberikan dalam bentuk treatment satu per satu. Untuk lebih detail desain media yang dikembangkan dapat dilihat pada Gambar 1. Indikator P5 Gambar Tagline peneliti Kategori konkrit Indikator P5 Gambar ilustrasi Tagline peneliti Gambar Indikator P5 Kategori konkrit Kategori konkrit Tagline peneliti Gambar 1. Desain Awal Kartu Baca P5 Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Validitas dan Keterbacaan Media Kartu Baca Terintegrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Ae Nadlrotin NaAoim. Siti RofiAoah DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. Tahap Pengembangan . Pengembangan kartu baca berbasis projek penguatan profil pelajar pancasila dilakukan dalam dua kegiatan yaitu penilaian ahli dan uji coba lapangan. Penilaian ahli adalah metode untuk menvalidasi atau menilai kelayakan desain produk oleh pakar di bidangnya. Pada kegiatan penilaian ahli ini menggunakan uji validasi kepada para validator. Validasi adalah tahap dimana peneliti meminta persetujuan atas produk yang telah dirancangnya dengan melibatkan ahli validator yang memiliki keahlian yang relevan dengan bidangbidang terkait dengan produk tersebut. Proses validasi dilakukan dengan bantuan beberapa validator, antara lain ahli materi, ahli desain media pembelajaran, dan ahli pembelajaran . uru kelas IA). Ahli materi memberikan saran agar menambahkan tanda baca dan menyempurnakan kalimat menjadi baku. Sedangkan ahli desain media pembelajaran memberikan saran agar menyesuaikan antara gambar dan kalimat dengan tujuan memudahkan peserta didik memahaminya. Setelah dilakukan revisi maka didapatkan hasil dari ahli materi 90%, ahli desain media pembelajaran 90% dan ahli pembelajaran 94% dengan jumlah total 91,3%. Sedangkan development testing adalah tahapan menguji rancangan produk pada subjek penelitian. Dan pada kegiatan development testing ini menggunakan uji kemenarikan media kepada peserta didik kelas I A dan juga uji keterbacaan media ajar. Siswa MI Al-Ittihad Jogoroto Jombang merespon positif pada penerapan desain media kartu baca berbasis projek penguatan profil pelajar pancasila, hal ini terlihat dari hasil uji kemenarikan siswa sebesar 97,8%. Yang berarti kartu baca sangat layak digunakan. Sedangkan berdasarkan hasil penilaian keterbacaan peserta didik menunjukkan hasil sebesar 93,7%. Yang artinya peserta didik dengan menggunakan media kartu baca dapat mengenali huruf dan kata, merangkainya serta bisa membaca kalimat sangat lancar. Dale & Chall menjelaskan bahwa keterbacaan media pembelajaran mencakup semua elemen dalam teks, termasuk interaksi antar teks, yang mempengaruhi keberhasilan pembaca dalam memahami materi dengan kecepatan membaca optimal (Ginanjar, 2. dan untuk mengukur tingkat keterbacaan suatu bacaan bisa menggunakan formula keterbacaan berupa rubrik (Rini, 2. Tahap Penyebaran . Setelah produk mendapat penilaian dari validor ahli materi, ahli desain dan ahli pembelajaran, maka produk peneliti berupa kartu baca siap untuk disebarluaskan di tempat penelitian. Yang bertempat di MI AlIttihad Jogoroto Jombang pada kelas I A. Berdasarkan hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa media kartu baca bergambar terintegrasi dengan profil pelajar Pancasila sangat layak digunakan sebagai media untuk mengajarkan belajar membaca pada siswa usia Madrasah Ibtidaiyah dengan prosentasi dari ahli materi 90%, ahli desain media pembelajaran 90% dan ahli pembelajaran 94% dengan jumlah total 91,3%. Sedangkan hasil keterbacaan peserta didik dengan prosentase 93,7%, ini menunjukkan media kartu baca yang diintegrasikan dengan proyek penguatan profil pelajar Pancasila memiliki validitas dan keterbacaan yang tinggi. Tingginya validitas ini menunjukkan bahwa media kartu baca telah memenuhi standar yang diperlukan untuk digunakan dalam pembelajaran. Validitas media mencakup aspek kesesuaian konten dengan tujuan pembelajaran, kebenaran informasi, keterkaitan dengan kurikulum dan efektivitas dalam membantu pencapaian kompetensi yang diharapkan (Hedberg & Reeves, 2. , selain itu media kartu baca yang dikembangkan ini memenuhi standar keterbacaan bahan bacaan yang sesuai dengan kemampuan membaca siswa. Fry dan Dale Chall menjelaskan bawa keterbacaan bahan ajar dipengaruhi oleh faktor seperti panjang kalimat, kompleksitas kata dan konten(Yetti, 2. Pemilihan media kartu baca dalam penelitian ini didasarkan modifikasi dari teori Montessori. Adapun ciri khas media pembelajaran yang digunakan dalam pendidikan Montessori yaitu menarik . , bergradasi . , koreksi otomatis . uto-correctio. , mandiri . uto-educatio. , dan kontekstual . (Nirmalasari. Munirah, 2. Media kartu baca yang akan dikembangkan oleh peneliti terdiri dari yang pertama pink series, anak akan membaca suku kata terbuka yang diakhiri dengan huruf vokal. Yang kedua blue series, membaca kalimat dengan akhiran konsonan. Dan yang ketiga green series, anak membaca kalimat berakhiran diftong dan suku kata sengau (Savitri, 2. Penggunaan pink series, blue series dan Jurnal Basicedu Vol 8 No 4 Tahun 2024 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Validitas dan Keterbacaan Media Kartu Baca Terintegrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Ae Nadlrotin NaAoim. Siti RofiAoah DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. green series ini dianggap efektif membantu peserta didik belajar membaca, hal ini senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurmarinda Dewi Hartono yang menyatakan bahwa pemilihan kartu dengan pendekatan fonik ini mampu memberikan stimulus anak dalam belajar membaca (Dewi, 2. Pada penelitian Elliot juga mengungkapkan bahwa warna dapat mempengaruhi kognisi dan emosi anak-anak. Menggunakan warna yang berbeda dapat membantu dalam mengelompokkan informasi dan meningkatkan retensi memori, yang dapat diterapkan dam modifikasi kartu baca (Elliot et al. , 2. Hasil ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Salma yang menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran gambar seri berbasis proyek dapat meningkatkan keterlibatan dan kemampuan membaca siswa (Salma & Wathon, 2. Media kartu kata bergambar merupakan media pembelajaran visual yang efektif untuk membantu anak-anak dalam mengembangkan keterampilan membaca dan keterampilan fonemik. Gillon dan Dodd . menjelaskan bahwa keterampilan fonemik adalah kemampuan untuk mengidentifikasi dan memanipulasi bunyi dan kata-kata. Kartu kata bergambar ini dapat digunakan untuk mengajarkan hubungan antara huruf dan suara . Anak-anak dapat melihat gambar, mendengar suara yang terkait, dan melihat bagaimana kata tersebut dieja, yang semuanya berkontribusi pada pengembangan keterampilan membaca dasar (Kumara, 2. KESIMPULAN Dapat dijabarkan bahwa hasil validasi media kartu baca berbasis projek penguatan profil pelajar pancasila yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat layak diterapkan. Kelayakan kartu baca ini juga didukung berdasarkan hasil kemenarikan peserta didik dan hasil perolehan penilaian keterbacaan peserta Sehingga media kartu baca berbasis projek penguatan profil pelajar pancasila sangat layak dan efektif digunakan sebagai media pembelajaran membaca siswa kelas 1 tingkat madrasah ibtidaiyah. Penelitian ini tidak hanya mendukung teori terkait validitas dan keterbacaan media namun juga memberikan kontrbusi dalam bidang pengembangan media pembelajaran dengan pendekatan yang inovatif. DAFTAR PUSTAKA