Nurliani Maulida1. Kiftian Hady Prasetya2. Ari Musdolifah3. Ida Nur Baiti4 Kompetensi Universitas Balikpapan PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS ANEKDOT MELALUI GAMBAR KARIKATUR BERBANTUAN MEDIA DIGITAL IBIS PAINT DENGAN MODEL COOPERATIVE LEARNING PADA KELAS X DKV SMK NEGERI 3 BALIKPAPAN Nurliani Maulida1. Kiftian Hady Prasetya2. Ari Musdolifah3. Ida Nur Baiti4 Universitas Balikpapan1,2,3,4 pos-el: nurliani. maulida@uniba-bpn. id1, kiftian@uniba-bpn. arymusdolifah@uniba-bpn. id3, idanurbaiti3@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan menulis siswa pada salah satu materi pembelajaran bahasa Indonesia yaitu teks anekdot dengan menggunakan model cooperative learning dan media digital ibis paint melalui sebuah gambar karikatur. Subjek didalam penelitian ini adalah siswa kelas X DKV SMK Negeri 3 Balikpapan yang berjumlah 36 Jenis penelitian ini adalah Penelitian tindakan Kelas (PTK) dengan 4 tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data di dalam penelitian ini menggunakan beberapa instrumen penelitian yaitu lembar observasi dan tes. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini ialah penyebaran angket, wawancara dan Hasil penelitian yang diperoleh di lapangan menurut hasil LKPD yaitu rata-rata nilai pada siklus I sebesar 71,9%. Sedangkan pada siklus II rata-rata nilai yang diperoleh 78,4%. Dari kedua siklus yang telah dilaksanakan, terlihat bahwa terjadi peningkatan sebesar 6,5 %. Hasil penelitian peningkatan keterampilan menulis siswa yang diperoleh dari lembar instrumen observasi pengamatan siswa memiliki hasil, nilai rata-rata pada siklus I sebesar 77,5% sedangkan nilai rata-rata yang didapatkan pada siklus II sebesar 80%, dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan sebesar 2,5%. Disimpulkan bahwa melalui model pembelajaran cooperative learning menggunakan media digital ibis paint melalui gambar karikatur dapat meningkatkan keterampilan menulis yang dimiliki siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia pada materi teks anekdot kelas X DKV SMK Negeri 3 Balikpapan tahun ajaran 2023/2024. Kata kunci : keterampilan menulis, teks anekdot. Ibis Paint, cooperative learning, karikatur. ABSTRACT This research aims to improve students' writing skills in one of the Indonesian language learning materials, namely anecdotal texts using a cooperative learning model and ibis paint digital media through a caricature image. The subjects in this research were students in class X DKV SMK Negeri 3 Balikpapan, totaling 36 students. This type of research is Classroom Action Research (PTK) with 4 stages, namely: planning, implementation, observation and reflection. Data collection in this research used several research instruments, namely observation sheets and The data collection techniques used in this research were interviews and documentation. The research results obtained in the field according to the LKPD results were the average value in cycle I was 71. Meanwhile, in cycle II the average score obtained was 78. From the two cycles that have been implemented, it can be seen that there has been an increase of 6. The results of the research on improving students' writing skills obtained from the student observation instrument sheet had results, the average value in cycle I was 77. 5% while the average value obtained in cycle II was 80%, it can be seen that there was an increase of 2, 5%. It was concluded that through the cooperative learning model using ibis paint digital media through caricature images, students could improve their writing skills in Indonesian language lessons on anecdotal text material for class X DKV SMK Negeri 3 Balikpapan for the 2023/2024 academic year. Keywords: writing, anecdot text. Ibis Paint, cooperative learning, caricature. Vol. No. Juni 2024 Nurliani Maulida1. Kiftian Hady Prasetya2. Ari Musdolifah3. Ida Nur Baiti4 PENDAHULUAN Perangkat pembelajaran yang menjadi salah satu komponen penting dan harus di miliki dan dilengkapi oleh setiap instansi yang menyelenggarakan pendidikan adalah kurikulum (Rahmadayanti & Hartoyo. Kurikulum menjadi acuan setiap pendidik dalam menerapkan proses belajar mengajar (Rahayu et al. , 2. Kurikulum pembelajaran, bahan ajar, dan pengalaman belajar yang sebelumnya telah diprogram. Kurikulum berfungsi sebagai acuan atau pedoman bagi seluruh guru atau pendidik saat melaksanakan proses pembelajaran di Indonesia merupakan salah satu negara yang sering melakukan revisi terhadap kurikulumnya (RASEM, 2. Dengan hadirnya Nadiem Makarim, selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, lahirlah ide perubahan atau pembaharuan kurikulum: yaitu kurikulum merdeka Konsep yang digunakan oleh kurikulum merdeka belajar adalah dengan mendorong kemandirian bagi peserta didik. Kemandirian berarti bahwa setiap peserta didik mempunyai kebebasan dalam menerima atau mengakses ilmu yang diperoleh dari pendidikan formal dan non formal (Ariga, 2. Kurikulum merdeka belajar bersifat tidak membatasi konsep pembelajaran dan proses belajar mengajar yang berlangsung disekolah maupun di luar sekolah, namun dari kebijakan tersebut tentunya juga memerlukan kreativitas dari guru dan peserta didik (Asbari & Santoso. Dengan diterapkannya kurikulum merdeka belajar juga menyebabkan terjadi perubahan pada metode belajar yang digunakan, yang awalnya dilakukan di dalam kelas diubah menjadi dilakukan di luar kelas maupun di luar lingkungan sekolah peserta didik. Pembelajaran di luar kelas memberi siswa lebih banyak kesempatan untuk berinteraksi dengan gurunya (Suryantika & Aliyyah, 2. Pembelajaran di luar ruang kelas akan membentuk siswa yang berkarakter, baik Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan dari segi keberanian mengemukakan pendapat dalam berdiskusi maupun kemampuan bersosialisasi dengan baik dan menjadi siswa yang berkompeten, dengan sendirinya karakter siswa pun akan terbentuk (Ansari et al. , 2. Dalam kurikulum bahasa Indonesia, menulis merupakan salah satu dari keempat kemampuan berbahasa yang perlu untuk dimiliki oleh peserta didik. Karena menulis tidak hanya mengembangkan keterampilan bahasa, tetapi juga mengasah kreativitas, imajinasi, dan kemampuan berpikir secara logis dan koheren (Wicaksono, 2. Namun, sering kali siswa menghadapi kesulitan dalam memenuhi kompetensi menulis ini, baik dari segi pengembangan ide cerita, struktur narasi, pemilihan kata, maupun tata bahasa yang benar (Oktrifianty, 2. Pengembangan kemampuan menulis yang dimiliki oleh siswa adalah bagian terpenting yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran bahasa Indonesia (Suprayogi et al. , 2. Menulis merupakan salah satu bentuk ekspresi diri yang dapat digunakan oleh siswa untuk mengungkapkan ide, pikiran, dan perasaan mereka dengan menggunakan bahasa Namun, dalam praktiknya, banyak siswa menghadapi kesulitan dalam menulis teks cerpen yang berkualitas. Pendidikan berbasis kurikulum merupakan suatu sistem yang mengatur proses pembelajaran di sekolah (Nurhayati et al. , 2. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di kelas X DKV SMK Negeri 3 Balikpapan, siswa lebih suka bermain memperhatikan pelajaran. Siswa lebih suka memfoto materi dibandingkan mencatat atau menulis materi yang diberikan oleh Guru jarang melakukan pembelajaran dalam kelompok kecil melainkan hanya memberi tugas individu kepada siswa yang mengakibatkan kurangnya kerja sama di kelas tersebut. Berdasarkan temuan potensi lapangan, maka penelitian ini penting untuk dilakukan sesuai dengan urgensi mengenai kebutuhan Nurliani Maulida1. Kiftian Hady Prasetya2. Ari Musdolifah3. Ida Nur Baiti4 model pembelajaran baru serta bantuan media pembelajaran untuk mengatasi kendala dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia pada kelas X DKV SMK Negeri 3 Balikpapan. Terkait dengan kondisi tersebut, beberapa siswa di kelas X DKV tidak terlalu bisa mengikuti pembelajaran secara maksimal, terdapat beberapa siswa tidak menyimak materi yang disampaikan oleh guru, di lain waktu juga terdapat siswa yang melakukan aktivitas yang tidaklah memiliki keterkaitan dengan pembelajaran bahasa Indonesia yaitu seperti bermain telepon genggam, tidur, menggambar, ataupun mengganggu teman lainnya yang sedang belajar. Penelitian ini mengisi beberapa gap penting dalam literatur yang ada mengenai peningkatan keterampilan menulis siswa. Berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya, seperti studi Septika dan Ilyas . yang berfokus pada peningkatan pembelajaran tematik menulis pantun dengan pendekatan scientific pada siswa SD, atau penelitian Putri et al. yang meneliti peningkatan keterampilan menulis pantun melalui media gambar pada siswa SMP, penelitian ini secara khusus membahas peningkatan keterampilan menulis teks anekdot, sebuah area yang belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini juga didukung oleh beberapa studi relevan lainnya. Pangestika et al. menerapkan model Cooperative Learning tipe Picture and Picture untuk meningkatkan ketelitian dan keterampilan menulis deskripsi pada siswa kelas 1 SD, dengan hasil yang menunjukkan peningkatan signifikan dari prasiklus hingga siklus 2. Sementara itu. Lili Yanti & Nela Yusta . menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe pair check untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi siswa kelas X SMA, juga menunjukkan peningkatan persentase dari siklus I ke siklus II. Penggunaan media digital Ibis Paint Cooperative Learning dan gambar karikatur merupakan pendekatan inovatif Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan yang belum pernah diterapkan dalam konteks pembelajaran menulis teks Selain itu, penelitian ini unik dalam hal subjek penelitiannya, yaitu siswa kelas X DKV SMK, yang memiliki karakteristik dan kebutuhan pembelajaran berbeda dari siswa SD. SMP, atau SMA umum yang menjadi fokus penelitianpenelitian terdahulu. Integrasi teknologi dan kreativitas melalui penggunaan Ibis Paint sebagai alat digital untuk membuat gambar karikatur juga membedakan penelitian ini dari studistudi sebelumnya, memberikan dimensi baru dalam pembelajaran menulis yang menggabungkan keterampilan teknologi dan visual. Pendekatan ini diharapkan dapat mengatasi beberapa permasalahan yang diidentifikasi oleh Hutabarat . , seperti pembelajaran yang terpusat pada guru, kurangnya variasi media, dan minimnya interaksi antara guru dan siswa. Solusi dapat diberikan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan media pembelajaran digital dalam belajar agar siswa lebih tertarik dalam pelajaran dan bisa memahami apa yang disampaikan oleh guru serta tidak merasa bosan. Media pembelajaran digital yaitu sebuah media atau alat yang digunakan untuk membangkitkan semangat siswa untuk belajar dengan tampilan yang lebih menarik dan disukai oleh siswa (Susanto & Kristiana, 2. Selain itu, peneliti menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning yang diterapkan pada pembelajaran membaca dan menulis di sekolah. Model pembelajaran ini akan meningkatkan keinginan siswa untuk berpartisipasi secara aktif sehingga pembelajaran menulis menjadi lebih menarik, dinamis, dan Dengan adanya strategi pembelajaran kooperatif ini siswa dapat mengungkapkan pendapat atau ide dengan kata-kata verbal dan membandingkan pendapatnya dengan orang lain. Selain itu penerapan strategi pembelajaran kooperatif dapat membuat siswa menjadi tidak egois dan dapat Nurliani Maulida1. Kiftian Hady Prasetya2. Ari Musdolifah3. Ida Nur Baiti4 menerima perbedaan pendapat dari teman Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan menulis siswa pada salah satu materi pembelajaran bahasa Indonesia yaitu teks anekdot dengan menggunakan model cooperative learning dan media digital ibis paint melalui sebuah gambar karikatur. METODE PENELITIAN Penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan desain penelitian model Kurt Lewin. Gambar1. Model Kurt Lewin Berdasarkan desain penelitian menurut Kurt Lewin yang digunakan dalam penelitian tindakan kelas ini Tampak bahwa model ini memiliki titik fokus pada perancangan, pelaksanaan, pengamatan, serta refleksi. Perencanaan mengamati kebutuhan pembelajaran yang dibutuhkan pada kelas tersebut. Tindakan dilakukan untuk melakukan pelaksanaan terhadap apa yang akan peneliti lakukan setelah mengetahui kebutuhan pembelajaran pada kelas Observasi penerapan tindakan untuk mengamati tindakan yang dilakukan memiliki pengaruh pada pembelajaran dikelas Refleksi dilakukan setelah ketiga langkah perencanaan, tindakan, dan observasi dilakukan. Refleksi Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan dilakukan untuk mengulas serta meningkatkan pemahaman peserta didik tentang materi yang telah diajarkan menggunakan alur model Kurt Lewin. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 yaitu pada bulan September-November. Siswa kelas X DKV SMK Negeri 3 Balikpapan yang berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 7 peserta didik laki-laki dan 29 peserta didik perempuan merupakan subjek dalam penelitian ini. Objek penelitian ini adalah keterampilan menulis siswa. Instrumen pengumpulan data penelitian ini menggunakan lembar observasi, tes, kuesioner, wawancara dan Data yang telah dikumpulkan saat proses pengumpulan data akan dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik (Wijayanti et al. Dalam penelitian ini peneliti melakukan kerja sama terhadap beberapa pihak yang dapat membimbing serta membantu pelaksanaan penelitian yaitu guru pamong, rekan sejawat dan Dosen Pendamping Lapangan (DPL). Dalam penelitian ini, sarana yang digunakan yaitu modul ajar dan peralatan pembelajaran seperti buku catatan, pulpen/pensil, buku cetak Bahasa Indonesia. LKPD, proyektor, powerpoint dan WIFI. Dalam rangka menilai keterampilan menulis siswa secara lebih terstruktur dan komprehensif, penelitian ini mengadopsi sistem kategori penilaian yang terdiri dari lima tingkatan. Kategori-kategori tersebut adalah Sangat Baik . Baik . Cukup . Kurang . , dan Sangat Kurang (O. Penerapan sistem penilaian ini memungkinkan evaluasi yang lebih akurat dan terukur terhadap kemajuan siswa dalam keterampilan menulis HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan pelaksanaan tindakan kelas selama 2 bulan dengan 4 kali Nurliani Maulida1. Kiftian Hady Prasetya2. Ari Musdolifah3. Ida Nur Baiti4 pertemuan yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa keterampilan menulis siswa mengalami peningkatan, peningkatan keterampilan menulis siswa didapati pembelajaran Cooperative Learning dan menggunakan media digital Ibis Paint melalui gambar karikatur. Hasil Cooperative Learning menggunakan media digital Ibis Paint melalui gambar karikatur dapat dilihat pada diagram berikut: Rata-Rata Nilai Siklus I KKM Rata-Rata Siklus 1 Gambar 2. Grafik rata-rata nilai siklus I Dari grafik rata-rata nilai siswa siklus I menunjukkan bahwa nilai siswa masih belum mencapai indikator nilai KKM yaitu 75, oleh karena itu diperlukan siklus II agar nilai siklus siswa mencapai indikator yang telah ditetapkan. Rata-Rata Nilai Siklus II KKM Rata-Rata Siklus 2 Gambar 3. Grafik rata-rata nilai siklus II Berdasarkan grafik rata-rata nilai siswa siklus II di atas menunjukkan bahwa nilai siswa telah mencapai indikator nilai KKM yaitu 75. Oleh karena itu tidak diperlukannya lagi pelaksanaan siklus i. Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan Hasil Tes Siswa Siklus I dan Siklus II KKM Rata-Rata Siklus Rata-Rata Siklus II Gambar 4. Grafik Hasil tes siswa siklus I & Diagram di atas menunjukkan bahwa peningkatan antara siklus I ke siklus II terjadi karena diterapkan nya Cooperative Learning berbantuan media digital Ibis Paint melalui gambar karikatur ini tepat digunakan untuk menunjang semangat belajar dan minat siswa dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia. Nampak bahwa pada siklus I memiliki rata rata sebesar 71,9% dan pada siklus II mendapatkan nilai sebesar 78,4%. Dapat disimpulkan bahwa terjadi penigkatan dari pelaksanaan siklus I ke siklus II adalah sebesar 6,5 %. Penggunaan model pembelajaran Cooperative Learning menggunakan media digital Ibis Paint melalui gambar karikatur dalam pelajaran Bahasa Indonesia membuat pelajaran tersebut lebih menyenangkan dan aktif karena melibatkan peserta didik untuk mengerjakan LKPD yang telah diberikan melalui proses diskusi dan berpikir dengan baik. Model pembelajaran Cooperative Learning menekankan agar siswa menjadi lebih aktif baik secara mental maupun fisik yang mereka miliki. Kegiatan yang dilakukan dengan pembelajaran Cooperative Learning menjadikan pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan sehingga mudah diingat dan dipahami oleh siswa. Model pembelajaran Cooperative Learning dapat meningkatkan keaktifan siswa, hal ini didukung oleh (Lili Yanti & Nela Yusta, 2. yang menyatakan bahwa kelebihan dari diterapkannya Nurliani Maulida1. Kiftian Hady Prasetya2. Ari Musdolifah3. Ida Nur Baiti4 Cooperative Learning yaitu dapat memperbaiki aktivitas belajar siswa yang dilakukan dikelas, baik secara kognitif maupun Dengan menggunakan model pembelajaran ini, bila di lihat dari hasil observasi aktivitas sesama siswa jadi lebih aktif dan setia kelompok berdiskusi secara aktif dalam pengerjaan LKPD yang diberikan dan terbukti mengalami peningkatan dalam setiap pelaksanaan Pada siklus I pertemuan I dan II nilai rata-rata keterampilan menulis siswa sebesar 71,9% dan pada siklus II pertemuan I dan II nilai rata-rata keterampilan menulis siswa meningkat menjadi sebesar 78,4% yang mana termasuk dalam kategori cukup dan baik. Gambar 5. Grafik Perbandingan Capaian siklus I dan II Dari diagram perbandingan capaian siklus minat siswa tersebut, dapat dilihat perbedaan yang signifikan dari siklus I ke siklus II. Peneliti membandingkan tingkat keterampilan menulis tiap akhir siklus dengan kondisi awal siswa untuk peningkatan keterampilan menulis pada Gambar 6. Garfik Hasil Tes Siklus I dan II Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan Pada gambar tersebut, tampak bahwa pada pelaksanaan siklus I terdapat beberapa siswa yang nilainya belum mencapai KKM, sehingga dengan adanya siklus II dapat memperbaiki nilai yang masih tergolong rendah tersebut. Rata-rata nilai pada siklus I sebesar 71,9%, sedangkan pada siklus II sebesar 78,4%. Terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II sebesar 6,5%. Hal ini terbukti bahwa penggunaan model Cooperative Learning melalui gambar karikatur menggunakan media digital Ibis Paint menulis siswa kelas X DKV SMK Negeri 3 Balikpapan tahun ajaran 2023/2024. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan, penerapan Cooperative Learning dengan menggunakan media digital Ibis Paint melalui gambar karikatur telah berhasil meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas X DKV SMK Negeri 3 Balikpapan tahun ajaran 2023/2024. Peningkatan ini terlihat jelas dari perbandingan hasil tes pada siklus I dan siklus II, di mana terjadi kenaikan rata-rata nilai siswa dari 71,9% menjadi 78,4%, menunjukkan peningkatan sebesar 6,5%. Efektivitas model Cooperative Learning keterampilan menulis siswa dapat dikaitkan dengan teori konstruktivisme sosial Vygotsky, yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam Model ini terbukti mampu mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, baik secara mental maupun fisik. Sapmawati . menegaskan meningkatkan keterlibatan, motivasi, dan partisipasi aktif siswa di kelas. Selain itu, model-model ini mendorong kolaborasi dan daya saing siswa, yang mengarah pada peningkatan kreativitas dan keinginan untuk memahami materi Nurliani Maulida1. Kiftian Hady Prasetya2. Ari Musdolifah3. Ida Nur Baiti4 Penerapan strategi Pembelajaran Kooperatif telah menunjukkan hasil yang konsisten dalam meningkatkan nilai ujian dan tingkat aktivitas siswa di beberapa siklus belajar, sebagaimana dilaporkan oleh Erniwatie . dan Kamluddin & Wardani . Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan ini tidak hanya efektif dalam jangka pendek, tetapi juga mampu mempertahankan peningkatan kinerja siswa secara Penggunaan media digital Ibis Paint melalui gambar karikatur memberikan dimensi baru dalam pembelajaran Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa pendekatan ini meningkatkan visualisasi ide siswa, (Ayu Vitriani et al. , 2022. Alyas et al. , 2. Media ini membantu siswa dalam mengekspresikan konsep abstrak melalui menuangkannya dalam bentuk tulisan, yang pada gilirannya meningkatkan kualitas tulisan mereka. Andheska menggabungkan media inovatif dalam menumbuhkan kreativitas siswa dan menghasilkan ide. Kombinasi model Cooperative Learning dengan media digital Ibis Paint menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan interaktif. Siswa tidak hanya berkolaborasi dalam kelompok, tetapi juga menggunakan teknologi untuk mengekspresikan ide mereka. Studi telah menunjukkan bahwa kooperatif dengan multimedia dalam pembelajaran mandiri, dan kinerja akademik secara keseluruhan (Ningsih. Wulandari et al. , 2. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran menulis untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi Penerapan model Cooperative Learning dapat meningkatkan interaksi dan pembelajaran peer-to-peer di antara Selain itu, penggunaan gambar interpretasi visual yang mendukung keterampilan menulis mereka. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan yang menggabungkan model Cooperative Learning dengan media digital Ibis Paint melalui gambar karikatur tidak hanya meningkatkan nilai akademis, tetapi juga kolaborasi, kreativitas, dan literasi digital yang penting bagi siswa di era digital ini. Pendekatan ini menawarkan meningkatkan keterampilan menulis siswa, sekaligus mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di masa KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Learning dengan menggunakan media digital Ibis Paint melalui gambar karikatur efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis siswa kelas X DKV SMK Negeri 3 Balikpapan tahun ajaran 2023/2024. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan rata-rata nilai siswa dari 71,9% pada siklus I menjadi 78,4% pada siklus II, menunjukkan kenaikan yang signifikan sebesar 6,5%. Penelitian ini mengonfirmasi bahwa kombinasi model Cooperative Learning dan media digital Ibis Paint menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan mengembangkan kreativitas siswa. Pendekatan Nurliani Maulida1. Kiftian Hady Prasetya2. Ari Musdolifah3. Ida Nur Baiti4 meningkatkan keterampilan menulis, tetapi juga mengembangkan kemampuan visualisasi ide, interpretasi visual, dan literasi digital yang penting bagi siswa di era modern. Penggunaan model pembelajaran Cooperative Learning melalui gambar karikatur dengan media digital Ibis Paint terbukti memberikan pengalaman belajar yang lebih inovatif dan menyenangkan bagi siswa. Metode ini berhasil meningkatkan daya tarik siswa terhadap Indonesia, menciptakan suasana belajar yang lebih engaging dan interaktif. Temuan penelitian ini sejalan dengan studi-studi sebelumnya yang menunjukkan efektivitas pembelajaran kooperatif dan penggunaan media digital motivasi, dan partisipasi aktif siswa di Selain itu, penelitian ini memperkuat argumen bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran menulis dapat membantu mengatasi tantangan dalam menumbuhkan kreativitas siswa dan menghasilkan ide. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan pentingnya bagi pendidik digital dan model pembelajaran keterampilan menulis. Bagi guru, disarankan untuk menggunakan model pembelajaran Cooperative Learning dengan media digital Ibis Paint melalui gambar karikatur secara lebih optimal, serta selalu memberikan arahan yang jelas kepada siswa untuk memastikan pemahaman materi yang baik. Untuk efektivitas pendekatan ini dalam jangka panjang dan pada berbagai tingkat pendidikan serta mata pelajaran lainnya. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat fokus pada pengembangan strategi penggunaan media digital dalam Vol. No. Juni 2024 Kompetensi Universitas Balikpapan meningkatkan keterampilan menulis dan literasi digital siswa. Kesimpulannya, penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan model pembelajaran Cooperative Learning dengan media digital Ibis Paint melalui meningkatkan keterampilan menulis siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan efektif. Pendekatan ini menawarkan solusi komprehensif untuk meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan di masa depan. DAFTAR PUSTAKA