PELATIHAN BISNIS BERBASIS TEKNOLOGI INFORMASI MANAJEMEN RETAIL PADA DUSUN TAMBANG, KEC. GETASAN. KAB. SEMARANG Sajiwo Tri Prakoso. Nur amalina. FBE. Universitas Aisyiyah Surakarta E-mail: sajiwo19@aiska-university. Abstract Kegiatan Pengabdian dilakukan kepada 12 orang Kelompok Mandiri. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 mei 2021 durasi kegiatan 09. 00 Ae 16. 00 di Desa Dusun Tambangan Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Metode yang digunkan Observasi dan wawancar. Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini merupakan satu bukti nyata kepedulian dari pihak akademisi dalam mengembangkan potensi ekonomi masyarakat. Universitas Aisyiyah Surakarta melalui program pengabdian masyakarat. Program pengabdian masyarakat yang telah terlaksana dengan baik masih perlu adanya tindak lanjut, agar dapat memberikan dampak nyata bagi mitra dalam hal ini Kelompok Mandiri Tambangan. Pelatihan motivasi wirausaha sudah berjalan namun perlu didukung kemampuan manajerial pemerintah daerah. Pada pelatihan Pemasaran, peserta baru Materi yang diberikan berkaitan dengan penggunaan teknologi Informasi sebagai penunjang pemasaran secara online sehingga perlu ditambah dengan pendalaman melalui praktek langsung. Kata Kunci: Pelatihan Motivasi. Pemasaran. Penggunaan Teknologi Informasi. PENDAHULUAN untuk memiliki sebuah media online, di Analisis Situasi mana informasi yang disajikan bisa dengan Dinamika perkembangan dunia teknologi informasi yang semakin maju dan pesat dari waktu ke waktu sudah terasa dampaknya oleh sebagian mudah dan cepat didapatkan oleh konsumen Hal ini dapat dilakukan dengan penggunaan internet. Penggunaan internet untuk aktivitas menjadi modern dan serba cepat sehingga Electronic Commerce (E-Commerc. berdampak pada perilaku informasi dalam Commerce dapat terjadi antara organisasi segala bidang, baik bidang pendidikan, bisnis dengan konsumen, meliputi peng- kesehatan, hiburan, sumber informasi, te- gunaan Internet dan World Wide Web untuk naga kerja, dunia bisnis dan komunikasi penjualan produk dan pelayanan untuk tanpa batasan tempat dan waktu, kebutuhan konsumen (Doolin, et al. , 2. Penggunaan informasi yang lebih cepat dan murah e-commerce telah mengalami peningkatan di tentunya menuntut para pemberi informasi Indonesia (DailySocial dan Veritrans, 2. Pelatihan Bisnis Berbasis Teknologi Informasi. Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. September 2021 Penggunaan internet untuk transaksi bisnis sudah dianggap sebagai suatu hal yang penting, hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah pengusaha yang menggunakan ecommerce dalam perusahaannya. Dalam dunia bisnis, website dalam bentuk e-commerce sudah merupakan kebutuhan dari suatu bisnis yang telah maju saat ini untuk pengembangan usahan karenai terdapat berbagai manfaat yang dimiliki oleh e-commerce. Di antaranya adalah para konsumen tidak perlu datang langsung ke toko untuk memilih barang yang ingin dibeli dan bagi perusahaan dapat melaksanakan kegiatan transaksi selama 24 jam. Kedua, dari segi keuangan konsumen dapat menghemat biaya yang dikeluarkan dan bagi pengusaha dapat menghemat biaya promosi, apabila lokasi toko jauh, konsumen dapat menghemat ongkos perjalanan dengan diganti biaya pengiriman yang jauh lebih murah dan bagi pengusaha dapat memasarkan tokonya ke wilayah yang lebih luas. Seiring bisnis saat ini e-commerce merupakan serta memenangkan persaingan bisnis dan penjualan produk produk. Pada proses e-commerce beli maupun pemasaran lebih efisien di e-commerce akan memperlihatkan adanya kemudahan mempercepat proses transaksi. Dusun Tambangan. Kecamatan Getasan. Kabupaten Semarang merupakan desa yang memiliki komunitas penjualan bibit buah dan bunga. Komunitas penjualan bibit buah dan Bunga belum dikelola dengan baik, perlu adanya dukungan agar penjualan meningkat bahkan kedepannya bisa menjadi potensi daerah Bunga menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Demikian pula komunitas bibit buah sudah berjalan namun belum memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat. Dusun Tambangan RT 006 RW 3. Sumogawe. Kecamatan Getasan. Kabupaten Semarang, dengan berlatar belakang orang desa yang belum mengerti dunia digital maka pemasaran masih dilakukan secara konvensional yang menjadikan usahnya sulit untuk berkembang sehingga dibutuhkan Pelatihan Bisnis Berbasis Teknologi Informasi. MASALAH. TARGET DAN LUARAN Permasalahan yang dialami oleh para pelaku usaha yaitu: . Jumlah penjualan hanya berdasarkan pesanan, kurang adanya motivasi untuk melakukan penjualan lebih banyak ataupun memasarkan sendiri selain mengandalkan atau pelanggan tetap . Belum ada upaya memasarkan produk bunga dan bibit selain menggunakan metode pemasaran dari mulut ke mulut. Penerapan ipteks yang dipergunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan hasil dari temuan beberapa riset tentang UMKM. Setyawan et al. , . menjelaskan bahwa faktor kunci daya saing Pelatihan Bisnis Berbasis Teknologi Informasi. Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. September 2021 UMKM adalah kompetensi SDM, pengelolaan modal, perencanaan bisnis dan tingkat inovasi UMKM. Wajdi et al. mengemukakan bahwa antisipasi terhadap resiko bisnis merupakan hal penting bagi UMKM, karena bisnis dalam jenis usaha ini rentan dengan kondisi ketidakpastian. Pengelolaan resiko dengan pengelolaan modal dan manajemen keuangan serta proses bisnis harus dilakukan oleh UMKM. METODE PELAKSANAAN UMKM pada level usaha mikro dan kecil merupakan jenis usaha yang masuk dalam kategori membutuhkan dukungan dari Pemerintah pada level bawah yaitu pemerintah desa merupakan pihak yang berkepentingan terhadap kinerja bisnis UMKM. Kinerja bisnis UMKM berpengaruh langsung terhadap peningkatan kinerja ekonomi desa/daerah. Wahyuddin et al. menyebutkan bahwa bentuk bantuan atau dukungan modal dan pelatihan teknis yang sesuai kebutuhan UMKM berpengaruh positif terhadap kinerja bisnis UMKM HASIL PEMBAHASAN Berikut bentuk dan ruang lingkup program dan target capaian pengabdian masyarakat di masyarakat Dusun Tambang. Kec. Getasan. Kab. Semarang: Jenis Kegiatan Sasaran Pelatihan rencana bisnis Masyarakat Desa Tambangan Edukasi Masyarakat Desa Tambangan Target Capaian Masyarakat/ warga mengerti cara menyusun rencana bisnis Masyarakat/ warga diberikan Kegiatan Pengabdian 12 orang Kelompok Mandiri. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 16 mei 2021 durasi kegiatan 09. 00Ae16. 00 di Desa Dusun Tambangan Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang. Metode yang digunkan Observasi dan wawancara. Permasalahan mitra dapat segera teratasi dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, seperti akademisi, pelaku usaha ataupun pemerintah. Universitas AoAisyiyah Surakarta melalui tim pelaksana pengabdian masyarakat bekerja sama dengan pelaku usaha, berupaya untuk mengembangkan bibit buah dan bunga sebagai desa wisata. Pelaksanaan masyarakat oleh Universitas Aisyiyah Surakarta di Dusun Desa Tambangan Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang berjalan dengan baik. Persiapan mitra, diskusi dengan Kelompok MANDIRI TAMBANGAN, warga setempat. Warga desa menyambut pengembangan potensi desa. Selama ini Desa Dusun Tambangan Sumogawe juga merupakan wilayah program kelurahan dalam pengembangan desa. Pelatihan Bisnis Berbasis Teknologi Informasi. Empowerment: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. September 2021 materi oleh narasumber dan diskusi bersama. Beberapa hal yang dibahas antara lain perjalanan usaha dalam membangun Keuletan dan keberanian untuk selalu memperbaiki diri serta mengikuti kebutuhan konsumen menjadi tips sukses usaha. Peserta pelatihan mengikuti kegiatan secara aktif. Salah satu pertanyaan yang diajukan yaitu Gambar 3. Kunjungan dan diskusi tim Universitas AoSurakarta dengan Warga Program pengabdian masyarakat yang pertama dilakukan adalah peningkatan motivasi Kegiatan ini dilaksanakan di rumah Warga Narasumber bernama Bapak Sajiwo tri Prakoso seorang akademisi untuk membantu dalam penyusunan rencana bisnis. Sharing pengalaman diharapkan dapat menjadi pendorong semangat dan motivasi penggiat wisata tanaman dan bibit. Acara ini dihadiri oleh warga setempat, narasumber, kelompok mandiri tambangan dan tim pengabdian dair Universitas Aisyiyah Surakarta. bagaimana cara agar pelaksana kegiatan usaha dengan wisata desa dapat berkembang. Keluhan yang diajukan adalah ketika membuat rencana bisnis terkendala dengan biaya yang dikeluarkan oleh pelaku usaha karena semua masih bersifat konvensional. Akibatnya kelompok usaha kesulitan dalam menentukan biaya yang dikeluarkan setiap hari dalam melakukan promosi ataupu lainnya. Saran dari