Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis P-ISSN: 2460-4321. E-ISSN: 2579-8340 Volume 11. Nomor 2. Juli 2025: 2100-2112 Pengaruh Terpaan Media Sosial Tiktok terhadap Minat Berkebun pada Followers @mini_garden12 The Influence of Tiktok Social Media Exposure on Interest in Gardening on @mini_garden12 Followers Bella Puspitasari*. Joko Mariyono. Hery Setiyawan Program Studi S1 Agribisnis. Fakultas Peternakan dan Pertanian. Universitas Diponegoro Jl. Prof. Soedarto. Tembalang. Kota Semarang *Email: bellapstr4141@gmail. (Diterima 10-02-2025. Disetujui 25-06-2. ABSTRAK Terpaan media sosial adalah kondisi di mana individu terpapar informasi dari media sosial seperti Tiktok dan dapat mempengaruhi perilaku individu termasuk terbentuknya minat berkebun. Minat berkebun adalah perasaan suka atau tertarik untuk melakukan kegiatan berkebun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pengaruh terpaan media sosial Tiktok terhadap minat berkebun pada followers @mini_garden12. Penelitian telah dilakukan pada bulan Oktober Ae Desember 2024 dengan akun Tiktok @mini_garden12 sebagai lokasi penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian ditentukan secara purposive sampling dan diambil secara quota sampling dengan jumlah responden sebanyak 161. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan kuantitatif menggunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat terpaan media yaitu durasi, frekuensi, dan atensi dikategorikan sangat tinggi dan tingkat minat berkebun dikategorikan tinggi. Variabel independen durasi, frekuensi, dan atensi dengan variabel kontrol usia, jenis kelamin, pendidikan, tempat tinggal, dan jenis sistem operasi smartphone berpengaruh secara simultan terhadap minat berkebun. Variabel frekuensi, atensi, dan tempat tinggal berpengaruh secara parsial terhadap minat berkebun sedangkan variabel durasi, usia, jenis kelamin, pendidikan, tempat tinggal, dan jenis sistem operasi smartphone tidak berpengaruh secara parsial. Variabel independen dan variabel kontrol memberikan pengaruh terhadap minat berkebun pada followers Tiktok @mini_garden12 sebesar 59,8% yang tergolong cukup kuat dan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain. Kata kunci: minat berkebun, terpaan media, tiktok. ABSTRACT Social media exposure is a condition in which individuals are exposed to information from social media such as Tiktok and can influence individual behavior including the formation of gardening interest. Gardening interest is a feeling of liking or being interested in doing gardening activities. This study aims to describe and analyze the effect of Tiktok social media exposure on gardening interest in @mini_garden12 followers. The research was conducted from October to December 2024 with the Tiktok account @mini_garden12 as the research location. The research method used is a survey with a quantitative approach. The research sample was determined by purposive sampling and taken by quota sampling with a total of 161 respondents. Data collection was carried out by distributing questionnaires and documentation. The data obtained were analyzed descriptively and quantitatively using multiple linear regression tests. The results showed that the level of media exposure, namely duration, frequency, and attention, was categorized as very high and the level of interest in gardening was categorized as high. The independent variables of duration, frequency, and attention with the control variables of age, gender, education, residence, and type of smartphone operating system simultaneously affect interest in gardening. The variables of frequency, attention, and residence have a partial effect on interest in gardening while the variables of duration, age, gender, education, residence, and type of smartphone operating system have no partial effect. The independent variables and control variables influence the interest in gardening on Tiktok @mini_garden12 followers by 59. 8% which is classified as quite strong and the rest is influenced by other variables. Keyword: gardening interest, social media exposure, tiktok Pengaruh Terpaan Media Sosial Tiktok terhadap Minat Berkebun pada Followers @mini_garden12 Bella Puspitasari. Joko Mariyono. Hery Setiyawan PENDAHULUAN Media sosial merupakan media komunikasi modern yang dapat mempermudah komunikasi karena tidak terbatas pada jarak dan waktu sehingga komunikasi dapat dilakukan kapan saja dan di mana TikTok menjadi media sosial populer yang banyak digunakan oleh masyarakat. Sebanyak 1. miliar orang menggunakan media sosial TikTok sehingga TikTok menduduki posisi kelima media sosial yang banyak digunakan di dunia (Statista, 2024. TikTok mulai populer di Indonesia pada akhir tahun 2019 dan Indonesia menjadi negara penyumbang pengguna TikTok terbesar di dunia. Jumlah pengguna Tiktok di Indonesia menduduki posisi pertama di dunia dengan jumlah sebanyak 157,6 juta orang (Statista, 2024. Konten-konten yang diunggah di media sosial Tiktok adalah video-video berdurasi maksimal 10 menit yang berisikan konten hiburan maupun konten yang Masyarakat bisa mengakses berbagai informasi melalui video-video yang diunggah di media sosial TikTok contohnya informasi tentang berkebun. Berkebun merupakan kegiatan bercocok tanam mulai dari proses persiapan tanam hingga panen untuk menghasilkan bahan pangan. Anakanak hingga orang tua dapat melakukan kegiatan berkebun. Berkebun dapat dilakukan dengan menanam sayur, buah, tanaman obat, maupun bunga. Berkebun memiliki manfaat yaitu membantu memenuhi kebutuhan konsumsi pangan rumah tangga sehari-hari untuk mendukung terjadinya peningkatan ketahanan pangan (Gusniarti & Rasyid, 2. Indonesia masih dihadapkan dengan permasalahan ketahanan pangan baik dari ketersediaan pangan, akses pangan, kualitas pangan dan pemanfaatan pangan. Berdasarkan data dari Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian . skor Global Food Security Indeks (GFSI) Indonesia pada tahun 2018 menduduki posisi ke 58 dari 113 negara di dunia dan mengalami penurunan posisi menjadi ke 63 dari 113 negara pada tahun 2022 yang disebabkan penurunan skor pada aspek keamanan dan kualitas Berdasarkan nilai Indeks Ketahanan Pangan (IKP) masih ada daerah-daerah di Indonesia tergolong IKP rendah yang menandakan bahwa produksi di daerah tersebut belum bisa memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Menurut data Badan Pangan Nasional . terdapat dua provinsi yang memiliki IKP rendah yaitu Papua sebesar 42,27 dan Papua Barat sebesar 47,95 sedangkan berdasarkan kabupaten/kota terdapat 67 kabupaten dari 416 kabupaten dan 1 kota dari 98 kota yang masuk ke golongan IKP rendah. Peningkatan ketahanan pangan memerlukan kerja sama antar pihak mulai dari pemerintah, swasta, hingga elemen masyarakat. Upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan tidak hanya dilakukan dalam skala makro namun bisa dimulai dari skala mikro yaitu ketahanan pangan rumah tangga. Kegiatan berkebun di rumah dengan menanam berbagai jenis sayur, buah, dan tanaman pangan lain dapat mendukung upaya peningkatan ketahanan pangan rumah tangga (Farihah et al. , 2. Akun Tiktok yang mengunggah konten berisikan kegiatan berkebun adalah @mini_garden12. Kegiatan berkebun yang dilakukan diawali sebagai hobi oleh creator sejak SMA dengan memanfaatkan rooftop rumahnya yang terletak di Kota Pagar Alam. Sumatra Selatan untuk memenuhi kebutuhan dapur dan menghemat pengeluaran. Menanam sayuran dan buah-buahan di rumah dengan memanfaatkan pekarangan guna konsumsi rumah tangga dapat menjadi sumber pemenuhan gizi (Ayuningtyas et al. , 2. Tanaman yang ditanam di kebun @mini_garden12 adalah berbagai jenis sayuran, buah-buahan, dan bunga. Sayuran yang ditanam adalah selada, daun bawang, timun, cabai, kubis, sawi, kangkung, terong, dan sayuran lainnya. Buah-buahan yang ditanam adalah strawberry, rapsberry, anggur, jeruk dan markisa sementara jenis bunga-buga yang ditanam adalah ranuculus, anemone, tulip, bunga matahari, bunga kosmos, dan lainnya. Pengetahuan creator mengenai berkebun diperoleh secara otodidak melalui Youtube, buku, jurnal, dan bertanya langsung kepada petani. Keinginannya untuk memotivasi orang lain untuk berkebun membuat creator mulai mengunggah konten berkebun di TikTok. Instagram, dan Youtube. Akun @mini_garden12 mulai aktif di Tiktok pada bulan Oktober 2022 dan per 30 Juni 2024 telah diikuti oleh 756,3 ribu followers. Konten yang diunggah oleh @mini_garden12 adalah konten berkebun dalam bentuk video yang berisi informasi tentang berkebun mulai dari jenis tanaman yang ditanam, cara menanam, cara merawat tanaman, hingga panen. Akun @mini_garden12 mengunggah konten video sebanyak 1-4 kali dalam seminggu dan 30 Juni 2024 telah memperoleh 12,3 juta likes dari 165 unggahan video di TikTok. Kegiatan berkebun yang dikemas dalam video TikTok yang kreatif, interaktif, dan informatif dapat mempengaruhi dan memicu timbulnya respons dari pengguna TikTok. Pengaruh yang diberikan oleh media sosial terhadap perilaku baik cara berpikir maupun sikap penggunanya dapat disebut dengan terpaan media sosial. Terpaan media sosial dapat diartikan sebagai pengalaman penerimaan informasi oleh pengguna media sosial setelah membaca, melihat, maupun mendengar konten yang diunggah pada media sosial (Rakhmat, 2. Terpaan media sosial Pengaruh Terpaan Media Sosial Tiktok Terhadap Minat Berkebun pada Followers @mini_garden12 Bella Puspitasari. Joko Mariyono. Hery Setiyawan dapat dinilai melalui durasi, frekuensi, dan atensi penggunaan media sosial. Informasi menarik tentang berkebun yang terdapat di unggahan akun @mini_garden12 dapat memberikan perspektif yang positif terhadap kegiatan berkebun sehingga dapat mempengaruhi perilaku followers dalam bentuk minat berkebun. Minat berkebun merupakan rasa ketertarikan pada seseorang untuk melakukan kegiatan berkebun. Menurut Junaedi et al. , . dan Rosliana et al. , . indikator yang dapat digunakan untuk mengukur minat adalah perasaan senang, ketertarikan, perhatian, keinginan, dan keterlibatan. Teori yang menjelaskan hal tersebut adalah Teori Stimulus-Organism-Respons (S-O-R). Teori S-OR menggambarkan respons yang timbul akibat adanya rangsangan berupa pesan yang tepat (McQuail, 2. Terpaan media sosial @mini_garden12 dapat menjadi stimulus bagi followers yang dapat mempengaruhi terbentuknya minat untuk berkebun. Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terpaan media sosial TikTok terhadap minat berkebun pada followers TikTok @mini_garden12 Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi gambaran dan informasi terkait pengaruh terpaan media sosial terhadap minat Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan masukan kepada @mini_garden12 untuk memanfaatkan terpaan media dalam meningkatkan minat berkebun pada followers @mini_garden12. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober Ae Desember 2024 dengan akun media TikTok @mini_garden12 sebagai lokasi penelitian. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive . dengan pertimbangan jumlah followers yang dimiliki Tiktok @mini_garden12 per 30 Juni 2024 sebanyak 756. 300 dan konsisten menggunggah konten edukasi berkebun sebanyak 1 Ae 4 kali per minggu. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Metode penentuan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan kriteria responden adalah followers @mini_garden12 yang berusia minimal 17 tahun. Pengambilan jumlah sampel dalam rencana penelitian ini menggunakan pendekatan quota sampling dengan jumlah minimal sampel dihitung menggunakan rumus Lemeshow dengan tarat kesalahan 8% sehingga dihasilkan minimal sampel penelitian ini adalah 151 responden yang kemudian didapatkan responden sebanyak 161 Rumus Lemeshow dalam pengambilan sampel digunakan untuk menghitung jumlah sampel jika populasi dalam penelitian tidak diketahui jumlah pastinya (Riyanto & Hatmawan, 2. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan cara menyebar kuesioner secara online menggunakan google form dan data sekunder yang diperoleh dari studi Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui tingkat terpaan media sosial dan minat berdasarkan inveral skor serta menganalisis pengaruh terpaan media terhapap minat berkebun dengan uji regresi linier berganda. Analisis Deskriptif Analisis deskriptif merupakan metode analisis data dengan cara menggambarkan atau mendeskripsikan data penelitian yang telah berhasil terkumpul secara apa adanya (Sugiyono, 2. Terpaan media sosial Tiktok @mini_garden12 yang diukur melalui variabel durasi, frekuensi, atensi serta minat berkebun pada followers Tiktok @mini_garden12 dianalisis berdasarkan jawaban dari kuesioner yang telah dijawab oleh responden. Menurut Mamondol . rumus untuk menghitung interval kelas adalah sebagai berikut: Rentang data Interval Kelas = Jumlah kelas Rentang data = nilai pengamatan tertinggi Ae nilai pengamatan terendah Jumlah kelas = 3 . Tabel 1. Kategori Penilaian Variabel Penelitian Variabel Skor Kriteria Durasi (X. 6 Ae 11 Rendah Frekuensi (X. 12 Ae 17 Sedang Atensi (X. 18 - 24 Tinggi Minat Berkebun (Y) 15 Ae 30 Rendah 31 Ae 45 Sedang 46 - 60 Tinggi Pengaruh Terpaan Media Sosial Tiktok terhadap Minat Berkebun pada Followers @mini_garden12 Bella Puspitasari. Joko Mariyono. Hery Setiyawan Analisis Regresi Linier Berganda Analisis regresi linier bergada digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisis pengaruhi dari variabel independen yaitu durasi (X. , frekuensi (X. , dan atensi (X. dengan variabel kontrol yaitu usia (X. , jenis kelamin (X. , pendidikan (X. , tempat tinggal (X. , dan jenis sistem operasi smartphone (X. terhadap minat berkebun (Y) pada followers Tiktok @mini_garden12. Persamaan regresi linier berganda untuk penelitian ini sebagai berikut. Y = a b1X1 b2X2 b3X3 b4X4 b5X5 b6X6 b7X7 b8X8 e Keterangan = Minat berkebun . = Konstanta = Koefisien regresi X1 = Durasi . X2 = Frekuensi . X3 = Atensi . X4 = Usia . X5 = Jenis Kelamin . X6 = Pendidikan . X7 = Tempat tinggal . X8 = Jenis sistem operasi smartphone . = Error HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Tiktok @mini_garden12 Tiktok @mini_garden12 adalah akun Tiktok yang berbagi konten berkebun di lahan sempit yaitu memanfaatkan atap rumah. Creator Tiktok @mini_garden12 pertama kali mengunggah video berkebun pada tanggal 10 Desember 2022 yang menampilkan berbagai jenis tanaman yang ditanam oleh creator di kebun atap rumahnya. Per tanggal 2 Januari 2025 jumlah followers Tiktok @mini_garden12 berjumlah 843. 201 dan memperoleh 15,2 juta like dari 217 video. Creator rutin mengunggah video di Tiktok yaitu sebanyak 1-4 video tiap minggunya. Tiktok @mini_garden12 memiliki ciri khas yaitu pengucapan pada saat pembukaan video yaitu Auwelcome to my mini gardenAy yang mempermudah penonton mengingat akun Tiktok @mini_garden12. Creator telah memiliki hobi berkebun sejak sekolah menengah atas dengan memanfaatkan lahan di atap rumahnya yang berukuran 5 x 8 m. Pengetahuannya tentang berkebun diperoleh secara otodidak melalui video Youtube, buku, jurnal, dan bertanya langsung kepada petani di sekitar rumahnya. Motivasi creator untuk berkebun adalah untuk memenuhi kebutuhan dapur sehingga dapat menghemat pengeluaran Manfaat dari berkebun itulah yang menjadi motivasi bagi creator untuk membuat konten berkebun agar pengguna media sosial merasakan manfaat dari berkebun seperti yang creator rasakan melalui aktivitas berkebun. Aktivitas berkebun yang dibagikan melalui konten Tiktok oleh @mini_garden12 adalah panen hasil berkebun, tips berkebun seperti tips mengolah tanah, tips hidroponik, dan tips semai benih, serta mengolah hasil panen menjadi jus maupun camilan. Tanaman yang ditanam di lahan @mini_garden12 meliputi sayuran, buah-buahan, dan bunga dengan berbagai jenis baik lokal maupun impor. Informasi terkait tanaman yang ditanam dijelaskan oleh creator dalam konten yang dibuatnya seperti nama jenis tanaman yang ditanam, manfaat tanaman, dan cara menanamnya. Tidak hanya sekadar membuat konten, creator @mini_garden12 juga aktif berinteraksi dengan penonton melalui kolom komentar yaitu dengan membalas komentar sapaan, memberikan motivasi, maupun membalas pertanyaan terkait berkebun yang ditanyakan oleh penonton. Selain itu creator @mini_garden12 terkadang melakukan live Tiktok dengan durasi kurang lebih 2 jam untuk berinteraksi dengan penonton untuk membahas cara berkebun, tips dan trik berkebun, menjawab pertanyaan penonton, dan melalukan promosi produk berkebun. Promosi produk yang dilakukan oleh Tiktok @mini_garden12 merupakan kerja sama dengan Infarm. Saat ini creator hanya fokus sebagai Pengaruh Terpaan Media Sosial Tiktok Terhadap Minat Berkebun pada Followers @mini_garden12 Bella Puspitasari. Joko Mariyono. Hery Setiyawan content creator untuk mengembangkan akun Tiktok @mini_garden12 agar lebih dikenal oleh banyak Pengembangan kebun juga dilakukan dengan cara merenovasi kebun atap rumah agar terlihat lebih rapi dan saat ini tengah melakukan pembangunan cottage garden dengan luas 15 x 25 m agar bisa lebih menanam banyak tanaman. Creator @mini_garden12 berharap ke depannya konten @mini_garden12 dapat menjadi wadah pembelajaran bagi banyak orang dan menjadi motivasi untuk memulai kemandirian pangan. Karakteristik Responden Karakteristik responden dalam penelitian ini yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, tempat tinggal, dan jenis sistem operasi smartphone. Usia Tabel 2. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia Berdasarkan Usia Jumlah Responden Persentase --Orang---%-< 20 9,00 21 Ae 30 68,00 31 Ae 40 15,00 41 Ae 50 6,00 2,00 Total 100,00 Sumber: Data Primer Penelitian . Mayoritas responden berusia 21 Ae 30 tahun yaitu sebesar 68,00% atau 110 orang. Usia 21 Ae 30 merupakan usia yang masuk ke dalam golongan usia remaja dan dewasa. Berdasarkan data Statista . pengguna Tiktok paling tinggi berusia 18 Ae 24 tahun sebesar 34,80% dan urutan kedua adalah usia 25 Ae 34 tahun sebesar 34,00%. Data tersebut menunjukkan bahwa usia remaja dan dewasa merupakan usia yang memiliki kemampuan untuk mengakses media sosial yang lebih tinggi dibandingkan usia di atasnya. Tingkat adopsi teknologi akan semakin tinggi pada seseorang dengan usia muda (Wibisonya, 2. Kemampuan mengakses media sosial adopsi teknologi yang tinggi akan membuat seseorang lebih sering terpapar informasi dari media sosial . Jenis Kelamin Tabel 3. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Berdasarkan Jumlah Responden Persentase Jenis Kelamin --Orang---%-Perempuan 84,00 Laki-laki 16,00 Total 100,00 Sumber: Data Primer Penelitian . Responden dalam penelitian ini didominasi oleh perempuan yaitu sebesar 84,00% atau 136 orang yang artinya adalah mayoritas followers Titkok @mini_garden12 adalah perempuan. Hal ini dapat menunjukkan bahwa perempuan lebih menyukai kegiatan berkebun dibandingkan laki-laki. Menurut Khateeb et al. perempuan menyukai kegiatan berkebun karena manfaat lingkungan dan ekonomi yang diberikan dibandingkan laki-laki, selain itu perempuan cenderung berkontribusi dalam kegiatan berkebun skala rumah tangga. Pendidikan Berdasarkan Tabel 8. di bawah ini mayoritas riwayat pendidikan terakhir responden adalah sarjana yaitu sebesar 53,50% atau 86 responden, kemudian riwayat pendidikan terbesar kedua adalah tamatan SMA yaitu sebesar 33,00% atau 53 responden. Hasil tersebut menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan terakhir yang dimiliki oleh followers @mini_garden12 dapat dinyatakan memiliki pendidikan yang tinggi. Menurut Wibisonya . pendidikan yang tinggi akan membuat kemampuan seseorang dalam mengadopsi teknologi lebih tinggi. Latar belakang pendidikan yang tinggi akan mendukung seseorang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih baik sehingga mampu mempengaruhi seseorang dalam menerima informasi, keinginan, serta pengambilan Pengaruh Terpaan Media Sosial Tiktok terhadap Minat Berkebun pada Followers @mini_garden12 Bella Puspitasari. Joko Mariyono. Hery Setiyawan Tabel 4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Berdasarkan Jumlah Responden Persentase Pendidikan --Orang---%-SD 1,25 SMP 3,00 SMA 33,00 Diploma 8,00 Sarjana 53,50 Lainnya 1,25 Total 100,00 Sumber: Data Primer Penelitian . Tempat tinggal Tabel 5. Karakteristik Responden Berdasarkan Tempat Tinggal Berdasarkan Jumlah Responden Persentase Tempat Tinggal --Orang---%-Perkotaan 49,6,0 Pedesaan 50,4,0 Total 100,00 Sumber: Data Primer Penelitian . Responden yang tinggal di pedesaan yaitu sebesar 50,40% atau 81 responden dan responden yang tinggal di perkotaan sebesar 49,60% atau 80 responden. Hasil tersebut menunjukkan tidak ada perbedaan jumlah yang jauh antara responden yang tinggal di perkotaan maupun di pedesaan. Berkebun dapat dilakukan di perkotaan maupun di pedesaan dengan memanfaatkan lahan kosong atau pekarangan rumah guna mendukung ketahanan pangan rumah tangga. Menurut Kurniawati et . masyarakat dapat mengoptimalkan lahan pekarangan baik di pedesaan maupun di perkotaan sebagai lahan berkebun yang dapat menjadi sumber kebutuhan pangan rumah tangga serta menjadi sumber pendapatan yang dapat mendukung perekonomian rumah tangga. Jenis sistem operasi smartphone Tabel 6. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Sistem Operasi Smartphone Berdasarkan Jenis Sistem Jumlah Responden Persentase Operasi Smartphone --Orang---%-Android 72,60 IOS 27,40 Total 100,00 Sumber: Data Primer Penelitian . Mayoritas responden menggunakan Android yaitu sebesar 72,60% atau 117 responden dan responden yang menggunakan IOS sebesar 27,40% atau 44 responden. Hasil tersebut menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah pengguna Android. Jumlah pengguna Android yaitu sebanyak 87,61% lebih banyak dibandingkan dengan pengguna IOS yaitu sebanyak 12,36% (Statista, 2024. Android adalah sistem operasi smartphone yang menyediakan sistem open source sehingga perangkat dapat dikembangkan oleh banyak produsen sedangkan iOS mengusung konsep eksklusif dengan ekosistem Apple sehingga pengguna dapat mengintegrasikan produk Apple. Tingginya pengguna sistem operasi Android disebabkan oleh mudahnya cara pengoperasian dan tersedia banyak pilihan produk dengan harga yang berbeda sehingga banyak konsumen yang memilih menggunakan Android (Anggreni & Arsana, 2. Uji Instrumen Insrumen penelitian berupa kuesioner yang digunakan diuji terlebih dahulu sebelum disebar kepada responden dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Berdasarkan hasil uji validitas dapat diketahui bahwa seluruh instrumen penelitian variabel durasi, frekuensi, atensi, dan minat berkebun memiliki nilai r hitung < r tabel dan nilai Sig. -taile. < 0,05. Nilai tersebut menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian dapat dinyatakan valid. Berdasarkan hasil uji reliabilitas dapat diketahui bahwa setiap variabel memiliki nilai nilai Cronbach Alpha > 0,6 sehingga dapat dinyatakan reliabel. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa seluruh item pada variabel penelitian dapat digunakan dalam penelitian. Pengaruh Terpaan Media Sosial Tiktok Terhadap Minat Berkebun pada Followers @mini_garden12 Bella Puspitasari. Joko Mariyono. Hery Setiyawan Terpaam Media Sosial Tiktok @mini_garden12 Durasi Tabel 1. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Kategori Tingkat Durasi Kategori Durasi Jumlah Persentase ---orang-----%--Rendah 0,00 Sedang 18,00 Tinggi 81,00 Sumber: Data Primer Penelitian . Tingkat durasi yang dihabiskan oleh responden untuk mengakses Tiktok @mini_garden12 yang mayoritas berada pada kategori tinggi sebanyak 132 responden atau 81,00%, sedangkan sisanya berada pada kategori sedang sebanyak 29 responden atau 18,00%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar responden telah mengakses Tiktok @mini_garden12 dalam durasi yang lebih lama dibandingkan kategori sedang dan rendah seperti lama responden mulai mengikuti Tiktok @mini_garden12, waktu yang dihabiskan setiap mengunjungi akun @mini_garden12, waktu yang dihabiskan untuk menonton konten maupun live Tiktok @mini_garden12, serta waktu yang dihabiskan untuk membaca deskripsi dan komentar yang terdapat pada konten yang diunggah. Frekuensi Tabel 8. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Kategori Tingkat Frekuensi Kategori Frekuensi Jumlah Persentase ---orang-----%--Rendah 0,00 Sedang 24,80 Tinggi 75,20 Sumber: Data Primer Penelitian . Tingkat frekuensi responden paling besar adalah kategori tinggi dengan jumlah 121 responden atau 75,20% yang artinya adalah responden aktif dan rutin mengakses Tiktok @mini_garden12. Sebanyak 40 responden atau 24,80% berada pada kategori sedang yang artinya adalah responden sesekali mengakses Tiktok @mini_garden12. Tingkat frekuensi yang tinggi dapat meningkatkan kemungkinan terbentuknya minat untuk berkebun yang besar. Hal tersebut dapat terjadi karena semakin sering seseorang terpapar media sosial maka semakin tinggi paparan informasi yang diterima sehingga cenderung memiliki pengetahuan yang lebih luas tentang berkebun yang dapat meningkatkan ketertarikan untuk ikut terlibat pada kegiatan berkebun. Atensi Tabel 9. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Kategori Tingkat Atensi Kategori Atensi Jumlah Persentase ---orang-----%--Rendah 0,00 Sedang 7,50 Tinggi 92,50 Sumber: Data Primer Penelitian . Sebanyak 149 responden atau 92,50% memiliki kategori tingkat atensi tinggi artinya mereka memiliki atensi yang besar terhadap konten berkebun yang terdapat pada akun Tiktok @mini_garden12. Adapun sebanyak 12 responden atau 7,50% berada pada kategori sedang yang artinya memiliki atensi yang cukup besar terhadap konten berkebun di Tiktok @mini_garden12 meskipun tidak seintens responden yang berada pada kategori tinggi. Tidak adanya responden yang berada pada kategori rendah dapat menandakan bahwa seluruh responden memiliki kemampuan untuk memperhatikan dan menerima informasi yang disampaikan melalui konten Tiktok @mini_garden12 dengan cukup baik serta merasa pengemasan konten mampu membuat tingginya atensi pada responden untuk menonton konten hingga selesai dan selalu menantikan konten berkebun Tingginya atensi responden pada konten berkebun @mini_garden12 juga dapat menandakan bahwa media sosial bisa menjadi media yang cukup efektif untuk menarik perhatian pengguna terhadap kegiatan berkebun dan mempengaruhi mereka untuk ikut serta dalam kegiatan Pengaruh Terpaan Media Sosial Tiktok terhadap Minat Berkebun pada Followers @mini_garden12 Bella Puspitasari. Joko Mariyono. Hery Setiyawan Minat Berkebun pada Followers Tiktok @mini_garden12 Tabel 10. Jumlah dan Persentase Responden Berdasarkan Kategori Tingkat Minat Berkebun Kategori Minat Berkebun Jumlah Persentase ---orang-----%--Rendah 0,00 Sedang 15,50 Tinggi 84,50 Sumber: Data Primer Penelitian . Tingkat minat berkebun pada 136 responden atau 84,50% berada pada kategori tinggi. Artinya responden yang berada pada kategori tersebut memiliki perasaan senang setelah menonton konten berkebun, memiliki ketertarikan yang mendalam untuk mencoba berkebun, memperhatikan informasi berkebun dengan seksama, memiliki keinginan yang kuat untuk mencoba berkebun, dan terlibat secara aktif melalui komentar, memberikan like, atau membagikan ulang konten Tiktok @mini_garden12 yang lebih besar dibandingkan responden pada kategori di bawahnya. Responden yang berada pada kategori sedang berjumlah 25 orang atau 15,50% memiliki minat yang cukup baik pada kegiatan berkebun, namun cenderung memiliki kecenderungan untuk terlibat yang rendah. Tidak adanya responden yang berada pada kategori minat berkebun yang rendah menandakan bahwa terpaan media sosial @mini_garden12 dapat digunakan untuk mendorong terbentuknya minat berkebun secara efektif pada pengguna media sosial. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data sudah terdistrubusi normal atau memiliki variabel penganggu dalam model regresi. Berdasarkan hasil uji normalitas yang dilakukan dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dengan software SPSS 2 dapat diketahui bahwa nilai signifikansi yang diperoleh adalah 0,200 > 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa residual berdistribusi normal dan data dapat diuji lebih lanjut. Hal ini sesuai dengan pernyataan Riyanto & Hatmawan . yang menyatakan bahwa data harus berdistribusi normal sebagai syarat untuk melakukan uji t dan uji F Uji Asumsi Klasik Uji Multikolinearitas Berdasarkah hasil uji multikolinearitas diperoleh hasil sebagai berikut. Tabel 11. Hasil Uji Multikolinearitas Colinearity Statistics Keterangan Variabel Tolerance VIF Durasi (X. 0,578 1,731 Tidak terjadi multikolinearitas Frekuensi (X. 0,491 2,036 Tidak terjadi multikolinearitas Atensi (X. 0,521 1,921 Tidak terjadi multikolinearitas Usia (X. 0,842 1,188 Tidak terjadi multikolinearitas Jenis Kelamin (X. 0,987 1,014 Tidak terjadi multikolinearitas Pendidikan (X. 0,881 1,135 Tidak terjadi multikolinearitas Tempat Tinggal (X. 0,952 1,050 Tidak terjadi multikolinearitas Sumber: Data Primer Penelitian . Variabel independen yaitu durasi (X. , frekuensi (X. , dan atensi (X. serta variabel kontrol yaitu usia (X. , jenis kelamin (X. , pendidikan (X. , tempat tinggal (X. , dan jenis sistem operasi smartphone (X. memiliki nilai tolerance lebih dari 0,1 dan nilai VIF < 10 sehingga dapat disimpulkan bahwa antar variabel independen tidak terjadi multikolinearitas. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Riyanto & Hatmawan . yang menyatakan bahwa model regresi seharusnya tidak mengalami multikolinearitas yang ditunjukkan dengan nilai tolerance yang lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF kurang dari 10. Pengaruh Terpaan Media Sosial Tiktok Terhadap Minat Berkebun pada Followers @mini_garden12 Bella Puspitasari. Joko Mariyono. Hery Setiyawan Uji Heteroskedastisitas Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 12. Hasil Uji Heteroskedastisitas Variabel Signifikansi Keterangan Durasi (X. 0,904 Tidak terjadi heteroskedastisitas Frekuensi (X. 0,956 Tidak terjadi heteroskedastisitas Atensi (X. 0,061 Tidak terjadi heteroskedastisitas Usia (X. 0,721 Tidak terjadi heteroskedastisitas Jenis Kelamin (X. 0,868 Tidak terjadi heteroskedastisitas Pendidikan (X. 0,324 Tidak terjadi heteroskedastisitas Tempat Tinggal (X. 0,386 Tidak terjadi heteroskedastisitas Jenis Sistem Operasi Smartphone (X. 0,884 Tidak terjadi heteroskedastisitas Sumber: Data Primer Penelitian . Berdasarkan hasil uji heteroskedastisitas yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa variabel independen yaitu durasi (X. , frekuensi (X. , dan Atensi (X. serta variabel kontrol yaitu usia (X. , jenis kelamin (X. , pendidikan (X. , tempat tinggal (X. , dan jenis sistem operasi smartphone (X. memiliki nilai Sig. > 0,05 sehingga dapat dinyatakan tidak terjadi heteroskedastisitas. Hal ini sesuai dengan pernyataan Riyanto & Hatmawan . yang menyatakan bahwa data dinyatakan tidak terjadi heteroskedastisitas apabila memiliki nilai Sig. Ou 0,05. Uji Regresi Linier Berganda Uji regresi linear berganda digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui pengaruh variabel independen yaitu durasi, frekuensi, dan atensi dengan variabel kontrol usia, pendidikan, tempat tinggal, dan jenis sistem operasi smartphone terhadap variabel dependen yaitu minat berkebun. Hasil uji regresi linear berganda yang telah dilakukan menggunakan software SPSS 25 sebagai berikut: `Tabel 13. Hasil Uji Regresi Linear Berganda Variabel Koefisien Regresi 19,791 0,152 0,433 1,055 0,012 -0,886 -0,081 -1,410 -0,530 Konstanta 7,052 Durasi 1,059 Frekuensi 3,506 Atensi 7,380 Usia 0,334 Jenis Kelamin -1,241 Pendidikan -0,316 Tempat Tinggal -2,680 Jenis Sistem Operasi Smartphone -0,871 R Square = 0,598 F = 28. Sig. = 0,000 Sumber: Data Primer Penelitian . Sig. 0,000 0,291 0,001 0,000 0,739 0,216 0,752 0,008 0,385 Berdasarkan hasil uji koefisien determinasi yang telah dilakukan menggunakan SPSS 25 dapat diketahui bahwa nilai koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,598 atau 59,80%. Artinya adalah variabel independen yaitu durasi, frekuensi, dan atensi, serta variabel kontrol yaitu usia, pendidikan, tempat tinggal, dan jenis sistem operasi smartphone memberikan pengaruh cukup kuat terhadap minat berkebun pada followers @mini_garden12 sebesar 59,80% dengan sisanya sebesar 40,20% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini. Hal ini sesuai dengan pernyataan dari Sugiyono . yang menyatakan bahwa nilai koefisien determinasi sebesar 40,00 Ae 59,90% memiliki tingkat gabungan yang sedang atau cukup kuat. Uji simultan atau uji F adalah uji hipotesis yang dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen durasi (X. , frekuensi (X. , dan atensi (X. dengan variabel kontrol usia (X. , jenis kelamin (X. , pendidikan (X. , tempat tinggal (X. dan jenis sistem operasi smartphone (X. berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen yaitu minat berkebun (Y). Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa nilai Sig. < 0,05 dan nilai F hitung > f tabel artinya variabel independen durasi (X. , frekuensi (X. , dan atensi (X. dengan variabel kontrol usia (X. , jenis kelamin (X. , pendidikan (X. , tempat tinggal (X. dan jenis sistem operasi smartphone (X. berpengaruh secara simultan terhadap variabel dependen minat Pengaruh Terpaan Media Sosial Tiktok terhadap Minat Berkebun pada Followers @mini_garden12 Bella Puspitasari. Joko Mariyono. Hery Setiyawan berkebun (Y) sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak. Hal ini sesuai dengan pernyataan Riyanto & Hatmawan . yang menyatakan bahwa apabila nilai Sig. > 0,05 dan nilai F hitung > F tabel maka H0 ditolak sehingga H1 diterima. Uji parsial atau uji t adalah uji hipotesis yang dilakukan untuk mengetahui apakah variabel independen durasi (X. , frekuensi (X. , dan atensi (X. dengan variabel kontrol usia (X. , pendidikan (X. , tempat tinggal (X. , dan jenis sistem operasi smartphone (X. berpengaruh secara parsial terhadap variabel dependen yaitu minat berkebun (Y). Menurut Riyanto & Hatmawan . variabel independen dapat dinyatakan berpengaruh secara parsial apabila memiliki nilai Sig. O 0,05 dan t hitung O t tabel maka variabel independen berpengaruh secara parsial terhadap variabel Durasi (X. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui variabel durasi (X. memiliki nilai signifikansi 0,291 atau nilai sig. > 0,05. Artinya adalah variabel durasi tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel minat berkebun pada followers @mini_garden12. Durasi di sini dapat diartikan sebagai seberapa banyak waktu yang dihabiskan oleh responden dalam mengakses Tiktok @mini_garden12. Semakin tinggi tingkat durasi penggunaan Tiktok, maka semakin tinggi tingkat paparan informasi yang diterima oleh pengguna tersebut. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa bukan durasi yang berkontribusi secara nyata terhadap bertambahnya informasi dan pengetahuan tentang berkebun. Meskipun responden bisa menghabiskan waktunya dalam durasi yang lama untuk mengakses konten berkebun di Tiktok @mini_garden12 namun format video Tiktok yang singkat menyebabkan kurang dalamnya informasi berkebun yang diterima oleh followers. Selain itu meskipun durasi penggunaan tinggi namun followers tidak fokus atau tidak memperhatikan dengan seksama informasi yang terdapat dalam konten berkebun @mini_garden12 dapat menghambat proses penyerapan informasi. Semakin sedikit informasi yang diterima oleh pengguna media sosial maka pengetahuan serta wawasan yang diperoleh juga akan semakin sedikit. Rendahnya pengetahuan seseorang terhadap berkebun dapat berakibat pada rendahnya minat untuk berkebun (Ilvira et al. Frekuensi (X. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa jika frekuensi mengalami kenaikan sebanyak satu satuan maka minat berkebun akan meningkat sebesar 0,433. Variabel frekuensi (X. memiliki nilai signifikansi 0,001 atau nilai sig. < 0,05. Artinya adalah variabel frekuensi berpengaruh secara parsial terhadap variabel minat berkebun pada followers @mini_garden12. Tingkat frekuensi di sini artinya adalah seberapa sering responden mengakses media sosial Tiktok untuk memenuhi kebutuhan informasi berkebun melalui Tiktok @mini_garden12. Semakin tinggi tingkat frekuensi penggunaan media sosial maka akan semakin terpenuhi informasi yang dibutuhkan oleh pengguna (Sugito et al. Ketika followers secara rutin melihat konten berkebun yang dibuat oleh @mini_garden12 maka dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang berkebun sehingga mampu membentuk persepsi positif dan mendorong minat mereka terhadap kegiatan berkebun. Atensi (X. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa jika atensi mengalami kenaikan sebanyak satu satuan maka minat berkebun akan meningkat sebesar 1,055. Variabel atensi (X. memiliki nilai signifikansi 0,000 atau nilai sig. < 0,05. Artinya adalah variabel atensi berpengaruh secara parsial terhadap variabel minat berkebun pada followers @mini_garden12. Atensi dapat diartikan sebagai tingkat perhatian yang diberikan oleh pengguna media sosial. Menurut Sugito et al. ketertarikan pengguna media sosial dalam memperhatikan isi pesan yang disampaikan dipengaruhi oleh aspek audio dan video. Konten yang dibuat oleh Tiktok @mini_garden12 memiliki visual dan voice over yang menarik sehingga mampu menarik perhatian followers untuk menonton dan memperhatikan pesan yang disampaikan oleh creator. Ketika followers fokus menonton konten berkebun maka akan semakin banyak informasi yang terserap. Tingkat penyerapan informasi tentang berkebun yang diperoleh dari Tiktok @mini_garden dapat menunjukkan bahwa followers dapat memahami informasi yang diberikan oleh creator @mini_garden12. Besarnya atensi yang diberikan oleh followers @mini_garden12 dapat mempengaruhi terbentuknya minat berkebun. Tingginya tingkat atensi akan mempercepat proses terbentuknya respons terhadap stimulus yang diberikan (Hasari, 2. Pengaruh Terpaan Media Sosial Tiktok Terhadap Minat Berkebun pada Followers @mini_garden12 Bella Puspitasari. Joko Mariyono. Hery Setiyawan Usia (X. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa variabel kontrol usia (X. memiliki nilai signifikansi 0,739 atau nilai sig. > 0,05. Artinya adalah variabel usia tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel minat berkebun pada followers @mini_garden12. Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Widyaningsih et al. yang menyatakan bahwa usia tidak berpengaruh secara nyata terhadap preferensi dan minat berkebun. Minat berkebun dapat timbul di semua kalangan usia karena berkebun merupakan kegiatan yang dapat dilakukan oleh semua usia mulai dari anak muda hingga orang tua. Berkebun bagi anak dapat menjadi kegiatan yang mampu memberi manfaat bagi perkembangan fisik dan kognitifnya. Sementara berkebun bagi orang dewasa hingga lansia dapat menjadi sebuah hobi untuk mengurangi stres dan hasil kebun yang dihasilkan dapat menjadi sumber pangan sehingga mendukung terjadinya ketahanan pangan rumah tangga. Jenis Kelamin (X. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa variabel kontrol jenis kelamin (X. memiliki nilai signifikansi sebesar 0,216 atau nilai sig. > 0,05. Artinya adalah variabel jenis kelamin tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel minat berkebun pada followers @mini_garden12. Hal ini didukung dengan penelitian oleh Widyaningsih et al. yang menyatakan bahwa jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi dan minat berkebun. Baik perempuan maupun laki-laki dapat berminat atau tidak berminat untuk melakukan kegiatan berkebun. Dalam konteks kegiatan berkebun, laki-laki maupun perempuan dapat secara aktif melakukan kegiatan berkebun untuk memenuhi kebutuhan konsumsi pangan maupun sebagai hobi. Laki-laki dan perempuan juga dapat bekerja sama dalam kegiatan berkebun, perempuan dapat mengambil peran pada kegiatan persiapan, pemeliharaan, dan pengolahan hasil panen sementara laki-laki dapat mengambil peran yang berkaitan dengan penyediaan sarana dan prasarana kegiatan berkebun (Ulfa & Pertiwi, 2. Pendidikan (X. Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 26. dapat diketahui bahwa variabel kontrol pendidikan (X. memiliki nilai signifikansi 0,752 atau nilai sig. > 0,05. Artinya adalah variabel pendidikan tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel minat berkebun pada followers @mini_garden12. Hal ini didukung penelitian oleh Widyaningsih et al. yang menyatakan bahwa pendidikan formal tidak berpengaruh signifikan terhadap preferensi dan minat berkebun. Minat berkebun dapat terbentuk dengan latar pendidikan apa pun karena seseorang bisa memperoleh informasi yang dapat menambah pengetahuan tentang berkebun melalui pendidikan informal. Ketersediaan dan kemudahan akses internet semakin mempermudah seseorang untuk belajar hal baru. Hal tersebut membuat seseorang bisa mencari informasi tentang berkebun melalui internet seperti media sosial. Tiktok menjadi media sosial yang dapat digunakan sebagai media belajar karena pengguna dapat mencari informasi yang diinginkan dan disajikan secara visual dengan durasi yang singkat dan menarik (Frizka et al. Konten yang menarik namun informatif terkait berkebun akan menarik perhatian bagi penonton yang dapat mendorong terbentuknya minat berkebun tanpa memandang latar belakang pendidikan sehingga informasi yang disampaikan melalui media sosial bisa menjadi faktor yang mempengaruhi terbentuknya minat berkebun selain pendidikan formal. Tempat Tinggal (X. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa variabel kontrol tempat tinggal (X. memiliki nilai signifikansi 0,008 atau nilai sig. < 0,05. Artinya adalah variabel tempat tinggal berpengaruh secara parsial terhadap variabel minat berkebun pada followers @mini_garden12. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa followers yang bertempat tinggal di pedesaan memiliki minat yang lebih tinggi dibandingkan yang tinggal di perkotaan. Lingkungan tempat tinggal di pedesaan yang cenderung memiliki lahan pekarangan yang cukup luas dengan tradisi agraris yang sudah ada di dalam masyarakat sehingga seseorang yang bertempat tinggal di pedesaan cenderung akan memiliki minat lebih tinggi untuk berkebun karena sudah terbiasa dengan kegiatan pertanian di lingkungannya. Menurut Istiyanti & Sriyadi . lahan pekarangan di pedesaan yang cukup luas dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menanam tanaman pangan mulai dari tanaman sayur, buah, maupun obat, sedangkan masyarakat perkotaan lebih memanfaatkan pekarangannya untuk tanaman hias karena lahan yang cenderung sempit. Pengaruh Terpaan Media Sosial Tiktok terhadap Minat Berkebun pada Followers @mini_garden12 Bella Puspitasari. Joko Mariyono. Hery Setiyawan Jenis Sistem Operasi Smartphone Berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 26. dapat diketahui bahwa variabel kontrol jenis sistem operasi smartphone (X. memiliki nilai signifikansi 0,385 atau nilai sig. > 0,05. Artinya adalah variabel jenis sistem operasi smartphone tidak berpengaruh secara parsial terhadap variabel minat berkebun pada followers @mini_garden12. Jenis sistem operasi smartphone baik android maupun IOS tidak mempengaruhi minat followers untuk berkebun. Tampilan Tiktok baik di sistem smartphone Android maupun IOS memiliki fitur yang seragam sehingga pengguna Android maupun IOS dapat mengakses konten yang sama. Kesamaan akses tersebut tidak menjadi hambatan bagi pengguna untuk menerima terpaan media sosial Tiktok sehingga perbedaan jenis sistem operasi smartphone tidak berpengaruh signifikan terhadap terpaan informasi berkebun dari konten @mini_garden12 yang dapat mempengaruhi terbentuknya minat berkebun. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa variabel durasi berada pada kategori sangat tinggi, variabel frekuensi berada pada kategori sangat tinggi, dan variabel atensi berada pada kategori Minat berkebun pada followers Tiktok @mini_garden12 yang diukur melalui indikator rasa senang, ketertarikan, perhatian, keinginan, dan keterlibatan berada pada kategori cukup tinggi. Durasi, frekuensi, atensi, usia, jenis kelamin, pendidikan, tempat tinggal, dan jenis sistem operasi smartphone berpengaruh secara simultan terhadap minat berkebun pada followers Tiktok @mini_garden12. Frekuensi, atensi, dan tempat tinggal berpengaruh secara parsial terhadap minat berkebun pada followers Tiktok @mini_garden12 sementara durasi, usia, jenis kelamin, pendidikan, dan jenis sistem operasi smartphone tidak berpengaruh secara parsial terhadap minat berkebun pada followers Tiktok @mini_garden12. Durasi, frekuensi, atensi, usia, jenis kelamin, pendidikan, tempat tinggal, dan jenis sistem operasi memberikan kontribusi pengaruh terhadap minat berkebun pada followers Tiktok @mini_garden12 sebesar 59,8% dan memiliki tingkat hubungan yang cukup kuat. DAFTAR PUSTAKA