ISSN 1979-2794 e-ISSN: 2655-6634 DAMPAK PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PEMBENTUKAN AKHLAK REMAJA DI ERA MODERNISASI Naela Noviatul Izza1 naelanoviatulizza@gmail. Kahfi Kiem Arseta2 aresta@mhs. Alvi Kamalia3 kamalia@mhs. Wina Alya Ramadhani4 ramadhani@mhs. Dian RifAoiyati5 rifiyati@uingusdur. Universitas Islam Negeri Abdurrahman Wahid Pekalongan Universitas Islam Negeri Abdurrahman Wahid Pekalongan Universitas Islam Negeri Abdurrahman Wahid Pekalongan Universitas Islam Negeri Abdurrahman Wahid Pekalongan Universitas Islam Negeri Abdurrahman Wahid Pekalongan Abstrak Era modernisasi membawa perubahan besar dalam kehidupan, termasuk pembentukan karakter remaja. Pendidikan Agama Islam memiliki peran penting dalam membentuk akhlak mulia di tengah tantangan modern. Fenomena ini membawa dampak besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, budaya, dan agama. Di satu sisi, kemajuan teknologi dan informasi membuka cakrawala pengetahuan yang luas. Di tengah era modernisasi, remaja menjadi kelompok yang paling rentan terpengaruh oleh perubahan Dalam Al-quran dengan jelas betapa pentingnya akhlak bagi kehidupan manusia. Tujuan dari penulisan artikel ini membahas tentang dampak dari pendidikan agama Islam, tantangan yang dihadapi di era moderenisasi, serta solusi untuk menjawab tantangan Naela Noviatul Izza, dkk. Dampak Pendidikan Agama Islam TerhadapA. Penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang terpapar pada pendekatan pendidikan agama yang inovatif dan relevan cenderung memiliki pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai moral, serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. pendidikan berbasis agama memiliki potensi besar dalam membentuk karakter remaja yang kuat dan berintegritas di tengah tantangan modernisasi. Namun, keberhasilan implementasinya membutuhkan komitmen semua pihak, termasuk pendidik, orang tua, dan masyarakat. Dengan pendekatan yang tepat. PAI dapat menjadi benteng moral yang kokoh bagi generasi muda untuk menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilainilai luhur yang menjadi identitas mereka. Metode yang digunakan dalam penulisan ini yaitu deskriptif kualitatif. Jenis penelitian yang sumber utamanya berdasarkan hasil penelitian dari berbagai bahan pustaka yang relevan, seperti buku, jurnal, artikel, dan lainlain. Kata kunci: Modernisasi. Pendidikan Agama Islam. Akhlak remaja. Kesadaran spiritual. Teknologi digital Abstract The era of modernization brings great changes in life, including the formation of adolescent character. Islamic Religious Education has an important role in shaping noble morals in the midst of modern This phenomenon has a major impact in various aspects of life, including education, culture and On the one hand, advances in technology and information open up a broad horizon of knowledge. In the midst of modernization, teenagers are the most vulnerable group to be affected by these changes. the Quran, it is clear how important morals are for human life. The purpose of writing this article is to discuss the impact of Islamic religious education, the challenges faced in the modernization era, and solutions to answer these challenges. The research shows that students who are exposed to innovative and relevant religious education approaches tend to have a better understanding of moral values and are able to apply them in their daily lives. Faith-based education has great potential in shaping the character of adolescents who are strong and have integrity amid the challenges of modernization. However, its successful implementation requires the commitment of all parties, including educators, parents, and the community. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 With the right approach. PAI can be a solid moral fortress for the younger generation to face the changing times without losing the noble values that are their identity. The method used in this writing is descriptive The type of research whose main source is based on research results from various relevant library materials, such as books, journals, articles, and others. Keywords: Modernization. Islamic Religious Education. Adolescent morals. Spiritual awareness. Digital technology PENDAHULUAN Modernisasi membawa berbagai perubahan signifikan, fenomena ini membawa dampak besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, budaya, dan agama. Kemajuan teknologi dan globalisasi mempercepat arus informasi dan budaya, yang sering kali berdampak pada pola perilaku generasi muda. Fenomena seperti meningkatnya individualisme, melemahnya nilai-nilai tradisional, dan tumbuhnya budaya konsumerisme dapat menjadi tantangan besar dalam pembentukan akhlak generasi muda. 1 Di tengah era modernisasi, remaja menjadi kelompok yang paling rentan terpengaruh oleh perubahan Remaja sering dihadapkan pada berbagai tantangan yang dapat menggoyahkan nilai moral dan etika, seperti pergaulan bebas, penggunaan media sosial tanpa kontrol, dan konsumsi budaya yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama. Pendidikan Agama Islam memegang peranan penting dalam membentuk akhlak Karena dijelaskan dengan jelas dalam Alquran betapa pentingnya akhlak bagi kehidupan manusia. Alquran sebagai sumber pengetahuan tentang nilai dan akhlak. Dalam Al-Qur'an. Allah berfirman: AuDan sungguh, engkau (Muhamma. benar-benar berbudi pekerti yang agung. Ay (QS. Al-Qalam: . Pendidikan ini tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan keagamaan, tetapi juga membentuk karakter dan moral yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, tujuan pendidikan Islam adalah 1 Nasution. "Modernisasi dan Tantangan Pendidikan Karakter dalam Islam. " Jurnal Sosial dan Pendidikan, 12. 102-110 2020. 2 Hakim. "Pendidikan Agama Islam dalam Era Digital. Jurnal Pendidikan Islam, 18. " Jurnal Pendidikan Islam, 18. Naela Noviatul Izza, dkk. Dampak Pendidikan Agama Islam TerhadapA. mencetak individu yang memiliki akhlak mulia dan mampu menjadi rahmat bagi semesta alam (QS. Al-Anbiya: . Kedua Ayat tersebut menunjukkan pentingnya akhlak dalam ajaran Islam, yang dapat dijadikan pedoman dalam pembentukan karakter generasi muda. Namun, dengan pengaruh modernisasi, muncul pertanyaan: apakah pendidikan agama Islam masih efektif dalam membentuk akhlak remaja di era yang serba digital ini? Pendidikan Agama Islam memberikan kontribusi yang signifikan untuk mengembangkan sifat-sifat karakter yang kuat dan positif pada kaum muda, dengan menekankan nilai-nilai moral, etika, dan sosial. 3 Pendidikan agama Islam sangat penting selama masa remaja, yaitu masa gejolak psikologis dan pertumbuhan fisik yang pesat, karena Pendidikan agama dapat membimbing dan mendidik remaja melalui berbagai tahap perkembangan, termasuk pertumbuhan fisik, intelektual, moral, emosional, dan agama. Dalam menghadapi krisis moral dan sosial di kalangan pemuda modern. Pendidikan agama menawarkan solusi melalui pendidikan moral Islam, penguatan keluarga, dan kesadaran sosial, yang menunjukkan bahwa PAI harus menjadi bagian integral dari sistem pendidikan di semua tingkatan. Namun, tidak dapat disangkal bahwa modernisasi juga membawa tantangan tersendiri dalam penerapan pendidikan agama. Di tengah perkembangan zaman yang cepat dann kompleks, tantangan dalam menanamkan nilai-nilai Islam dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari semakin besar. Kualitas pendidikan Islam memiliki dampak signifikan terhadap perilaku dan karakter siswa. Kurikulum yang kurang adaptif terhadap perkembangan zaman, kurangnya perhatian orang tua, dan pengaruh media digital adalah beberapa faktor yang membuat peran Pendidikan agama islam dalam membentuk akhlak remaja menjadi semakin kompleks. Oleh karena itu, perlu dilakukan kajian mendalam 3 Jamil. Sofwan. "Peran Pendidikan Agma Islam Dalam Membentuk Karaktera Generasi Muda. Jurnal WISTARA: Jurnal Pendidikakn Bahasa dan Sastra 1. 4 Subur. Subur. "Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Perkembangan Jiwa Remaja. " Jurnal Tarbiyatun 7. 5 Yatayukti. Putri, and N Mufidah. "Krisis Akhlak Dan Sosial Pada Manusia Modern Saat Masa Remaja Dalam Perspektif Pendidikan Agama Islam. " Jurnal Al-Qayyimah, 7. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 untuk memahami sejauh mana pendidikan agama dapat menjawab tantangan ini dan memberikan dampak signifikan pada pembentukan akhlak remaja. Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara pendidikan agama Islam dan pembentukan akhlak remaja. Penelitian (Latifah dan Irawan 2. tentang pengaruh pendidikan agama terhadap akhlak remaja telah dilakukan dalam berbagai konteks. Misalnya, penelitian yang dilakukan oleh menemukan bahwa pendidikan agama menjadi sorotan masyarakat, karena banyaknya penyimpangan yang dilakukan oleh remaja Seiring dengan munculnya media online dan elektronik yang menayangkan prilaku prilaku yang menyimpang. 6 Penelitian serupa oleh (Yatayukti . Putri dan Mufidah 2. menunjukkan bahwa agama dapat membantu membentuk akhlak yang baik pada manusia modern melalui beberapa cara, seperti pendidikan akhlak Islami, penguatan keluarga, dan kesadaran sosial. 7 Penelitian oleh (Adi, 2. mengkaji secara mendalam pengaruh pendidikan Islam terhadap pembentukan akhlak dan karakter siswa di era kontemporer. Dengan memahami faktor-faktor seperti metode pengajaran, kurikulum, lingkungan belajar, dan keterlibatan masyarakat, dapat meningkatkan efektiivitas pendidikan Islam dalam membentuk generasi muda yang berakhlak mulia sesuai dengan dengan ajaran Islam. Meskipun berbagai penelitian telah dilakukan, kebanyakan studi masih bersifat parsial dan belum sepenuhnya mengintegrasikan pendekatan kontekstual yang menjawab tantangan modernisasi secara holistik. Sebagian besar penelitian ini lebih banyak berfokus pada konteks pendidikan formal di sekolah. Belum banyak penelitian yang secara mendalam mengeksplorasi dampak pendidikan agama dalam konteks keluarga, masyarakat, dan media sosial di era modernisasi. Selain itu, kajian literatur terdahulu 6 Latifah, and Dodi Irawan. "Pendidikan Agama Islam Dalam Menanggulangi Penyimpangan AkhlakRemaja. " Symfonia: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3. 7 Yatayuki A. Putri, and N Mufidah. Op. Cit 8 Adi. H Sa'diah, and N. Khanani. "Pengaruh Pendidikan Agama Islam Terhadap Pembentukan Akhlak Siswa. " Uin Syarif Hidayatullah, 3. 749Ae760 2014. Naela Noviatul Izza, dkk. Dampak Pendidikan Agama Islam TerhadapA. cenderung mengabaikan dinamika baru yang muncul akibat pengaruh teknologi, seperti konten digital berbasis agama yang dapat menjadi alat pendidikan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan mengeksplorasi strategi implementasi PAI yang lebih relevan dengan dinamika era global. Dalam penelitian ini, menawarkan perspektif baru dengan mengkaji dampak pendidikan agama Islam tidak hanya dalam konteks pendidikan formal, tetapi juga informal dan nonformal di era modernisasi. Kajian ini juga akan mempertimbangkan bagaimana teknologi, khususnya media sosial, dapat menjadi alat yang efektif dalam menyampaikan nilai-nilai agama kepada remaja. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat mengisi kesenjangan dalam literatur sebelumnya, terutama terkait dengan adaptasi pendidikan agama terhadap tantangan modernisasi. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat ditemukan strategi yang tepat untuk meningkatkan peran pendidikan agama dalam membentuk akhlak remaja, sehingga mereka mampu menghadapi tantangan modernisasi tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan agama yang menjadi identitas mereka. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan penelitian deskriptif Penelitian deskriptif kualitatif adalah jenis penelitian yang dilakukan berdasarkan hasil penelitian terhadap berbagai bahan pustaka yang relevan, seperti buku, jurnal, artikel, dan lain-lain. Dengan menggunakan metode kajian kepustakaan, tujuannya adalah untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang topik penelitian yang sedang dibahas, meninjau literatur yang ada, menemukan celah pengetahuan atau topik yang memerlukan penelitian tambahan, dan mengembangkan landasan teori untuk penelitian berikutnya HASIL DAN PEMBAHASAN Era modernisasi dengan segala kemudahan dan kemajuannya membawa dampak yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pembentukan karakter remaja. Di satu sisi, kemajuan teknologi dan informasi membuka cakrawala Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 pengetahuan yang luas. Namun, di sisi lain, hal ini juga memunculkan berbagai tantangan, seperti pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa. Dalam konteks inilah, peran pendidikan agama Islam menjadi semakin penting untuk menjaga dan mengembangkan akhlak mulia pada generasi muda. Dampak Positif Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Akhlak Dalam pembentukan individu yang berakhlak mulia, pendidikan agama Islam memainkan peran penting. Berdasarkan Al-Qur'an dan Hadits, ajaran Islam mendorong siswa untuk menginternalisasi nilai-nilai moral universal seperti kasih sayang, kejujuran, dan keadilan. Sebagai contoh, ayat 2-3 dari surah Al-Baqarah menunjukkan bahwa orang yang bertakwa adalah mereka yang selalu melakukan kebaikan dan mempertahankan janji Nilai-nilai ini membantu siswa membangun kepribadian yang kokoh untuk menghadapi tantangan moral kontemporer. Salah satu cara terbaik untuk menunjukkan akhlak mulia adalah membaca kisah para nabi. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Mukti Ali . , siswa yang membaca cerita nabi memiliki perasaan empati yang lebih besar terhadap orang lain. Sebagai contoh, kisah Nabi Muhammad SAW tentang bagaimana dia selalu menjaga keadilan ketika membuat keputusan, menjadi teladan hebat yang mendorong siswa untuk menjadi Pendidikan agama membantu orang menjadi lebih bertanggung jawab terhadap keluarga, masyarakat, dan lingkungan mereka9. Menurut Yusuf . , nilai-nilai ini membantu siswa menjadi orang baik dan anggota masyarakat yang baik10. Salah satu elemen penting yang ditanamkan melalui pendidikan agama adalah kesadaran spiritual. Kesadaran ini mencakup hubungan yang dimiliki manusia satu sama lain . dan dengan Allah . Dijelaskan dalam surah Al-Ankabut ayat 45 yaitu Shalat tidak hanya cara untuk beribadah tetapi juga cara untuk menghindari perbuatan buruk. Menurut Darajat . Siswa yang memiliki kesadaran spiritual cenderung lebih mampu mengendalikan emosi mereka dan membuat pilihan yang sesuai 9 Ali. Mukti. Nilai Pendidikan Akhlak dalam Kurikulum 2013. (Yogyakarta: UAD Press. 10 Yusuf. Pendidikan Islam dan Harmoni Sosial. (Malang: UMM Press: 2. Naela Noviatul Izza, dkk. Dampak Pendidikan Agama Islam TerhadapA. dengan nilai-nilai agama. Selain itu, pendidikan agama yang melibatkan kebiasaan ibadah seperti shalat berjamaah, zikir, dan membaca Al-Qur'an juga membantu siswa memperkuat nilai-nilai spiritual mereka. Siswa memiliki pandangan hidup yang lebih positif dan siap menghadapi tantangan moral di era globalisasi karena kebiasaan ini. Pendidikan agama Islam membantu siswa menghindari perilaku menyimpang. Pedoman utama untuk membangun moral siswa adalah ajaran Islam, yang menekankan pentingnya menghindari hal-hal yang merusak seperti narkoba, zina, dan perjudian. Dalam ayat 32 surah Al-Isra. Allah SWT menyatakan bahwa mendekati zina adalah haram karena akibatnya yang merusak sistem sosial. Siswa yang dididik secara agama memiliki kesadaran yang lebih besar untuk menghindari perilaku negative. Hal ini diperkuat oleh pelatihan moral yang diajarkan di sekolah, seperti simulasi pengambilan keputusan berdasarkan prinsip Islami. Meningkatkan integritas sosial siswa dapat dicapai melalui pendidikan agama. Dalam kurikulum pendidikan agama, nilai-nilai seperti kasih sayang, tolong menlong, gotong royong, dan toleransi diajarkan secara eksplisit. Dalam surah Al-Maidah ayat 2. Allah memerintahkan manusia untuk membantu satu sama lain dalam hal kebaikan dan menghindari bekerja sama dengan orang lain dalam hal dosa. Menunjukkan bahwa siswa di sekolah yang diajarkan nilai-nilai sosial Islam memiliki kecenderungan lebih besar untuk bekerja sama dalam kelompok, menghormati perbedaan, dan menjaga keharmonisan sosial dibandingkan dengan sekolah yang tidak memberikan pendidikan Dampak Negatif Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Akhlak Pendekatan yang terlalu dogmatis adalah salah satu kelemahan dalam menerapkan pendidikan agama. Metode ini biasanya menekankan hafalan tanpa memungkinkan pemikiran kritis. Oleh karena itu, siswa menjadi kurang fleksibel dalam 11 Darajat. Zakiah. AuPendidikan Agama dalam Membentuk Kepribadian MuslimAy. (Jakarta: Bulan Bintang 2. 12 Rahmatullah. AuEfek Pendidikan Agama pada Pencegahan Kenakalan RemajaAy. Bandung: Alfabeta 2. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 memahami ajaran agama. Surah Al-Baqarah ayat 256 menyatakan bahwa agama tidak memiliki paksaan, menunjukkan betapa pentingnya berbicara secara terbuka selama proses belajar. Hasanuddin . menemukan bahwa siswa yang dididik secara dogmatis kurang mampu beradaptasi dalam lingkungan yang beragam. Hal ini menjadi masalah besar, terutama dalam masyarakat modern yang semakin plural. Pendidikan agama yang tidak inklusif berpotensi menciptakan polarisasi sosial. Dalam surah Al-Kafirun ayat 6. Allah memerintahkan umat Islam untuk menghormati perbedaan keyakinan. Namun, pendekatan pendidikan yang eksklusif sering kali menimbulkan rasa superioritas di antara siswa, yang dapat memicu konflik sosial. Pendidikan agama yang tidak menanamkan nilai-nilai toleransi dapat memperburuk hubungan antarumat beragama di Indonesia, sebuah negara dengan keberagaman yang tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih inklusif untuk mencegah polarisasi sosial. Banyak kurikulum pendidikan agama masih berfokus pada metode tradisional tanpa mengaitkan materi ajaran dengan isu-isu kontemporer. Mencatat bahwa pendekatan ini membuat siswa merasa bahwa ajaran agama tidak relevan dengan kehidupan moderen. Untuk mengatasi hal ini, pendidikan agama perlu mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam isu global, seperti lingkungan hidup, teknologi, dan keadilan Tantangan Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Akhlak di Era 13 Hasanudin. AuKritik terhadap Dogmatisme dalam Pendidikan Agama IslamAy. (Surabaya: ITS Press 2. 14 Harun. AuPluralisme dalam Pendidikan IslamAy. (Semarang: Pustaka Rizki 2. 15 Zuhdi. Muhammad. "Modernization of Islamic Education in Indonesia. " Journal of Indonesian Islam, 12. Naela Noviatul Izza, dkk. Dampak Pendidikan Agama Islam TerhadapA. Pengaruh Teknologi akses yang mudah terhadap informasi melalui internet dapat membawa dampak negatif jika tidak diimbangi dengan pemahaman agama yang baik. Remaja rentan terpapar informasi yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam, sehingga pendidikan agama perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi. Dalam era moderenisasi minat remaja terhadap pendidikan agama sering kali rendah, terutama jika dibandingkan dengan minat terhadap teknologi dan hiburan. Hal ini menjadi tantangan bagi pendidik untuk menciptakan metode pembelajaran yang menarik dan relevan bagi Salah satu cara dengan memberi motivasi islamic atau konten dakwah di media sosial agar anak bisa memanfaatkan teknologi bukan hanya sebagai bahan hiburan atau game saja. Banyak para selebgram anak muda sekarang yang memanfaatkan teknologi sebagai media dakwah di era moderenisasi ini. Sehingga pendidik pun bisa menggunakan teknologi dalam pembelajaran pendidikan agama islam. Oleh karena itu tidak hanya menggandalkan guru, orang tua juga perlu mengontrol anaknya dengan memberi education dalam menggunakan teknologi seperti hp, leptop, tablet, dll. Selain itu, peran lingkungan sosial yang kurang mendukung nilai-nilai agama dapat mempengaruhi perilaku remaja. Pendidikan agama yang kuat perlu didukung oleh lingkungan keluarga dan masyarakat agar akhlak remaja dapat terbentuk dengan baik. Lingkungan merupakan pembawa pengaruh yang signifikan. Anak yang terbiasa terlahir di lingkungan agama yang baik akan tumbuh dengan pribadi yang baik, namun jika anak itu jika bertemu dengan lingkungan yang kurang baik bisa jadi anak itu ikut terpengaruh kurang baik, tapi bisa jadi anak itu mengajak pengaruh baik dalam lingkungan tersebut. Oleh karena itu perlunya pendidikan agama islam untuk memperkokoh iman dann akhlak remaja di era moderenisasi ini agar tidak terbawa arus zaman. Solusi untuk Tantangan Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Akhlak Meningkatkan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam Guru memegang peranan kunci dalam menyampaikan nilai-nilai agama kepada Untuk menghadapi tantangan modern, guru pendidikan agama Islam perlu Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 dilengkapi dengan kompetensi tambahan, baik dalam pengetahuan agama maupun metode pengajaran. Pelatihan intensif dalam metode pembelajaran interaktif, literasi digital, dan pendekatan berbasis masalah . roblem-based learnin. dapat membantu guru menyampaikan materi secara lebih relevan. Pelatihan guru yang berfokus pada inovasi pembelajaran meningkatkan kemampuan mereka dalam menarik minat siswa, terutama di era media digital. Guru juga perlu memahami konteks global agar bisa mengaitkan ajaran agama dengan isu-isu modern, seperti lingkungan hidup, kesetaraan gender, atau etika teknologi. Sebagai contoh, seorang guru dapat mengintegrasikan materi tentang tanggung jawab lingkungan dengan ajaran Islam yang tercantum dalam surah Ar-Rum ayat 41, yang menyebutkan pentingnya menjaga bumi dari kerusakan. Dengan cara ini, siswa diajak untuk melihat relevansi ajaran agama dalam kehidupan nyata. Pengembangan Kurikulum yang Kontekstual dan Relevan Kurikulum pendidikan agama Islam perlu dirancang agar relevan dengan tantangan zaman. Kurikulum ini harus mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan isuisu kontemporer, seperti globalisasi, teknologi digital, dan keberagaman budaya. Ini menekankan bahwa kurikulum yang kontekstual membantu siswa memahami bagaimana ajaran Islam dapat diterapkan dalam situasi kehidupan modern. Sebagai contoh, topik seperti etika dalam penggunaan media sosial dapat dimasukkan ke dalam pembelajaran akhlak. Dalam hal ini, siswa diajarkan untuk menerapkan prinsip surah An-Nur ayat 30 tentang menjaga pandangan dan perilaku. Pendekatan ini membantu siswa untuk menjadi pengguna media sosial yang bertanggung jawab dan bermoral. Mengintegrasikan Teknologi Digital dalam Pembelajaran Teknologi digital dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran agama Islam secara lebih menarik dan efektif. Penggunaan aplikasi pendidikan, simulasi interaktif, dan video pembelajaran dapat membantu siswa memahami konsep-konsep Naela Noviatul Izza, dkk. Dampak Pendidikan Agama Islam TerhadapA. agama dengan lebih baik. Fatimah . mencatat bahwa literasi digital berbasis nilai agama membantu siswa menyaring informasi yang relevan dan bermoral di dunia maya. Misalnya, aplikasi pembelajaran berbasis Al-Qur'an yang interaktif dapat digunakan untuk mengajarkan ayat-ayat tertentu dengan tafsir yang relevan. Selain itu, guru dapat memanfaatkan platform seperti YouTube untuk menampilkan video edukasi tentang kisah nabi atau pelajaran akhlak. SIMPULAN Pendidikan Agama Islam berperan penting dalam membentuk akhlak remaja di era Fenomena ini membawa dampak besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, budaya, dan agama. Pendidikan Agama Islam memberikan kontribusi yang signifikan untuk mengembangkan sifat-sifat karakter yang kuat dan positif pada kaum muda, dengan menekankan nilai-nilai moral, etika, dan social. Namun, tidak dapat disangkal bahwa modernisasi juga membawa tantangan tersendiri dalam penerapan pendidikan agama. Di tengah perkembangan zaman yang cepat dann kompleks, tantangan dalam menanamkan nilai-nilai Islam dan mengaplikasikannya. Dampak positif mencakup pembentukan kepribadian yang mulia, peningkatan kesadaran spiritual, pencegahan perilaku menyimpang, dan integritas sosial. Sedangkan dampak negatif mencakup seperti dogmatisme yang berlebihan, kurangnya relevansi konteks, dan polarisasi sosial harus diatasi. Sehingga muncul pengaruh penggunaan teknologi yang semakin canggih, minta remaja terhadap pendidikan agama islam rendah, dan lingkungan sosial yang kurang mendukung menjadi tantangan bagi pendidikan agama islam dalam membentuk akhlak remaja di era sekarang. Solusi seperti peningkatan kompetensi guru, pengembangan kurikulum berbasis isu kontemporer, dan integrasi teknologi digital dapat memperkuat peran pendidikan agama dalam menghadapi tantangan era modern. Oleh karena itu perlunya pendidikan agama islam untuk memperkokoh iman dann akhlak remaja di era moderenisasi ini agar tidak terbawa arus zaman. 16 Fatimah. Peran Literasi Digital dalam Pendidikan Agama Islam. (Jakarta: Gramedia: 2. Istifkar: Jurnal Pendidikan Islam Vol. No. 1, 2025 Daftar Pustaka