Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Vol 9 (No . , 2025, 125Ae142 Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis Journal homepage: https://jurnal. polbangtan-bogor. Respon Tanaman Kenikir Sulfur (Cosmos sulphureu. terhadap Pemangkasan pada Pertumbuhan dan Hasil Bunga Yosi Artamefia. Ummu Kalsum*. Achmad Yozar Perkasa Universitas Gunadarma. Program Studi Agroteknologi. Kota Depok. Jawa Barat. Indonesia, 16424 *Email correspondence: ummukalsum89@gmail. Informasi Artikel Abstract Diterima 23 Agustus 2025 Direvisi 30 Oktober 2025 Disetujui terbit 31 Desember 2025 Diterbitkan online 31 Desember The sulfur cosmos (Cosmos sulphureu. is a horticultural plant with high potential for cultivation as an ornamental, food source, and medicine. However, cultivation methods remain limited and not intensive. Pruning is a cultivation technique that can increase crop yields. This study analyzed the response of sulfur cosmos plants to pruning on growth and flower yield, and identified the most effective pruning treatment for increasing flower yield of sulfur cosmos. The research was conducted at the Greenhouse Beta UG Technopark from January to May 2025. The research used a non-factorial randomized complete block design (RCBD) with five treatments, control . o prunin. , pruning at 5 weeks after planting (WAP) to a height of 30 cm above ground level, pruning at 6 WAP to a height of 30 cm, pruning at 5 WAP to a height of 35 cm, and pruning at 6 WAP to a height of 35 cm. Each treatment had five replicates with four plants each, totaling 100 plants. The results showed that pruning significantly affected plant height, number of lateral shoots, number of primary and secondary branches, number of productive branches, leaf area, total fresh and dry flower weight per plant, harvest frequency, and total number of flowers. Pruning at 5 WAP to a height of 30 cm above ground level was the most effective treatment to increase flower yield in terms of total fresh and total dry flower weight per plant, harvest frequency, and total number of flowers. Keywords Cultivation techniques. Pendahuluan E-ISSN 2599-0381 P-ISSN 2599-039X DOI: 10. 51852/zxdjc082 A 2025 Jurnal Agroekoteknologi dan Agribisnis. All right reserved This work is licensed under a CreaOve Commons AQribuOon-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 InternaOonal License Jurnal Agroekoteknologi dan AgribisnisVol 9 (No . , 2025 125Ae142 DOI 10. 51852/zxdjc082 Tanaman kenikir berasal dari Amerika Latin yang kemudian menyebar ke Eropa. Afrika, dan Asia Tropis (Moshawih et al. Tanaman ini memiliki sebutan yang berbeda-beda di beberapa daerah, antara lain ulam raja (Sumater. dan kenikir (Jawa Tenga. (Yurlisa et al. Kenikir dapat tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian A700 meter di atas permukaan laut . dengan kondisi tanah subur, liat, berdrainase baik, dan mendapatkan sinar matahari penuh (Pusat Kajian Hortikultura IPB 2. Kenikir termasuk salah satu sayuran yang mempunyai nilai komersial tinggi serta berpotensi untuk terus dikembangkan. Masyarakat di Indonesia mengonsumsi kenikir sebagai lalapan, kenikir diyakini sebagai obat penambah nafsu makan, penguat tulang, pengusir serangga, serta kandungan bioaktif yang terkandung dalam tanaman kenikir seperti antosianin dan vitamin C berperan sebagai antioksidan (Saleh et al. Budidaya kenikir masih belum banyak dikembangkan secara luas karena budidaya kenikir tidak dilakukan secara intensif (Saleh et al. Macam-macam kenikir di antaranya yaitu kenikir sayur (Cosmos caudatu. , kenikir hias (Cosmos bipinnatu. , dan kenikir sulfur (Cosmos sulphureu. Berbeda dengan kenikir sayur, kenikir sulfur lebih banyak dimanfaatkan sebagai edible flower, tanaman hias, atau tanaman lanskap karena memiliki bunga berwarna kuning hingga oranye yang cerah dan menarik. Bunga kenikir sulfur juga berpotensi sebagai pigmen alami dan sebagai tanaman refugia yang dapat menarik serangga penyerbuk di lingkungan budidaya (Yulifada et al. Budidaya kenikir masih perlu dikembangkan, salah satu caranya dengan meningkatkan hasil melalui Pemangkasan merupakan salah satu teknik budidaya dengan melakukan pembuangan bagian tanaman untuk merangsang pembungaan secara alami (Farhaniyah dan Azizah 2. Waktu pemangkasan merupakan salah satu perlakuan pada teknik budidaya yang bertujuan untuk memperbanyak cabang tanaman, sehingga dapat meningkatkan produksi bunga dan benih. Penelitian pada tanaman kenikir sulfur oleh Wardana et al. menunjukkan bahwa waktu pemangkasan berpengaruh signifikan terhadap jumlah cabang, yaitu pada waktu pemangkasan 5 minggu setelah tanam (MST) yang menghasilkan jumlah cabang terbanyak . ,56 caban. Pemangkasan yang dilakukan dengan baik dapat memperbanyak cabang dan mendorong pertumbuhan bunga yang optimal, selain itu tinggi pemangkasan juga perlu diperhatikan, pada penelitian tanaman kenikir sulfur oleh (Farhaniyah dan Azizah 2. , dilakukan dengan jarak 30 cm di atas tanah dapat meningkatkan diameter batang, jumlah cabang dan bunga. Ikhza . juga menyatakan bahwa pemangkasan 20 dan 30 cm efektif untuk diterapkan pada tanaman hias ruellia ungu, karena dapat meningkatkan total jumlah bunga per tanaman dibandingkan dengan tanaman yang tidak dipangkas. Penelitian mengenai pemangkasan yang tepat untuk kenikir sulfur masih terbatas. Oleh karena itu, kajian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan pemangkasan yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bunga kenikir sulfur. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis pengaruh pemangkasan terhadap pertumbuhan dan hasil bunga, serta menganalisis perlakuan terbaik dalam meningkatkan hasil bunga kenikir sulfur. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai budidaya kenikir sulfur, sehingga petani dan masyarakat lainnya dapat memperoleh hasil secara maksimal. Jurnal Agroekoteknologi dan AgribisnisVol 9 (No . , 2025 125Ae142 DOI 10. 51852/zxdjc082 Metode Penelitian Waktu dan Tempat Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari hingga Mei tahun 2025 di Greenhouse Beta UG Technopark. Desa Jamali-Mulyasari. Kec. Mande. Kab. Cianjur. Jawa Barat yang terletak pada ketinggian 392 mdpl. Alat dan Bahan Alat yang digunakan pada penelitian ini yaitu tray semai, label tanaman, polibag ukuran 30 x 30 cm, gunting pangkas, jangka sorong, sekop, cangkul, gembor, timbangan digital, oven, thermohygrometer, lux meter, meteran, dan alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu benih kenikir sulfur, media tanam . anah, arang sekam, dan pupuk kandang sap. NPK 16-16-16, insektisida berbahan aktif profenofos (Curacron 500 EC), pestisida nabati neem oil . erbahan aktif azadirakhti. , pestisida nabati asap cair . erbuat dari arang tempurung kelap. dan air. Rancangan Percobaan Penelitian menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) non-faktorial terdiri atas 5 perlakuan dan 5 ulangan, dengan total 100 tanaman. Perlakuan pada penelitian adalah pemberian waktu dan tinggi pemangkasan yaitu P0 = kontrol/tanpa pemangkasan. P1 = pemangkasan umur 5 MST . inggu setelah tana. pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah. P2 = pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah. P3 = pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tanah, dan P4 = pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tanah. Analisis data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) taraf = 5% dalam program The SAS system for Windows 9. Dilakukan uji lanjut dengan uji DuncanAos Multiple Range Test (DMRT) taraf = 5%, jika hasil analisis menunjukkan perlakuan berbeda nyata (F hitung > F tabe. Pelaksanaan penelitian diawali dengan penyemaian kenikir sulfur pada tray semai menggunakan media tanah, arang sekam, dan pupuk kandang . :1:. Penyiraman dilakukan setiap pagi dan sore untuk menjaga kelembapan media semai. Bibit kenikir sulfur dipindah tanam saat berumur 21 HSS dan memiliki 3 sampai 6 helai daun (Nugraha dan Azizah, 2. Penanaman dilakukan pada polibag berukuran 30 x 30 cm dengan media tanam berupa tanah, arang sekam, dan pupuk kandang sapi . :1:. yang disusun dengan jarak 30 cm antar Penyiraman tanaman dilakukan setiap pagi dan sore. Variabel pengamatan meliputi kondisi lingkungan . uhu, kelembapan, intensitas cahay. dan karakter agronomi. Karakter agronomi yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah tunas lateral, diameter batang, jumlah cabang primer, jumlah cabang sekunder diamati setiap 1 minggu sekali hingga 9 MST. Luas daun dan waktu bunga mekar diamati pada saat panen . MST). Jumlah cabang produktif diamati saat 7 MST hingga 11 MST. Diameter bunga, bobot segar per bunga, total bobot segar bunga per tanaman, total bobot kering bunga per tanaman, frekuensi panen, dan total jumlah bunga per tanaman diamati saat panen . Ae11 MST). Tinggi tanaman . , diukur dari permukaan tanah hingga ujung daun terpanjang menggunakan meteran. Jumlah daun . elai majemu. dilakukan dengan menghitung jumlah daun yang utuh pada tanaman. Jumlah tunas lateral . dilakukan dengan menghitung jumlah tunas lateral yang tumbuh dari batang utama. Diameter batang . diukur menggunakan jangka sorong 3 cm dari pangkal batang. Jumlah cabang primer . dilakukan dengan menghitung jumlah cabang yang tumbuh dari batang utama. Jumlah cabang sekunder . dilakukan dengan menghitung jumlah cabang yang tumbuh dari cabang primer. Luas daun . dilakukan menggunakan software ImageJ, yaitu dengan Jurnal Agroekoteknologi dan AgribisnisVol 9 (No . , 2025 125Ae142 DOI 10. 51852/zxdjc082 mengukur daun terluas pada setiap tanaman. Jumlah cabang produktif . dilakukan dengan menghitung jumlah cabang yang menghasilkan bunga. Waktu bunga mekar (HST) diamati dengan menghitung jumlah hari yang dibutuhkan tanaman hingga bunga mekar Diemeter bunga . diukur menggunakan penggaris. Bobot segar bunga per bunga . diamati menggunakan timbangan digital. Total bobot segar bunga per tanaman . dilakukan dengan menghitung total bobot segar bunga per tanaman selama periode panen. Total bobot kering bunga per tanaman . dilakukan dengan menghitung total bobot kering bunga per tanaman selama periode panen. Frekuensi panen . diamati dengan menghitung frekuensi panen selama periode panen. Total jumlah bunga per tanaman . diamati dengan menghitung total jumlah bunga per tanaman selama periode panen . Panen bunga dilakukan pada minggu ke-8, yaitu saat bunga mekar sempurna berdiameter 47 cm. Hasil dan Pembahasan Tanaman kenikir sulfur (Cosmos sulphureu. mempunyai tipe pertumbuhan tegak dan memanjang tinggi (Saleh et al. Adapun bagian-bagian tanaman kenikir sulfur dapat dilihat pada Gambar 1 berikut. putik dan benang sari mahkota bunga cabang produktif cabang sekunder daun majemuk cabang primer Gambar 1 Bagian-bagian tanaman kenikir sulfur Kondisi Iklim Mikro pada Lokasi Penelitian Faktor internal dan faktor eksternal dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman. Faktor eksternal yang berpengaruh yaitu iklim, kategori iklim di UG Technopark adalah iklim tropis lembap, yang umumnya panas, lembap, dan cenderung berawan. Pengamatan klimatologi terdiri atas suhu udara (AC), kelembapan udara (%), dan intensitas cahaya . yang diukur setiap hari yaitu pagi . 00Ae09. , siang . 30Ae13. , dan sore . 30Ae17. , dilakukan setelah pindah tanam pada bulan Maret hingga Mei di Greenhouse Beta UG Technopark (Tabel . Rata-rata suhu udara di dalam greenhouse menunjukkan suhu terendah yaitu saat pagi sebesar 27,02AC dan tertinggi pada siang hari mencapai 30,66AC hingga menyebabkan tanaman menjadi layu sementara. Suhu udara yang ideal untuk tanaman kenikir berkisar 21Ae 30AC. Rata-rata kelembapan udara terendah yaitu 64,08% pada sore hari dan tertinggi sebesar 73,38% saat pagi hari, hal ini sesuai dengan syarat tumbuh tanaman kenikir menurut (Hermanto 2. , bahwa kenikir dapat tumbuh ideal di daerah dengan kelembapan udara berkisar 60-80%. Rata-rata intensitas cahaya terendah yaitu 2779,35 lux pada sore hari dan tertinggi pada siang hari sebesar 11037,93 lux. Menurut Sarmoko dan Endang . , tanaman kenikir dapat tumbuh baik dengan pencahayaan sinar matahari penuh tanpa naungan di dataran rendah sampai pegunungan, sehingga untuk kebutuhan cahaya tanaman kenikir pada penelitian ini kurang maksimal karena budidaya dilakukan di dalam greenhouse, yagng tidak sesuai dengan syarat tumbuh. Jurnal Agroekoteknologi dan AgribisnisVol 9 (No . , 2025 125Ae142 DOI 10. 51852/zxdjc082 Tabel 1 Data klimatologi dalam Greenhouse Beta UG Technopark Bulan Suhu (AC) Pagi Siang Sore Maret 27,02 29,92 29,43 A3,32 A1,78 A1,90 April 28,11 30,69 28,43 A1,90 A1,73 A1,86 Mei 28,15 31,15 28,62 A2,09 A2,24 A1,49 Harian 29,06 A 0,21 Keterangan: A = standar deviasi. Kelembapan (%) Pagi Siang Sore 71,64 65,46 64,08 A6,76 A4,61 A6,97 70,46 66,31 67,74 A1,91 A2,95 A3,57 73,38 66,36 68,51 A4,55 A6,82 A4,45 68,21 A 0,96 Intensitas Cahaya . Pagi Siang Sore 4175,94 9435,39 4108,63 A3857,56 A4430,72 A2448,35 3714,31 11037,93 3264,89 A1091,51 A3602,51 A940,11 3810,81 9530,06 2779,35 A1375,55 A2447,79 A1416,87 5761,92 A 277,68 2 Tinggi Tanaman Kenikir Sulfur Tanaman kenikir sulfur mengalami peningkatan pertumbuhan tinggi tanaman seiring bertambahnya umur (Gambar . Pertumbuhan tinggi tanaman diawali dengan perpanjangan pucuk yang kemudian berkembang menjadi batang dan daun. Perlakuan pemangkasan berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman pada 7-9 MST. Rerata tinggi tanaman kenikir sulfur tertinggi pada 9 MST yaitu sebesar 76,27 cm pada perlakuan kontrol/tanpa pemangkasan (P. , sedangkan untuk tanaman yang dipangkas diperoleh rerata tinggi tanaman pada perlakuan pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah (P. yaitu 65,95 cm, dan rerata terkecil terdapat pada perlakuan pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tanah (P. yaitu 61,97 cm. Tanaman yang tidak dipangkas dapat mengalokasikan lebih banyak hasil asimilat untuk pertumbuhan vertikal, tanaman tumbuh lebih tinggi untuk bersaing dengan tanaman lain dalam mendapatkan cahaya matahari. Hal ini sejalan dengan penelitian mengenai pemangkasan pucuk pada bunga krisan, bahwa pemangkasan pucuk dapat menurunkan tinggi tanaman (Widyawati 2. Produksi auksin pada pucuk tanaman akan berkurang ketika pemangkasan dilakukan lebih awal, sehingga pertumbuhan tinggi tanaman menjadi terhambat dan mendorong pembentukan cabang lateral (Venti et al. Rerata tinggi tanaman . Umur tanaman . inggu ke-) P0 . ontrol/tanpa pemangkasa. P1 . emangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tana. P2 . emangkasan umur 6 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tana. P3 . emangkasan umur 5 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tana. P4 . emangkasan umur 6 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tana. Gambar 2 Rataan tinggi tanaman kenikir sulfur setiap minggu Jurnal Agroekoteknologi dan AgribisnisVol 9 (No . , 2025 125Ae142 DOI 10. 51852/zxdjc082 3 Jumlah Daun dan Jumlah Tunas Lateral Tanaman Kenikir Sulfur Tanaman kenikir sulfur mengalami peningkatan pertumbuhan jumlah daun seiring bertambahnya umur (Gambar . Perlakuan pemangkasan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun. Rerata jumlah daun . elai majemu. Umur tanaman . inggu ke-) P0 . ontrol/tanpa pemangkasa. P1 . emangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tana. P2 . emangkasan umur 6 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tana. P3 . emangkasan umur 5 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tana. P4 . emangkasan umur 6 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tana. Gambar 3 Rataan jumlah daun tanaman kenikir sulfur setiap minggu Rerata jumlah daun kenikir sulfur tertinggi pada 9 MST yaitu 172,15 helai daun majemuk pada perlakuan pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah (P. , sedangkan untuk rerata jumlah daun terkecil pada 9 MST diperoleh perlakuan kontrol/tanpa pemangkasan (P. yaitu 127,80 helai majemuk. Jumlah daun kenikir tetap mengalami peningkatan setelah dipangkas diduga karena tanaman menyeimbangkan pertumbuhan daun baru pada tunas atau cabang baru yang muncul. Tanaman yang dipangkas cenderung menghasilkan lebih banyak cabang baru, sehingga jumlah daun yang terbentuk juga meningkat, maka sejalan dengan pernyataan Yadi et al. yang menjelaskan bahwa peningkatan jumlah daun umumnya dilakukan melalui stimulasi pertumbuhan cabang dari meristem apikal yang berkembang dari kuncup dorman pada axilla. Tunas lateral pada tanaman kenikir sulfur pertama kali muncul saat tanaman berumur 2 minggu setelah tanam (MST). Tanaman kenikir sulfur mengalami pertumbuhan jumlah tunas lateral yang cenderung meningkat seiring bertambahnya umur dan menurun pada 5 dan 6 MST akibat pemangkasan (Gambar . Perlakuan pemangkasan berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tunas lateral pada minggu ke-5 hingga 9 MST. Rerata jumlah tunas lateral tanaman kenikir sulfur tertinggi pada 9 MST yaitu 14,45 tunas pada perlakuan pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tanah (P. , sedangkan untuk rerata jumlah tunas lateral terkecil pada 9 MST diperoleh perlakuan kontrol/tanpa pemangkasan (P. yaitu 8,25 tunas. Menurut pendapat Masruro dan Azizah . , pemangkasan pucuk pada tanaman kenikir mengakibatkan perpindahan hormon auksin ke bagian bawah untuk pembentukan tunas lateral di bagian bawahnya, sehingga berpotensi meningkatkan jumlah daun. Tunas-tunas lateral lebih cepat tumbuh karena adanya Jurnal Agroekoteknologi dan AgribisnisVol 9 (No . , 2025 125Ae142 DOI 10. 51852/zxdjc082 pemangkasan yang menyebabkan terputusnya dominasi apikal, sehingga hormon pertumbuhan . uksin dan sitokini. yang sebelumnya terkonsentrasi di pucuk utama akan tersebar ke tunas-tunas lateral dan merangsang pertumbuhan cabang dan daun baru. Rerata jumlah tunas lateral . Umur tanaman . inggu ke-) P0 . ontrol/tanpa pemangkasa. P1 . emangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tana. P2 . emangkasan umur 6 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tana. P3 . emangkasan umur 5 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tana. P4 . emangkasan umur 6 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tana. Gambar 4 Rataan jumlah tunas lateral tanaman kenikir sulfur setiap minggu 4 Diameter Batang Tanaman Kenikir Sulfur Tanaman kenikir sulfur mengalami peningkatan pertumbuhan diameter batang seiring bertambahnya umur (Gambar . Perlakuan pemangkasan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap diameter batang tanaman kenikir sulfur. Rerata diameter batang tertinggi pada 9 MST yaitu 12,05 mm pada perlakuan kontrol/tanpa pemangkasan (P. , sedangkan untuk rerata diameter batang terkecil pada 9 MST yaitu 11,64 mm diperoleh pada perlakuan pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tanah (P. Hal tersebut tidak selaras dengan penelitian Seran . yang menunjukkan bahwa pemangkasan memberikan pengaruh pada pertumbuhan vegetatif tanaman dengan diameter batang yang paling besar. Amsya et al. menyatakan bahwa tanaman kenikir yang dipangkas pucuknya dapat menyebabkan diameter batangnya semakin besar dan ukurannya dapat berbeda-beda seiring dengan semakin banyaknya pertumbuhan tunas lateral atau cabang. Pemangkasan pucuk pada tanaman kenikir mengakibatkan perpindahan hormon auksin ke bagian bawah untuk pembentukan tunas lateral di bagian bawahnya sehingga diameter batang semakin Kondisi tersebut dapat terjadi akibat adanya faktor internal maupun faktor eksternal. Menurut Sitompul . faktor genetik tanaman menjadi penyebab terjadinya perbedaan antar tanaman, dimana pengaruh genetik berasal dari sifat keturunan, sedangkan faktor lingkungan merupakan pengaruh yang ditimbulkan oleh habitat dan kondisi lingkungan tumbuh tanaman. Faktor internal seperti genetik tanaman berperan dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Faktor tersebut bergantung pada ketersediaan meristem, asimilasi hormon, dan zat pertumbuhan lainnya. Serta kondisi eksternal atau lingkungan yang Jurnal Agroekoteknologi dan AgribisnisVol 9 (No . , 2025 125Ae142 DOI 10. 51852/zxdjc082 mendukung (Isnawati et al. Selain itu, diduga faktor eksternal seperti intensitas cahaya yang kurang maksimal dalam greenhouse. Tanaman kenikir dapat tumbuh optimal pada tempat terbuka yang mendapatkan sinar matahari penuh (Pusat Kajian Hortikultura IPB 2. Cahaya berperan penting untuk pertumbuhan tanaman, terutama pada proses fotosintesis. Intensitas cahaya dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman melalui proses fisiologis yang tercermin pada perubahan morfologi tanaman (Eka et al. Rerata diameter batang . Umur tanaman . inggu ke-) P0 . ontrol/tanpa pemangkasa. P1 . emangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tana. P2 . emangkasan umur 6 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tana. P3 . emangkasan umur 5 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tana. P4 . emangkasan umur 6 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tana. Gambar 5 Rataan diameter batang tanaman kenikir sulfur setiap minggu 5 Jumlah Cabang Primer Tanaman Kenikir Sulfur Cabang primer pada tanaman kenikir sulfur pertama kali muncul saat tanaman berumur 3 minggu setelah tanam (MST). Tanaman kenikir sulfur mengalami pertumbuhan jumlah cabang primer yang cenderung meningkat seiring bertambahnya umur (Gambar . Perlakuan pemangkasan berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah cabang primer pada 7-9 MST. Rerata jumlah cabang primer tanaman kenikir sulfur tertinggi pada 9 MST yaitu 20,60 cabang pada perlakuan kontrol/tanpa pemangkasan (P. , sedangkan rerata jumlah cabang primer terkecil terdapat pada perlakuan pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tanah (P. yaitu 9,40 cabang. Jumlah cabang primer yang dihasilkan diduga dipengaruhi oleh semakin tingginya tanaman sehingga memiliki ruas batang yang lebih banyak. Kondisi tersebut terjadi karena tanaman yang tidak dipangkas akan memiliki arah pertumbuhan vegetatif vertikal sepanjang masa hidupnya. Tempat tumbuh cabang primer lebih dominan pada ruas-ruas batang utama, sehingga jumlah cabang primer tanaman kontrol/tanpa pemangkasan (P. lebih banyak dibandingkan dengan tanaman yang dipangkas. Namun, menurut Ipaulle dan Kastono . , banyaknya jumlah cabang primer dapat menyebabkan penurunan hasil bunga. Jurnal Agroekoteknologi dan AgribisnisVol 9 (No . , 2025 125Ae142 DOI 10. 51852/zxdjc082 Rerata jumlah cabang primer . Umur tanaman . inggu ke-) P0 . ontrol/tanpa pemangkasa. P1 . emangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tana. P2 . emangkasan umur 6 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tana. P3 . emangkasan umur 5 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tana. P4 . emangkasan umur 6 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tana. Gambar 6 Rataan jumlah cabang primer tanaman kenikir sulfur setiap minggu 6 Jumlah Cabang Sekunder Tanaman Kenikir Sulfur Cabang sekunder pada tanaman kenikir sulfur pertama kali muncul pada saat tanaman berumur 7 minggu setelah tanam (MST). Tanaman kenikir sulfur mengalami peningkatan pertumbuhan jumlah cabang sekunder seiring bertambahnya umur (Gambar . Perlakuan pemangkasan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap jumlah cabang sekunder pada 7 hingga 9 MST. Rerata jumlah cabang sekunder . Umur tanaman . inggu ke-) P0 . ontrol/tanpa pemangkasa. P1 . emangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tana. P2 . emangkasan umur 6 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tana. P3 . emangkasan umur 5 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tana. P4 . emangkasan umur 6 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tana. Gambar 7 Rataan jumlah cabang sekunder tanaman kenikir sulfur setiap minggu Jurnal Agroekoteknologi dan AgribisnisVol 9 (No . , 2025 125Ae142 DOI 10. 51852/zxdjc082 Rerata jumlah cabang sekunder tanaman kenikir sulfur tertinggi pada 9 MST yaitu 30,25 cabang pada perlakuan pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah (P. , sedangkan untuk rerata jumlah cabang sekunder terkecil pada 9 MST terdapat pada perlakuan kontrol/tanpa pemangkasan (P. yaitu 4,30 cabang. Hal ini sejalan dengan penelitian Wardana et al. pada tanaman kenikir, bahwa perlakuan pemangkasan pada umur 5 MST merupakan perlakuan terbaik yang menunjukkan keberhasilan dalam menginduksi pertumbuhan jumlah cabang sekunder . ,56 batan. Abbas . menyatakan bahwa perlakuan tinggi pemangkasan 30 cm dari permukaan tanah memiliki pengaruh yang nyata pada jumlah cabang tanaman marigold. Tunas lateral yang selanjutnya menjadi cabang lebih cepat tumbuh karena adanya pemangkasan yang menyebabkan terputusnya dominasi apikal, yang dapat menyebabkan jumlah cabang semakin meningkat. Hal tersebut juga terjadi dalam penelitian Koefender et . pada tanaman marigold (Tagetes erect. menyatakan bahwa tunas ujung atau apikal yang didormansikan dengan perlakuan pemangkasan akan menyebabkan pertumbuhan tunas atau cabang sekunder. Johnny . juga menyatakan bahwa untuk menghasilkan batang lateral atau cabang sekunder tanaman kenikir harus dipangkas dengan waktu yang tepat, adapun keuntungan dari pemangkasan pada tanaman kenikir sulfur ini yaitu untuk menstabilkan bentuk tanaman agar tidak mudah rebah dan mempermudah pemanenan karena menghasilkan bunga yang cenderung serempak dan lebih banyak dibandingkan dengan tanaman yang tidak dipangkas. 7 Luas Daun Tanaman Kenikir Sulfur Perlakuan pemangkasan memberikan pengaruh nyata terhadap luas daun tanaman kenikir sulfur. Rerata luas daun terbesar yaitu pada perlakuan kontrol/tanpa pemangkasan (P. sebesar 201,48 cm2, sedangkan rerata luas daun terkecil yaitu 114,40 cm2 pada perlakuan pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 35 cm (Tabel . Tabel 2 Rataan luas daun tanaman kenikir sulfur saat panen . MST) Perlakuan Luas daun . P0 (Kontrol/Tanpa Pemangkasa. 201,48a P1 (Pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 c. 162,23ab P2 (Pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 30 c. 194,94a P3 (Pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 35 c. 114,40b P4 (Pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 35 c. 166,06ab Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada Uji DMRT taraf = 5% Luas daun adalah parameter utama dalam menentukan kecepatan fotosintesis tanaman (Istianah et al. Perlakuan kontrol/tanpa pemangkasan menunjukkan luasan daun yang lebih besar dibandingkan dengan perlakuan pemangkasan. Hal tersebut diduga karena tanaman kenikir sulfur yang tumbuh setelah dilakukan pemangkasan, memiliki ukuran daun yang lebih kecil meskipun jumlah daunnya meningkat, sehingga berpengaruh terhadap ukuran luas daun tanaman. Pada penelitian yang dilakukan oleh El-Ghait et al. menunjukkan bahwa bunga zinia yang dipangkas memiliki luas daun yang lebih kecil dibandingkan dengan yang tidak dipangkas. Pemangkasan menyebabkan alokasi energi tanaman terfokus pada pemulihan jaringan dan pembentukan tunas baru, sehingga pertumbuhan daun terhambat dan ukuran daun menjadi lebih kecil akibat menurunnya kapasitas fotosintesis. Jurnal Agroekoteknologi dan AgribisnisVol 9 (No . , 2025 125Ae142 DOI 10. 51852/zxdjc082 Tanaman yang tidak dipangkas memiliki kemampuan lebih optimal dalam memperluas permukaan daun karena tidak mengalami stres fisiologis maupun kehilangan organ Daun yang lebih luas mampu meningkatkan hasil fotosintesis karena memiliki jumlah stomata yang lebih banyak, sehingga proses asimilasi berlangsung lebih efisien dan menghasilkan energi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman (Sucipto 2. Tanaman tanpa pemangkasan juga cenderung tumbuh lebih tinggi dibandingkan tanaman yang dipangkas, sehingga dapat menangkap cahaya secara lebih maksimal untuk keperluan Cahaya berperan penting dalam pertumbuhan genetik dan kecepatan tumbuh tanaman karena berfungsi dalam proses asimilasi untuk menghasilkan energi (Yuliyantika dan Sudarti 2. Morfologi tanaman kenikir sulfur pada fase vegetatif yaitu sebagai berikut (Gambar . Gambar 8 Morfologi tanaman kenikir sulfur pada fase vegetatif 8 Jumlah Cabang Produktif Tanaman Kenikir Sulfur Cabang produktif pada tanaman kenikir sulfur pertama kali muncul pada saat tanaman berumur 7 minggu setelah tanam (MST). Tanaman kenikir sulfur mengalami peningkatan pertumbuhan jumlah cabang produktif pada 7Ae9 MST, dan mengalami penurunan jumlah cabang produktif pada 10Ae11 MST (Gambar . Perlakuan pemangkasan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan jumlah cabang produktif pada 8-11 MST. Rerata jumlah cabang produktif tanaman kenikir sulfur tertinggi pada 9 MST yaitu 21,75 cabang pada perlakuan pemangkasan 5 MST - 30 cm dari permukaan tanah (P. , sedangkan untuk rerata jumlah cabang produktif terkecil pada 9 MST terdapat pada perlakuan kontrol/tanpa pemangkasan (P. yaitu 4,55 cabang. Jurnal Agroekoteknologi dan AgribisnisVol 9 (No . , 2025 125Ae142 DOI 10. 51852/zxdjc082 Rerata jumlah cabang produktif . M10 M11 Umur tanaman . inggu ke-) P0 . ontrol/tanpa pemangkasa. P1 . emangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tana. P2 . emangkasan umur 6 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tana. P3 . emangkasan umur 5 MST pada ketinggian 35 cm dari permukaan tana. Gambar 9 Rataan jumlah cabang produktif tanaman kenikir sulfur setiap minggu Perlakuan pemangkasan meningkatkan jumlah cabang produktif lebih banyak dibandingkan dengan perlakuan kontrol/tanpa pemangkasan. Pemangkasan pada tanaman kenikir sulfur dengan tinggi pemangkasan 30 cm dari permukaan tanah dapat meningkatkan jumlah cabang dan bunga (Farhaniyah dan Azizah 2. Jumlah bunga yang dihasilkan akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah cabang produktif pada tanaman. Hal tersebut juga didukung oleh ketersediaan unsur hara. Jika ketersediaan unsur hara N. P, dan K terpenuhi, maka dapat memaksimalkan pertumbuhan vegetatif dan unsur P berperan dalam mendukung perkembangan cabang yang produktif (Cartika et al. Perlakuan tinggi pemangkasan 30 cm dari permukaan tanah memiliki pengaruh yang nyata pada jumlah cabang tanaman marigold (Abbas 2. 9 Waktu Bunga Mekar. Diameter Bunga, dan Bobot Segar per Bunga Kenikir Sulfur Waktu bunga mekar tanaman kenikir sulfur diamati pada saat bunga mekar pertama Tanaman kenikir berbunga pertama kali pada saat tanaman berumur 8 MST. Perlakuan pemangkasan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap parameter waktu bunga mekar. Perlakuan pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah (P. memperoleh rerata waktu bunga mekar tercepat yaitu 69,25 HST yang selanjutnya disusul oleh perlakuan kontrol/tanpa pemangkasan (P. dengan rerata waktu bunga mekar 69,60 HST (Tabel . , sedangkan pada perlakuan pemangkasan lainnya memperoleh rerata waktu bunga mekar yang lebih lama yaitu seperti pada perlakuan pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah (P. yaitu 72,00 hari setelah tanam (HST). Tabel 3 Rataan waktu bunga mekar tanaman kenikir sulfur Perlakuan Waktu bunga mekar (HST) P0 (Kontrol/Tanpa Pemangkasa. 69,60 P1 (Pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 c. 69,25 P2 (Pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 30 c. 72,00 P3 (Pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 35 c. 71,30 P4 (Pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 35 c. 70,80 Keterangan: MST = minggu setelah tanam. HST = hari setelah tanam. Jurnal Agroekoteknologi dan AgribisnisVol 9 (No . , 2025 125Ae142 DOI 10. 51852/zxdjc082 Menurut Rajput et al. menjelaskan bahwa pemangkasan pada tanaman menyebabkan penundaan waktu bunga mekar tanaman namun meningkatkan jumlah bunga pada tanaman. Lamanya waktu yang dibutuhkan oleh tanaman untuk berbunga diduga akibat pembuangan tunas apikal dimana dapat mengakibatkan tanaman memasuki fase vegetatif dan membentuk tunas baru. Pembentukan tunas baru hingga menuju dewasa membutuhkan waktu yang lama sehingga umur berbunga juga menjadi lama (Somalinggi et al. Hasil yang sama juga terjadi pada tanaman bunga matahari yang diberi perlakuan pemangkasan sehingga menyebabkan proses pembungaan tertunda, serta diameter bunga yang lebih kecil (Burnett 2. Perlakuan pemangkasan tidak memberikan berpengaruh nyata terhadap diameter bunga dan bobot segar per bunga. Rerata diameter bunga terbesar yaitu 4,12 cm dan rerata bobot segar per bunga terbesar yaitu 0,41 g pada perlakuan kontrol/tanpa pemangkasan (P. , sedangkan untuk rerata diameter bunga dan bobot segar per bunga terkecil yaitu 3,64 cm dan 0,32 g, terdapat pada perlakuan pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah (P. (Tabel . Perlakuan tanpa pemangkasan menghasilkan diameter bunga yang lebih besar dibandingkan dengan perlakuan pemangkasan. Penurunan rerata diameter bunga akibat pemangkasan disebabkan oleh pendistribusian nutrisi dan mineral lain yang mendorong pertumbuhan vegetatif tanaman (Cicevan et al. Tabel 4 Rataan diameter bunga dan bobot segar per bunga tanaman kenikir sulfur Diameter Bobot segar Perlakuan bunga . per bunga . P0 (Kontrol/Tanpa Pemangkasa. 4,12 0,41 P1 (Pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 c. 4,06 0,36 P2 (Pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 30 c. 3,64 0,32 P3 (Pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 35 c. 3,96 0,35 P4 (Pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 35 c. 3,66 0,35 Keterangan: MST = minggu setelah tanam. Bobot segar per bunga lebih tinggi pada tanaman kenikir yang tidak dipangkas diduga karena adanya dominasi apikal yang tetap stabil, sehingga hasil asimilat lebih terfokus pada sedikit bunga yang terbentuk. Di sisi lain, pemangkasan mendorong pertumbuhan cabang dan meningkatkan jumlah bunga, namun hal ini mengakibatkan penyebaran nutrien yang lebih luas, sehingga rata-rata bobot segar per bunga menjadi menurun. Oleh karena itu, perbedaan bobot segar per bunga merupakan hasil dari perbedaan distribusi nutrien pada tanaman, yang dipengaruhi oleh jumlah bunga dan ukuran bunga akibat perlakuan pemangkasan (Widyawati 10 Total Bobot Segar Bunga dan Total Bobot Kering Bunga per Tanaman Kenikir Sulfur Perlakuan pemangkasan berpengaruh sangat nyata pada parameter total bobot segar bunga dan total bobot kering bunga per tanaman. Rerata total bobot segar bunga dan total bobot kering bunga per tanaman terbesar yaitu 10,30 g dan 2,84 g pada perlakuan pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah (P. , sedangkan untuk rerata bobot segar bunga dan total bobot kering bunga per tanaman terkecil yaitu 3,33 g dan 1,05 g, terdapat pada perlakuan pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah (P. (Tabel . Jurnal Agroekoteknologi dan AgribisnisVol 9 (No . , 2025 125Ae142 DOI 10. 51852/zxdjc082 Tabel 5 Rataan total bobot segar dan total bobot kering bunga per tanaman kenikir sulfur Total bobot Total bobot segar bunga kering bunga Perlakuan per tanaman per tanaman . P0 (Kontrol/Tanpa Pemangkasa. 4,45b 1,19b P1 (Pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 c. 10,30a 2,84a P2 (Pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 30 c. 3,33b 1,05b P3 (Pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 35 c. 4,35b 1,20b P4 (Pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 35 c. 4,30b 1,24b Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada Uji DMRT taraf = 5% Perlakuan pemangkasan berpengaruh nyata terhadap parameter total bobot segar dan total bobot kering bunga per tanaman, karena pemangkasan menghilangkan dominasi apikal . itik tumbuh utam. , yang kemudian merangsang pertumbuhan tunas lateral, menyebabkan bertambahnya jumlah cabang produktif yang berpotensi menghasilkan lebih banyak bunga (Santi et al. Bertambahnya jumlah bunga tersebut secara akumulatif meningkatkan total biomassa generatif, baik pada total bobot segar bunga maupun total bobot kering bunga per tanaman. Dengan demikian, perlakuan pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah (P. terbukti dapat meningkatkan hasil bunga kenikir sulfur (Cosmos sulphureu. 11 Frekuensi Panen dan Total Jumlah Bunga Kenikir Sulfur Perlakuan pemangkasan berpengaruh nyata terhadap frekuensi panen dan berpengaruh sangat nyata terhadap total jumlah bunga. Rerata frekuensi panen tertinggi yaitu sebanyak 12,70 kali panen dan rerata total jumlah bunga tertinggi yaitu 109,60 bunga pada perlakuan pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah (P. Sedangkan untuk rerata frekuensi panen terendah yaitu 7,05 kali panen pada perlakuan kontrol/tanpa pemangkasan (P. , dan rerata total jumlah bunga terendah yaitu 40,80 bunga pada perlakuan pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah (P. (Tabel . Tabel 6 Rataan frekuensi panen dan total jumlah bunga tanaman kenikir sulfur Frekuensi Total jumlah Perlakuan . P0 (Kontrol/Tanpa Pemangkasa. 7,05b 47,40b P1 (Pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 c. 12,70a 109,60a P2 (Pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 30 c. 7,35b 40,80b P3 (Pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 35 c. 8,25b 49,00b P4 (Pemangkasan umur 6 MST pada ketinggian 35 c. 8,05b 47,80b Keterangan: Angka-angka yang diikuti oleh huruf yang sama tidak berbeda nyata pada Uji DMRT taraf = 5% Penelitian ini selaras dengan (Farhaniyah dan Azizah 2. , yang menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan dengan tinggi 30 cm dari permukaan tanah memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah bunga pertanaman . ,75 bung. Menurut (Widyawati 2. bahwa pengaturan percabangan dan jumlah kuntum bunga yang lebih Jurnal Agroekoteknologi dan AgribisnisVol 9 (No . , 2025 125Ae142 DOI 10. 51852/zxdjc082 banyak dapat dilakukan dengan pemangkasan. Semakin banyak cabang yang dihasilkan pada tanaman kenikir, maka semakin banyak pula jumlah bunga yang terbentuk karena cabang tanaman memiliki potensi untuk menumbuhkan bunga. Pada penelitian Joshi et al. juga menunjukkan bahwa perlakuan pemangkasan pucuk tanaman marigold memberikan pengaruh yang nyata dalam meningkatkan produksi bunga. Santi et al. menyatakan bahwa jumlah bunga yang meningkat dipengaruhi oleh distribusi hasil asimilisi yang merata ke seluruh cabang tanaman, tidak hanya pada tunas apikal. Penelitian pada tanaman marigold, juga menunjukkan bahwa jumlah bunga pada tanaman yang dipangkas lebih tinggi dibandingkan tanpa pemangkasan (Lalit et al. Peluang untuk meningkatkan intensitas atau frekuensi panen akan semakin besar apabila jumlah bunga yang dihasilkan dalam satu periode pertumbuhan semakin tinggi. Adapun morfologi tanaman kenikir sulfur pada fase generatif adalah sebagai berikut (Gambar . Gambar 10 Morfologi tanaman kenikir sulfur pada fase generatif Simpulan Pemangkasan memberikan pengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah tunas lateral, jumlah cabang primer, jumlah cabang sekunder, jumlah cabang produktif, luas daun, total bobot segar dan total bobot kering bunga per tanaman, frekuensi panen dan total jumlah bunga. Perlakuan pemangkasan terbaik diperoleh pada pemangkasan umur 5 MST dengan ketinggian 30 cm dari permukaan tanah (P. , menghasilkan total bobot segar bunga per tanaman . ,30 . , total bobot kering bunga per tanaman . ,84 . , dan total jumlah bunga . ,60 bung. Pemangkasan umur 5 MST pada ketinggian 30 cm dari permukaan tanah (P. dapat direkomendasikan untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil bunga kenikir Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih disampaikan kepada Universitas Gunadarma (UG Technopar. yang telah memberikan fasilitas untuk penelitian ini. Daftar Pustaka