Jurnal CyberTech Vol. No. Maret 2019, pp. P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 SISTEM PAKAR DALAM MENDETEKSI KERUSAKAN PADA ALAT MONITOR TEKANAN DARAH ATAU DYNASCOPE DS7100 DENGAN MENGGUNAKAN METODE THEOREMA BAYES Nurhalina Situmorang 1. Ishak #2. Sri Murniyanti#3 #1 Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma #2,3 Program Studi Sistem Informasi. STMIK Triguna Dharma Article Info ABSTRACT Article history: Rumah Sakit Umum Mitra Sejati mempunyai alat-alat kesehatan, terkhususkan dengan alat yang biasa digunakan bernama Dynascope DS7100 atau disebut juga alat monitor tekanan darah pasien. Alat yang digunakan oleh pihak rumah sakit maupun klinik kesehatan. Dengan menggunakan alat ini dapat membantu tenaga kesehatan untuk memantau kesehatan pasien, yang mengalami penyakit berat atau penyakit ringan. Kerusakan yang biasa terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat langsung terdeteksi karena minimnya pengetahuan tentang Dynascope DS7100 membuat para tenaga kesehatan panik serta tidak bisa menangani untuk sementara waktu, sebelum Dynascope DS7100 yang rusak dibawa bagian Maka dalam masalah tersebut dibentuk atau dibangun sebuah sistem yang dapat membantu dalam mengetahui gejala-gejala kerusakan mesin alat monitor tekanan darah. Diantara keilmuan yang cocok adalah Sistem Pakar Received Mar 12th, 2019 Revised Mar 20th, 2019 Accepted Mar 30th, 2019 Keyword: Dynascope DS7100 Sistem Pakar Theorema bayes Sistem Pakar merupakan salah satu bidang teknik dari kecerdasan buatan yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja para pakar, orang biasa pun akan dapat menyelesaikan permasalahan yang dianggap cukup rumit yang tadinya hanya dapat diselesaikan oleh seorang pakar. Maka sistem yang dibangun dengan menggunakan metode Theorema bayes. Implementasi metode Theorema bayes merupakan menghitung nilai data ketidakpastian menjadi nilai data yang pasti dengan mengembangkan jawaban ya dan tidak. Dapat dikembangkan dalam mendeksi kerusakan pada alat monitor tekanan darah atau Dynascope DS7100 dengan menggunakan metode Theorema bayes. Dengan menggunakan metode Theorema bayes dapat mendeteksi kerusakan pada Dynascope DS7100 yaitu dengan memasukkan algoritma perhitungan metode Theorema bayes kedalam sistem. Kata Kunci: Dynascope DS7100. Sistem Pakar. Theorema Bayes Journal homepage: https://ojs. Jurnal cyber tech P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Copyright A 2019 STMIK Triguna Dharma. All rights reserved. Corresponding Author: *First Author Nama : Nurhalina Situmorang Program Studi : Sistem Informasi Kantor : STMIK Triguna Dharma Email : nurhalina890@gmail. PENDAHULUAN Rumah Sakit Umum Mitra Sejati mempunyai alat-alat kesehatan, terkhususkan dengan alat yang biasa digunakan bernama Dynascope DS7100 atau disebut juga alat monitor tekanan darah pasien. Alat yang digunakan oleh pihak rumah sakit maupun klinik kesehatan. Dengan menggunakan alat ini dapat membantu tenaga kesehatan dalam memantau kesehatan pasien, yang mengalami penyakit berat atau penyakit ringan. Kerusakan yang biasa terjadi secara tiba-tiba dan tidak dapat langsung terdeteksi karena minimnya pengetahuan tentang Dynascope DS7100 membuat para tenaga kesehatan panik serta tidak dapat menangani untuk sementara waktu, sebelum Dynascope DS7100 yang rusak dibawa kebagian teknisi. Maka dalam masalah tersebut dibentuk atau dibangun sebuah sistem yang dapat membantu dalam mengetahui gejalagejala kerusakan mesin alat monitor tekanan darah. Diantara keilmuan yang cocok adalah Sistem Pakar. Sistem Pakar merupakan salah satu bidang teknik dari kecerdasan buatan yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja para pakar, orang biasa pun akan dapat menyelesaikan permasalahan yang dianggap cukup rumit yang tadinya hanya dapat diselesaikan oleh seorang pakar . Seorang pakar tidak dapat melayani secara penuh karena terbatasnya waktu dan banyaknya hal yang harus dilayani sehingga sangat dibutuhkan sebuah sistem yang dapat menggantikan peran pakar tersebut. Maka sistem yang dibangun dengan menggunakan metode Theorema bayes. Implementasi metode Theorema bayes merupakan menghitung nilai data ketidakpastian menjadi nilai data yang pasti dengan mengembangkan jawaban ya dan tidak. Dengan menggunakan metode Theorema bayes dapat mendeteksi kerusakan pada Dynascope DS7100 yaitu dengan memasukkan algoritma perhitungan metode Theorema bayes kedalam sistem, sehingga Sistem Pakar dapat melakukan perhitungan dengan metode Theorema bayes dan memberikan hasil diagnosa dan solusi yang tepat terhadap kerusakan yang ditentukan, berdasarkan pengetahuan pakar yang didapatkan. Pada penelitian terdahulu telah melakukan penelitian dalam mendeteksi kerusakan alat berat . Permasalahan paling sering terjadi adalah banyak operator yang tidak dapat memperbaiki beko yang tibatiba bermasalah saat digunakan. Dibutuhkan seorang yang ahli dalam mendeteksi macam-macam kerusakan mesin tetapi dengan adanya sistem pakar dapat meringankan orang awam. Kerusakan mesin alat berat . perlu di sistem pakarkan karena tidak semua operator mengetahui atau paham mengenai kerusakan mesin alat berat . atau excavator. Dengan demikian alat berat . atau excavator dapat disistem pakarkan menggunakan metode Theorema bayes karena dapat menekan biaya operasional agar tidak membengkak dan kegunaan waktu yang efisien. Dengan penelitian terdahulu perbedaan kasus yang diambil, dapat dikembangkan dalam mendeksi kerusakan pada alat monitor tekanan darah atau Dynascope DS7100 dengan menggunakan metode Theorema bayes. Dari latar belakang yang telah dikemukakan, maka diangkat judul AuSISTEM PAKAR DALAM MENDETEKSI KERUSAKAN PADA ALAT MONITOR TEKANAN DARAH ATAU DYNASCOPE DS7100 DENGAN MENGGUNAKAN METODE THEOREMA BAYES. METODE PENELITIAN 1 Metode Penelitian Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Metode penelitian merupakan suatu cara yang digunakan untuk mencapai suatu kebenaran atau fakta dengan cara menggunakan pencarian sehingga menemukan suatu kebenaran. Tujuan Penelitian pada dasarnya yaitu menunjukkan kebenaran dan pemecahan masalah atas apa yang diteliti, untuk mencapai tujuan tersebut, dilakukan suatu metode yang tepat dan relevan. Metode penelitian digunakan untuk menentukan cara atau taktik yang tepat sebagai langkah-langkah yang dilakukan dalam memecahkan suatu permasalahan untuk mencapai tujuan tertentu yang ingin dicapai. Metode pengumpulan data yang akan dijabarkan pada pembahasan ini menggunakan pendekatan teknik pengumpulan data dan teknik perancangan sistem, yang dapat meyelesaikan masalah dan mendapatkan data yang dibutuhkan dalam penelitian. Maka berikut ini adalah metode penelitiannya. Teknik Pengumpulan Data (Collecting Data Techni. Adapun beberapa teknik yang digunakan dalam pengumpulan data dari penelitian yaitu: Wawancara (Intervie. Dalam melakukan wawancara dengan bapak Thomas Bulolo merupakan ahli dalam teknisi monitor tekanan darah telah memberitahukan gejala dan jenis kerusakan pada mesin Dynascope DS7100 yang diperlukan dalam penelitian sistem pakar. Adapun hasil wawancara yaitu: Jenis gejala kerusakan pada Dynascope DS7100 sebagai berikut Gambar tampilan hasil buram Gambar tampilan tidak hidup Alarm recorder tidak menyala Sistem timing rusak Prosessord board rusak Layar monitor tidak bisa touch screen Probe rusak Tidak bersuara Tidak ada daya listrik Touch screen tidak berfungsi Jenis kerusakan pada Dynascope DS7100 sebagai berikut Kerusakan Display Kerusakan Prosessor Board Kerusakan Backligth Studi Kepustakaan (Library Researc. Studi kepustakaan merupakan salah satu elemen yang mendukung sebagai landasan teoritis peneliti untuk mengkaji dan menyelesaikan masalah yang dibahas. Dalam hal ini, menggunakan beberapa sumber kepustakaan diantaranya: jurnal-jurnal baik jurnal internasional, jurnal nasional, jurnal lokal maupun buku sebagai sumber referensi. Dari komposisi yang ada jumlah literatur yang digunakan sebanyak 20 dengan rincian: 18 jurnal nasional, dan 2 buku nasional. Diharapkan dengan literatur tersebut dapat membantu peneliti di dalam menyelesaikan permasalahan dalam mendeteksi Kerusakan Dynascope DS7100. Teknik Perancangan Sistem (Design Syste. Sesuai dengan rumusan masalah yang menggunakan pendekatan Classic or Waterfall Algorithm maka berikut ini adalah teknik perancangan sistem yang digunakan: Analisis Masalah dan Kebutuhan Perancangan Sistem dan Pemodelan Pengkodean Percobaan Awal Percobaan Akhir Implementasi Sistem Model Pengembangan Sistem Model pengembangan sistem merupakan salah satu unsur penting dalam penelitian. Dalam metode perancangan sistem khususnya software atau perangkat lunak dapat mengadopsi beberapa metode diantaranya algoritma Waterfall atau algoritma air terjun. Adapun gambar metode pengembangan sistem yang digunakan pada penelitian ini. Jurnal CyberTech Vol. No. Maret 2019 : 474 Ae 489 Jurnal cyber tech P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Berikut adalah contoh penulisan Metode Perancangan Sistem. Di dalam penelitian ini, di adopsi sebuah metode perancangan sistem yaitu Waterfall algorithma. Berikut adalah fase yang dilakukan yaitu: Analisis Masalah Dan Kebutuhan merupakan fase awal dalam perancangan sistem. Pada fase ini akan ditentukan titik masalah sebenarnya dan elemen-elemen apa saja yang dibutuhkan untuk penyelesaian masalah pada Kerusakan Dynascope DS7100 dalam menyimpulkan solusi yang diberikan oleh sistem. Desain Sistem dalam fase ini dibagi beberapa indikator atau elemen yaitu: Pemodelan sistem dengan Unified Modelling Language Pemodelan menggunakan flowchart system Desain input Desain output dari Sistem Pakar yang mau dirancang dalam pemecahan masalah dalam Kerusakan Dynascope DS7100 dengan mneggunakan metode Theorema bayes Pembangun Sistem fase ini menjelaskan tentang bagaimana melakukan pengkodingan terhadap desain sistem yang dirancang baik dari sistem input, proses dan output menggunakan bahasa Web. Uji coba sistem fase ini merupakan fase terpenting untuk pembangunan Sistem Pakar. Hal ini dikarenakan pada fase ini akan dilakukan trial and error terhadap keseluruhan aspek aplikasi baik coding. Desain Sistem dan Pemodelan dalam mendeteksi Kerusakan Dynascope DS7100. Implementasi atau Pemeliharaan fase akhir adalah fase dimana pemanfaatan dalam mendeteksi Kerusakan yang akan menggunakan sistem. Dalam penelitian ini pengguna atau end user nya adalah Rumah Sakit Mitra Sejati. Alogritma Sistem Algoritma sistem merupakan penjelasan langkah-langkah penyelesaian masalah dalam perancangan Sistem Pakar mendeteksi kerusakan pada Dynascope DS7100 . 1 Flowchart Algoritma Theorema bayes Berikut ini adalah flowchart dari metode Theorema bayes berganda yaitu sebagai berikut: Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Gambar 3. 2 Flowchart Theorema bayes 2 Mengidentifikasi Data Gejala Kerusakan Dynascope DS7100 Adapun untuk menentukan data gejala kerusakan Premolare yang sering terjadi dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. 1 Data Gejala Kerusakan Dynascope DS7100 Kode Gejala G01 G02 G03 G04 G05 G06 G07 G08 Gejala Kerusakan Gambar tampilan hasil buram Gambar tampilan tidak hidup Alarm recorder tidak menyala Sistem timing rusak Prosessor Board rusak Layar monitor tidak bisa touch screen Probe rusak Tidak bersuara Jurnal CyberTech Vol. No. Maret 2019 : 474 Ae 489 Jurnal cyber tech P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 G09 G10 Tidak ada daya listrik Touch Screen tidak berfungsi (Sumber: Rumah Sakit Mitra Sejat. 3 Mengidentifikasi Jenis Kerusakan Dynascope DS7100 Adapun jenis dari kerusakan Dynascope DS7100 dapat dilihat dari tabel berikut: Tabel 3. 2 Data Jenis Kerusakan Dynascope DS7100 Kode Kerusakan Nama Kerusakan K01 Kerusakan Display K02 Kerusakan Prosessor Board K03 Kerusakan Backligth (Sumber: Rumah Sakit Mitra Sejat. 4 Mengidentifikasi Pohon Keputusan Dari Kerusakan Dynascope DS7100 Adapun pohon keputusan dari kerusakan Dynascope DS7100 yaitu sebagai berikut: Rule 1 : IF jenis Gejala G01 AND G02 AND G03 THEN K01 Kerusakan Kerusakan Display Gambar 3. 3 Pohon Keputusan Kerusakan Display Rule 2 : IF jenis Gejala G01 AND G04 AND G05 AND G06 THEN K02 Kerusakan Prosessor Board Gambar 3. 4 Pohon Keputusan Kerusakan Prosessor Board Rule 3 : IF jenis Gejala G07 AND G08 THEN K03 Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Kerusakan Backligth Gambar 3. 5 Pohon Keputusan Kerusakan Backligth 5 Mengidentifikasi Basis Aturan Kerusakan Dynascope DS7100 Setelah menentukan gejala, langkah selanjutnya yaitu menentukan basis aturan jenis kerusakan. Hal ini dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. 3 Data Basis Aturan Kerusakan Dynascope DS7100 Jenis Kerusakan Kode Gejala G01 Gambar tampilan hasil buram K01 G02 Gambar tampilan tidak hidup G03 Alarm recorder tidak menyala E G04 Sistem timing rusak G05 Prosessor Board rusak G06 Layar monitor tidak bisa touch screen G07 Probe rusak G08 G09 G10 Gejala K02 K03 Tidak bersuara E Tidak ada daya listrik Touch Screen Tidak Berfungsi E 6 Pembobotan Nilai Probabilitas Kerusakan Dynascope DS7100 Demi membantu pengembangan sistem pakar ini, maka ditampilkan data hubungan antara gejala dan jenis kerusakan Dynascope DS7100 ke dalam sebuah tabel. Tabel ini berfungsi menyimpan data kerusakan, pada tabel ini berisi kode kerusakan, data gejala, dan probabilitas. Nilai probabilitas diambil berdasarkan pengalaman seorang pakar yang menangani kerusakan Dynascope DS7100. Data tersebut dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 3. 4 Nilai Probabilitas Kerusakan Dynascope DS7100 Kode Gejala Jenis Kerusakan Gejala Jurnal CyberTech Vol. No. Maret 2019 : 474 Ae 489 Jurnal cyber tech P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 K01 K02 G01 Gambar tampilan hasil buram G02 Gambar tampilan tidak hidup 0,75 G03 Alarm recorder tidak menyala G04 Sistem timing rusak 0,85 G05 Prosessor Board rusak G06 Layar monitor tidak bisa touch screen. G07 Probe rusak G08 G09 G10 K03 Tidak bersuara 0,95 Tidak ada daya listrik 0,70 Touch Screen tidak berfungsi 0,70 7 Solusi Kerusakan Adapun untuk membantu perkembangan Sistem Pakar ini, maka ditampilkan data solusi dari Tabel berikut ini berfungsi untuk memberikan solusi yang dapat dilakukan kepada yang terjangkit kerusakan Dynascope DS7100. Tabel 3. 5 Solusi Kerusakan Kode Kerusakan Solusi K01 Ganti elektroda jika rusak: tensi tidak tampak, tensi apakah tidak terpasang, atau rusak, pasang tensi dengan benar ganti jika rusak. Alarm berbunyi terus: cek elektroda. Pasang jika lepas. K02 Dengan mengganti saluran listrik. Re-plug atau mengganti kabel Tanda "X" pada baterai . K03 Dengan mengganti heater current kontrol grid voltage 8 Penyelesaian Dengan Metode Theorema bayes Adapun kasus Kerusakan pada monitor melakukan diagnosa dengan menjawab pertanyaan sesuai dengan gejala berikut: Tabel 3. 6 Pilihan Data Konsultasi Gejala Kerusakan Monitor teknanan darah Pilih Kode Gejala Gejala Kerusakan G01 G02 G03 G04 G05 Gambar tampilan hasil buram Tidak Gambar tampilan tidak hidup Alarm recorder tidak menyala Sistem timing rusak Tidak Prosessor Board rusak Tidak Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 1978-6603 G06 G07 G08 G09 G10 Layar monitor tidak bisa touch screen Probe rusak Tidak bersuara Tidak ada daya listrik Touch Screen tidak berfungsi E-ISSN : 2615-3475 Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak Untuk memastikan jenis kerusakan Dynascope DS7100 maka dilakukan perhitungan sebagai berikut: Mencari Nilai Hipotesa Untuk mancari semesta dapat dijumlahkan dari Hipotesa yang di atas: ycu Oc = ya1 ya2 U yaycu yco=1 K01 Kerusakan Display ycu Oc = ya2 ya3 ycu yco=1 Oc = 0,75 0,7 = 1,45 yco=1 Mencari Nilai Semesta Setelah didapat penjumlahan di atas, maka didapatlah rumus untuk menghitung semesta adalah sebagai yaycn P(H. = ycn Ocyc=1 K01 Kerusakan Display P(H. = yaycn Ocycnyc=1 = 0,482 1,45 0,75 G03 P(H. = = 0,517 1,45 Mencari nilai P(H. probabilitas hipotesis H tanpa memandang evidence. Setelah mendapatkan nilai P(H. probabilitas hipotesis H tanpa memandang evidence apa pun, maka langkah selanjutnya adalah sebagai berikut. K01 Kerusakan Display G01 P(H. = ycE yaycn O ycE. yaycn Oe yc. = . ,7 x 0,. ,75 x 0,. = 0,3379 0,3879 = 0,7259 Mencari nilai P(H. E). Setelah mendapatkan nilainya, maka langkah selanjutnya mencari nilai P(H. E) atau probabilitas hipotesis Hi benar jika diberikan nilai evidence E. K01 Kerusakan Display P(H. E) = P(H. E) = 0,7 ycu 0,3379 = 0,3259 0,7259 0,75 ycu 0,3879 0,7259 = 0,4008 Mencari Nilai Bayes Setelah mendapatkan seluruh nilai P(H. E), maka jumlahkan seluruh nilai bayesnya dengan rumus sebagai berikut: K01 Kerusakan Display = Bayes1 Bayes 2 A. Bayes n Jurnal CyberTech Vol. No. Maret 2019 : 474 Ae 489 Jurnal cyber tech P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 = . ,7 x 0,3. ,75 x 0,4. = 0,5287 Dari hasil perhitungan bayes bahwa kesimpulan dengan nilai 0,5287 tertinggi pada kerusakan. Maka dari hasil perhitungan nilai bayes setiap jenis kerusakan sebagai berikut. Tabel 3. 7 Hasil Nilai Bayes Kerusakan Nama Kerusakan Nilai Bayes Nilai Persen Keyakinan Kerusakan Display 0,5287 52,87 % Kerusakan Prosessor Board Kerusakan Backligth ANALISA DAN HASIL Dalam halaman utama untuk menampilkan pada tampilan Menu pada awal sistem yaitu Menu login dan Menu utama. Adapuan Menu halaman utama sebagai berikut. Menu Login : Menu Login digunakan untuk mengamankan sistem dari user-user yang tidak bertanggung jawab sebelum masuk ke Menu Utama. Berikut adalah tampilan Menu Login: Gambar 5. 1 Menu Login Menu Utama Menu Utama digunakan sebagai penghubung untuk Menu gejala, kerusakan dan Rulebase. Berikut adalah tampilan Menu Utama : Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Gambar 5. 2 Menu Utama 1 Halaman Adminstrator Dalam adminstrator untuk menampilkan Menu pengolahan data pada penyimpanan data kedalam database yaitu Menu gejala, kerusakan. Rulebase dan Menu Proses Theorema Bayes. Adapun Menu halaman adminstrator utama sebagai berikut. Menu Data Gejala Menu Gejala merupakan pengolahan data gejala dalam penginputan data, ubah data dan penghapusan data Adapun Menu gejala adalah sebagai berikut : Gambar 5. 3 Menu Gejala Menu Data Kerusakan Jurnal CyberTech Vol. No. Maret 2019 : 474 Ae 489 Jurnal cyber tech P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Menu Kerusakan merupakan pengolahan data kerusakan dalam penginputan data, ubah data dan penghapusan data kerusakan. Adapun Menu gejala adalah sebagai berikut. Gambar 5. 4 Menu Kerusakan Menu Data Rulebase Menu Rulebase merupakan pengolahan data Rulebase dalam penginputan data, ubah data dan penghapusan data Rulebase. Adapun Menu gejala adalah sebagai berikut. Gambar 5. 5 Menu Rulebase Pengujian Pada bagian ini anda diminta untuk melakukan pengujian dengan sampling data baru atau adanya penambahan record data dari hasil pengolahan data sementara. Dan pada bagian ini anda diminta untuk dapat menguji keakuratan sistem yang anda rancang dengan tools-tools yang sudah teruji dan terkalibrasi Adapun hasil proses program dalam mendiagnosa kerusakan sebagai berikut. Title of manuscript is short and clear, implies research results (First Autho. A P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 Gambar 5. 6 Hasil Mendiagnosa Theorema Bayes KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisa dari permasalahan yang terjadi dengan kasus yang dibahas tentang mendeteksi kerusakan monitor tekanan darah dengan menerapakan metode Theorema Bayes terhadap sistem yang dirancang dan dibangun maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: Dapat menerapkan metode Theorema Bayes dengan melakukan menginisialisasi gejala, mencari nilai hipotesa, mencari nilai semesta, mencari nilai probabilitas hipotesis H tanpa evidence, mencari nilai P(H. E) dan mencari nilai bayes. Dapat merancang sistem pakar dalam pembuatan aplikasi dibutuhkan perancangan Unified Modeling Language (UML) ataupun menggunakan flowchart dalam memasukkan proses metode kedalam sistem. Dan menggunakan pembangunan sistem dengan bahasa pemograman visual basic. Dapat mengimplementasikan dalam sistem paka r dengan memasukan data gejala dan jenis kerusakan dalam konsultasi dalam mendeteksi kerusakan monitor tekanan darah Dyanscope DS7100. UCAPAN TERIMA KASIH Terima kasih diucapkan kepada pihak-pihak yang telah mendukung dalam proses pembuatan jurnal ini yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Kiranya bisa memberi manfaat bagi pembaca dan dapat meningkatkan kualitas jurnal selanjutnya. Jurnal CyberTech Vol. No. Maret 2019 : 474 Ae 489 Jurnal cyber tech P-ISSN : 1978-6603 E-ISSN : 2615-3475 REFERENSI