Jurnal Ibu dan Anak Vol. No. November 2024, pp. 70Ae 76 ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. THE EFFECT AUGMENTED REALITY BASED POCKET BOOK MEDIA ON STUDENTS' KNOWLEDGE ABOUT ANEMIA Lailiyana1. Yan Sartika2. Yanti3 *Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Riau Email : lailiyanaaudy@gmail. ABSTRACT Article Info Article history Received date: 4 November 2024 Revised date: 17 November 2024 Accepted date: 30 November 2024 One of the health problems of young women is iron deficiency anemia. As many as 19. 4% of adolescents aged 15-24 years in Riau Province suffer from anemia (Norlita et al. , 2. This study aims to determine the effect of education using augmented reality (AR)-based pocket book media on female students' knowledge about anemia in young women. The type of quantitative research with a quasi-experimental design. The study population was all 124 female students of class XII IPS with a sample of 37 people taken using the purposive sampling technique. The data collection method was the observation method. Data analysis used the dependent t-test . % confidence interva. The results of the study showed that there was an increase in the average score of female students' knowledge about anemia from 8. 43 (SD = 1. 65 (SD = 0. after education. AR-based media improves female students' understanding of anemia because this technology makes unclear objects look more real when felt (Suryaningsih, 2. Statistically, there is an effect of providing education using AR-based pocket book media on female students' knowledge about anemia in adolescent girls . =0. Keywords: Pocket Books. Augmented Reality. Knowledge. Anemia in Adolescent Girls ABSTRAK Salah satu masalah kesehatan remaja puteri adalah anemia defisiensi zat besi. Sebanyak 19,4% remaja usia 15-24 tahun di Provinsi Riau mengalami anemia (Norlita dkk, 2. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi menggunakan media buku saku berbasis augmented reality (AR) terhadap pengetahuan siswi tentang anemia pada remaja puteri. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain kuasi Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas XII IPS yang berjumlah 124 orang dengan jumlah sampel 37 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data adalah metode observasi. Analisa data menggunakan uji t dependen . onfidence interval 95%). Hasil penelitian didapatkan bahwa ada peningkatan rata-rata skor pengetahuan siswi tentang anemia dari 8,43 (SD=1,. menjadi 9,65 (SD=0,. setelah edukasi. Media berbasis AR meningkatkan pemahaman siswi tentang anemia dikarenakan teknologi ini membuat objek yang kurang jelas terlihat lebih nyata ketika dirasakan (Suryaningsih, 2. Secara statistik ada pengaruh pemberian edukasi menggunakan media buku saku berbasis AR terhadap pengetahuan siswi tentang anemia pada remaja puteri . =0,. Kata Kunci : Buku Saku. Augmented Reality. Pengetahuan. Anemia Remaja Putri Jurnal Ibu dan Anak Vol. No. November 2024, pp. 70Ae 76 ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. PENDAHULUAN Remaja putri merupakan salah satu asset negara yang akan menjadi ibu bagi kelahiran generasi penerus bangsa. Dengan kecerdasan, dan kesejahteraan remaja putri saat ini, kita sedang menanamkan modal berharga bagi terciptanya generasi penerus bangsa yang unggul dan berkualitas, sesuai dengan cita-cita Indonesia Emas 2045 dan SDGs 2030. Persiapan ini harus dimulai sejak masa remaja, yang merupakan periode pematangan organ reproduksi manusia, dikenal sebagai masa pubertas. Masa bertambahnya berbagai kegiatan fisik. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk memenuhi kebutuhan zat gizi mereka baik dari segi kualitas maupun kuantitas (Priyanti dkk, 2. Anemia pada remaja putri dapat berdampak pertumbuhan dan perkembangan alat Anemia pada masa remaja dapat berlanjut hingga dewasa yang akan menjadi wanita hamil dan Dampak anemia pada masa kehamilan diantaranya risiko mengalami abortus, kelahiran preamtur, risiko melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) yang dapat berlanjut hingga anak mengalami stunting. Data menunjukkan terdapat 32% remaja Indonesia usia 15-24 tahun mengalami anemia dengan kuantitas perempuan lebih banyak dibandingkan laki-laki (Kemenkes, 2. Hal ini menunjukkan bahwa tiga hingga empat dari sepuluhremaja putri di Indonesia menderita anemia. Sementara di Provinsi Riau ditemukan 19,4% remaja usia 15-24 tahun mengalami anemia (Norlita dkk. Upaya penanganan anemia pada remaja telah dilakukan pemerintah melalui berbagai pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri di jenjang SMP dan SMA. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa program ini belum berjalan optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Masih banyak remaja putri yang membuang TTD yang diberikan dengan alasan seperti merasa mual setelah mengonsumsinya. Selain itu, terjadi kekeliruan dalam implementasi mengonsumsi TTD pada jam sekolah sehingga menimbulkan rasa mual. Padahal, seharusnya TTD dikonsumsi pada malam hari. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau, cakupan remaja putri yang menerima TTD masih rendah, yaitu 13,57% di tahun 2018 dan 18,07% di Angka ini jauh dari target RPJMN 2015-2019 untuk pelayanan kesehatan remaja sebesar 20% pada tahun 2018 dan 25% pada tahun 2019. Rendahnya cakupan TTD ini menunjukkan bahwa program TTD rematri di Provinsi Riau belum mencapai target yang Hambatan yang ditemukan dalam pelaksanaan program TTD remaja putri di Kota Pekanbaru adalah kurangnya atau tidak adanya media Komunikasi. Informasi, dan Edukasi (KIE) saat sosialisasi di sekolah. Hal ini menyebabkan informasi tentang TTD tidak tersampaikan dengan baik dan kurang memotivasi remaja putri untuk Selain itu. Peraturan terkait program pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) masih memiliki kelemahan dalam aspek regulasi dan koordinasi antar sektor (Maulida, 2. Untuk mencegah dan mengurangi jumlah kasus anemia pada remaja putri, pendekatan edukasi adalah solusi yang Penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pengetahuan tentang anemia dapat menjadi hambatan bagi remaja Jurnal Ibu dan Anak Vol. No. November 2024, pp. 70Ae 76 ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. dalam mengadopsi kebiasaan sehat, seperti mengonsumsi tablet besi (Safitri & Ratnawati, 2. Padahal, pemberian tablet fe merupakan salah satu terapi mengatasi anemia (Ernawati dkk, 2. Dengan pengetahuan dan sikap positif remaja putri terhadap pencegahan anemia menjadi kunci keberhasilan program kesehatan terkait. Penyebab anemia di antaranya adalah ketidakseimbangan asupan gizi terutama makanan yang mengandung zat besi karena sebagian besar anemia yang terjadi pada wanita di Indonesia adalah defisiensi zat besi. Ketidakseimbangan asupan gizi memang menjadi penyebab utama berbagai masalah kesehatan seperti anemia, terutama pada remaja Selain itu, kurangnya pengetahuan tentang makanan yang mengandung zat besi juga turut mempengaruhi terjadinya anemia, di samping kurangnya motivasi remaja putri dalam mengonsumsi tablet tambah darah dan memicu terjadinya Edukasi terkait pentingnya hal meningkatkan pemahaman remaja dalam upaya preventif guna mempersiapkan diri sebagai calon ibu yang sehat di masa depan. Sayangnya, kenyataan di keterbatasan pengetahuan pada remaja putri begitu nyata. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Sugiartini dan Wikayanti . yang menunjukkan bahwa 60% remaja memiliki pengetahuan kurang terkait anemia. Dengan demikian, dapat diartikan bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi pengetahuan seseorang adalah informasi. Dimana seseorang dapat memperoleh pengetahuan lebih cepat jika memiliki akses mudah ke informasi Maka dari itu, diperlukan peningkatan pengetahuan melalui media promosi kesehatan yang menarik dan inovatif guna meningkatkan semangat literasi di kalangan remaja. Mengingat pengetahuan pada remaja maka peran tenaga kesehatan dan pendidik sebagai KIE (Komunikasi. Informasi dan Edukas. harus lebih ditingkatkan. Perkembangan teknologi informasi yang pesat di era globalisasi membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk bidang Tuntutan globalisasi dan kemajuan teknologi menuntut dunia kesehatan untuk beradaptasi dan meningkatkan mutu. Media promosi memiliki peranan signifikan dalam mengedukasi sasaran. Salah satu keunggulan utama media promosi kesehatan berbasis AR terletak pada potensinya untuk diterima oleh audiens, terutama generasi muda yang kini begitu akrab dengan teknologi digital. Augmented teknologi yang menggabungkan dunia maya dengan dunia nyata yang dapat berinteraksi dalam waktu nyata, dan memiliki animasi tiga dimensi. Teknologi ini dapat digunakan pada perangkat seperti smartphone dan digunakan dalam berbagai industri, seperti kesehatan, militer, dan manufaktur. Di Indonesia, teknologi ini telah berkembang pesat bersama dengan banyak aplikasi Teknologi ini membuat objek yang kurang jelas terlihat lebih nyata ketika dirasakan (Suryaningsih. Dengan teknologi augmented reality ke dalam media cetak, diharapkan dapat menarik minat remaja yang akrab dengan teknologi digital. Mengingat pemahaman remaja tentang anemia maka penulis tertarik untuk melakukan Jurnal Ibu dan Anak Vol. No. November 2024, pp. 70Ae 76 ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. penelitian tentang pengaruh edukasi menggunakan media buku saku berbasis augmented reality (AR) terhadap pengetahuan siswi tentang anemia pada remaja puteri. METODE PENELITIAN Jenis penelitian kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen. Penelitian dilaksanakan pada bulan M e i 2 0 24 di SMAN 2 Kota Pekanbaru. Populasi penelitian ini adalah siswi kelas XII IPS SMAN 2 Pekanbaru yang berjumlah 54 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 37 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi. hadir ke sekolah saat pengumpulan data, memiliki gadget dengan kuota internet memadai dan bersedia mengikuti kegiatan Metode observasi yaitu menilai skor pengetahuan siswi sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan buku saku berbasis AR. Alat/Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner yang berisi 15 pertanyaan tentang anemia pada remaja puteri. 8,43 (SD=1,. dan sesudah diberikan edukasi menggunakan buku saku berbasis AR mengalami peningkatan menjadi 9,65 (SD=0,. HASIL PENELITIAN Tabel 1. Pengaruh Edukasi Menggunakan Media Buku Saku Berbasis AR terhadap Pengetahuan Siswi tentang Anemia pada Remaja Puteri di SMAN 2 Pekanbaru Tahun 2024 Skor n Mean Pengeta Sebelum 37 8,43 1,259 17,096 0,000 Setelah 9,65 Sumber : Data Primer 0,676 Pada tabel 1 dapat dilihat bahwa rata-rata pengetahuan siswi tentang anemia pada remaja puteri sebelum diberikan edukasi 8,43 (SD=1,. dan sesudah diberikan edukasi menggunakan buku saku berbasis AR mengalami peningkatan menjadi 9,65 (SD=0,. Hasil uji statistik t test dependen pada derajat kepercayaan 95% didapatkan rata-rata pengetahuan siswi sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media buku saku berbasis AR dengan p value 0,000. PEMBAHASAN Remaja putri rentan terkena anemia karena mengalami menstruasi yang menyebabkan remaja putri kehilangan zat besi dua kali. Hadijah,Hasnawati, et al, sekitar 25-60 ml Jumlah darah yang keluar selama ekuivalen dengan 0,4 hingga 1,0 mg besi setiap hari selama siklus. karena jumlah zat besi yang didapat dari makanan pengeluaran zat besi yang tampaknya tidak berarti ini menjadi penting karena ikut menurunkan cadangan zat besi yang Jurnal Ibu dan Anak Vol. No. November 2024, pp. 70Ae 76 ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. pada sebagian besar wanita sudah rendah (Djariyanto, 2. Salah satu upaya yang telah dilakukan pemerintah untuk mencegah masalah anemia pada remaja adalah melalui pemberian suplemen tablet tambah darah (TTD) berupa zat besi . mg F. dan asam folat . ,25 m. dengan dosis suplementasi besi pada WUS termasuk remaja puteri di sekolah menengah adalah 1 tablet/minggu dan ketika menstruasi diberikan setiap hari selama 10 hari. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa program ini belum berjalan optimal. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Masih banyak remaja putri yang membuang TTD yang diberikan dengan alasan Hal manfaat tablet tambah darah, cara mengonsumsi untuk mengurangi efek samping tablet tambah darah serta dampak anemia bagi kesehatan remaja puteri apabila tidak mengonsumsi tablet tambah darah . Edukasi kesehatan adalah segala mempengaruhi orang lain, baik individu, kelompok, atau masyarakat, sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan kesehatan. Edukasi tentang anemia pada remaja puteri diberikan dengan harapan adanya perubahan perilaku remaja yang lebih positif terhadap pencegahan anemia mengonsumsi zat besi atau tablet tambah Upaya promotif dalam bentuk komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat tidak terlepas dari penggunaan media promosi kesehatan. Media promosi dapat berupa media cetak maupun elektronik seperti booklet, buku saku, leaflet, poster, video dan lain Media cetak, seperti poster, leaflet, dan buku saku, dianggap efektif pendidikan gizi karena bentuk fisik media tersebut statis, terdiri dari pesan visual dan terdiri dari sejumlah kata dan (Bertalina, 2015. Kasman dkk, 2017. Wulandari & Prameswari, 2. Saat ini media cetak dengan topik anemia telah banyak beredar di pasaran, namun minat remaja untuk membaca materi tersebut masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan inovasi dalam mengembangkan media edukasi yang lebih interaktif agar dapat meningkatkan pemahaman remaja. Salah satu solusi yang dapat diimplementasikan adalah dengan memodifikasi media cetak mengintegrasikan teknologi AR. Melalui penerapan AR, media edukasi tidak lagi hanya menyajikan informasi dalam bentuk teks, melainkan diperkaya dengan konten multimedia seperti animasi 3D, video interaktif, dan simulasi. Augmented reality adalah teknologi yang menggabungkan dunia maya dengan dunia nyata yang dapat berinteraksi dalam waktu nyata, dan memiliki animasi tiga dimensi. Teknologi ini dapat digunakan pada perangkat seperti smartphone dan digunakan dalam berbagai industri, seperti kesehatan, militer, dan manufaktur. Di Indonesia, teknologi ini telah berkembang pesat bersama dengan banyak aplikasi Teknologi ini membuat objek yang kurang jelas terlihat lebih nyata ketika dirasakan (Suryaningsih. Dengan teknologi augmented reality ke dalam media cetak, diharapkan dapat menarik minat remaja yang akrab dengan teknologi digital. Dalam penelitian ini dilakukan edukasi tentang anemia pada remaja puteri dengan menggunakan media buku Jurnal Ibu dan Anak Vol. No. November 2024, pp. 70Ae 76 ISSN 2721-0499 (Onlin. ISSN 2338 Ae 1930 (Prin. saku berbasi AR. Buku saku tersebut didesain semenarik mungkin untuk menimbulkan minta remaja membaca dan lebih mudah memahami isinya. Dengan menggunakan media pendidikan yang menarik, pendidikan akan lebih mudah diterima (Kusumarani dkk, 2. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa ada pengaruh edukasi menggunakan media buku saku berbasis AR terhadap pengetahuan siswi tentang anemia . =0,. dengan rata-rata peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi yaitu 8,43 menjadi 9. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Susilawati dkk, . , menunjukkan penggunaan media pembelajaran AR efektif dalam meningkatkan pengetahuan pemasangan kontrasepsi implan. Dalam penelitian lain penggunaan augmented reality (AR) pada pembelajaran IPA secara signifikan dapat meningkatkan pengalaman belajar siswa dengan memvisualisasikan objek 3 dimensi yang interaktif dan menarik (Erwinsyah dkk. Penelitian lainnya adalah yang dilakukan Hidayat dan Asmalah tahun penggunaan augmented reality selain meningkatkan motivasi belajar juga mengurangi kecemasan siswa. Selain itu, penggunaan buku augmented reality juga meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memvisualisasikan konsep abstrak (Arzak & Prahani, 2. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan tentang pengaruh edukasi menggunakan media buku saku berbasis augmented reality terhadap pengetahuan siswi tentang anemia pada remaja puteri di SMAN 2 Pekanbaru dapat disimpulkan menggunakan media buku saku berbasis AR terhadap pengetahuan siswi tentang Saran Disarankan pihak sekolah dapat memfasilitasi penyediaan buku saku berbasis AR di Pustaka Sekolah sebagai bagian dari pendidikan kesehatan bagi siswi dalam meningkatkan pengetahuan tentang kesehatan khususnya tentang anemia pada remaja puteri. DAFTAR PUSTAKA